63894 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS WEBSITE CANVA UNTUK MATERI KERAGAMAN BUDAYA INDONESIAKU MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA PADA KELAS V SD NGOTO
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan proses pengembangan
multimedia interaktif berbasis website Canva untuk materi keragaman budaya
Indonesiaku mata pelajaran pendidikan pancasila pada kelas V SD Ngoto; (2)
Mengembangkan multimedia interaktif berbasis website Canva untuk materi
keragaman budaya Indonesiaku mata pelajaran pendidikan pancasila pada kelas V
SD Ngoto yang layak dan praktis. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (R&D) yang mengacu pada model ADDIE. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan angket. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kelayakannya multimedia interaktif berbasis website Canva dinilai oleh ahli media dan ahli materi, sedangkan kepraktisan media dinilai oleh 20 peserta didik dan 1 guru kelas VA SD Ngoto.
Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa: (1) Proses
pengembangan produk yaitu analyze, design, develop, implement, dan evaluate; (2)
Pengembangan produk multimedia interaktif berbasis website Canva untuk materi
keragaman budaya Indonesiaku mata pelajaran pendidikan pancasila pada kelas V
SD Ngoto dinyatakan layak dan praktis. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil
validasi materi yang memperoleh rata-rata skor 4,8 dengan kategori “sangat baik”
(layak) dan hasil validasi media yang memperoleh rata-rata skor 4,8 dengan
kategori “sangat baik” (layak). Hasil uji coba oleh praktisi memperoleh skor ratarata 4,8 dengan kategori “sangat baik” (praktis), sedangkan pada uji coba kelompok
awal memperoleh rata-rata skor 4,48 dengan kategori “sangat baik” (praktis).
Kemudian hasil uji coba lapangan memperoleh rata-rata skor 4,58 dengan kategori
“sangat baik” (praktis).
Kata kunci: Kelas V, Keragaman Budaya Indonesiaku, Multimedia Interaktif,
Pendidikan Pancasila, Website Canva
PENGEMBANGAN MEDIA LUDO KOLABORASI PECAHAN (DOKOCAH) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA KELAS IV PADA MATERI PECAHAN
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media Ludo Kolaborasi
Pecahan (DOKOCAH) yang layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan
keterampilan kolaborasi siswa kelas IV pada pembelajaran materi pecahan di SD
Negeri Adisucipto 1. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Research
and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu
Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation. Analisis dilakukan
menggunakan observasi dan wawancara. Desain ludo menggunakan canva. Hasil
pengembangan divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Implementasi
perseorangan dilakukan oleh guru, kelompok kecil dilakukan oleh 8 siswa, dan
kelompok besar dilakukan oleh 20 siswa. Evaluasi dilakukan kepada 20 siswa kelas
IV untuk mengukur keefektifan media. Instrumen kuantitatif yang dikembangkan
telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan
deskriptif kualitatif guna menjelaskan data wawancara dan teknik analisis deskriptif
kuantitatif untuk mengukur hasil validasi kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan
media. Hasil validasi menunjukkan bahwa media yang dikembangkan termasuk
pada kategori “Sangat Layak” dengan persentase validasi ahli materi sebesar 91,3%
dan validasi ahli media sebesar 87%. Uji kepraktisan menunjukkan bahwa media
termasuk dalam kategori “Sangat Praktis”, diperoleh persentase respon guru
sebesar 100% dan respon siswa sebesar 85,5%. Pada uji efektivitas, terjadi
peningkatan keterampilan kolaborasi siswa, dibuktikan dari nilai N-Gain sebesar
0,71 termasuk dalam kategori “Tinggi”, dimana nilai N-Gain kelas eksperimen
lebih besar dibandingkan kelas kontrol yang hanya mencapai 0,26 termasuk dalam
kategori “Rendah”. Hasil uji t dua sampel bebas dengan skor N-Gain menunjukkan
nilai signifikansi sebesar 0,000 sehingga terdapat perbedaan signifikan antara kelas
kontrol dan eksperimen. Dapat disimpulkan bahwa media Ludo Kolaborasi
Pecahan (DOKOCAH) efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan
kolaborasi siswa.
Kata Kunci : Keterampilan Kolaborasi, Ludo, Pecaha
PENGEMBANGAN MEDIA LUGASA (LUDO NEGARAKU INDONESIA) UNTUK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA ASPEK BERNALAR KRITIS SISWA KELAS IV SD NEGERI TEGALYOSO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah sistematis dan
mengetahui kelayakan dan kepraktisan pengembangan media LUGASA (Ludo
Negaraku Indonesia) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas 4 SD Negeri
Tegalyoso. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D)
menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu Analyze, Design,
Develop, Implement, Evaluate. Subjek dalam penelitian adalah guru dan siswa kelas
IV SD Negeri Tegalyoso. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis
deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian pengembangan menunjukkan bahwa produk media yang dikembangkan termasuk dalam kategori “sangat layak” dan “sangat praktis”. Kategori “sangat layak” diperoleh berdasarkan hasil validasi dari ahli materi yaitu
94% serta hasil validasi dari ahli media dengan persentase sebesar 93,33%.
Kategori “sangat praktis” diperoleh berdasarkan hasil respon guru sebesar 96,44%
serta hasil respon siswa sebesar 92,36%. Kata kunci: Media Pembelajaran, Pengembangan, Boardgame, Pendidikan
Pancasil
PENGARUH SISTEM FULLDAY SCHOOL TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER KREATIF DI SD IT SALSABILA 5 PURWOREJO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem fullday school
terhadap pembentukan karakter kreatif di SDIT Salsabila 5 Purworejo.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode ex post facto.
Dalam penelitan ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi,
angket dna dokumentasi. Populasi penelitian ini adalah peserta didik dari kelas III.
IV dan V SDIT Salsabila 5 Purworejo yang berjumlah 225. Sampel dalam penelitian
ini berjumlah 144 peserta didik menggunakan metode Proportionate Stratified
Random Sampling yang dihitung mengguanakn rumus slovin. Teknik analisis data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji koefisien determinan, analisis
regresi linier sederhana, dan uji t menggunakan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara sistem fullday school terhadap pembentukan karakter kreatif. Hal ini berdasarkan hasil nilai koefisien korelasi sebesar 0,763 dengan sig 0,000 < 0,05. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh bernilai positif berarti dengan adanya sistem fullday school dapat meningkatkan karakter kreatif peserta didik. Adapun besaran sumbangan pengaruh variabel fullday school terhadap pembentukan karakter kreatif sebesar 12%., sisanya dipengaruhi hal lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Kata Kunci: Fullday School, Karakter Kreati
Tingkat Kemampuan Motorik Middle Adolescent Putra dan Putri Peserta Didik Kelas VII di SMP Negeri 1 Sleman di Era 4.0
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan motorik middle adolescent putra dan putri peserta didik kelas VII di SMP Negeri 1 Sleman di era 4.0.
Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Instrument penelitian menggunakan Barrow Motor Ability Test yang terdiri dari 6 item tes, yaitu power tungkai, power lengan, kelincahan, koordinasi mata dan tangan, power otot lengan, dan kecepatan. Populasi dalam penelitian ini merupakan peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Sleman yang berjumlah 56 peserta didik.Pengambilan jumlah sampel dengan menggunakan teknik proportional random sampling dengan jumlah sampel 28 siswa putra dan 28 siswa putri. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif kuantitatif dengan presentase yang terbagi dalam lima kategori yakni sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah.
Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kemampuan motorik peserta didik putra kelas VII SMP Negeri 1 Sleman dengan rincian kategori, “sangat tinggi” sebesar 3,57% (1 peserta didik), “tinggi” sebesar 32,14% (9 peserta didik), “sedang” sebesar 28,57% (8 peserta didik), “rendah” sebesar 25% (7 peserta didik), “sangat rendah” sebesar 10,71% (3 peserta didik). Kemudian hasil penelitian tingkat kemampuan motorik peserta didik putri kelas VII SMP Negeri 1 Sleman masuk kategori “sangat tinggi” sebesar 3,57% (1 peserta didik), “tinggi” dengan presentase 28,57% (8 peserta didik), “sedang” dengan presentase sebesar 39,29% (11 peserta didik), “rendah” sebesar 25% (7 peserta didik), “sangat rendah” sebesar 3,57% (1 peserta didik). Hasil tersebut disimpulkan bahwa tingkat kemampuan
motorik middle adolescent putra dan putri peserta didik kelas VII di SMP Negeri 1 Sleman di era 4.0 berkategori sedang
Tingkat Keterampilan Dasar Sepak Sila dan Servis Bawah Peserta Ekstrakurikuler Sepak Takraw SD Negeri Panggang Kapanewon Bambanglipuro Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan dasar sepak sila dan servis bawah pada peserta ekstrakurikuler sepak takraw di SD Negeri Panggang Kapanewon Bambanglipuro Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik tes dan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik SD Negeri Panggang yang mengikuti ekstrakurikuler sepak takraw. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan tertentu dengan total sampel berjumlah 18 peserta. Instrumen penelitian ini menggunakan tes sepak sila dan tes servis bawah dengan validitas sepak sila 0,889 dan validitas servis bawah 0,890 sedangkan realibilitasnya 0,932. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase.
Hasil penelitian keterampilan dasar sepak sila dan servis bawah peserta ekstrakurikuler sepak takraw SD Negeri Panggang termasuk dalam kategori kurang. Pada variabel keterampilan dasar sepak sila hasil kategori “sangat tinggi” sebesar 11,11% yaitu dua (2) peserta, kategori “tinggi” sebesar 22,22% yaitu empat (4) peserta, kategori “sedang” sebesar 27,78% yaitu lima (5) peserta, kategori “kurang” sebesar 38,89% yaitu tujuh (7) peserta, serta tidak ada peserta dalam kategori “sangat kurang” yaitu 0,00% atau nol (0) peserta. Sedangkan dalam variabel servis bawah didapatkan hasil kategori “sangat tinggi” sebesar 5,56% atau satu (1) peserta, kategori “tinggi” sebesar 27,78% yaitu lima (5) peserta, pada kategori “sedang” sebesar 22,22% yaitu empat (4) peserta, kategori “kurang” sebesar 38,89% yaitu tujuh (7) peserta, serta kategori “sangat kurang” sebesar
5,56% yaitu satu (1) peserta.
Efektivitas Kombinasi Terapi Metode Ali Satia Graha Dengan Kinesiotaping Terhadap Pemulihan Cedera Ankle Pada Atlet Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sepak Takraw UNY
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) efektivitas kombinasi masase terapi metode Ali Satia Graha dengan kinesiotaping (KT) terhadap penurunan nyeri cedera pergelangan kaki pada atlet UKM Sepak Takraw UNY, (2) efektivitas kombinasi masase terapi metode Ali Satia Graha dengan kinesiotaping (KT) terhadap peningkatan range of motion (ROM), (3) efektivitas kombinasi masase terapi metode Ali Satia Graha dengan kinesiotaping (KT) terhadap peningkatan fungsi gerak cedera pergelangan kaki pada atlet UKM Sepak Takraw UNY.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-experimental dengan rancangan one group pretest postest design. Populasi dalam penelitian sebanyak 30 orang, pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 15 orang. Sampel yang terpilih akan diberikan perlakuan masase terapi metode Ali Satia Graha dengan kinesiotaping, perlakuan diberikan selama 20 menit yaitu; 5 menit masase otot gastrocnemius bagian depan, 5 menit otot punggung kaki, 5 menit otot gastrocnemius, 5 menit otot tendo achilles, dan traksi reposisi. Instrumen penelitian yang digunakan berupa goniometer dalam mengukur range of motion, visual analog scale digunakan untuk mengukur intensitas nyeri, dan Foot and Ankle Ability Measure (FAAM) berfungsi dalam menilai fungsi gerak, baik sebelum (pretest) dan setelah perlakuan (postest). Analisis data menggunakan uji beda, uji parametrik paired-t test yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara sebelum dan sesudah perlakuan pada subjek penelitian. Hasil analisis data yang dilakukan dengan paired t-test didapatkan nilai signifikansi di bawah 0.05.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) data pada nyeri diukur menggunakan visual anolog scale dari 58,6±4,42mm menjadi 34,1±7,53mm (41,8%), (2) range of motion yang diukur dengan goniometer pada gerakan dorsofleksi dari 8,80±3,42 menjadi 16,6±2,32 (88,6%), gerakan plantarfleksi dari 65,7±3,97 menjadi 55.2±3.36 (15,9%), gerakan inversi dari 40,6±4,54 menjadi 34,7±1,33 (14,5%), serta pada gerakan eversi dari 7.0±1,25 menjadi 11,7±1,09 (67,1%), (3) fungsi gerak yang diukur menggunakan Foot and Ankle Ability Measure dari 60,6±5.80 menjadi 84,8±2,98 (39,9%). Kesimpulan dari penelitian ini
adalah masase terapi metode Ali Satia Graha dengan kinesiotaping efektif dalam
menurunkan nyeri dan meningkatkan range of motion serta fungsi gerak cedera
pergelangan kaki pada atlet UKM Sepak Takraw UNY
Analisis Manajemen Organisasi di Sekolah Sepak Bola Enjoy FC Dalam Mewujudkan Prestasi Usia Muda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis manajemen organisasi di Sekolah Sepak Bola Enjoy FC dalam mewujudkan prestasi usia muda
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode yang digunakan adalah metode survei. Populasi penelitian yaitu keseluruhan dari SSB Enjoy FC, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang menghasilkan 33 sampel terdiri dari 24 siswa dan 9 orang tua. Instrumen penelitian melalui tahap validasi isi dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan mendistribusikan angket kepada responden selanjutnya mengumpulkan angket dan mentranskrip hasil pengisiannya. Angket yang digunakan dalam penelitian meliputi 4 fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase yang kemudian hasil perhitungan dikategorikan pada tabel distribusi frekuensi.
Hasil analisis manajemen pada fungsi perencanaan, pengorganisasian kepemimpinan dan pengendalian SSB Enjoy FC, menunjukkan bahwa kualitas manajemen secara keseluruhan berada pada kategori cukup baik, dengan kelemahan signifikan pada aspek kepemimpinan dan pengendalian. Fungsi perencanaan telah memiliki dasar yang memadai, namun masih terkendala pengelolaan anggaran yang belum profesional. Pengorganisasian cukup baik tetapi menghadapi tantangan berupa keterbatasan sarana prasarana dan program latihan. Kepemimpinan menjadi aspek terlemah, memerlukan peningkatan dalam tanggung jawab, kebijaksanaan, dan kejujuran. Fungsi pengendalian menunjukkan adanya evaluasi rutin yang perlu dimaksimalkan. Rekomendasi yang diberikan yaitu penguatan kepemimpinan melalui pelatihan manajerial dan budaya organisasi yang lebih solid, serta pengendalian dengan sistem evaluasi yang terukur dan
pengawasan konsisten, guna mendukung optimalisasi manajemen dalam mencetak
prestasi atlet usia muda
Pendapat Peserta Didik Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Studi Eksplorasi di MAN Kota Magelang
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pendapat peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan MAN Kota Magelang.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA MAN Kota Magelang, sebanyak 139 siswa. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik Simple Random Sampling sebesar 59 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang dibagikan menggunakan google form. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapat peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di MAN Kota Magelang dinilai cukup dengan presentase 42%, kategori kurang baik dengan presentase 22%, kategori baik sebesar 20%, kategori sangat kurang baik sebesar 9% dan kategori sangat baik sebesar 7%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendapat peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di MAN Kota Magelang adalah cukup. Data ini menunjukkan bahwa metode mengajar dan keterampilan mengajar yang diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di MAN Kota Magelang telah diterapkan secara efektif
Hubungan Tingkat Kebugaran Jasmani Dengan Kemampuan Motorik Peserta Didik Putra Kelas XI SMA Negeri 2 Wonosobo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kebugaran jasmani dengan kemampuan motorik pada peserta didik putra kelas XI SMA Negeri 2 Wonosobo.
Jenis penelitian menggunakan penelitian korelasional dengan metode survey. Subjek penelitian yang digunakan adalah 31 peserta didik putra kelas XI SMA Negeri 2 Wonosobo. Instrumen kebugaran jasmani untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani diukur dengan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) umur 16–19 tahun dan kemampuan motorik peserta didik putra melalui tes Barrow Motor Ability.
Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel tingkat kebugarana jasmani dengan kemampuan motorik, dengan nilai signifikan yaitu 0,000,355) dengan nilai person corelation sebesar o,935 yang masuk dalam kriteria hubungan sangat kuat