26964 research outputs found
Sort by
Bimbingan keagamaan sebagai upaya pengendalian emosi bagi pasien eks psikotik di Rumah Singgah Dosaraso Kebumen
Penelitian ini dilatarbelakangi dari kegiatan bimbingan keagamaan yang diperlukan dalam pengendalian emosi pasien eks psikotik, serta masih tingginya kasus gangguan jiwa, khususnya psikotik di kabupaten Kebumen yang memerlukan pendekatan bukan hanya medis tetapi juga spiritual seperti bimbingan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bimbingan keagamaan sebagai upaya pengendalian emosi bagi pasien eks psikotik di rumah singgah Dosaraso Kebumen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis Miles dan Huberman, yang mencakup proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Sumber data terdiri atas data primer, yaitu pembimbing dan pasien eks-psikotik di rumah singgah Dosaraso, serta data sekunder berupa dan laporan kegiatan bimbingan keagamaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan keagamaan sebagai upaya pengendalian emosi bagi pasien eks psikotik di rumah singgah Dosaraso Kebumen dapat dilihat dari materi, metode, serta tahapannya. Materi terdiri dari aqidah/keimanan (berdoa dan berdzikir agar keyakinan kepada Allah Swt semakin kuat), syariah/keislaman (tata cara beribadah kepada Allah seperti berwudhu, sholat, mengaji dan membaca Al Quran), dan akhlakul karimah/budi pekerti (tingkah laku dan kepedulian antar sesama). Metode ceramah dan praktek secara langsung oleh pembimbing. Tahapan bimbingan keagamaan yaitu identifikasi, diagnosa, pragnosa, terapi, dan evaluasi. Pada tahapan terapi inilah diberikan materi dengan metode tersebut yang dapat dijadikan upaya pengndalian emosi yang dilihat dari indikator: mampu mengendalikan diri (menjadi lebih tenang serta tidak mudah marah),menunjukan sifat kejujuran dan integritas (mampu bersikap jujur dan percaya diri), menunjukan sikap berungguh sungguh dalam mengendalikan emosi(mampu berkomitmen mengikuti kegiatan rutin),menunjukan kemampuan adaptabilitas (tidak lagi mudah tersinggung dan lebih nyaman ngobrol dengan orang sekitar),menunjukan perubahan (mampu mengalihkan emosional ke lebih yang positif yaitu membaca buku dan kegiatan lainnya)
Analisis isi pesan akhlak dalam serial animasi Ibra Berkisah di Youtube
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi pesan akhlak dalam serial animasi Ibra Berkisah yang ditayangkan di YouTube. Di tengah maraknya konten digital yang tidak selalu memberikan nilai edukatif, serial ini hadir sebagai alternatif media dakwah berbasis visual yang ditujukan khususnya kepada anak-anak dan remaja. Penelitian ini berfokud pada tiga episode, yaitu “Adzan Indah”, “Ghosting”, dan “Insecure”. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi model Klaus Krippendorff yang mencakup tiga pendekatan: pragmatis, semantik, dan sarana tanda. Analisis dilakukan terhadap dialog, narasi, serta visual dalam animasi untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan pesan-pesan akhlak. Fokus kategori meliputi akhlak kepada Allah, Rasulullah, sesama manusia, dan diri sendiri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat kategori akhlak tersebut muncul secara konsisten dan saling melengkapi dalam alur cerita. Dari keempat akhlak tersebut pesan akhlak yang paling dominan dalam serial ini adalah akhlak kepada sesama manusia, yang tampak melalui nilai-nilai empati, penghormatan terhadap orang lain, serta pentingnya menjaga lisan dan bersikap bijak dalam berinteraksi. Secara keseluruhan, serial animasi Ibra Berkisah berhasil menyampaikan pesan-pesan moral yang relevan dan aplikatif bagi kehidupan anak-anak, terutama dalam membentuk karakter yang berbasis pada nilai-nilai Islam
Aktualisasi nilai-nilai kemabruran haji dalam pembinaan akhlak siswa : studi guru bergelar haji di Yayasan Darul Ulum Semarang
Ibadah haji merupakan salah satu rukun islam yang sarat dengan nilai-nilai. Nilai-nilai kemabruran haji bagi kehidupan masyarakat akan semakin tinggi nilainya jika dimiliki oleh siswa. Ibadah haji merupakan ibadah yang multidimensi selain bernuansa spiritual dan keagamaan ibadah haji juga memiliki makna sosial yang luas. Ibadah haji menawarkan banyak manfaat, baik dunia maupun akhirat. Tujuan akhir dari pelaksanaan ibadah haji adalah agar masyarkat terus maju terutama kepada siswa yang akan menjadi penerus bangsa dan berjuang menegakkan nilai-nilai kebenaran islam hingga akhir hayat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktualisasi nilai-nilai kemaabruran haji dalam pembinaan akhlak siswa pada guru bergelar haji di Yayasan Darul Ulum Semarang. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menjaga kredibilitas dan keabsahan data digunakan triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembinaan akhlak siswa oleh guru yang sudah berhaji sangat berpengaruh untuk siswa siswi MTs Darul Ulum Semarang untuk membentuk akhlaqul karimah dan budi pekerti yang baik. Proses penting dalam pembentukan karakter seseorang adalah dengan memberikan binaan untuk membentuk perilaku dan sikap yang baik sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Akhlak tidak hanya terbatas pada moral tetapi juga pada etika dan tata krama yang harus diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari
Peran kepemimpinan transformasional tokoh Nahdlatul Ulama dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk umrah bersama : studi kasus fenomena umrah warga satu desa di Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang
Fenomena unik warga satu desa yang menunaikan ibadah umrah bersama melalui tabungan di Desa Genukwatu, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Gagasan umrah bersama warga satu desa bermula dari candaan salah satu warga yang ikut dalam rombongan wisata religi makam Jawa Tengah, dan menghasilkan tekad yang diwujudkan dengan adanya program umrah bersama melalui tabungan dalam naungan organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Tujuan penelitian ini untuk mengkaji peran kepemimpinan transformasional tokoh NU dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk umrah bersama. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman.
Temuan kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional yang diperankan oleh tokoh NU yakni Abidin sebagai ketua dan Nur Mahmudi sebagai penasehat program umrah bersama Desa Genukwatu, memainkan peran penting dalam membangun kepercayaan, membangun motivasi spiritual dan menciptakan perubahan di lingkungan Desa Genukwatu. Kepemimpinan Transformasional yang diperankan Abidin melalui motivasi, inspirasi, kepercayaan, keteladanan dan perhatian individu kepada masyarakat. Sementara, Nur Mahmudi berperan dalam memberi inspirasi, stimulasi intelektual melalui bimbingan ibadah, mensosialisasikan program umrah melalui forum pengajian dan perhatian individu dengan menjadi pendengar dan memberi solusi atas permasalahan yang ada. Adapun faktor yang mendorong partisipasi warga meliputi keteladanan dan karisma pemimpin, motivasi religius, lingkungan yang mendukung, keterbukaan, sistem administrasi yang mudah, kenyamanan dalam layanan, sensasi yang berbeda. Maka, partisipasi aktif masyarakat dalam program umrah bersama menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap pemimpin dan dampak dari program
Beban ganda perempuan pekerja pabrik di wilayah Tambakaji RW XII Kota Semarang
Perempuan pekerja pabrik di Tambakaji RW XII Kota Semarang menghadapi beban ganda dalam struktur masyarakat yang patriarkal, berpendidikan rendah, dan rentan terhadap kekerasan simbolik. Partisipasi mereka di sektor publik sebagai pencari nafkah tidak sepenuhnya diiringi oleh redistribusi peran domestik, menjadikan kerja ganda sebagai bentuk baru ketimpangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika peran ganda perempuan dalam konteks sosial-ekonomi dan budaya lokal, serta dampaknya terhadap kesejahteraan keluarga dan relasi gender.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara semi-terstruktur dan observasi mendalam terhadap 20 informan. Informan dipilih secara purposive berdasarkan kriteria: perempuan usia 35 tahun ke atas, bekerja di pabrik lebih dari dua tahun, menjalankan pekerjaan domestik secara mandiri, dan menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga. Analisis data dilakukan secara induktif melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan bekerja karena tekanan ekonomi dan kebutuhan aktualisasi diri. Masyarakat RW XII memvalidasi mereka secara positif sebagai figur mandiri dan terpuji, namun beban ganda tetap memicu kelelahan fisik dan emosional. Strategi manajemen waktu, dukungan keluarga, dan relasi sosial menjadi penyangga utama keberlangsungan peran ganda. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun perubahan budaya mulai terjadi, ketimpangan struktural dalam pembagian peran gender masih membutuhkan transformasi yang lebih substansial.
ABSTRACT:
Female factory workers in Tambakaji RW XII, Semarang City face a double burden within a patriarchal social structure, compounded by low education levels and symbolic violence. Their participation in the public sector as income earners is not accompanied by equitable redistribution of domestic responsibilities, resulting in a layered form of gender inequality. This study aims to explore the dynamics of women’s dual roles in their social-economic and cultural context, and assess the impact on family welfare and gender relations.
This research employs a qualitative descriptive approach using semi-structured in-depth interviews and observations with 20 purposively selected informants. Criteria included: women aged 35 and above, working in factories for over two years, managing domestic duties independently, and serving as primary income providers. Data was analyzed inductively through reduction, presentation, and conclusion drawing.
Findings reveal that women pursue employment due to economic pressure and personal aspirations for independence and self-development. Local residents validate their roles positively, viewing them as strong and admirable figures. However, the double burden still leads to fatigue and emotional stress. Time management, family support, and social relationships emerge as key factors in sustaining these roles. While cultural shifts are evident, structural inequality in the division of labor continues, requiring broader social transformation
Dinamika kelompok dalam game online : studi pada komunitas PUBG Clan I.N.A pengguna aplikasi Discord
Komunitas virtual dalam game online telah menjadi fenomena sosial baru yang menunjukkan kompleksitas interaksi antarindividu dalam ruang digital. Salah satu contohnya adalah komunitas PUBG (Player Unknown Battle Ground) Clan (Komunitas) I.N.A (Indonesia) yang menggunakan platform Discord sebagai sarana komunikasi utama. Di dalam komunitas ini, para pemain tidak hanya berinteraksi untuk bermain bersama, tetapi juga membangun identitas sosial, menjalankan peran tertentu, dan memperkuat solidaritas kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana dinamika kelompok terbentuk, berkembang, dan dimaknai oleh anggota komunitas PUBG Clan I.N.A dalam konteks interaksi sosial berbasis digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi untuk mengeksplorasi dinamika kelompok dalam komunitas PUBG Clan I.N.A di Discord. Jenis penelitian yaitu penelitian lapangan (field research). Teori yang digunakan adalah interaksionisme simbolik dari Herbert Blumer yang menekankan pada makna yang muncul dari interaksi sosial. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan anggota komunitas. Penelitian ini berfokus pada tiga aspek utama: pola interaksi sosial antar anggota, struktur kelompok yang terbentuk, dan pembentukan identitas komunitas di dalam platform Discord. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kelompok dalam komunitas PUBG Clan I.N.A terbentuk melalui proses interaksi simbolik yang berlangsung secara intensif. Platform Discord tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga ruang sosial yang membentuk identitas, struktur peran, dan hierarki informal dalam komunitas. Adapun dinamika kelompok terbentuk dan berkembang melalui makna sosial yang terbangun melalui simbol-simbol seperti istilah “rusher”, “support”, hingga pemberian role seperti admin atau ladies menunjukkan bahwa relasi sosial dalam komunitas ini merupakan hasil dari interpretasi dan negosiasi antaranggota yang terus berlangsung. Dengan demikian, komunitas game online dapat dipahami sebagai arena sosial yang kaya akan dinamika kelompok dan praktik simbolik di era digital.
ABSTRACT:
Virtual Virtual communities in online games have become a new social phenomenon that illustrates the complexity of interpersonal interactions in digital spaces. One example is the PUBG (Player Unknown Battle Ground) Clan (community) I.N.A, which uses Discord as its primary communication platform. Within this community, players not only interact to play together, but also build social identities, perform specific roles, and strengthen group solidarity. This study aims to understand how group dynamics are formed, develop, and are interpreted by members of the PUBG Clan I.N.A community in the context of digitally mediated social interaction. This This study employs qualitative methods with a netnographic approach to explore group dynamics within the PUBG Clan I.N.A community on Discord. The research is categorized as field research. The theoretical framework is Herbert Blumer’s symbolic interactionism, which emphasizes the meanings that emerge from social interactions. Data were collected through participatory observation and in-depth interviews with community members. The study focuses on three main aspects: patterns of social interaction among members, the group structures that emerge, and the construction of community identity on the Discord platform. findings indicate that group dynamics in the PUBG Clan I.N.A community are shaped through intensive symbolic interaction processes. Discord not only serves as a communication tool but also functions as a social space that molds identity, role structures, and informal hierarchies within the community. Group dynamics form and evolve through social meanings constructed via symbols such as the terms “rusher,” “support,” and through role assignments like admin or ladies, demonstrating that social relations in this community result from ongoing interpretation and negotiation among members. Thus, online gaming communities can be understood as social arenas rich in group dynamics and symbolic practices in the digital age
Transformasi digital ketatausahaan untuk meningkatkan akuntabilitas di SMK Ma’arif Kota Mungkid Magelang
Perkembangan teknologi menuntut lembaga pendidikan untuk beradaptasi melalui transformasi digital, salah satunya dalam ketatausahaan. Administrasi secara manual dinilai kurang efisien, dan rawan kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan serta hasil transformasi dalam pengelolaan ketatausahaan di SMK Ma’arif Kota Mungkid Magelang guna meningkatkan akuntabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasidigital ketatausahaan di SMK Ma’arif Kota Mungkid Magelang dilakukan dengan menerapkan berbagai sistem digital, seperti PPDB Online, Website Resmi Sekolah, Rapor Digital Madrasah (RDM), ARKAS, fingerprint, Dapodik, dan SIPLah. Penerapan teknologi ini mampu meningkatkan akutanbilitas dengan efisiensi kerja, keakuratan data, dan kemudahan dalam mengakses informasi.Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penerapan sistem digital terbukti dapat mempercepat proses kerja, mengurangi kesalahan manual, dan memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan
Representasi men support women dalam kesetaraan gender : studi pada akun Instagram @lakilakibaru
Aliansi Laki-Laki Baru merupakan gerakan kesetaraan gender yang menjadi mitra bagi gerakan perempuan. ALB dengan ideologi feminisnya, percaya bahwa patriarki merugikan perempuan dan laki-laki. Sehingga ketidakadilan gender tidak hanya dialami perempuan namun juga laki-laki. ALB hadir untuk menyuarakan suara hati perempuan, dan membawa gagasan baru yaitu laki-laki yang terlibat dan mendukung perempuan dalam mewujudkan kesetaraan gender. Laki-laki dan perempuan harus saling berjalan bersama untuk menciptakan lingkungan yang adil dan setara. Melalui Instagram @lakilakibaru peneliti melihat adanya representasi Men Support Women atau laki-laki yang mendukung perempuan dalam kesetaraan gender. Oleh karena itu, peneliti ingin mengkaji lebih dalam mengenai bentuk representasi Men Support Women melalui konten yang dikampanyekan ALB di Instagram @lakilakibaru.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi. Sumber penelitian ini yaitu data primer yang diambil langsung melalui wawancara dengan informan dari anggota, simpatisan, dan follower @lakilakibaru. Sedangkan data sekunder merupakan data yang diambil dari literatur dan dokumen pendukung. Teknik pengumpulan data, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan netnografi Kozinets. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teori Gender Judith Butler, data disajikan dalam bentuk narasi untuk mendeskripsikan hasil dari penelitian, kemudian dilakukan penarikan kesimpulan dengan memahami dari data penelitian yang sudah tersaji.
Hasil penelitian melalui Instagram @lakilakibaru menunjukkan adanya representasi Men Support Women dalam kesetaraan gender. Bentuk dukungan laki-laki kepada perempuan dalam mewujudkan kesetaraan gender yaitu: mengedukasi peran ayah dalam pengasuhan anak, keterlibatan laki-laki dalam domestik, dan laki-laki menolak kekerasan perempuan. Selanjutnya alasan ALB mengkampanyekan konten dukungan laki-laki terhadap perempuan di Instagram: mengajak laki-laki dukung kesetaraan gender, melawan dominasi budaya patriarki, menciptakan maskulinitas baru, pemberdayaan perempuan dan upaya menghapuskan kekerasan terhadap perempuan. Kemudian dampak pada follower @lakilakibaru di Instagram terkait konten dukungan laki-laki kepada perempuan, yaitu: pemahaman identitas gender dan maskulinitas baru, perubahan perilaku follower @lakilakibaru secara personal, dan perubahan perilaku follower di lingkungan sosial. Hasil penelitian dianalisis menggunakan teori gender dari Butler dengan konsep kunci performativitas. @lakilakibaru secara konsisten melakukan kampanye secara berulang-ulang melalui kontennya di Instagram sehingga dapat membangun konsep gender baru yang lebih egaliter seperti pemahaman identitas gender dan maskulinitas yang lebih fleksibel.
ABSTRACT:
The New Men's Alliance is a gender equality movement that partners with the women's movement. ALB, with its feminist ideology, believes that patriarchy, considered to benefit men, actually causes toxic masculinity. Women are also disadvantaged by gender stereotypes. So gender injustice is not only experienced by women but also men. ALB is here to voice women's voices, and bring a new idea of men engaging and supporting women to realize gender equality. Men and women must walk together to create a fair and equal environment. Through Instagram @lakilakibaru, researchers see the representation of Men Support Women or men who support women in gender equality. Therefore, researchers want to examine more deeply the form of representation of Men Support Women through the content campaigned by ALB through Instagram @lakilakibaru.
This research uses qualitative method with a netnography approach. The source of this research is primary data taken directly through interviews with informants from members, sympathizers, and followers of @lakilakibaru. While secondary data is data taken from literature and supporting documents. Data collection techniques, observation, interviews, and documentation studies. The data analysis technique in this research uses Kozinets' netnography. The data obtained is then analyzed using Judith Butler's Gender theory, the data is presented in narrative form to describe the results of the research, then conclusions are drawn by understanding the research data that has been presented.
The results of research through Instagram @lakilakibaru show the representation of Men Support Women in gender equality. Forms of male support for women in realizing gender equality are: educating the role of fathers in childcare, male involvement in domestic affairs, and men rejecting violence against women. Furthermore, the reasons for ALB campaigning for men's support for women content on Instagram: inviting men to support gender equality, fighting the dominance of patriarchal culture, creating new masculinity, empowering women and efforts to eliminate violence against women. Then the impact on @lakilakibaru followers on Instagram related to the content of men's support for women, namely: Understanding of gender identity and new masculinity, changes in the behavior of @lakilakibaru followers personally, and changes in the behavior of followers in the social environment. The results of the study were analyzed using Butler's gender theory with the key concept of performativity. @lakilakibaru consistently conducts campaigns repeatedly through its content on Instagram can build new, more egalitarian gender concepts such as a more flexible understanding of gender identity and masculinity
The use of Tiktok in English teaching and learning speaking skills
In the digital era, social media platforms like TikTok are increasingly being used as tools to support language learning, particularly in enhancing English speaking skills. TikTok offers short, interactive videos that provide learners with authentic English exposure in informal and engaging ways. This study aimed to explore EFL students’ perceptions of using TikTok to improve their English speaking skills, identify the specific benefits of TikTok in enhancing speaking fluency, pronunciation, and confidence, and examine the challenges students face while using the platform as a speaking practice tool. A qualitative descriptive approach was employed, and data were collected through semi- structured interviews with eight English Education students. Thematic analysis was used to interpret the data. The findings revealed that students generally have positive perceptions of TikTok, describing it as accessible, enjoyable, and effective for informal, self-paced speaking practice. TikTok was perceived to support fluency through exposure to fast-paced content, improve pronunciation through imitation and subtitle features, and boost confidence by offering a low-pressure environment. However, challenges such as distractions from entertainment content, lack of structured feedback, performance anxiety, and difficulty measuring progress were also reported. In conclusion, while TikTok can be a valuable supplementary platform for speaking development, its effectiveness depends on learners’ discipline, critical awareness, and purposeful engagement.
Keywords: TikTok, Teaching and Learning, English speaking skill
Pengaruh perencanaan keuangan dan religiusitas terhadap risiko gagal bayar pinjaman online : studi pada Gen Z di Kota Semarang
Dalam era digital saat ini, layanan pinjaman online berkembang pesat dan menjadi alternatif solusi keuangan yang banyak diminati, terutama oleh Generasi Z yang sangat akrab dengan teknologi. Kemudahan akses dan cepatnya proses pinjaman membuat layanan ini menarik, namun di sisi lain meningkatkan risiko gagal bayar. Risiko gagal bayar terjadi ketika peminjam tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran sesuai perjanjian, yang dapat berdampak negatif pada keuangan pribadi maupun stabilitas sistem keuangan. Faktor internal seperti perencanaan keuangan dan religiusitas diduga memiliki peran penting dalam memengaruhi kecenderungan individu mengalami gagal bayar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perencanaan keuangan dan religiusitas terhadap risiko gagal bayar pinjaman online pada Generasi Z di Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden Generasi Z yang pernah melakukan pinjaman online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, perencanaan keuangan dan religiusitas berpengaruh signifikan terhadap risiko gagal bayar pinjaman online. Secara parsial, perencanaan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap risiko gagal bayar pinjaman online. Variabel religiusitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap risiko gagal bayar pinjaman online.
ABSTRACT:
In today's digital era, online loan services are growing rapidly and becoming an alternative financial solution that is in great demand, especially by Generation Z who are very familiar with technology. Ease of access and fast loan process make this service attractive, but on the other hand it increases the risk of default. The risk of default occurs when the borrower is unable to fulfill payment obligations according to the agreement, which can have a negative impact on personal finances and the stability of the financial system. Internal factors such as financial planning and religiosity are thought to play an important role in influencing the tendency of individuals to default. This study aims to determine the effect of financial planning and religiosity on the risk of default on online loans in Generation Z in Semarang City. The research method used is a quantitative approach with multiple linear regression analysis techniques. The sampling technique used in this study is nonprobability sampling. Data collection was carried out by distributing questionnaires to 100 Generation Z respondents who had taken out online loans. The results of the study showed that simultaneously, financial planning and religiosity had a significant effect on the risk of default on online loans. Partially, financial planning had a positive and significant effect on the risk of default on online loans. The religiosity variable had a negative and significant effect on the risk of default on online loans