63894 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI PROSES BERFIKIR COMPUTATIONAL THINKING (CT) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING SISWA KELAS VI SDN 2 KATEKAN MATERI ALJABAR
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan problem solving siswa
kelas VI SD Negeri 2 Katekan dengan mengimplementasikan proses berfikir
computational thingking (CT) pada materi aljabar. Design penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart. Tempat penelitian di SDN 2 Katekan, Gantiwarno,Klaten, Jawa Tengah. Subjek Penelitian berjumlah 8 siswa terdiri dari 6 siswa perempuan dan 2 laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan kuantitatif. Penelitian ini dianggap berhasil jika jumlah siswa kelas VI SDN 2 Katekan memiliki nilai diatas KKT yaitu 75 sebanyak >75% dari seluruh siswa serta nilai aktivitas guru dan siswa memiliki nilai >80%. Penerapan Computational Thinking (CT) dalam pembelajaran aljabar di SD dapat meningkatkan penguasaan materi dan kemampuan problem solving siswa. Penerapan CT pada aspek abstraksi dan dekomposisi melatih siswa memahami dan memecah masalah menggunakan media seperti kartu. Pengenalan pola dan algoritma melalui pembelajaran konkret, seperti permen dan teknologi Scratch, meningkatkan minat dan pemahaman konsep. Sementara itu, debugging dan generalisasi melalui presentasi dan refleksi memperkuat pemahaman serta kemampuan siswa menerapkan konsep pada berbagai masalah. Peningkatan sebesar 28,75% dari survei awal hingga Siklus II mencerminkan adanya peningkatan kemampuan problem solving siswa. Hasil observasi aktivitas guru 77,27% menjadi 85,22% dan hasil observasi siswa dari 73,98% menjadi 83,33% menunjukkan bahwa guru dan siswa sudah menguasai 3 dari 5 indikator computational thinking sehingga dikatakan penelitian berhasil dan penelitian berhenti di siklus II.
Kata Kunci : Computational Thinking (CT), Kemampuan Problem Solving, Aljabar,
Sekolah Dasa
PENGARUH EFIKASI DIRI TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS V SD SE-GUGUS III KAPANEWON GODEAN KABUPATEN SLEMAN
Pendidikan sangat penting bagi manusia, dengan pendidikan mampu
menanamkan karakter mulia bagi siswa salah satunya kemandirian siswa
dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya
pengaruh efikasi diri terhadap kemandirian belajar siswa Sekolah Dasar
kelas V Se- Gugus III Kapanewon Godean Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain regresi yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Godean 1, Sekolah Dasar Negeri Godean 2, Sekolah Dasar Negeri Krajan, Sekolah Dasar Negeri Sentul, Sekolah Dasar Muhammadiyah Sangonan III, Sekolah Dasar Muhammadiyah Sangonan IV dengan sampel berjumlah 153 siswa yang
didapatkan dari teknik simple random sampling. Pengumpulan data pada
penelitian ini menggunakan skala likert dalam bentuk kuesioner. Teknik
analisis data dalam menguji hipotesis penelitian ini adalah dengan rumus
regresi linearitas sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara efikasi diri terhadap kemandirian belajar siswa
Sekolah Dasar kelas V Se-Gugus III Kapanewon Godean Kabupaten
Sleman. Pengaruh variabel bebas (efikasi diri siswa) terhadap variabel
tergantung (kemandirian belajar) adalah 43,9% dan nilai R adalah 0.663
yang berarti bahwa besarnya nilai korelasi/hubungan antara kedua variabel
tersebut adalah 0.663 yang tergolong kuat.
Kata Kunci: Efikasi Diri, Kemandirian Belajar, Sekolah Dasa
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPAS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI TURI 1 SLEMAN
Penelitian memiliki tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar pada mata
pelajaran IPAS melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games
Tournament) pada peserta didik kelas V SD Negeri Turi 1.
Peneliti menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain
penelitian berpedoman pada model Kemmis dan MC. Taggart yang terdiri dari
perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Teknik pengumpulan data
menggunakan observasi, skala, serta dokumentasi. Teknik analisis data ialah teknik
analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan subjek penelitian seluruh peserta
didik kelas V berjumlah 23 orang. Hasil penelitian pra siklus menunjukkan rata-rata persentase skala indikator motivasi belajar sebesar 66,42% pada kategori baik. Persentase skala mengalami peningkatan sebanyak 7,32% pada siklus I menjadi 71,28% pada kategori baik. Tindakan siklus belanjut hingga siklus II dengan peningkatan sebanyak 12,74% menjadi 80,36% pada kategori sangat baik dan telah memenuhi kriteria
keberhasilan, yakni lebih dari 75%. Sedangkan peserta didik yang memiliki
motivasi belajar dengan kategori sangat baik mencapai 18 orang pada siklus II dan
3 orang lainnya pada kategori baik.
Kata kunci: Motivasi Belajar, TGT, Pembelajaran IPA
ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI SD NEGERI JARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum
Merdeka Belajar di SD Negeri Jarakan. Aspek yang diteliti yaitu perencanaan
pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan pelaksanaan
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif.
Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Jarakan. Subjek dalam penelitian ini yaitu
SD Negeri Jarakan dengan narasumber kepala sekolah, pendidik dan tim
pengembang kurikulum. Teknik pengumpulan data diambil melalui observasi,
wawancara, dan studi dokumen. Data dianalisis dengan teknik analisis data Miles,
Huberman dan Saldana dengan tahapan kondensasi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan. Kemudian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber
dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka sudah terlaksana mulai dari aspek perencanaan kurikulum, perencanaan
pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran serta pelaksanaan
P5. Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Negeri Jarakan masih terdapat
beberapa kendala dan tantangan yang terjadi, sekolah juga sudah mengupayakan
beberapa solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Kata kunci: Analisis, Implementasi, Kurikulum Merdeka, Sekolah Dasa
Model Manajemen Green TVET Berbasis Energi Terbarukan.
Green Technical and Vocational Education Training (TVET) merupakan ide yang menggabungkan prinsip keberlanjutan dalam pendidikan vokasional maupun teknis, khususnya dalam bidang energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengungkap implementasi pengelolaan Green TVET di sekolah menengah kejuruan (SMK) saat ini, (2) mendeskripsikan program keahlian teknik energi terbarukan yang mampu menggerakan pengelolaan Green TVET di SMK, dan (3) menghasilkan model manajemen Green TVET di SMK yang berkelanjutan.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang menggunakan desain Borg and Gall dengan pendekatan sequential mixed. Penelitian dilaksanakan di SMK program keahlian teknik energi terbarukan di Provinsi Jawa Barat, dan melibatkan warga sekolah sebagai subjek penelitian serta industri dan lembaga pemerintah terkait. Pengumpulan data menggunakan angket dan melalui wawancara serta dokumentasi. Validitas instrumen penelitian menggunakan penilaian pakar ahli, validitas konstruk, dan reabilitas. Uji validitas item menunjukkan rata-rata nilai P-Value < 0,05 dan uji reliabilitas instrumen menunjukan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,978 - 0,988. Analisis data kuantitatif terdiri dari analisis deskriptif dengan SPSS dan analisis inferensial bertujuan untuk menganalisis model konstruk dengan SmartPLS3. Validitas data kualitatif diuji melalui triangulasi dan member check, dan data tersebut dianalisis tematik melalui kategorisasi dengan software Nvivo. Analisis data kelayakan model divalidasi expert melalui focus group discussion.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Penerapan Green TVET di SMK sudah berjalan dengan baik atas dukungan sekolah adiwiyata, tetapi belum sepenuhnya terintegrasi secara formal dengan teknologi energi. (2) Program keahlian teknik energi terbarukan membantu pengelolaan Green TVET di SMK, meningkatkan pengetahuan warga sekolah, mendorong mereka mengimplemen- tasikan praktik ramah lingkungan untuk peduli terhadap lingkungan, mengurangi dampak negatif, dan mengendalikan perubahan iklim secara berkelanjutan. (3) model pengelolaan lingkungan yang efektif melibatkan perencanaan strategis, pengelolaan sumber daya yang baik, program lingkungan yang konsisten, dan manajemen berkelanjutan, yang melibatkan kurikulum hijau, kampus, komunitas, budaya, dan penelitian, yang bertujuan untuk mendorong warga sekolah mengelo- la lingkungan mereka secara efektif dengan memanfaatkan potensi energi terbaru- kan
Tingkat Pengetahuan Peserta Didik Kelas V Tentang Kesegaran Jasmani di Sekolah Dasar Se-Gugus 2 Kapanewon Pleret Bantul Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat pengetahuan peserta didik kelas V tentang kesegaran jasmani di Sekolah Dasar seGugus 2 Kapanewon
Pleret Bantul Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V di Sekolah Dasar se-Gugus 2 Kapanewon Pleret Bantul Yogyakarta yang berjumlah 192 peserta didik. Teknik sampling menggunakan total sampling. Instrumen menggunakan tes pilihan Benar-Salah. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peserta didik kelas V tentang kesegaran jasmani di Sekolah Dasar se-Gugus 2 Kapanewon Pleret Bantul Yogyakarta berada pada kategori “rendah” sebesar 50,52% (97 peserta didik), “cukup” sebesar 38,54% (74 peserta didik), dan “tinggi” sebesar 10,94% (21 peserta didik)
Profil Kondisi Fisik Peserta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Hoki Universitas Negeri Yogyakarta Tahun 2024
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kondisi fisik peserta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Hoki UNY 2024.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei dengan teknik pengambilan data berupa tes dan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa UNY. Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengikuti UKM hoki UNY yang berjuumlah 20 mahasiswa dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan diambil dari Oce Wiriawan dalam buku yang berjudul Panduan Pelaksanaan Tes dan Pengukuran Olahragawan tahun 2017 untuk mengukur yaitu tes kekuatan genggaman tangan yaitu hand grip dynamometer, kecepatan yaitu lari 60 meter, kelincahan yaitu shuttle run test, daya tahan aerobik yaitu multistage fitness test, daya tahan otot lengan yaitu push up, daya tahan otot perut yaitu sit up, daya ledak tungkai yaitu standing broad jump, dan daya ledak lengan yaitu medicine ball. Analisis dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif yang dituangkan dalam persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kondisi fisik peserta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Hoki UNY dengan tes dan pengukuran persentase kondisi fisik sebagai berikut berada pada kategori “baik sekali” sebesar 0% (0 mahasiswa), kategori “baik” sebesar 40% (8 mahasiswa), kategori “sedang” sebesar 25% (5 mahasiswa), kategori “kurang” sebesar 30% (6 mahasiswa), kategori “kurang sekali” sebesar 5% (1 mahasiswa). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rata – rata profil kondisi fisik secara keseluruhan pada peserta UKM Hoki UNY berada dalam kategori “baik” dengan pertimbangan persentase terbanyak
IMPLEMENTASI UNIVERSAL DESIGN FOR LEARNING JENJANG TAMAN KANAK-KANAK INKLUSI DI KABUPATEN KUTAI TIMUR (Studi Kasus di TK YPPSB, TKN 2 Rantau Pulung, dan TKN 1 Sandaran)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Universal Design
For Learning Jenjang Taman Kanak-Kanak Inklusi di Kabupaten Kutai Timur
khususnya di TK YPPSB, TKN 2 Rantau Pulung, dan TKN 1 Sandaran,
mengingat pelaksanaan UDL masih perlu diterapkan sebagai upaya untuk
mendukung peningkatan pendidikan inklusif di jenjang TK. Perlunya diterapkan
karena masih banyak problema yang dihadapi pendidikan di Kabupaten Kutai
Timur seperti: Minimnya sumber daya pendukung penerapan Universal Design
for Learning (UDL) di TK, menyebabkan keterbatasan dalam penyediaan fasilitas
serta Ketiadaan evaluasi terstandar untuk implementasi Universal Design for
Learning (UDL), sehingga efektivitas penerapan UDL dalam mendukung
pembelajaran inklusif sulit diukur dan diperbaiki secara sistematis.
Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif, sumber data yang digunakan
yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, narasumber penelitian terdiri dari
kepala sekolah TK YPPSB, TKN 2 Rantau Pulung, dan TKN 1 Sandaran serta
mading-masing guru dari TK YPPSB, TKN 2 Rantau Pulung, dan TKN 1
Sandaran. Fokus penelitian yang digunakan dalam mendukung implementasi
kebijakan yaitu: komunikasi, sumber daya, sikap atau disposisi pelaksana serta
struktur berokrasi. Teknik analisis yang digunakan adalah model interaktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Universal Design for
Learning Jenjang Taman Kanak-Kanak Inklusi di Kabupaten Kutai Timur dilihat
dari aspek komunikasi setiap sekolah sudah menerapkannya dengan baik, selain
metode yang berbeda juga melibatkan pihak eksternal seperti orang tua dan
masyarakat dalam mendukung pelaksanaan UDL. Aspek sumber daya belum
maksimal mengingat dalam pelaksanaanya belum memadai, masih banyak sumber
daya yang belum mendukung, baik itu sapras, SDM maupun sumer daya
anggaran. Mengenai aspek disposisi semuanya sudah berjalan, pelaksana UDL
dalam pendidikan inklusi terutama dinas pendidikan memberikan dukungan
dengan menerapkan kebijakan, memotivasi pendidik dan sebagainya. Adapun
aspek struktur birokrasi dimana peran birokrasi dalam memberikan dukungan
pendidikan inklusi belum kamsimal. Mengenai faktor yang mendukung
implementasi UDL meliputi: 1) adanya keberagaman karakteristik peserta didik;
2) kesiapan guru untuk melakukan inovasi serta; 3) dukungan dari kepala sekolah;
dan 4) UDL bersifat fleksibel. Adapun faktor penghambatnya yaitu: 1) kurangnya
pemahaman guru mengenai UDL; 2) fasilitas pembelajaran yang belum memadai;
dan 3) guru belum memiliki keahlian mumpuni dalam menerapkan Universal
Design For Learning (UDL) pada peserta didik
Tingkat Kepuasan Penggunaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani Peserta Didik Kelas IV, V, VI SD Negeri Kruwisan Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui kepuasan peserta didik terhadap sarana dan prasarana pendidikan jasmani di SD Negeri Kruwisan Kabupaten Temanggung; (2) Mengetahui kondisi sarana prasarana dan status kepemilikan sarana dan prasarana.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode survei dengan instrumen yang terdapat indikator faktor kepuasan antara lain berwujud, empati, jaminan, daya tanggap, dan keandalan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket. Responden dalam penelitian ini adalah peserta SD Negeri Kruwisan yang berjumlah 83 peserta didik yang terdiri dari 25 peserta didik kelas IV, 27 peserta didik kelas V, dan 31 peserta didik kelas VI Kabupaten Temanggung. Hasil data penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif lalu dituangkan ke dalam bentuk persentase.
Hasil survei tingkat kepuasan penggunaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani peserta didik kelas IV, V, VI SD Negeri Kruwisan Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung dengan kategori “sangat rendah” terdapat 4 peserta didik (5%), kategori “rendah” terdapat 26 peserta didik (31%), kategori “sedang” terdapat 31 peserta didik (37%), kategori “tinggi” terdapat 16 peserta didik (19%), dan dengan kategori “sangat tinggi” terdapat 6 peserta didik (7%). Penilaian presentasi tertinggi mengenai penelitian ini terdapat pada kategori sedang dengan jumlah 31 peserta didik dan persentase 38%
Pemetaan Kebutuhan Kompetensi Industri Fesyen dan Relevansinya dengan Kompetensi Mahasiswa D4 Tata Busana UNY.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) kompetensi yang
dibutuhkan industri fesyen, (2) kompetensi yang dimiliki mahasiswa D4 Tata
Busana, dan (3) tingkat relevansi kompetensi yang dibutuhkan industri fesyen
dengan yang dimiliki mahasiswa D4 Tata Busana.
Penelitian ini merupakan penelitian mixed methods dengan desain penelitian
Sequential Explanatory Mixed Methods. Penelitian dilakukan di Industri Fesyen
skala besar dan menengah di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Subjek
penelitian adalah kepala bagian/divisi kerja maupun pemiliki perusahaan dan
mahasiswa dan Alumni D4 Tata Busana Universitas Negeri Yogyakarta.
Pengumpulan data kuantitatif dilakukan menggunakan angket dan dokumentasi
sementara pengumpulan data kualitatif dilakukan menggunakan wawancara.
Pembuktian validitas instrumen menggunakan analisis faktor Explanatory Factor
Analysis, dengan pembuktian reliabilitas menggunakan Cornbach’s Alpha,
sedangkan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan coding tematik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat 133 butir kompetensi
yang dibutuhkan industri fesyen yang terbagi dalam 14 sub kompetensi dan 6 butir
kompetensi tambahan yang tersebar di 6 sub kompetensi, (2) terdapat 136 butir
kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa D4 Tata Busana terbagi dalam 14 sub
kompetensi dan terdapat 9 butir kompetensi tambahan yang tersebar di 4 sub
kompetensi, dan (3) tingkat relevansi secara keseluruhan bidang keahlian sebesar
98% yang termasuk dalam kategori sangat relevan, yaitu dengan rincian relevansi
pada sub kompetensi sikap sebesar 100%, sub kompetensi pengetahuan sebesar
82%, sub kompetensi keterampilan umum sebesar 100%, sub kompetensi
Production Manager sebesar 100%, sub kompetensi QC Manager sebesar 100%,
sub kompetensi Warehouse Manager sebesar 100%, sub kompetensi Merchandise
sebesar 100%, sub kompetensi Development Manager sebesar 100%, sub
kompetensi PPIC Manager sebesar 100%, sub kompetensi IE Manager sebesar
100%, sub kompetensi Purchasing Manager sebesar 83%, sub kompetensi Junior
Fashion Designer sebesar 100%, sub kompetensi Junior Pattern Maker sebesar
100%, sub kompetensi Junior Pattern Maker sebesar 100