Institut Seni Indonesia Yogyakarta: Jurnal Online ISI Yogyakarta / Indonesia Institute of The Arts Yogyakarta
Not a member yet
    4502 research outputs found

    Model Pembuatan Profil Ekowisata Berbasis Teknologi Drone Padukuhan Bleberan Desa Banaran Kabupaten Kulon Progo D.I.Yogyakarta

    No full text
    Penelitian ini merupakan salah satu cara untuk menerapkan cara perancangan terpadu antara teknologi digital, seni, budaya, dan konsevasi hayati. Pentingnya pembuatan profil padukuhan dan kelurahan berdasarkan data potensi desa dan kelurahan, serta data tingkat perkembagan desa dan kelurahan. Berdasarkan identifikasi permasalahan, profil Desa Banaran terbaru telah memuat beberapa data dan informasi seperti yang dipersyaratkan dalam Permendagri Nomor 12 Tahun 2007. Namun, data lain masih belum lengkap. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah melakukan pembuatan profil Padukuhan Bleberan Desa Banaran yang memuat data potensi desa secara teknologi drone, dan menyajikan data profil Padukuhan Bleberan Desa Banaran yang dapat diakses dalam versi elektronik digital.  Metode yang digunakan adalah pengumpulan data sekunder, survei, dan wawancara. Evaluasi dari kegiatan ini dilakukan secara langsung pada saat kegiatan pembuatan profil, sehingga sesuai keingina n masyarakat sasaran. Pengunaan teknologi Komputer mampu menyimpan data secara permanen dan  langsung diakses masyarakat. Dua pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Teknologi Drone dan pendekatan Ekowisata Alam. Teknologi drone bertujuan memberikan informasi hasil analisa data spasial yang di analisis dalam aplikasi digital. Pendekatan Ekowisata adalah bentuk pariwisata yang penting untuk konservasi hayati. Dengan mendukung dan mempromosikan ekowisata, masyarakat mampu melindungi keanekaragaman hayati dan keindahan alam.Kata kunci: ekowisata; teknologi drone; model profil; dukuh Bleberan

    Interpretasi Legenda Dadong Guliang dalam Karya Tari Rwa Bhineda Karmaphala

    No full text
    AbstrakPenelitian penciptaan karya tari Rwa Bhineda Karmaphala ini terinspirasi dari legenda Dadong Guliang dari Bali, namun proses interpretasi serta penciptaannya belum terdokumentasi secara akademis. Penelitian penciptaan ini bertujuan untuk menganalisis proses adaptasi naratif folklor ke dalam karya koreografi dan pertunjukan, serta selanjutnya menciptakan satu karya tari kontemporer yang diinterpretasikan dari legenda Dadong Guliang. Penelitian penciptaan ini menggunakan pendekatan practice-based research dengan metode penciptaan melalui eksplorasi gerak, improvisasi, dan komposisi. Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan tim kreatif, dan dokumentasi audio-visual. Karya tari Rwa Bhineda Karmaphala yang yang dihasilkan, terstruktur dalam empat adegan simbolis menggunakan tiga strategi interpretasi utama yaitu transposisi naratif, simbolisasi gerak, dan kontekstualisasi sosio-spiritual. Karya ini dinilai dapat mempertahankan basis filosofis legenda namun sekaligus dapat menghadirkan relevansi kontemporer terkait isu marginalisasi dan ketidakadilan gender. Penelitian penciptaan karya ini menunjukkan bahwa seni dapat berfungsi menjadi medium hermeneutis yang efektif dalam merevitalisasi warisan budaya. Karya ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan metodologi penciptaan berbasis riset dalam pendidikan seni. Kata kunci: penelitian penciptaan, interpretasi, legenda Dadong Guliang, tari kontemporer AbstractThe Interpretation of the Dadong Guliang Legend in the Dance Work Rwa Bhineda Karmaphala. This creation research of the dance work Rwa Bhineda Karmaphala is inspired by the Dadong Guliang legend from Bali; however, its interpretation and creation processes have not been academically documented. This creation research aims to analyze the adaptation process of folklore narrative into choreographic and performative works, and subsequently create a contemporary dance piece interpreted from the Dadong Guliang legend. This study employs a practice-based research approach through movement exploration, improvisation, and composition methods. The research was conducted qualitatively via participant observation, in-depth interviews with the creative team, and audio-visual documentation. The resulting dance work, Rwa Bhineda Karmaphala, is structured into four symbolic episodes using three main interpretation strategies: narrative transposition, movement symbolization, and socio-spiritual contextualization. This work is considered capable of maintaining the philosophical foundation of the legend while also presenting contemporary relevance regarding issues of marginalization and gender injustice. This creation research demonstrates that art can function as an effective hermeneutic medium for revitalizing cultural heritage. It is hoped that this work can contribute to the development of research-based creation methodologies in arts education. Keywords: creation research, interpretation, Dadong Guliang legend, contemporary danc

    Penerapan Chicken Scratch Embroidery Pada Handbag

    No full text
    The fashion industry continues to evolve with innovations in design, production techniques, and materials. One of the embroidery techniques that has regained attention is Chicken Scratch Embroidery, traditionally applied to gingham fabric. This study aims to implement Chicken Scratch Embroidery in handbag design, incorporating aesthetic and functional aspects. The Double Diamond Model was used in the design process, consisting of four stages: Discover, Define, Develop, and Deliver. The research began with exploring embroidery trends, creating a moodboard, and developing handbag prototypes. The selected handbag design integrates geometric embroidery motifs that enhance the classic and elegant appeal of gingham fabric. The results show that Chicken Scratch Embroidery can enrich handbag aesthetics while maintaining ergonomic functionality. This research contributes to the innovation of traditional embroidery techniques in contemporary fashion products

    Eksploitasi Tambang Pasir di Kabupaten Garut sebagai Inspirasi Penciptaan Naskah Drama Uga Wangsit Siliwangi

    No full text
    AbstrakPenelitian penciptaan ini bertujuan untuk menghasilkan naskah drama Uga Wangsit Siliwangi berdasarkan kritik terhadap kerusakan lingkungan serta konflik sosial akibat eksploitasi tambang pasir di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Penulisan naskah ini juga hendak menghidupkan kembali legenda Prabu Siliwangi sebagai simbol pelestarian alam. Metode penciptaan menggunakan pendekatan berbasis praktik seni yang diangkat dari realitas sosial. Observasi lapangan dilakukan di wilayah Leles, Garut, dengan wawancara dengan narasumber terkait. Studi pustaka terhadap naskah Carita Parahyangan, serta perumusan treatment, penokohan, alur berbasis perkembangan watak, dan latar Leuweung Sancang dan Buwana Larang. Hasil karya adalah berupa naskah drama tiga babak yang mengaplikasikan pendekatan estetika surealisme satir politis. Naskah ini memadukan bahasa Sunda buhun dan keseharian, serta menyajikan elemen surealis (seperti tembok pasir) dan satir politik melalui dialog-dialog sindiran. Naskah yang dihasilkan menawarkan pendekatan penceritaan baru dalam teater ekologis melalui perpaduan unik antara surealisme satir politik, bahasa Sunda, dan narasi folklor yang diadaptasi secara kritis. Kata kunci: teater ekologis, Uga Wangsit Siliwangi, satir politik, surealisme, tambang pasir. AbstractSand Mining in Garut Regency as Inspiration for the Creation of the Drama Script Uga Wangsit Siliwangi. This creative research aims to produce a play script titled Uga Wangsit Siliwangi, based on a critique of environmental degradation and social conflicts resulting from sand mining exploitation in Garut Regency, West Java. The script also intends to revitalize the legend of Prabu Siliwangi as a symbol of nature conservation. The creation method employs an arts-based practice approach derived from social reality. Data collection included field observations in Leles, Garut, and interviews with relevant informants. Additionally, a literature study was conducted on the Carita Parahyangan manuscript, followed by the formulation of the treatment, characterization, character-driven plot, and settings in Leuweung Sancang and Buwana Larang. The final work is a three-act play script that applies a political-satiric surrealist aesthetic. The script blends archaic (buhun) and colloquial Sundanese, featuring surreal elements—such as walls of sand—and political satire through satirical dialogue. The resulting script offers a new storytelling approach in ecological theater through a unique synthesis of political satiric surrealism, Sundanese language, and critically adapted folklore narratives. Keywords: Ecological theater, Uga Wangsit Siliwangi, political satire, surrealism, sand mining

    Ritme, Simbol, dan Makna : Eksplorasi Pembelajaran Bilangan 11-20 Melalui Concept Song di PAUD

    No full text
    ABSTRAKPengenalan konsep bilangan sejak usia dini merupakan aspek penting dalam mendukung perkembangan kognitif anak, khususnya dalam berpikir simbolik. Namun, masih ditemukan kesulitan dalam menyampaikan konsep abstrak seperti bilangan secara efektif kepada anak. Untuk itu, diperlukan media pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik anak. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah concept song, yaitu lagu anak yang liriknya dimodifikasi menjadi materi pembelajaran bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi concept song dalam pengenalan bilangan 11-20 dan menganalisis dampaknya terhadap perkembangan kognitif anak usia dini, khususnya aspek berpikir simbolik. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan subjek penelitian 13 peserta didik kelas B  di TK BOPKRI Gondolayu, Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi concept song dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik secara auditori, visual, dan motorik. Peserta didik menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengenali, menyebutkan, dan menghubungkan simbol angka dengan kuantitas benda konkret. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kesalahan dalam pengenalan urutan angka dan representasi jumlah, serta hambatan teknis seperti nada lagu yang terlalu tinggi dan tempo iringan yang kurang sesuai. Kesimpulannya, penggunaan concept song berdampak positif dalam menstimulasi perkembangan berpikir simbolik anak, meskipun perlu penyesuaian musikal agar media lebih optimal dalam mendukung kegiatan belajar anak.Kata kunci: Lagu Konsep, Bilangan, Kognitif AnakABSTRACTIntroducing number concepts at an early age plays a critical role in supporting children's cognitive development, particularly in symbolic thinking. However, effectively delivering abstract concepts such as numbers to young children remains a challenge. Therefore, engaging and developmentally appropriate instructional media are essential. One promising approach is the use of concept songs—children’s songs with lyrics modified to incorporate learning content related to numbers. This study aims to describe the implementation of concept songs in introducing numbers 11–20 and to analyze their impact on the cognitive development of early childhood learners, particularly in fostering symbolic thinking. The study employed a qualitative case study method involving 13 kindergarten B students at TK BOPKRI Gondolayu, Yogyakarta. Data were collected through participatory observation, interviews, and documentation, and analyzed using descriptive techniques. The findings revealed that the use of concept songs fostered a joyful learning atmosphere and enhanced children's active engagement through auditory, visual, and kinesthetic modalities. Children demonstrated improvement in recognizing, verbalizing, and associating numeric symbols with concrete quantities. Nevertheless, some errors were still observed in identifying number sequences and matching quantities, along with technical issues such as vocal discomfort due to high pitch and inappropriate tempo in the accompanying music. In conclusion, concept songs positively stimulate the development of symbolic thinking in early childhood, although musical adjustments are needed to optimize their effectiveness in supporting the learning process Keywords: Concept Song, Number Recognition, Cognitive Developmen

    Perancangan Jaket Daur Ulang Menggunakan Material Denim Bekas Dengan Teknik Motif Cetak Daun Dan Makrame

    No full text
    Jaket merupakan pakaian luar (outerwear) yang tidak hanya berfungsi melindungi tubuh dari kondisi cuaca, tetapi juga menjadi salah satu item penting dalam dunia fesyen, baik bagi pria maupun wanita. Saat ini, jaket dinilai bukan hanya dari sisi fungsinya, melainkan juga dari tampilan visual dan nilai estetikanya. Perancangan jaket recycle berbahan denim bekas merupakan salah satu upaya dalam mengatasi persoalan penumpukan pakaian bekas dengan cara memanfaatkan kembali denim yang sudah tidak terpakai sebagai material utama. Perancangan ini menggunakan metode SP. Gustami, yaitu “tiga tahap enam langkah penciptaan karya seni”. Tahap pertama adalah eksplorasi, yang meliputi pencarian sumber ide, pengamatan langsung, pengumpulan data, hingga penyusunan konsep. Tahap kedua yaitu perancangan, yang terdiri atas pengembangan ide menjadi enam alternatif desain visual. Tahap terakhir yaitu perwujudan, di mana tiga dari enam desain dipilih dan direalisasikan menjadi produk. Produk yang dihasilkan berupa jaket yang menerapkan teknik tekstil berupa cetak daun dan makrame untuk memberikan variasi visual, sehingga menghasilkan jaket bermotif yang memiliki daya tarik tersendiri. Perancangan ini membuktikan bahwa denim bekas masih dapat diolah kembali menjadi produk yang layak pakai. Modifikasi teknik yang digunakan menghadirkan kebaruan dalam proses kreatif, sekaligus membuka peluang untuk terus mengeksplorasi material bekas lainnya dengan pendekatan inovatif, guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengurangan limbah pada industri tekstil. 

    Motif Khas Magetan: Identitas Lokal dalam Inovasi Produk Tas Kulit

    No full text
     Magetan Regency is known as one of the leading leather tanning industry centers in Indonesia. This industry has supplied leather materials for various products such as shoes, bags, and accessories for many years. However, the locally produced leather products have yet to display a distinctive Magetan identity in their visual design. Generally, product designs tend to follow market trends without considering the reinforcement of local cultural values. In fact, in today’s global design trends, local wisdom has become an essential asset in product innovation and branding strategies. The competition in the leather product market, both locally and internationally, demands differentiation not only in terms of quality and function but also through strong narrative and distinctive visual identity.The development of culturally inspired motifs from Magetan holds great potential to create added value, strengthen regional identity, and open up new marketing opportunities. Unfortunately, design approaches based on local wisdom within Magetan’s leather industry remain limited. The visual potential of batik art, carved ornaments, or regional symbols has not been widely utilized by UMKMs or designers.This applied research aims to design and develop distinctive motifs representing Magetan Regency that can be applied to leather product designs, particularly women’s handbags. The selection of the women’s handbag segment is based on the dominant female consumer market in the leather goods industry. Design innovation will be carried out through pattern-making, engraving, and decorative stitching techniques, allowing for the aesthetic and functional visualization of motifs.The research method combines qualitative exploratory and experimental approaches. The research stages include: (1) visual study of Magetan’s culture and traditional motifs; (2) identification of applicable motif potentials for leather product design; (3) design experimentation and prototype development of women’s handbags; and (4) product evaluation through user response testing to assess attractiveness, functionality, and representation of local identity.The design process consists of several phases: pre-design, design, realization, and presentation. The practice-led research method is applied to maximize outcomes that can also be comprehended by potential producers.Abstrak Kabupaten Magetan dikenal sebagai salah satu sentra industri penyamakan kulit terkemuka di Indonesia. Industri ini telah memasok bahan kulit untuk beragam produk seperti sepatu, tas, dan aksesori selama bertahun-tahun. Namun, produk kulit hasil olahan industri lokal masih belum menunjukkan identitas khas Magetan secara visual. Umumnya, desain produk cenderung mengikuti tren pasar tanpa mempertimbangkan penguatan nilai budaya lokal. Padahal, pada tren desain global saat ini, local wisdom justru menjadi aset penting dalam inovasi produk dan strategi branding. Persaingan pasar produk kulit, baik di tingkat lokal maupun internasional, menuntut diferensiasi yang tidak hanya dari sisi kualitas dan fungsi, tetapi juga dari kekuatan narasi dan ciri khas visual. Pengembangan motif berbasis budaya lokal Magetan memiliki potensi besar untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat identitas daerah, serta membuka peluang pemasaran baru. Kamingnya, hingga kini pendekatan desain berbasis kearifan lokal dalam industri kulit Magetan masih minim. Potensi visual dari seni batik, ornamen ukiran, atau simbol-simbol khas daerah belum banyak dimanfaatkan oleh pelaku UMKM maupun desainer. Penelitian terapan ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan motif khas Kabupaten Magetan yang dapat diaplikasikan pada desain produk kulit, khususnya tas wanita.Pemilihan segmen tas wanita didasarkan pada dominasi pasar konsumen perempuan dalam industri produk kulit. Inovasi desain akan dilakukan melalui teknik pemolaan, ukiran, hingga jahit hias yang memungkinkan visualisasi motif secara estetis dan fungsional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan antara pendekatan kualitatif eksploratif dan eksperimental. Tahapan penelitian meliputi: (1) studi visual terhadap budaya dan motif khas Magetan; (2) identifikasi potensi motif yang aplikatif untuk desain produk kulit; (3) eksperimen desain dan perancangan purwarupa tas wanita; serta (4) evaluasi produk melalui uji respon pengguna untuk menilai aspek daya tarik, fungsi, dan representasi identitas lokal. Tahapan perancangan dimulai dari tahapan pra perancangan, perancangan, perwujudan karya, penyajian. Metode practice led research digunakan untuk memaksimalkan hasil yang juga dapat dimengerti oleh calon produsennya.

    Kombinasi Tie Dye dan Bleaching untuk Menciptakan Efek Visual pada Kain

    No full text
    Teknik pewarnaan kain terus berkembang dengan berbagai inovasi yang unik dan menarik. Salah satu kombinasi yang menarik untuk dieksplorasi adalah teknik tie dye dan bleaching, yang dapat menghasilkan pola dan tekstur visual pada kain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan perwujudan kombinasi tie dye dan bleaching dalam menciptakan efek visual yang dihasilkan pada kain. Teknik ikatan (tie dye) dilakukan sebelum proses bleaching untuk melihat pola yang dihasilkan dari ikatan tersebut dapat memudar setelah diterapkannya teknik bleaching. Penelitian ini menggunakan metode Double Diamond, yang terdiri dari empat tahapan: Discover, Define, Develop, dan Deliver, untuk mengeksplorasi dan mengembangkan desain kain secara terstruktur dan kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tie dye dan bleaching dapat menghasilkan efek visual yang lebih beragam dibanding menggunakan teknik secara terpisah. Jenis kain dengan serat alami, seperti rayon, memberikan hasil terbaik dalam menyerap pewarna serta memberikan reaksi yang optimal terhadap proses bleaching.

    Perancangan Motif Ecoprint Dengan Sumber Ide Burung Kolibri Sebagai Busana Bergaya Army Look

    No full text
    Perkembangan teknik ecoprint dalam dunia tekstil modern mendorong munculnya kebutuhan akan inovasi motif yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki karakter unik dan ramah lingkungan. Perancangan ini bertujuan menciptakan motif ecoprint baru dengan sumber ide Burung Kolibri sebagai representasi keindahan, kelincahan, dan selaras dengan alam. Menggunakan metode penciptaan SP Gustami yang meliputi eksplorasi, perancangan, dan perwujudan, proses dimulai dengan penggalian potensi visual Burung Kolibri karakter daun sebagai media utama, dan konsep busana ready to wear. Ide kemudian diwujudkan menjadi kain ecoprint bermotif Burung Kolibri melalui teknik steam menggunakan daun Jenitri, Lanang, dan Teh-tehan, dengan pewarna alami daun Ketapang pada kain katun rami, yang selanjutnya dirancang menjadi busana bergaya army look. Hasilnya berupa busana ready to wear bermotif Burung Kolibri dengan komposisi artistik bergaya exotic dramatic, yang memberi kesan eksotik, dramatis, dan fungsional untuk acara formal maupun nonformal. Temuan ini menunjukkan potensi besar pengembangan ecoprint melalui inovasi visual seperti rekayasa bentuk, sehingga memperluas perannya dalam desain tekstil berkelanjutan bernilai seni tinggi

    Pemanfaatan Limbah Kaca untuk Pembuatan Karya Seni Resin

    No full text
    Penggunaan kaca di Indonesia cukup banyak baik untuk pembangunan maupun rumah tangga. Pemanfaatan kaca menghasilkan limbah yang memiliki berbagai dampak bagi lingkungan. Kaca termasuk limbah anorganik yang tidak dapat terurai di lingkungan sehingga perlu dilakukan daur ulang untuk meminimalisir kuantitas limbahnya. Selain itu, perlakuan yang tidak tepat saat membuang limbah kaca dapat membahayakan bagi lingkungan sekitar terutama para petugas kebersihan. Oleh karena itu dibutuhkan tindakan yang tepat untuk membuang serta mengolahnya menjadi barang berguna dan bernilai ekonomis kembali.Pengrajin seringkali memanfaatkan limbah kaca menjadi barang seni untuk dijual. Hal ini memberikan kontribusi dalam pengurangan limbah kaca akibat tinggi penggunaan. Pada penelitian ini, dilakukan eksperimen untuk memanfaatkan limbah kaca sebagai salah satu bahan yang akan memperindah karya seni resin. Analisa dilakukan dengan memberikan perbedaan perlakuan terhadap pengolahan limbah kaca dan eksperimen pemberian resin dan penyusunan terhadap potongan kaca untuk mendapatkan hasil karya seni resin yang maksimal. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah studi literatur, observasi, pengumpulan kaca, pengolahan kaca menjadi objek karya seni resin, eksperimen limbah kaca dan resin, dokumentasi serta analisis hasil eksperime

    3,093

    full texts

    4,502

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Seni Indonesia Yogyakarta: Jurnal Online ISI Yogyakarta / Indonesia Institute of The Arts Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇