JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Not a member yet
    176 research outputs found

    Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (Pjbl) Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Berita Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 16 Singkawang

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran Project Based Learning dalam meningkatkan menulis teks berita. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 16 Singkawang. Masalah penelitian ini adalah bagaimana hasil menulis teks berita. keterlaksanaan, peningkatan, aktivitas dan respon siswa dalam menulis teks berita dengan menggunakan model pembelajaran PjBL. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Bentuk penelitian pre-eksperimental design dengan rancangan one group pre-test post-test design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VIII dengan jumlah 211. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik sampling purposive maka didapat  kelas VIII A dengan jumlah 24 orang sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pembelajaran menulis teks berita nilai skor post-test 12,63 dan skor pre-test 9,83 dari data tersebut dilakukan perhitungan N-Gain  sebesar 0,54 dengan kategori sedang, artinya terdapat peningkatan kemampuan menulis teks berita dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning. Hasil keterlakasanaan mencapai nilai 94,45 dengan kategori sangat baik. Data rataa-rata aktivitas siswa menunjukkan perilaku negatif sebesar 6,13% dan perilaku positif sebesar 93,84%. Data respon siswa menunjukan penggunaan model pembelajaran PjBL menunjukkan respon positif yaitu 88,74% dan negatif 11,25%

    Nilai Budaya dalam Cerita Batu Darah Muning dari Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk mengetahui sastra lisan cerita Batu Darah Muning dari Kabupaten Sintang. Masalah umum dalam penelitian ini adalah  “Bagaimanakah nilai pendidikan dalam cerita Batu Darah  Muning dari Kabupaten Sintang?” Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan mengetahui nilai pendidikan dalam cerita Batu Darah  Muning dari Kabupaten Sintang. Manfaat  penelitian  ini untuk  mengembangkan  ilmu  pengetahuan  dan mendukung   khasanah  penelitian  dalam dunia  sastra  Indonesia, di samping penelitian yang telah ada. Metode deskriptif digunakan dalam peenelitian ini karena penulis ingin mengambarkan nilai-nilai pendidikan yang ada pada cerita rakyat Batu Darah Muning sebagai objek penelitian. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif  kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah semua kutipan-kutipan yang terdapat dalam cerita Batu Darah Muning dari Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita Batu Darah Muning dari Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang  jumlah halaman tiga puluh dua dan diterbitkan oleh CV. Pionir Jaya Bandung. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah studi dokumenter, karena penulis menggunakan cerita rakyat sebagai sumber data. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan alat bantu yang digunakan dalam mengumpulkan data berupa kartu pencatat data dari hasil pembacaan dan kajian terhadap cerita Batu Darah Muning. Data yang akan dianalisis dalam penelitian ini menggunakan teknik kajian isi. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan studi literatur dan triangulasi

    Peningkatan Keterampilan Menulis Rangkuman Menggunakan Model Cooperative Integrated Reading And Composition Kelas VII B SMP Negeri 8 Singkawang Tahun Pelajaran 2015/2016

    Full text link
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya nilai menulis siswa. Hal ini dikarenakan materi menulis sulit dikuasai, siswa kurang memberikan respon positif terhadap kegiatan menulis sehingga siswa kesulitan dalam mencapai tujuan dalam memahami pesan yang ingin pengarang sampaikan melalui tulisan. Selanjutnya penelitian ini difokuskan pada materi menulis rangkuman menggunakan model cooperative integrated reading and composition composition pada materi menulis rangkuman yang menemukan pokok-pokok isi buku dan mampu merangkai isi buku menjadi rangkuman. Berdasarkan uraian diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perencanaan, pelaksanaan, dan hasil dari pembelajaran menulis rangkuman menggunakan model cooperative integrated reading and composition. Model penelitian ini adalah deskriftif dengan bentuk kualitatif. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau clasroom action, yaitu untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran secara bersiklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dari penelitian ini adalah aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran menulis rangkuman kelas VIII B SMP Negeri 8 Singkawang. Hasil penelitian tindakan kelas ini sebelum dilakukan tindakan nilai rata-rata siswa 41,17%. Setelah dilakukan tindakan siklus I adanya peningkatan menjadi  64,70%, sedangkan pada siklus II ketuntasan mencapai 87,87%. Berdasarkan penelitian ini guru sebaiknya menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa terhadap menulis, dalam pemilihan model pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran materi menulis rangkuman dengan menggunakan model cooperative integrated reading and composition pada kelas  VIII B SMP Negeri 8 Singkawang dapat meningkat

    Membangun Budaya Literasi Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Menghadapi Era MEA

    Full text link
    Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi bangsa Indonesia. Saat ini keberadaan bahasa Indonesia mendapat tantangan yang serius baik itu tantangan internal maupun tantangan eksternal. Bahasa Indonesia yang seharusnya harus terus dilestarikan keberadaannya sekarang ini cenderung megalami pergeseran. Sikap kurang peduli dari seluruh pengguna bahasa menjadikan bahasa Indonesia tidak mendapat kedudukan yang pantas dikalangan penggunanya. Bahasa Indonesia justru hanya sebagai perlambang dalam kegiatan-kegiatan resmi saja. Bahasa Indonesia yang baik dan benar hanya sebagai slogan saja. Bahasa Indonesia yang diplintir dengan bahasa-bahasa lain menjadikan bahasa alay yang banyak digunakan kalangan muda untuk berkomunikasi, yang justru merekalah yang seharusnya melestarikan keberadaan bahasa Indonesia tersebut. Lebih parahnya lagi bahasa alay tersebut menjadikan sebuah keharusan untuk menunjukkan eksistensi mereka atau pengakuan diri mereka. Ditambah lagi ketika memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), keberadaan bahasa Indonesia akan mendapatkan tantangan kedua dengan banyaknya arus tenaga kerja asing yang akan berkerja di Indonesia. Hal ini jelas akan mengancam keberadaan bahasa Indonesia jika kita tidak mau berbenah mulai dari sekarang. Untuk bisa memperbaiki persoalan ini para akademisi, ahli bahasa, guru pendidikan bahasa Indonesia harus dapat memberikan contoh yang positif tentang penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah. Serta memberikan pengertian mengenai kedudukan bahasa Indonesia. Selain itu pemerintah pusat sebagai pembuat kebijakan juga harus merespon dengan cepat menanggapi persoalan ini. Bila perlu mengeluarkan kebijakan yang mengharuskan penggunaan bahasa dalam setiap komunikasi di lingkungan instansi pemerintah. Salah satu upaya dalam melestarikan bahasa Indonesia yaitu dengan budaya literasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia, maka dengan budaya literasi masyarakat Indonesia akan mampu mempertahankan bahasa Indonesia ditengah-tengah tantangan baru pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

    Peningatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi Menggunakan Model Cooperative Think Pair Share Pada Siswa Kelas X C SMA Negeri 5 Singkawang

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai menulis siswa. Hal ini dikarenakan kegiatan menulis merupakan kegiatan yang sulit dan memerlukan latihan yang terus menerus, siswa kurang termotivasi dalam pembelajaran menulis sehingga siswa kurang terampil dalam mengungkapkan isi pikirannya ke dalam bentuk tulisan dan menghasilakan tulisan yang baik. Penelitian ini difokuskan pada materi menulis paragraf argumentasi menggunakan model cooperative think pair share. Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah dalam peneltian ini adalah bagaimanakah perencanaan, pelaksanaan dan hasil pembelajaran menulis paragraf argumentasi menggunakan model coperative think pair share. Metode penelitian ini adalah  deskriptif dengan bentuk kualitatif. Penelitian ini dilakasankan 2 siklus, setiap siklusnya dilakukan 2 kali pertemuan. Prosedur pelaksanaan penelitian ini terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi hasil kegiatan. Penerapan model pembelajaran cooperative think pair share  dalam penelitian tindakan kelas dapat meningkatkan proses pembelajaran menulis paragraf argumentasi. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dan kegiatan dalam partisipasi siswa mengikuti proses pemebelajaran. Perencanaan pembelajaran meningkat dari 72,63% pada siklus I menjadi 83,15% pada siklus II. Pelaksanaan pembelajaran meningkat dari 76,59% pada siklus I menjadi 84,25% pada siklus II. Peningkatan hasil belajar siswa dapat diketahui setelah membandingkan hasil pra tindakan siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebelum adanya tindakan adalah 61,42%. Pada siklus I rata-rata nilai 67,38% dengan persentase ketuntasan sebesar 66,66% dan pada siklus II nilai rata-rata 74,28% dengan persentase ketuntasan sebesar 80,95% mencapai pada peningkatan yang diharapkan

    Pemarkah Frasa Aspektualitas Bahasa Melayu Dialek Sambas

    Full text link
    Linguistik tidak sekadar membahas bahasa secara internal, melainkan juga hal-hal yang berada di luar bahasa, termasuk waktu, situasi, dan pengguna bahasa. Pada awalnya dipahami bahwa setiap kata bersifat otonom, bisa berdiri sendiri dan dimaknai hanya dengan merujuk kata yang digunakan. Namun kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Penggunaan kata, khususnya verba, selalu berkaitan dengan hal lain yang berada di luar bahasa. Hal ini mencakup kapan suatu verba digunakan dan bagaimana suatu verba bisa berubah (secara morfologis) karena diakibatkan proses-proses yang menyertai atau berada dalam kegiatan berbahasa. Dalam hal ini, istilah semantik verba perlu diberikan perhatian secara serius karena setiap makna yang timbul akibat penggunaan kata kerja (verba) tidak bisa lepas dari aspek-aspek luar bahasa (ekstralinguistik). Sumarlam (2004: ix) menyebutkan bahwa aspektualitas merupakan unsur semestaan bahasa.  Istilah ini diambil sebagai ‘common thought’ yang mencakup aksionalitas dan aspek [7]. Aspektualitas merupakan gejala ekstralinguistik yang mencakup unsur waktu (time, temporal, moment) dan unsur situasi (state, event, process, dan activity). Bagi beberapa kalangan pengguna bahasa, konsep waktu bisa dipahami dengan konfigurasi antara struktur aspektualitas dan temporalitas yang lazim berlaku di masyarakat. Makalah ini membahas pengungkapan penanda waktu internal situasi (aspektualitas) dalam cerita daerah Melayu Sambas.Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memaparkan dan mengungkap penggunaan pemarkah aspektualitas dalam tulisan-tulisan yang ada di cerita daerah. Pengungkapan ini diilakukan dengan sudut pandang sintaksis melalui aspek frasa. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif

    176

    full texts

    176

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇