63894 research outputs found
Sort by
Pendidikan Entrepreneurial Resilience Usaha Kecil dan Menengah Gudeg Di Yogyakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan: (1) faktor internal dan eksternal
dalam berjualan pada UKM gudeg Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), (2) strategi
bertahan para UKM gudeg di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), (3)
entrepreneurial resilience yang dimiliki para UKM gudeg di Daerah Istimewa
Yogyakarta (DIY), dan (4) peranan pendidikan kewirausahaan dalam strategi
bertahan pada UKM gudeg di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus menggunakan pendekatan
kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku UKM industri gudeg di
Daerah Istimewa Yogyakarta khusunya daerah sentra gudeg Wijilan. Dalam
penelitian ini data primer diperoleh secara langsung melalui wawancara mendalam
(in-depth interview) dengan para pemilik usaha gudeg yang sudah ditentukan oleh
peneliti. Pemilihan subjek penelitian (partisipan) dilakukan dengan pendekatan
purposefully select dengan tujuan untuk mendapatkan partisipan yang terbaik untuk
memahami masalah dan pertanyaan penelitian. Strategi-strategi kredibilitas
(credibility strategies) yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari
triangulation, member checking, dan peer debriefing. Untuk dependability
kualitatif (qualitative dependability), peneliti menggunakan cross-check kodekode, berdiskusi bersama partner atau sharing analysis, dan memastikan tidak ada
definisi dan makna yang mengambang mengenai kode-kode. Analisis data pada
penelitian ini menggunakan tahapan milik creswell dan aplikasi ATLAS.ti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap bertahannya gudeg antar generasi. Dalam faktor
dapat lebih dijelaskan dengan adanya faktor-faktor pendukung seperti budaya, nilai,
dan lain sebagainya. Kemudian strategi bertahan yang diterapkan dalam lingkungan
Wijilan memiliki perpaduan antara bauran pemasaran dan PESTEL Analysis
sehingga mengungkapkan cara bertahan yang spesifik. Selain itu, entrepreneurial
resilience masing-masing pemilik gudeg memiliki cara yang hampir sama dan
timbulnya hubungan antara ketahanan individu dan entrepreneurial resilience yang
mana hal tersebut dapat dipengaruhi oleh pendidikan informal
Pengembangan Framework L-TPASK Berpendekatan Transformatif: Efektivitas dalam Meningkatkan Keterampilan 4C dan Multirepresentasi Siswa SMP.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan desain framework L-TPASK beserta komponennya dengan pendekatan transformatif, (2) menganalisis kualitas framework L-TPASK dan setiap komponennya, (3) memperoleh profil keterampilan 4C dan multirepresentasi siswa SMP pada beragam tingkat akademik (basic, intermediate dan advance) dan (4) menganalisis keefektifan framework L-TPASK dalam meningkatkan keterampilan 4C dan multirepresentasi siswa pada beragam tingkat akademik.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang memodifikasi model Borg & Gall menjadi lima tahapan, yaitu studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan produk, uji coba dan revisi, serta diseminasi. Framework L-TPASK dikembangkan dengan pendekatan transformatif, dimana kearifan lokal berfokus pada Angklung. Framework ini terdiri dari lima komponen utama yaitu Technological Knowledge (TK), Pedagogical Knowledge (PK), Science Knowledge (SK), Teacher’s Self-Knowledge (TSK), dan Learners’ Knowledge (LK). Setiap komponen dikembangkan secara spesifik dengan mengintegrasikan Angklung serta menyesuaikan karakteristik pembelajaran IPA, yaitu: (1) Komponen TSK mengembangkan lembar wawancara untuk mengevaluasi kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi dan kearifan lokal dalam pembelajaran IPA, (2) Komponen LK difokuskan pada pengembangan instrumen penilaian terintegrasi Angklung untuk mengevaluasi keterampilan 4C dan multirepresentasi siswa, (3) Komponen TK mengembangkan multiplatform science learning terintegrasi Angklung, (4) Komponen PK mengembangkan model Local culture Integrated Learning (LoCIL), dan (5) Komponen SK mengembangkan materi getaran dan gelombang terintegrasi Angklung. Kualitas framework dan setiap komponennya divalidasi oleh ahli pembelajaran fisika dan IPA, dengan hasil menunjukkan bahwa framework L-TPASK dan komponennya valid. Uji penerapan framework dilakukan secara bertahap melalui: uji coba awal (18 siswa), uji coba terbatas (27 siswa), dan uji coba luas pada berbagai tingkat akademik (274 siswa). Keefektifan framework dianalisis berdasarkan signifikansi peningkatan keterampilan 4C dan multirepresentasi melalui perbandingan skor pre-test dan post-test.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) telah dikembangkan framework L- TPASK berpendekatan transformatif, dengan setiap komponennya mendukung pembelajaran IPA; (2) Framework L-TPASK beserta komponennya memenuhi kriteria kualitas yang valid serta terbukti praktis untuk diterapkan dalam pembelajaran IPA; (3) terdapat peningkatan yang signifikan pada keterampilan 4C dan multirepresentasi siswa SMP di berbagai tingkat akademik setelah implementasi framework L-TPASK; dan (4) framework L-TPASK terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan 4C dan multirepresentasi siswa pada berbagai tingkat akademik
Pengembangan Model Pelatihan Fathering Terhadap Keterlibatan Ayah Dalam Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap (1) Menemukan data tentang kondisi pelatihan dalam meningkatkan peran ayah terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini. (2) Menghasilkan model pelatihan fathering untuk meningkatkan keterlibatan ayah. (3) Mengukur tingkat kelayakan model pelatihan fathering dalam meningkatkan keterlibatan ayah. (4) Mengukur kepraktisan model pelatihan fathering untuk keterlibatan ayah. (5) Menganalisa efektivitas model pelatihan fathering dalam meningkatkan keterlibatan ayah.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan mengacu pada model Borg and Gall. Validasi produk kelayakan produk dilakukan oleh dua validator ahli pembelajaran, dua validator ahli materi, dan dua validator media. Instrumen penelitian divalidasi oleh ahli evaluasi dan diuji secara empirik menggunakan Aiken. Ujicoba terbatas dilakukan kepada 21 ayah dari 3 PAUD yang ada di Kecamatan Cimahi Tengah kota Cimahi, dan pengujian lebih luas kepada 64 ayah di 6 PAUD tiga Kecamatan yang ada di Kota Cimahi. Uji keefektifan produk dilakukan melalui penelitian eksperimen dengan one group pretest and posttest design dengan sampel berjumlah 64 Ayah dari 6 PAUD di wilayah Cimahi. Data dianalisis secara deskriptif, kualitatif, kuantitatif, dan statistik inferensial.
Penelitian dan pengembangan ini telah menemukan beberapa hal: Pertama, pelatihan fathering di PAUD lebih berfokus pada pengasuhan. Belum banyak program yang secara khusus mengajak ayah terlibat dalam perkembangan sosial emosional anak usai dini, Penguasaan guru di PAUD mengenai model-model pelatihan juga masih kurang. kelemahan kelemahan model pelatihan fathering terhadap keterlibatan ayah dalam pelatihan ini selama ini. Kedua, penelitian ini menghasilkan model pelatihan fathering yang layak dan praktis. Ketiga, hasil uji kelayakan model pelatihan fathering mendapatkan hasil validasi kelayakan model pembelajaran melalui V-Aiken dengan kategori sangat valid yakni 0,89 dengan dan sangat layak yakni 3,67 dari ahli materi. Kemudian hasil validasi kelayakan model pembelajaran melalui V-Aiken dengan kategori sangat valid sebesar 0,90 dan sangat layak yakni sebesar 3,72 dari ahli desain pembelajaran. Keempat, hasil uji kepraktisan dari Ayah dan Praktisi sebesar 3,77 dan3,78 artinya bahwa produk model pelatihan fathering dinyatakan sangat praktis. Model pelatihan fathering teruji efektif diterapkan terhadap keterlibatan ayah. Kelima, Model pelatihan fathering teruji efektif diterapkan terhadap keterlibatan ayah berdasarkan hasil uji independent t tes menunjukan sig 2 tailed 0.000 atau < 0,05 artinya Ha diterima dan H0 ditolak. Data tersebut diperkuat juga dengan hasil penilaian rata-rata di kelompok eksperimen sebesar 77,72 lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol 56,65
Analisis Butir Soal Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Tingkat Sekolah Dasar Negeri Kelas VI se-Kabupaten Bangka Selatan.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan karakteristik butir soal pada prangkat tes yang digunakan dan (2) mengindentifikasi differential item functioning (DIF) pada prangkat tes penilaian sumatif Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti tingkat sekolah dasar negeri kelas VI se-Kabupaten Bangka Selatan dengan metode Logistic Regression dan Lord’s Chi-Square berdasarkan gender.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data berupa lembar jawaban dan spreadsheet google form peserta didik sebanyak 2.472 peserta didik, meliputi 1.214 laki-laki dan 1.258 perempuan. Validitas dianalisis melalui Aiken’s V dan Confirmatory Factor Analysis (CFA), koefesien Alpha Cronbach sebesar 0,853. Kualitas prangkat tes dianalisis berdasarkan pendekatan teori tes klasik dan teori respons butir. Pendeteksian DIF pada butir soal berdasarkan gender menggunakan metode Logistic Regression dan Lord’s Chi-Square dengan bantuan program Rstudio dan Excel.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Karakteristik butir soal berdasarkan teori tes klasik menunjukkan 10 butir soal yang memiliki daya pembeda yang baik, 17 butir soal dapat diterima, 12 butir perlu direvisi, dan 1 butir soal tereliminasi. Tingkat kesukaran soal menunjukkan sebanyak 2 butir soal dikatagorikan sulit, 26 butir soal sedang, dan 12 lainnya mudah. Distraktor analsis menunjukkan terdapat tujuh butir soal perlu direvisi. Karakteristik butir soal berdasarkan teori respons butir diestimasi menggunakan model 3PL. Terdapat 33 butir soal dikatagorikan baik dan tujuh butir soal dikatagorikan cukup baik. Adapun fungsi informasi dan standar eror pengukuran menunjukkan prangkat tes dapat digunakan secara tepat digunakan pada Peserta didik yang memiliki kemampuan (θ) yang berada pada rentang kemampuan -3 sampai dengan 3. (2) Hasil pendeteksian muatan DIF berdasarkan gender menggunakan metode Logistic Regression menunjukkan 7 butir soal signifikan memuat DIF, di mana DIF uniform terdeteksi pada butir 8 dan 16 sedangkan DIF nonuniform terdeteksi pada butir 6, 10, 19, 25, dan 29. Penggunaan metode Lord’s Chi-square menunjukan 17 butir soal signifikan memuat muatan DIF, di mana DIF nonuniform berada pada butir 6, 9,10, ,21, 23, 25, 27, 30, 34, dan 39 sedangkan DIF unifrom terdapat pada butir soal 3, 4, 5, 8, 16, 19, dan 20
Evaluasi Pelaksanaan Differentiated Instruction (DI) pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas XI SMA di Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian dan keefektifan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada Mata pelajaran Bahasa Inggris kelas XI SMA di Yogyakarta, ditinjau dari pengidentifikasian peserta didik, tujuan pembelajaran, kondisi sosial dan budaya di dalam kelas; ketersediaan sumber daya manusia (guru & peserta didik), perencanaan materi pembelajaran, ketersediaan fasilitas dan sumber daya pendukung; penggunaan fasilitas dan sumber daya pendukung, proses/pelaksanaan pembelajaran; dan hasil setelah mengikuti pembelajaran.
Penelitian evaluasi ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang didukung oleh pendekatan kualitatif. Model evaluasi yang digunakan adalah model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Dengan populasi penelitian adalah SMA swasta dan negeri di Yogyakarta yang sudah melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi. Sampel penelitian mencakup lima SMA yaitu SMA Negeri terdiri dari 2 sekolah, dan SMA Swasta terdiri dari 3 sekolah. Dari setiap sekolah diambil 2 kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas tindak lanjut Bahasa Inggris, dengan jumlah peserta didik sebanyak 289 siswa, dan semua guru Bahasa Inggris ke-5 SMA sebanyak 15 guru. Karena itu teknik pengumpulan data ini menggunakan purpose sampling. Pengumpulan data ini dalam bentuk angket, observasi, telaah dokumen dan juga wawancara untuk menambah pemahaman yang mendalam tentang pembelajaran yang dievaluasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa, pertama, dari pihak peserta didik, aspek context, input, process dan product belum terlaksana dengan baik, atau belum sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hal ini terbukti dengan tingkat kesesuaian dan keefektifan secara berurutan sebesar 76%, 82%, 77%,76% dan tingkat ketidaksesuaian atau ketidakefektifan sebesar 24%, 18%,23% 24%. Sedangkan kedua, dari pihak guru aspek context, input, process, dan product sudah terlaksana dengan baik, sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hal ini terbukti lewat tingkat kesesuaian dan keefektifan pada guru secara berurutan sebesar 83%,84%,86%,84%, dan tingkat ketidaksesuaian ataupun ketidakefektifan sebesar 17%,16%,14%, dan 16%. Hasil ini menunjukan bahwa pembelajaran berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris kelas XI SMA di Yogyakarta menunjukan hasil yang positif, karena sudah sesuai dan efektif bagi guru, sedangkan peserta didik perlu diberi perhatian ekstra oleh para stakeholder untuk meningkatkan hasil sesuai dengan standar yang diharapkan
Pengembangan Model Penilaian Sikap Akademik Calon Pendidik berbasis Computer-Assisted Situational Judgment (CASJ).
Kualitas pendidik, sebagai faktor krusial dalam peningkatan kualitas pendidikan, tidak hanya ditentukan oleh penguasaan konten dan kompetensi pedagogis, tetapi juga oleh sikap akademik. Namun, model seleksi calon pendidik di Indonesia masih didominasi oleh asesmen kognitif, dan seringkali mengabaikan dimensi non-kognitif yang esensial. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan model penilaian sikap akademik calon pendidik berbasis computer- assisted situational judgment (CASJ), (2) membuktikan kualitas model penilaian, (3) memetakan profil hasil penilaian sikap akademik mahasiswa calon pendidik di beberapa perguruan tinggi di Indonesia, dan (4) mengkaji kepraktisan implementasi model tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R&D) dengan mengacu pada model 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Instrumen situational judgment dikembangkan berdasarkan kerangka kerja McCoach et al. (2013), sedangkan aplikasi CASJ dikembangkan menggunakan pendekatan pengembangan perangkat lunak waterfall. Proses validasi mencakup penilaian ahli, pengujian psikometrik instrumen melalui uji coba kepada 301 mahasiswa keguruan dari berbagai program studi dan perguruan tinggi di Indonesia, serta implementasi lapangan secara terbatas. Data validasi ahli dianalisis menggunakan Aiken’s V dan statistik deskriptif, pengujian psikometrik menggunakan CFA dan MIRT, serta hasil implementasi terbatas dianalisis menggunakan Aiken’s V dan interpretasi deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model penilaian sikap akademik berbasis CASJ berhasil dikembangkan secara sistematis, terdiri dari konstruk lima faktor, instrumen situational judgment, aplikasi penilaian, dan buku panduan; (2) kualitas model sangat baik, ditunjukkan oleh validitas konten (Aiken’s V ≥ 0,80), validitas konstruk (loading factor > 0,40), reliabilitas konstruk (> 0,60), serta sesuai dengan model pengukuran dengan 27 item bebas bias wilayah (p > 0,05); (3) hasil penilaian terhadap 301 mahasiswa menunjukkan sebagian besar berada pada kategori sedang di kelima dimensi, mengindikasikan perlunya penguatan melalui pelatihan dan mentoring; (4) kepraktisan model dibuktikan melalui implementasi di SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro, dengan aplikasi CASJ dan buku panduan memperoleh penilaian sangat baik dari pengguna dan panitia seleksi (Aiken’s V 0,75–0,92)
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah, Implementasi Kurikulum Merdeka, dan Professional Learning Communities terhadap Budaya Organisasi di Sekolah Penggerak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan
instruksional kepala sekolah, implementasi kurikulum merdeka, dan professional
learning communities terhadap budaya organisasi di sekolah penggerak jenjang
SMA di Kota Yogyakarta.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex-post facto.
Populasi penelitian terdiri atas 290 guru di sekolah penggerak jenjang SMA di Kota
Yogyakarta. Penentuan sampel menggunakan teknik proportionate random
sampling dan diperoleh 168 guru. Instrumen divalidasi melalui expert judgment
dan uji empiris dengan metode korelasi Pearson’s product moment. Reliabilitas
instrumen diuji menggunakan Cronbach’s Alpha. Uji asumsi klasik mencakup
pengujian normalitas, linearitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Analisis
data dilakukan dengan regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh masing-
masing variabel independen (X₁, X₂, X₃) terhadap variabel dependen (Y), serta
regresi linier berganda untuk menganalisis pengaruh variabel independen (X₁, X₂,
X₃) secara simultan terhadap variabel dependen (Y).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kepemimpinan instruksional
berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya organisasi, dengan nilai Sig.
0.000 < 0.05; 2) implementasi Kurikulum Merdeka berpengaruh positif dan
signifikan terhadap budaya organisasi, dengan nilai Sig. 0.000 < 0.05; 3)
professional learning communities berpengaruh positif dan signifikan terhadap
budaya organisasi, dengan nilai Sig. 0.000 < 0.05; dan 4) secara simultan terdapat
pengaruh positif dan signifikan pada kepemimpinan instruksional kepala sekolah,
implementasi kurikulum merdeka, dan professional learning communities terhadap
budaya organisasi. Berdasarkan analisis data diketahui nilai Sig. 0.000 < 0.05 dan
nilai Fhitung 130.753 > Ftabel 2.66. Nilai Adjusted R2 sebesar 0.700, yang menandakan
variabel independen (X₁, X₂, X₃) menjelaskan 70.0% variabel dependen (Y)
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah, Motivasi Kerja, dan Disiplin Guru terhadap Kinerja Guru
Kinerja guru merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas
pendidikan. Berbagai faktor dapat memengaruhi kinerja guru, di antaranya
kepemimpinan transformasional kepala sekolah, motivasi kerja, dan disiplin guru.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan
transformasional kepala sekolah, motivasi kerja, dan disiplin guru terhadap kinerja
guru di SMP Negeri se-Kabupaten Ketapang. Metode penelitian yang digunakan
adalah kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Data primer
dikumpulkan melalui kuesioner dari 321 guru.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara
simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (F-hitung = 145,801; p <
0,05). Secara parsial, kepemimpinan transformasional kepala sekolah (t-hitung =
9,673), motivasi kerja (t-hitung = 12,834), dan disiplin guru (t-hitung = 12,832)
juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja guru (p < 0,05). Uji determinasi
menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut secara bersama-sama menjelaskan
57,99% variasi dalam kinerja guru, sementara 42,01% sisanya dipengaruhi oleh
faktor lain. Motivasi kerja memiliki pengaruh paling dominan dengan kontribusi
sumbangan efektif sebesar 22,58% dan sumbangan relatif sebesar 38,94%, diikuti
oleh disiplin guru dengan kontribusi yang sama, serta kepemimpinan
transformasional kepala sekolah degan sumbangan efektif sebesar 12,83%, dan
sumbangan relatif sebesar 22,12%.
Peningkatan kinerja guru dapat dicapai dengan memperkuat kepemimpinan
transformasional kepala sekolah serta meningkatkan motivasi dan disiplin kerja
guru. Temuan ini memberikan implikasi bagi kepala sekolah dan pemangku
kebijakan dalam merancang strategi peningkatan kualitas pendidikan berbasis
kepemimpinan yang efektif dan budaya kerja yang lebih produktif
Pengaruh Pelatihan Guru, Kompetensi Guru, Serta Budaya Organisasi Terhadap Keunggulan Bersaing Berkelanjutan Di Madrasah Aliyah Negeri Kabupaten Sleman Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Seberapa besar pengaruh
pelatihan guru, kompetensi guru, serta budaya organisasi terhadap keunggulan
bersaing berkelanjutan di Madrasah Aliyah Negeri Kabupaten Sleman Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
survey. Populasi penelitian adalah semua guru MAN di Kabupaten Sleman yang
berjumlah 234 orang. Sampel penelitian sebanyak 148 guru dengan teknik
probability sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner dengan validasi item
dari ahli dan uji emprik. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan
menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 29. Uji dan analisis hipotesis
penelitian menggunakan regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelatihan guru memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing berkelanjutan di
MAN Kabupaten Sleman (p = 0,001) sebesar 19,39% (2) kompetensi guru
memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing
berkelanjutan di MAN Kabupaten Sleman (p = 0,001) sebesar 21,85% (3) budaya
organisasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keunggulan
bersaing berkelanjutan di MAN Kabupaten Sleman (p = 0,001) sebesar 25,92%
(4) pelatihan guru, kompetensi guru, dan budaya organisasi secara bersamaan
berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing berkelanjutan di MAN
Kabupaten Sleman sebesar 67,1% dengan nilai ( p = 0,001)
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS WEBSITE CANVA UNTUK MATERI KERAGAMAN BUDAYA INDONESIAKU MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA PADA KELAS V SD NGOTO
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan proses pengembangan
multimedia interaktif berbasis website Canva untuk materi keragaman budaya
Indonesiaku mata pelajaran pendidikan pancasila pada kelas V SD Ngoto; (2)
Mengembangkan multimedia interaktif berbasis website Canva untuk materi
keragaman budaya Indonesiaku mata pelajaran pendidikan pancasila pada kelas V
SD Ngoto yang layak dan praktis. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (R&D) yang mengacu pada model ADDIE. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan angket. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kelayakannya multimedia interaktif berbasis website Canva dinilai oleh ahli media dan ahli materi, sedangkan kepraktisan media dinilai oleh 20 peserta didik dan 1 guru kelas VA SD Ngoto.
Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa: (1) Proses
pengembangan produk yaitu analyze, design, develop, implement, dan evaluate; (2)
Pengembangan produk multimedia interaktif berbasis website Canva untuk materi
keragaman budaya Indonesiaku mata pelajaran pendidikan pancasila pada kelas V
SD Ngoto dinyatakan layak dan praktis. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil
validasi materi yang memperoleh rata-rata skor 4,8 dengan kategori “sangat baik”
(layak) dan hasil validasi media yang memperoleh rata-rata skor 4,8 dengan
kategori “sangat baik” (layak). Hasil uji coba oleh praktisi memperoleh skor ratarata 4,8 dengan kategori “sangat baik” (praktis), sedangkan pada uji coba kelompok
awal memperoleh rata-rata skor 4,48 dengan kategori “sangat baik” (praktis).
Kemudian hasil uji coba lapangan memperoleh rata-rata skor 4,58 dengan kategori
“sangat baik” (praktis).
Kata kunci: Kelas V, Keragaman Budaya Indonesiaku, Multimedia Interaktif,
Pendidikan Pancasila, Website Canva