8,078 research outputs found
Kepemimpinan Agus Muhammad Nidhom Asrori bagi komunitas copler di Pondok Pesantren Raudlatul ‘Ulum Cemengkalang Sidoarjo (Studi Karismatik Kiai Muda di Kalangan Generasi Milenial)
Skripsi ini adalah studi tentang kepemimpinan karismatik seorang kiai muda yang bernama Agus Muhammad Nidhom Asrori bagi komunitas copler di pondok pesantren Raudlatul ‘Ulum. Ada dua persoalan yang dikaji dalam skripsi ini, yaitu: (1) Bagaimana kepemimpinan karismatik Agus Muhammad Nidhom Asrori bagi komunitas copler di pondok pesantren Raudlatul ‘Ulum. (2) Bagaimana kepemimpinan karismatik Agus Muhammad Nidhom Asrori bagi komunitas copler ini ditinjau menurut teori karismatik Max Weber. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karisma dan timbulnya karisma Agus Muhammad Nidhom Asrori dalam memimpin komunitas copler di pondok pesantren Raudlatul ‘Ulum dan menganalisisnya dalam perspektif teori karismatik Max Weber. Metode penelitian dalam skripsi ini dikaji dengan metode penelitian kualitatif, yaitu kajian lapangan (field research).Dari hasil penelitian ini, ditemukan bahwa (1) Kepemimpinan karismatik Agus Muhammad Nidhom Asrori bagi komunitas copler meliputi beberapa kategori. Pertama, sebagai seorang pendakwah, Agus Muhammad Nidhom Asrori dipandang sebagai pendakwah yang dapat menciptakan karakter dengan model, gaya, serta variasi yang efektif yang selalu sesuai dengan apa yang dikehendaki komunitas copler yang notabenenya merupakan generasi milenial. Kedua, sebagai seorang “gus”, Agus Muhammad Nidhom Asrori diyakini sebagai sosok figur yang akan menjadi penerang dan tokoh teladan bagi komunitas copler. Ketiga, sebagai tokoh masyarakat, Agus Muhammad Nidhom Asrori dinilai sebagai tokoh pengayom yang dapat membimbing dan mengarahkan komunitasnya. Keempat, sebagai seorang pemimpin komunitas, Agus Muhammad Nidhom Asrori dipandang sebagai pemimipin yang dapat mewarnai lingkungan komunitasnya. (2) Perspektif teori karismatik Max Weber melihat bahwa karisma dari sosok Agus Muhammad Nidhom Asrori ini merupakan sebuah kualitas diri yang terdapat dalam kepribadiannya, yang mana di anugerahi dari Allah SWT berupa kelebihan-kelebihan khusus dalam mempengaruhi pikiran, perasaan dan tingkah laku orang lain, khususnya pada anggota copler di pondok pesantren Raudlatul ‘Ulum. Sehingga dalam suasana batin para pengikutnya, muncul perasaan mengagumi dan rela bersedia melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh Agus Muhammad Nidhom Asrori ini. Sehingga dengan kemampuan yang dimilikinya, kini ia pun telah diakui dan memiliki banyak pengikut yang bergabung di komunitas copler. Dengan demikian, kebenaran karismatik Agus Nidhom ini relevan dengan teori karismatiknya Max Weber, sebagaimana yang dikatakan oleh Max Weber tentang teori karismanya, bahwa karisma adalah bakat, kelebihan, atau keistimewaan khusus seseorang yang merupakan anugerah pemberian dari Tuhan
PENAFSIRAN KATA NUR OLEH KH. AHMAD ASRORI AL ISHAQI DALAM QS. AL-MAIDAH [5]: 15 (Studi Kitab Al-Muntakhabat Karya KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi)
Pandangan tentang Nur Muhammad banyak ditemukan ikhtilaf dari kalangan ulama Muslim. Di antaranya mereka menyatakan bahwa meyakini Nur Muhammad Saw adalah kebenaran dan di sisi lain adalah kesesatan. Ikhtilaf ini disebabkan redaksi tentang Nur Muhammad belum cukup kuat. Adapun dari sebagian kalangan mufassir dalam menafsirkan kata nur dalam QS Al-Maidah ayat 15, mereka menyatakan bahwa kata nur dapat dimaknai dengan Nabi Muhammad Saw. Melihat kondisi ikhtilaf ini, KH Ahmad Asrori al-Ishaqi hadir menawarkan pemikirannya sebagai bentuk responsnya. Beliau menuangkan pemikirannya dalam karyanya, kitab Al-Muntakhaba>t. Dalam kitab tersebut, beliau menjelaskan tentang Nur Muhammad yang berkaitan dengan penafsiran QS Al-Maidah ayat 15. Berangkat dari masalah ini, peneliti ingin lebih mendalami tentang penafsiran kata n>r pada QS Al-Maidah: 15 dalam kitab Al-Muntakhabat karya KH Ahmad Asrori al-Ishaqi yang berkaitan dengan Nur Muhammad. Penelitian ini berfokus pada dua rumusan masalah utama yang meliputi bagaimana penafsiran kata nur pada QS. Al-Maidah: 15 dalama kitab Al-Muntakhabat karya KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi dan pemaknaan penafsirannya. Dalam hal ini, peneliti menggunakan metode deskriptif-analitis guna menggali lebih dalam informasi yang diperlukan. Penggunaan metode ini dinilai cukup relevan dengan objek yang dikaji. Dengan menggunakan metode ini, peneliti akan mencoba mendeskripsikan dan menganalisis secara kritis serta mendalam mengenai pemikiran KH Ahmad Asrori al-Ishaqi mengenai penafsiran kata nur pada QS. Al-Maidah: 15 yang tertuang dalam kitab Al-Muntakhabat karyanya. Adapun sumber data primer didapatkan dari kitab Al-Muntakhabat karya KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi. Kemudian teknik pengumpulan data menggunakan kajian pustaka (library research). Penelitian terhadap penafsiran kata nur pada QS. Al-Maidah: 15 dalam kitab Al-Muntakhabat menghasilkan beberapa kesimpulan. Pertama, penafsiran kata nur pada QS Al-Maidah: 15 dalam kitab Al-Muntakhabat ditafsirkan dengan Nur Muhammad. Kedua, mengenai metodologi penafsiran, bahasa keilmuan, sumber penafsiran, dan keunikan penafsiran dalam kitab Al-Muntakhabat. Ketiga, pemaknaan penafsiran yang merupakan tujuan dari penafsiran kata nur pada QS Al-Maidah: 15 dalam kitab Al-Muntakhabat karya KH Ahmad Asrori al-Ishaqi
Pioneers of Library Movement in Pakistan
The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders
NILAI – NILAI PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS WASATHIYAH PERSPEKTIF MUHAMMAD QURASIH SHIHAB
Muslim intellectuals studied his views on the concept of wasathiyah (religious moderation). Among these figures is Muhammad Qurais shibab. This character will be the focus of the researcher's study. Muslim intellectuals who have thoughts and views on the wasathiyah concept, this is evidenced by writings such as: Islamic Insights on Religious Moderation, Grounding the Al-Qur'an the function and role of revelation in people's lives, Islam that I adhere to, Insights on the Al-Qur'an thematic interpretation on various problems of the people, Tafsir Al-Misbah. This study aims to describe (1) Muhammad Quraish Shihab's ideas about wasathiyah, and (2) Identify the educational values contained in Muhammad Quraish Shihab's thoughts. This type of research is library research and uses a historical approach and a philosophical approach. The data sources of this research are primary sources, such as works written directly by the character, and secondary sources, such as literature works relevant to the theme raised. documentation study. The data analysis method uses data content analysis techniques. The results of the study are (1) Muhammad Quraish Shihab's ideas about wasathiyah refer to wasathiyah values or moderation, namely based on religious values, this study emphasizes that to determine wasatiyah one must have religious knowledge. (2) The educational values contained in the thoughts of Muhammad Quraish Shihab are: 1) Belief in God (Faith). 2) Morals (Being Submissive). 3) Worship. 4) Social Life. 5) Social Relations
The Complete Muhammad Ali
Including material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Intro -- DEDICATION -- INTRODUCTION -- The Curious History of an Icon -- CHAPTER 1 -- CHAPTER 2 -- CHAPTER 3 -- CHAPTER 4 -- CHAPTER 5 -- CHAPTER 6 -- CHAPTER 7 -- Did the Secret Government Fear a U.S. Muslim/Overseas Muslim Alliance? -- CHAPTER 8 -- CHAPTER 9 -- The Break Between the Prophet and his Disciple -- CHAPTER 10 -- CHAPTER 11 -- CHAPTER 12 -- The GOAT (Greatest Of All Time): Ali or Louis? -- CHAPTER 13 -- The Nation of Islam, the Mob, Showdowns in Canada and Sonny Liston -- CHAPTER 14 -- CHAPTER 15 -- The Taunts: Marketing or Racism? -- CHAPTER 16 -- CHAPTER 17 -- CHAPTER 18 -- CHAPTER 19 -- Boxing and the Brain -- CHAPTER 20 -- Ali's Feet -- CHAPTER 21 -- Mr. Dick -- CHAPTER 22 -- CHAPTER 23 -- The Opening Ceremonies, November 2005 -- CHAPTER 24 -- December 2005, Las Vegas -- CHAPTER 25 -- CHAPTER 26 -- June 16, 2004 -- CHAPTER 27 -- CHAPTER 28 -- CHAPTER 29 -- Aix-en-Provence -- CHAPTER 30 -- Ali as a Black Nationalist -- San Francisco, January 2004 Black Liberation Book Fair -- CHAPTER 31 -- January 31, 2004 -- CHAPTER 32 -- October 2005, Chicago -- CHAPTER 33 -- Why Ali remained with Elijah instead of following Malcolm -- CHAPTER 34 -- CHAPTER 35 -- February 4, 2006, Oakland, California -- CHAPTER 36 -- Like Zeus Descending from Mount Olympus -- CHAPTER 37 -- CHAPTER 38 -- Tuesday, February 28, 2006, New York -- CHAPTER 39 -- Bigger Than Boxing -- CHAPTER 40 -- Tribes Gallery, New York, April 2006 -- CHAPTER 41 -- June 2006, Louisville, Kentucky -- CHAPTER 42 -- CHAPTER 43 -- CHAPTER 45 -- Bad Company -- CHAPTER 46 -- Coxson, A Very Charming Rogue -- CHAPTER 47 -- Ali and the largest embezzlement scheme in Wells Fargo history -- CHAPTER 48 -- CHAPTER 49 -- "Lonnie is a stabilizing force."-Harry Belafonte -- October 29, 2006 -- CHAPTER 50 -- Abdul Rahman -- CHAPTER 51 -- CHAPTER 52 -- CHAPTER 53How Will Ali Be Remembered? New York, January 8, 2005 -- CHAPTER 54 -- CONCLUSION -- AFTERWORD -- Boxers' Rights? -- BIBLIOGRAPHY -- MUHAMMAD ALI -- ISLAM AND NATION OF ISLAM -- BOXING -- RELATED SUBJECTS -- ALSO AVAILABLE FROM BARAKA BOOKSIncluding material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Description based on publisher supplied metadata and other sources.Electronic reproduction. Ann Arbor, Michigan : ProQuest Ebook Central, YYYY. Available via World Wide Web. Access may be limited to ProQuest Ebook Central affiliated libraries
Pancasilais Sufi: Kiai Asrori as a Portrait of Nationalist and Moderate Figure in Disruption Era
The relationship between Islam and the state is still debatable in Indonesia. Pancasila, as the foundation of the state, is also often contested, even though it was formulated by the Indonesian founding fathers through a very serious academic debate. This study will examine the role of K.H. Ahmad Asrori Al-Ishaqi (hereafter Kiai Asrori) Kedinding Surabaya as a Pancasilaist Sufi. This is qualitative-based research, where the data were collected from Kiai Asrori's works and his lectures uploaded on YouTube, observations, and direct and indirect interviews. The findings show that Kiai Asrori is a Sufi who is able to demonstrate that there are similarities between the teachings of Sufism and nationalism, especially with Pancasila. Both even have a symbiotic association. Kiai Asrori is an ulama and a Sufi who upholds the values of nationalism and democracy, which are reflected in the Majelis Lima Pilar (Five Pillars Assembly) he established. This assembly was built on two foundations, namely the practice and teachings of Sufism and nationalism and democratic values.Contribution: This study will provide new insights into Sufi practices and teachings that align with Pancasila values reflected in the figure of Kiai Asrori
Maqamatul Yaqin (Tela’ah Dalam Tradisi Sufistik Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy)
Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy merupakan mursyid dari thariqat Qadiriyah wa Naqsabandiyah dan pendiri Pondok Pesantren al Fithrah di Kedinding Surabaya. Pada penelitian ini berfokus pada pemikiran sufistik Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy, karena banyak konsep sufistik yang beliau nyatakan. Dalam penelitian ini juga mencoba mengungkap konsep Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy pada ranah sufistik yang beliau terapkan di kehidpan sehari-harinya, tidak hanya oleh dirinya sendiri, melainkan juga murid-muridnya serta para pengikutnya. Dan adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan konsep sufistik Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy, dan berfokus pada maqamat beliau, yang sudah dijelaskan dalam khotbahnya serta didalam kitab-kitab karangannya. Dan tujuan lain dari penelitian ini adalah menggambarkan tentang bagaimana mengimplentasikannya dalam kehidpan sehari-hari. Penulis berpendapat bahwa maqamat dari Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy berbeda dengan tokoh sufi sebelumnya, dari tahapan-tahapan dan juga pesannya. Perbedaan yang paling menonjol adalah bahwa para pengikut thariqat tidak harus mengikuti langkah-langkah maqamat yang sudah tentukan oleh para tokoh sufi sebelumnya, menurut beliau para pengikutnya boleh maqamat mana yang akan dijalani sesuai dengan kemampuan yang ada pada diri mereka.
Penelitian ini bersifat kepustakaan (Library research). Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yakni dengan menggumpulakn data dan fakta melalui bebagai sumber untuk menemukan hasil analisis yang memiliki nilai keauntetikan. Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisi yakni menganalisa sebuah karya Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy mengenai Maqamatul Yaqin. Muntakhabat Fi Rabithatil Qalbiyyah Wa Shilatir Ruhiyyah sebagai rujukan pertama untuk menjabarkan penjelasan Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy mengenai tasawuf dan tingkatan yang harus dijalani seorang sufi, dan dijelaskan lebih mendalam dalam karya lain yang mendeskripsikan pemikiran Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy mengenai Maqamatul Yaqin. Dari penelitian ini ditemukan hasil bahwa maqamat yang dijalani haruslah mampu menambah pengetahuan atau yaqin dalam diri tersebut, dan menambah kita lebih dekat dengan Allah SWT, serta percaya akan Dzat-Nya Allah SWT. Terdapat tahapan-tahapan tertentu dalam menjalankan setiap maqam oleh setiap para sufi, yang terkadang berbeda-beda karena berdasarkan pengalaman spiritalnya masing-masing. Maqmatul Yaqin ini adalah sebuah ,aqam atau tingkatan dalam tasawuf yang digunkan Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy dan tokoh-tokoh sufi sebelumnya, dan maqamat ini juga sudah dilakukan sejak zaman Nabi Muhammad SA
Moderasi Beragama dalam Kitab Tasawuf Al-Muntakhabāt karya KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi
Tulisan ini bertujuan mengungkapkan sikap moderat dalam tarekat. Tarekat sebagai pengamal tasawuf dianggap sebagai kelompok kurang toleran dalam menjalankan laku beragama di masyarakat. Tulisan ini berupaya melihat pemahaman moderat dan toleran dalam kitab Al-Muntakhabāt, yang berisi ajaran tasawuf falsafi, akhlaki, dan amali yang dikarang oleh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi pada awal abad ke-21. Melalui kajian kualitatif dengan pendekatan sejarah sosial intelektual dan hermeneutika, tulisan ini membuktikan bahwa kitab tersebut secara khusus merupakan pedoman para pengamal tarekat. Selain itu, KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi sebagai pengarang telah berkontribusi signifikan dalam menghidupkan pesan moderasi beragama di Indonesia, di antaranya terlihat dalam beberapa gagasan penting pemikirannya dalam Al-Muntakhabāt. Selain menggunakan bahasa Arab fusha, KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi juga menyajikan materi tasawuf falsafi, akhlaki dan amali dengan jejaring keilmuan tasawuf di Indonesia. Beberapa gagasan tersebut menampilkan karakteristik Islam yang moderat (wasaṭiyyah), seimbang (tawāzun) dan toleran (tasāmuḥ). Hal ini penting untuk diaktualisasikan demi meneguhkan kembali sifat dan sikap moderat dalam beragama, baik perseorangan maupun perkumpulan organisasi, dengan tujuan menghilangkan pemikiran Islam radikal yang tidak sesuai dengan ideologi bangsa
Saja’ dalam kitab Faidhurrahmani di manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani karya K.H. Ahmad Asrori Al-Ishaqy
Kitab Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani (Faidhur rahmani) ditulis pada tahun 2001 M dan kini pada Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani (Faidhur rahmani) sudah memasuki edisi ke sebelas pada tahun 2012 M. Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani (Faidhur rahmani) ini ditulis oleh guru mulia pada saat pagi hari. Kitab Manaqib Syekh Abdul Qodir Al- Jailani (Faidhur rahmani) ini terdiri dari 198 halaman.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk, tujuan serta kalimat apa saja yang tersusun dalam ushlub saja yang terdapat dalam kitab Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani karya KH. Ahmad Asrori Al-Isahqy
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan ilmu badi' dengan cara menelaah dan mengkaji sumber data yang didapatkan dari Kitab Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani karya KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy yaitu kutipan data berupa kalimat kalimat yang menggunakan ushlub saja'.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan mengenai kalimat saja' dan jenisnya serta tujuannya terhadap syi 'ir yang terdapat pada kitab Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani karya KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy peneliti berhasil menemukan 73 data saja', yaitu 44 saja' mutharraf, 26 saja' mutawazzi, dua saja' Murashsha, dan satu saja' masytur/mutawazin yang mana pada kitab ini berisikan syi'ir-syi 'ir yang terdiri dari tujuh bab
Nilai Pendidikan Karakter Dalam Kitab Washaya Al-Aba’ Li Al-Abna Karya Muhammad Syakir Al-Iskandari
This research aims to identify the character education values contained in the book Washaya al-Aba' li al-Abna Muhammad Syakir and the role of his opinion on the richness of character education values. It is hoped that this research can be used as a source or reference in efforts to develop education and character as a whole, especially character education according to Islam. It can also be used as a reference to facilitate understanding of character education and as a reference for relevant research in the future. This research method is qualitative and uses a narrative biography method. By using a descriptive presentation approach, this autobiography of the character's thoughts combines the ideas of character education from his work. Library research, or library research, is a research method that involves books, articles, notes and electronic media. with primary sources from the book Washaya al Aba Li al-Abna and secondary sources from study books. In this research, data collection was carried out through the documentation method, which includes searching for data through variables such as notes, books, and articles, among others. The author used a content analysis study to analyze the data; they analyzed the data textually based on the contents of the book. The research results show that the book Washaya al Aba Li al-Abna contains 17 educational character values, divided into two categories: 10 character values fall into the moral category and 7 character values fall into the performance category. Faith and piety, love and obedience to the Messenger of Allah, respect for parents, respect for teachers, truth or honesty, nobility or self-respect, patience, sincerity and a simple life are moral characters. Performance characteristics also include trust, discipline, hard work, never giving up, love of the country, interest in reading or literacy knowledge, and concern for the environment
- …
