63894 research outputs found
Sort by
Pengembangan Peta 3D Desa Wisata untuk Penguatan Daya Tarik Pariwisata Desa Wisata Segajih.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan peta 3D untuk mendukung daya tarik pariwisata Desa Wisata Segajih bagi masyarakat luas, (2) mengungkap kelayakan peta 3D yang dikembangkan tersebut, dan (3) mengungkap peningkatan daya tarik pariwisata Desa Wisata Segajih melalui peta 3Dyang dikembangkan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode 4D (define, design, develop, dan disseminate) sebagai pendekatan riset dan pengembangan (R&D). Produk peta 3D Desa Wisata Segajih yang menampilkan aspek 4A (attractions, accessibility, amenities, ancillary) serta mempertimbangkan elemen pemodelan, simbolisasi, dan visualisasi Desa Wisata Segajih. Peta 3D ini diuji menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ) untuk menilai pengalaman pengguna dan diintegrasikan ke dalam situs web resmi desa (www.segajih.com) untuk mempermudah aksesibilitas masyarakat luas.
Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Peta 3D Desa Wisata Segajih yang dikembangkan memberikan gambaran atraksi alam dan budaya desa, merepresentasikan potensi pengembangan wisata, amenitas, dan jalur aksesibilitas, serta terintegrasi dengan situs web resmi desa, sehingga mampu mendukung penguatan daya tarik pariwisata Desa Wisata Segajih bagi masyarakat luas. (2) Peta 3D ini berada pada kategori layak menurut ahli materi, dengan skor 75, dan kategori sangat layak menurut ahli media, dengan skor 83,75. (3) Peta 3D ini berada pada kategori sangat baik pada enam dimensi: daya tarik, kejelasan, efisiensi, ketepatan, stimulasi, dan kebaruan, dengan dimensi daya tarik sebagai yang tertinggi. Dari aspek daya tarik, pragmatic quality, dan hedonic quality, dimensi daya tarik mencapai rata-rata skor tertinggi sebesar 86,883, yang masuk dalam kategori sangat baik menurut hasil User Experience Questionnaire
Pola Pendampingan Praktik Kerja Lapangan dalam Pengembangan Kompetensi Siswa pada Bengkel Resmi Roda Empat
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kompetensi pendamping praktik kerja lapangan (PKL) dalam meningkatkan kompetensi keahlian siswa, (2) metode pendamping PKL dalam meningkatkan kompetensi keahlian siswa, (3) peningkatan kompetensi siswa selama pelaksanaan PKL, (4) metode pendamping PKL dalam menambah kompetensi siswa, dan (5) kompetensi tambahan yang diperoleh siswa selama pelaksanaan PKL di bengkel resmi roda empat.
Penelitian ini dilaksanakan di Mercedes-Benz Semarang, Honda Eiyu Indramayu, KIA Pekalongan, Hyundai Adisucipto Sleman, Toyota Auto2000 Pramuka Jakarta, Wuling Cikarang Barat Bekasi, dan Nissan Datsun Kedawung Cirebon. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala bengkel, kepala teknisi, teknisi, dan siswa. Alat-alat untuk pengumpulan data antara lain alat perekam suara, kamera foto, buku catatan lapangan, dan laptop. Data divalidasi melalui triangulasi metode, triangulasi teori, dan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan menggunakan analisis interaktif model Miles & Huberman melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan seluruh teknisi dan kepala regu teknisi yang merangkap sebagai pendamping PKL memiliki kompetensi teknikal mulai dari tingkat dasar sampai master sesuai dengan standar perusahaan, akan tetapi tidak semua pendamping PKL memiliki kompetensi metodologi pelatihan kerja dan peraturan pemagangan. Pendamping PKL meningkatkan kompetensi siswa dengan metode pendampingan tiga tahap, yaitu sinkronisasi, kolaborasi, dan mandiri. Selama pelaksanaan PKL, siswa mengalami peningkatan kompetensi pemeliharaan mesin, sasis, serta pemindah tenaga dan kelistrikan, akan tetapi tidak terdapat peningkatan pada kompetensi produk kreatif dan kewirausahaan. Pendamping PKL menambah kompetensi siswa dengan metode pendampingan dua tahap, yaitu sinkronisasi dan kolaborasi, namun khusus pendampingan kompetensi mobil listrik hanya dilakukan dengan metode sinkronisasi. Selama pelaksanaan PKL, siswa memperoleh tambahan kompetensi penggunaan alat khusus scanner dan service manual, kompetensi perawatan mobil listrik, serta kompetensi sikap mental dan leadership
Pemetaan Pola Pikir Generasi Z dan Kesiapan Berwirausaha pada Program Keahlian Tata Busana di SMK Bidang Pariwisata Kota Yogyakarta.
Pengembangan Modul Pembelajaran Technopreneur untuk Peningkatan Minat Berwirausaha Siswa SMK.
Tujuan penelian ini adalah : (1) Mengembangkan dan menghasilkan modul Technopreneurship dengan nilai-nilai kewirausahaan untuk peserta didik SMK Bakti Kertosono di Kabupaten Nganjuk yang memenuhi kriteria valid, (2) Meningkatkan pemahaman peserta didik tentang konsep-konsep penting dalam technopreneurship, (3) Menghasilkan modul yang praktis dan menarik bagi peserta didik untuk mendukung proses pembelajaran kewirausahaan berbasis teknologi.
Penelitian ini merupakan research and development, yang dilakukan menggunakan model pengembangan 4D dengan tahapan : (1) pendefinisian; (2) perancangan; (3) pengembangan dan (4) penyebaran. Pada tahap pengembangan, modul ini melalui uji coba ahli dan uji coba lapangan. Uji coba ahli dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan pengajar praktik dengan mengisi angket validasi. Sedangkan uji coba lapangan terdiri dari uji coba lapangan awal, dan pengisian angket respon siswa. Data yang didapat kemudian dihitung dan dikonversi dalam bentuk deskripsi kualitas dan efektivitas modul dalam pembelajaran.
Hasil dari penelitian ini adalah modul technopreneur yang kemudian diupload pada fliphtml5.com. Format ini tidak hanya memberikan tampilan visual yang menarik, tetapi juga meningkatkan interaktivitas dan aksesibilitas materi pembelajaran, sehingga siswa dapat dengan mudah menjelajahi konten. Modul yang dikmbangkan tergolong kategori “sangat layak” digunakan sebagai media pendukung pembelajaran berdasarkan hasil penilaian ahli materi dengan skor 4,2, ahli media dengan skor 4,5, dan pengajar praktik dengan skor 4,6. Modul Technopreneur yang dikembangkan cukup efektif sebagai pendukung kegiatan pembelajaran dalam upaya meningkatkan minat berwirausaha siswa. Modul technopreneur terbukti efektif menumbuhkan minat siswa di bidang technopreneur, dibuktikan dengan perolehan skor sebesar 4,5 dan masuk dalam kategori sangat layak. Penilaian ini dilakukan melalui penyebaran angket kepada 70 siswa, yang memberikan umpan balik positif terhadap kualitas dan relevansi materi modul dalam konteks kewirausahaan
Evaluasi Program MBKM Terintegrasi Pada Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.
Program MBKM Terintegrasi telah dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta sejak tahun 2023. Tetapi realitanya program ini masih memiliki beberapa kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program MBKM Terintegrasi pada Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta ditinjau dari aspek (1) context; (2) input; (3) process; dan (4) product, serta kendala yang dihadapi pada pelaksanaan program MBKM Terintegrasi
Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan menggunakan model CIPP (context, input, process, product) dengan pendekatan kualitatif. Responden penelitian ini adalah Koordinator PI, PK dan KKN Universitas, Koordinator PI Prodi, Sekretaris Prodi, 2 Dosen Prodi, dan 6 perwakilan industri. Instrumen penelitian ini adalah peneliti itu sendiri (human instrumen) dengan bantuan protokol wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis tematik dengan reduksi data, menghubungkan pola, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian MBKM Terintegrasi pada Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif FT UNY menunjukkan bahwa secara keseluruhan program sudah berjalan dengan baik ditandai dengan berjalanya program sampai saat ini. Namun ada beberapa hal temuan yang perlu di evaluasi. Pertama pada aspek context, tidak memenuhi standar MBKM untuk mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dan CPMK antara PI, PK dan KKN perlu ditajamkan sesuai dengan tujuan, ruang lingkup dan fokus masing-masing kegiatan. Kedua pada aspek input, persiapan mahasiswa yang terjun kelapangan belum dilakukan seleksi untuk memenuhi kebutuhan industri. Ketiga pada aspek process perlu pemahaman tentang perbedaan antara kegiatan PI, PK, dan KKN di sektor industri, peraturan yang tegas perlu disampaikan pada pihak industri, industri kurang percaya dalam memberikan kesempatan mengajar di perusahaan otomotif bagi mahasiswa. Terakhir pada aspek product, telah tercapai dengan baik dan sesuai dengan tujuan dari MBKM Terintegrasi di Prodi Pendidikan Teknik Otomotif
Evaluasi Manajemen Pembinaan Prestasi Unit Kegiatan Mahasiswa Futsal Universitas Negeri Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi manajemen pembinaan prestasi unit kegiatan mahasiswa futsal Universitas Negeri Yogyakarta dikaji dari aspek context, input, process dan product. Penelitian ini menggunakan model evaluasi CIPP.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian campuran (mix method) kuantitatif dan kualitatif dengan model evaluasi CIPP. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria; (1) Pengurus aktif UKM Futsal UNY, (2) Pelatih aktif UKM Futsal UNY, (3) Atlet/Pemain aktif UKM Futsal UNY yang pernah mengikuti kejuaraan minimal 1 kali. Berdasarkan kriteria tersebut didapatkan subyek penelitian berjumlah 40 orang dengan rincian 10 orang pengurus UKM Futsal UNY, 3 orang pelatih UKM Futsal UNY, dan 27 orang atlet/pemain UKM Futsal UNY. Pengambilan data menggunakan instumen berupa kuesioner dan wawancara.
Hasil pada penelitian ini yaitu evaluasi manajemen pembinaan prestasi unit kegiatan mahasiswa futsal Universitas Negeri Yogyakarta secara kuantitatif dan kualitatif keseluruhan masuk kategori cukup. Hasil dari masing-masing aspek yaitu aspek context masuk pada kriteria cukup, aspek input masuk pada kriteria cukup, aspek process masuk pada kriteria cukup, dan aspek product masuk pada kriteria cukup. Meskipun keseluruhan aspek berada pada kategori cukup, terdapat catatan penting untuk dipertimbangkan oleh pengurus untuk meningkatkan pembinaan prestasi di UKM Futsal UNY berdasarkan hasil kuantitatif dan kualitatif pada aspek input, process, product. Oleh karena itu, rekomendasi dari peneliti bagi pengurus UKM antara lain aspek context yaitu pihak UKM untuk dapat memaksimalkan strategi pembinaan agar tepat sasaran. Aspek input yaitu menambah personil pengurus dan mengoptimalkan peran dan kehadiran pengurus dalam kegiatan UKM Futsal UNY dengan lebih intens melakukan koordinasi secara internal. Mengoptimalkan dan menjalin kerjasama dengan pihak kampus/rektorat dan sponsor-sponsor lain untuk menunjang pendanaan kegiatan pembinaan prestasi. Meningkatkan evaluasi program latihan, pengadaan serta perbaikan sarana dan prasarana untuk mencapai tujuan dari pembinaan prestasi yang lebih baik untuk meraih hasil maksimal. Aspek process yaitu meningkatkan program latihan, sistem evaluasi berkala, dukungan psikologis serta pengembangan budaya tim yang positif dan diharapkan dapat mengoptimalkan implementasi dilapangan yang
berkelanjutan untuk UKM Futsal UNY. Aspek product yaitu melakukan evaluasi secara menyeluruh pada atlet dengan melakukan perangkingan promosi dan degradasi atlet/pemain berdasarkan tes keterampilan bermain dan kebugaran jasmani
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI METODE FINGER PAINTING DENGAN ANAK HAMBATAN INTELEKTUAL RINGAN
Pengaruh Kombinasi Massage-Aromaterapi Terhadap Punggung Bawah Pada Pasien Masase, Terapi, & Cedera Joglo Gumregah
Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui pengaruh massage-aromaterapi terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada pasien Masase, Terapi, & Cedera Joglo Gumregah.
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7–24 Desember 2024 di Masase, Terapi, & Cedera Joglo Gumregah berlokasi di Desa Blaburan-Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pendekatan penelitian yang dipilih adalah kuantitatif deskriptif. Rancangan penelitian yang diterapkan adalah preexperiment
dengan model one group pretest-posttest. Populasi yang menjadi fokus penelitian adalah pasien Masase, Terapi, & Cedera Joglo Gumregah dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 15 orang yang sudah dipilih dengan rumus slovin dan kriteria tertentu. Instrumen pada penelitian untuk mengukur skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale. Perlakuan yang diberikan adalah kombinasi massage-aromaterapi, traksi, dan reposisi selama 30 menit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan nyeri sebelum dan sesudah perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa skala nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale dari 3,07 ± 0,704 menurun menjadi 1.47 ± 0,516. Kesimpulan, penggabungan teknik kombinasi massage-aromaterapi efektif dalam menurunkan skala nyeri pada keluhan nyeri punggung bawah pada pasien Masase, Terapi, & Cedera Joglo Gumregah. Hasil ini didukung oleh data statistik yang menunjukkan penurunan rata-rata skala nyeri sebesar 1,6
Perbedaan Tingkat Pengetahuan Teknik Dasar Sepakbola di Sekolah Sepakbola Bintang Putra Melati dan Sekolah Sepakbola Matra Sleman Kelompok Usia 12 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terhadap pemahaman tingkat Pengetahuan
Teknik Dasar sepakbola pemain sekolah sepakbola di sekolah sepakbola Bintang Putra Melati dan sekolah sepakbola Matra Sleman.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei angket.
Populasi penelitian ini adalah pemain sekolah sepakbola Bintang Putra Melati yang berjumlah 160 pemain dan sekolah sepakbola Matra Sleman yang berjumlah 120 pemain. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut : 1 Pemain yang terdaftar pada sekolah sepakbola Bintang Putra Melati dan sekolah sepakbola Matra Sleman selama 6 bulan. 2. Pemain yang pernah berpartisipasi dalam kompetisi Askab Sleman bersama sekolah sepakbola Bintang Putra Melati dan sekolah sepakbola Matra Sleman. 3. Bersedia menjadi sampel pada penelitian ini. Maka dari itu didapati jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 20 pemain dari masing-masih sekolah sepakbola. Masing-masing berjumlah 20 pemain. Instrumen yang digunakan yaitu berupa angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah Teknik analisis data deskriptif kuantitatif dengan kategori sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah, dan sangat rendah.
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa Perbedaan Tingkat pengetahuan teknik dasar
sepakbola di sekolah sepakbola Bintang Putra Melati yang berkategori sangat tinggi 0 orang atau 0%, tinggi 0 orang atau 0%, cukup 19 orang atau 95%, rendah 0 orang atau 0% dan sangat rendah 1 orang atau 5%. Sedangkan hasil pada tingkat pengetahuan teknik dasar sepakbola di sekolah sepakbola Matra Sleman yang berkategori sangat tinggi 0 orang atau 0%, tinggi 0 orang atau 0%, cukup 17 orang atau 85%, rendah 1 orang atau 5% dan sangat rendah 2 orang atau 10%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan sekolah sepakbola Bintang Putra Melati mempunyai tingkat pengetahuan teknik dasar sepakbola lebih baik dibandingkan dengan sekolah sepakbola Matra Sleman. Maka dari itu diharapkan kepada para pelatih untuk terus bisa meningkatkan perannya dalam membina dan meningkatkan pengetahuan teknik dasar dan keterampilan dalam
bermain sepakbola, terutama pada kategori usia 12 tahun
Pengaruh Latihan Pliometrik dan Tinggi Badan Terhadap Power Tungkai, Power Lengan dan Kelentukan Togok Pemain Bola Voli
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh latihan pliometrik
terhadap power tungkai, power lengan dan kelentukan togok pemain bola voli. (2)
Pengaruh tinggi badan terhadap power tungkai, power lengan dan kelentukan togok
pemain bola voli. (3) interaksi latihan plioimetrik dan tinggi badan terhadap power
tungkai, power lengan dan kelentukan togok pemain bola voli.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain
penelitian eksperimen (design factorial 2×2). Populasi dalam penelitian ini adalah
pemain voli SMK Maniamas Ngabang Kabupaten Landak. Sampel dalam
penelitian ini berjumlah 16 siswa. Pengambilan sampel menggunakan metode
probability sampling, dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data
menggunakan tes power tungkai (vertical jump boards test), tes power lengan
(seated medicine ball throw), dan tes kelentukan togok (static flexibilty test - trunk
and neck). Analisis data menggunakan MANOVA pada taraf signifikansi α = 0,05.
Hasil penelitian menjukkan bahwa: (1) latihan pliometrik memiliki perbedaan
pengaruh signfikan terhadap power tungkai, power lengan, dan kelentukan togok
secara simultan sebesar 0,001 < 0,05. (2) tinggi badan tidak memiliki perbedaan
pengaruh signifikan terhadap power tungkai, power lengan, dan kelentukan togok
secara simultan 0,389 > 0,05. (3) terdapat interaksi latihan pliometrik dan tinggi
badan yang signifikan terhadap power tungkai. power lengan, dan kelentukan
secara simultan sebesar 0,004 < 0,05