63894 research outputs found
Sort by
Tingkat Kemampuan Motorik Middle Adolescent Putra dan Putri Peserta Didik Kelas VII di SMP Negeri 1 Sleman di Era 4.0
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan motorik middle adolescent putra dan putri peserta didik kelas VII di SMP Negeri 1 Sleman di era 4.0.
Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Instrument penelitian menggunakan Barrow Motor Ability Test yang terdiri dari 6 item tes, yaitu power tungkai, power lengan, kelincahan, koordinasi mata dan tangan, power otot lengan, dan kecepatan. Populasi dalam penelitian ini merupakan peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Sleman yang berjumlah 56 peserta didik.Pengambilan jumlah sampel dengan menggunakan teknik proportional random sampling dengan jumlah sampel 28 siswa putra dan 28 siswa putri. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif kuantitatif dengan presentase yang terbagi dalam lima kategori yakni sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah.
Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kemampuan motorik peserta didik putra kelas VII SMP Negeri 1 Sleman dengan rincian kategori, “sangat tinggi” sebesar 3,57% (1 peserta didik), “tinggi” sebesar 32,14% (9 peserta didik), “sedang” sebesar 28,57% (8 peserta didik), “rendah” sebesar 25% (7 peserta didik), “sangat rendah” sebesar 10,71% (3 peserta didik). Kemudian hasil penelitian tingkat kemampuan motorik peserta didik putri kelas VII SMP Negeri 1 Sleman masuk kategori “sangat tinggi” sebesar 3,57% (1 peserta didik), “tinggi” dengan presentase 28,57% (8 peserta didik), “sedang” dengan presentase sebesar 39,29% (11 peserta didik), “rendah” sebesar 25% (7 peserta didik), “sangat rendah” sebesar 3,57% (1 peserta didik). Hasil tersebut disimpulkan bahwa tingkat kemampuan
motorik middle adolescent putra dan putri peserta didik kelas VII di SMP Negeri 1 Sleman di era 4.0 berkategori sedang
Tingkat Keterampilan Dasar Sepak Sila dan Servis Bawah Peserta Ekstrakurikuler Sepak Takraw SD Negeri Panggang Kapanewon Bambanglipuro Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan dasar sepak sila dan servis bawah pada peserta ekstrakurikuler sepak takraw di SD Negeri Panggang Kapanewon Bambanglipuro Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik tes dan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik SD Negeri Panggang yang mengikuti ekstrakurikuler sepak takraw. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan tertentu dengan total sampel berjumlah 18 peserta. Instrumen penelitian ini menggunakan tes sepak sila dan tes servis bawah dengan validitas sepak sila 0,889 dan validitas servis bawah 0,890 sedangkan realibilitasnya 0,932. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase.
Hasil penelitian keterampilan dasar sepak sila dan servis bawah peserta ekstrakurikuler sepak takraw SD Negeri Panggang termasuk dalam kategori kurang. Pada variabel keterampilan dasar sepak sila hasil kategori “sangat tinggi” sebesar 11,11% yaitu dua (2) peserta, kategori “tinggi” sebesar 22,22% yaitu empat (4) peserta, kategori “sedang” sebesar 27,78% yaitu lima (5) peserta, kategori “kurang” sebesar 38,89% yaitu tujuh (7) peserta, serta tidak ada peserta dalam kategori “sangat kurang” yaitu 0,00% atau nol (0) peserta. Sedangkan dalam variabel servis bawah didapatkan hasil kategori “sangat tinggi” sebesar 5,56% atau satu (1) peserta, kategori “tinggi” sebesar 27,78% yaitu lima (5) peserta, pada kategori “sedang” sebesar 22,22% yaitu empat (4) peserta, kategori “kurang” sebesar 38,89% yaitu tujuh (7) peserta, serta kategori “sangat kurang” sebesar
5,56% yaitu satu (1) peserta.
Efektivitas Kombinasi Terapi Metode Ali Satia Graha Dengan Kinesiotaping Terhadap Pemulihan Cedera Ankle Pada Atlet Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sepak Takraw UNY
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) efektivitas kombinasi masase terapi metode Ali Satia Graha dengan kinesiotaping (KT) terhadap penurunan nyeri cedera pergelangan kaki pada atlet UKM Sepak Takraw UNY, (2) efektivitas kombinasi masase terapi metode Ali Satia Graha dengan kinesiotaping (KT) terhadap peningkatan range of motion (ROM), (3) efektivitas kombinasi masase terapi metode Ali Satia Graha dengan kinesiotaping (KT) terhadap peningkatan fungsi gerak cedera pergelangan kaki pada atlet UKM Sepak Takraw UNY.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-experimental dengan rancangan one group pretest postest design. Populasi dalam penelitian sebanyak 30 orang, pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 15 orang. Sampel yang terpilih akan diberikan perlakuan masase terapi metode Ali Satia Graha dengan kinesiotaping, perlakuan diberikan selama 20 menit yaitu; 5 menit masase otot gastrocnemius bagian depan, 5 menit otot punggung kaki, 5 menit otot gastrocnemius, 5 menit otot tendo achilles, dan traksi reposisi. Instrumen penelitian yang digunakan berupa goniometer dalam mengukur range of motion, visual analog scale digunakan untuk mengukur intensitas nyeri, dan Foot and Ankle Ability Measure (FAAM) berfungsi dalam menilai fungsi gerak, baik sebelum (pretest) dan setelah perlakuan (postest). Analisis data menggunakan uji beda, uji parametrik paired-t test yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara sebelum dan sesudah perlakuan pada subjek penelitian. Hasil analisis data yang dilakukan dengan paired t-test didapatkan nilai signifikansi di bawah 0.05.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) data pada nyeri diukur menggunakan visual anolog scale dari 58,6±4,42mm menjadi 34,1±7,53mm (41,8%), (2) range of motion yang diukur dengan goniometer pada gerakan dorsofleksi dari 8,80±3,42 menjadi 16,6±2,32 (88,6%), gerakan plantarfleksi dari 65,7±3,97 menjadi 55.2±3.36 (15,9%), gerakan inversi dari 40,6±4,54 menjadi 34,7±1,33 (14,5%), serta pada gerakan eversi dari 7.0±1,25 menjadi 11,7±1,09 (67,1%), (3) fungsi gerak yang diukur menggunakan Foot and Ankle Ability Measure dari 60,6±5.80 menjadi 84,8±2,98 (39,9%). Kesimpulan dari penelitian ini
adalah masase terapi metode Ali Satia Graha dengan kinesiotaping efektif dalam
menurunkan nyeri dan meningkatkan range of motion serta fungsi gerak cedera
pergelangan kaki pada atlet UKM Sepak Takraw UNY
Analisis Manajemen Organisasi di Sekolah Sepak Bola Enjoy FC Dalam Mewujudkan Prestasi Usia Muda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis manajemen organisasi di Sekolah Sepak Bola Enjoy FC dalam mewujudkan prestasi usia muda
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode yang digunakan adalah metode survei. Populasi penelitian yaitu keseluruhan dari SSB Enjoy FC, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang menghasilkan 33 sampel terdiri dari 24 siswa dan 9 orang tua. Instrumen penelitian melalui tahap validasi isi dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan mendistribusikan angket kepada responden selanjutnya mengumpulkan angket dan mentranskrip hasil pengisiannya. Angket yang digunakan dalam penelitian meliputi 4 fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase yang kemudian hasil perhitungan dikategorikan pada tabel distribusi frekuensi.
Hasil analisis manajemen pada fungsi perencanaan, pengorganisasian kepemimpinan dan pengendalian SSB Enjoy FC, menunjukkan bahwa kualitas manajemen secara keseluruhan berada pada kategori cukup baik, dengan kelemahan signifikan pada aspek kepemimpinan dan pengendalian. Fungsi perencanaan telah memiliki dasar yang memadai, namun masih terkendala pengelolaan anggaran yang belum profesional. Pengorganisasian cukup baik tetapi menghadapi tantangan berupa keterbatasan sarana prasarana dan program latihan. Kepemimpinan menjadi aspek terlemah, memerlukan peningkatan dalam tanggung jawab, kebijaksanaan, dan kejujuran. Fungsi pengendalian menunjukkan adanya evaluasi rutin yang perlu dimaksimalkan. Rekomendasi yang diberikan yaitu penguatan kepemimpinan melalui pelatihan manajerial dan budaya organisasi yang lebih solid, serta pengendalian dengan sistem evaluasi yang terukur dan
pengawasan konsisten, guna mendukung optimalisasi manajemen dalam mencetak
prestasi atlet usia muda
Pendapat Peserta Didik Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Studi Eksplorasi di MAN Kota Magelang
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pendapat peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan MAN Kota Magelang.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA MAN Kota Magelang, sebanyak 139 siswa. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik Simple Random Sampling sebesar 59 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang dibagikan menggunakan google form. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapat peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di MAN Kota Magelang dinilai cukup dengan presentase 42%, kategori kurang baik dengan presentase 22%, kategori baik sebesar 20%, kategori sangat kurang baik sebesar 9% dan kategori sangat baik sebesar 7%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendapat peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di MAN Kota Magelang adalah cukup. Data ini menunjukkan bahwa metode mengajar dan keterampilan mengajar yang diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di MAN Kota Magelang telah diterapkan secara efektif
Hubungan Tingkat Kebugaran Jasmani Dengan Kemampuan Motorik Peserta Didik Putra Kelas XI SMA Negeri 2 Wonosobo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kebugaran jasmani dengan kemampuan motorik pada peserta didik putra kelas XI SMA Negeri 2 Wonosobo.
Jenis penelitian menggunakan penelitian korelasional dengan metode survey. Subjek penelitian yang digunakan adalah 31 peserta didik putra kelas XI SMA Negeri 2 Wonosobo. Instrumen kebugaran jasmani untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani diukur dengan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) umur 16–19 tahun dan kemampuan motorik peserta didik putra melalui tes Barrow Motor Ability.
Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel tingkat kebugarana jasmani dengan kemampuan motorik, dengan nilai signifikan yaitu 0,000,355) dengan nilai person corelation sebesar o,935 yang masuk dalam kriteria hubungan sangat kuat
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA KATA PADA ANAK SLOW LEARNER MELALUI METODE GLOBAL BERBASIS KONTEKSTUAL DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan
membaca siswa slow learner melalui penerapan metode global berbasis
kontekstual.
Model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) akan diterapkan dalam penelitian
ini, di mana peneliti akan melakukan tindakan perbaikan dalam proses
pembelajaran membaca berdasarkan hasil observasi dan analisis data yang
diperoleh. Alur PTK yang akan digunakan mencakup perencanaan, pelaksanaan,
observasi, dan refleksi. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat diperoleh data
yang valid mengenai peningkatan kemampuan membaca siswa slow learner melalui
metode global berbasis kontekstual. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
wawasan baru bagi pendidik dalam mengatasi tantangan yang dihadapi siswa slow
learner dalam kemampuan membaca.
Hasil penelitian ini menunjkkan bahwa Metode global berbasis konstektual
layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca pada anak slow leaner
di Sekolah Menengah Pertama kelas VII di SMP N 1 Muara Bengkal. Hal ini
ditunjukkan dengan adanya peningkatan skore tes kemampuan membaca
permulaan yang diperoleh pada pra tindakan, pasca tindakan siklus I, dan pasca
tindakan siklus II yang sudah melampaui standar minimal KKM 75. Metode global
efektif meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik Hal
tersebut dibuktikan dari peningkatan rata-rata skor yang diperoleh pada pra
tindakan subyek I yaitu 55%, pasca tindakan siklus I yaitu 75% mengalami
peningkatan sebanyak 15%. Skor yang diperoleh pasca tindakan siklus II subyek
80% sehingga peningkatan yang dialami dari pra tindakan sampai siklus II
sebanyak 30%
Pengaruh Latihan Kekuatan Otot Tungkai dan Latihan Kecepatan Terhadap Kemampuan Lari Sprint Atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Magelang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah latihan kekuatan otot tungkai dan latihan kecepatan terhadap kemampuan lari sprint atlet disabilitas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Magelang. Penelitian ini dilaksanakan pada 15 November-15 Desember 2024 di Sawitan, Borobudur, Kabupaten Magelang.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Desain penelitian menggunakan eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Pada penelitian ini teknik analisis yang digunakan adalah paired t-test untuk mengetahui signifikansi perbedaan saat sebelum dan sesudah perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Magelang dan sampel pada penelitian ini berjumlah 10 atlet yang sudah dipilih menggunakan kriteria tertentu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah bendera sebagai aba-aba mulai dan stopwatch sebagai pengukur waktu pelari. Perlakuan yang diberikan kepada sampel adalah latihan kekuatan otot tungkai berupa vertical jump dan latihan kecepatan berupa shuttle run. Pemberian perlakuan dilakukan tiga kali dalam seminggu saat jadwal latihan atlet.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sebelum perlakuan dan setelah perlakuan mengalami penurunan nilai rata-rata. Nilai rata-rata sebelum perlakuan sebesar 8,3400 dan nilai rata-rata setelah diberi perlakuan sebesar 7,1600 atau penurunan sebesar 14%. Maksud dari penurunan nilai rata-rata sebelum dan setelah perlakuan adalah adanya peningkatan signifikan yang dihasilkan karena diberikannya perlakuan berupa latihan
yang konsisten. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan pada penelitian ini bahwa latihan kekuatan otot tungkai dan latihan kecepatan berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan lari sprint atlet disabilitas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Magelang
Karakter Utama Dalam Pembelajaran Matematika SMP/MTs Dan Faktor Yang Mempengaruhinya.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi nilai-nilai karakter
utama yang paling dominan, 2) menganalisis bagaimana kelima nilai karakter
utama diinternalisasikan, dan 3) mengungkap faktor-faktor internal dan eksternal
yang mempengaruhi integrasi nilai karakter dalam pembelajaran matematika di
tingkat SMP/MTs di Kota Kupang. Lima nilai karakter yang menjadi fokus utama
mencakup religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas.
Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods)
dengan desain concurrent embedded. Lokasi penelitian meliputi dua sekolah dan 2
madrasah setingkat menengah pertama di Kota Kupang, dengan melibatkan 303
siswa sebagai subjek penelitian. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket
yang terdiri dari 15 item pernyataan, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui
wawancara mendalam dengan guru matematika, observasi kelas, dan studi
dokumentasi. Data kuantitatif akan dilakukan uji validitas, reliabilitas dengan
SEM dan CFA dan juga uji keterbacaan kepada guru sedangkan data kualitatif
melalui triangulasi.
Hasil penelitian 1) dari lima nilai karakter yang diteliti, integritas, religius,
dan nasionalis berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter dalam
pembelajaran matematika, dengan integritas sebagai prediktor paling kuat. Nilai
mandiri dan gotong royong tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara
statistik. Model SEM memiliki kecocokan yang tinggi (R² = 0,857), dan validitas
konstruk melalui CFA juga dinyatakan baik (GFI = 0,92; CFI = 0,95; RMSEA =
0,06). 2) temuan kualitatif mengungkap bahwa strategi guru dalam mengaitkan
materi matematika dengan kehidupan nyata, penerapan pembelajaran berbasis
masalah, dan keteladanan guru sangat memengaruhi pembentukan karakter siswa.
Nilai mandiri dominan terlihat melalui tugas individual, sedangkan integritas
melalui kejujuran saat mengerjakan soal. Nilai religius dan nasionalis kurang
diangkat kecuali jika guru secara khusus mengaitkannya dengan konteks tertentu.
3) faktor yang mempengaruhi integrasi nilai karakter dalam pembelajaran yaitu
pengembangan strategi pembelajaran kontekstual berbasis nilai oleh guru dan
peran aktif dari seluruh ekosistem sekolah dan madrasah dalam pembentukan
karakter siswa secara menyeluruh
Model Penilaian Keterampilan Membaca Berbasis Diferensiasi untuk Pembelajaran Literasi Bahasa Inggris.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pembelajaran literasi
membaca bahasa Inggris berbasis diferensiasi, merancang dan mengembangkan
model PLADDER sebagai model asesmen literasi membaca bahasa Inggris berbasis
diferensiasi yang inovatif, menganalisis kualitas prototipe model, serta mengetahui
tingkat implementasi model PLADDER dan penerimaannya oleh guru dan siswa
dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development)
yang mengadopsi pendekatan design and development research (DDR) dari Richey
dan Klein (2014), dengan penekanan pada fase desain (perencanaan dan
penyusunan) serta pengembangan (produksi, pengujian, dan evaluasi). Pendekatan
metode campuran (mixed-methods) digunakan, menggabungkan metode kualitatif
dan kuantitatif untuk memastikan pengumpulan dan analisis data yang
komprehensif. Fase kualitatif melibatkan analisis kebutuhan melalui wawancara
dan diskusi kelompok terfokus (focus group discussions/FGDs) dengan guru untuk
memperoleh data mengenai kebutuhan asesmen literasi membaca berbasis
diferensiasi. Sementara itu, fase kuantitatif berfokus pada pengujian empiris dan
validasi model asesmen, mengukur efektivitas, properti psikometrik (validitas dan
reliabilitas), serta dampaknya terhadap performa literasi siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PLADDER mampu memenuhi
kebutuhan model asesmen untuk pembelajaran literasi membaca bahasa Inggris
berbasis diferensiasi. Desain model PLADDER (Planning-DifferentiatingDelivering, Evaluating, Reflecting) mengakomodasi kebutuhan guru terhadap
kerangka asesmen yang memfasilitasi keberagaman siswa dalam hal kebutuhan
belajar, kesiapan belajar, minat, dan profil belajar. Model PLADDER terbukti valid,
reliabel, dan praktis berdasarkan penilaian ahli, tanggapan guru, serta hasil uji
lapangan. Hasil eksperimen kuasi menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai
membaca (Cohen’s d = 1,64), yang mengonfirmasi keefektifan model. Skor Alpha
Cronbach yang tinggi (0,957 untuk respons guru dan 0,906 untuk siswa)
menunjukkan konsistensi internal. Guru memberikan apresiasi terhadap umpan
balik terstruktur dan adaptabilitas model, meskipun mengkhawatirkan beban kerja.
Siswa menunjukkan peningkatan minat (72% tertarik mempelajari variasi teks
baru)