e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
4995 research outputs found
Sort by
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BUAH SEMANGKA (Citrullus lanatus) DI DESA BANDUNGHARJO KECAMATAN DONOROJO KABUPATEN JEPARA
Banyaknya hasil produksi buah semangka di Desa Bandungharjo dan sifat buah semangka yang rawan busuk yang dapat menyebabkan harga jual menurun dan lembaga pemasaran yang kurang sigap dalam mendistribusikan hasil produksi buah semangka, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran buah semangka, mengetahui besarnya farmer’s share, margin pemasaran dan mengetahui efisiensi pemasaran di Desa Bandungharjo Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara. Metode dasar penelitian adalah metode analisis deskriptif kuantitatif. Penentuan responden petani dilakukan dengan metode purposive sampling (kesengajaan) yang berjumlah 24 responden. Penentuan responden pedagang menggunakan metode snowball sampling, berjumlah 11 responden pedagang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis farmer’s share, margin pemasaran, dan efisiensi saluran pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan: ada tiga saluran pemasaran semangka di Desa Bandungharjo. Saluran pemasaran tingkat I : produsen-pedagang pengecer-konsumen. Saluran pemasaran tingkat II: produsen-pedagang pengepul-pedagang pengecer-konsumen. Saluran pemasaran tingkat III: produsen-pedagang pengepul-pedagang besar-pedagang pengecer-konsumen. Pada saluran I total biaya pemasaran sebesar Rp566/kg, total keuntungan pemasaran Rp174/kg, total margin pemasaran Rp740/kg, farmer’s share sebesar 83,5% dan efisiensi pemasarannya sebesar 12,6%. Pada saluran II total biaya pemasaran sebesar Rp640/kg, total keuntungan pemasaran Rp1.801/kg, total margin pemasaran Rp2.258/kg, farmer’s share sebesar 61,9% dan efisiensi pemasarannya sebesar 10,8%. Pada saluran III total biaya pemasaran sebesar Rp1.014/kg, total keuntungan pemasaran Rp2.149/kg, total margin pemasaran Rp2.980/kg, farmer’s share sebesar 55,5% dan efisiensi pemasarannya sebesar 15,1%. Pemasaran yang paling efisien yaitu saluran pemasaran II yang nilai persentasenya paling rendah diantara semua saluran
PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI KENTANG DI KECAMATAN SEMENDE DARAT TENGAH KABUPATEN MUARA ENIM
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran pendapatan yang diterima oleh petani, mengetahui tingkat kesejahteraan petani dan mengetahui pengaruh program Kerjasama industri kentang terhadap tingkat kesejahteraan petani  kentang di Kecamatan Semende Darat Tengah Kabupaten Muara Enim. Metode yang digunakan adalah sequential mixed methods dan strategi eksplanatoris sekuensial. Pengumpulan data menggunakan metode survey kuesioner dan wawancara. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rerata pendapatan yang diperoleh petani kentang di Kecamatan Semende Darat Tengah lebih Sejahtera yaitu adalah sebesar 61,408,750/ha/tahun. Hal ini sebanding dengan tingkat kesejahteraan petani kentang di Kecamatan Semende Darat Tengah yang lebih Sejahtera yaitu sebesar 0,68 atau (GSR<1). Selain itu, program kerjasama industri tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan petani kentang mitra dan non mitra di Kecamatan Semende Darat Tengah
POLITIK IDENTITAS DALAM PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN 2024: PERSPEKTIF KOMUNIKASI POLITIK
Indonesia has held the 2024 presidential election. One of the issues that was previously widely discussed was identity politics. This is based on the experience of strengthening identity politics in several previous electoral competitions, such as the 2014 presidential election, the 2017 Jakarta regional head election, and the 2019 presidential election. However, it turns out that the phenomenon of identity politics in the 2024 presidential election is relatively weak. This is influenced by many factors. Political communication plays an important role in this problem. This study uses a qualitative method and uses the theory of Jay G. Blumler and M. Gurevitch which offers four components in political communication, namely political institutions, audience orientation, media institutions, and the relevance of political culture.
Keywords: Identity Politics, Political Communication, Presidential Election
Abstrak
Indonesia telah menyelenggarakan pemilihan presiden tahun 2024. Salah satu isu yang sebelumnya banyak diperbincangkan adalah politik identitas. Hal ini berdasarkan pengalaman menguatnya politik identitas dalam beberapa kompetisi elektoral sebelumnya, seperti pemilihan presiden tahun 2014, pemilihan kepala daerah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta tahun 2017, dan pemilihan presiden tahun 2019. Namun, ternyata fenomena politik identitas dalam pemilihan presiden tahun 2024 relatif melemah. Hal ini dipengaruhi banyak faktor. Komunikasi politik memegang peranan penting dalam permasalahan ini. Penelitian ini memakai metode kualitatif serta menggunakan teori Jay G. Blumler dan M. Gurevitch yang menawarkan empat komponen dalam komunikasi politik, yaitu lembaga politik, orientasi khalayak, lembaga media, dan relevansi budaya politik.
Kata Kunci: Politik Identitas, Komunikasi Politik, Pemilihan Preside
Response to Growth and Yield of Chili (Capsicum annuum L.) to the application of biological fertilizers and Biochar
Chili is one of the vegetable commodities that is often consumed by people in Indonesia. The demands of chili will increase along with population and industrial development in Indonesia. The rising demand for chili will increase the use of chemical fertilizers, especially Urea and NPK. Efforts to reduce the use of excess chemical fertilizers are to use biofertilizers and biochar. Biofertilizers function to provide nutrients to replace chemical fertilizers while biochar is a soil ameliorant material that can bind nutrients and water in the soil. The application of biological fertilizers and biochar is expected to improve the chemical, biological and physical properties of the soil so as to provide media and nutrients for plant growth. In addition, the purpose of this study was to obtain the best combination dose of biochar and biofertilizer on the growth and yield of red chili. This study used a factorial randomized group design (RAK). The first factor is the dose of biofertilizer (Y) consisting of 3 levels, namely 6 l/ha, 8 l/ha and 10 l/ha. The second factor is the dose of biochar (B) consisting of 4 levels, namely 6 tons/ha, 8 tons/ha, 10 tons/ha and 12 tons/ha. The results showed that the combination of biofertilizer doses and biochar treatments interacted with plant height at 28 and 35 HST (Days After Planting), number of leaves at 35 HST and fruit weight throughout the harvest period. The best combination was found at a dose of 6 l/ha biofertilizer and a dose of 8 tons/ha biochar.
Keywords: growth and yields, chili, biochar, biofertilizersCabai merah adalah salah satu komoditas sayuran yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Kebutuhan cabai merah di Indonesia akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan perkembangan industri di Indonesia. Peningkatan kebutuhan jumlah cabai merah akan meningkatkan penggunaan pupuk kimia terutama Urea dan NPK. Upaya untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia berlebih adalah dengan menggunakan pupuk hayati dan biochar. Pupuk hayati berfungsi menyediakan hara pengganti pupuk kimia sedangkan biochar merupakan bahan ameliorant tanah yang mampu mengikat hara dan air dalam tanah. Pemberian pupuk hayati dan biochar diharapkan dapat memperbaiki sifat kimia, biologi dan fisik tanah sehingga memberikan media dan nutrisi bagi pertumbuhan tanaman. Selain itu, tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendapatkan dosis kombinasi terbaik biochar dan pupuk hayati pada pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah dosis pupuk hayati (Y) terdiri dari 3 taraf yaitu 6 l/ha, 8 l/ha dan 10 l/ha. Faktor kedua adalah dosis biochar (B) terdiri dari 4 taraf yaitu 6 ton/ha, 8 ton/ha, 10 ton/ha dan 12 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan dosis pupuk hayati dan biochar terjadi interaksi terhadap tinggi tanaman umur 28 dan 35 HST (Hari Setelah Tanam), jumlah daun umur 35 HST dan berat buah total. Kombinasi terbaik terdapat pada dosis pupuk hayati 6 l/ha dan dosis biochar 8 ton/ha.
Kata kunci: pertumbuhan dan hasil, cabai merah, biochar, pupuk hayat
BERAS ANALOG DARI LIMBAH RUMPUT LAUT TERFORTIFIKASI ISOLAT KEDELAI SEBAGAI DIVERSIFIKASI PANGAN PENDERITA DIABETES MELLITUS
Beras analog merupakan salah satu diversifikasi pangan yang terbuat dari bahan panganalternatif pengganti beras. Beras sebagai makanan pokok di Indonesia dikonsumsi rata-rataper kapitanya mencapai 6,81 kg per bulan. Kadar glukosa beras tinggi yaitu 25,40 gram per100 gram beras dan ini menyebabkan jumlah penderita Diabetes Mellitus di Indonesia naiksetiap tahunnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas penggunaanrumput laut sebagai bahan baku beras analog pengganti beras padi untuk penderita DiabetesMellitus. Tahapan penelitian diawali dengan evakuasi rumput laut E. Cottonii menjadi tepung,pembuatan beras analog dan tahap analisis. Hasil penelitian mendapatkan beras analogrumput laut berwarna coklat dan berbentuk butiran. Hasil analisa dan perhitunganmendapatkan kadar air berkisar 7,65% - 10,40% yang memenuhi SNI 6128-2015, kadarprotein berkisar 6,13% - 19,26%, kadar karbohidrat 56,97%-78,66% dan kadar lemak 1,60%-12,02%. Kondisi optimum didapatkan pada penambahan konsentrasi rumput laut 3%dan waktu pengukusan 6 menit, dimana didapatkan kadar air terendah 7,65%, kadar proteintertinggi 19,26%, kadar karbohidrat terendah 56,97% dan kadar lemak tertinggi 12,02%.
Kata kunci: beras analog, Diabetes Mellitus, glukosa, kadar karbohidrat, rumput lau
KONTRADIKSI BELONGING COSMOPOLITANISM DALAM SERIAL UPIN & IPIN DENGAN KEHIDUPAN MULTIKULTURAL DI MALAYSIA
Penelitian membahas tentang kontradiksi yang terjadi antara serial Upin & Ipin yang sarat akan aspek belonging cosmopolitanism dengan kehidupan masyarakat Malaysia yang multikultural. Sebagai sebuah aspek penting dalam memahami kosmopolitanisme melalui sebuah fenomena. Maka penulis menganalis tentang faktor yang menjadikan kehidupan masyarakat Malaysia yang multikultural tidak sama seperti yang disampaikan oleh serial Upin & Ipin. Menggunakan teori pembangunan identitas dari Castells (2006) yang terdiri dari tiga proses, yaitu Legitimizing Identity, Project Based Identity, dan Resistance Based Identity. Dimana proses pembangunan identitas kaitannya sangat erat dengan belonging cosmopolitanism. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah kualitatif analitis yang bersumber dari data sekunder. Tulisan ini mencoba menganalisis tentang pentingnya mengimplementasikan aspek-aspek kosmopolitanisme bagi setiap negara di dalam diskursus Hubungan Internasional.
Kata Kunci : Belonging Cosmopolitanism, Pembangunan Identitas, Serial Upin & Ipin, Isu Multikulturalisme di Malaysi
Analisis Kriminologi Pada Faktor Penyebab Maraknya Perjudian Online DiKalangan Mahasiswa Kota Tanjungpinang
Kemudahan mengakses pada situs judi online membuat semakin banyaknya permasalahan sosial yang timbul. Mahasiswa di anggap sebagai agen perubahan dan berasal dari golongan kaum intelektual dalam pandangan masyarakat sehingga terjebaknya mahasiswa dalam permainan judi online akan menjadi catatan buruk citra diri seorang mahasiswa bagi pandangan masyarakat. Permainan judi di kategorikan sebagai tindak criminal yang mana sebuah tindak kejahatan merupakanbentuk dari adanya fenomena sosial yang umum terjadi, dalam arti bahwa kejahatan merupakan bagian dari masalah yang dihadapi masyarakat dalam kriminologi kontrol sosial sebuah tindak kejahatan seperti permainan judi online pada kalangan mahasiswa tentunya ada faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut maka dalam penelitian ini di rumuskan masalah berupa bagaimana analisis kriminimogi pada faktor penyebab maraknya perjudian online di kalangan mahasiswa kota tanjungpinang. Dengan mengkunakan metode penelitian normative kualitatif yang memfukuskan pengkajian masalah pada studi literatur berupa bahan bacaan. Menghasilkan pembahasan penelitian berupa terdapat 4 faktor yang di nilai palingberpengaruh dalam mendorong mahasiswa kota Tanjungpinang melakukan permainan judi online yaitu faktor lingkungan, kelemahan kesadaran hukum, kemudahan kases dalam memperoleh situs judi online, dan kelemahan dalam beragama. Sehingga dapat di simpulkan bahwa perlunta control diri dan perhatian khusus kepada para aparat hukum untuk mengendalikan faktor penyebab maraknyapermainan judi online yang menjebak para mahasiswa di kota Tanjungpinag
PEMANFAATAN ABU TERBANG SEBAGAI GEOPOLIMER UNTUK ADSORPSI LOGAM BERAT Mn
Geopolimer merupakan polimer anorganik yang tersusun dari ikatan Si-O-Al. Geopolimerdapat diperoleh dari material alumino-silikat seperti abu terbang yang direaksikan denganaktivator alkali. Pada penelitian ini, abu terbang yang merupakan limbah padat dari prosespembakaran batubara dimanfaatkan sebagai geopolimer dengan aktivator alkali campuranlarutan NaOH 10 N dan larutan natrium silikat. Geopolimer yang diperoleh digunakan untukmengadsorpsi logam berat mangan (Mn). Faktor-faktor yang mempengaruhi proses adsorpsi,yaitu konsentrasi awal larutan logam berat Mn dan waktu kontak, dipelajari pada penelitianini selain dilakukan juga kajian isoterm dan kinetika adsorpsi. Hasil yang diperolehmenunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi awal larutan logam berat Mn maka semakinrendah efisiensi adsorpsi yang diperoleh. Sementara itu proses adsorpsi logam berat Mn olehgeopolimer mencapai kesetimbangan setelah 120 menit. Berdasarkan kajian isoterm dankinetika adsorpsi yang telah dilakukan, adsorpsi logam berat Mn oleh geopolimer dari abuterbang mengikuti model isoterm Langmuir dan model kinetika order dua semu
UJI ANTIOKSIDAN PADA EKSTRAK GENJER (Limnocharis flava) DAN SABUN CUCI TANGAN DARI DAUN GENJER
Dalam menghadapi kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas, yang berasal dari faktor internal seperti reaksi kimia dalam tubuh, serta eksternal seperti polusi dan konsumsi makanan tidak sehat, antioksidan alami dapat menawarkan perlindungan dengan cara mengisi kembali elektron yang hilang pada radikal bebas tersebut. Salah satu sumber antioksidan yaitu pada tanaman genjer yang dikenal kaya akan vitamin C, E, fenol, dan flavonoid. Penelitian ini mengkaji efektivitas antioksidan dari tanaman Genjer dengan fokus pada bagian batang, daun, dan bunga. Tanaman Genjer, diuji untuk mengidentifikasi kandungan antioksidannya menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% untuk menghindari kerusakan termal pada senyawa antioksidan. Uji fitokimia menunjukkan bahwa daun Genjer memiliki kandungan flavonoid dan fenol yang lebih tinggi dibandingkan dengan bagian lainnya, yang menandakan potensi antioksidan yang kuat. Pengujian antioksidan dengan metode DPPH menghasilkan nilai IC50 sebesar 122 ppm untuk ekstrak daun, menunjukkan efektivitas sedang dalam menangkap radikal bebas. Selanjutnya, aplikasi ekstrak ini dalam pembuatan sabun cuci tangan juga diuji, namun menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat lemah dengan nilai IC50 sebesar 805 ppm, yang menunjukkan penurunan aktivitas antioksidan akibat interaksi dengan bahan kimia lain dalam formulasi sabun. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan formulasi yang dapat meminimalkan pengurangan aktivitas antioksidan ketika diintegrasikan dengan bahan kimia lain
PENGARUH PERBANDINGAN KARBON AKTIF DARI TEMPURUNG KELAPA DAN TULANG SAPI PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK
Limbah Biomassa yang berasal dari pertanian seperti tempurung kelapa dan tulang sapi yang cukup berlimpah selama ini hanya dibuang begitu saja sehingga menyebabkan bertumpuknya limbah padat yang menganggu lingkunga, sehingga perlu adanya usaha untuk mengolah limbah tersebut.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengolah limbah tempurung kelapa dan tulang sapi menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis menjadi karbon aktif. Proses pembuatan karbon aktif terdiri dari 3 tahapan yaitu karbonisasi, aktivasi menggunakan proses fisika dan kimia dan karakterisasi karbon aktif berdasarkan SNI-06-3730-1995 kemudian diaplikasikan pada pengolahan air limbah domestik. Hasil penelitian menunjukkan nilai terbaik pada hasil karakteristik kandungan air 2,4% dibanding tulang sapi 2,86% sedangkan untuk karbon aktif tulang sapi mendapatkan nilai terbaik pada karakteristik kandungan abu 3,94%, kadar karbon terikat 78,6%, kandungan zat terbang 18,80%, daya serap terhadap iodium 888,08 mg/gr dibanding dengan karbon aktif dari tempurung kelapa yaitu kadar abu 6,38%, kandungan karbon terikat 61,89%, kandungan zat terbang 20,29%, daya serap terhadap iodium 769,99%. Kualitas karbon aktif dari tempurung kelapa dan tulang sapi telah memenuhi SNI-06-3730-1995. Hasil uji karbon aktif pada proses pengolahan air limbah domestik yaitu karbon aktif dari tulang sapi paling baik dalam menurunkan ammonia menjadi 7,50 ppm, total coliform 920 MPN/100 ml, minyak lemak menajdi 0,70 ppm