Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung
Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati BandungNot a member yet
53115 research outputs found
Sort by
Sintesis karbon aktif dari limbah kulit petai (Parkia speciosa) dengan aktivator Ammonium Hidroksida (NH₄OH) sebagai adsorben logam berat Kadmium(II)
Limbah kulit petai memiliki peluang dijadikan adsorben dalam bentuk karbon aktif karena mengandung senyawa fenol yang efektif menangkal radikal bebas dan memiliki gugus fungsi hidroksi (-OH) yang dapat menyerap logam berat. Pada penelitian ini dilakukan sintesis dan karakterisasi karbon aktif dari kulit petai yang diaplikasikan sebagai adsorben ion logam berat kadmium(II) yang bersifat toksik di lingkungan. Limbah kulit petai dikeringkan dan selanjutnya dikarbonasi pada suhu 300ºC. Karbon aktif dari kulit petai kemudian diaktivasi dengan ammonium hidroksida (NH₄OH). FTIR dan SEM digunakan untuk uji karakterisasi karbon aktif. Untuk mengetahui kondisi optimum adsorpsi karbon aktif dari kulit petai dilakukan pengujian pada variasi massa, waktu, dan konsentrasi. Setelah dikarakterisasi, karbon aktif dari kulit petai yang telah diaktivasi menunjukkan penambahan gugus fungsi hidroksi (–OH) dan amina (–NH), serta adanya perbedaan permukaan pada karbon aktif sebelum dan setelah diaktivasi. Karbon aktif dari kulit petai dapat menyerap ion logam berat kadmium(II) pada konsentrasi optimum 200 ppm dengan kapasitas adsorpsi 66,34 mg/g. Massa optimum yang diperoleh untuk adsorpsi sebanyak 0,04 gram dengan kapasitas adsorpsi 3,15 mg/g.
Waktu optimum yang diperoleh untuk adsorpsi optimum pada waktu 30 menit dengan kapasitas adsorpsi 1,08 mg/g. Penentuan model isoterm adsorpsi mengikuti model isoterm Freundlich yang menyatakan proses adsorpsi melibatkan multilayer dan permukaan heterogen yang sangat cocok dengan sifat karbon aktif teraktivasi NH₄OH. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kulit petai berpeluang efektif untuk dijadikan sebagai adsorben berupa karbon aktif yang mampu menyerap ion logam berat kadmium(II).
Petai peel waste has the potential to be used as an adsorbent in the form of activated carbon because it contains phenol compounds that are effective in counteracting free radicals and has a hydroxyl functional group (-OH) that can absorb heavy metals. In this study, the synthesis and characterization of activated carbon from petai peels were applied as an adsorbent for the heavy metal cadmium(II), which is toxic in the environment. Petai peel waste was dried and then carbonated at a temperature of 300ºC. Activated carbon from petai peels was then activated with ammonium hydroxide (NH₄OH). FTIR and SEM were used for the activated carbon characterization test. To determine the optimum conditions for adsorption of activated carbon from petai peels, tests were carried out on variations in mass, time, and concentration. After being characterized, activated carbon from petai peels that had been activated showed the addition of hydroxyl functional groups (-OH) and amine (-NH), as well as differences in the surface of activated carbon before and after activation. Activated carbon from petai peel can absorb
cadmium(II) metal ions at an optimum concentration of 200 ppm with an adsorption capacity of 66.34 mg/g. The optimum mass obtained for adsorption was 0.04 grams with an adsorption capacity of 3.15 mg/g. The optimum time obtained for optimum adsorption was 30 minutes with an adsorption capacity of 1.08 mg/g. The determination of the adsorption isotherm model follows the Freundlich isotherm model, which states that the adsorption process involves multilayers and heterogeneous surfaces, which are very suitable for the properties of NH₄OH-activated activated carbon. The results of this study indicate that petai peel has the potential to be effectively used as an adsorbent in the form of activated carbon capable of absorbing cadmium(II) metal ions
Analisis hukum ekonomi syariah terhadap kepastian hukum pada produk makanan yang berlabel no pork no lard: Studi pada Restaurant Winglok Hongkong Dimsum, di Jalan Braga Kota Bandung
Labelisasi makanan dengan keterangan No Pork No Lard menjadi praktik umum yang digunakan oleh pelaku usaha makanan non-halal di Indonesia untuk menjangkau konsumen Muslim. Namun, tidak sedikit konsumen yang memahami label tersebut sebagai jaminan kehalalan, padahal secara hukum dan prinsip syariah, label tersebut tidak memiliki legitimasi formal sebagaimana sertifikat halal yang dikeluarkan oleh otoritas berwenang. Penelitian ini berfokus pada analisis hukum ekonomi syariah terhadap kepastian hukum dalam penggunaan label No Pork No Lard pada restoran Winglok Hongkong Dimsum di Jalan Braga, Kota Bandung.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana praktik penggunaan label No Pork No Lard dipahami dan diterima oleh konsumen, serta bagaimana regulasi yang berlaku mengatur aspek kepastian hukum dan perlindungan konsumen atas informasi produk makanan. Penulis menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, dokumentasi regulatif, observasi lapangan, serta wawancara dengan konsumen dan pihak pengelola restoran.
Dalam penelitian ini, teori yang digunakan mencakup teori hukum ekonomi syariah, prinsip perlindungan konsumen, dan konsep kepastian hukum dalam transaksi muamalah. Kajian ini penting untuk mengungkap adanya potensi gharar (ketidakjelasan) dan tadlis (penyesatan) dalam praktik jual beli makanan yang tidak disertai kejelasan status halal secara formal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Indonesia menjamin keamanan, mutu serta informasi terhadap produk yang berlabel No Pork No Lard belum memenuhi standar kepastian hukum, karena tidak melalui mekanisme sertifikasi halal resmi dari BPJPH dan MUI sesuai dengan ketentuan regulasi. (2) Klaim No Pork No Lard yang tidak diikuti dengan sertifikasi halal resmi dapat dikategorikan sebagai ghayru mahmul ala al-halal (tidak bisa dipastikan halal) sehingga menimbulkan kerugian (syubhat). (3) Secara regulatif, penggunaan label non- halal diatur dalam PP no. 42 tahun 2024, namun belum secara spesifik mengatur istilah seperti No pork No lard. (4) Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah praktik ini di kritisi melalui prinsip al kafa ah al i timaniyyah, yakni tanggung jawab produsen dalam memastikan bahwa produk yang di tawarkan tidak hanya layak di dikonsumsi secara teknis, tetapi juga secara etik dan spritual. Pelabelan no Pork No lard tidak serta merta menggugurkan tanggung jawab pelaku usaha untuk menyampaikan informasi secara komprehensif. konsumen muslim yang menjadikan label tersebut sebagai dasar keputusan pemelian memiliki hak untuk memperoleh kejelasan tentang seluruh komposisi bahan dan bukan hanya penghilangan unsur babi semata.
Pengaruh Social Comparison terhadap Body Dissatisfaction dengan Gratitude sebagai Moderator pada Mahasiswi Emerging Adulthood Pengguna Instagram
INDONESIA:
Fenomena body dissatisfaction di kalangan mahasiswi emerging adulthood pengguna Instagram semakin meningkat akibat tingginya paparan terhadap standar kecantikan yang tidak realistis dan perilaku social comparison. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh social comparison terhadap body dissatisfaction dengan gratitude sebagai variabel moderator. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain kausalitas, melibatkan 376 mahasiswi berusia 18–25 tahun di Kota Bandung. Instrumen penelitian mencakup INCOM untuk social comparison, Body Dissatisfaction Scale untuk body dissatisfaction, dan Islamic Gratitude Scale (IGS-10) untuk gratitude. Analisis dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan SPSS 30. Hasil menunjukkan bahwa social comparison berpengaruh positif signifikan terhadap body dissatisfaction (R² = 0,454, p < 0,001). Gratitude juga berpengaruh langsung dan memoderasi hubungan social comparison terhadap body dissatisfaction (R² = 0,454, p < 0,05), dengan jenis moderasi semu. Temuan ini menegaskan bahwa tingkat gratitude yang tinggi dapat mengurangi dampak negatif social comparison terhadap body dissatisfaction.
ENGLISH:
The phenomenon of body dissatisfaction among emerging adult female Instagram users has increased due to high exposure to unrealistic beauty standards and social comparison behaviors. This study aims to examine the effect of social comparison on body dissatisfaction with gratitude as a moderating variable. A quantitative approach with a causal design was employed, involving 376 female students aged 18–25 years in Bandung. Research instruments included the INCOM to measure social comparison, Body Dissatisfaction Scale, and the Islamic Gratitude Scale (IGS-10) to assess gratitude. Data were analyzed using Moderated Regression Analysis (MRA) with SPSS 30. The results indicated that social comparison has a significant positive effect on body dissatisfaction (R² = 0.454, p < 0.001). Gratitude also showed a direct effect and moderated the relationship between social comparison and body dissatisfaction (R² = 0.454, p < 0.05), with a quasi-moderation type. These findings highlight that higher levels of gratitude can reduce the negative impact of social comparison on body dissatisfactio
Investigating EFL Teachers’ implementation of reflective teaching in improving their teaching practices
This study investigates how English as a Foreign Language (EFL) teachers implement reflective teaching to improve their classroom practices and identifies the challenges encountered during the reflection process. This research was conducted at SMPN 1 Karangtengah Garut and SMP Labschool UPI Cibiru Bandung, involving two EFL teachers selected through purposive sampling.
This study employs a qualitative case study approach. The data were collected through semi-structured interviews and classroom observations. The analysis was guided by Islam’s (2015) reflective teaching model, Schön’s (1983) concepts of reflection-in-action, reflection-on-action, and reflection-for-action, as well as supported by Dewey (1910) and Farrell (2015).
The findings indicate that both teachers applied reflective teaching using different reflective tools. One teacher relied on student feedback collected through student feedback questionnaires, while the other used lesson recordings to examine and improve instructional practices. Both participants demonstrated the three stages of reflection proposed by Schön, showing continuous and critical thinking before, during, and after instruction. However, their reflective practices were hindered by several challenges, including heavy workload, limited motivation, and loy of payment, which affected the consistency of reflection. Despite these constraints, reflective teaching contributed to improved classroom interaction, stronger pedagogical decision-making, and ongoing professional development.
The study concludes that reflective teaching is an effective strategy for supporting EFL teachers’ professional growth. Therefore, it is essential to integrate reflective practices into teacher education programs and ongoing professional development to cultivate adaptive, critical, and student-centered educators
Islam dan revolusi: Analisis komparatif teologi pembebasan Hasan Hanafi dan Ali Syari'ati
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan atas stagnasi teologi Islam yang sering kali hanya bersifat normatif dan ritualistik, tanpa menyentuh problem keadilan sosial. Hasan Hanafi dan Ali Syari’ati tampil sebagai dua tokoh kunci yang menawarkan wajah Islam yang membebaskan. Penelitian ini merumuskan tiga pertanyaan utama: bagaimana Hasan Hanafi mengembangkan teologi pembebasan, bagaimana Ali Syari’ati merumuskan Islam revolusioner, dan apa persamaan serta perbedaan pendekatan keduanya terhadap teologi pembebasan Islam.
Secara teoritis, penelitian ini berpijak pada kajian teologi pembebasan dan kritik ideologi dengan menempatkan pemikiran kedua tokoh dalam konteks sosial-politiknya masing-masing. Hasan Hanafi dikaji melalui konsep Islam Kiri dan proyek al-turats wa al-tajdid, sementara Ali Syari’ati diteliti melalui gagasan Islam Revolusioner yang berakar pada sintesis Syiah dan Marxisme. Analisis komparatif digunakan untuk melihat titik temu dan perbedaan epistemologis, ideologis, serta metodologis keduanya dalam merumuskan Islam sebagai kekuatan pembebasan.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa karya-karya Hasan Hanafi dan Ali Syari’ati, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel, dan penelitian terdahulu yang relevan. Metode analisis dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, kemudian dilanjutkan dengan analisis komparatif untuk menemukan sintesis pemikiran kedua tokoh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hanafi dan Syari’ati memiliki persamaan dalam keberpihakan pada kaum tertindas (al-mustadh‘afin) serta penolakan terhadap formalisme dan dominasi struktural. Perbedaannya terletak pada basis epistemologis: Hanafi menekankan rekonstruksi tradisi, sedangkan Syari’ati menekankan reinterpretasi sejarah. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis metodologis keduanya, yang membuka potensi pembaruan teologi Islam kontemporer dalam menghadapi tantangan globalisasi, kapitalisme, dan politisasi agama, sekaligus menegaskan kembali peran Islam sebagai kekuatan emansipatoris dan revolusioner
Analisis penurunan perkara dispensasi nikah di Pengadilan Agama Sumedang tahun 2020-2024
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penurunan jumlah perkara dispensasi nikah di Pengadilan Agama Sumedang selama periode 2020–2024. Hal ini menarik untuk dikaji karena sebelumnya dispensasi nikah cenderung meningkat setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan batas usia perkawinan.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi penurunan perkara dispensasi nikah; (2) mengidentifikasi alasan pengajuan dispensasi nikah pada periode 2020–2024; serta (3) mengkaji dasar pertimbangan hakim Pengadilan Agama Sumedang dalam memutus permohonan tersebut.
Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi dokumentasi dan kepustakaan. Data diperoleh dari laporan tahunan Pengadilan Agama Sumedang, salinan putusan, peraturan perundang-undangan, dan literatur pendukung. Analisis dilakukan dengan mengacu pada teori struktural-fungsional, hukum responsif, serta maqashid syariah.
Kerangka pemikiran penelitian ini didasarkan pada teori sosial struktural untuk melihat hubungan antara faktor sosial-ekonomi dan pengajuan dispensasi nikah, teori maqāṣid al-syarī‘ah untuk menilai kesesuaian dispensasi dengan tujuan perlindungan anak, serta teori hukum responsif sebagai dasar untuk memahami pertimbangan hakim yang mengutamakan keadilan dan kemanfaatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penurunan perkara dispensasi nikah di Pengadilan Agama Sumedang dipengaruhi oleh pemberlakuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 dan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019 yang memperketat syarat dan prosedur permohonan; (2) Alasan dominan dalam permohonan dispensasi adalah kehamilan di luar nikah, desakan orang tua dan budaya, faktor ekonomi, dan faktor pendidikan; (3) Dalam mempertimbangkan perkara, hakim tidak hanya berpegang pada aspek yuridis, tetapi juga memperhatikan aspek sosiologis, psikologis, serta prinsip maqāṣid al-syarī‘ah dan hukum responsif
Analisis Return on Equity (ROE) melalui Wadiah Demand Deposit (WDD) dan Shareholder's Equity (SE) : Studi di PT. Bank Bukopin Syariah periode 2014-2023
Masyarakat Indonesia tentunya mengacu kepada syariat-syariat islam. Begitu pula dengan kegiatan ekonomi tentunya mengikuti ajaran-ajaran islam, dengan kondisi tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa sektor ekonomi yang berada di Indonesia semakin tumbuh dan berkembang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pemerintah Indonesia melakukan pembangunan infrastruktur yang vital untuk menunjang kegiatan ekonomi.
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji tingkat signifikansi pengaruh Wadiah Demand Deposit terhadap Return on Equity di PT Bank Bukopin Syari’ah selama periode 2014 hingga 2023, mengkaji tingkat signifikansi pengaruh Shareholder’s Equity terhadap Return on Equity di PT Bank Bukopin Syari’ah dalam rentang waktu 2014–2023, dan menilai seberapa besar pengaruh simultan antara Wadiah Demand Deposit dan Shareholder’s Equity terhadap Return on Equity PT Bank Bukopin Syari’ah dalam rentang tahun 2014–2023.
Demand (Giro) adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet, giro, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindah bukuan. Shareholders Equity / ekuitas adalah kekayaan bersih (Net Worth) pemilik perusahaan yang terdiri dari setoran modal pemiliki dan sisa laba ditahan (Retained Earning). Return on Equity (ROE) adalah rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari hasil investasi atau penjualan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder runtutan waktu dari laporan keuangan PT Bank Bukopin Syari’ah pada periode 2014-2023. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji asumsi klasik, uji asosiatif dan uji hipotesis (uji t dan F).
Hasil penelitian menunjukan secara parsial Wadiah Demand Deposit (X1) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Return on Equity (Y) dan Shareholder’s Equity (X2) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Return on Equity (Y). Sedangkan Wadiah Demand Deposit (X1) dan Shareholder’s Equity (X2) secara simultan berpengaruh tidak signifikan terhadap Return on Equity (Y)
Pengaruh insentif pajak dan non pajak terhadap manajemen laba studi pada perusahaan sektor Pertambangan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index periode 2019-2023
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh insentif pajak dan insentif non pajak terhadap manajemen laba pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index periode 2019–2023. Berdasarkan teori keagenan
dan temuan Fitri (2021), kedua insentif tersebut berpotensi memicu manajemen laba melalui perencanaan pajak agresif atau upaya mempertahankan citra kinerja keuangan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan jenis pendekatan kuantitatif dengan yang digunakan peneliti untuk meneliti populasi atau sampel dalam pemilihan sampel, yaitu dengan menetapkan kriteria tertentu sehingga diperoleh 7 sampel perusahaan sebagai objek penelitian. Data yang digunakan
merupakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Untuk menganalisis data, digunakan metode regresi linear berganda, variabel dependen manajemen laba diukur dengan Discretionary Revenue Model (Stubben, 2010) dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 31.
Hasil penelitian menunjukkan insentif pajak berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap manajemen laba, insentif non pajak berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Secara simultan, kedua variabel tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Temuan ini mendukung teori keagenan bahwa insentif, terutama fiskal, dapat mendorong perilaku oportunistik manajer, serta menegaskan pentingnya regulasi insentif yang mendorong transparansi sesuai prinsip akuntansi syariah
Penerapan metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) dan media wordwall untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Aqidah Akhlak: Penelitian kuasi eksperimen pada siswa kelas VIII MTs Miftahul Falah Bandung
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran aqidah akhlak. Hal ini disebabkan karena kurang bervariasi dalam penggunaan metode dan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Untuk mengatasinya diperlukan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu metode student teams achivment divisions dan media wordwall.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan penerapan metode student teams achivment divisions dan media wordwall pada mata pelajaran Aqidah akhlak di kelas VIII MTs Miftahul Falah Kota Bandung. 2) Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah menerapkan metode student teams achivment divisions dan media wordwall pada mata pelajaran Aqidah akhlak.
Salah satu faktor yang dapat memengaruhi hasil belajar siswa adalah pemilihan metode dan media pembelajaran yang tepat dan efektif. Peneliti berasumsi bahwa penerapan metode student teams achivment divisions dan media wordwall dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan menerapkan metode STAD dapat menciptakan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, hipotesis yang diajukan adalah peningkatan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Aqidah Akhlak melalui penerapan metode student teams achievement divisions (STAD) dan media wordwall.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode kuasi eksperimen dengan desain non-equevalent group design. Teknik pengumpulan datanya menggunakan tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data kualitatif menggunakan pendekatan logika dan teknik analisis data kuantitatif menggunakan pendekatan statistik meliputi uji statistik deskriptif, uji normalitas data, uji homogenitas, uji N-gain dan uji hipotesis T.
Hasil penelitian menunjukkan: 1) Penerapan metode student teams achivment divisions dan media wordwall pada mata pelajaran aqidah akhlak sesuai dengan langkah-langkahnya terlaksana dengan baik mencapai skor rata-rata 83,5%. 2) Peningkatan hasil belajar siswa setelah menerapkan metode student teams achivment divisions dan media wordwall pada mata pelajaran aqidah akhlak termasuk dalam kategori sedang dengan skor N-Gain sebesar 0,56, persentase peningkatan yang diperoleh sebesar 56%, dan peningkatan yang signifikan berdasarkan hasil uji T yaitu Sig 0,00 < 0,05. Oleh karena itu hipotesis yang diajukan diterima. Dengan demikian penerapan metode student teams achivment divisions dan media wordwall dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran aqidah akhlak
Konsep mujahadah An-Nafs perspektif Syekh Mahmud Al-Alusi dalam Tafsir Ruh Al-Ma’ani
Penelitian ini membahas konsep mujahadah an-nafs dalam perspektif Syekh Mahmud al-Alusi sebagaimana diuraikan dalam Tafsir Rūḥ al-Ma‘ānī. Fokus utama penelitian ini ada pada dua hal, yaitu: pertama, menganalisis konstruksi konseptual mujahadah an-nafs menurut tafsir beliau; kedua, mengkaji pendekatan dan metodologi penafsiran yang digunakan al-Alusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep mujahadah menurut al-Alusi dan mengupas pendekatan dan metodologi penfasiran yang digunakannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan tematik (maudhu‘i). Ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan ditelusuri berdasarkan akar kata jahada (جهد) dan nafs (نفس), kemudian diklasifikasikan ke dalam tema inti mujahadah an-nafs dalam kerangka tafsir sufistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Alusi menerapkan pendekatan tafsir yang integratif dan kritis, memadukan metode tafsir bi al-ma’tsūr, tafsir bi al-ra’yi, dan tafsir isyari (sufistik). Penafsiran beliau menekankan dimensi spiritual dan batiniah dengan argumentasi linguistik, analisis sejarah, serta penekanan pada makna batin ayat-ayat Al-Qur’an. Konsep mujahadah an-nafs dipandang sebagai fondasi utama dalam proses tazkiyatun nafs, yaitu jihad batin melawan hawa nafsu sebagai jihad terbesar. Proses mujahadah dipetakan dalam tujuh tingkatan nafsu, dari nafs ammārah hingga nafs kāmilah, yang menandai perjalanan spiritual secara dinamis dan bertahap.
Secara teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat paradigma spiritual Islam berbasis Al-Qur’an dan memperkaya literatur tafsir tematik-sufistik. Secara praktis, penelitian ini dapat menjadi rujukan sistematis bagi pengembangan konsep mujahadah an-nafs, baik dalam kajian akademik maupun dalam pembinaan spiritual umat Islam kontemporer