27 research outputs found
RANCANG BANGUN JARINGAN LAN SEBAGAI PENDUKUNG SISTEM OPERASIONAL PADA PT. ROBIKA TOUR & TRAVEL
Sejalan dengan berkembangnya teknologi chip, perkembangan komputer pun
berubah, terciptalah Personal Computer (PC) yang mampu melakukan operasi
dikomputer itu sendiri tanpa membutuhkan komputer lain. Setelah PC dan aplikasi
desktop yang ada, kemudian berkembang kebutuhan untuk mengembangkan berbagai
aplikasi yang dapat menghubungkan para pemakai dari PC tersebut. Berdasarkan
penjelasan diatas, maka akan dibuat suatu rancang bangun jaringan local area
network pada PT. Robika Tour & Travel. Dengan menggunakan sistem operasi
windows 2003 sebagai server dan windows Xp service pack 2 sebagai client serta
topologi star sebagai arsitektur jaringan. Diharapkan rancang bangun jaringan local
area network ini dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja
Pelatihan Pembuatan Preparat Biologi sebagai Sarana Peningkatan Media Pembelajaran Bagi Guru-Guru Biologi di Kabupaten Bangka
One of the learning models with a scientific approach is the practicum method. In practical activities, students will carry out observation, experiment, and reasoning activities. A lot of knowledge about the phenomena that occur in living things that must be supported by direct observations and experiments. Therefore, this community service aims to provide skills to biology teachers in junior and senior high schools in terms of making biological preparations as a means of improving biology learning. The method used in facilitating the improvement of preparation skills by conducting training is through (1) the lecture method, namely providing the basic theory of making preparations and (2) the practical method, namely the participants carry out direct practice of making preparations using two methods namely whole mount and free hand-technic accompanied by a servant. . The results of the activity showed that the participants were able to make preparations well, marked by the results of the incision using two methods that were more than 70% observable. The results of measuring participant responses indicate that the majority stated that the methods used during the training could be applied in schoo
PERTUMBUHAN DAN KADAR KLOROFIL DAUN Acacia mangium PADA LAHAN BEKAS TAMBANG TIMAH DI PULAU BANGKA
Tin-mined land has sandy characteristics (more than 95%), is very porous, low KTK, acidic pH and nutrient poor. Revegetation programs have been carried out to improve soil fertility using local and exotic species (Acacia mangium). Rapid growth, tolerance to various environmental conditions and high economic value are the reasons for choosing A. mangium as a revegetation plant. This study aims to analyze the growth and chlorophyll content of A. mangium leaves which grow in two locations of tin-mined land (Tanjung Ratu Village and Rebo Village). The results showed that A. mangium which was grown on a younger tin mined land (in Tanjung Ratu Village) showed an increase in root dry weight, root length, number of root nodules, and decreased leaf chlorophyll levels. On older tin mined land (in Rebo Village), root dry weight, root length, and number of root nodules were lower, but chlorophyll content increased. The characters affected can be used to determine the ability of tolerance and adaptation of A. mangium in tin mined land
PERTUMBUHAN Hoya coronaria spp. DARI HUTAN KERANGAS PADA BERBAGAI INTENSITAS CAHAYA
AbstrakHabitat alami Hoya coronaria di Pulau Bangka adalah di hutan kerangas yang miskin hara, kondisi mikroklimat yang ekstrem dan rawan gangguan kebakaran hutan. Evaluasi adaptasi morfologi dan fisiologis enam varietas H. coronaria di luar habitat alaminya perlu dilakukan untuk mendukung upaya konservasi Hoya. Percobaan dirancang dan dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama: intensitas cahaya terdiri dari tiga taraf, yakni 15 klux (naungan 75%), 23 klux (naungan 50%), dan 59 klux (tanpa naungan). Faktor kedua yakni varietas H. coronaria berdasarkan variasi warna bunga yang terdiri dari enam taraf (V1, V2, V3, V4, V5, dan V6). Intensitas cahaya tidak berpengaruh nyata terhadap variabel panjang ruas, jumlah ruas, jumlah buku, dan kandungan klorofil pada enam varietas H. coronaria yang diamati. Intensitas cahaya berpengaruh nyata terhadap variabel panjang batang, diameter batang, dan jumlah daun enam varietas Hoya. Semua varietas H. coronaria menunjukkan mampu tumbuh pada kisaran intensitas cahaya 15–59 klux. Namun, respon pertumbuhan yang ditunjukkan oleh keenam varietas berbeda-beda. Lima varietas menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil pada berbagai perlakuan intensitas cahaya, sedangkan satu varietas yaitu V2, menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan pada intensitas cahaya rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, keenam varietas Hoya lebih tepat dibudidayakan pada lokasi yang lebih banyak terkena cahaya.Abstract Hoya coronaria\u27s natural habitat on Bangka Island is in nutrient-poor heath forests, extreme microclimate conditions and prone to forest fires. Evaluation of the morphological and physiological adaptations of six H. coronaria varieties their natural habitat outside needs to be done to support Hoya\u27s conservation efforts. The experiment was designed and carried out using a factorial complete randomized design with treatment consisting of 2 factors. The first factor is the light intensity consists of three levels namely: 15 klux (75% shade), 23 klux (50% shade), and 59 klux (without shade). The second factor is H. coronaria variety based on flower color different which consists of six levels (V1, V2, V3, V4, V5, and V6). The intensity of the light did not significantly affect the variable length, segment number, number of node and chlorophyll content in the six varieties of H. coronaria observed. Light intensity significantly affected the variable length of the stem, stem diameter and number of leaves of six Hoya varieties. All H. coronaria varieties were shown to be able to grow in the range of light intensities of 15–59 klux. However, the growth response shown by the six different varieties. Five varieties showed relatively stable growth in various light intensity treatments, while one variety, V2, showed a slowing down of growth at low light intensity. The results of this study suggest that, the six Hoya varieties are more precisely cultivated in locations where more light is exposed
Using sentence outline in expository writing to the students English Department of Widya Mandala Catholic University in Surabaya
Writing is considered to be a difficult skill
among the four skills involved in a language. The writer
herself has informally observed and interviewed some of
her friends, the students of the English Department of
Widya Mandala Catholic University. Based on her observation
and interview there is a difficulty in writing
class. The difficulty is concerned with arranging the
ideas in composition. The writer has found out that one
of the causes of the problem is that, in writing, students
do not know the importance of using outline in
writing.
Realizing the facts described above, the writer
attempts to suggest one technique in teaching writing,
this is outlining. This technique is supposed to be of
good help for the students to promote their writing
ability.
Outline in writing is very important because the
students are trained to arrange their ideas systematically.
They could make the writing easier and faster. There
are two kinds of outlines, one of them is a sentence
outline which is suggested to be used as a technique of
teaching English expository writing to the fourth
semester students of the English Department of Widya
Mandala Catholic University.
Suggested application of using sentence outline to
teach writing is a generative activity. The teacher is
supposed to select topics. The topic must be based on to
the material. The teacher presents the material by distributing the material. The teacher then discusses them
in the classroom, and then explains the patterns of the
expository writing being taught. Before teaching the
material, the teacher asks some questions to trigger
their interest. For the follow-up activity, the students
are asked to make sentence outline based on the topic
given. The teacher corrects it and if it is right the
students are then asked. to make composition based on the
correct sentence.
Finally, the writer realizes that this thesis is
far from being perfect. She wishes that there would be
another researcher who is willing to continue this study
by conducting a field research to see whether or not the
technique gives a significance for the teaching of writing
Pandangan K.H. Hasyim Asy’ari tentang konsep hakikat dan tujuan pendidikan Islam
Penelitian ini berlatar belakang dari dampak pendidikan modern yang semakin hari semakin meninggalkan posisi etika dalam kehidupan diera modern ini. Hal ini diakibatkan karena banyak orang yang terjerumus dalam hal materialisme, sehingga banyak orang lebih banyak mementingkan rasionalnya sendiri tanpa memperdulikan masalah etika dalam kehidupan ini. Tetapi yang harus kita ketahui disini adalah, sesungguhnya tujuan yang paling utama dari pendidikan islam pembentukan akhlak dan budi pekerti yang sanggup menghasilkan orang-orang beretika yang baik, jiwa yang bersih, dan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sehingga dari hal itu penulis tertarik untuk mengkaji bagaimana bagaimana Pandangan K.H. Hasyim Asy’ari tentang Konsep Hakikat dan Tujuan Pendidikan Islam, yang kemudian nantinya akan dapat memecahkan masalah-masalah pendidikan yang terjadi dinegeri ini. Adapun penelitian ini berfokus pada: 1. Bagaimana Pandangan K.H. Hasyim Asy’ari mengenai Hakikat pendidikan islam?, 2. Bagaimana Pandangan K.H. Hasyim Asy’ari mengenai Tujuan pendidikan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi pustaka (library reseach), ialah penelitian teknik pengumpulan datanya dilakukan di perpustakaan dengan didasarkan atas pembacaan-pembacaan terhadap literature yang memiliki informasi dan relevansi dengan topik penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan untuk menganalisis isi adalah (content analisis), metode ini merupakan analisis ilmiyah mengenai isi pesan sebuah pemikiran. Dalam hai ini peneliti mengkaji dari Pandangan K.H. Hasyim Asy’ari tentang Konsep Hakikat dan Tujuan Pendidikan Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1. Pandangan K.H. Hasyim Asy’ari tentang Hakikat pendidikan islam, yang lebih menunjukkan kepada teoritisi. Teoritisi ini terlihat pada gagasan dan pemikirannya yang didasarkan pada kebutuhan masyarakat dan situasi kultural pada zamannya. 2.Pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari mengenai Tujuan pendidikan islam yaitu yang lebih mengarah pada Praktisi yaitu hal yang lebih mengarah pada praktik yang harus dilakukan dalam pendidikan yang bertujuan beribadah kepada Allah atau menciptakan ruh manusia yang produktif dan dinamis pada jalan yang benar
IMPLEMENTASI GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL PADA PEGAWAI KEMENTERIAN AGAMA KOTA PEKANBARU
Kepemimpinan transformasional merupakan kepemimpinan yang
berupaya mentransformasional nilai-nilai yang dianut oleh bawahan untuk
mendukung visi dan tujuan organisasi. Kepemimpinan ini juga dapat
memunculkan gairah dan semangat anggota untuk memanfaatkan potensi dan
kekuatan karakternya untuk menghasilkan kinerja terbaik. Banyak pemimpin telah
memenuhi kelayakan dalam memimpin bawahan, tetapi belum mampu
menerapkan sepenuhnya kepemimpinan transformasional dalam memimpin
sebuah lembaga atau organisasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar para pegawai
Kementerian Agama Kota Pekanbaru dalam mengimplementasikan gaya
kepemimpinan transformasional.
Metodologi yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif kualitatif dengan persentase, populasi dari penelitian ini adalah pegawai
Kementerian Agama Kota Pekanbaru sebanyak 113 orang, dan sampel yang
diambil 50 % dari jumlah populasi yaitu 57 orang. Penulis menggunakan teknik
pengumpulan data dengan angket, wawancara dan dokumentasi. Adapun yang
menjadi objek dalam penelitian ini adalah implementasi gaya kepemimpinan
transformasional pada pegawai kementerian agama Kota Pekanbaru.
Dari hasil penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa
mayoritas pegawai Kementerian Agama Kota Pekanbaru Mengimplementasikan
gaya kepemimpinan transformasional. Kesimpulan ini dilahat dari hasil intensitas
yakni 91,97 %. Dalam implementasinya pegawai melalui Idealized influenc,
Inspirational Motivation, Intellectual stimulation, dan Individualized
consideration
Perbandingan Struktur Anatomi dan Kadar Klorofil antara Daun Terinfeksi dan Tidak Terinfeksi Penyakit Kuning pada Tanaman Lada
Deteksi awal penyakit kuning yang disebabkan oleh nematoda parasit Radopholus similis dan Meloidogyne incognita serta cendawan patogen Fusarium oxysporum dan Fusarium solani relatif sulit, tanaman dapat diduga terinfeksi setelah menampakkan gejala menguning pada bagian daun. Perubahan struktur anatomi daun lada yang terinfeksi penyakit kuning sejauh ini belum ada laporan tertulis. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan struktur anatomi daun lada yang tidak terinfeksi dan terinfeksi penyakit kuning. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu whole mount untuk membuat sayatan paradermal dan free-hand technique untuk membuat sayatan transversal. Pengukuran kadar klorofil menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 649 nm dan 665 nm. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kerapatan stomata dan panjang sel epidermis berbeda nyata antara tanaman lada yang terinfeksi penyakit dengan yang sehat dan tidak berbeda nyata pada karakter indeks stomata, tebal kutikula atas dan bawah, tebal epidermis atas dan bawah, tebal bunga karang, tebal palisade, panjang dan lebar sel stomata, panjang dan lebar sel penjaga, lebar sel epidermis, tebal hipodermis atas dan bawah, tebal daun, luas daun, dan kadar klorofil. Daun tanaman lada terinfeksi memiliki stomata lebih rapat dan panjang sel epidermis lebih pendek dibandingkan dengan daun pada tanaman tidak terinfeksi
Implementation Of Digital Literacy Towards Millennial Universitas Bangka Belitung Students Against Hoaxes
Jumlah pengguna Internet di Indonesia telah mencapai 132.7 juta orang dari 256.2 juta orang populasi Indonesia. Kenyataan menunjukkan, banyaknya jumlah pengguna Internet di Indonesia, serta tingginya frekuensi mengakses konten informasi dan media sosial, tidak serta-merta menjamin ‘kedewasaan’ netizen Indonesia dalam menggunakan Internet. Selain kesenjangan yang terjadi, berbagai kasus penyalahgunaan Internet juga marak, mulai dari internet fraud, adiksi atau kecanduan, pelanggaran privasi, bias realitas, hingga yang paling mutakhir adalah meluasnya hoax. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian yaitu dengan memfasilitasi peningkatan pemahaman mahasiwa terhadap literasi digital dan informasi Hoax adalah dengan mengadakan pelatihan melalui (a) Metode ceramah (b) Metode praktek (c) Metode pendampingan. Kegiatan pengabdian ini melibatkan mahasiswa dilangsungkan di Gedung Babel IV Universitas Bangka Belitung. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pengertian hoax, latar belakang seseorang memproduksi dan menyebarkan hoax, siklus penyebaran informasi dan hoax, media penyebaran hoax, lingkaran penyebaran hoax, dan cara mengantisipasi hoax.. Adapun cara caranya yaitu berupa (a) Hati-hati dengan Judul Provokatif, (b) Mencermati Alamat situs (URL), (c) Memeriksa Fakta dan Memverifikasi kebenaran, (d) Terlibat dalam berbagai group anti hoax dan (e) Memeriksa keaslian foto. Kegiatan pengabdian yang dilakukan memberikan luaran berupa terbentuk pemahaman dalam literasi digital khususnya dalam menghindari dari berita hoax sebagai bentuk berita yang tidak benar sehingga menjadi masyarakat yang cerdas dalam berliterasi. Kegiatan sosialisasi Literasi digital menuju mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) milenial anti hoax diikuti oleh mahasiswa dengan narasumber dari Perpustakaan Universitas Bangka Belitung dan hasil kerjasama dengan UPT Perpustakaan Universitas Bangka BelitungThe number of Internet users in Indonesia has reached 132.7 million people out of 256.2 million Indonesian population. The reality shows that the large number of Internet users in Indonesia, as well as the high frequency of accessing information content and social media, does not necessarily guarantee the 'maturity' of Indonesian netizens in using the Internet. In addition to the gap that occurs, various cases of Internet abuse are also rampant, ranging from internet fraud, addiction or addiction, violation of privacy, reality bias, to the most recent one is the spread of hoaxes. The method used in this service activity is to facilitate the improvement of students' understanding of digital literacy and hoax information by conducting training through (a) lecture method (b) practice method (c) mentoring method. This service activity involving students was held at the Babel IV Building, Universitas Bangka Belitung. This activity aims to provide students with an understanding of the meaning of hoaxes, the background of someone producing and spreading hoaxes, the cycle of information dissemination and hoaxes, the media for spreading hoaxes, the circle of spreading hoaxes, and how to anticipate hoaxes. The ways are (a) Be careful with provocative titles, (b) Look at the site address (URL), (c) Check facts and verify the truth, (d) Get involved in various anti hoax groups and (e) Check the authenticity of photos. The service activities carried out provide outputs in the form of forming an understanding in digital literacy, especially in avoiding hoax news as a form of news that is not true so that it becomes a smart society in literacy. The socialization of digital literacy towards anti-hoax millennial Universitas Bangka Belitung (UBB) students was attended by students with speakers from the Universitas Bangka Belitung Library and the results of collaboration with the UPT Perpustakaan Universitas Bangka Belitun
