63894 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA KATA PADA ANAK SLOW LEARNER MELALUI METODE GLOBAL BERBASIS KONTEKSTUAL DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan
membaca siswa slow learner melalui penerapan metode global berbasis
kontekstual.
Model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) akan diterapkan dalam penelitian
ini, di mana peneliti akan melakukan tindakan perbaikan dalam proses
pembelajaran membaca berdasarkan hasil observasi dan analisis data yang
diperoleh. Alur PTK yang akan digunakan mencakup perencanaan, pelaksanaan,
observasi, dan refleksi. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat diperoleh data
yang valid mengenai peningkatan kemampuan membaca siswa slow learner melalui
metode global berbasis kontekstual. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
wawasan baru bagi pendidik dalam mengatasi tantangan yang dihadapi siswa slow
learner dalam kemampuan membaca.
Hasil penelitian ini menunjkkan bahwa Metode global berbasis konstektual
layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca pada anak slow leaner
di Sekolah Menengah Pertama kelas VII di SMP N 1 Muara Bengkal. Hal ini
ditunjukkan dengan adanya peningkatan skore tes kemampuan membaca
permulaan yang diperoleh pada pra tindakan, pasca tindakan siklus I, dan pasca
tindakan siklus II yang sudah melampaui standar minimal KKM 75. Metode global
efektif meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik Hal
tersebut dibuktikan dari peningkatan rata-rata skor yang diperoleh pada pra
tindakan subyek I yaitu 55%, pasca tindakan siklus I yaitu 75% mengalami
peningkatan sebanyak 15%. Skor yang diperoleh pasca tindakan siklus II subyek
80% sehingga peningkatan yang dialami dari pra tindakan sampai siklus II
sebanyak 30%
Pengaruh Latihan Kekuatan Otot Tungkai dan Latihan Kecepatan Terhadap Kemampuan Lari Sprint Atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Magelang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah latihan kekuatan otot tungkai dan latihan kecepatan terhadap kemampuan lari sprint atlet disabilitas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Magelang. Penelitian ini dilaksanakan pada 15 November-15 Desember 2024 di Sawitan, Borobudur, Kabupaten Magelang.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Desain penelitian menggunakan eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Pada penelitian ini teknik analisis yang digunakan adalah paired t-test untuk mengetahui signifikansi perbedaan saat sebelum dan sesudah perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Magelang dan sampel pada penelitian ini berjumlah 10 atlet yang sudah dipilih menggunakan kriteria tertentu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah bendera sebagai aba-aba mulai dan stopwatch sebagai pengukur waktu pelari. Perlakuan yang diberikan kepada sampel adalah latihan kekuatan otot tungkai berupa vertical jump dan latihan kecepatan berupa shuttle run. Pemberian perlakuan dilakukan tiga kali dalam seminggu saat jadwal latihan atlet.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sebelum perlakuan dan setelah perlakuan mengalami penurunan nilai rata-rata. Nilai rata-rata sebelum perlakuan sebesar 8,3400 dan nilai rata-rata setelah diberi perlakuan sebesar 7,1600 atau penurunan sebesar 14%. Maksud dari penurunan nilai rata-rata sebelum dan setelah perlakuan adalah adanya peningkatan signifikan yang dihasilkan karena diberikannya perlakuan berupa latihan
yang konsisten. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan pada penelitian ini bahwa latihan kekuatan otot tungkai dan latihan kecepatan berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan lari sprint atlet disabilitas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Magelang
Karakter Utama Dalam Pembelajaran Matematika SMP/MTs Dan Faktor Yang Mempengaruhinya.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi nilai-nilai karakter
utama yang paling dominan, 2) menganalisis bagaimana kelima nilai karakter
utama diinternalisasikan, dan 3) mengungkap faktor-faktor internal dan eksternal
yang mempengaruhi integrasi nilai karakter dalam pembelajaran matematika di
tingkat SMP/MTs di Kota Kupang. Lima nilai karakter yang menjadi fokus utama
mencakup religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas.
Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods)
dengan desain concurrent embedded. Lokasi penelitian meliputi dua sekolah dan 2
madrasah setingkat menengah pertama di Kota Kupang, dengan melibatkan 303
siswa sebagai subjek penelitian. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket
yang terdiri dari 15 item pernyataan, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui
wawancara mendalam dengan guru matematika, observasi kelas, dan studi
dokumentasi. Data kuantitatif akan dilakukan uji validitas, reliabilitas dengan
SEM dan CFA dan juga uji keterbacaan kepada guru sedangkan data kualitatif
melalui triangulasi.
Hasil penelitian 1) dari lima nilai karakter yang diteliti, integritas, religius,
dan nasionalis berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter dalam
pembelajaran matematika, dengan integritas sebagai prediktor paling kuat. Nilai
mandiri dan gotong royong tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara
statistik. Model SEM memiliki kecocokan yang tinggi (R² = 0,857), dan validitas
konstruk melalui CFA juga dinyatakan baik (GFI = 0,92; CFI = 0,95; RMSEA =
0,06). 2) temuan kualitatif mengungkap bahwa strategi guru dalam mengaitkan
materi matematika dengan kehidupan nyata, penerapan pembelajaran berbasis
masalah, dan keteladanan guru sangat memengaruhi pembentukan karakter siswa.
Nilai mandiri dominan terlihat melalui tugas individual, sedangkan integritas
melalui kejujuran saat mengerjakan soal. Nilai religius dan nasionalis kurang
diangkat kecuali jika guru secara khusus mengaitkannya dengan konteks tertentu.
3) faktor yang mempengaruhi integrasi nilai karakter dalam pembelajaran yaitu
pengembangan strategi pembelajaran kontekstual berbasis nilai oleh guru dan
peran aktif dari seluruh ekosistem sekolah dan madrasah dalam pembentukan
karakter siswa secara menyeluruh
Model Penilaian Keterampilan Membaca Berbasis Diferensiasi untuk Pembelajaran Literasi Bahasa Inggris.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pembelajaran literasi
membaca bahasa Inggris berbasis diferensiasi, merancang dan mengembangkan
model PLADDER sebagai model asesmen literasi membaca bahasa Inggris berbasis
diferensiasi yang inovatif, menganalisis kualitas prototipe model, serta mengetahui
tingkat implementasi model PLADDER dan penerimaannya oleh guru dan siswa
dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development)
yang mengadopsi pendekatan design and development research (DDR) dari Richey
dan Klein (2014), dengan penekanan pada fase desain (perencanaan dan
penyusunan) serta pengembangan (produksi, pengujian, dan evaluasi). Pendekatan
metode campuran (mixed-methods) digunakan, menggabungkan metode kualitatif
dan kuantitatif untuk memastikan pengumpulan dan analisis data yang
komprehensif. Fase kualitatif melibatkan analisis kebutuhan melalui wawancara
dan diskusi kelompok terfokus (focus group discussions/FGDs) dengan guru untuk
memperoleh data mengenai kebutuhan asesmen literasi membaca berbasis
diferensiasi. Sementara itu, fase kuantitatif berfokus pada pengujian empiris dan
validasi model asesmen, mengukur efektivitas, properti psikometrik (validitas dan
reliabilitas), serta dampaknya terhadap performa literasi siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PLADDER mampu memenuhi
kebutuhan model asesmen untuk pembelajaran literasi membaca bahasa Inggris
berbasis diferensiasi. Desain model PLADDER (Planning-DifferentiatingDelivering, Evaluating, Reflecting) mengakomodasi kebutuhan guru terhadap
kerangka asesmen yang memfasilitasi keberagaman siswa dalam hal kebutuhan
belajar, kesiapan belajar, minat, dan profil belajar. Model PLADDER terbukti valid,
reliabel, dan praktis berdasarkan penilaian ahli, tanggapan guru, serta hasil uji
lapangan. Hasil eksperimen kuasi menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai
membaca (Cohen’s d = 1,64), yang mengonfirmasi keefektifan model. Skor Alpha
Cronbach yang tinggi (0,957 untuk respons guru dan 0,906 untuk siswa)
menunjukkan konsistensi internal. Guru memberikan apresiasi terhadap umpan
balik terstruktur dan adaptabilitas model, meskipun mengkhawatirkan beban kerja.
Siswa menunjukkan peningkatan minat (72% tertarik mempelajari variasi teks
baru)
Pendidikan Entrepreneurial Resilience Usaha Kecil dan Menengah Gudeg Di Yogyakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan: (1) faktor internal dan eksternal
dalam berjualan pada UKM gudeg Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), (2) strategi
bertahan para UKM gudeg di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), (3)
entrepreneurial resilience yang dimiliki para UKM gudeg di Daerah Istimewa
Yogyakarta (DIY), dan (4) peranan pendidikan kewirausahaan dalam strategi
bertahan pada UKM gudeg di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus menggunakan pendekatan
kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku UKM industri gudeg di
Daerah Istimewa Yogyakarta khusunya daerah sentra gudeg Wijilan. Dalam
penelitian ini data primer diperoleh secara langsung melalui wawancara mendalam
(in-depth interview) dengan para pemilik usaha gudeg yang sudah ditentukan oleh
peneliti. Pemilihan subjek penelitian (partisipan) dilakukan dengan pendekatan
purposefully select dengan tujuan untuk mendapatkan partisipan yang terbaik untuk
memahami masalah dan pertanyaan penelitian. Strategi-strategi kredibilitas
(credibility strategies) yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari
triangulation, member checking, dan peer debriefing. Untuk dependability
kualitatif (qualitative dependability), peneliti menggunakan cross-check kodekode, berdiskusi bersama partner atau sharing analysis, dan memastikan tidak ada
definisi dan makna yang mengambang mengenai kode-kode. Analisis data pada
penelitian ini menggunakan tahapan milik creswell dan aplikasi ATLAS.ti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap bertahannya gudeg antar generasi. Dalam faktor
dapat lebih dijelaskan dengan adanya faktor-faktor pendukung seperti budaya, nilai,
dan lain sebagainya. Kemudian strategi bertahan yang diterapkan dalam lingkungan
Wijilan memiliki perpaduan antara bauran pemasaran dan PESTEL Analysis
sehingga mengungkapkan cara bertahan yang spesifik. Selain itu, entrepreneurial
resilience masing-masing pemilik gudeg memiliki cara yang hampir sama dan
timbulnya hubungan antara ketahanan individu dan entrepreneurial resilience yang
mana hal tersebut dapat dipengaruhi oleh pendidikan informal
Pengembangan Framework L-TPASK Berpendekatan Transformatif: Efektivitas dalam Meningkatkan Keterampilan 4C dan Multirepresentasi Siswa SMP.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan desain framework L-TPASK beserta komponennya dengan pendekatan transformatif, (2) menganalisis kualitas framework L-TPASK dan setiap komponennya, (3) memperoleh profil keterampilan 4C dan multirepresentasi siswa SMP pada beragam tingkat akademik (basic, intermediate dan advance) dan (4) menganalisis keefektifan framework L-TPASK dalam meningkatkan keterampilan 4C dan multirepresentasi siswa pada beragam tingkat akademik.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang memodifikasi model Borg & Gall menjadi lima tahapan, yaitu studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan produk, uji coba dan revisi, serta diseminasi. Framework L-TPASK dikembangkan dengan pendekatan transformatif, dimana kearifan lokal berfokus pada Angklung. Framework ini terdiri dari lima komponen utama yaitu Technological Knowledge (TK), Pedagogical Knowledge (PK), Science Knowledge (SK), Teacher’s Self-Knowledge (TSK), dan Learners’ Knowledge (LK). Setiap komponen dikembangkan secara spesifik dengan mengintegrasikan Angklung serta menyesuaikan karakteristik pembelajaran IPA, yaitu: (1) Komponen TSK mengembangkan lembar wawancara untuk mengevaluasi kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi dan kearifan lokal dalam pembelajaran IPA, (2) Komponen LK difokuskan pada pengembangan instrumen penilaian terintegrasi Angklung untuk mengevaluasi keterampilan 4C dan multirepresentasi siswa, (3) Komponen TK mengembangkan multiplatform science learning terintegrasi Angklung, (4) Komponen PK mengembangkan model Local culture Integrated Learning (LoCIL), dan (5) Komponen SK mengembangkan materi getaran dan gelombang terintegrasi Angklung. Kualitas framework dan setiap komponennya divalidasi oleh ahli pembelajaran fisika dan IPA, dengan hasil menunjukkan bahwa framework L-TPASK dan komponennya valid. Uji penerapan framework dilakukan secara bertahap melalui: uji coba awal (18 siswa), uji coba terbatas (27 siswa), dan uji coba luas pada berbagai tingkat akademik (274 siswa). Keefektifan framework dianalisis berdasarkan signifikansi peningkatan keterampilan 4C dan multirepresentasi melalui perbandingan skor pre-test dan post-test.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) telah dikembangkan framework L- TPASK berpendekatan transformatif, dengan setiap komponennya mendukung pembelajaran IPA; (2) Framework L-TPASK beserta komponennya memenuhi kriteria kualitas yang valid serta terbukti praktis untuk diterapkan dalam pembelajaran IPA; (3) terdapat peningkatan yang signifikan pada keterampilan 4C dan multirepresentasi siswa SMP di berbagai tingkat akademik setelah implementasi framework L-TPASK; dan (4) framework L-TPASK terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan 4C dan multirepresentasi siswa pada berbagai tingkat akademik
Pengembangan Model Pelatihan Fathering Terhadap Keterlibatan Ayah Dalam Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap (1) Menemukan data tentang kondisi pelatihan dalam meningkatkan peran ayah terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini. (2) Menghasilkan model pelatihan fathering untuk meningkatkan keterlibatan ayah. (3) Mengukur tingkat kelayakan model pelatihan fathering dalam meningkatkan keterlibatan ayah. (4) Mengukur kepraktisan model pelatihan fathering untuk keterlibatan ayah. (5) Menganalisa efektivitas model pelatihan fathering dalam meningkatkan keterlibatan ayah.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan mengacu pada model Borg and Gall. Validasi produk kelayakan produk dilakukan oleh dua validator ahli pembelajaran, dua validator ahli materi, dan dua validator media. Instrumen penelitian divalidasi oleh ahli evaluasi dan diuji secara empirik menggunakan Aiken. Ujicoba terbatas dilakukan kepada 21 ayah dari 3 PAUD yang ada di Kecamatan Cimahi Tengah kota Cimahi, dan pengujian lebih luas kepada 64 ayah di 6 PAUD tiga Kecamatan yang ada di Kota Cimahi. Uji keefektifan produk dilakukan melalui penelitian eksperimen dengan one group pretest and posttest design dengan sampel berjumlah 64 Ayah dari 6 PAUD di wilayah Cimahi. Data dianalisis secara deskriptif, kualitatif, kuantitatif, dan statistik inferensial.
Penelitian dan pengembangan ini telah menemukan beberapa hal: Pertama, pelatihan fathering di PAUD lebih berfokus pada pengasuhan. Belum banyak program yang secara khusus mengajak ayah terlibat dalam perkembangan sosial emosional anak usai dini, Penguasaan guru di PAUD mengenai model-model pelatihan juga masih kurang. kelemahan kelemahan model pelatihan fathering terhadap keterlibatan ayah dalam pelatihan ini selama ini. Kedua, penelitian ini menghasilkan model pelatihan fathering yang layak dan praktis. Ketiga, hasil uji kelayakan model pelatihan fathering mendapatkan hasil validasi kelayakan model pembelajaran melalui V-Aiken dengan kategori sangat valid yakni 0,89 dengan dan sangat layak yakni 3,67 dari ahli materi. Kemudian hasil validasi kelayakan model pembelajaran melalui V-Aiken dengan kategori sangat valid sebesar 0,90 dan sangat layak yakni sebesar 3,72 dari ahli desain pembelajaran. Keempat, hasil uji kepraktisan dari Ayah dan Praktisi sebesar 3,77 dan3,78 artinya bahwa produk model pelatihan fathering dinyatakan sangat praktis. Model pelatihan fathering teruji efektif diterapkan terhadap keterlibatan ayah. Kelima, Model pelatihan fathering teruji efektif diterapkan terhadap keterlibatan ayah berdasarkan hasil uji independent t tes menunjukan sig 2 tailed 0.000 atau < 0,05 artinya Ha diterima dan H0 ditolak. Data tersebut diperkuat juga dengan hasil penilaian rata-rata di kelompok eksperimen sebesar 77,72 lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol 56,65
Analisis Butir Soal Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Tingkat Sekolah Dasar Negeri Kelas VI se-Kabupaten Bangka Selatan.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan karakteristik butir soal pada prangkat tes yang digunakan dan (2) mengindentifikasi differential item functioning (DIF) pada prangkat tes penilaian sumatif Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti tingkat sekolah dasar negeri kelas VI se-Kabupaten Bangka Selatan dengan metode Logistic Regression dan Lord’s Chi-Square berdasarkan gender.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data berupa lembar jawaban dan spreadsheet google form peserta didik sebanyak 2.472 peserta didik, meliputi 1.214 laki-laki dan 1.258 perempuan. Validitas dianalisis melalui Aiken’s V dan Confirmatory Factor Analysis (CFA), koefesien Alpha Cronbach sebesar 0,853. Kualitas prangkat tes dianalisis berdasarkan pendekatan teori tes klasik dan teori respons butir. Pendeteksian DIF pada butir soal berdasarkan gender menggunakan metode Logistic Regression dan Lord’s Chi-Square dengan bantuan program Rstudio dan Excel.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Karakteristik butir soal berdasarkan teori tes klasik menunjukkan 10 butir soal yang memiliki daya pembeda yang baik, 17 butir soal dapat diterima, 12 butir perlu direvisi, dan 1 butir soal tereliminasi. Tingkat kesukaran soal menunjukkan sebanyak 2 butir soal dikatagorikan sulit, 26 butir soal sedang, dan 12 lainnya mudah. Distraktor analsis menunjukkan terdapat tujuh butir soal perlu direvisi. Karakteristik butir soal berdasarkan teori respons butir diestimasi menggunakan model 3PL. Terdapat 33 butir soal dikatagorikan baik dan tujuh butir soal dikatagorikan cukup baik. Adapun fungsi informasi dan standar eror pengukuran menunjukkan prangkat tes dapat digunakan secara tepat digunakan pada Peserta didik yang memiliki kemampuan (θ) yang berada pada rentang kemampuan -3 sampai dengan 3. (2) Hasil pendeteksian muatan DIF berdasarkan gender menggunakan metode Logistic Regression menunjukkan 7 butir soal signifikan memuat DIF, di mana DIF uniform terdeteksi pada butir 8 dan 16 sedangkan DIF nonuniform terdeteksi pada butir 6, 10, 19, 25, dan 29. Penggunaan metode Lord’s Chi-square menunjukan 17 butir soal signifikan memuat muatan DIF, di mana DIF nonuniform berada pada butir 6, 9,10, ,21, 23, 25, 27, 30, 34, dan 39 sedangkan DIF unifrom terdapat pada butir soal 3, 4, 5, 8, 16, 19, dan 20
Evaluasi Pelaksanaan Differentiated Instruction (DI) pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas XI SMA di Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian dan keefektifan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada Mata pelajaran Bahasa Inggris kelas XI SMA di Yogyakarta, ditinjau dari pengidentifikasian peserta didik, tujuan pembelajaran, kondisi sosial dan budaya di dalam kelas; ketersediaan sumber daya manusia (guru & peserta didik), perencanaan materi pembelajaran, ketersediaan fasilitas dan sumber daya pendukung; penggunaan fasilitas dan sumber daya pendukung, proses/pelaksanaan pembelajaran; dan hasil setelah mengikuti pembelajaran.
Penelitian evaluasi ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang didukung oleh pendekatan kualitatif. Model evaluasi yang digunakan adalah model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Dengan populasi penelitian adalah SMA swasta dan negeri di Yogyakarta yang sudah melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi. Sampel penelitian mencakup lima SMA yaitu SMA Negeri terdiri dari 2 sekolah, dan SMA Swasta terdiri dari 3 sekolah. Dari setiap sekolah diambil 2 kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas tindak lanjut Bahasa Inggris, dengan jumlah peserta didik sebanyak 289 siswa, dan semua guru Bahasa Inggris ke-5 SMA sebanyak 15 guru. Karena itu teknik pengumpulan data ini menggunakan purpose sampling. Pengumpulan data ini dalam bentuk angket, observasi, telaah dokumen dan juga wawancara untuk menambah pemahaman yang mendalam tentang pembelajaran yang dievaluasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa, pertama, dari pihak peserta didik, aspek context, input, process dan product belum terlaksana dengan baik, atau belum sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hal ini terbukti dengan tingkat kesesuaian dan keefektifan secara berurutan sebesar 76%, 82%, 77%,76% dan tingkat ketidaksesuaian atau ketidakefektifan sebesar 24%, 18%,23% 24%. Sedangkan kedua, dari pihak guru aspek context, input, process, dan product sudah terlaksana dengan baik, sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hal ini terbukti lewat tingkat kesesuaian dan keefektifan pada guru secara berurutan sebesar 83%,84%,86%,84%, dan tingkat ketidaksesuaian ataupun ketidakefektifan sebesar 17%,16%,14%, dan 16%. Hasil ini menunjukan bahwa pembelajaran berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris kelas XI SMA di Yogyakarta menunjukan hasil yang positif, karena sudah sesuai dan efektif bagi guru, sedangkan peserta didik perlu diberi perhatian ekstra oleh para stakeholder untuk meningkatkan hasil sesuai dengan standar yang diharapkan
Pengembangan Model Penilaian Sikap Akademik Calon Pendidik berbasis Computer-Assisted Situational Judgment (CASJ).
Kualitas pendidik, sebagai faktor krusial dalam peningkatan kualitas pendidikan, tidak hanya ditentukan oleh penguasaan konten dan kompetensi pedagogis, tetapi juga oleh sikap akademik. Namun, model seleksi calon pendidik di Indonesia masih didominasi oleh asesmen kognitif, dan seringkali mengabaikan dimensi non-kognitif yang esensial. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan model penilaian sikap akademik calon pendidik berbasis computer- assisted situational judgment (CASJ), (2) membuktikan kualitas model penilaian, (3) memetakan profil hasil penilaian sikap akademik mahasiswa calon pendidik di beberapa perguruan tinggi di Indonesia, dan (4) mengkaji kepraktisan implementasi model tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R&D) dengan mengacu pada model 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Instrumen situational judgment dikembangkan berdasarkan kerangka kerja McCoach et al. (2013), sedangkan aplikasi CASJ dikembangkan menggunakan pendekatan pengembangan perangkat lunak waterfall. Proses validasi mencakup penilaian ahli, pengujian psikometrik instrumen melalui uji coba kepada 301 mahasiswa keguruan dari berbagai program studi dan perguruan tinggi di Indonesia, serta implementasi lapangan secara terbatas. Data validasi ahli dianalisis menggunakan Aiken’s V dan statistik deskriptif, pengujian psikometrik menggunakan CFA dan MIRT, serta hasil implementasi terbatas dianalisis menggunakan Aiken’s V dan interpretasi deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model penilaian sikap akademik berbasis CASJ berhasil dikembangkan secara sistematis, terdiri dari konstruk lima faktor, instrumen situational judgment, aplikasi penilaian, dan buku panduan; (2) kualitas model sangat baik, ditunjukkan oleh validitas konten (Aiken’s V ≥ 0,80), validitas konstruk (loading factor > 0,40), reliabilitas konstruk (> 0,60), serta sesuai dengan model pengukuran dengan 27 item bebas bias wilayah (p > 0,05); (3) hasil penilaian terhadap 301 mahasiswa menunjukkan sebagian besar berada pada kategori sedang di kelima dimensi, mengindikasikan perlunya penguatan melalui pelatihan dan mentoring; (4) kepraktisan model dibuktikan melalui implementasi di SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro, dengan aplikasi CASJ dan buku panduan memperoleh penilaian sangat baik dari pengguna dan panitia seleksi (Aiken’s V 0,75–0,92)