Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung

Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung
Not a member yet
    53115 research outputs found

    Strategi ceramah Ustaz Ahmad Fauzan dalam menarik minat jamaah terhadap kajian fikih: Studi deskriptif di Masjid Al-Istiqomah Desa Cilimus Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan

    Full text link
    Masjid memiliki peran penting sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan dakwah, salah satunya melalui kegiatan ceramah keagamaan. Namun, penyampaian materi fikih dalam ceramah sering kali dianggap berat dan kurang menarik bagi sebagian jamaah, sehingga diperlukan strategi yang tepat agar pesan dapat diterima dengan baik. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini mengkaji strategi Ustaz Ahmad Fauzan dalam menyampaikan ceramah rutin di Masjid Al-Istiqomah Desa Cilimus, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam tahapan perumusan ceramah yang dilakukan, strategi implementasi yang diterapkan, serta bagaimana bentuk evaluasi yang dijalankan oleh Ustaz Ahmad Fauzan dalam menyampaikan ceramah kajian fikih di lingkungan masyarakat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Strategi Fred R. David yang menjelaskan bahwa tahapan manajemen strategis terbagi kedalam tiga tahap, yaitu perumusan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan tujuan menggambarkan secara mendalam realitas yang terjadi di lapangan berdasarkan sudut pandang para informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, serta telaah dokumentasi terkait aktivitas yang terjadi di Masjid Al-Istiqomah Desa Cilimus, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustaz Ahmad Fauzan merumuskan materi ceramah sesuai kebutuhan jamaah, seperti pembahasan tata cara wudhu yang benar sebelum sholat. Penyampaian dilakukan komunikatif dengan sapaan hangat, bahasa sederhana yang menghindari istilah teknis. Menyertakan humor dalam penyampaian ceramah untuk mencairkan suasana, dan menganalogikan isi ceramah dengan kebiasaan sehari-hari agar mudah dimengerti, seperti analogi zakat dengan iuran listrik. Evaluasi ceramah yang dilakukan Ustaz Ahmad Fauzan bersifat terbuka dan berkelanjutan dengan menerima kritik serta saran dari jamaah disertai refleksi pribadi

    Manajemen strategik program pengabdian santri dalam meningkatkan kompetensi sebagai pengajar Al-Qur'an

    Full text link
    Penelitian dilatarbelakangi pentingnya meningkatkan kompetensi santri dalam mengajar Al-Qur’an pada program pengabdian santri. Program pengabdian santri memberikan manfaaat diantaranya terbentuk skill mengajar profesional bagi santri, citra positif dan pengakuan eksistensi pesantren semakin baik, masalah sosial keagamaan di masyarakat dapat ditanggulangi secara masif dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan tujuan program diperlukan upaya pengelolaan yang efektif dan efisien. Penelitian difokuskan untuk memotret secara utuh bagaimanakah efektivitas penerapan manajemen strategik pada program pengabdian santri, mampu meningkatkan kompetensi santri pengajar Al-Qur’an. Tujuan penelitian untuk menganalisis formulasi strategik, implementasi strategik, dan Evaluasi strategik yang dilakukan pada program pengabdian santri dalam meningkatkan kompetensi pengajar Al-Qur’an di Pondok Quran Bandung. Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif pada penilitain ini dilakukan agar memeroleh data lengkap, objektif, dan komprehensif terkait kondisi dan praktik penerapan manajemen strategik di Pondok Quran Bandung. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan studi dokumen serta triangulasi. Sebagai upaya mendapatkan data kredibel dan terpercaya, peneliti menggunakan teknik purposive sampling, dengannya responden dipilih secara tepat dan mampu memberikan informasi sesuai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pondok Quran Bandung memiliki komitmen yang kuat melaksanakan program pengabdian santri dalam upaya meningkatkan kompetensi pengajar Al-Qur’an. Formulasi strategik yang diterapkan meliputi penguatan visi misi, identifikasi peluang dan ancaman, analisa kekuatan dan kelemahan internal, penetapan tujuan jangka panjang organisasi dan strategi alternatif dengan menempuh musyawarah dalam setiap fasenya. Implementasi strategik melalui tahapan perumusan visi misi, kebijakan, motivasi karyawan, pengelolaan sumber daya manusia menggunakan pendekatan emosi, spiritual dan pendekatan profesional, dengan melibatkan pihak pesantren, masyarakat dan mitra pesanten. Alokasi pembiayaan diselenggarakan secara efektif, pengelolaan sarana menggunakan asas efesiensi dan optimalisasi dan pengadaan barang. Evaluasi strategik dilakukan secara berkala dengan menerapkan analisis faktor eksternal dan internal, pengukuran kinerja dan tindakan korektif menerapkan key performance Indicator. Kesimpulan penelitian manajemen strategik program pengabdian santri telah diterapkan dengan baik, terbukti dengan meningkatnya kompetensi santri dalam tugasnya menjadi pengajar Al-Qur’an secara efektif dan efisien

    Pengaruh reputasi auditor dan fee audit terhadap kualitas audit pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) periode 2019-2024

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kualitas audit dalam menjaga kepercayaan pengguna laporan keuangan, khususnya pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII). Kasus-kasus penyelewengan laporan keuangan di Indonesia menunjukkan bahwa kualitas audit dapat dipengaruhi oleh reputasi auditor dan fee audit. Reputasi auditor, yang umumnya diukur berdasarkan afiliasi dengan Kantor Akuntan Publik (KAP) Big Four, dianggap mencerminkan profesionalisme dan independensi. Sementara itu, fee audit mencerminkan kompensasi atas jasa yang diberikan dan diyakini dapat mempengaruhi kedalaman serta ketelitian audit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh reputasi auditor dan fee audit terhadap kualitas audit baik secara parsial maupun simultan pada perusahaan yang terdaftar di JII periode 2019–2024. Penelitian ini menggunakan teori kredibilitas sebagai landasan konseptual, yang menekankan pentingnya kepercayaan, keahlian, objektivitas, dan independensi sumber informasi (auditor) dalam memengaruhi penerimaan informasi oleh pengguna laporan keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi logistik. Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di JII periode 2019–2024, dengan pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 18 perusahaan dengan data sekunder berupa annual report dari masing-masing perusahaan. Variabel independen yang digunakan adalah reputasi auditor (variabel dummy) dan fee audit (nilai nominal), sedangkan variabel dependen adalah kualitas audit (variabel dummy). Hasil penelitian menunjukkan bahwa reputasi auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan fee audit berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit. Secara simultan, reputasi auditor dan fee audit berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit pada perusahaan yang terdaftar di JII periode 2019–2024

    Pengaruh Job Demands-Resources terhadap mutu pendidikan Raudhatul Athfal: Penelitian pada Raudhatul Athfal di Kecamatan Parongpong

    No full text
    Tuntutan pekerjaan (job demands) seperti beban kerja yang tinggi, tekanan waktu, serta tanggung jawab rangkap jabatan dapat memicu stres dan kelelahan pada guru. Di sisi lain, ketersediaan sumber daya pekerjaan (job resources), seperti dukungan dari manajemen dan fasilitas yang memadai, dapat membantu mengatasi tekanan tersebut sekaligus mendukung pengembangan profesional. Dalam konteks lembaga pendidikan anak usia dini, keseimbangan antara tuntutan kerja dan sumber daya kerja menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tuntutan pekerjaan (Job demands), sumber daya yang tersedia (Job resources), mutu pendidikan, serta menganalisis dan mengukur Pengaruh Job Demands-Resources Terhadap Mutu Pendidikan di Raudhatul Athfal Kecamatan Parongpong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, data pada penelitian ini diperoleh melalui hasil penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala likert yang terdiri dari lima alternatif pilihan jawaban yang diberikan kepada 54 responden. Teknik analisis data pada penelitian ini berupa uji instrumen data (validitas, reliabilitas dan analisis parsial perindikator), uji asumsi klasik (normalitas dan linearitas), uji regresi linear sederhana dan uji hipotesis (uji t dan uji koefisien determinasi). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas variabel X dan Y masing-masing bernilai 4,1 dan 4,3 yang termasuk dalam kategori “Tinggi” karena berada pada interval 3,6 – 4,5. Selanjutnya hasil keseluruhan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif variabel X terhadap variabel Y di Raudhatul Athfal se-Kecamatan Parongpong dengan perolehan nilai signifikan 0,000 tTabel 2,00665, sehingga (Ho) ditolak dan (Ha) diterima. Kemudian nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,470 artinya besaran pengaruh yang diberikan job demands-resources terhadap mutu pendidikan Raudhatul Athfal bernilai 47% sementara sisa 53% besaran tersebut dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini

    Penafsiran ayat-ayat mengenai karakteristik Bani Israil: Studi pendekatan Double Movement Fazlur Rahman

    No full text
    Penelitian ini merupakan kajian terhadap penafsiran ayat-ayat al-Qur’an yang menjelaskan karakteristik Bani Israil, yaitu surah al-Baqarah ayat 61 dan 120, surah al-Ma’idah ayat 24 dan 41, dan surah al- Isra ayat 4 menggunakan pendekatan hermeneutik double movement yang dikembangkan oleh Fazlur Rahman. Karakteristik Bani Israil dalam ayat-ayat tersebut menggambarkan kecenderungan mereka terhadap pembangkangan, kekufuran nikmat, kesombongan moral, dan sikap munafik dalam merespons risalah para Nabi. Ayat-ayat ini tidak hanya merekam sejarah umat terdahulu, namun menyimpan pesan etis yang relevan dalam membangun kesadaran spiritual dan sosial umat Islam masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk menggali serta mengungkap makna ayat-ayat al-Qur’an secara lebih mendalam dan kontekstual. Proses penafsiran tersebut dilakukan dengan menggunakan pendekatan gerakan ganda (double movement) yang diperkenalkan oleh Fazlur Rahman. Metode ini bertujuan juga menelusuri konteks historis, sosial, dan budaya ketika ayat-ayat tersebut diturunkan, sehingga dapat memahami nilai-nilai moral, etis, serta prinsip universal yang terkandung didalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptifanalitis dan melalui studi pustaka (library research). Sumber data primer dalam penelitian ini adalah al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir klasik seperti Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir al-Qurthubi, dan Tafsir Jalalain, serta karya-karya Fazlur Rahman yang menjelaskan teori double movement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran ayat-ayat al-Qur’an tentang karakteristik Bani Israil dalam Surah al-Baqarah ayat 61 dan 120, al-Mā’idah ayat 24 dan 41, serta al-Isrā’ ayat 4 melalui pendekatan hermeneutika double movement Fazlur Rahman. Pada tahap pertama, ditemukan ayat-ayat yang menyoroti perilaku Bani Israil dengan pembangkangan terhadap wahyu, kekufuran terhadap nikmat Allah, kesombongan moral, serta kemunafikan dalam kehidupan beragama. Adapun pada tahap kedua, pesan moral yang ditarik nilai-nilai universal yang relevan bagi masyarakat modern, yaitu menegakkan kejujuran, tanggung jawab sosial, keberanian moral, dan rasa syukur sebagai dasar peradaban yang berkeadilan. Dengan demikian, teori double movement Fazlur Rahmant tidak hanya berfungsi sebagai tafsir, namun menghidupkan kembali pesan al-Qur’an dalam bentuk moral umat Islam di era kin

    Pemberdayaan ibu tangguh melalui Program Keluarga Multi Penghasilan Human Initiative Jawa Barat : Community-Based Participatory Research di Desa Cimenyan Kabupaten Bandung

    No full text
    Kemiskinan saat ini masih menjadi persoalan kompleks terutama di wilayah pedesaan yang rentan. Kondisi ini menuntut adanya strategi pemberdayaan yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya ditingkat keluarga. Program Keluarga Multi Penghasilan dengan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) hadir sebagai salah satu upaya untuk memperkuat peran ibu dalam mengelola ekonomi keluarga. Melalui program ini, para ibu tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi didorong untuk menjadi agen perubahan yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan keluarga, sehingga mendorong terwujudnya pembangunan pedesaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi, proses pemberdayaan dengan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR), serta dampaknya terhadap peran perempuan sebagai agen perubahan di tingkat desa. Teori dalam penelitian ini berlandaskan pada teori pemberdayaan menurut Suharto (2014), bahwa pemberdayaan merupakan sebuah rangkaian proses dan hasil yang hendak dicapai melalui sebuah perubahan dalam pemberdayaan yaitu memiliki pengetahuan serta keterampilan untuk memenuhi kebutuhan hidup, mampu berperan sebagai agen perubahan, dan mandiri dalam menjalankan berbagai tugas kehidupannya. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program KMP di Desa Cimenyan mencakup pelatihan keterampilan seperti fotografi produk dan pemasaran digital, dukungan koperasi dan keuangan, hingga pembentukan forum komunitas serta pendampingan. Program ini dirancang berdasarkan pendekatan CBPR dengan tiga tahap: mengenal kebutuhan masyarakat, merencanakan dan menjalankan secara bersama, serta melakukan evaluasi secara partisipatif bersama warga khususnya para ibu yang terlibat aktif bersama fasilitator sebagai mitra sejajar. Kini banyak perempuan yang menjadi pelaku usaha, pemimpin kelompok, pengambil keputusan, dan motor penggerak sosial-ekonomi, yang ikut memperkuat struktur sosial dan keberlanjutan komunitas berbasis partisipasi

    Transformasi pemahaman Keislaman melalui komunikasi Dakwah komunitas XKWavers: Studi fenomenologi pada partisipan program X-School

    No full text
    Popularitas K-Pop di kalangan generasi muda Muslim Indonesia menimbulkan tantangan tersendiri dalam mempertahankan nilai-nilai keislaman di tengah pengaruh budaya populer global. Program X-School hadir sebagai upaya dakwah kontekstual yang mengintegrasikan minat terhadap budaya Korea dengan penguatan identitas keislaman, menjadikannya penting untuk dikaji guna memahami strategi dakwah yang relevan bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses transformasi pemahaman keislaman melalui komunikasi dakwah dalam komunitas XKWavers, khususnya pada partisipan program X-School. Teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann digunakan sebagai kerangka teoretis untuk menganalisis proses dialektika eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi nilai-nilai keislaman dalam komunitas. Paradigma konstruktivis digunakan pada penelitian ini dengan pendekatan kualitatif fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima partisipan program X-School yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara siklikal, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) partisipan mengekspresikan nilai keislaman melalui bahasa dan simbol K-Pop yang dimaknai ulang secara Islami; (2) nilai-nilai tersebut dilembagakan menjadi norma sosial komunitas melalui pembiasaan, struktur kegiatan, dan legitimasi kolektif; (3) proses pembelajaran berbasis pengalaman mendorong internalisasi nilai keislaman secara reflektif dan kontekstual; (4) terjadi perubahan sikap dan praktik keagamaan yang bersifat gradual dan autentik; (5) terbentuk identitas hibrid sebagai muslim muda yang mampu mengintegrasikan spiritualitas Islam dengan ekspresi budaya populer. Temuan ini memperkaya pemahaman tentang proses transformasi keislaman melalui komunikasi dakwah berbasis budaya populer. Temuan ini dapat diimplikasikan pada pengembangan dakwah kontekstual yang relevan dengan generasi muda di era globalisasi budaya

    Analisis Yuridis peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 10/POJK.05/2022 terhadap Debitur Gagal Bayar dalam layanan Peer to Peer Lending

    No full text
    Financial technology (fintech) membawa perubahan besar dalam sistem keuangan global, termasuk di Indonesia. Salah satu bentuk layanan yang berkembang pesat adalah peer to peer (P2P) lending, yaitu sistem layanan pendanaan berbasis teknologi informasi yang mempertemukan langsung pemilik dana (lender) dengan peminjam dana (borrower) tanpa melalui perantara lembaga keuangan konvensional. Kehadiran P2P lending memberikan alternatif pembiayaan yang lebih cepat, mudah, dan inklusif, khususnya bagi masyarakat yang sulit mengakses perbankan tradisional. Layanan ini juga memiliki risiko yang tinggi, terutama ketika debitur tidak mampu melunasi kewajiban pembayaran. Terdapat beberapa persoalan yang masih menjadi catatan dalam kehadiran layanan tersebut, terutama pada aspek regulasi. Peraturan Nomor 0/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan sebagai dasar hukum yang memayungi layanan P2P lending. Tujuan dari penelitian ini, secara umum adalah untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap debitur gagal bayar dalam POJK No.10/POJK.05/2022. Adapun tujuan khususnya, yaitu: Pertama, menganalisis akibat hukum yang timbul terhadap debitur gagal bayar dalam layanan peer to peer (P2P) lending yang diatur pada POJK No.10/POJK.05/2022; Kedua, menganalisis bentuk reformulasi hukum yang tepat bagi debitur gagal bayar dalam layanan peer to peer (P2P) lending pada POJK No.10/POJK.05/2022. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan statute approach, yakni menelaah aturan hukum positif yang berlaku, baik berupa peraturan perundang-undangan maupun kebijakan teknis terkait layanan P2P lending. Data penelitian sepenuhnya diperoleh melalui sumber sekunder berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, serta bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan (library research). Teori dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga tingkatan, pertama grand theory (teori perlindungan hukum), middle theory (teori pembentukan peraturan perundang-undangan), dan aplication theory (teori tujuan hukum). Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga akibat hukum utama yang ditimbulkan dari kegagalan bayar debitur dalam layanan P2P lending, yakni penagihan, klaim asuransi, dan pencatatan dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Ketiga kibat hukum ini masih menimbulkan problematika hukum, penagihan yang tidak sesuai dengan norma masyarakat dan melanggar hukum, klaim asuransi belum diatur secara komprehensif, hingga perlunya evaluasi pencatatan data debitur gagal bayar dalam SLIK. Reformulasi hukum pada layanan P2P Lending harus diterapkan melalui mekanisme enhanced credit scoring yang lebih cermat dalam menilai kelayakan debitur, adanya batasan jumlah pinjaman, serta menilai tujuan penggunaan dana pinjaman. Sementara pada tataran regulasi, diperlukan pengaturan yang lebih komprehensif berupa keharusan adanya SOP yang jelas dan berkeadilan terkait tata cara penagihan, aturan klaim asuransi yang lebih detail dan implementatif, serta SOP dalam SLIK yang mampu mengklasifikasikan gagal bayar, menyediakan mekanisme validasi, dan membuka ruang koreksi data bagi debitur

    Siklus manajemen pendistribusian Sedekah dalam efektivitas program CSR: Studi kasus NU Care Ramadhan Berbagi di Lazisnu Kota Bandung

    No full text
    INDONESIA : Program Corporate Social Responbility (CSR) NU Care Ramadhan Berbagi yang dilaksanakan oleh Lazisnu Kota Bandung merupakan salah satu bentuk filantropi Islam berbasis sedekah yang berupaya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat mustahik. Namun, efektivitas program tersebut tidak hanya ditentukan oleh penyaluran bantuan, melainkan juga oleh sistem manajemen pendistribusian yang terencana, terukur, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis siklus manajemen pendistribusian sedekah dalam efektivitas program CSR NU Care Ramadhan Berbagi dengan mengacu pada teori PDCA (Plan, Do, Check, Action) dari W. Edwards Deming (1986) serta teori efektivitas menurut Sondang P. Siagian (2004) yang menekankan pada aspek tepat waktu, tepat sasaran, dan tetap guna. Metode penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan pengurus Lazisnu, mitra CSR, serta stakeholder terkait. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan (Plan) dilakukan melalui pemetaan wilayah distribusi, pendataan ulang penerima manfaat berdasarkan delapan asnaf, serta kerja sama strategis dengan mitra swasta dan pemerintah, meskipun masih terkendala keterbatasan SDM dan manajemen fundraising; (2) Pelaksanaan (Do) berjalan efektif melalui koordinasi dengan jaringan struktural NU, distribusi terjadwal setiap Jumat selama Ramadhan, serta penerapan skema “beli satu, berbagi satu” dengan KFC; (3) Monitoring dan Evaluasi (Check) dilakukan melalui pengawasan internal dan eksternal, namun masih menghadapi kendala administratif berupa ketidaktercapaian komitmen pencairan dana dari pihak mitra; (4) Tindakan Perbaikan (Action) dijalankan dengan melibatkan Lembaga Bantuan Hukum NU serta strategi penguatan kelembagaan melalui donatur tetap dan program zakat produktif agar distribusi lebih mandiri dan berkelanjutan. ENGLISH : The Corporate Social Responsibility (CSR) Program “NU Care Ramadhan Berbagi” implemented by Lazisnu Kota Bandung represents a form of Islamic philanthropy based on almsgiving (sadaqah), which aims to provide direct benefits to mustahik (eligible recipients). However, the effectiveness of the program is not solely determined by the distribution of aid, but also by a well-planned, measurable, and sustainable distribution management system. This research aims to analyze the cycle of almsgiving distribution management in the effectiveness of the NU Care Ramadhan Berbagi CSR program by referring to W. Edwards Deming’s (1986) PDCA (Plan, Do, Check, Action) theory and Sondang P. Siagian’s (2004) theory of effectiveness, which emphasizes timeliness, accuracy, and usefulness. The study employs a constructivist paradigm with a qualitative approach and the case study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving Lazisnu administrators, CSR partners, and related stakeholders. Data analysis was conducted through the stages of reduction, presentation, and verification. The research findings show that: (1) Planning (Plan) was carried out through mapping of distribution areas, updating beneficiary data based on the eight asnaf categories, and establishing strategic partnerships with private and government entities, although it still faced constraints in human resources and fundraising management; (2) Implementation (Do) was effectively conducted through coordination with NU’s structural networks, scheduled distributions every Friday during Ramadan, and the application of the “Buy One, Share One” scheme in collaboration with KFC; (3) Monitoring and Evaluation (Check) were performed through both internal and external supervision, yet administrative challenges remained, particularly regarding unmet funding commitments from partners; (4) Corrective Actions (Action) were implemented by involving the NU Legal Aid Institute (Lembaga Bantuan Hukum NU) and strengthening institutional strategies through regular donors and productive zakat programs to ensure more independent and sustainable distribution. ARAB : برنامج المسؤولية الاجتماعية للشركات (CSR) "رعاية NU رمضان للمشاركة" الذي تنفذه لجنة الزكاة والصدقات والوقف التابعة لنهضة العلماء بمدينة باندونغ يمثل شكلًا من أشكال العمل الخيري الإسلامي القائم على الصدقة، والذي يهدف إلى تقديم الفائدة المباشرة للمستحقين (المستحقين). ومع ذلك، فإن فاعلية هذا البرنامج لا تعتمد فقط على توزيع المساعدات، بل أيضًا على نظام إدارة توزيع يكون مخططًا له بشكل جيد، وقابلًا للقياس، ومستدامًا. يهدف هذا البحث إلى تحليل دورة إدارة توزيع الصدقات في فاعلية برنامج المسؤولية الاجتماعية "رعاية NU رمضان للمشاركة"، بالاستناد إلى نظرية (PDCA) – خطط، نفّذ، تحقق، اتخذ إجراء – لـ و. إدواردز ديمينغ (1986)، وإلى نظرية الفاعلية لسوندانغ ب. سياجيان (2004) التي تركز على الوقت المناسب، والدقة في الهدف، وجدوى الاستخدام. يعتمد هذا البحث على المنهج البنائي (الكونستركتيفي) باستخدام المدخل النوعي ومنهج دراسة الحالة. تم جمع البيانات من خلال المقابلات المتعمقة، والملاحظات، والوثائق بمشاركة إداريي لجنة الزكاة والصدقات والوقف التابعة لنهضة العلماء، وشركاء المسؤولية الاجتماعية، وأصحاب المصلحة المعنيين. وتم تحليل البيانات عبر مراحل الاختزال، والعرض، والتحقق. وتُظهر نتائج البحث ما يلي: (1) التخطيط (Plan) تم من خلال رسم خريطة مناطق التوزيع، وتحديث بيانات المستفيدين وفقًا لفئات الأصناف الثمانية، وإقامة شراكات استراتيجية مع القطاعين الخاص والحكومي، رغم وجود قيود في الموارد البشرية وإدارة جمع التبرعات؛ (2) التنفيذ (Do) تم بفاعلية من خلال التنسيق مع الشبكات الهيكلية لنهضة العلماء، وتنفيذ التوزيع المجدول كل يوم جمعة خلال شهر رمضان، وتطبيق مبادرة "اشترِ واحدة وشارك واحدة" بالتعاون مع شركة KFC؛ (3) المتابعة والتقييم (Check) تمت من خلال الرقابة الداخلية والخارجية، إلا أن التحديات الإدارية لا تزال موجودة، خاصة فيما يتعلق بعدم التزام بعض الشركاء بتعهداتهم التمويلية؛ (4) إجراءات التحسين (Action) تم تنفيذها عبر إشراك معهد المساعدة القانونية لنهضة العلماء، وتعزيز استراتيجيات المؤسسة من خلال المتبرعين الدائمين وبرامج الزكاة الإنتاجية لضمان توزيع أكثر استقلالية واستدامة

    Konsep kemutawatiran hadis dalam kitab Naẓm Al-Mutanāṡir karya Al-Kattānī: telaah kritis terhadap validitas dan argumentasi berdasarkan kitab Qaṭf Al-Azhār Al-Mutanāṡirah karya Jalāluddin Al-Suyuṭī

    No full text
    Dilihat dari segi kuantitas sanadnya, hadis Nabi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua, yaitu hadis āḥād dan mutawātir. Kedua macam hadis ini dibedakan berdasar jumlah periwayat pada masing-masing tingkatan (ṭabaqah) sanadnya. Hadis mutawatir berada di puncak tertinggi dalam validasi hadis Nabi saw. Secara permukaan, hadis-hadis mutawatir diunggulkan karena kuantitasnya yang mencerminkan kualitas. Sifat periwayatannya yang massal (mass transmitted) menjadikan hadis mutawatir diposisikan sebagai berita otentik (most authentic) yang diterima dengan tangan terbuka (taken for granted), bahkan tak terbantahkan (ma’lūm bi al-ḍarūrī). Meski teori common link-nya Juynboll ini telah dibantah dan mengalami cacat akademik seperti yang telah dikutip di atas, akan tetapi berdasarkan informasi Juynboll tentang adanya anomali dalam teori mutawatir perlu adanya evaluasi (peninjauan ulang) terhadap hadis-hadis mutawatir yang telah dikompilasi ke dalam kumpulan hadis-hadis mutawatir. Dari sekian karya-karya yang mengompilasi hadis-hadis mutawātir, maka Naẓm Al-Mutanāṡir min Al-Ḥadīṡ Al-Mutawātir karya Muḥammad bin Ja’far Al-Kattānī (1274-1345/1857-1927) adalah paling definitif sekaligus mutakhir dari jenisnya. Total hadis yang terdapat dalam karya Al-Kattānī berjumlah 310 hadis lebih banyak hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan, misalkan, Jalāluddīn Al-Suyūṭī (w. 911/1505) yang berjumlah 113 hadis. Bahkan hampir lima kali lipatnya dari Murtaḍā Al-Zabīdī (w. 1205/1790) yang hanya mencantumkan 71 hadis saja. Padahal, bila merujuk pada keduanya, nyaris tidak ada perbedaan berarti mengenai definisi hadis mutawatir itu sendiri. Al-Suyūṭī dalam Tadrīb Al-Rāwī, menyebut bahwa hadis mutawatir itu ialah hadis yang diriwayatkan melalui banyak jalur, di mana secara konvensi mustahil berdusta, yang dapat memberi ilmu yang dapat dipastikan validitasnya kepada pengucapnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis analisis berupa library research. Adapun teknik analisis menggunakan analisis deskriptif pada sumber data primer yang dianalisis secara kritis, yaitu: Naẓm Al-Mutanāṡir min Al-Ḥadīṡ Al-Mutawātir karya Al-Kattānī. Hal ini lantas dibanding-kan pula dengan Qaṭf Al-Azhār Al-Mutanāṡir fi Al-Aḥādīṡ Al-Mutawātir karya Al-Suyūṭī karena Al-Kattānī mengutip pula seluruh materi yang ada di dalamnya.Dari penelitian ini ditemukan bahwa dari banyaknya hadis-hadis mutawātir yang dicantumkan, baik Al-Suyūṭī ataupun Al-Kattānī, masih meiliki kekurangan, khususnya inkonsistensi dalam pengaplikasiannya yang tidak sesuai dengan apa yang mereka standarkan. Sesuai dengan standar masing-masing, hanya ada 64 (57%) hadis dalam QAMAM dan 99 (32%) hadis dalam NMHM. Hal ini memberikan kesimpulan bahwa apa yang terdapat dalam QAMAM dan NMHM tidak semuanya adalah hadis mutawātir. Harus dievaluasi kembali

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇