22793 research outputs found
Sort by
Muslim Tionghoa dalam perembangan sosio teologis di Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran dan model pembentukan identitas sosial Muslim Tionghoa di Surabaya, sehingga menemukan bukti dan karakteristik bahwa Muslim Tionghoa bukanlah sebagai entitas masyarakat yang membawa beban sosial, bersikap apatis dan eksklusif seperti yang dituduhkan selama ini. Sekaligus sebagai usaha resiliensi untuk melawan perlakuan stigmatif dan diskriminasi yang sering dialamatkan kepada orang Tionghoa, baik di masa lalu maupun sampai di era globalisasi seperti sekarang ini. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan model penelitian field research, mengacu pada data lapangan melalui wawancara, dan juga literatur data yang tersebar dalam berbagai buku dan internet. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi sosial, dalam teori identitas sosial House yang dikembangkan oleh Cote dan Levin. Adapun temuan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah orang Muslim Tionghoa memiliki sumbangsih besar dalam lini agama dan sosial kepada masyarakat Surabaya. Kontribusi itu akan terus berlanjut sejalan dengan eksisnya lembaga PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) Surabaya. Kemudian identitas sosial Muslim Tionghoa di Surabaya muncul atas keterikatan dengan entitas mayoritas yang lebih luas. Karena dari keterikatan tersebut munculah otoritas konsensus dan value yang secara otomatis diterapkan dan melekat dalam diri mereka
Analisis hukum Islam dan peraturan daerah propinsi daerah tingkat I Jawa Timur nomor 7 tahun 1992 terhadap jasa pelayanan irigasi di desa Kauman kecamatan Baureno kabupaten Bojonegoro
Skripsi ini untuk menjawab rumusan masaalah sebagai berikut: Bagaimana praktik jasa pelayanan irigasi di desa Kauman Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro. Serta bagaimana analisis hukum Islam dan Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor 7 tahun 1992 terhadap praktik jasa pelayanan irigasi di desa Kauman Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya melakukan analisis menggunakan metode deskriptif dengan pola pikir deduktif. Dari hasil penelitian tersebut menyimpulkan, Pertama, jasa pelayanan irigasi tersebut seutuhnya dikelola oleh desa Kauman. Penanaman dilakukan atau direncanakan oleh desa sehingga semua para petani didesa Kauman akan melakukan tanam bersama dengan tanggal dan ketentuan yang diberikan oleh pihak desa. Sistem pembayaran irigasi tersebut dilakukan dengan satu pertiga hasil panen yang didapatkan oleh petani. Pada jasa pelayanan irigasi tidak ada perjanjian resmi yang dilakukan petani dan desa terkait sistem dan pembayaran hanya dilakukan susi dengan yang desa tentukan. Sehingga apabila terdapat sebuah kerugian, kerugian tersebut paling banyak yang mengalami adalah petani. Kedua, syarat ketentuan upah yang diberikan juga terdapat suatu perbedaan atau ketidak adilan pada pihak petani apabila hasil panen satu pertiga yang diberikan kepada pihak desa terlapau banyak maka ada ketidak seimbangan dalam hal tersebut dan tidak terpenuhinya syarat tersebut. Objek yang digunakan dalam jas pelayanan irigasi tersebut bukan merupakan sebuah benda yang dapat diambil manfaatnya melainkan jasa yang berupa yang diberikan melalui tenaga manusia. Jika beberapa syarat tidak dapat dipenuhi atau terdapat sebuah keterpaksan dan ketidakadilan maka akad tersebut dapat dianggap tidak sah. Pada Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor 7 Tahun 1993 tentang iuran pelayanan irigasi pada pasal 9 terdapat pada pasal 2 tidak sesuai dikarenakan bersarnya iuran ditetapkan dengan satu pertiga hasil panen dan tidak melalui perhitung sesuai dengan pasal 2. Sejalan dengan kesimpulan diatas maka penulis menyarakan untuk pihak desa lebih memperdulikan lagi kepada upah ditentukan agar tidak merugikan petani dan pihak petani juga lebih cermat dalam hal kesepakatan diawal perjanjian yang telah didiskusikan bersama
Peran kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sekolah (MGMPS) PAI dalam mengatasi problem pembelajaran selama pandemi di SMP Negeri 2 Gresik
MGMP Sekolah merupakan salah satu wadah bagi pendidik untuk mengatasi problem pembelajaran yang meningkat karena dampak dari pandemi yang tejadi di SMPN 2 Gresik. Penelitian ini digarap memiliki tujuan untuk mengetahui tujuan dari rumusan masalah yakni 1) memaparkan problem pembelajaran apa saja yang terjadi selama pandemi 2) peran yang dilakukan MGMPS PAI untuk menyelesaikan problem pembelajaran di SMPN 2 GRESIK serta 3) faktor pendukung bagi kelompok musyawarah guru mata pelajaran sekolah untuk mengatasi problem pembelajaran selama pandemi di SMPN 2 Gresik. Guna menjawab tujuan penelitian diatas, penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif ini menghasilkan data yang deskriptif berupa kata-kata tertulis. Menggunakan pendekatan fenomenologi yang dimana bertujuan untuk mengungkap suatu fenomena yang dialami seseorang atau kelompok. Pendekatan ini dirasa cocok karena mengungkap bagaimana peran mgmps dalam mengatasi problem pembelajaran khususnya pada mata pelajaran agama yakni Pendidikan Agama Islam selama pandemi. Metode pengumpulan data yang dipakai adalah berupa obervasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan analisis data yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Setelah dilakukannya penelitian, hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Bentuk prolem pembelajaran selama pandemi di SMPN 2 Gresik yaitu terdiri dari beberapa faktor, yakni faktor pendidik, peserta didik, lingkungan dan sarana prasarana. 2) Peran yang dilakukan oleh kelompok MGMP PAI dalam mengatasi problem pembelajaran selama pandemi di SMPN 2 Gresik adalah para pendidik dapat belajar bersama, sharing terhadap masalah yang ada, sharing wawasan serta melakukan refleksi diri ke arah pribadi yang lebih professional. 3) Faktor pendukung kelompok musyawarah guru mata pelajaran sekolah (MGMPS) PAI dalam mengatasi problem pembelajaran selama pandemi di SMP Negeri 2 Gresik ialah adanya dukungan dari internal sekolah dan eksternal dari luar sekolah
Hadis tentang jihad perspektif Hizbut Tahrir
Dalam penelitian tesis ini, penulis memandang penting tema pembahasan pemahaman hadis tentang jihad yang kerap dijadikan rujukan oleh "Hizbut Tahrir (HT)". Hal ini tidak lepas dari posisi hadis sebagai sumber hukum Islam yang kedua setelah al-Qur'an, akan tetapi pemahaman umat Islam terhadap kandungan hadis tentang jihad, layaknya sebuah pedang bermata dua yang bisa mengangkat derajat hidup umat Islam atau sebaliknya, menjerumuskan kedalam jurang kesesatan. fokus penelitian yaitu bagaiman otentisitas hadis tentang jihad oleh Hizbut Tahrir (HT) dan kedua bagaimana pemaknaan dan pemahaman hadis-hadis tentang jihad yang biasa dijadikan rujukan oleh Hizbut Tahrir (HT). Melalui metode penelitian kualitatif berbasis kajian pustaka (field reaserch) penelitian ini memfokuskan terhadap naskah-naskah hadis yang dijadikan rujukan jihad sebagai sumber primer, sedangkan sumber data skunder melalui keterangan kitab-kitab hadis induk dan syarah hadis. Hasil penelitian tersebut bahwa, Hadis tentang pemahaman jihad yang dijadikan rujukan kelopmpoh Hizbut Tahrir adalah hadis Shahih li-dhatihi karena dalam analisa dapat dilihat dari kualitas para perawi meriwayatkan hadis, semua dinyatakan adil dan dhabit atau Siqah. Dalam analisa yang dilakukan tidak ditemukan illat yang merusak kualitas hadis, sehingga hadis tentang jihad di dalam kitab Shahih Bukhari nomor indeks 25 bebas dari illat hadis. Adapun jika ditinjau dari segi matannya, hadis ini tidak bertentangan dengan al-Qur‘an, hadis lain dan hadis yang setema Pemaknaan dan pemahaman hadis tentang jihad yang dijadikan rujukan kelompok Hizbut Tahrir (HT) bahwasanya jihad merupakan sebuah pencurahan kemampuan untuk berperang di jalan Allah secara langsung, atau dengan bantuan harta, pemikiran, memperbanyak perbekalan, dan lain sebagainya. Jadi, dengan kata lain bahwasanya berperang untuk meninggikan kalimat Allah dalam Hizbut Tahrir merupakan makna yang sebenarnya dari jihad. Sekalipun jihad dalam bentuk pemikiran, bahwasanya dalam ideologi Hizbut Tahrir, pemikiran tersebut harus ada kaitannya dengan peperangan di jalan Allah demi tegaknya sebuah negara Islam khilafah Islam
Analisis hukum Islam terhadap praktik pembiayaan deposito back to back pada Bank Muamalat KCP Madiun
Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara dan dokumentasi yang kemudian menggunakan deskriptif analisis, yaitu menguraikan terlebih dahulu mengenai deposito back to back menggunakan akad mudarabah dan akad murabahah pada praktiknya, kemudian dianalisis pada sudut pandang hukum Islam dengan menggunakan akad mudarabah dan murabahah dan fatwa DSN No. 03 & 04 DSN-MUI/IV/2000.Dari hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiayaan deposito back to back di Bank Muamalat KCP Madiun sesuai dengan hukum Islam. Deposito back to back di Bank Muamalat KCP Madiun menggunakan akad mudarabah dan murabahah, yang mana deposito menggunakan akad mudarabah keuntungan dibagi sesuai kesepakatan di awal perjanjian sedangkan back to back menggunakan akad murabahah harga jual beli harus disepakati kedua belah pihak. Dalam deposito back to back terdapat bagi hasil yang tidak di sampaikan di awal perjanjian. Praktik mudarabah dan murabahah di Bank Muamalat KCP Madiun sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No. 03/DSN-MUI/IV/2000 dan No. 04/DSN-MUI/IV/2000. Fatwa tentang deposito “mengamalkan ketentuan bahwa deposito merupakan jual beli yang dibenarkan secara syariah. Ketika bank sebagai mudarib memberikan keuntungan dalam bentuk laporan dan dituangkan dalam akad pembukaan rekening, hal ini jelas sesuai dengan prinsip syariah atau prinsip mudarabah” dan Fatwa tentan murabahah “jika bank hendak mewakilkan kepada nasabah untuk membeli barang dari pihak ketiga, akad jual beli murabahah harus dilakukan setelah barang secara prinsip menjadi milik bank”. Karena sesungguhnya sumber Fatwa DSN-MUI juga berasal dari hukum Islam. Berdasarkan penelitian diatas, yaitu seharusnya pihak Bank Muamalat KCP Madiun disarankan melakukan pembagian keuntungan di awal perjanjian supaya tidak terjadi kesalah pahaman antara bank dengan nasabah. Dan dalam pembiayaan deposito back to back bank memperoleh keuntungan kecil dan seharusnya nasabah menggunakan kesempatan untuk mengambil pembiayaan tersebut
Pendampingan ekonomi masyarakat Sambi Arum Lor dalam pemanfaatan produk Belimbing Wuluh melalui Media Sosial di Kelurahan Sambi Kerep Kecamatan Sambi Kerep Kota Surabaya
Skripsi ini membahas perwujudan kebijakan pemerintah Kota Surabaya dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat sebagai smart city di RT 05 RW 06 Kelurahan Sambi Kerep Kecamatan Sambi Kerep Kota Surabaya yang dalam hal ini setiap keluarga diharuskan memiliki tanaman toga. Masyarakat berdiskusi dan menyepakati Belimbing wuluh diolah menjadi suatu hal yang bermanfaat yang memiliki nilai jual. Alasan memilih Belimbing Wuluh sendiri karena merupakan salah satu tanaman yang banyak dijumpai di kawasan desa RT 05 RW 06 Kelurahan Sambi Kerep dan juga buah ini dibiarkan berjatuhan
Pedoman Pengolahan bahan Pustaka Perpustakaan UINSA
Untuk memudahkan dalam mengolah bahan pustaka maka panduan diperlukan agar koleksi yang diolah standar menjadi acuan pustakawan dalam mengolah kolesi perpustakaan
Implementasi terapi muhasabah untuk mengelola Self Control Remaja kecanduan situs porno di Desa Putat Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo
Kecanduan Situs Porno merupakan kegiatan untuk melihat, mengakses dan mengunjungi situs porno yang dilakukan secara terus-menerus yang menyebabkan gangguan dalam fisik, psikis dan prilaku. Seseorang yang mengalami kecanduan situs porno, akan mengalami kurangnya control dan pengendalian diri. Maka dari itu, pengelolaan self control penting supaya rasa kencanduan yang dialamidapat ditekan dan dikendalikan menjadi lebih baik dan terhindar dari prilaku negative lagi. Dalam pemberian bantuan, peneliti menggunakan terapi muhasabah yang diintegrasikan dalam mengelola self control remaja kecanduan situs porno. Pelaksanaan terapi muhasabah dilakukan dengan berbagai langkah, yaitu: Pertama, tabayyun merupakan intropeksi diri. Kedua, Al-Hikmah merupakan penggalian konsep dan kemampuannya. Ketiga, Mauidzah merupakan pemberian contoh kongkrit. Keempat, Mujadalah yang merupakan menciptakan kondisi yang dialogis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitan yang sudah dilakukan, bahwasanya dapat dikatakan berhasil dalam mengelola self control remaja yang kecanduan situs porno. Terdapat beberapa perubahan yang berhasil secara cepat maupun bertahap. Sehingga perilaku yang awalnya negative menjadi lebih Positif
Konsep kepemilikan dan pemanfaatan harta dalam al Quran: studi tafsir tematik ayat-ayat tentang emas dan perak
Pada dasarnya, manusia memiliki kecenderungan akan harta, termasuk harta emas dan perak. Manusia juga berlomba-lomba dalam mendapatkan harta tersebut. Namun disisi yang lain Alquran tidak memperbolehkan manusia rakus akan harta. Maka kiranya perlu diteliti bagaimana sebenarnya konsep kepemilikan harta emas dan perak dalam Alquran. Rumusan masalah yang akan dikaji yaitu sebagai berikut: Bagaimana penafsiran ayat-ayat tentang kepemilikan dan pemanfaatan harta emas dan perak dalam Alquran? Bagaimana konsep kepemilikan dan pemanfaatan harta emas dan perak dalam Alquran? Bagaimana kontekstualisasi penafsiran ayat-ayat tentang kepemilikan dan pemanfaatan harta emas dan perak dalam Alquran?. Maka didapati tujuan penelitian sebagai berikut: Mendeskripsikan penafsiran ayat-ayat tentang kepemilikan dan pemanfaatan harta emas dan perak dalam Alquran. Mendeskripsikan konsep kepemilikan dan pemanfaatan harta emas dan perak dalam Alquran. Mendeskripsikan kontekstualisasi penafsiran ayat-ayat tentang kepemilikan dan pemanfaatan harta emas dan perak dalam Alquran. Teori analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengaplikasikan metode kualitatif, data-data yang diperlukan bersumber dari library research, yakni mengumpulkan berbagai sumber referensi atau rujukan melalui kajian kepustakaan, baik berupa buku, jurnal, artikel dan karya ilmiah lain. Hasil penelitian ini adalah dalam surah Ali Imran ayat 14 dijelaskan bahwa manusia memiliki kecenderungan akan harta, khususnya harta emas dan perak yang membuat mereka serakah dan tidak mensyukuri harta yang dimiliki sekarang. Dalam surah At-Taubah ayat 34 dijelaskan bahwa manusia yang memiliki harta khususnya harta emas dan perak wajib menyedekahkan atau dinafkahkan dijalan Allah agar tidak mendapatkan siksa yang pedih. Dalam surah Al-Kahfi ayat 19 dijelaskan bahwa manusia menggunakan harta emas dan perak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, salah satunya adalah digunakan untuk membeli makanan dan minuman yang halal. Konsep kepemilikan harta emas dan perak dalam Islam, memandang bahwa pada hakikatnya harta emas dan perak adalah milik Allah, akan tetapi manusia diberikan akal dan pikiran untuk berpikir bagaimana cara mendapatkan harta tersebut, kemudian mengelolanya dengan benar. Kontekstualisasi penafsiran ayat-ayat tentang kepemilikan harta emas dan perak dalam Alquran, yakni dalam Islam diperbolehkan untuk memiliki harta emas dan perak, akan tetapi harta tersebut harus didapatkan dengan cara yang halal, dan harta tersebut dimanfaatkan dijalan Allah, dan hal baik lainnya. Menghindar dari keserakahan akan harta, khususnya harta emas dan perak, meskipun manusia pada dasarnya tidak memiliki rasa puas
Analisis fiqh siyasah dusturiyah terhadap kewenangan Kepala Daerah dalam penetapan karantina kesehatan pada masa pandemi covid 19
Hasil penelitian ini berisi terkait jawaban atas pertanyaan bagaimana kewenangan kepala daerah dalam penetapan karantina wilayah pada masa pandemi covid-19 baik dalam tinjauan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan maupun dalam tinjauan fiqh siyāsah dūsturiyāh. Jenis penelitian yang lakukan merupakan jenis penelitian pustaka (library research). Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu berupa data primer yang diperoleh dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dan sekunder. Selanjutnya data yang terkumpul di dalam analisis ini menggunakan pola pikir deduktif, yaitu dengan cara berfikir yang berpijak pada dan dikaitkan dengan teori tashri’iyyah dan teori tānfidhiyāh dalam siyāsah dūsturiyāh. Hasil penelitian ini menyimpulkan: pertama, penetapan karantina wilayah seperti PPKM, PSBB, PPKM Mikro, PPKM Darurat oleh kepala daerah pada masa pandemi covid-19 ini, jika ditinjau dari hukum positif masih belum sesuai, dikarenakan belum sesuainya dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan yang didalamnya dijelaskan bahwa yang berhak menetapkan kekarantinaan wilayah ialah Pemerintah Pusat. Kedua, tinjauan siyāsah dūsturiyāh terkait penetapan karantina wilayah oleh kepala daerah dianggap belum sesuai dikarenakan dalam pemerintahan Islam sudah ada pembagian tugas yang sudah berlangsung semenjak zaman Nabi Muhammad SAW dikota Madinah, sebagai kepala negara. Ada kekuasaan tāshri’iyāh (legislative), kekuasaan tānfidziyāh (eksekutif), dan kekuasaan qādlaiyāh (yudikatif), Nabi Muhammad SAW memberikan amanat tugas tersebut kepada sahabat beliau mampu untuk menjalankan juga menguasai pada bidangnya, meskipun secara umum semuanya tetap akan berakhir kepada Nabi Muhammad SAW. Jadi sama halnya jika dengan kewenangan kepala daerah juga harus berdasarkan instruksi atau persetujuan dari Pemerintah Pusat. Sejalan dengan uraian di atas maka seharusnya bagi kepala daerah tidak menetapkan karantina wilayah secara sepihak tanpa menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat dikarenakan hal tersebut menyalahi prosedur yang sudah ada dalam Undang-Undang