63894 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah, Implementasi Kurikulum Merdeka, dan Professional Learning Communities terhadap Budaya Organisasi di Sekolah Penggerak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan
instruksional kepala sekolah, implementasi kurikulum merdeka, dan professional
learning communities terhadap budaya organisasi di sekolah penggerak jenjang
SMA di Kota Yogyakarta.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex-post facto.
Populasi penelitian terdiri atas 290 guru di sekolah penggerak jenjang SMA di Kota
Yogyakarta. Penentuan sampel menggunakan teknik proportionate random
sampling dan diperoleh 168 guru. Instrumen divalidasi melalui expert judgment
dan uji empiris dengan metode korelasi Pearson’s product moment. Reliabilitas
instrumen diuji menggunakan Cronbach’s Alpha. Uji asumsi klasik mencakup
pengujian normalitas, linearitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Analisis
data dilakukan dengan regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh masing-
masing variabel independen (X₁, X₂, X₃) terhadap variabel dependen (Y), serta
regresi linier berganda untuk menganalisis pengaruh variabel independen (X₁, X₂,
X₃) secara simultan terhadap variabel dependen (Y).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kepemimpinan instruksional
berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya organisasi, dengan nilai Sig.
0.000 < 0.05; 2) implementasi Kurikulum Merdeka berpengaruh positif dan
signifikan terhadap budaya organisasi, dengan nilai Sig. 0.000 < 0.05; 3)
professional learning communities berpengaruh positif dan signifikan terhadap
budaya organisasi, dengan nilai Sig. 0.000 < 0.05; dan 4) secara simultan terdapat
pengaruh positif dan signifikan pada kepemimpinan instruksional kepala sekolah,
implementasi kurikulum merdeka, dan professional learning communities terhadap
budaya organisasi. Berdasarkan analisis data diketahui nilai Sig. 0.000 < 0.05 dan
nilai Fhitung 130.753 > Ftabel 2.66. Nilai Adjusted R2 sebesar 0.700, yang menandakan
variabel independen (X₁, X₂, X₃) menjelaskan 70.0% variabel dependen (Y)
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah, Motivasi Kerja, dan Disiplin Guru terhadap Kinerja Guru
Kinerja guru merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas
pendidikan. Berbagai faktor dapat memengaruhi kinerja guru, di antaranya
kepemimpinan transformasional kepala sekolah, motivasi kerja, dan disiplin guru.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan
transformasional kepala sekolah, motivasi kerja, dan disiplin guru terhadap kinerja
guru di SMP Negeri se-Kabupaten Ketapang. Metode penelitian yang digunakan
adalah kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Data primer
dikumpulkan melalui kuesioner dari 321 guru.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara
simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (F-hitung = 145,801; p <
0,05). Secara parsial, kepemimpinan transformasional kepala sekolah (t-hitung =
9,673), motivasi kerja (t-hitung = 12,834), dan disiplin guru (t-hitung = 12,832)
juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja guru (p < 0,05). Uji determinasi
menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut secara bersama-sama menjelaskan
57,99% variasi dalam kinerja guru, sementara 42,01% sisanya dipengaruhi oleh
faktor lain. Motivasi kerja memiliki pengaruh paling dominan dengan kontribusi
sumbangan efektif sebesar 22,58% dan sumbangan relatif sebesar 38,94%, diikuti
oleh disiplin guru dengan kontribusi yang sama, serta kepemimpinan
transformasional kepala sekolah degan sumbangan efektif sebesar 12,83%, dan
sumbangan relatif sebesar 22,12%.
Peningkatan kinerja guru dapat dicapai dengan memperkuat kepemimpinan
transformasional kepala sekolah serta meningkatkan motivasi dan disiplin kerja
guru. Temuan ini memberikan implikasi bagi kepala sekolah dan pemangku
kebijakan dalam merancang strategi peningkatan kualitas pendidikan berbasis
kepemimpinan yang efektif dan budaya kerja yang lebih produktif
Pengaruh Pelatihan Guru, Kompetensi Guru, Serta Budaya Organisasi Terhadap Keunggulan Bersaing Berkelanjutan Di Madrasah Aliyah Negeri Kabupaten Sleman Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Seberapa besar pengaruh
pelatihan guru, kompetensi guru, serta budaya organisasi terhadap keunggulan
bersaing berkelanjutan di Madrasah Aliyah Negeri Kabupaten Sleman Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
survey. Populasi penelitian adalah semua guru MAN di Kabupaten Sleman yang
berjumlah 234 orang. Sampel penelitian sebanyak 148 guru dengan teknik
probability sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner dengan validasi item
dari ahli dan uji emprik. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan
menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 29. Uji dan analisis hipotesis
penelitian menggunakan regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelatihan guru memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing berkelanjutan di
MAN Kabupaten Sleman (p = 0,001) sebesar 19,39% (2) kompetensi guru
memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing
berkelanjutan di MAN Kabupaten Sleman (p = 0,001) sebesar 21,85% (3) budaya
organisasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keunggulan
bersaing berkelanjutan di MAN Kabupaten Sleman (p = 0,001) sebesar 25,92%
(4) pelatihan guru, kompetensi guru, dan budaya organisasi secara bersamaan
berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing berkelanjutan di MAN
Kabupaten Sleman sebesar 67,1% dengan nilai ( p = 0,001)
PERAN GURU DALAM PENGUATAN KARAKTER DISIPLIN TERHADAP SISWA KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR NEGERI PANDEYAN YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan guru dalam
penguatan karakter disiplin terhadap siswa kelas rendah di Sekolah Dasar Negeri
Pandeyan Yogyakarta. Penelitian kualitatif ini menggunakan penelitian kualitatif
deskriptif. Penelitian dilaksanakan di sekolah dasar Negeri Pandeyan Yogyakarta.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2023. Subjek penelitian
meliputi guru kelas rendah dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data pada
penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data
dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen
yang digunakan adalah pedoman observasi dan pedoman wawancara. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan peran-peran yang dapat
mengembangkan dan menguatkan karakter disiplin pada diri siswa. peran seorang
guru yang diterapkan melibatkan berbagai aspek seperti memotivasi, menyediakan
kegiatan yang menarik, berperan sebagai fasilitator, memberikan bimbingan, kerja
kelompok, dan mengevaluasi pengetahuan kedisiplinan siswa, bertindak sebagai
pengajar, menyediakan ide yang baik, manajemen waktu, dan keterampilan
komunikasi yang efektif. Pada akhirnya, peran seorang guru adalah untuk
memotivasi dan mendukung siswa dalam perjalanan belajar siswa, memastikan
siswa dipersiapkan dengan baik dan diperlengkapi untuk berhasil di bidang yang
mereka pilih.
Kata kunci : peran guru, disiplin, siswa kelas renda
PENGARUH KONSEP DIRI TERHADAP KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI SE-KEMANTREN DANUREJAN
Penelitian ini dilakukan karena kedisiplinan belajar yang dimiliki siswa
sekolah dasar masih mudah dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh konsep diri
terhadap kedisiplinan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif ex-post facto. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri se-Kemantren Danurejan Yogyakarta. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V sebanyak 128 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala konsep diri dan skala kedisiplinan belajar. Uji validitas
instrumen menggunakan expert judgment dan uji reliabilitas dengan menggunakan
koefisien Alpha Cronbach. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan
analisis regresi linier sederhana. Penelitian ini menunjukan bahwa partisipan penelitian memiliki konsep diri berada pada kategori sedang sebesar 67,18% , sedangkan kedisiplinan belaja berada pada kategori sedang sebesar 71,09%. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa konsep diri memiliki pengaruh positif terhadap kedisiplinan belajar siswa (signifikansi<0,05). Koefisien determinasi diperoleh hasil sebesar 0,143 yang
berarti konsep diri berpengaruh terhadap kedisiplinan belajar sebesar 14,3%
sementara sisanya 85,7% dipengaruhi oleh faktor yang lainnya.
Kata kunci : konsep diri, kedisiplinan belaja
Analisis Tingkat Pengetahuan Atlet Bola Voli Putra U-19 Terhadap Pertolongan Pertama Pada Cedera Dengan Menggunakan Metode Peace & Love
Bermain bola voli membutuhkan gerak keterampilan yang kompleks, kemampuan fisik yang baik, kemampuan intelektual serta ketahanan mental yang kuat, apabila pertandingan atau latihan melakukan gerakan-gerakan dengan intensitas yang tinggi maka akan rentan terjadinya cedera. Tingkat pengetahuan atlet terhadap cedera harus ditingkatkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan seperti cedera. Penelitian ini menggunakan metode Peace & Love untuk pertolongan pertama pada cedera. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan atlet bola voli putra Yuso Sleman dan Ganevo Yogya terhadap penerapan penanganan cedera dengan metode Peace & Love.
Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey, dan hasil penelitian di jabarkan secara deskriptif. Subjek penelitian ini adalah atlet bola voli putra junior (U-19) Yuso Sleman dan Ganevo Yogyakarta yang berjumlah 38 laki-laki, masing-masing dari Yuso Sleman 20 orang dan Ganevo Yogyakarta 18 orang. Penghitungan ukuran sampel menggunakan rumus slovin dan dengan teknik pengambilan sampel menunggunakan sampling insidental, sehingga didapat sampel yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah sebanyak 38 responden. Instrument penelitian ini adalah kuesioner yang sudah di uji validasi dan uji reliabilitas di dapat nilai alpha cronbach sebesar 0,727.
Analisis data yang dilakukan dalam bentuk persentase.
Hasil dari penelitian ini menjukkan sangat baik 5,3%, baik 23,7%, cukup 36,8%, kurang 26,3%, dan sangat kurang 7,9%. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat pengetahuan atlet bola voli putra u-19 Yuso Sleman dan Ganevo Yogyakarta adalah cukup. Saran dari penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan referensi dan pembanding jika ingin melakukan penelitian selanjutnya
Pengaruh Autogenic Training dan Afirmasi Positif Terhadap Kecemasan Berdasarkan Jenis Kelamin Pada Atlet Karate Menjelang Kejuaraan Kabupaten di Ambarawa
Performa olahraga dipengaruhi oleh berbagai faktor meliputi bakat alamiah, nutrisi pada atlet, dukungan dan latihan fisik hingga mental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pelatihan mental yaitu autogenic training dan afirmasi positif terhadap kecemasan berdasarkan jenis kelamin pada atlet karate di Ambarawa.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi experiment dengan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen kuesioner SAS-2 dan CSAI-2. Analisis data menggunakan uji ANOVA Dua Jalur yang dibantu dengan program SPSS 25.0 for Window dengan nilai signifikannsi 5%.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1) tidak ada pengaruh perbedaan yang signifikan antara metode treatment autogenic training dan afirmasi positif dengan nilai signifikansi p 0,292 > 0,05 terhadap kecemasan atlet karate; (2) tidak ada pengaruh perbedaan yang signifikan antara jenis kelamin dengan nilai signifikansi p 0,31 > 0,05 terhadap kecemasan atlet karate; (3) tidak ada interaksi antara metode treatment dan jenis kelamin dengan nilai signifikansi 0,292 > 0,05 terhadap kecemasan pada atlet karate. kesimpulan yang didapat adalah tidak ada pengaruh dan interaksi yang signifikan dari perbedaan metode treatment (autogenic training dan afirmasi positif) dan jenis kelamin terhadap kecemasan pada atlet karate di Ambarawa
Hubungan Kepercayaan Diri dan Konsentrasi Dengan Kemampuan Smash Atlet Bola Voli 12-17 Tahun di Klub Pervas
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Hubungan kepercayaan diri dengan kemampuan smash atlet bola voli 12-17 Tahun di klub Pervas. (2) Hubungan konsentrasi dengan kemampuan smash atlet bola voli 12-17 Tahun di klub Pervas. (3) Hubungan kepercayaan diri dan konsentrasi dengan kemampuan smash atlet bola voli 12-17 Tahun di klub Pervas.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan korelasional. Populasi penelitian adalah bola voli 12-17 Tahun di klub Pervas yang berjumlah 54 atlet. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kriterianya yaitu (1) tidak dalam keadaan sakit, (2) berusia 12-17 tahun, (3) pernah mengikuti pertandingan, (4) masih aktif berlatih. Berdasarkan kriteria tersebut yang memenuhi berjumlah 46 atlet. Instrumen kepercayaan diri dan konsentrasi menggunakan angket, sedangkan kemampuan smash menggunakan tes kemampuan smash. Analisis data menggunakan regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada hubungan yang signifikan kepercayaan diri dengan kemampuan smash pada atlet bola voli 12-17 Tahun di klub Pervas, dengan nilai t hitung 2,639 > t tabel 2,017, sig. 0,012 dan sumbangan efektif sebesar 14,14%. (2) Ada hubungan yang signifikan konsentrasi dengan kemampuan smash pada atlet bola voli 12-17 Tahun di klub Pervas, dengan t hitung 2,080 > t tabel 2,017, sig. 0,044 dan sumbangan efektif sebesar 9,36%. (3) Ada hubungan yang signifikan kepercayaan diri dan konsentrasi dengan kemampuan smash pada atlet bola voli 12-17 Tahun di klub Pervas, dengtan F hitung 6,615 > F tabel (2;43) 3,21 dan sig. 0,003 dan sumbangan efektif sebesar 23,50%
Heutagogy dalam Strategi Belajar “Kang Kastem”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pendekatan heutagogy dalam pembelajaran modifikasi diecast yang dilakukan oleh modifikator diecast atau "Kang Kastem", yang difokuskan pada eksplorasi filosofi yang melandasi proses belajar, proses belajar berbagai genre diecast, perjalanan perkembangan kapabilitas modifikasi diecast Kang Kastem dari tahap awal hingga mencapai orisinalitas, proses interpretasi karya, dan penggunaan instrumen dalam proses modifikasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan naratif. Penelitian dilakukan di Yogyakarta, Solo, Semarang, Pasuruan, Malang, Surabaya, dan Jakarta dengan subjek utama adalah modifikator diecast yang telah diakui di komunitas lokal dan internasional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, dengan keabsahan data melalui triangulasi data, member check, dan peer debriefing. Analisis data naratif dilakukan dengan cara mengatur data, membaca seluruh data, membuat koding dengan dukungan software Nvivo 12, mendeskripsikan cerita ke dalam kronologi, mengidentifikasi materi kontekstual, menceritakan kembali, dan memaknai cerita secara keseluruhan melalui analisis wacana hermeneutika Gadamer.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Filosofi hidup yang mendasari prinsip dalam berkarya meliputi thomistikisme, idealisme, esensialisme, dan pragmatisme. Dengan pendekatan ini, Kang Kastem menggunakan keahlian dari TVET untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan pribadi tetapi juga berkontribusi pada masyarakat yang lebih luas. (2) Strategi pembelajaran berperan penting dalam kustomisasi diecast dan memungkinkan pengembangan karya yang lebih efisien dan efektif melalui eksplorasi pribadi dan interaksi komunitas di luar pengajaran formal. (3) Kang Kastem diecast berhasil menerapkan prinsip konstruktivisme, self-directed learning, cybergogy, dan konektivisme dalam mengembangkan keterampilannya dalam modifikasi diecast. (4) Berdasarkan prinsip hermeneutika Gadamer, interpretasi Kang Kastem menciptakan ruang dialog antara pembuat dan pengamat, menghasilkan karya yang tidak hanya memenuhi standar teknis tetapi juga memiliki nilai estetika dan emosional yang dalam. Melalui pendekatan yang holistik, yang mencakup prinsip kognisi, adaptasi, sensitivitas, teknologi, ekspresi, dan motivasi (KASTEM). (5) Kang Kastem menggunakan berbagai instrumen khusus dalam proses penciptaan karyanya. Setiap alat memiliki peran penting dalam menjamin kualitas dan akurasi, sehingga memungkinkannya mengekspresikan kreativitasnya dengan presisi teknis. Tiga aspek utama yang dipertimbangkan dalam penggunaan alat dan teknik adalah ciri visual khas, penyesuaian dengan tren pasar dan permintaan kolektor, serta karakter karya
Efektivitas Masase Manurak Terhadap Penurunan Nyeri, Peningkatan Range of Motion, dan Fungsi Gerak Cedera Bahu Pada Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat efektivitas masase manurak terhadap penurunan nyeri, peningkatan range of motion (ROM) dan fungsi gerak cedera bahu pada mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. Teknik Manipulasi Masase manurak berupa efleurage, friction, dan tapotement dilanjutkan gerak stretching efektif untuk mengurangi cedera nyeri pada bahu.
Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental dengan perlakuan pra dan
pasca uji (pretest dan posttest) yang dilakukan pada setiap satu kelas atau satu kelompok. desain penelitian menggunakan one-group pretest-posttest design. Subjek
berjumlah 15 orang pasien dengan status mahasiswa UNY dengan jenis kelamin lakilaki dan perempuan dengan usia 18-35 tahun. Pada penelitian ini data hasil dari pengukuran pada pasien cedera bahu. Instrumen data pengukuran ruang gerak sendi (ROM) sendi bahu dengan menggunakan goniometer, skala nyeri menggunakan Visual Analogue Scale serta fungsi gerak menggunakan Shoulder Pain and Disability Index (SPADI).
Hasil penelitian uji paired t-test nilai sig. 0,001 yang lebih kecil dari 0,05 maka
Ho ditolak dan H1 diterima maka dapat disimpulkan bahwa ada keefektifan masase
manurak terhadap penurunan nyeri, peningkatan range of motion dan fungsi gerak
cedera bahu. Pada uji efektivitas persepsi nyeri mengalami penurunan sebesar 56,8%,
peningkatan range of motion fleksi 4,8%, Ekstensi 8,5%, Abduksi 3,4%, Adduksi 9,3%, Internal Rotasi 15%, Eksternal Rotasi 7,8% dan Fungsi gerak 52%