1,720,986 research outputs found
Pendidikan Kecakapan Hidup
Pendidikan kecakapan hidup merupakan kecakapan-kecakapan yang secara praksis dapat membekali peserta didik dalam mengatasi berbagai macam persoalan hidup dan kehidupan. Kecakapan itu menyangkut aspek pengetahuan, sikap yang didalamnya termasuk fisik dan mental, serta kecakapan kejuruan yang berkaitan dengan pengembangan akhlak peserta didik sehingga mampu menghadapi tuntutan dan tantangan hidup dalam kehidupan. Tujuan pendidikan kecakapan hidup adalah untuk meningkatkan kecakapan seseorang untuk melaksanakan hidup dan kehidupannya secara tepat guna dan berdaya guna
TECHNOLOGY-BASED COUNSELING SERVICES IN SCHOOLS
The aim of this study is to investigate the progress of school-based counseling services. This study employs a literature review method as its references are sourced from relevant books on the topic. Data will be collected from two types of sources: primary and supporting sources, to gather information related to the research theme. The findings indicate that the integration of technology in counseling services at schools has brought about significant changes. The use of online counseling applications, dedicated websites, and social media has enhanced accessibility, effectiveness, and the quality of services provided to students. Online counseling services have emerged as a crucial innovation that allows broader access without being constrained by physical presence at schoo
PRINSIP KESOPANAN DALAM PERCAKAPAN ANAK USIA DINI PRA SEKOLAH 4-5 TAHUN WAKTU BERMAIN DI TK RABBY RADIYAH CURUP: PRINSIP KESOPANAN DALAM PERCAKAPAN ANAK USIA DINI PRA SEKOLAH 4-5 TAHUN WAKTU BERMAIN DI TK RABBY RADIYAH CURUP
Kajian sosiolinguistik adalah kajian yang tidak terlepas dari kajian pragmatik bahwa kajian pragmatik merupakan kajian mengenai makna ujaran dalam situasi-situasi tertentu. Menurut Levinsan kajian pragmatik adalah kajian yang melihat hubungan kalimat dengan konteks dan kajian yang menentukan pasangan-pasangan yang cocok atau tindak tutur proposisi yang diimplikasikan. Penelitian ini bertujuan ingin mengungkapkan bagaimanakah bentuk prinsip kesopansantunan dan kerjasama anak-anak usia dini itu dalam percakapan ketika sedang bermain. Kemudian kesopansantuanan apakah yang terucap oleh anak-anak usia dini itu ketika mereka sedang bermain-main dalam dialog-dialog percakapan rekamannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan berdasarkan fakta atau fenomena yang ada secara empiris dalam hidup dan kehidupan penuturnya ketika mereka sedang bermain di sekolah. Sehingga yang akan dihasilkan atau dicatat adalah berupa perincian yang tidak mempertimbangkan benar atau salahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sifat dan keadaan yang ada pada saat penelitian dilakukan. Temuan penelitian dari pembahasan di atas dapat ditemukan bahwa anak-anak usia prasekolah antara 4;5 sarnpai 6;5 pada dasarnya sudah menggunakan kalimat yang hampir sama dengan kalimat orang dewasa. Anak-anak usia dini dalam berkomunikasi baik sebagai penutur dan lawan tutur sudah memahami fitur-fitur semantik dan sudah memahami maksud tuturan secara eksplisit. Anak-anak usia dini prasekolah sudah melakukan kesantunan berbahasa dan kerjasama baik sebagai penutur maupun sebagai petutur. Berdasarkan data yang peneliti dapati bahwa anak-anak pada tingkat kesopanannya berbahasa baik, banyak dilatarbelakangi oleh pendidikan orang tuanya.Kajian sosiolinguistik adalah kajian yang tidak terlepas dari kajian pragmatik bahwa kajian pragmatik merupakan kajian mengenai makna ujaran dalam situasi-situasi tertentu. Menurut Levinsan kajian pragmatik adalah kajian yang melihat hubungan kalimat dengan konteks dan kajian yang menentukan pasangan-pasangan yang cocok atau tindak tutur proposisi yang diimplikasikan. Penelitian ini bertujuan ingin mengungkapkan bagaimanakah bentuk prinsip kesopansantunan dan kerjasama anak-anak usia dini itu dalam percakapan ketika sedang bermain. Kemudian kesopansantuanan apakah yang terucap oleh anak-anak usia dini itu ketika mereka sedang bermain-main dalam dialog-dialog percakapan rekamannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan berdasarkan fakta atau fenomena yang ada secara empiris dalam hidup dan kehidupan penuturnya ketika mereka sedang bermain di sekolah. Sehingga yang akan dihasilkan atau dicatat adalah berupa perincian yang tidak mempertimbangkan benar atau salahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sifat dan keadaan yang ada pada saat penelitian dilakukan. Temuan penelitian dari pembahasan di atas dapat ditemukan bahwa anak-anak usia prasekolah antara 4;5 sarnpai 6;5 pada dasarnya sudah menggunakan kalimat yang hampir sama dengan kalimat orang dewasa. Anak-anak usia dini dalam berkomunikasi baik sebagai penutur dan lawan tutur sudah memahami fitur-fitur semantik dan sudah memahami maksud tuturan secara eksplisit. Anak-anak usia dini prasekolah sudah melakukan kesantunan berbahasa dan kerjasama baik sebagai penutur maupun sebagai petutur. Berdasarkan data yang peneliti dapati bahwa anak-anak pada tingkat kesopanannya berbahasa baik, banyak dilatarbelakangi oleh pendidikan orang tuanya
Kajian Analisis Struktur Bahasa Tingkat Dasar pada Slogan Reklame di Kabupaten Rejang Lebong
Advertising sentences are written in good language, easy to understand and with the right language structure. The purpose of this study was to determine how the use of language structure in writing in advertisements and forms of typos in the Indonesian Spelling Guidelines (PUEBI) contained in these advertisements. This type of research is field research with a descriptive qualitative approach (Field Research), data collection is carried out through observation, documentation and recording methods, the results of the study reveal that the use of language structures on billboards and typos is: (1) 4 language structures The billboards encountered by the author are evocative, informative, persuasive and effective. Where the use of evocative language reached 18.9%, informative 61.1%, persuasive 15.6% and kinetic energy 4.4%. Although there are errors in the use of punctuation marks such as commas, (,) and letters
Perspektif Pendiri dan Respons Masyarakat Dalam Pendirian Sekolah Islam Terpadu
Rejang Lebong Regency is the oldest district in Bengkulu Province. In 1967 before splitting using the South Sumatra Province, Rejang Lebong Regency as the center of government. Curup as the capital of the district is known for using good manners, polite manners, and the people who are religious and identified by the community as using a religious education city. The perspective of establishing an Islamic school has pillars as its basis, including: (1) Islamic education services; (2) activating Islamic da'wah; (3) empowering the younger generation; (4) maintaining belief based on the threat of apostasy, and; (5) maintaining the ideology of the sect/organization. The method used in this research is descriptive qualitative. Research is conducted based on facts or phenomena that exist empirically in life and life. This research was conducted at the Rabby Rabiyah Integrated Islamic Elementary School, an Al-Islah Curup Education Foundation. This data collection was carried out for 2 months in Telpel Rejo Village, Curup Tengah District, Rejang Lebong Regency. The data sources were in the form of recordings of conversations and notes from observations. Data Collection Techniques Researchers are the key instruments that go directly to the field to collect data. While complementary instruments in the form of cassettes, tape recorders, and other writing instruments. The techniques used are tapping/observing techniques, engaging listening techniques, recording techniques, and note-taking techniques. Data were collected for approximately 2 months in various ways, namely taking notes, interviewing and recording. The data analysis technique used is inductive and deductive techniques. This means that after the data is collected, the data must first be adjusted to the existing theory. Furthermore, from the theory back to the data and facts found. The suitability of data and theory can strengthen existing theories but can also produce new theories.i
Alih Kode Campur Code dalam Percakapan di Pasar Bang Mego Kecamatan Curup Kabupaten Rejang Lebong
This study aims to answer the questions (1) Does code switching occur in interactions between native Minangkabau speakers when communicating with other people in Curup?; (2) Does code mixing exist in their interactions?; and (3) What are the possible motives for code-switching and code-mixing in their interactions? Although this research is simple, it can be considered as a first step to study code-switching and code-mixing more comprehensively, especially among native Minangkabau speakers in Curup. Through this small study, it can be concluded that native speakers of the Minangkabau language use Indonesian in their interactions with other people. They switch the code to Minangkabau every time the person they are talking to starts using it. The second reason for code switching for them is because they tend to use Minangkabau language if they know that the other person is a speaker of that language. They tend to use Minangkabau language if that language is used by them since the first time they meet.Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan (1) Apakah terjadi alih kode dalam interaksi antara penutur asli bahasa Minangkabau ketika berkomunikasi dengan orang lain di Curup?; (2) Apakah campur kode ada dalam interaksi mereka?; dan (3) Apa kemungkinan motif alih kode dan campur kode dalam interaksinya? Meskipun penelitian ini sederhana, namun dapat dianggap sebagai langkah awal untuk mempelajari alih kode dan campur kode secara lebih komprehensif, khususnya di kalangan penutur asli bahasa Minangkabau di Curup. Melalui kajian kecil ini, dapat disimpulkan bahwa penutur asli bahasa Minangkabau menggunakan bahasa Indonesia dalam interaksinya dengan orang lain. Mereka mengganti kode ke bahasa Minangkabau setiap kali orang yang mereka ajak bicara mulai menggunakannya. Alasan kedua alih kode bagi mereka adalah karena mereka cenderung menggunakan bahasa Minangkabau jika mereka mengetahui bahwa lawan bicaranya adalah penutur bahasa tersebut. Mereka cenderung menggunakan bahasa Minangkabau jika bahasa tersebut digunakan oleh mereka sejak pertama kali bertemu
Nilai-Nilai Filosofis dalam Kaba Rambun Pamenan Karya Sutan Mangkudun dkk
Kaba (story) is an old literature of Minangkabau that brings with it local culture and languages. Such local languages need to be revitalized to sustain Indonesian culture and language. This study aimed to reveal the philosophical values contained in the Kaba Rambun Pamenan, the old Minangkabau literature. This study was solely carried out resting upon empirical facts or phenomena existing in the Kaba Rambun Pamenan by Sutan Mangkudun and Ilyas Sutan Mangkudun (1988). The data sources were recordings from an art performance at Taman Budaya Padang in 2010, the book of Kaba Rambun Pamenan by Sutan Mangkudun and Ilyas Sutan Mangkudun, and the Book of Cultural Values in Kaba Rambun Pamenan by Abdul Rahman. The data analysis techniques used inductive and deductive approaches. First, the researcher listened to and opened the video recording of the kaba rambun pamenan performance; second, he made a synopsis of the story; and third, he searched for the content of philosophical values in the kaba, and it was then narrated in the form of quotations in sentences. After the data were collected, further analysis based on the existing theory was conducted. The findings of the present study covered: (1) being a leader must be a wise leader; (2) being a child must be responsible for the family; (3) being a man must be brave and honest, polite, not arrogant, and humble; and (4) if going abroad, one must be honest and helpfu
Analisis Semiotik Roland Barthes dalam Antologi Puisi Sapardi Djoko Damono (Suatu Kajian Semiotik)
Penelitian ini bertujuan mengkaji lirik-lirik yang ada dalam antologi puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono dengan menggunakan pendekatan kualitatif dangan jenis penelitian analisis isi dari Weber diharapkan pembaca dapat memahami lebih spesipik perihal semiotik sastra terutama puisi. Maka dari itu, peranan semiotik dalam hal ini mengurai dan menjabarkan tanda-tanda lain yang ada dalam puisi tersebut menggunakan tahapan yang ada pada penandaan semiotik. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian semiotik ini adalah semiotik Roland Barthes. Larik pada antologi puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono, akan dianalisis menggunankan lima pengkodean semiotik Roland Bartes, yaitu kode semik, hermanuetik, simbolik, proaretik dan genomik. Hasil penelitian didapatkan bahwa. Pertama, penggunaan kode semik pada studi semiotik Barthes, makna puisi akan dianalisis berdasarkan konotasi dari larik puisi dalam buku antologi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Kedua, penggunaan kode hermanuetik menganalisis larik-larik puisi yang bersifat teka-teki. Ketiga, penggunaan kode simbolik terlihat pada beberapa simbol-simbol dibalik larik-larik puisi kemudian simbol tersebut akan dianalisis maknanya. Keempat, penggunaan kode proaretik dalam analisis antologi puisi terletak pada beberapa larik puisi yang bersifat naratif yang memiliki proses sebab akibat di dalamnya. Kelima, penggunaan kode genomik dalam analisis antologi puisi yang mengandung unsur kulturan di mana pemaaknanan dari puisi tersebut mengunakan sudut pandang beberapa pihak
NILAI-NILAI BUDAYA DAN SOSIAL DALAM NASKAH DRAMA "BILA MALAM BERTAMBAH MALAM" KARYA PUTU WIJAYA
Abstract
This research originates from the presence of cultural and social values in Putu Wijaya's drama script Bila Malam Lagi Malam, which is very closely related to Balinese culture. , social issues and social status in the drama script When the Night Adds to the Night. This type of research is descriptive qualitative research. Data was taken from December 2022 to March 2023. The method used was reading drama scripts to be analyzed, analyzing cultural values, analyzing cultural values, and studying literary theory books on ethnography. The results of this study included (1) Cultural Values of naming in the drama script Bila Malam Bertambo Malam. (2) Cultural value of each character's equipment, (3) Cultural value of the language used by each actor, (4) Cultural value of knowledge, (5) Human Relations with Culture. then the social values in the drama script are (1) social issues based on human-human relations, (2) social status. the usual opening greeting given by Balinese people to someone they find.
Keyword : Cultural and social values
bstrak
Penelitian ini berawal dari adanya nilai budaya dan sosial di dalam naskah drama Bila Malam Bertambah Malam Karya Putu Wijaya yang sangat melekat dengan kebudayaan masyarakat Bali Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai budaya dan sosial, mulai dari bahasa yang digunakan, peralatan, pengetahuan, persoalan sosial dan status sosial di dalam naskah drama Bila Malam Bertambah Malam. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data diambil pada Desamber 2022 sampai Maret 2023. Metode yang digunakan adalah membaca naskah drama yang akan dianalisis, menganalisis nilai budaya, menganalisis nilai budaya, dan menelaah buku-buku teori sastra tentang etnografi Hasil penelitian ini, antara lain (1) Nilai Budaya pemberian nama dalam naskah drama Bila Malam Bertamba Malam.(2) Nilai Budaya dari peralatan setiap tokoh pemeran, (3)Nilai budaya dari bahasa yang digunakan dari setiap pemeran, (4) Nilai budaya dari pengetahuan, (5) Hubungan Manusia dengan Budaya. kemudian Nilai Sosial di dalam naska drama yaitu (1)Persoalan Sosial Berdasarkan Hubungan Manusia dengan Manusia, (2) Status Sosial Salah satu contoh nilai budaya dan yang ditemukan dalam naskah drama yaitu dari bahasa yang digunakan seperti Swastiastu yang melekat dengan kebudayaan Bali yang mempunyai arti salam pembuka yang biasa diberikan oleh orang bali kepada seseorang yang ditemukannya.
Kata Kunci: nilai-nilai budaya dan sosial
 
Urgensi Penerapan Metode Talqin Untuk Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Quran di Pondok Tahfiz RBA Asy Syifa Curup
The Urgency of Applying the Talqin Method to Improve the Ability to Memorize Al-Quran at Pondok Tahfiz Rba Asy Syifa Curup. Becoming a hafiz or having a generation that memorizes the Al Quran is the hope of Muslims, because it is a virtue that can bring its owner happiness in this world and the hereafter. This research is motivated by the development of institutions or foundations and schools that hold Tahfidz Al Quran learning programs, one of which is Pondok Tahfiz RBA Asy Syifa Curup. The problem that often occurs with students is difficulty in memorizing the Koran and weakness in reciting the verses of the Koran well. This research is field research (Field Research) that is descriptive and qualitative in nature. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Then the data analysis technique uses data reduction, data presentation, and conclusions or verification as well as testing the credibility of the data using source and technique (method) triangulation. The results of the research that we want to know are about the urgency of applying the talqin method in increasing students' memorization and looking at the quality of students' memorization at Pondok Tahfidz RBA Asy Syifa Curup
- …
