273 research outputs found
PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI OPERASI BILANGAN TINGKAT SMP/MTS
ABSTRAK
PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI OPERASI BILANGAN
TINGKAT SMP/MTS
Oleh Tri Anggoro
Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan modul matematika, kelayakan dan kemenarikan modul, dan untuk mengetahui keefektifan hasil pengembangan modul matematika berbasis inkuiri terbimbing pada materi operasi bilangan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Research & Development (R & D) dengan menggunakan prosedur model pengembangan Borg & Gall. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar validasi dan angket. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi modul untuk mengetahui kelayakan, kemenarikan, dan keefektifan produk. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan yaitu, deskriptif kuantitatif untuk mengolah data dalam bentuk skor dari penilaian oleh validator (ahli materi dan ahli media), respon peserta didik dan guru, serta uji keefektifan, sedangkan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan data berupa komentar saran perbaikan dari validator serta deskripsi uji keterlaksanaan penelitian. Instrumen pengumpulan data berupa tes dan non tes. Adapun tes yang digunakan berupa berupa pretest dan posttest dengan uji N-gain. Berdasarkan hasil pengembangan dengan metode penelitian menggunakan model pengembangan Borg & Gall dihasilkan produk berupa modul berbasis inkuiri terbimbing tingkat SMP/MTs. Kelayakan modul berdasarkan validasi ahli materi dan ahli media diperoleh hasil 75 % dengan kriteria “layak””. Adapun respon peserta didik pada uji coba kelompok kecil, uji coba lapangan, dan uji coba terhadap guru mata pelajaran diperoleh hasil 76.6 % dengan kriteria “menarik”. Modul matematika berbasis inkuiri terbimbing pada materi operasi bilangan tingkat SMP/MTs cukup efektif digunakan karena diperoleh hasil 64.01 deangan kategori quite effective. Artinya produk modul yang dihasilkan adalah layak, menarik, dan cukup efektif sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar di sekolah khususnya tingkat SMP/MTs sederajat.
Kata Kunci: Research & Development, Modul, Inkuiri Terbimbing
KETERCAPAIAN DARI RUANG EIGEN MATRIKS ATAS ALJABAR MAKS PLUS
Tri Anggoro Putro, 2017. KETERCAPAIAN RUANG EIGEN MATRIKS
ATAS ALJABAR MAKS-PLUS. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret. Aljabar maks-plus merupakan suatu himpunan R = R∪{"} yang dilengkapi dengan dua operasi yaitu ⊕ dan ⊗, dengan a⊕b=maks{a;b} dan a⊗b = a+b. Himpunan matriks berukuran m × n atas aljabar maks-plus dinotasikan seba-gai Rm�n. Suatu matriks A dikatakan tak tereduksi jika graf precedence G(A)terhubung kuat. Sebaliknya, jika graf precedence G(A)tidak terhubung kuat, maka matriks tersebut tereduksi. Matriks A =(aij) ∈ Rn�n dikatakan ter-visualisasi jika aij ≤ �(A)untuk setiap i;j ∈ N dan aij = �(A)untuk seti-ap(i;j) E(A). Suatu matriks tervisualisasi kuat apabila aij = �(A)jika dan hanya jika(i;j) ∈ E(A). Pada penelitian ini, dibahas mengenai proyektor spektral,kelas-kelas siklis dan perilaku khusus dari matriks berpangkat, dan pe-nyelesaian ketercapaian. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan
bahwa suatu matriks Q dikatakan proyektor spektral dari A apabila memenuhi A ⊗ Q = Q ⊗ A = Q = Q2. Proyektor spektral Q = Ar akan periodik ketika nilai r ≥ n2. Jika matriks A adalah suatu matriks definit dan tak tereduksi maka
semua baris (atau kolom) dari Ar yang termuat di kelas siklis yang sama adalah bernilai sama. Ruang eigen matriks A disebut tercapai apabila orbit O(A;x) memuat vektor eigen dari matriks A.
Kata kunci: aljabar maks-plus, ruang eigen, proyeksi spektral, kelas siklis, ke-tercapaia
Analisis Konflik Eksternal dan Internal Tokoh Utama dalam Novel Macan Kertas Karya Budi Anggoro
This study aims to gain an understanding of the external and internal conflicts in the novel's main character and presents the results of research material for learning materials in schools. The method used in this research is a qualitative descriptive method in the form of a structural approach. The data in this study is a literary text which includes external and internal conflict in the novel Macan Kertas. Data collection techniques with techniques of documentary studies by way of reviewing literature becomes a source of research data. Based on data analysis, novel Macan Kertas discusses external conflict is a conflict with the main character Ma'am barrel, the market administrator, officer and head of the Department of Market Management, hired thugs and Lutfi husband. Not only that there is also an internal conflict the main character is feeling sad, angry, disappointed, anxious, upset, regret, fear, happy, surprised, worried and wonder. The result is expected to be a reference for the development of subsequent research that want to study novel by Budi Anggoro with another theory. Would be much better reader works Budi Anggoro understand the context in these work, so bring meaning conveyed author
tudi Perbandingan Analisa Harga Satuan Pekerjaan Kolom Berdasarkan Analisa BOW, Analisa Soedradjat. S, dan Pelaksanaan di Lapangan, pada Proyek Pembangunan Ruko G-Noin Jl. Pisang Kipas 14 Malang.
ABSTRAK Anggoro, C.T. 2007. Studi Perbandingan Analisa Harga Satuan Pekerjaan Kolom Berdasarkan Analisa BOW, Analisa Soedradjat. S, dan Pelaksanaan di Lapangan, pada Proyek Pembangunan Ruko G-Noin Jl. Pisang Kipas 14 Malang. Proyek Akhir, Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Imam Alfianto, S.T., M.T. Pembimbing II: Drs. Sutrisno, S.T., M. Pd. Kata Kunci: studi, kolom, BOW, Soedradjat. S, Lapangan Di abad 21 dan pada masa reformasi ini terjadi suatu perubahan tatanan kehidupan. Termasuk dalam dunia konstruksi yang menuntut suatu kenyamanan dan efisiensi harga. Untuk menghasilkan bangunan yang murah, kuat, dan nyaman harus melalui beberapa tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan. Perencanaan merupakan tahap awal dalam proyek pembangunan yang meliputi perhitungan anggaran biaya, desain bangunan, dan perhitungan struktur bangunan. Setelah tahap perencanaan selesai, baru dilakukan tahap berikutnya yaitu tahap pelaksanaan. Tahap pelaksanaan adalah suatu langkah yang bertujuan merealisasikan semua perencanaan yang telah dilakukan. Dalam proses pelaksanaan dilapangan, gambar adalah suatu media yang digunakan untuk pedoman atau patokan. Dalam pelaksanaan ini nanti juga akan terlihat hasilnya apakah benar-benar 100% sama dengan perencanaan yang dilakukan atau tidak. Selain itu kecakapan dan ketrampilan dari para pekerja yang melaksanakan pekerjaan itu juga sangat berhasil tidaknya bangunan itu. Tahap yang terakhir adalah tahap pemeliharaan. Tahap pemeliharan biasanya dilakukan setelah semua pekerjaan selesai. Tahap ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sempurna dari pekerjaan yang telah dilakukan dan juga memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil misalnya terkelupasnya plesteran dinding. Mengenai jangka waktu dari proses pemeliharaan bangunan tergantung dari kesepakatan yang dibuat oleh kontraktor atau pemborong dengan owner dalam memberikan jaminan pemeliharaan terhadap kerusakan bangunan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya yang lebih murah pada pekerjaan beton, biaya pekerjaan bekisting, dan biaya penulangan antara analisa BOW, Soedradjat, dan pelaksanaan di lapangan. Data diperoleh dengan cara melakukan penelitian yaitu mengamati secara langsung kegiatan di lapangan, dengan cara interview yaitu melakukan tanya jawab dengan pihak yang terkait dengan proyek, dan dengan cara dokumentasi yaitu pengambilan gambar atau foto. Hasil studi menunjukkan analisa harga satuan pada pekerjaan kolom mengenai pekerjaan beton, pekerjaan bekisting, dan penulangan yang berdasarkan pada analisa BOW, biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 16.083.480,-. Berdasarkan pada analisa Soedradjat, biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 13.156.625,-. Sedangkan yang berdasarkan analisa Lapangan, biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 12.326.422,-. Sehingga hasil dari analisa Lapangan lebih murah 6,5% dari analisa Soedradjat. Berdasarkan studi lapangan, disarankan bahwa dalam hal menghitung Rencana Anggaran Biaya suatu bangunan lebih baik menggunakan analisa Soedradjat karena dengan menggunakan analisa ini hasilnya mampu mendekati hasil perhitungan lapangan. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penggunaan analisa Soedradjat adalah ketelitian, ketelatenan, dan penguasaan
PERBEDAAN PENGGUNAAN MEDIA LCD TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI GAMBAR PADA MATA PELAJARAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK AUTOCAD DI SMK NEGERI 6 MALANG
ABSTRAK Anggoro, Cahyo. 2009. Perbedaan Penggunaan Media LCD Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI GB pada Mata Pelajaran Teknik Gambar Bangunan Dengan Menggunakan Perangkat Lunak Auto CAD di SMK Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Program Studi PTB, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Antelas Eka Winahyo, M. Pd (II) Imam Alfianto, S.T., M.T. Kata kunci: media LCD, motivasi belajar Seorang guru mempunyai peran yang penting dalam proses pembelajaran. Guru berfungsi sebagai pembuat keputusan yang berkaitan dengan perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Terkait dengan perencanaan, bahwa seorang guru harus memilki rancangan srategi untuk mempermudah siswa dalam memahami materi yang diajarkan walaupun kemampuan diantara mereka tidak sama. Dengan kata lain pembelajaran yang dirancang mampu memenuhi kompetensi materi yang telah ditetapkan sebelumnya. Salah satu metode yang dimaksud adalah penggunaan media pembelajaran untuk proses belajar mengajar. Media yang dimaksud disini adalah alat,yaitu suatu perangkat keras (hardware) yang dapat mempermudah guru dalam menjelaskan materi pembelajaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan penggunaan media LCD terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Teknik Gambar Bangunan dengan menggunakan perangkat lunak AutoCAD di kelas XI GB semester gasal tahun ajaran 2009/2010. Pada penelitian ini, variabel bebasnya adalah media LCD (X) dan variabel terikatnya adalah motivasi belajar(Y) dan diprediksikan bahwa perbedaan penggunaan variabel bebas akan sangat berpengaruh terhadap variabel terikat. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 54 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan population sampling, yaitu teknik pengambilan data yang dilakukan dengan mengambil semua sampel yang ada di dalam populasi karena jumlah sampel dari subjek penelitian ini tidak mencapai 100 orang. Dari hasil analisis data dapat diketahui bahwa: (1) hasil deskripsi data untuk variabel media LCD baik untuk kelas yang menggunakan media LCD maupun yang tidak menggunakan, rata-rata siswa memberikan jawaban sangat tertarik (2) hasil deskripsi data untuk variabel motivasi belajar untuk kelas yang menggunakan media LCD maupun tidak, rata-rata siswa memberikan jawaban sangat tinggi(3) dari hasil uji beda di dapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam motivasi belajar antara kelas control dengan kelas uji pada mata pelajaran Teknik Gambar Bangunan dengan menggunakan perangkat lunak AutoCAD di SMK Negeri 6 Malang.
Electronic tutorials: Indonesian experience
As in other developing nations, important concerns surrounding education in Indonesia involve two issues: quantity versus quality. Quality concerns have now been somewhat addressed by the establishment of the Indonesian Open Learning University (Universitas Terbuka) in 1984. The concern for quality, however, has not yet been completely resolved. Learning support, believed to be key for achieving good quality distance education, has been limited. This paper presents the results of two pilot projects that examined tutorials provided via Internet and Fax-Internet technologies. It is a report that also shows that the Universitas Terbuka is faced with both visible and invisible challenges. Visible challenges include limitations in the availability of technology infrastructure and issues of inadequate access, while invisible challenges include the readiness of Indonesian people to adopt and take advantage of new technology for educational purposes. Despite the results of the pilot project, it is suggested that Universitas Terbuka should continue to utilize Internet and Fax-Internet as two of its communication channels with students
Rerahsa
Rerahsa merupakan sebuah karya tari kelompok yang ditarikan tujuh orang
penari putra. Tari ini merupakan penuangan ide serta kreativitas dari rangsang
kinestetik dan rangsang gagasan yaitu pengalaman empiris penata tari yang pernah
berproses dengan tuna daksa sehingga menginspirasi penata tari untuk mengangkat
tokoh pewayangan yaitu Gareng dengan dasar gerak yaitu gerak tidak wajar (cacat)
dalam dasar tari tradisi Jawa gaya Yogyakarta. Fokus karya ini lebih kepada esensi
gerak cacat dan lebih memainkan ekspresi. Alasan penata tari mengambil tokoh Gareng
karena Gareng ini merupakan salah satu simbol contoh kepemimpinan yang dapat
memberikan contoh baik kepada generasi penerus saat ini, karena cacat fisik bukanlah
hal yang memalukan, justru dapat memotivasi hidup untuk menjadi lebih baik. Menurut
penata tari, dari masa ke masa seorang pemimpin sudah tidak lagi memiliki watak/sifat
seperti tokoh Gareng, sehingga menjadi salah satu motivasi penata untuk menggarap
karya Rerahsa ini.
Pada karya ini terdiri dari 3 adegan. Pada introduksi penata tari membicarakan
Gareng sebagai abdi/pamong. Pada adegan 1 lebih fokus kepada studi gerak gareng
dengan berbagai karakter, sedangkan adegan 2 membicarakan 3 poin, yaitu Gareng
yang lupa akan titahnya sebagai pamong, membicarakan ketika Gareng menjadi Raja,
dan imajinasi Gareng terhadap wanita pujaannya yaitu Dewi Saradewati. Pada adegan
3, penata membicarakan sosok Gareng yang kembali ke perenungan dan berintrospeksi
diri.
Diharapkan dengan adanya karya cipta tari ini, masyarakat dan penonton dapat
mengerti dan memahami bahwa janganlah memandang orang sebelah mata, jangan
melihat dari segi fisik, namun lihatlah orang dari hatinya, sebagaimana yang
digambarkan oleh sosok Gareng ini
Pengendalian Kualitas Produk Defect Sodium Tri Polyphospate dengan Menggunakan Pendekatan Statistical Quality Control Pada PT. Petrocentral
Pengendalian kualitas sangat penting untuk bisnis yang memproduksi barang dan jasa. Produk yang dibuat oleh perusahaan akan dipengaruhi oleh pengendalian kualitas yang efektif. Meskipun proses produksi dilakukan dengan baik, terkadang masih terjadi kesalahan yang menyebabkan produk tidak memenuhi standart atau mengalami kerusakan (defect).
Pengendalian kualitas bisa diterapkan dengan menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC), metode SQC merupakan metode yang digunakan untuk pengendalian standar kualitas produk dengan biaya yang minimum sehingga timbul efisiensi dalam suatu perusahaan.
Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk menelaah dan mengindentifikasi bentuk pengendalian produk defect Sodium Tri polyphosphate pada PT. X. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini yakni jenis kerusakan kualitas di bawah mutu lebih dominan berdasarkan pada perhitungan Checksheet, diagram pareto serta peta kendali P (P- chart
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) MATA PELJARAN PERAWATAN KELISTRIKAN KENDARAAN RINGAN KOMPETENSI SISTEM STARTER KELAS XI OA, XI OB, XI OC, XI OD TAHUN AJARAN 2014/2015 DI SMK MUHAMMADIYAH 4 KLATEN TENGAH
Universitas Negeri Yogyakarta mempunyai program PPL (Praktik
Pengalaman Lapangan) untuk mahasiswa S1 yang mengambil prodi
kependidikan.yang bertujuan untukmemberikan pengalaman dan kesempatan
kepada mahasiswa agar dapat menerapkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan
yang didapatkannya di bangku perkuliahan ke dalam kehidupan pendidikan dalam
hal ini adalah sekolah. SMK Muhammadiyah 4 Klaten Tengah yang beralamatkan
di jalan raya jombor indah km 1 Klaten Tengah, Klaten merupakan salah satu dari
sekian sekolah yang dijadikan lokasi program PPL UNY pada tahun 2014 ini.
Dalam pelaksanaan programPPL yang dimulai 2 Juli 2014 sampai 17
September 2014, kegiatan yang dilaksanakanberupa praktik mengajar kepada
siswa kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Mahasiswa praktikan mengajar
mata pelajaran teori Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan. Mahasiswa
praktikan juga membuat persiapan perangkat pembelajaran. Perangkat
Pembelajaran meliputi pembuatan rencana pembelajaran, program semester serta
beberapa administrasi mengajar untuk mata pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan
Kendaraan Ringan. Bimbingan dengan guru pembimbing selalu dilaksanakan oleh
mahasiswa praktikan mengenai teknik-teknik penguasaan kelas, penyampaian
materi dan tata cara praktik setelah selesai mengajar.
Dari kegiatan PPL ini mahasiswa praktikan memperoleh pengalaman yang
belum pernah diperoleh di perkuliahan, terutama dalam pengalaman dalam
mengajar di kelas. Dalam pelaksanaan program-program tersebut tidak pernah
terlepas dari hambatan-hambatan akan tetapi dengan kerja sama dan komunikasi
yang baik hambatan-hambatan tersebut dapat teratasi dan dapat menjadi sebuah
pengalaman berharga bagi perjalanan menuju kesuksesan dimasa yang akan
datang
RAPID EX SITU COLLECTION AND THERMAL BEHAVIOR ANALYSIS OF VOLATILE ORGANIC MATTERS BY THERMAL EXTRACTION CONE CHAMBER FOR HIGH UN-BURNT CARBON COAL FLY ASH
A thermal extraction cone chamber system has been modified to measure differential thermal functions and products where overall volatile organic matters are lost to the environment during heating. The aims of the research are to analyze and measure the thermal behavior of high un-burnt carbon coal fly ash derived from textile industrial power in Bandung. Efforts are being made to find the solution in large-scale utilization for alternative energy based on their by product. The sample analysis show that volatile organics matter exceed 30%, which means that others oxides element content are independently favorable. The modified cone chamber can collect the sample up to the total volumes of 30% of the chamber. In contrast to traditional chamber sample collectors, the modified cone extracts volatile organics matter from high un-burnt carbon coal ash divided in two treatments. Results show that the energy of pyrolisis, direct combustion or simple carbonization can be recovered (20%-42%) from wet or dry sample, with extraction efficiency compound-specific. During the direct combustion experimentation, resulted to the embedded energy is pushing up to 2790C for the average of volatile organic matters of 34% and for pyrolisis experimentation is 3300C for average volatile organic matters of 30%. The maximum thermal productivity values of 80 minutes for the direct combustion is 10220C and for pyrolisis is 10310C, and the contrary of 10 minutes, for the direct combustion is 7430C and for pyrolisis is 7010
- …
