58 research outputs found
Pengaruh Pendidikan Agama Dalam Keluarga dan Budaya Religius Sekolah Terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa MAN 1 dan MAN 4 Marabahan Kabupaten Barito Kuala
Saifullah: Pengaruh Pendiddikan Agama Dalam Keluarga dan Budaya
Religius Sekolah Terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa MAN 1 dan MAN 4
Marabahan Kabupaten Barito Kuala, di bawah bimbingan (I) Dr. Dina Hermina,
M.Pd dan (II) Dr. Hidayat Ma’ruf, M.Pd. Tesis pada Program Pascasarjana IAIN
Antasari Banjarmasin, (2016).
Kata Kunci: Pengaruh, Pendidikan Agama dalam Keluarga, Budaya
Religius Sekolah, dan Kecerdasan Spiritual.
Studi penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: (1)
Apakah Pendidikan Agama dalam Keluarga berpengaruh terhadap Kecerdasan
Spiritual siswa MAN 1 dan MAN 4 Marabahan Kabupaten Barito Kuala, (2)
Apakah Budaya Religius Sekolah berpengaruh terhadap Kecerdasan Spiritual
siswa MAN 1 dan MAN 4 Marabahan Kabupaten Barito Kuala, (3) Apakah
Pendidikan Agama dalam Keluarga dan Budaya Religius Sekolah secara bersamasama
berpengaruh terhadap Kecerdasan Spiritual siswa MAN 1 dan MAN 4
Marabahan Kabupaten Barito Kuala, (4) Berapa besar pengaruh Pendidikan
Agama dalam Keluarga terhadap Kecerdasan Spiritual siswa MAN 1 dan MAN 4
Marabahan Kabupaten Barito Kuala, (5) Berapa besar pengaruh Budaya Religius
Sekolah terhadap Kecerdasan Spiritual siswa MAN 1 dan MAN 4 Marabahan
Kabupaten Barito Kuala, (6) Berapa besar pengaruh Pendidikan Agama dalam
Keluarga dan Budaya Religius Sekolah secara bersama-sama terhadap Kecerdasan
Spiritual siswa MAN 1 dan MAN 4 Marabahan Kabupaten Barito Kuala.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan
data yang digunakan dalam penelitian ini melalui teknik angket atau kuisioner,
dokumentasi, observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisis regresi sederhana dan regresi berganda dengan
bantuan softwear SPSS versi 22.0.
Dalam penelitian ini ditemukan: (1) Pendidikan Agama Keluarga tidak
berpengaruh signifikan terhadap Kecerdasan Spiritual siswa MAN 1 Marabahan,
karena sig. 0,326 > alpha 0,05, dengan koefisien determinasi hanya sebesar 0,115.
(2) Pendidikan Agama Keluarga berpengaruh signifikan terhadap Kecerdasan
Spiritual siswa MAN 4 Marabahan, karena sig. 0,000 < alpha 0,05, dengan
koefisien determinasi 0,424. (3) Pendidikan Agama Keluarga berpengaruh
signifikan terhadap Kecerdasan Spiritual siswa MAN 1 dan MAN 4 Marabahan,
karena sig. 0,000 < alpha 0,05, dengan koefisien determinasi 0,314. (4) Budaya
Religius Sekolah berpengaruh signifikan terhadap Kecerdasan Spiritual siswa
MAN 1 Marabahan, karena sig. 0,013 < alpha 0,05, dengan koefisien determinasi
0,284. (5) Budaya Religius Sekolah tidak berpengaruh signifikan terhadap
Kecerdasan Spiritual siswa MAN 4 Marabahan, karena sig. 0,149 > alpha 0,05,
dengan koefisien determinasi hanya sebesar 0,182. (6) Budaya Religius Sekolah
berpengaruh signifikan terhadap Kecerdasan Spiritual siswa MAN 1 dan MAN 4
ii
Marabahan, karena sig. 0,009 < alpha 0,05, dengan koefisien determinasi 0,221.
(7) Pendidikan Agama Keluarga dan Budaya Religius Sekolah bersama-sama
berpengaruh signifikan terhadap Kecerdasan Spiritual siswa MAN 1 Marabahan,
karena sig. 0,004 < alpha 0,05, dengan koefisien determinasi 0,375. (8)
Pendidikan Agama Keluarga dan Budaya Religius Sekolah bersama-sama
berpengaruh signifikan terhadap Kecerdasan Spiritual siswa MAN 4 Marabahan,
karena sig. 0,000 < alpha 0,05, dengan koefisien determinasi 0,506. (9)
Pendidikan Agama Keluarga dan Budaya Religius Sekolah bersama-sama
berpengaruh signifikan terhadap Kecerdasan Spiritual siswa MAN 1 dan MAN 4
Marabahan, karena sig. 0,000 < alpha 0,05, dengan koefisien determinasi 0,416
Mereaktualisasi Kebebasan Beragama dalam Al-Qur’an Surah Al-Kafirun Ayat 6 dalam Konteks Pluralitas Indonesia
Kajian ini bertujuan untuk mendalami makna kebebasan beragama dalam pandangan ayat suci Al-Qur’an dijelaskan setiap manusia tidak boleh memaksa orang lain untuk memeluk suatu agama khususnya yang sudah beragama. Meskipun Al-Qur’an sudah menjelaskan hal tersebut tetapi masih ada saja pemaksaan dalam memilih agama. Dalam kajian ini penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pembaca tentang kebebasan beragama dalam Al-Qur’an. Implikasi dari jurnal ini memberikan pengertian yang lebih komprehenshif tentang agama kepada masyarakat awam sebagai sebuah pengetahuan secara umum tentang makna hakiki dari sebuah agama yang mempengaruhi pola pertemuan hubungan manusia dengan tuhan ataupun hubungan dengan sesamanya. Mampu menyempurnakan agama sebagai bentuk yang harus diterima sebagai keyakinan individu yang tidak bisa dipaksakan, akan tetapi tetap menghargai perbedaan keyakinan kepada Tuhan. Manusia diciptakan dalam berbagai macam suku bangsa, ras, serta adat dan kebiasaan yang berbeda terutama di Indonesia yang mana kata toleransi harus ditetapkan pada individu masing-masing. agamapun merupakan suatu institusi sosial yang menciptakan ketergantungan akan pemenuhan kebutuhan rohani bagi umatnya, sampailah agama tersebut menjadi suatu bagian dari kehidupan manusia. Agama berada dalam kehidupan masyarakat meciptakan alat pengikat kehidupan dalam berbangsa dan bernegara terutama di negara Indonesia. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan toleransi berkeyakinan memeluk suatu agama serta menelusuri bagaimana Al-Qur’an pada ayat keenam dalam surah al-kafirun menerangkan toleransi dalam beragama
Behavior Study of Periophthalmus variabilis and Boleophthalmus boddarti
This Gelodok fish (Mudskipper) which is called as amphibious fish have unique activity that can live in terrestrial and aquatic area. This study aims to study the daily activities of fish population 2 types of Periophthalmus variabilis and Boleophthalmus boddarti by using the scan sampling method and ad libitum. This research was conducted in September 2017 at the mouth of the river Tluwuk, Pati, Central Java. Observations were made for 150 minutes with a time interval of 5 minutes. The results showed that fish activity P. variabilis (v) was different from B. Boddarti (b). P. varibilis spends more time on land (90%) than in water (10%) whereas B. Boddarti activity is more in water (60%) than in land (40%). Observed activities are walking (a = 24,08 %., b = 11,73% ), jumping (a = 4.01%, b = 0.65%), feeding / catching prey (a = 5,01%, b = 7.82%), swimming (a = 2.01%, b = 11.72%), moving dorsal fins (a = 4.01%, b = 3.26%), moving caudal fins (a = 2 , A = 2.67%, b = 7.82%), escape predators (a = 3.34%, b = 6.51%), head movements (a = 4.01%, b = 15.63%), entering holes/nesting (a = 0.67%, b = 1.95%), and inactive (a = 40.13%, b = 19 , 54%).
Behavior Study of Periophthalmus variabilis and Boleophthalmus boddarti
This Gelodok fish (Mudskipper) which is called as amphibious fish have unique activity that can live in terrestrial and aquatic area. This study aims to study the daily activities of fish population 2 types of Periophthalmus variabilis and Boleophthalmus boddarti by using the scan sampling method and ad libitum. This research was conducted in September 2017 at the mouth of the river Tluwuk, Pati, Central Java. Observations were made for 150 minutes with a time interval of 5 minutes. The results showed that fish activity P. variabilis (v) was different from B. Boddarti (b). P. varibilis spends more time on land (90%) than in water (10%) whereas B. Boddarti activity is more in water (60%) than in land (40%). Observed activities are walking (a = 24,08 %., b = 11,73% ), jumping (a = 4.01%, b = 0.65%), feeding / catching prey (a = 5,01%, b = 7.82%), swimming (a = 2.01%, b = 11.72%), moving dorsal fins (a = 4.01%, b = 3.26%), moving caudal fins (a = 2 , A = 2.67%, b = 7.82%), escape predators (a = 3.34%, b = 6.51%), head movements (a = 4.01%, b = 15.63%), entering holes/nesting (a = 0.67%, b = 1.95%), and inactive (a = 40.13%, b = 19 , 54%).
PARADIGMA TAFSIR AL-MANAR
Abstract: The essential of Al-Mana>r in the process of interpretation become its interpretation phenomenal. Many names were given indistinguishing al-Mana>r style such al-manhaj al-ijtima>y, al-laun al-adaby al-ijtima>’y and so forth. The writer elaborates the paradigm that used by al-mana>r’s author to investigate the reasons in giving various naming. As the result, those naming are understandable. This article investigated al-Mana>r paradigm into three perspectives. First, interpretation means an earnest effort which implemented to decide some cases which are not discussed in Qur’an and hadist. In consequence, human taught becomes an important aspect in interpreting. Second, all the effort is an attempt to make the interpretation of Qur’an as guidance (hida>yah). Then third, interpretation effort is an attempt to make Qur'an readers happiness in this world and in the hereafter. Al-Mana>r has inspired various interpreting works. Therefore, Al-Mana>r refers to the social interpreting (al-madrasah al-'aqliyah al-ijtima>'iyyah). Al-Mana>r paradigm can be categorized as rational paradigm because it puts sense in the important position. Muh}ammad 'Abduh argues that, "Logic is the main principal of Islam. Logical thinking in Islam means a prelude to the true faith” and “Reasoning becomes priority when a literal understanding and logical reasoning clash.” Keywords: Paradigm, Help, Happiness, al-Madrasah.</jats:p
Sistem Prediksi Pasang Surut Air Laut Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang Dengan Metode Least Squares
Prediksi adalah pemikiran terhadap besaran, misalnya permintaan terhadap satu atau beberapa produk pada periode yang akan datang. Pada hakikatnya prediksi hanya merupakan suatu perkiraan (guess), tetapi dengan menggunakan teknik-teknik tertentu, maka prediksi menjadi lebih sekedar perkiraan. Prediksi dapat dikatakan perkiraan yang ilmiah (educated guess).Metode least squares merupakan suatu metode analisis yang ditujukan untuk melakukan suatu estimasi atau prediksi pada masa yang akan datang. Penggunaan metode least squares yang paling menentukan adalah kualitas atau keakuratan dari informasi atau data-data yang diperoleh serta waktu atau periode dari data-data tersebut dikumpulkan dalam hal ini adalah pasang surut air laut. Tujuan yaitu membuat sistem prediksi pasang surut air laut pada Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang dengan menggunakan metode least squares yang dapat digunakan untuk memprediksi pasang surut air laut pada Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang,tujuan penelitian ini untuk membantu nelayan mengetahui ketinggian air laut.Hasil pengujian prediksi pasang surut air laut Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang dengan menggunakan Mean Absolute Error (MAE) terdapat kesalahan error sebesar 7,19 lebih rendah dari rata-rata data pasang surut air laut Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas yaitu 119,06 sehingga sistem ini bisa dijadikan referensi untuk melakukan prediksi pasang surut air laut Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas
Analysis of The Diversity Of Butterfly (Rhopalocera) Based On Environmental Conditions In Muria Kudus Tourism Area Central Java
Mount Muria has abundant natural resources, both flora and fauna, one of which is butterflies. Butterflies as natural pollinators have an important role in the ecosystem. The deterioration of air quality has a negative impact on butterflies because they are quite sensitive to poor air quality and poor lighting. This study aims to analyze the relationship between environmental conditions and butterflies in the Muria Kudus area, carried out in March and June 2020. Butterfly observations were carried out using the quadratic sample transect method with 3 observation stations and measured environmental factors, among others: temperature, humidity, light intensity, altitude and Pb concentration analysis with AAS. The results of the study found 40 species of butterflies consisting of 6 families, with a moderate diversity index, almost merit index and low dominance. Muria area still has good environmental conditions for butterfly breeding. Relative abundance is negatively correlated with light intensity (rcount = -0,855, rtable = 0,811). Averageness is negatively correlated with heigh (rcount=-0,836, rtable=-0,881). The butterfly species Ypthima nigricans, Orsotriaena medus, and Melanitis leda is a specialist butterfly species and the butterfly species Papilio memnon, Leptosia nina, Chersonesia rahria, Mycalesis horsifieldii, and Yphtima horsifieldii is a generalist species butterfl
Diversity of Butterflies (Ordo Lepidoptera) and Flower Plants in Mount Muria Kudus, Central Java
The aims of this research is to know relationship betweef butterflies diversity and tropical flower plants in the Muria Mountain at Kudus City of Central Java. The research use quadrat sampling transect method with three stations (along 2 km). Research was conducted in Maret and Juni 2020. The tools used insectnet, termohigrometer, luxmeter, digital camera, rollmeter, GPS, jar and identification book. Data and analyzed for research using Shannon-Wiener index diversity (H’), Evenness index (E), Relative Abundance (Pi), Simpson Dominance Index (D), Density (KR) Frequency (FR), and Important Value Index (IVI). Results of research showed that at least 40 species of 6 family butterflies at Mt. Muria. Survey results of Mt. Muria area has a middle Diversity, middle Evenness, and low dominance. Leptosia nina was the most relative abundance, frequency, density and INP highest species of butterflies. Butterflies were found frequently feeding on flower tropical plants. Two species of flower tropical plants was the most used of butterflies are Lantana camara, and Chromolaena odorata. Mt. Muria was optimal abiotic factors for butterflies habitat
Developing e-laboratory instructions based on the unity of sciences paradigm in producing tempeh
Hands-on activities experienced many obstacles during the Covid-19 pandemic. So, students\u27 skills in the laboratory were also affected. In addition, the inculcation of Islamic values in learning needs more attention in religion-based schools. The study aimed to develop a design of e-laboratory instruction based on the unity of sciences paradigm on biotechnology material (producing tempeh) and prove its feasibility. This study uses the ADDIE model by Dick and Carey (1996). The data collection techniques are interviews, questionnaires, and documentation. The subjects of this study were students of twelfth graders in science class in SMA Hasyim Asy\u27ari Pekalongan, Central Java. The validation results from material and media experts show that e-laboratory instruction is very eligible, 91.81% and 85.38%. While the integration expert validators state that design is very high (86.67%). The biology teacher\u27s response reached 85.71% (very high). The result of the pilot test is 85.41%, categorized as very high. The e-laboratory instruction based on the unity of sciences paradigm in producing tempeh is suitable for learning
- …
