Sebelas Maret University

Sebelas Maret Institutional Repository
Not a member yet
    40799 research outputs found

    PENGARUH KONTRIBUSI GAJI, INSENTIF DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN RUANG OPERASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH IBNU SINA GRESIK

    Full text link
    ABSTRAK Diaz Yudiono. D0111028. Pengaruh Kontribusi Gaji, Insentif dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja karyawan Ruang Operasi RSUD Ibnu Sina Gresik. Skripsi. Program Studi Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. 2018. Rumah Sakit Umum Daerah Ibnu Sina Kabupaten Gresik adalah rumah sakit umum milik Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik. Sebagai rumah sakit umum type C milik pemerintah daerah, maka melalui Peraturan Daerah Kabupaten Gresik No. 10 tahun 1993, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Gresik ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Kabupaten Gresik dan sekitarnya. Untuk menjadi salah satu rumah sakit rujukan maka diperlukan karyawan yang profesional. Maka dari itu penulis berusaha mengkaji kualitas karyawan dengan basis pengaruh gaji, insentif lingkungan kerja serta kepuasan karyawan.Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Purposive Sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. peneliti akan memperoleh data dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan menguasai terhadap permasalahan yang sedang diteliti. Penelitian ini berfokus di ruang operasi RSUD Ibnu Sina Gresik. Teknik Pengumpulan Data menggunakan angket, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kontribusi gaji (X1) hasil t hitung sebesar 3,034 > t tabel sebesar 2,056 dan nilai signifikan sebesar 0,005 > 0,05, maka dinyatakan bahwa kontribusi gaji berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, variabel insentif (X2) hasil t hitung sebesar 2,999 > t tabel sebesar 2,056 dan nilai signifikan sebesar 0,006 > 0,05, maka dinyatakan bahwa insentif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, variabel lingkungan kerja (X3) hasil t hitung sebesar 3,865 > t tabel sebesar 2,056 dan nilai signifikan sebesar 0,001 > 0,05, maka dinyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Kata Kunci : Gaji, insentif, kepuasan kerja   ABSTRACT Diaz Yudiono. D0111028. The Effect of Salary Contribution, Incentive and Work Environment on Job Satisfaction of Operation Staff of Ibnu Sina Gresik Public Hospital. Essay. State Administration Science Program. Faculty of Social Science and Political Science. Sebelas Maret University. Surakarta. 2018. The General Hospital of Ibnu Sina Region of Gresik Regency is a public hospital owned by the Regional Government of Gresik Regency. As a public hospital type C belonging to the local government, then through the Regional Regulation of Gresik Regency no. 10 of 1993, the Regional General Hospital (RSUD) of Gresik Regency was designated as a referral hospital in the Regency of Gresik and surrounding. To become one of the referral hospitals then needed professional employees. Therefore, the author tries to assess the quality of employees with the base of the influence of salary, incentives work environment and employee satisfaction. In this study, sampling technique used is Purposive Sampling. Purposive Sampling is a technique of determining the sample with certain considerations. researchers will obtain data from sources that can be trusted and mastered the problem under investigation. This research focuses on operation room of RSUD Ibnu Sina Gresik. Data Collection Technique uses questionnaire, documentation and observation. The results showed that the variable of salary contribution (X1) t count equal to 3,034> t table equal to 2,056 and significant value equal to 0,005> 0,05, it is stated that contribution of salary have positive and significant effect to job satisfaction, incentive variable (X2) result of t calculate equal to 2,999> t table equal to 2,056 and significant value equal to 0,006> 0,05, it is stated that incentive have positive and significant effect to job satisfaction, work environment variable (X3) result t count equal to 3,865> t table equal to 2,056 and significant value equal to 0.001> 0,05, it is stated that the work environment has a positive and significant impact on job satisfaction. Keywords: Salary, incentive, job satisfactio

    SISTEM INFORMASI PENGARSIPAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR DI DINAS PARIWISATA, PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPAYEN MADIUN

    Full text link
    Dinas Pariwisata, Pemuda Dan Olahraga merupakan instansi pemerintah di Kabupaten Madiun.. Pada saat ini proses pengarsipan surat masih menggunakan pengolahan dokumen yang masih bersifat manual, sehingga pengolahan data dan proses pengarsipan surat masuk dan surat keluar masih belum memadai, karena dapat menurunkan keefisiensan dan keefektifan kerja. Sehingga berdampak pada proses pengisian data arsip surat masih lama karena dilakukan dengan proses manual. Oleh karena itu, diperlukan suatu perubahan dengan proses komputerisasi yang berbasis database untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada pada proses manual. Proses komputerisasi di instansi ini menjadi sangat penting untuk mempercepat proses pengolahan data, menghasilkan informasi yang akurat. Hasil penelitian ini adalah terciptannya sistem pengarsipan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Pariwisata, Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Madiun yang telah dibuat dapat mengubah sistem kerja yang semula masih manual menjadi terkomputerisasi dan terintegrasi satu dengan lainnya sehingga untuk melakukan pengarsipan surat dapat langsung dilakukan secara terkomputerisasi. Kata kunci : Sistem Informasi, Pengarsipan Surat Masuk Dan Surat Keluar di Dinas Pariwisata, Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Madiun

    KUALITAS SPERMATOZOA CAUDA EPIDIDIMIS KAMBING KACANG PADA BERBAGAI LEVEL LAKTOSA DALAM PENGENCER TRIS KUNING TELUR YANG DIPRESERVASI PADA SUHU 3-5°C

    Full text link
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas penambahan laktosa dalam pengencer Tris kuning telur terhadap kualitas spermatozoa epididimis yang dipreservasi pada suhu 3-5˚C. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret s/d September 2017 di Laboratorium Produksi Ternak, Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Sebanyak 15 buah cauda epididimis kambing Kacang digunakan sebagai sumber materi penelitian. Spermatozoa epididimis dikoleksi dengan metode kombinasi penyayatan, pembilasan dan penekanan cauda epididimis dengan larutan NaCl fisiologis (0,9% NaCl). Spermatozoa epididimis hasil koleksi dibagi kedalam empat falcon tube dan masing-masing diencerkan pengencer Tris kuning telur + 0 mM laktosa, pengencer Tris kuning telur + 15 mM laktosa, pengencer Tris kuning telur + 30 mM dan pengencer Tris kuning telur + 45 mM laktosa. Spermatozoa yang telah diencerkan kemudian disimpan dalam lemari es pada suhu 3-5˚C selama 72 jam. Kualitas spermatozoa epididimis yang dievaluasi meliputi persentase motilitas (% MOT), persentase spermatozoa hidup (% H), persentase abormalitas (% ABNO) dan persentase membran plasma utuh (% MPU). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan acak kelompok (RAK) dan data kualitas spermatozoa epididimis yang diperoleh dianalisis dengan analysis of variance (Anova), apabila terdapat beda nyata (p0,05) pada penambahan beberapa level laktosa (0 mM, 15 mM, 30 mM dan 45 mM) dalam pengencer tris kuning telur selama penyimpanan 0 s/d 72 jam terhadap (% MOT), (% H), (% ABNO) dan (% MPU). Simpulan penelitian ini yaitu penambahan beberapa level laktosa dalam pengencer tris kuning telur tidak memberikan pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap kualitas spermatozoa cauda epididimis kambing kacang selama masa penyimpanan suhu 3-5 °C. Kata kunci: spermatozoa epididimis, laktosa, preservasi, kualitas spermatozo

    Penentuan Tingkat Persediaan Suku Cadang Optimal pada Gudang Bertingkat PT. GMF Aeroasia dengan Mempertimbangkan Kebijakan Lateral Transshipment

    Full text link
    PT GMF Aeroasia Tbk. merupakan perusahaan MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) terbesar di Indonesia. Untuk melayani permintaan suku cadang pesawat yang sangat kompleks, perusahaan menyimpan produknya melalui mekanisme gudang bertingkat. Gudang bertingkat secara efektif mampu mendekatkan produk ke konsumen akhir jika memiliki kebijakan penyimpanan yang tepat. Saat ini perusahaan dihadapkan dengan resiko stok-out yang tinggi karena tingginya permintaan dan terbatasnya kapasitas gudang. Penelitian ini mengusulkan kebijakan lateral transshipment pada gudang bertingkat PT GMF Aeroasia. Lateral transshipment memungkinkan antar gudang pada level yang sama saling berbagi kapasitas gudang sehingga tidak bergantung ke gudang utama ketika terjadi stokout. Kebijakan ini diterapkan pada 4 local plant internal di kawasan Bandara Internasional Soekarno Hatta dan 40 suku cadang menggunakan linear programing dengan variabel keputusan; kuantitas pemesanan produk ke vendor, jumlah pengiriman dari gudang utama ke local plant dalam 1 siklus pemesanan, waktu siklus pemesanan, jumlah produk yang dikirimkan ke setiap local plant, reorder point, dan jumlah produk yang dikirim antar local plant (transshipment). Penelitian ini menghasilkan luaran penurunan biaya persediaan sebesar 32%, dari Rp 760.269.481,63 menjadi Rp 523.201.447,07. Kata Kunci: Distribusi Internal, Gudang Bertingkat, Lateral Transshipment, Maintenance Repair and Over Haul, Pengendalian Persediaa

    PRARANCANGAN PABRIK ASAM NITRAT DARI AMONIA DENGAN PROSES OKSIDASI MENGGUNAKAN KATALIS PLATINUM-RHODIUM KAPASITAS 70.000 TON/TAHUN

    Full text link
    Asam nitrat merupakan komoditas penting untuk berbagai industri, salah satunya untuk pembuatan ammonium nitrat pada industri pupuk. Pada prarancangan ini, pabrik asam nitrat dirancang dengan kapasitas 70.000 ton/tahun. Bahan baku yang dibutuhkan adalah amonia 99% berat sebanyak 13.256,48 ton/tahun (0,19 ton/ton produk), udara sebanyak 223.648,82 ton/tahun (3,19 ton/ton produk), air sebanyak 9.279,37 ton/tahun (0,13 ton/ton produk), serta dihasilkan limbah berupa tail gas 176.184,01 ton/tahun (2,52 ton/ton produk). Pabrik ini direncanakan akan didirikan di kawasan Industri Bontang, Kalimantan Timur pada tahun 2022, dan beroperasi pada tahun 2023. Produksi asam nitrat diawali dengan oksidasi katalik amonia dalam katalis Pt-Rh berbentuk gauze wire pada temperatur 890oC dan tekanan 5,8 bar yang menghasilkan nitrogen oksida dengan konversi 96%. Gas NO keluar reaktor didinginkan dalam waste heat boiler kemudian didinginkan lebih lanjut dalam HE-02. Dengan adanya oksigen berlebih dan suhu rendah (di bawah 200 oC) dalam HE-02, NO teroksidasi lagi menjadi NO2 dengan konversi 90%. Campuran gas kemudian didinginkan dalam kondenser parsial untuk pengembunan H2O, sehingga dalam tahap ini terbentuk asam nitrat lemah 43%. Absorbsi NO2 dilanjutkan pada absorber berbentuk kolom bahan isian untuk pembentukan asam nitrat 67,2%. Pabrik ini direncanakan memiliki unit pendukung proses terdiri atas unit pengadaan air sungai sebesar 5,23 m3/ton produk, unit pengadaan udara tekan bertekanan 4 bar sebanyak 11,31 m3/ton produk, unit pengadaan bahan bakar sebanyak 191,59 L/ton produk, unit pengadaan steam sebanyak 0,56 ton/ton produk, dan unit pengadaan listrik sebanyak 292,75 kW/ton produk. Pabrik dirancang memiliki tiga laboratorium, yaitu laboratorium fisik, laboratorium analitik, serta laboratorium penelitian dan pengembangan. Bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT), dengan struktur organisasi line and staff. Jumlah kebutuhan tenaga kerja sebanyak 152 orang yang terdiri dari 60 orang karyawan shift dan 88 orang karyawan non-shift. Berdasarkan harga jual asam nitrat Rp 5.646.400,-/ton, harga bahan baku amonia Rp 5.081.760,-/ton, diperoleh parameter ekonomi sebagai berikut: percent return on investment (ROI) sebelum pajak 28,41% dan setelah pajak 22,73%; pay out time (POT) sebelum pajak 2,6 tahun dan setelah pajak 3,1 tahun; break even point (BEP) 47,43%; shut down point (SDP) 21,53% dan discounted cash flow (DCF) 35,57%. Bedasarkan parameter hasil analisa ekonomi tersebut, disimpulkan bahwa pabrik asam nitrat dengan kapasitas 70.000 ton/tahun layak didirikan

    Aplikasi Pendataan Madrasah di Bagian Pendidikan Madrasah Studi Kasus: Kantor Kementrian Agama Kab. Madiun

    Full text link
    Pada Kantor Kementrian Agama Kab. Madiun bagian Pendidikan Madrasah proses pendataan madrasah masih dilakukan secara manual sehingga menyulitkan admin karena prosesnya yang lama dan sulit. Apabila ada perubahan data atau kesalahan admin akan memberi peringatan pada sekolah. Sedangkan dalam proses pengerjaannya harus dilakukan secara cepat agar selesai tepat waktu dan tidak ada kesalahan. Dengan permasalahan tersebut maka penulis mencoba membuat “Aplikasi Pendataan Madrasah” dengan tujuan mempermudah sekolah dan admin dalam proses pendataan. Selain itu agar seluruh informasi mengenai data sarana prasarana dapat dilengkapi dan diisi dengan mudah oleh sekolah. Metodologi yang digunakan penulis meliputi wawancara, observasi dan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data-data yang berkaitan dengan masalah yang penulis hadapi. Penulis merancang dan membuat sistem dengan penggambaran pemodelan sistem yaitu menggunakan metode terstruktur berupa diagram konteks (Context Diagram), DFD (Data Flow Diagram), ERD (Entity Relationsship Diagram), CDM (Conceptual Data Diagram) dan PDM (Physical Data Model). Dalam proses pembuatan aplikasi penulis menggunakan bahasa pemograman web phpMySQL. Dengan Aplikasi pendataan madrasah kemampuan pengolahan data menjadi meningkat. Pengolahan yang dimaksud meliputi kelengkapan data, kerincian data, keamanan data, keberhasilan data, dan cara-cara pemasukan dan pengambilan data. Selain itu aplikasi dapat mempermudah sekolah dan admin dalam melakukan aktivitas dan kinerjanya, karena dengan adanya sebuah aplikasi waktu yang diperlukan untuk menangani sebuah pekerjaan menjadi lebih efisien dan mudah dalam memperoleh informasi-informasi oleh pihak-pihak yang membutuhkan

    RASIO BENCHMARK BEHAVIORAL MODEL SEBAGAI ALAT PENGUKUR KEWAJARAN LAPORAN KEUANGAN PADA PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN TAHUN 2017

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja, keterkaitan antar rasio Benchmark Behavioral Model serta bentuk ketidakwajaran pada laporan keuangan yang dilaporkan oleh perusahaan pada tahun 2017 yang akan digunakan untuk pemenuhan kewajiban perpajakan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan data laporan keuangan PT. X tahun 2017 sebagai data sekunder. Teknik pembahasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif. Metode studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan analisis setiap pos-pos pada laporan keuangan dengan menggunakan rasio Benchmark Behavioral Model kemudian dilakukan interpretasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan dua pos laporan keuangan yaitu CTTOR dan Rasio PPN yang dinilai tidak wajar. Pada CTTOR hasil perhitungan rasio hanya menunjukkan 0,68’% dari penjualan bruto sebesar Rp63.519.814.697,00 padahal rasio CTTOR menunjukkan bahwa makin besar nilai CTTOR makin besar pula proporsi hasil penjualan perusahaan yang digunakan untuk membayar pajak penghasilan. Rasio PPN dinilai kurang wajar karena hasil perhitungan menunjukkan 0,043% dari penjualan bruto. Nilai tersebut sangat kecil apabila dibandingkan dengan penjualan yang dihasilkan, mengingat PT. X adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri plastik. Plastik merupakan Barang Kena Pajak (BKP) sehingga dari pembelian bahan baku, penyerahan, dan penjualan akan ditemukan aktivitas yang selalu berkaitan dengan PPN. Penulis memberikan saran kepada perusahaan untuk memaksimalkan pos-pos pada laporan keuangan yang masih kurang agar kinerja perusahaan dapat maksimal. Sehingga setelah dilakukannya perhitungan dengan rasio Benchmark Behavioral Model perusahaan dapat melakukan evaluasi dan menentukan langkah efektif yang perlu diambil untuk memperbaiki pos-pos pada laporan keuangan sehingga tercapai tujuan yang diharapkan. Kata Kunci: Benchmark Behavioral Model, ketidakwajaran, laporan keuanga

    APLIKASI ZAT WARNA ALAMI DARI PELEPAH PISANG RAJA, PISANG KEPOK DAN PISANG KULIT TIPIS PADA KAIN BATIK

    Full text link
    Batik merupakan salah satu kesenian Indonesia yang telah dikenal oleh masyarakat dunia. Perkembangan penggunaan pewarna alami sebagai pewarna kain batik semakin meningkat. Jenis tumbuhan yang penulis gunakan sebagai penghasil zat warna alami yaitu pelepah pisang jenis pisang raja, pisang kulit tipis, dan pisang kepok. Tugas akhir ini dibuat untuk mengetahui teknik pengaplikasian zat warna alami pada kain batik, serta mengetahui ketahanan luntur terhadap cucian, gosokan dan penodaan, ketuaan warna pada kain dengan fiksator tawas (Al2(SO4)3), tunjung (FeSO4) dan kapur (CaO). Proses pembuatan zat warna alami yaitu bahan pelepah pisang dipotong menjadi ukuran kecil-kecil. Bahan dikeringkan dibawah sinar matahari selama 1 hari. Potongan pelepah pisang tersebut ditimbang seberat 1 kg dan dimasukkan ke dalam alat ekstraktor-evaporator. Tambahkan air dengan perbandingan 1:5. Proses berlangsung ekstraksi optimal dilakukan selama 1 jam pada suhu 100ºC dilanjutkan dengan proses evaporasi selama ±45 menit. Zat warna alami dari ketiga jenis pelepah pisang diaplikasikan pada kain dengan jumlah pencelupan 10 kali. Setelah itu dilakukan fiksasi warna pada kain dengan beberapa fiksator. Kain mori primissima yang telah difiksasi kemudian diuji ketahanan luntur warnanya terhadap cucian, penodaan, dan gosokan, serta dilakukan uji ketuaan warna kain. Kain yang mempunyai ketahanan luntur optimal terhadap pencucian dengan Gray Scale adalah kain dengan fiksator tawas (Al2(SO4)3) dan kapur (CaO) dalam zat warna ketiga jenis pelepah pisang dengan nilai 4-5 (Baik). Kain yang memiliki tahan luntur warna terhadap pencucian (Staining Scale) optimal pada zat warna ketiga jenis pelepah adalah kain dengan fiksator tawas (Al2(SO4)3) dan kapur (CaO) dengan nilai 5 (Baik Sekali). Kain yang memiliki ketahanan terhadap gosokan kering dan basah dengan zat warna ketiga jenis pelepah pisang mendapatkan hasil yang baik adalah kain dengan fiksator tawas (Al2(SO4)3) dan kapur (CaO) pada pencelupan ke- ke-10 dengan nilai 4-5 (Baik). Analisa pengujian ketuaan warna kain yang memiliki nilai reflektansi (R%) paling kecil yaitu kain dengan zat warna pelepah pisang raja pada pencelupan ke-10 dan difiksasi menggunakan fiksator tunjung dengan nilai reflektansi (R%) sebesar 25,69, sedangkan kain yang memiliki nilai reflektansi (R%) paling besar yaitu kain yang dicelup dengan zat warna pelepah pisang raja pada pencelupan ke-10 dan difiksasi menggunakan fiksator kapur (CaO) dengan nilai R% sebesar 74,29. Biaya Investasi yang dibutuhkan untuk memproduksi kain batik sebesar Rp. 359.364.000,00, depresiasi alat sebesar Rp. 10.784,72/hari dengan harga jual produk sebesar Rp. 250.000,00/kain, maka didapatkan keuntungan penjualan kain batik sebesar Rp. 2.029.123,00/hari, dengan produksi kain batik 10 kain/hari dan BEP sebesar 21,78 %

    EVALUASI KINERJA SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL JALAN SLAMET RIYADI - JALAN WIMBOHARSONO, KELURAHAN PABELAN, KECAMATAN KARTASURA, KABUPATEN SUKOHARJO, PROVINSI JAWA TENGAH

    Full text link
    Simpang Tiga Tak Bersinyal Jalan Slamet Riyadi – Jalan Wimboharsono, Kelurahan Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah merupakan kawasan komersial dan terdapat adanya sarana publik berupa sekolah yaitu komplek perguruan Muhammadiyah cabang Kartasura yang lokasinya tepat di persimpangan menyebabkan keluar masuk kendaraan dari sekolah cukup banyak yang tentunya akan menambah kepadatan kendaraan. Untuk meningkatkan kinerja Simpang Tiga Tak Bersinyal Jalan Slamet Riyadi – Jalan Wimboharsono, Kelurahan Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah maka diperlukan analisis simpang yang meliputi kapasitas simpang, tingkat derajat kejenuhan (DS), tundaan simpang, panjang antrian. Cara penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan survei di lapangan untuk mendapatkan data primer di lapangan dan mengumpulkan data sekunder dari beberapa instansi yang kemudian diolah dengan acuan MKJI 1997. Survei tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat kinerja jalan pada simpang tersebut menurut MKJI 1997. Dari hasil perhitungan kinerja simpang tersebut pada kondisi eksisting memiliki DS = 0,93 (jam puncak pagi), DS = 0,89 (jam puncak siang), dan DS = 0,90 (jam puncak sore); Peluang Antrian = 67,98 – 34,46 % dan Tundaan = 16,2 det/smp. Dari hasil perhitungan pada kondisi eksisting, DS yang paling besar adalah pada saat jam puncak pagi, maka perbaikan yang dilakukan menggunakan data arus pada jam puncak pagi. Perbaikan yang dilakukan yaitu dengan pemasangan Traffic Light dengan sinyal 3 fase dengan waktu siklus 90 detik. Kinerja simpang setelah didesain ulang, menghasilkan DS pendekat Utara, Barat dan Timur yaitu 0,83 pendekat Selatan yaitu 0,28; Panjang antrian = 131,4 m dan Tundaan = 43,35 det/smp. Biaya untuk pemasangan traffic light sebesar Rp 292.207.000 dengan waktu pelaksanaan selama 19 hari. Kata kunci : Evaluasi, Kinerja, Traffic light

    MEKANISME PEMUNGUTAN DAN ANALISIS PERTUMBUHAN PAJAK PARKIR SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2014-2017

    Full text link
    Pajak parkir adalah salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pemungutan pajak parkir pada BKD Kabupaten Karanganyar selaku perangkat daerah yang berwenang dalam melakukan pemungutan atas pajak daerah, selain itu penelitian ini juga dimaksudkan untuk mengukur tingkat laju pertumbuhan dan efektifitas pajak parkir di Kabupaten Karanganyar tahun 2014-2017. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan antara teori, wawancara, serta observasi. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari narasumber berdasarkan hasil wawancara maupun observasi. Pengolahan data dan pembahasan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif atau dijabarkan sesuai angka dari hasil perhitungan. Hasil dari penelitian ini adalah mekanisme pemungutan pajak parkir pada BKD Kabupaten Karanganyar belum sepenuhnya sesuai dengan undang-undang. Hal ini berdampak pada tidak stabilnya penerimaan pajak parkir dari tahun ketahun sehingga tingkat laju pertumbuhannya menunjukkan angka yang fluktuatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah BKD Kabupaten Karanganyar telah berhasil menciptakan kesan pembayaran pajak yang mudah dan cepat, namun karena kurangnya ketegasan dan kesadaran dari pribadi wajib pajak, laju pertumbuhan penerimaan pajak parkir sempat berada pada angka -8,94 pada 2017, meski begitu secara beruntun tingkat efektifitas penerimaan pajak parkir selama 2014-2017 selalu menunjukkan angka positif (>) 100. Berdasar hasil penelitian, penulis memberikan saran kepada BKD Kabupaten Karanganyar agar lebih tegas kepada wajib pajak yang tidak tertib, supaya laju pertumbuhan penerimaan pajak parkir selalu meningkat. Kata Kunci: Analisis, Pajak Parkir, Karanganya

    40,495

    full texts

    40,799

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sebelas Maret Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇