Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung
Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati BandungNot a member yet
53115 research outputs found
Sort by
Penerapan media smart box untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran IPAS: Penelitian tindakan kelas di SDN Kencana Indah I Rancaekek
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial. Dari 30 siswa, hanya 3 siswa sudah mencapai KKTP, sementara 27 lainnya belum mencapai KKTP. Rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa disebabkan media pembelajaran yang diterapkan belum sepenuhnya memberikan ruang dalam meciptakan ide-ide baru. Salah satu media pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif adalah media pembelajaran smart box. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum dan sesudah penggunaan media smart box serta bagaimana proses penerapan media smart box pada mata pelajaran IPAS di kelas IV SDN Kencana Indah I. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam empat siklus. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap prasiklus memperoleh ketuntasan klasikal 23% dan nilai rata-rata sebesar 60. Aktivitas guru dan siswa mengalami peningkatan selama empat siklus yaitu aktivitas guru pada siklus I 64%, siklus II 79%, siklus III 86%, dan siklus IV 100%. Sedangkan aktivitas siswa pada siklus I 63%, siklus II 74%, siklus III 84%, dan siklus IV 96%. Ketuntasan klasikal pada siklus I 17% dengan rata rata 64. Kemudian siklus II diperoleh ketuntasan klasikal 60% dengan rata-rata 76. Pada siklus III diperoleh ketuntasan klasikal 83% dengan rata-rata 77. Pada siklus IV diperoleh ketuntasan klasikal 90% dengan rata-rata 80. Dan seluruh siklus diperoleh ketuntasan klasikal 67% dengan nilai rata-rata 76. Berdasarkan hasil yang diperoleh, media pembelajarn smart box dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif pada mata pelajaran IPAS
Pengaruh Employee Engagement, Work-Life Balance, dan Job Rotation terhadap kepuasan kerja : Studi pada karyawan PT Agronesia Divisi Es Batu Saripatejo
Modal perusahaan sangat mempengaruhi bagaimana laju perusahaan. Dalam hal ini, sumber daya manusia sangat menentukan arah dan keberhasilan dari suatu organisasi atau perusahaan.Namun, di PT. Agronesia divisi es batu saripetojo Bandung, manajemen sumber daya manusia dalam hal ini Employee Engagement, Work-Life Balance dan Job Rotation pada perusahaan tidak seimbang. Sehingga menurunkan kepuasan kerja yang berdampak pada menurunkanya poduktivitas perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh employee engagement, work-life balance, dan job rotaton terhadap kepuasan kerja pada karyawan di perusahaan sarupetojo Bandung.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, peneliti menggunakan metode penlitian deskriptif asosiatif melalui pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Non Probability Sampling. Data penelitian diperoleh dengan membagikan kuesioner terkait employee engagement, work-life balance, dan job rotation kepada 43 responden. Analisa data dilakukan dengan menggunkaan SPSS. Metode analisis yang digunakan yaitu uji validitas, uji asumsi klasik, uji reliabilitas, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, uji Koefisien Determinasi. Setelah peneliti melakukan pengujian terhadap hipotesis yang telah ditetapkan sebelumnya dengan melakulkan analisis regresi linier berganda maka diperoleh persamaan Y =2,267 + 0,338X1 + 0,240X2 + (-0,053X3) Dari persamaan tersebut dapat terlihat Nilai konstanta (a) bernilai positif yang memiliki arti Ketika employee engagement (X1), work-life balance (X2) dan Job Rotation (X3) bernilai Nol (0) maka hasil perhitungan kepulasan kerja (Y) dengan menggunakan persamaan di atas nilainya adalah 2,267. Nilai koefisien regresi (b1) dari variabel empoyee engagement (X1) adalah 0,338, work-life balance (X2) adalah sebesar 0,240 dan job rotation adalah 0,053 yang berarti positif. Maka dari itu, Ketika terjadi kenaikan jumlah employee engagement sebanyak 1 poin, maka dapat di prediksi bahwa kepuasan kerja akan naik sebesar 0,338 atau 33,8% dengan syarat variabel lainnya memiliki nilai tetap. Nilai koefisien variabel work-life balance (X2) adalah 0,240 yang berarti positif, maka ketika terjadi kenaikan 1 poin maka dapat di prediksi bahwa kepuasan kerja karyawan akan naik sebesar 0,240 atau 24% dengan syarat variabel lainnya memiliki nilai yang tetap. Nilai koefisien dari variabel job rotation. (X3) adalah sebesar 0,053 yang berarti negatif. Maka dari itu, Ketika terjadi kenaikan jumlah job rotation (X3) sebanyak 1 (satu) poin, maka dapat diprediksi kepuasan kerja (Y) akan naik sebesar 0,053 atau 5,3 % dengan syarat variabel lainnya memiliki nilai yang tetap. Berdasarkan hasil perbandingan antara Fhitung dengan Ftabel, menghasilkan kesimpulan bahwa nilai Fhitung > Ftabel yaitu 46,363 > 2,85, sehingga H0 ditolak Ha diterima. Artinya Employee Engagement (X1), Work-life balance (X2) dan Job Rotation (X3) secara simultan berpengaruh terhadap Kepulasan Kerja (Y). Dilihat dari nilai signifikansi artinya Employee Engagement (X1), Work-life balance (X2) dan Job Rotation (X3) signifikan terhadap Kepuasan Kerja (Y). Kesimpulan ialah Employee Engagement (X1), Work-life balance (X2) dan Job Rotation (X3) secara simultan berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja (Y)
Pengaruh pendekatan Teaching at The Right Level terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti: Penelitian Quasi Eksperimen Kelas VIII di SMP Negeri 24 Bandung
Permasalahan yang ditemukan di SMP Negeri 24 Bandung menunjukkan adanya kesenjangan dalam hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Observasi awal mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa kelas VIII mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran karena perbedaan tingkat kemampuan dasar yang signifikan antar siswa. Pembelajaran yang dilakukan masih menggunakan pendekatan konvensional dengan asumsi bahwa semua siswa berada pada level pemahaman yang sama, sehingga siswa dengan kemampuan rendah tertinggal dan tidak dapat mengikuti pembelajaran secara optima. Maka peneliti membawa Pendekatan baru dalam proses pembelajaran yaitu pendekatan TARL merupakan metode pembelajaran yang menekankan pada penyesuaian tingkat pengajaran dengan kemampuan aktual siswa, bukan berdasarkan tingkat kelas atau usia kronologis.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengunaan pendekatan TARL pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti di kelas VIII. 2) Mengetahui hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti dengan menggunakan pendekatan TARL di kelas VIII. 3) Mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan TARL terhadap hasil belajar kognitif siswa di kelas VIII.
Penelitian ini merujuk pada teori yang mengatakan bahwa Pendekatana TARL mengutamakan pentingnya mengidentifikasi tingkat pengetahuan awal peserta didik secara individual dalam rangka pengajaran yang efektif. Dengan begitu pendekatan ini akan lebih mengenal peserta didik sesuai dengan pemahaman dasarnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil rata-rata pada kelas eksperimen pre-respond sebesar 80,47 sedangkan post-respond sebesar 83,41. Sedangkan pada kelas kontrol diperoleh rata rata pretest sebesar 72,35 dan posttest sebesar 80,15. Namun dapat terlihat bahwa pada peningkatannya lebih kecil dibanding kelas eksperimen. Dalam hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi < 0,001 antara hasil post-respond kelas eksperimen dan kontrol. Ini mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar yang signifikan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kognitif siswa yang menggunakan pendekatan TaRL dengan siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan selisih yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Pendekatan TaRL terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran PAIBP, khususnya pada aspek pemahaman konsep keagamaan dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari
Penerapan metode pembelajaran World Cafe untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti: Penelitian quasi eksperimen pada peserta didik kelas VII SMPN 72 Kota Bandung
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran PAIBP di kelas VII SMPN 72 Kota Bandung. hal itu dibuktikan dengan peserta didik kesulitan dalam menganalisis informasi,peserta didik lebih fokus hafalan dibandingkan dengan pemahaman makna, kurangnya inisiatif bertanya atau menanggapi pendapat orang lain, dan peserta didik tidak diri. Rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik dikarenakan metode pembelajaran yang kurang tepat, sehingga diperlukan metode pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik yaitu metode pembelajaran World Café.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Penerapan Metode Pembelajaran World Café pada Mata Pelajaran PAIBP di Kelas VII SMPN 72 Kota Bandung, 2) Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Mata Pelajaran PAIBP di Kelas VII SMPN 72 Kota Bandung, 3) Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran World Café Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Mata Pelajaran PAIBP di Kelas VII SMPN 72 Kota Bandung.
Metode pembelajaran World Café adalah cara menggali gagasan dari banyak orang tentang sesuatu dengan memecahnya kedalam pertanyaan-pertanyaan yang perlu dijawab secara berkelompok. Oleh karena itu, hipotesis yang diajukan adalah Penerapan metode pembelajaran World Café diduga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran PAIBP.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode quasi eksperimen dengan desain non-equivalent control grup design. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: observasi, wawancara, tes, dan studi dokumen. Adapun teknik analisis data melalui: analisis data awal, uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis, dan uji normal gain.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan metode pembelajaran World café terlaksana dengan sangat baik. Tingkat keterlaksanaan pada pertemuan pertama mencapai 71,4%, kemudian meningkat pada pertemuan kedua menjadi 100% hal ini menunjukan peningkatan yan g signifikan dibandingkan pertemuan sebelumnya. 2) Kemampuan berpikir kritis peserta didik setelah penerapan metode pembelajaran World Café menunjukan nilai rata-rata 82,86, meningkat dari sebelum penerapan sebesar 56,8. Nilai N-Gain sebesar 0,6 termasuk kategori sedang. 3) Metode pembelajaran World Café memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik, hasil uji hipotesis dengan nilai signifikansi 0,001 (<0,05) menunjukan hipotesis diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran World Café tersebut secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran PAIBP di kelas VII SMPN 72 Kota Bandung
Teknik deskripsi dan reduksi dalam terjemah kitab “Risalah Ahlussunah Wal Jamaah” karya Bahrudin Achmad: Teori terjemah Molina Albir
Penelitian ini mengkaji teknik deskripsi dan reduksi dalam terjemah kitab “Risalah Ahlusunnah Wal Jamaah” karya Bahrudin Achmad menggunakan pendekatn teknik terjemah teori Molina dan Albir. Kitab ini menjelaskan adanya perbedaan antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia, baik dari segi struktur kalimat maupun istilah. Selain itu, pasal-pasal yang terkandung dalam kitab ini jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia tidak bisa hanya dipahami secara harfiah oleh pembaca sehingga peneliti perlu menjelaskannya secara lebih global mengenai makna dari pasal tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Yaitu penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode deskriptif analisis yang berfungsi untuk mendeskripsikan data yang dikumpulkan sesuai dengan apa adanya. Metode ini digunakan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tenik terjemah Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia yang terdapat pada kitab Risalah Ahlussunah Wal Jamaah karya Bahrudin Achmad.
Hasil penelitian skripsi ini, membuktikan bahwa pemilihan teknik penerjemahan yang tepat sangat berpengaruh terhadap kualitas terjemahan, terutama dalam teks-teks yang memiliki nilai keilmuan dan spiritual yang tinggi seperti kitab Risalah Ahussunnah Wal Jamaah
Aktivitas santri dalam pembelajaran nahwu menggunakan metode sorogan dan pengaruhnya terhadap kemampuan santri menguasai kaidah-kaidah nahwu
من المعروف أن تعليم علم النحو يعدّ من الجوانب الأساسية في إتقان اللغة العربية بشكل شامل، وخاصة في البيئة التقليدية كمعهد الغنية الإسلامي بسلاآوي – غاروت، حيث لا يزال أسلوب سوروغان يستخدم كأسلوب رئيسي في تدريس النحو. ويقوم هذا الأسلوب على التعلم الفردي بين الأستاذ والطالب مع التركيز على التكرار والدقة في القراءة والفهم. وقد دفعت الباحثة إلى دراسة هذا الموضوع ظاهرة تفاوت مستوى إتقان القواعد النحوية بين الطلاب رغم اتباعهم طريقة سوروغان.
يهدف هذا البحث إلى وصف أنشطة الطلاب في تعلم علم النحو باستخدام طريقة سوروغان، وتحليل أثر هذه الطريقة على قدرتهم في إتقان القواعد النحوية. اعتمدت الباحثة في هذا البحث على المنهج الوصفي الكامي وجمعت البيانات من خلال الملاحظة، والمقابلة، والاختبار. واشتملت عينة البحث على 19 طالبا من المرحلة الوسطى الذين يدرسون كتاب الآجرومية.
وقد أظهرت نتائج البحث أن الطلاب يشاركون بشكل نشاط في أنشطة التعليم بطريقة سوروغان، من خلال القراءة الفرديةوالاستماع، ومتابعة الشرح والفهم. كما أظهرت نتائج الاختبار أن غالبية الطلاب حصلوا على درجة جيدة في إتقان القواعد النحوية. وتدعمت هذه النتائج بمقابلات تشير إلى أن طريقة سوروغان تسهم في تعزيز الانضباط، ومهارات القراءة، والفهم التدريجي للقواعد.
وبناء على التحليل، يمكن الاستنتاج أن طريقة سوروغان لها تأثير إيجابي على إتقان القواعد النحوية، حيث إن التفاعل المباشر بين الأستاذ والطالب، والتكرار المكثف للمادة، يسهمان بشكل كبير في تحسين مستوى فهم الطلاب لعلم النحو
Pola penanganan sosial Female Plus terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Bandung
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh stigma dan diskriminasi yang kerap dialami Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dalam masyarakat, yang menghambat mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan serta mendukung integrasi sosial. Stigma ini tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis ODHA, tetapi juga membatasi akses mereka terhadap sumber daya dan komunitas yang mendukung. Female Plus Bandung muncul sebagai organisasi yang berperan penting dalam menyediakan dukungan sosial, khususnya melalui pendekatan pendampingan sebaya dan program edukasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola penanganan sosial yang diterapkan oleh Female Plus Bandung dalam mendukung ODHA. Fokus utama meliputi pendekatan yang digunakan untuk mengurangi stigma, membantu ODHA beradaptasi dengan tantangan sosial, dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif. Penelitian ini juga mengevaluasi efektivitas program Female Plus serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program-programnya.
Mengacu pada teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons, penelitian ini menganalisis bagaimana program-program Female Plus Bandung berkontribusi terhadap keseimbangan sosial. Teori ini memandang masyarakat sebagai sistem yang saling terkait, di mana organisasi seperti Female Plus berperan dalam memenuhi kebutuhan individu, memfasilitasi integrasi sosial, dan memelihara pola interaksi yang positif untuk menciptakan stabilitas masyarakat.
Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Data primer diperoleh dari interaksi langsung dengan pengurus Female Plus dan ODHA, sedangkan data sekunder berasal dari literatur, laporan tahunan, dan dokumen internal organisasi. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi pola, tantangan, dan dampak dari program yang dijalankan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Female Plus Bandung telah berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung ODHA untuk mengatasi stigma dan diskriminasi. Program dukungan sebaya, pendampingan, dan edukasi menjadi kunci keberhasilan organisasi ini dalam meningkatkan kualitas hidup ODHA. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya tantangan terkait sumber daya manusia dan finansial yang memengaruhi keberlanjutan program. Diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan layanan dan memperkuat dampak positif dari program-program ini
Strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana berbasis Community Based Disaster Risk management (CBDRM): Studi kasus kampung siaga bencana Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat
Desa Nagreg Kendan memiliki potensi bencana hidrometeorologi yang tinggi, maka dibentuklah KSB (Kampung Siaga Bencana) dalam memuat strategi pemberdayaan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemberdayaan masyarakat oleh KSB Desa Nagreg Kendan berdasarkan aspek power to, power with, dan power within; menganalisis implementasi CommunityBased Disaster Risk Management (CBDRM) dalam strategi pengurangan risiko bencana; serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pemberdayaan masyarakat melalui KSB. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA). Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penulisan ini adalah teori strategi
pemberdayaan Veneklasen & miller yang mencakup Power to, yang mendasar bahwa pemberdayaan muncul dalam bentuk kerjasama dan solidaritas Power With yang mendasarkan bahwa pemberdayaan berasal dari potensi diri dan Power Within
yang mendasarkan bahwa pemberdayaan berasal dari harga diri dan pengetahuan diri, kemudian dilanjutkan dengan konsep pengurangan risiko bencana yang terdiri dari Bahaya (Hazard), Kapasitas (Capacity) dan kerentanan (Vulnerability) yang nantinya akan digunakan sebagai asesmen awal dalam pelaksanaan CBDRM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat oleh KSB Desa Nagreg Kendan mencakup: (1) power to berupa peningkatan keterampilan
warga melalui pelatihan dan simulasi kebencanaan; (2) power with melalui kerja sama antaranggota KSB dan kemitraan dengan instansi terkait; dan (3) power within berupa peningkatan rasa percaya diri dan kesadaran akan peran warga dalam penanggulangan bencana. Implementasi CBDRM terlihat dari keterlibatan aktif masyarakat dalam pemetaan risiko, penentuan prioritas tindakan, dan pemanfaatan sumber daya lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pemberdayaan melalui KSB mampu meningkatkan ketahanan masyarakat, namun diperlukan penguatan partisipasi dan dukungan sumber daya
Analisis sistem pengendalian internal dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan syariah pada BAZNAS Kabupaten Bandung
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem pengendalian internal dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan syariah pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung. Kualitas laporan keuangan yang dimaksud mencakup aspek relevansi, keandalan, dapat dibandingkan, dan dapat dipahami sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK Syariah). Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan sistem pengendalian internal di Baznas Kabupaten Bandung dan untuk mengetahui peran sistem pengendalian internal dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan di Baznas Kabupaten Bandung.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak terkait, observasi langsung, serta telaah dokumentasi laporan keuangan BAZNAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kabupaten Bandung telah menerapkan komponen utama sistem pengendalian internal, meliputi lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Penerapan sistem pengendalian internal yang efektif terbukti berkontribusi dalam menjaga akurasi, ketepatan waktu, dan kepatuhan laporan keuangan terhadap prinsip akuntansi syariah. Namun demikian, ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi yang belum optimal. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas SDM dan optimalisasi sistem informasi akuntansi guna memperkuat kualitas laporan keuangan syariah
Strategi dakwah pada program siaran keagamaan SMTV Eces Pisan : Penelitian pada program siaran “Dakwah Layung Langit” di SMTV Eces Pisan
Televisi lokal memiliki peran strategis sebagai sarana dakwah yang efektif untuk menjangkau komunitas secara dekat. SMTV Eces Pisan, sebagai stasiun televisi lokal di Sumedang, memanfaatkan perannya melalui program keagamaan “Dakwah Layung Langit” yang secara unik mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kearifan budaya Sunda.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi dakwah yang diterapkan oleh program tersebut, dengan membedahnya melalui tiga tahapan inti manajemen strategis: perumusan, implementasi, dan evaluasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Kerangka analisis utama yang digunakan adalah Teori Manajemen Strategis dari Fred R. David untuk membedah proses strategi secara sistematis. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan produser dan koordinator program, serta studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, proses perumusan strategi didasarkan pada analisis lingkungan yang menghasilkan strategi diferensiasi konten melalui kolaborasi dengan da’i dari berbagai organisasi Islam dan inkulturasi dakwah dengan memadukan seni tradisi Sunda (tagoni). Kedua, proses implementasi strategi dieksekusi melalui metode dakwah integratif yang menggabungkan dakwah bil-lisan (ceramah) dan dakwah bil-hal (seni), pendekatan kultural melalui penggunaan Bahasa Sunda, serta pemanfaatan media multi-platform untuk memperluas jangkauan. Ketiga, proses evaluasi mengonfirmasi efektivitas strategi yang diukur dari tingginya partisipasi komunitas dan umpan balik positif audiens, yang menjadikan program ini tidak hanya ditonton tetapi juga dimiliki oleh masyarakat. Sinergi tim produksi dan dukungan komunitas menjadi kekuatan utama, sementara tantangan terletak pada konsistensi narasumber. Secara keseluruhan, strategi dakwah program “Dakwah Layung Langit” merupakan sebuah formula yang mapan dan berhasil menyinergikan syiar Islam dengan konteks budaya lokal secara otentik dan partisipatif