e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
    1340 research outputs found

    Model Pembelajaran Abad 21 Berbasis Digital-Kultur Pada Pembelajaran Sejarah Lokal

    No full text
    Pembelajaran sejarah lokal memegang peran penting dalam membangun kesadaran identitas, pemahaman konteks sosial-budaya, serta kemampuan peserta didik dalam menafsirkan peristiwa sejarah di lingkungan terdekat mereka. Namun, praktik pembelajaran di sekolah masih sering bersifat konvensional dan kurang memanfaatkan potensi teknologi digital yang relevan dengan tuntutan kompetensi abad 21. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam penerapan Model Pembelajaran Abad 21 Berbasis Digital-Kultur pada pembelajaran sejarah lokal, serta menggali pengalaman guru dan siswa dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan materi budaya dan sejarah setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi di salah satu sekolah menengah di Kota Lubuklinggau. Informan penelitian meliputi guru sejarah, siswa kelas X–XI, dan kepala sekolah sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai model Miles, Huberman & Saldaña. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis digital-kultur mampu menciptakan pembelajaran sejarah lokal yang lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik abad 21. Guru memanfaatkan beragam sumber digital seperti arsip daring, video dokumenter, peta digital, serta platform pembelajaran untuk menghubungkan nilai-nilai budaya lokal dengan kemampuan literasi digital siswa. Siswa menunjukkan peningkatan minat belajar, partisipasi aktif, serta kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas seperti pembuatan infografis sejarah, vlog budaya, dan portofolio digital. Temuan tersebut menegaskan bahwa integrasi digital-kultur memberikan ruang reflektif dan kreatif bagi peserta didik dalam memahami sejarah lokal secara lebih bermakna. Dengan demikian, model ini dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah lokal di sekolah menengah

    Rumah Limas Di Museum Balaputera Dewa : Tinjauan Sejarah Dan Peranannya Dalam Pelestarian Budaya

    No full text
    Rumah Limas is a traditional house from South Sumatra that holds not only architectural value but also historical and philosophical significance reflecting the cultural identity of the Palembang community. This study aims to examine the historical journey of Rumah Limas, particularly the one preserved as a collection at the Balaputera Dewa State Museum of South Sumatra, and to analyze its role in cultural preservation. This research employs a qualitative approach with data collected through literature review, observation, and documentation. The findings show that Rumah Limas underwent several relocations due to political and developmental changes before being reconstructed and permanently housed in the museum. Its presence serves as an important medium for cultural education, preservation of traditional values, and reinforcement of local identity. By preserving both the physical structure and its underlying philosophical meaning, Rumah Limas stands not only as a symbol of cultural heritage but also as a means of transmitting cultural knowledge to present and future generations.Rumah Limas merupakan salah satu rumah adat khas Sumatera Selatan yang tidak hanya memiliki nilai arsitektural, tetapi juga mengandung nilai historis dan filosofis yang mencerminkan budaya masyarakat Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau perjalanan sejarah Rumah Limas, khususnya yang kini menjadi koleksi di Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa, serta menganalisis peranannya dalam pelestarian budaya lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Limas telah mengalami berbagai fase perpindahan akibat dinamika politik dan pembangunan, sebelum akhirnya direkonstruksi dan dijadikan koleksi tetap museum. Keberadaan Rumah Limas di museum berperan penting sebagai media edukasi budaya, pelestarian nilai-nilai tradisional, dan penguat identitas lokal. Melalui pelestarian fisik dan pemaknaan ulang terhadap nilai filosofisnya, Rumah Limas tidak hanya menjadi simbol warisan budaya, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pewarisan budaya kepada generasi masa kini dan mendatang

    Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Produk Berdasarkan Gaya Belajar Untuk Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 2 Palembang

    No full text
    Education is a humanizing proses that shapes individual character and skills, contributing to society. In the 21st century education era, the main focus is on cognitive, affective and psychomotor abilities. Adaptive learning approaches, such as differentiated learning, are important to meet the needs of each learner’s unique learning style, including visual, auditory, and kinesthetic. This research uses the PTK (Classroom Action Research) method to evaluate product differentiated learning in class XI SMA Negeri 2 Palembang, especially on the material of the VOC Triumph Period. The results showed that the application of the Project Based Learning model adapted to the learning style of students significantly increased the creativity of students from 23% initially to 91% in the second cycle. This shows that PjBL based on product differentiation is effective in increasing the creativity of students.Pendidikan merupakan sebuah proses humanisasi yang yang membentuk karakter dan keterampilan individu, berkontribusi pada masyarakat. Di era pendidikan abad 21, fokus utama adalah kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Pendekatan pembelajaran yang adaptif, seperti pembelajaran berdiferensiasi, penting untuk memenuhi kebutuhan gaya belajar unik tiap peserta didik, termasuk visul, auditori dan kinestetik. Penelitian ini menggunakan metode PTK (Penelitian Tindakan Kelas) untuk mengevaluasi pembelajaran berdiferensiasi produk di kelas XI SMA Negeri 2 Palembang, khususnya pada materi Masa Kejayaan VOC. Hasil menunjukan bahwa dengan penerapan model Project Based Learning yang disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik secara signifikan meningkatkan kreativitas peserta didik dari 23% pada awalnya menjadi 91% pada siklus ke dua. Hal ini menunjukan bahwa PjBL berbasis diferensiasi produk efektik dalam meningkatkan kreativitas peserta didik

    PTK Penerapan Teams Games Tournamen Berbantuan Paksi (Papan Kreasi) Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas XI-9 SMAN 8 Denpasar

    No full text
    ABSTRACT This study aims to increase the learning activeness of students in class XI-9 SMAN 8 Denpasar through TGT (Team Game Tournament) cooperative learning model assisted by PAKSI (Creation Board) on the material of Proclamation of Indonesian Independence. Based on the results of observations, researchers will follow up on the problem of less active classes and few students participating in learning activities in class XI-9. This research uses the type of classroom action research (PTK) with pre-cycle and two cycles, each of which consists of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this study amounted to 40 people. This class action research uses data collection techniques through observation, questionnaires, interviews and documentation. Quantitative data analysis techniques to analyze student activeness with the results of observation sheets of learning activities after using the Team Game Tournament (TGT) cooperative learning model assisted by PAKSI (Creation Board). The results of the research in the pre-cycle, the majority of students (90%) were classified as poor in learning activeness. After the application of the TGT model, there was an increase in cycle 1 with 5% of students in the very good category and 27.5% in the good category. A significant increase occurred in cycle 2, with 42.5% of students classified as very good and 52.5% good, while only 5% were still not good. These results show that the TGT model assisted by PAKSI is effective in increasing student learning activeness.   Keywords: Teams Games Tournament, PAKSI, Learning Activity, History LearningABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas XI-9 SMAN 8 Denpasar melalui model pembelajaran kooperatif TGT (Team Game Tournament) berbantuan PAKSI (Papan Kreasi) pada materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Berdasarkan hasil observasi peneliti akan menindaklanjuti permasalahan kelas kurang aktif dan sedikit siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran pada kelas XI-9. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pra siklus dan dua siklus yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah 40 orang. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data secara kuantitatif untuk menganalisis keaktifan siswa dengan hasil lembar observasi kegiatan pembelajaran setelah memakai model pembelajaran kooperatif Team Game Tournament (TGT) berbantuan PAKSI (Papan Kreasi). Hasil penelitian pada pra siklus, mayoritas siswa (90%) tergolong kurang baik dalam keaktifan belajar. Setelah penerapan model TGT, terjadi peningkatan pada siklus 1 dengan 5% siswa masuk kategori sangat baik dan 27,5% kategori baik. Peningkatan signifikan terjadi di siklus 2, dengan 42,5% siswa tergolong sangat baik dan 52,5% baik, sementara hanya 5% yang masih kurang baik. Hasil ini menunjukkan bahwa model TGT berbantuan PAKSI efektif meningkatkan keaktifan belajar siswa.   Kata Kunci: Teams Games Tournamen, PAKSI, Keaktifan Belajar, Pembelajaran Sejara

    PENGGUNAAN METODE DISKUSI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 22 KOTA BENGKULU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode diskusi dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia terhadap peningkatan kemampuan berbicara siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Kota Bengkulu. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan berbicara siswa yang dipengaruhi oleh kurangnya penerapan metode pembelajaran yang interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan pre-eksperimental dengan desain one-group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes lisan sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest. Rata-rata nilai pretest sebesar 71,94 meningkat menjadi 87,71 setelah perlakuan. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05) mengindikasikan bahwa metode diskusi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berbicara siswa. Oleh karena itu, metode diskusi dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran bahasa Indonesia yang bersifat interaktif dan partisipatif

    Penerapan Nilai-Nilai Ajaran Sunan Gunung Jati Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Mewujudkan Pendidikan Inklusif

    No full text
    The purpose of this article is to explore the application of the values taught by Sunan Gunung Jati in differentiated learning as an effort to realize inclusive education in Indonesia. Inclusive education emphasizes the importance of providing equal access to education for all students, icluding those with special needs, while differentiated learning is a pedagogical strategy designed to accommodate differences in learning styles, interests, and abilities of students. The values taught by Sunan Gunung Jati, such as respect for diversity, social concern, justice, and moral-based education, align with the principles of inclusive education and can serve as a strong philosophical foundation in learning practices. Using a descriptive qualitative approach, data was collected through interviews with teachers, students and parents, as well as observations and documentation in several high schools in Cirebon that have inplemented differentiated learning. The research findings indicate that the integration of the values of Sunan Gunung Jati in differentiated learning not only strengthens students’ character but also creates a more inclusive and meaningful learning atmosphere. Despite facing challenges such as resource limitations, lack of teacher understanding, and rigid curriculum, support from the school community and teacher training have proven to be important factors in the successful implementation. This study recommends enhancing educators’ understanding of local values and implementing differentiation strategies to strengthen fair and socially just education in Indonesia.   Keywords : Inclusive Education, Differentiated Learning, Diversity, Sunan Gunung JatiPenulisan artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan nilai-nilai ajaran Sunan Gunung Jati dalam pembelajaran berdiferensiasi sebagai upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif di Indonesia. Pendidikan inklusif menekankan pentingnya menyediakan akses pendidikan yang setara bagi semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, sedangkan pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi pedagogis yang dirancang untuk mengakomodasi perbedaan gaya belajar, minat, dan kemampuan siswa. Nilai-nilai yang diajarkan oleh Sunan Gunung Jati, seperti penghargaan terhadap keberagaman, kepedulian sosial, keadilan, dan pendidikan berbasis moral, selaras dengan prinsip-prinsip pendidikan inklusif dan dapat menjadi landasan filosofis yang kuat dalam praktik pembelajaran. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru, siswa dan orang tua siswa, serta observasi, dan dokumentasi di beberapa sekolah menengah di Cirebon yang telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai ajaran Sunan Gunung Jati dalam pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya memperkuat karakter siswa tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif dan bermakna. Kendati menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya pemahaman guru, dan kurikulum yang kaku, dukungan dari komunitas sekolah dan pelatihan guru terbukti menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasinya. Studi ini merekomendasikan peningkatan pemahaman pendidik terhadap nilai-nilai lokal dan implementasi strategi diferensiasi untuk memperkuat pendidikan yang adil dan berkeadilan sosial di Indonesia.   Kata Kunci: Pendidikan Inklusif, Pembelajaran Berdiferensiasi, Keberagaman, Sunan Gunung Jat

    Merawat Alam Lewat Tradisi: Studi Etnosains Sistem Tebang Pilih Suku Anak Dalam dan Implikasinya terhadap Pendidikan Konservasi Biodiversitas

    Get PDF
    Krisis ekologis global menuntut pendidikan yang mengintegrasikan kearifan lokal sebagai sumber pembelajaran yang kontekstual dan berkelanjutan. Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi, Indonesia, memiliki sistem tebang pilih yang mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan mengkaji praktik tersebut melalui pendekatan etnosains dengan fokus pada analisis nilai-nilai spiritual dan ekologis yang mendasarinya. Metode kualitatif digunakan dengan teknik observasi, wawancara terhadap ketua adat, guru, dan siswa di kawasan Bukit Duabelas, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tebang pilih SAD didasarkan pada prinsip ekologis dan nilai spiritual yang mendukung pelestarian keanekaragaman hayati. Analisis etnosains mengungkap keterkaitan antara tradisi lokal dan prinsip ilmiah dalam konservasi. Studi ini merekomendasikan pengembangan rancangan pembelajaran konservasi berbasis etnosains sebagai pendekatan kontekstual dalam pendidikan lingkungan

    Manajemen Pengembangan Kompetensi Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri Sukamenang

    Get PDF
    Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor kunci dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran gaya kepemimpinan kepala sekolah yang kuat, terstruktur, dan visioner terhadap peningkatan prestasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepala sekolah dengan gaya kepemimpinan yang kuat mampu menciptakan lingkungan yang disiplin dan stabil melalui ketegasan dalam pengambilan keputusan, efisiensi pengelolaan sumber daya, serta penerapan disiplin yang adil. Gaya kepemimpinan terstruktur tercermin dari perencanaan program kerja yang sistematis, pengelolaan kurikulum yang terarah, dan evaluasi berkala, yang semuanya berkontribusi pada efektivitas pembelajaran. Sementara itu, kepemimpinan visioner terlihat dari kemampuan merumuskan visi-misi jangka panjang yang inspiratif, mendorong inovasi, serta menggerakkan seluruh warga sekolah untuk mencapai tujuan bersama. Ketiga gaya kepemimpinan tersebut secara sinergis menciptakan iklim sekolah yang kondusif, terorganisir, dan penuh motivasi, yang berdampak langsung pada peningkatan prestasi siswa secara akademik maupun non-akademik. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah sebagai strategi utama dalam peningkatan mutu pendidikan

    Pengaruh Pembelajaran Berbasis Pendekatan Matematika Realistik (PMR) Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas V UPTD SDN 122380 Pematangsiantar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pendekatan matematika realistik (PMR) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dan melihat bagaimna kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain penelitian one grub pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa UPTD SDN 122380 Pematangsiantar. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampling purposive, dengan jumlah sampel 14 siswa. Dari hasil analisis data pada pretest diperoleh nilai rata-rata sebesar 50,12, dan pada postest diperoleh nilai rata-rata sebesar 79,5. Berdasarkan dari data hasil uji -t yang diperoleh bahwa  >  yaitu 11,118 > 2,178, maka Ho di tolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil uji  regresi linier sederhana di peroleh R square sebesar 48,2 %  hal ini menunjukkan bahwa pendekatan matematika realistik mempunyai pengaruh sebesar 48,2% terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan adanya pendekatan matematika realistik (PMR) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Dari hasil data observasi memunjukkan bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajran  tergolong kurang baik karena masih menggunakan metode konvensial atau ceramah sehingga tidak terdapat interaksi antar siswa

    Penerapan Contextual Teaching And Learning (CTL) pada Materi Model Atom dengan Mengangkat Fenomena Kompor Gas Elpiji dalam Mata Kuliah Fisika Modern

    Get PDF
    The Modern Physics course discusses basic concepts such as relativity, quantum, and atomic structure, which form the basis of today's technology. One of the important early topics, namely the atomic model, is often difficult for students to understand because it is abstract and not immediately apparent. The Contextual Teaching and Learning (CTL) approach provides a solution by linking academic material to real phenomena that are close to everyday life. One example is the color of the flame on a propane gas stove, which reflects electron transitions and the light spectrum. By utilizing this phenomenon as a learning context, students can understand the concept of the atomic model in a more concrete, meaningful, and applicable way. The purpose of this study was to measure students' interest in learning after the application of Contextual Teaching and Learning (CTL) in the Atomic Model Material by raising the phenomenon of LPG gas stoves. The research method used was descriptive, and the data analysis used was quantitative descriptive analysis of learning interest after learning. The subjects of this study were 15 fifth-semester students in the 2025/2026 academic year from the Physics Education Study Program at PGRI Silampari University. Data collection techniques used questionnaires, and the data collection instrument was a questionnaire on learning interest. The research results were obtained after applying CTL to atomic model material by raising the phenomenon of LPG gas stoves. The average student learning interest questionnaire score reached 73.5, with a classical percentage score of 93.3%, so it can be concluded that the application of the CTL model to atomic model material by raising the phenomenon of LPG gas stoves made student learning interest very good.&nbsp

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇