JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Not a member yet
    176 research outputs found

    Dekolonisasi Perspektif Sastra Indonesia dengan Menjelajahi Identitas Kultural Melalui Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi identitas kultural Indonesia melalui novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer dari perspektif dekolonisasi dalam sastra Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif dan interpretatif untuk memahami struktur, tema, dan pesan novel Bumi Manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Bumi Manusia memperlihatkan identitas kultural Indonesia melalui karakteristik budaya, bahasa, dan adat istiadat yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat pada masa kolonial. Novel ini juga mengkritik sistem kolonial yang menghilangkan identitas kultural masyarakat dan memperlihatkan perjuangan masyarakat untuk mempertahankan identitas mereka. Dalam konteks dekolonisasi, novel Bumi Manusia menampilkan pendekatan yang kritis dan membebaskan diri dari dominasi kolonial yang mempengaruhi sastra Indonesia pada masa itu. Dalam novel ini, penulis menggunakan bahasa yang menggabungkan unsur-unsur bahasa Melayu, Jawa, dan Belanda untuk menggambarkan kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kolonial. Hal ini menunjukkan upaya penulis untuk memperlihatkan identitas kultural Indonesia yang unik dan berbeda dari budaya Barat yang didominasi oleh kolonialisme. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa novel Bumi Manusia memiliki relevansi yang kuat dalam memperkuat identitas kultural Indonesia dalam sastra dan budaya populer saat ini. Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan modernisasi, identitas kultural Indonesia dapat ditemukan dalam nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh nenek moyang dan dalam perjuangan masyarakat untuk mempertahankan identitas mereka. Sebagai sastra yang memperlihatkan upaya dekolonisasi, novel Bumi Manusia dapat menjadi inspirasi untuk penulisan sastra Indonesia masa kini yang mengedepankan identitas kultural Indonesia yang kuat dan unik

    Kajian Bandingan Novel Layla Majnun Karya Nizami Ganjavi Dengan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan guna menemukan persamaan sebuah karya sastra dengan karya sastra lain antara novel Layla Majnun karya Nizami Ganjavi dengan novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka melalui unsur-unsur pembangunnya seperti buah pikiran, tokoh dan penokohan, alur, serta latar. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari kutipan-kutipan yang mengandung unsur pembangun dari kedua novel yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak unsur yang memiliki kesamaan dari kedua novel tersebut seperti pada gagasan kawin paksa; tokoh dan penokohan seperti Qays dengan Zainuddin, Layla dengan Hayati, Ayah Layla dengan Datuk Garang, Ibnu Salam dengan Aziz, serta Naufal dengan Muluk; Kesamaan alur dalam penggunaan alur progresif, namun Hamka memodifikasi alur dalam karyanya dengan menyisipkan kilas balik di dalamnya. Latar suasana didominasi oleh suasana sedih, kecewa, marah, dendam, dan duka. Kedua novel ini juga mengangkat unsur keislaman dalam latar sosialnya.

    Evaluasi Bahan Ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) pada Tingkat SMA Timor-Leste

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi materi ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di tingkat Escola Secundaria Timor-Leste, dengan fokus pada kesesuaian materi, efektivitas pengajaran, dan relevansi budaya dalam pembelajaran BIPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang diberikan kepada 4 guru dan 18 siswa. Teknik analisis data meliputi perhitungan rata-rata, standar deviasi, dan distribusi frekuensi untuk menginterpretasikan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi ajar BIPA yang digunakan di sekolah tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan budaya siswa, dengan sebagian besar guru dan siswa memberikan penilaian rendah pada aspek kesesuaian materi, metode pengajaran, dan relevansi budaya. Siswa merasa bahwa materi ajar lebih terfokus pada budaya Indonesia, tanpa mengakomodasi budaya lokal Timor-Leste, yang berdampak pada rendahnya motivasi belajar mereka. Berdasarkan hasil ini, disarankan agar materi ajar BIPA dikembangkan dengan pendekatan interkultural, lebih relevan dengan budaya lokal siswa, dan disertai dengan pelatihan interkultural bagi guru untuk meningkatkan efektivitas pengajaran dan keterlibatan siswa

    Analisis Penggunaan Eufemisme dalam Film Buya Hamka Vol.1 dan Vol.2

    Full text link
    Language plays an important role as a means of communication and reflection of culture and human thinking. In the development of language, euphemism is a form of language style used to convey meaning in a subtle and polite way so as not to offend feelings. The method used in this study is descriptive qualitative. This method involves collecting library data, reading, and recording relevant data and research materials in the Buya Hamka Vol.1 and Vol.2 films. This research is not tied to a particular place, because this study uses film objects that can be watched via the netflix application, and the time of this research was conducted for one semester. This study uses data in the form of words and sentences in the Buya Hamka Vol.1 and Vol.2 films.The data technique used is the listening and recording technique and documents in the form of images. The listening and recording technique can be done by listening to the Buya Hamka Vol. 1 and Vol. 2 films. The data analysis technique in this study is dialogue between characters to find out the forms of euphemism from the Buya Hamka Vol. 1 and Vol. 2 films. The results of the data found were 25 data in 5 forms of euphemism. This study focuses on the form and meaning of euphemism in the film Buya Hamka Vol. 1 and Vol. 2. This study aims to analyze the form and meaning of euphemism that appears in the film

    Analisis Kesulitan Menulis Puisi Bebas Siswa Kelas V SDN Sanggarahan

    Full text link
    This research was designed using qualitative research method with case study type. The purpose of this study is to find out what are the difficulties of students in writing free poetry and to find out the influence of language skills and vocabulary on the quality of poetry written by grade V students of SDN Sanggrahan. The subjects of this study were 13 fifth grade students. Data collection used observation, interview, and documentation techniques. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. This research was conducted in January - February 2025. This study shows the results that there are still difficulties in writing free poetry. This can be seen in the results of students' free poetry, most students write free poetry without using diction, imagery, inappropriate language style, rhyme, and rhythm. As a result, the results of students' poetry writing do not show the overall physical and inner structure of free poetry. As well as the lack of vocabulary mastery and language skills make poetry writing less than optimal

    Analisis Kohesi Gramatikal dan Leksikal dalam Tulisan Siswa Kelas 12 Timor-Leste pada Mata Pelajaran BIPA

    Full text link
    Penulisan yang koheren dan kohesif merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), terutama di lingkungan multibahasa seperti Timor-Leste, di mana bahasa ibu siswa dapat memengaruhi cara mereka membangun teks dalam bahasa kedua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengukur frekuensi, dan menganalisis konteks penggunaan kohesi gramatikal dan leksikal dalam tulisan deskriptif siswa kelas XII SMA Negeri Liquiçá, Timor-Leste. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Data dikumpulkan melalui tugas menulis teks deskriptif oleh 20 siswa yang diminta menggambarkan kecamatan asal mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kohesi gramatikal didominasi oleh penggunaan konjungsi (78 kali) dan referensi (25 kali), sedangkan kohesi leksikal paling sering muncul dalam bentuk repetisi (53 kali) dan kolokasi (28 kali). Sementara itu, penggunaan substitusi, elipsis, sinonim, dan antonim masih terbatas, yang mencerminkan minimnya variasi dalam struktur dan kosakata tulisan siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun siswa telah memahami bentuk kohesi dasar, mereka masih memerlukan penguatan dalam penguasaan kohesi yang lebih kompleks. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya pengembangan strategi pengajaran menulis dalam program BIPA yang lebih menekankan pada variasi kohesi dan pengayaan kosakata, serta memperhatikan latar belakang bahasa ibu siswa agar mampu menghasilkan teks yang koheren, variatif, dan efektif

    Efektivitas Penggunaan Aplikasi Canva terhadap Keterampilan Menulis Poster Iklan Siswa Kelas VIII SMP

    Full text link
    Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran terhadap keterampilan menulis poster iklan pada siswa kelas VIII SMP. Desain penelitian yang digunakan adalah non-equivalent control group design, yang melibatkan dua kelas sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan menulis teks poster iklan siswa kelas VIII SMP. Berdasarkan analisis data, nilai rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen meningkat dari 80 menjadi 85, sedangkan pada kelas kontrol hanya naik dari 70 menjadi 77. Uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen, sehingga memenuhi syarat untuk dilakukan uji-t. Hasil uji-t dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) membuktikan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok, yang berarti pembelajaran menggunakan Canva lebih efektif dibandingkan metode konvensional tanpa media digital. Penerapan Canva tidak hanya membantu siswa mengombinasikan unsur visual dan teks secara kreatif, tetapi juga meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar mereka dalam menulis poster iklan. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi teknologi digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi menulis kreatif, ini berarti penggunaan Canva dapat menjadi alternatif inovatif bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif dan kontekstual guna mengembangkan kompetensi abad ke-21

    Representasi Nilai-Nilai Keluarga dalam Film pendek Es Krim Terakhir dari Ayah di MOP Channel: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce

    Full text link
    This research aims to describe the representation of family values in the short film The Last Ice Cream from Dad through Charles Sanders Peirce's semiotic approach. The qualitative descriptive method was employed, with data collection techniques including comprehensive observation of the film, recording scenes and dialogues containing family values, and identifying the semiotic signs such as icons, indices, and symbols used within the film. Data was systematically recorded on data sheets and analyzed through data reduction, data presentation, and interpretation of meaning based on visual and verbal context in the film. The results indicate that the film effectively represents family values such as honesty, responsibility, hard work, discipline, and affection through the use of semiotic signs that form a strong visual and emotional narrative. These values are depicted through interactions of characters, visual symbols, and meaningful dialogues, emphasizing the significant role of family and the father figure in shaping moral and social character. This study concludes that films, especially short films, can serve as effective educational tools in instilling and strengthening family values within society. The findings support the development of character education media oriented towards family and cultural values to enhance the quality of character education in the nation

    Pengaruh Metode Estafet Writing terhadap Kemampuan Menulis Teks Narasi Siswa

    Full text link
    Tujuan dari penelitian untuk melihat pengaruh penggunaan metode estafet writing dengan kemampuan menulis teks narasi peserta didik. Kegiatan di laksanakan dengan mengimplementasikan jenis pendekatan eksperimen pada jenis penelitian kuantitatif. Langkah pertama pada pendekatan ini yakni menentukan dua variabel yang di gunakan pada penelitian. Variabel pertama di tempatkan sebagai kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional dan variabel lainnya di tempatkan sebagai pengukur perbedaan yakni kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel yang di terapkan yaitu probability sampling dengan menetapkan dua sampel penelitian. dari jumlah populasi 101 siswa kelas VII 33 siswa didapatkan kemampuan peserta didik dalam menulis teks narasi terlihat perbedaan yang signifikan karena telah menggunakan metode menulis bergilir (estafet writing). Hal ini dibuktikan dengan hasil uji-t yang menunjukkan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,000 (< 0,05). Maka dapat disimpulkan metode estafet writing berpengaruh terhadap kemampuan peserta didik dalam menulis teks narasi

    Pelaksanaan Pembelajaran Sastra di Era Kurikulum Merdeka dalam Perspektif Strenght, Weakness, Opportunities, Threath (SWOT)

    Full text link
    The learning of literary is very important because with literary, students can develop thinking abilities, skills, and increase sensitivity through character. However, literary learning is often only a supporting material for Bahasa Indonesia which tend to be ignored. This research aims to reveal the strengths, weaknesses, opportunities, and threats of literary learning in the Kurikulum Merdeka. This research is a descriptive qualitative research with primary data sources being information obtained from teachers and students of five high schools in East Belitung Regency through observation, questionnaires, and interviews. Meanwhile, secondary data sources are obtained through analysis of documents accompanying learning, such as modules and evaluation result data. The data were then analysed using the Miles, Huberman and Saldana model. The results of the analysis show that literary learning in the Kurikulum Merdeka has strengths, namely being bound by the curriculum, innovative learning strategies, and technological support. The weaknesses of literary learning lie in the small portion of material, shallow learning, and technology without restrictions. The opportunities for literary learning lie in teacher flexibility and school support. The threats to literary learning that pose a challenge are suboptimal literary learning outcomes, low teacher competence, motivation, and inappropriate learning objectives

    176

    full texts

    176

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇