63894 research outputs found
Sort by
Pengembangan Instrumen Pengukuran Karakter Profil Pelajar Pancasila Siswa SMK Berdasar Ajaran Tamansiswa.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan tahap-tahap prosedur
pengembangan instrumen pengukuran karakter Profil Pelajar Pancasila siswa
SMK pada mata pelajaran matematika berdasarkan Ajaran Tamansiswa, (2)
mendeskripsikan konstruk instrumen instrumen pengukuran karakter Profil
Pelajar Pancasila siswa SMK pada mata pelajaran matematika berdasarkan Ajaran
Tamansiswa, (3) menguji kualitas instrumen pengukuran karakter Profil Pelajar
Pancasila siswa SMK pada mata pelajaran matematika berdasarkan Ajaran
Tamansiswa, dan (4) mengukur dan mendeskripsikan karakter Profil Pelajar
Pancasila siswa SMK pada mata pelajaran matematika berdasarkan Ajaran
Tamansiswa.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Uji validitas isi
dilakukan dengan indeks V Aiken, sedangkan reliabilitas diukur menggunakan
Cronbach Alpha dan Omega. Validitas konstruk dinilai melalui analisis faktor
konfirmatori. Analisis item melibatkan model IRT: analisis dikotomi 1PL untuk
aspek kognitif serta model GRM untuk aspek afektif dan psikomotorik.
Responden uji coba sebanyak 223 siswa kelas XI SMK di Kota Yogyakarta, dan
implementasi dilakukan pada 700 siswa dari enam SMK di Kota Yogyakarta.
Hasil penelitian yaitu (1) prosedur pengembangan instrumen NYAMANHATI meliputi Normalkan Konsep (Studi literatur & observasi), Yakinkan Desain
(Penyusunan instrumen), Ahli Validasi (Uji pakar & FGD), Manfaatkan Data (Uji
coba lapangan), Analisis Mendalam (Butir instrumen), Nilai Hasil (Pengukuran &
interpretasi), Hasil Akhir (Buku panduan); (2) instrumen tersebut dikonstruksi
berdasarkan enam dimensi utama: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa serta berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong,
mandiri, bernalar kritis, dan kreatif, sesuai indikator Ajaran Tamansiswa.
Instrumen tersebut terdiri atas kognitif (tes pilihan ganda sebanyak 22 butir soal),
afektif (angket berisi 21 butir pernyataan), psikomotorik (angket berisi 17 butir
pernyataan). (3) kualitas instrumen yang dihasilkan sangat baik, dengan validitas
isi (Aiken’s V = 0,983), reliabilitas (Cronbach Alpha = 0,883; Omega = 0,887).
(4) hasil pengukuran karakter Pelajar Pancasila menunjukkan bahwa 47,43%
responden berada dalam kategori membudaya, 7,29% berada dalam kategori
berkembang, 4,86% responden termasuk dalam kategori mulai berkembang, dan
40,43% berada dalam kategori memerlukan bimbingan
Prediksi Capaian Kelulusan Mahasiswa Jenjang Sarjana Universitas di Yogyakarta Menggunakan Machine Learning.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap (1) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi masa studi mahasiswa dalam menempuh jenjang sarjana, (2) perbandingan hasil prediksi capaian kelulusan mahasiswa jenjang sarjana menggunakan algoritma Decision Tree dan Random Forest pada variabel dependen kategorik, (3) perbandingan hasil prediksi capaian kelulusan mahasiswa jenjang sarjana menggunakan algoritma Decision Tree dan Random Forest pada variabel dependen numerik, dan (4) perbandingan penggunaan variabel dependen kategorik dan numerik untuk memprediksi kelulusan menggunakan algoritma Decision Tree dan Random Forest.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif prediktif. Analisis pada penelitian ini menggunakan Machine Learning dengan berbantuan software RStudio. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data registrasi 19.061 mahasiswa salah satu universitas besar di Yogyakarta tahun 2013-2019. Penelitian ini memanfaatkan algoritma Decision Tree dan Random Forest untuk memprediksi capaian kelulusan mahasiswa, dengan membandingkan kinerja kedua algoritma berdasarkan metrik evaluasi dan rasio pembagian data.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Fakultas, jalur masuk, jenis kelamin, dan status non-Bidikmisi secara signifikan memengaruhi kelulusan tepat waktu mahasiswa jenjang sarjana. Faktor sosial-ekonomi, termasuk pendidikan ayah dan jumlah SKS yang diambil, juga berkontribusi terhadap waktu kelulusan. (2) Dalam analisis prediksi menggunakan algoritma, Random Forest terbukti memiliki akurasi lebih tinggi dibandingkan Decision Tree pada variabel dependen kategorik, terutama pada rasio pembagian data terbaik 75:25. (3) Untuk variabel dependen numerik, algoritma Random Forest lebih unggul daripada Decision Tree, khususnya pada rasio terbaiknya yakni 80:20. (4) Namun, perbandingan antara variabel dependen kategorik dan numerik sulit dilakukan karena keduanya menggunakan metrik berbeda, di mana variabel kategorik memerlukan algoritma klasifikasi, sedangkan variabel numerik menggunakan teknik regresi
Konstruksi Budaya Industri Manufaktur di SMK Berbasis Teaching Factory.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan secara mendalam dan komprehensif konstruksi budaya industri manufaktur di SMK Berbasis TEFA melalui (1) pola pembentukan budaya industri manufaktur, (2) proses internalisasi budaya industri manufaktur, dan (3) konstruksi teoritis budaya industri manufaktur di SMK Berbasis TEFA. Dengan penelitian ini diharapkan diperoleh data bagaimana bentuk pola, proses internalisasi dan konstruksi teoritis budaya industri manufaktur pada SMK yang terbukti berhasil membangun budaya industri manufaktur melalui penyelenggaraan TEFA yang berkelanjutan.
Metode penelitian ini menggunakan penelitian studi multi kasus yang dilaksanakan di Surakarta, Jawa Tengah. Sumber informasi meliputi kepala sekolah, direktur/koordinator TEFA, guru produktif dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu analisis interaktif yang dilanjutkan analisis lintas kasus.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pola budaya industri manufaktur di SMK berbasis TEFA mencakup empat komponen utama: model manajemen, keputusan strategis, dukungan keberlanjutan finansial, dan sistem pembelajaran partisipatif, dengan kepemimpinan sekolah sebagai pusat penggerak, (2) Proses internalisasi budaya industri berjalan melalui empat tahap: strategi, sasaran, pembentukan karakter dan keterampilan, serta hasil akhir berupa sikap dan pola pikir industrial, yang ditentukan oleh kepemimpinan dan manajemen strategis sekolah, dan (3) Konstruksi budaya industri di SMK berbasis TEFA merupakan transformasi budaya sekolah melalui kepemimpinan transformasional, manajemen berkelanjutan, kolaborasi strategis industri, dan integrasi sistem produksi dalam pembelajaran hingga membentuk identitas budaya industri sekolah
Model Penilaian Kemampuan Kognitif Inkuiri Saintifik Siswa SMP Menggunakan Testlet Two Tier Terintegrasi Aplikasi Digital.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan desain model penilaian Scientific Inquiry Cognitive Testlet Two Tier (SIC-T2T) terintegrasi aplikasi digital, (2) menguji kualitas intrumen penilaian SIC-T2T menggunakan teori respon butir, dan (3) memotret hasil pengukuran kemampuan inkuiri saintifik siswa SMP dengan menggunakan model penilaian SIC-T2T.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan mengembangkan model penilaian kemampuan inkuiri saintifik siswa SMP menggunakan testlet two tier terintegrasi aplikasi digital, yaitu SIC-T2T. Pengembangan model mengikuti tahapan ADDIE yang dimodifikasi dengan pendekatan Four Building Blocks, meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah dengan melibatkan 1017 siswa kelas IX SMP pada uji coba terbatas dan 2128 siswa pada uji implementasi. Instrumen berupa tes pilihan ganda bertingkat (36 butir testlet) yang mengukur enam indikator inkuiri saintifik: identifikasi masalah, perumusan pertanyaan, hipotesis, eksperimen, analisis data, dan kesimpulan. Validitas isi dianalisis menggunakan Aiken’s V (instrumen: 0,903; aplikasi: 0,917), sedangkan validitas konstruk dianalisis dengan Item Response Theory Model Bifactor GRM. Sebanyak 32 butir testlet dinyatakan valid (RMSEA = 0,032; CFI = 0,939; TLI = 0,931) dengan reliabilitas 0,803.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model penilaian SIC-T2T terintegrasi aplikasi digital yang memenuhi karakteristik meliputi tujuan model, komponen perangkat penilaian, dan panduan pelaksanaan penilaian; (2) kualitas instrumen model penilaian SIC-T2T terbukti valid, reliabel serta memiliki kriteria karakteristik butir yang baik; (3) potret hasil pengukuran memperlihatkan ragam kemampuan inkuiri saintifik dalam 4 level kategori yaitu berkembang, layak, cakap dan mahir. Pada level general terindikasi rerata capaian kemampuan kognitif inkuiri saintifik berada pada level Berkembang sebesar 45,7%, sementara hanya 11,6% siswa yang mencapai level Mahir. Pada level spesifik, kemampuan mengkonstruk hipotesis memiliki nilai rata-rata tertinggi (M= 50,25) sedangkan aspek merancang pertanyaan memiliki nilai rata-rata terendah (M= 43,33)
Tes Bioliterasi Berkonteks Sustainable Development Goals untuk Penentuan Capaian Bioliterasi dengan Model GDINA Hierarki Struktur Linier.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan karakter butir dan kualitas instrumen yang dikembangkan untuk mengukur tingkat bioliterasi mahasiswa calon guru biologi dalam konteks SDGs, (2) mendeskripsikan capaian tingkat bioliterasi mahasiswa calon guru biologi dalam konteks SDGs berdasarkan hasil penelitian kuantitatif menggunakan model analisis Generalized Deterministic Inputs, Noisy and Gate (GDINA), dan (3) memaparkan temuan mengenai capaian mahasiswa calon guru biologi pada tingkat bioliterasi tertinggi dan terendah yang diperoleh melalui tahap penelitian kualitatif.
Metode penelitian menggunakan desain penelitian campuran sekuensial eksplanatori pada mahasiswa calon guru biologi yang setidaknya telah menempuh lima semester di program studi pendidikan biologi. Tempat penelitian dilakukan pada tiga universitas yang masing-masing berada di Indonesia bagian timur, tengah, dan barat. Data kuantitatif yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah nilai tes kemampuan bioliterasi yang dianalisis menggunakan model GDINA. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan metode semi terstruktur dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik berbantuan perangkat lunak Atlas.Ti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tes bioliterasi berkonteks SDGs yang dikembangkan telah divalidasi oleh ahli dan memiliki butir soal yang valid, reliabel, serta fit dengan Model Rasch, (2) hanya 16% peserta mencapai batas nilai minimal pada tingkat multidimensional, dengan rata-rata penguasaan keterampilan tingkat tersebut sebesar 10,93%, serta pola atribusi lengkap hanya ditunjukkan oleh 10,90% peserta, (3) mahasiswa dengan bioliterasi tinggi mampu memahami teks panjang, memiliki pengetahuan SDGs, kesadaran diri, dan strategi belajar. Sebaliknya, peserta dengan tingkat bioliterasi rendah kesulitan memahami teks, minim pengetahuan tentang SDGs, dan kurang kesadaran tentang kemampuan literasi biologi
Nilai-Nilai Karakter Kepemimpinan Abdur Rozaq Fachruddin Dalam Perspektif Pendidikan: Sebuah Studi Historis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap (1) nilai-nilai karakter kepemimpinan Abdur Rozaq Fachruddin (Pak AR),(2) nilai-nilai kepemimpinan Pak AR ditinjau dalam perspektif pendidikan., (3) latar belakang kehidupan,pendidikan, Sosial Budaya Pak AR, (4) karya dan Pemikiran Pak AR (5) karir dan Pengabdian Pak AR.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-historis. Objek yang diteliti yakni jejak- jejak historis Abdur Rozaq Fachruddin atau Pak AR yang berisi informasi tentang kehidupan, karya dan pemikiran, karir dan pengabdian Abdur Rozaq Fachruddin atau Pakar. Tahap pertama pengumpulan data, tahap kedua adalah tahap verifikasi, tahap ketiga adalah tahap interpretasi dan terakhir tahap historiografi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan multidimensional dengan pendidikan sebagai salah satu pendekatan.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Nilai-nilai Karakter Kepemimpinan Abdur Rozaq Fachruddin atau Pak AR meliputi Religius, Ikhlas, Jujur, Entengan, zuhud, sederhana, demokratis, komunikatif, peduli dan empati, melayani dan mengayomi, responsif, bertanggung jawab, berani, loyal dan komitmen, amanah, mendahulukan orang lain, lemah lembut, kreatif, nasionalisme. (2) Nilai-nilai Karakter kepemimpinan Pak AR dalam perspektif Pendidikan dapat dilihat dari dua sisi. Pertama adalah sosok Pak AR dapat dijadikan teladan dalam kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Kedua, nilai-nilai karakter kepemimpinan Pak AR dapat dijadikan tambahan materi pelajaran untuk sekolah,keluarga dan masyarakat dalam hal ini dapat menjadikan nilai karakter kepemimpinan Abdur Rozaq Fachruddin sebagai tambahan materi nilai kepada anak- anak ataupun dapat digunakan oleh masyarakat umum sebagai inspirasi nilai karakter. (3) Abdur Rozaq Fachruddin lahir di clangap, Purwanggan, Pakualaman Yogyakarta. Abdur Rozaq Fachruddin lahir dari keluarga Kiai dan ulama. Abdur Rozaq Fachruddin adalah putra dari Kyai Fachruddin Imam Puro Pakualaman. Abdur Rozaq Fachruddin sekolah di sekolah Muhammadiyah dan Pondok Pesantren Wonokromo. Abdur Rozaq Fachruddin hidup dalam lingkungan budaya Jawa dan Islam yang kental. Budaya Jawa didapat karena memang berasal dari Jawa dan budaya Islami didapatkan dari lingkungan keluarga, sekolah dan tempat tempat tinggal yakni di Kauman Yogyakarta. (4) Abdur Rozaq Fachruddin memiliki beberapa karya dan pemikiran yang lebih banyak fokus pada masalah aqidah, ibadah, dan muamalah, serta kemuhammadiyahan. Salah satu karyanya adalah mengenal dan menjadi Muhammadiyah, yang berisi pedoman untuk warga Muhammadiyah. Salah satu pemikirannya adalah tentang politik helm terkait Pancasila (5) Abdur Rozaq Fachruddin mengabdikan dirinya untuk Muhammadiyah dari bawah, mulai dari ranting, cabang hingga sampai pucuk pimpinan Muhammadiyah. Abdur Rozaq Fachruddin memimpin Muhammadiyah selama 22 tahun. Abdur Rozaq Fachruddin juga menjadi Mubaligh Muhammadiyah. Selain di Muhammadiyah Abdur Rozaq Fachruddin juga mengabdikan dirinya sebagai pegawai departemen agama, yakni bermula sebagai penghulu hingga pensiun sebagai kepala kantor departmen agama Yogyakarta
Manajemen Mutu Terpadu di SMAS Muhammadiyah Boarding School Sleman dan SMAS IT Abu Bakar Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi manajemen mutu terpadu SMAS
Muhammadiyah Boarding School Sleman dan SMAS IT Abu Bakar Yogyakarta,
menelaah pembentukan mutu SMAS Muhammadiyah Boarding School Sleman dan
SMAS IT Abu Bakar Yogyakarta, menemukan budaya mutu SMAS Muhammadiyah
Boarding School Sleman dan SMAS IT Abu Bakar Yogyakarta, mengidentifikasi
faktor-faktor yang mempengaruhi mutu SMAS Muhammadiyah Boarding School
Sleman dan SMAS IT Abu Bakar Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus.
Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara,
observasi dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri.
Data penelitian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan
Saldaña (2014) melalui kegiatan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data,
serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian sebagai berikut: (1) mutu SMAS MBS Sleman dan SMAS IT
ABY berdasarkan karakteristik sekolah bermutu terpadu yaitu: (a) fokus pada
pelanggan; (b) keterlibatan total; (c) pengukuran; (d) komitmen; (e) perbaikan terus-
menerus. (2) pembentukan mutu sekolah berbasis boarding yaitu berdasarkan mutu
input, mutu proses, dan mutu output; (3) budaya mutu di sekolah berbasis boarding
berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa budaya mutu
dibangun berdasarkan prinsip otonomi, partisipasi, transparansi dan akuntabilitas; (4)
faktor pendukung mutu yaitu adanya struktur organisasi yang terpadu dan pengadaan
SOP yang lengkap, adapun faktor penghambat mutu adalah karena padatnya jadwal
kegiatan serta keterbatasan lahan. Adapun saran yang bisa direkomendasikan adalah
sekolah sebaiknya melakukan peningkatan efektifitas pelatihan internal, sekolah
sebaiknya memperhatikan konsistensi dalam evaluasi dan perbaikan berkelanjutan
serta melakukan penyempurnaan SOP dan penjaminan mutu
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR DAN RASA PERCAYA DIRI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DI KELAS V SD MUHAMMADIYAH PAKEL PROGRAM PLUS YOGYAKARTA
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan belajar dan rasa
percaya diri siswa pada pembelajaran tematik melalui model pembelajaran
kooperatif tipe Think Pair Share di kelas V SD Muhammadiyah Pakel Program
Plus tahun pelajaran 2022/2023. jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain PTK yang digunakan adalah desain Kemmis dan Mc Taggart. Subjek penelitian adaah siswa kelas V SD Muhammadiyah Pakel Program Plus yang berjumlah 36 siswa. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus melalui empat tahap yaitu:
perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian
ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan
adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan keaktifan belajar dan rasa percaya diri siswa di kelas V SD Muhammadiyah Pakel Program Plus setelah diterapkannya pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Dengan demikian, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada kegiatan pembelajaran bisa dijadikan opsi dalam upaya guru untuk meningkatkan keaktifan belajar dan rasa percaya diri
siswa.
Kata Kunci: Keaktifan Belajar, Rasa Percaya Diri, Think Pair Shar
Tingkat Kemampuan Biomotorik dan Keterampilan Bermain Futsal Peserta Ekstrakurikuler di SMP Negeri 4 Wates
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan biomotorik dan keterampilan bermain futsal pada peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMP Negeri 4 Wates.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMP Negeri 4 Wates. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 20 peserta didik yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Instrumen penelitian meliputi Barrow Motor Ability Test untuk
mengukur kemampuan biomotorik dan Games Performance Assessment Instrument (GPAI) untuk menilai keterampilan bermain futsal. Validitas instrument kemampuan biomotorik meliputi 1). Standing Board Jump 0,774 dan Rehabilitas 0,643 2). Softball Throw 0,811 dan Rehabilitas 0,626 3). Zigzag Run 0,558 dan Rehabilitas 0,729 4). Wall Pass 0,460 dan Rehabilitas 0,760 5). Medicine Ball Put 0,761 dan Rehabilitas 0,649 6) Lari 60 Yard Dash 0,557 dan Rehabilitas 0,729. Validitas instrumen keterampilan bermain futsal meliputi 1). Home Base 0,5 2). Adjust 0,6 3). Decision Making 0,6 4). Skill Execution 0,6 5). Support 0,6 6). Cover 0,4 7). Guard Of Mark 0,5. Sedangkan untuk Rehabilitasnya adalah 0,68. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik deskriptif menggunakan persentase untuk menginterpretasikan tingkat kemampuan biomotorik dan keterampilan bermain futsal para peserta didik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tes Barrow Motor Ability Test, nilai rata-rata (mean) peserta adalah 50, dengan distribusi sebagai berikut: 2 peserta didik (10%) tergolong sangat tinggi, 4 peserta didik (20%) tergolong tinggi, 9 peserta didik (45%) tergolong sedang, 4 peserta didik (20%) tergolong rendah, dan 1 peserta didik (5%) tergolong sangat rendah. Pada tes GPAI, hasil menunjukkan bahwa 2 peserta didik (10%) berada dalam kategori kurang sekali, 5 peserta didik (25%) dalam kategori kurang, 5 peserta didik (25%) dalam kategori cukup, dan 8 peserta didik (40%) dalam kategori
baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan biomotorik peserta didik berada di kategori sedang, sementara pada keterampilan bermain futsal peserta didik berada di kategori baik
Studi Eksplorasi Dampak Lingkungan Teman Sebaya dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar PJOK Peserta Didik Kelas XII SMA Negeri 1 Ngluwar Tahun Ajaran 2024/2025
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) dampak lingkungan teman sebaya terhadap hasil belajar PJOK peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Ngluwar Tahun Ajaran 2024/2025, (2) dampak motivasi belajar terhadap hasil belajar PJOK peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Ngluwar Tahun Ajaran 2024/2025.
Jenis penelitian ini yaitu deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik SMA Negeri 1 Ngluwar. Sampel penelitian menggunakan teknik proportional random sampling berjumlah 152 peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Ngluwar. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner/angket. Analisis data uji validitas menggunakan korelasi Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Lingkungan teman sebaya berdampak positif dan signifikan terhadap hasil belajar PJOK peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Ngluwar Tahun Ajaran 2024/2025, dengan persamaan regresi Y = 37,697 + 0,599 X1 menunjukkan pengaruh signifikan. Lingkungan teman sebaya di kelas XII SMA Negeri Ngluwar berada pada kategori tinggi sebesar 45,39%, ketegori sedang sebesar 44,74%, dan kategori rendah sebesar 9,87%. (2) Motivasi belajar berdampak positif dan signifikan terhadap hasil belajar PJOK peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Ngluwar Tahun Ajaran 2024/2025, dengan persamaan regresi Y = 22,832 + 0,788 X2 menunjukkan pengaruh signifikan. Motivasi belajar di kelas XII SMA Negeri Ngluwar berada pada kategori tinggi sebesar 61,84%, kategori sedang sebesar 34,21%, dan kategori rendah sebesar 3,95%. Dengan
demikian dampak lingkungan teman sebaya dan motivasi belajar terhadap hasil belajar PJOK peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Ngluwar Tahun Ajaran 2024/2025 termasuk ke dalam kategori tinggi