Yogyakarta State University

Lumbung Pustaka UNY (UNY Repository)
Not a member yet
    63894 research outputs found

    EVALUASI SARANA DAN PRASARANA LABORATORIUM PROGRAM KEAHLIAN TATA KECANTIKAN KULIT DAN RAMBUT DI SMK KABUPATEN SLEMAN.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) kelengkapan sarana laboratorium, (2) kelengkapan prasarana laboratorium SMK Kompetensi Keahlian Tata Kecantikan Kulit dan Rambut di SMK Kabupaten Sleman yang ditinjau dari Direktorat SMK Kementrian dan kebudayaan 2021 dan (3) kualitas pengelolaan laboratorium mengacu pada indicator-indikator untuk menciptakan laboratorium yang baik menurut direktorat SMK. Penelitian ini termasuk jenis penelitian evaluasi program dengan pendekatan kuantitatif. Model discrepancy digunakan untuk menggambarkan kesenjangan sarana dan prasarana laboratorium antara keadaan real dan kriteria. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 9 guru dan 100 peserta didik kelas XI dan XII pada SMK N 2 Godean dan SMK YPKK 3 Sleman yang menggunakan laboratorium langsung. Objek penelitian yaitu laboratorium SMK Program Kompetensi Keahlian Tata kecantikan Kulit dan Rambut di Kabupaten Sleman. Pengumpulan data melalui angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kelengkapan prasarana laboratorium SMK N 2 Godean pada kompetensi keahlian Tata kecantikan Kulit dan Rambut di Kabupaten Sleman sebesar 62% dan SMK YPKK 3 Sleman sebesar 37%. (2) Kelengkapan sarana di SMK N 2 Godean ruang praktik perawatan wajah sebesar 68% ruang praktik perawatan rambut sebesar 78%, ruang praktik rias wajah dan nail art sebesar 65% dan kelengkapan saraana di SMK YPKK 3 Sleman ruang praktik perawatan wajah sebesar 60%; ruang praktik perawatan rambut sebesar 46%, ruang praktik rias wajah dan nail art sebesar 40%. (3) Penerapan pengelolaan laboratorium berdasarkan Direktorat SMK di SMK 2 N 2 Godean telah tercukupi walaupun ada beberapa yang harus lebih baik lagi seperti kebersihan, perlengkapan K3, dan pembiasaan penerapan K3. dan di SMK YPKK 3 Sleman masih ada beberapa yang belum tercukupi, harus melengkapi sarana dan prasarana, perlengkapan K3, menjaga kebersihan, dan penerapan K3 pada saat praktik

    Pengembangan Model Pembelajaran IPS Berbasis Problem-Based Collaborative Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Sosial Peserta Didik.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan karakteristik, (2) menguji kelayakan, (3) mengungkap kepraktisan, dan (4) menguji keefektifan model pembelajaran IPS berbasis problem-based collaborative learning untuk meningkatkan kompetensi sosial peserta didik Penelitian ini merupakan research and development yang menggunakan metode yang dikembangkan oleh Borg & Gall. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Kabupaten Sleman. Pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas instrumen dihitung menggunakan Uji Corrected Item-total Correlation. Reabilitas instrumen dihitung menggunakan Uji Cronbach’s Alpha. Uji coba dilaksanakan dengan analisis paired sample t-test dan teknik analisis data menggunakan uji-t dan uji n-gain score. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Model pembelajaran IPS berbasis problem-based collaborative learning dirancang melalui penelitian pengembangan R & D dari Borg and Gall dengan enam sintaks pembelajaran. (2) Model pembelajaran pembelajaran IPS berbasis problem-based collaborative learning yang dihasilkan divalidasi oleh ahli materi dan ahli praktisi dan menunjukkan kelayakan dengan kategori tinggi. (3) Hasil uji coba kepraktisan model pembelajaran yang dihasilkan tersebut menunjukkan sintaks pembelajaran yang praktis dengan kategori baik, sistem sosial yang praktis dengan kategori sangat baik, prinsip reaksi yang praktis dengan kategori baik, dan sistem pendukung yang praktis dengan kategori sangat baik. (4) Hasil uji efektivitas menunjukkan model pembelajaran yang dihasilkan tersebut efektif dalam meningkatkan kompetensi sosial peserta didik

    Efektivitas Integrasi Model Problem-Based Learning dan Group Investigation Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Kolaborasi Mahasiswa Pada Mata Kuliah Media Pembelajaran.

    No full text
    Pengembangan keterampilan berpikir kritis (yoniso-manasikāra, investigasi rasional) dan kolaborasi (kalyāṇa-mittatā) merupakan tuntutan utama dalam pembelajaran abad 21. Model Problem-Based Learning (PBL) dan Group Investigation (GI) berpotensi meningkatkan kedua keterampilan tersebut melalui proses pemecahan masalah dan kerja sama tim. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas integrasi model PBL dan GI terhadap keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi mahasiswa pada mata kuliah Media Pembelajaran. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari 125 mahasiswa, terbagi dalam kelompok eksperimen (n = 64) dan kelompok kontrol (n = 61), yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Kelompok eksperimen mendapatkan perlakuan pembelajaran berbasis integrasi PBL dan GI, sementara kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Data keterampilan berpikir kritis dikumpulkan melalui instrumen tes dan kolaborasi melalui instrumen angket, data dianalisis menggunakan uji t-test dan multivariate test dengan bantuan SPSS 16.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa model PBL-GI efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa dengan nilai signifikansi p = 0,015, dan keterampilan kolaborasi dengan nilai p = 0,028. Secara simultan, model ini juga meningkatkan kedua keterampilan tersebut dengan nilai p = 0,001. Integrasi PBL dan GI efektif meningkatkan berpikir kritis dan kolaborasi mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan model pembelajaran integratif berbasis konstruktivisme dan rekomendasi praktis bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang lebih relevan dengan tantangan pendidikan tinggi masa kini

    Evaluasi Penerapan Elemen Akhlak Kepada Manusia dalam Program Pendidikan Karakter di SD Kota Yogyakarta.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi aspek antecedents penerapan elemen akhlak kepada manusia dalam program pendidikan karakter di SD Kota Yogyakarta; (2) mengevaluasi aspek transactions penerapan elemen akhlak kepada manusia dalam program pendidikan karakter di SD Kota Yogyakarta; (3) mengevaluasi aspek outcomes penerapan elemen akhlak kepada manusia dalam program pendidikan karakter di SD Kota Yogyakarta; dan (4) menganalisis kendala dalam implementasi program pendidikan karakter yang berfokus penerapan elemen akhlak kepada manusia dalam program pendidikan karakter di SD Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi program yang menggunakan model evaluasi countenance stake dengan pendekatan mixed method concurent embedded. Evaluasi dilaksanakan di SDN Bener, SDN Petinggen, SDN Terbansari 1, SDN Kyai Mojo, SDN Widoro, SDN Rejowinangun 3, SDN Mendungan 2, dan SDN Pujokusuman 1 yang seluruhnya berada di wilayah Kota Yogyakarta. Responden dalam penelitian ini melibatkan empat kepala sekolah, 81 guru, dan 21 pegawai. Lalu, informan dalam penelitian ini melibatkan lima kepala sekolah, lima koordinator program, dan enam guru pelaksana. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket, studi dokumen, dan wawancara dengan pengharkatan skala Likert. Uji validitas isi menggunakan formula Aiken’s V, uji validitas konstruk menggunakan CFA dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach α dengan hasil sebesar 0,862. Teknik analisis data deskriptif digunakan untuk data kuantitatif, sedangkan analisis tematik digunakan untuk data kualitatif. Penelitian ini menghasilkan (1) aspek antecedents menunjukkan variasi hasil yang cenderung positif dilihat dari indikator pembentukan tim, kesiapan budaya, kesesuaian dimensi, tema, dan program. Namun aspek perancangan jadwal program yang berada pada kategori cukup baik dan asesmen yang berada dalam kategori Tidak Baik memerlukan perhatian khusus; (2) aspek transactions mencapai standar yang memuaskan. Kualitas pelaksanaan menunjukkan konsistensi yang baik antara perencanaan modul dan implementasi di lapangan. Program pendukung berhasil dijalankan secara efektif & terintegrasi dengan pelaksanaan asesmen. Sayangnya, beberapa sekolah tidak merancang kegiatan penutup secara tertulis dan melaksanakannya berdasarkan situasi kondisional; (3) aspek outcomes berada dalam kategori baik berdasarkan analisis dokumen dan wawancara. Siswa/i menunjukkan kemampuan signifikan dalam memahami dan menghargai keberagaman serta memberikan respons yang positif dan konstruktif terhadap perbedaan budaya, ras, dan agama; (4) kendala pada program disebabkan oleh lingkungan, orang tua, guru, siswa, dan mekanisme program. Rekomendasi yang diberikan antara lain: pelatihan internal bagi guru, penambahan tenaga pendidik, dan penguatan kolaborasi bersama orang tua hingga perangkat desa

    Evaluasi Formatif terhadap Program STBM Pilar 1 "Stop Buang Air Besar Sembarangan" di Kabupaten Blitar.

    No full text
    Evaluasi formatif ini bertujuan untuk (1) menganalisis implementasi dan efektivitas intervensi kampanye perubahan perilaku Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) di Kabupaten Blitar; (2) mengidentifikasi sejauh mana kelompok sasaran program SBS, termasuk aspek sensitivitas gender dan kerentanan, terjangkau dan terlibat dalam intervensi; serta (3) mendeskripsikan capaian outcome jangka pendek dan menengah dari program SBS di Kabupaten Blitar, khususnya terkait perubahan pengetahuan, sikap, niat, dan kebiasaan sanitasi masyarakat. Tujuan-tujuan ini diarahkan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai dinamika program dan dampaknya pada tingkat komunitas. Studi ini mengadopsi model evaluasi formatif, dengan lokus penelitian di tiga kecamatan terpilih di Kabupaten Blitar. Sebanyak 42 responden masyarakat dipilih melalui purposive sampling. Informan kunci dalam penelitian ini meliputi wirausaha sanitasi (WUSAN), sanitarian, kader kesehatan lingkungan, dan perwakilan dari Dinas Kesehatan. Data kuantitatif yang terkumpul dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif untuk memberikan gambaran umum, sementara data kualitatif diinterpretasikan melalui analisis tematik guna mendapatkan pemahaman mendalam tentang dinamika sanitasi di lapangan, termasuk faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi implementasi dan hasil. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Kabupaten Blitar memiliki komitmen kuat terhadap sanitasi aman pada dimensi masukan, didukung oleh kebijakan dan rencana strategis pemerintah daerah. Namun, keberlanjutan program memerlukan regulasi spesifik, terutama terkait pengelolaan lumpur domestik. Pada dimensi intervensi, ditemukan upaya yang konsisten, didukung oleh kolaborasi multistakeholder dan peran kunci WUSAN serta operator swasta. Meskipun demikian, strategi inovatif diperlukan untuk mendorong masyarakat beralih dari sanitasi layak menuju standar yang lebih aman. Dimensi luaran jangka menengah menunjukkan tren positif dalam peningkatan sanitasi dan pemahaman kognitif masyarakat, meskipun aksesibilitas finansial masih menjadi hambatan utama. Konsisten dengan peningkatan kognitif, data perilaku menunjukkan responden secara konsisten menerapkan praktik sanitasi yang diharapkan. Namun, tantangan signifikan masih meliputi pembagian peran gender dalam pengelolaan sanitasi rumah tangga, kualitas ruang jamban yang belum inklusif bagi kelompok rentan, dan praktik pengelolaan limbah popok yang belum memadai, mengindikasikan area krusial yang memerlukan intervensi lebih lanjut untuk mencapai sanitasi yang benar-benar komprehensif

    Pengembangan Instrumen Tes Diagnostik Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP Kelas VIII Menggunakan Model GDINA.

    No full text
    Kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi kunci dalam pembelajaran matematika, namun capaian siswa Indonesia dalam aspek ini masih tergolong rendah. Asesmen diagnostik dibutuhkan untuk mengidentifikasi penguasaan dan kesulitan belajar siswa secara spesifik, tetapi penerapannya masih terbatas akibat minimnya pemahaman dan ketersediaan instrumen yang tepat. Model Diagnostik Kognitif, khususnya Generalized Deterministic Inputs, Noisy “And” Gate (G-DINA), menawarkan pendekatan analisis yang mampu memberikan informasi diagnostik yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menyusun konstruk instrumen tes diagnostik; (2) menganalisis kualitas instrumen; dan (3) mendeskripsikan profil kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan tujuh tahapan utama, meliputi: penetapan tujuan, penelaahan teori dan pemilihan atribut kunci, penyusunan butir soal dan Q-matriks awal, validasi isi oleh ahli, uji coba lapangan, validasi empiris Q-matriks, dan perakitan instrumen final. Uji coba dilakukan dalam dua tahap dengan melibatkan total 679 siswa dari Kabupaten Bantaeng dan Sleman. Validitas isi dianalisis menggunakan indeks Aiken’s V, sedangkan validitas struktur internal dievaluasi melalui nilai Proportion of Variance Accounted For (PVAF). Analisis kualitas butir dilakukan menggunakan pendekatan Classical Test Theory (CTT) dan parameter model G- DINA (guessing, slip, dan diskriminasi). Estimasi reliabilitas dilakukan dengan McDonald's Omega serta pengukuran akurasi klasifikasi di tingkat tes dan atribut. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa: (1) konstruk instrumen mencakup tiga aspek utama: kemampuan prosedural, konseptual, dan penalaran; (2) Instrumen menunjukkan kualitas yang baik berdasarkan: (1) validitas isi (Aiken’s V > 0,7); (2) validitas struktur internal (PVAF > 0,7); (3) reliabilitas (Omega dan akurasi klasifikasi > 0,7); (4) tingkat kesulitan butir (0,253–0,610); (5) daya beda (d > 0,2); serta (6) parameter guess (0,148–0,542) dan slip (0,018–0,856). Butir ke-10 teridentifikasi memiliki kualitas buruk (slip = 0,856); (3) Profil kemampuan siswa menunjukkan bahwa sebagian besar belum menguasai seluruh atribut, terutama pada aspek penalaran. Proporsi siswa yang belum menguasai satu pun atribut tercatat sebesar 24,2% pada aspek prosedural, 33,6% pada aspek konseptual, dan 47,8% pada aspek penalaran

    Model Performance Assessment Berbantuan Aplikasi P-155 Pada Pembelajaran Pengelolaan Kearsipan SMK.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memperoleh desain model performance assessment berbantuan aplikasi P-155 pada pembelajaran pengelolaan kearsipan, (2) menganalisis kualitas model performance assessment berbantuan aplikasi P-155 pada pembelajaran pengelolaan kearsipan, (3) menganalisis kelayakan model performance assessment berbantuan aplikasi P-155 pada pembelajaran pengelolaan kearsipan, dan (4) memperoleh profil hasil assessment siswa pada pembelajaran pengelolaan kearsipan dengan model performance assessment berbantuan aplikasi P-155. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan langkah pengembangan 4-D (four D) yang dikembangkan oleh Thiagarajan yang terdiri empat tahapan yaitu define, design, develop dan disseminate. Instrumen model terdiri dari kisi-kisi tes praktik, tes praktik, rubrik penilaian, pedoman penskoran, dan aplikasi P-155. Kualitas instrumen model dilakukan dengan validasi 12 ahli dan dianalisis menggunakan formula Aiken. Hasil analisis diperoleh rubrik penilaian untuk seluruh butir dinyatakan valid secara konten dan hasil penilaian ahli reliabel. Uji coba instrumen melibatkan 30 siswa dari 3 sekolah di Kota Semarang. Analisis hasil uji coba instrumen menghasilkan instrumen valid dan reliabel, serta menunjukkan asumsi awal, kesesuaian butir dan konsistensi penilaian rater berdasarkan analisis Many Facet Rasch Measurement (MFRM). Implementasi model dilakukan secara bertahap melalui skala terbatas dengan melibatkan 1 sekolah dengan 20 siswa dan diperluas melibatkan 3 sekolah dan 60 siswa. Kelayakan model performance assessment berbantuan P-155 berdasarkan kualitas keterlaksanaan model menggunakan lembar observasi dan respon guru maupun siswa menggunakan angket. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Dihasilkan model performance assessment berbantuan P-155 yang baik dengan spesifikasi: tujuan model, karakteristik model, komponen model, instrumen model, tahapan penerapan model, dan panduan penerapan model. (2) Kualitas model performance assessment berbantuan P-155 yang baik dibuktikan dengan terbuktinya validitas isi dan konstruk instrumen, indeks reliabilitas semua instrumen di atas 0,7, kesesuaian butir untuk semua butir fit dan konsistensi penilaian rater cukup baik. (3) Model layak digunakan untuk kegiatan performance assessment berbantuan Aplikasi P-155 (4) Profil kinerja siswa disajikan secara komprehensif meliputi profil keseluruhan dan individu

    Evaluasi Implementasi Program Sistem Pendidikan Terpadu (SPT) Bidang Tahfiẓ Di Kabupaten Aceh Besar.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program SPT bidang tahfiẓ pada tingkat SMP di Kabupaten Aceh Besar ditinjau dari aspek antecedent, transaction, dan outcome. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan kendala dalam pelaksanaan program SPT bidang tahfiẓ di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan mix method (concurrent embedded). Model evaluasi yang digunakan yaitu Countenance Stake. Subjek penelitian sebanyak 361 peserta didik kelas IX dan 12 pendidik bidang tahfiẓ SPT dari 5 SMPN di Kabupaten Aceh Besar. Pengumpulan data menggunakan angket (tertutup dan terbuka), observasi, dan telaah dokumen berupa skala likert dengan rentang pilihan 1-5. Pembuktian validitas isi dengan formula Aiken’s dan validitas konstruk menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Estimasi reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha dengan hasil masing-masing instrumen sebesar 0,89-0,99. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data dan melakukan pengkategorian keberhasilan yang terdiri dari sangat baik, baik, cukup baik, tidak baik, dan sangat tidak baik. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Aspek antecedent baik dari sisi peserta didik dan pendidik yang meliputi ketersediaan sarana pembelajaran, kesiapan SDM, kesesuaian strategi pembelajaran dan penyusunan kegiatan pembelajaran sangat baik. (2) Aspek transaction menunjukkan bahwa proses pelaksanaan berada pada kategori baik. (3) Aspek outcome menunjukkan kriteria sangat baik pada aspek peningkatan jumlah peserta didik yang dapat membaca al-qur’an dan peserta didik yang mulai menghafal al-qur’an, namun pada aspek jumlah hafalan yang sesuai ketuntasan minimal yang telah ditetapkan oleh dinas pendidikan terkait masih sangat kurang. Kendala yang dihadapi oleh pendidik antara lain yaitu minimnya kemampuan peserta didik dalam membaca al-qur’an sehingga sulit untuk melanjutkan pada proses menghafal, keterbatasan waktu yang dimiliki, penempatan jadwal pelajaran tahfiẓ yang tidak berada pada waktu pagi hari, minimnya ketersediaan pendidik yang ada, dan minimnya dukungan orang tua. Rekomendasi yang diberikan yaitu sekolah dan dinas pendidikan kabupaten Aceh Besar melakukan pemetaan kemampuan peserta didik untuk menentukan metode pembelajaran yang tepat, penambahan jumlah pendidik tahfiẓ, penyesuaian jadwal dan durasi pelaksanaan, melakukan pengecekan berkala terhadap dokumen pembelajaran, melakukan tes diagnostik untuk menyesuaikan pendekatan pembelajaran, dan melakukan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan dinas pendidikan setempat dalam menyukseskan implementasi Program SPT bidang tahfiẓ

    Pengembangan Model Hybrid Problem Based Learning Berbasis Tri N (Hyperbolin) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Literasi Informasi Mahasiswa PGSD.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan model pembelajaran Hybrid Problem Based Learning berbasis Tri N (Hyperbolin), (2) menguji kelayakan model pembelajaran Hyperbolin, (3) menguji kepraktisan model pembelajaran Hyperbolin, dan (4) menguji keefektifan model Hyperbolin dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan literasi informasi mahasiswa PGSD. Penelitian ini merupakan research and development (R&D) yang mengadopsi model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek uji coba kecil yaitu 32 mahasiswa PGSD semester 3 di UST Yogyakarta tahun akademik 2023/2024. Subjek uji coba luas yaitu 96 mahasiswa PGSD dari tiga kampus yaitu UST, UNU, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun akademik 2023/2024. Jenis penelitian quasi-experiment. Rancangan penelitian menggunakan Randomized Pretest- Posttest Comparison Group Design pada 3 kelas (experiment, control 1, control 2). Data analisis kebutuhan dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif; data kelayakan dan kepraktisan model pembelajaran Hyperbolin dianalisis menggunakan deskriptif statistik; dan data keefektifan dianalisis menggunakan uji MANOVA, sedangkan untuk mengetahui besarnya pengaruh model digunakan pengukuran effect size dengan partial eta square. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Model pembelajaran Hyperbolin terdiri dari landasan filosofis pedagogi kritis, eksistensialisme, teori belajar konstruktivistik; sintaks orientasi masalah (simpan), mengorganisasikan mahasiswa untuk belajar (member), penyelidikan (menara), mengembangkan dan mempresentasikan hasil percobaan (berkarya), menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah (mapan); prinsip reaksi (respon dosen terhadap mahasiswa); sistem sosial (kerjasama antar mahasiswa); sistem pendukung (buku model, buku panduan, SAP, RPS, modul, LKM, LMS) instrumen keterampilan berpikir kritis dan literasi informasi); dampak instruksional (keterampilan berpikir kritis dan literasi informasi), dan dampak pengiring (pemecahan masalah, semangat penyelidikan, penguasaan konsep, literasi digital, sikap ilmiah, kolaborasi, dan kemandirian belajar). (2) Model pembelajaran Hyperbolin dinyatakan layak (5,58) digunakan dalam pembelajaran IPA berdasarkan penilaian oleh dosen ahli. (3) Model pembelajaran Hyperbolin dinyatakan sangat praktis (4,82) berdasarkan hasil uji kepraktisan model dan keterlaksanaan model pada uji coba kecil dan luas. (4) Model pembelajaran Hyperbolin efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan literasi informasi mahasiswa. Keefektifan model 0,0097<0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelas yang menggunakan model Hyperbolin, guided inquiry, dan discovery learning. Effect size model pembelajaran Hyperbolin terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis dan literasi informasi tergolong besar (large effect) dengan peningkatan sebesar 98,9%

    Pengembangan E-Modul IPAS Berbasis Project Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi Peserta Didik Kelas IV SD

    No full text
    Salah satu prinsip penerapan kurikulum merdeka di Indonesia adalah pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Teknologi dapat diintegrasikan ke dalam bahan ajar sebagai bagian dari komponen kurikulum. Penelitian ini bertujuan mengembangkan produk e-modul IPAS berbasis project based learning yang layak berdasarkan ahli materi dan ahli media; praktis bagi pendidik dan peserta didik; serta efektif untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi peserta didik kelas IV SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang memiliki lima tahapan utama yaitu analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek uji coba terdiri dari 3 peserta didik dan 1 pendidik pada tahap one-to-one-trial; 9 peserta didik dan 1 pendidik pada tahap small group trial; 23 peserta didik dan 1 pendidik pada tahap field trial. Sementara pada tahap implementasi melibatkan 44 peserta didik yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, kuesioner, dan tes. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman wawancara, pedoman observasi, angket validasi ahli materi, angket validasi ahli media, angket respon peserta didik, angket respon pendidik, skala kemampuan kolaborasi, dan tes evaluasi kognitif. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif dengan uji skor n-gain, uji independent sample t-test, dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian dan pengembangan yaitu berupa produk e-modul IPAS berbasis project based learning yang layak, praktis, dan efektif. Kelayakan produk dari ahli materi dan ahli media memperoleh skor persentase 88,71% dengan kategori sangat layak. Kepraktisan produk dari respon pendidik dan peserta didik memperoleh skor persentase 81,58% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas berupa uji independent sample t-tes menunjukkan nilai signifikansi 0,022 < 0,05, uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifinaksi 0,000 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa produk dinyatakan efektif untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi peserta didik kelas IV SD

    51,344

    full texts

    63,894

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Pustaka UNY (UNY Repository)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇