Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
2165 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN BAKAR ALKOHOL TERHADAP PELEPASAN PANAS DAN KINERJA MESIN PEMBAKARAN
Gasoline engines are crucial, especially in the transportation sector, and currently rely on fossil-based gasoline, which is expected to deplete. To meet domestic energy needs, the country must import gasoline. Therefore, there is a need for renewable energy sources that do not require major modifications to the engine. Methanol, a renewable alcohol fuel derived from plant materials, was tested in a 20% blend with gasoline in a TV-1 engine with a power output of 4.50 kW, a single cylinder, four-stroke configuration, and a cylinder volume of 661.45 cc. The research results indicate that the engine performance with the methanol blend is better in terms of cylinder pressure and heat release. The largest difference in cylinder pressure is 1.91 bar, while the largest difference in heat release is 1.64 J/°C. However, the specific fuel consumption for the methanol blend is higher compared to pure gasoline, with an average specific fuel consumption for the methanol-blended gasoline being 8.7% higher than that of pure gasoline.
Mesin bensin sangat penting, terutama dalam sektor transportasi, dan saat ini bergantung pada bensin berbasis energi fosil yang diperkirakan akan habis. Untuk memenuhi kebutuhan energi domestik, negara harus mengimpor bensin. Oleh karena itu, diperlukan sumber energi terbarukan yang tidak memerlukan perubahan besar pada mesin. Metanol, bahan bakar alkohol yang dapat diperbaharui dari bahan nabati, diuji dalam campuran 20% dengan bensin pada mesin bensin TV-1 dengan daya 4,50 kW, satu silinder, empat langkah, dan volume silinder 661,45 cc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa mesin dengan campuran metanol lebih baik dalam hal tekanan silinder dan pelepasan panas. Selisih terbesar pada parameter tekanan silinder adalah 1,91 bar, sedangkan pada parameter pelepasan panas, selisih terbesar mencapai 1,64 J/°C. Namun, konsumsi bahan bakar spesifik untuk campuran metanol lebih tinggi dibandingkan dengan bensin murni, dengan rata-rata konsumsi bahan bakar spesifik bensin yang dicampur metanol 8,7% lebih tinggi dibandingkan bensin murni.
 
RANCANG BANGUN PENDINGIN OTOMATIS PADA SAMBUNGAN PLAT BAJA GULUNGAN (HOT ROLL COIL) PASCA PENGELASAN
This research aims to create an automatic cooling device for rolled steel joints (Hot Roll Coil) produced by a nickel processing factory operating in the Morowali Industrial Area. Steel plates in the form of long rolls that are rolled are first welded to connect the steel plates to produce rolls of steel plate that are ready to be marketed. Joining steel using this welding method makes the steel plate hot with a temperature in the range of 100°C-200°C. The temperature of the steel plate after welding must be immediately lowered before rolling, because otherwise the steel joints will come apart and could hamper the production process because the broken plate will have to repeat the welding process from the beginning. The plate temperature required to enter the rolling process is 40°C - 60°C. This research has produced a tool to cool steel joints by automatically spraying the steel joints and succeeded in reducing the plate temperature from 100℃ - 200℃ to a constant temperature of 40℃ - 50℃ according to the required temperature.Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat pendingin otomatis pada sambungan baja canai (Hot Roll Coil) yang diproduksi oleh pabrik pengolahan nikel yang beroperasi di Kawasan Industri Morowali. Pelat baja berbentuk gulungan panjang yang digulung terlebih dahulu dilas untuk menyambung pelat baja tersebut sehingga menghasilkan gulungan pelat baja yang siap dipasarkan. Penyambungan baja dengan metode pengelasan ini membuat pelat baja menjadi panas dengan suhu berkisar 100°C-200°C. Temperatur pelat baja setelah pengelasan harus segera diturunkan sebelum digulung, karena jika tidak maka sambungan baja akan terlepas dan dapat menghambat proses produksi karena pelat yang patah harus mengulangi proses pengelasan dari awal. Suhu pelat yang diperlukan untuk memasuki proses penggulungan adalah 40°C - 60°C. Penelitian ini telah menghasilkan alat untuk mendinginkan sambungan baja dengan cara menyemprot sambungan baja secara otomatis dan berhasil menurunkan suhu pelat dari 100℃ - 200℃ menjadi suhu konstan 40℃ - 50℃ sesuai suhu yang dibutuhkan
KOOPTASI Gambusia spp. TERHADAP Aplocheilus panchax DI HABITAT ASLINYA: MINI-REVIEW
Aplocheilus panchax (Hamilton, 1822), salah satu spesies ikan yang tersebar luas di berbagai perairan dan ditemukan sebagai spesies endemik di wilayah Oriental. Namun, keberadaan A. panchax di habitat aslinya berpotensi terancam oleh keberadaan spesies invasif, yaitu Gambusia spp. Mini-review ini bertujuan untuk mengelaborasi informasi terkait potensi invasi Gambusia spp. terhadap habitat dan sumber daya yang dimiliki A. panchax sehingga dapat menyebabkan kepunahan A. panchax sebagai endemic species, native species, atau indigenous species di lingkungan aslinya. Hasil mini-review menunjukkan kemampuan hidup dan adaptasi dari Gambusia spp. sebagai spesies invasif atau spesies alien menjadi kekuatan baginya untuk mengkooptasi sumber daya di suatu habitat perairan. Hal ini terlihat pada kemampuan Gambusia spp. dalam beradaptasi melalui sistem pencernaan, pernafasan dan osmoregulasi, serta reproduksi yang sama atau bahkan lebih baik dibandingkan A. panchax. Kemampuan ini dapat membahayakan eksistensi ikan lokal (indigenous species), asli (native spesies), atau endemik (endemic species) yang memiliki sifat seperti Gambusia spp., salah satunya adalah A. panchax. Spesies A. panchax yang selama ini keberadaannya belum mendapatkan perhatian yang dibuktikan dengan status konservasi Least Concern (LC), perlu mendapatkan perhatian lebih di habitat aslinya. Status konservasi tersebut seharusnya perlu direview ulang dikarenakan adanya potensi keterancaman dari ikan invasif seperti Gambusia spp. serta potensi kerusakan ekosistem dan habitatnya. Proses domestikasi perlu dilakukan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas A. panchax sehingga dapat meningkatkan populasi dan mendukung upaya konservasi.  
KINERJA REPRODUKSI IKAN SELUANG (Brevibora dorsiocellata) DENGAN SUPLEMENTASI VITAMIN E DALAM PAKAN
Ikan Seluang (Brevibora dorsiocellata) memiliki bercak hitam (Eyespot) pada sirip punggungnya dan memiliki warna yang menarik. Ikan ini merupakan salah satu ikan alam yang berpotensi sebagai ikan hias air tawar lokal dengan nilai jual cukup tinggi, sehingga perlu dilakukannya domestikasi. Pematangan gonad dengan upaya suplementasi vitamin E untuk perbaikan nutrisi pada pakan induk. Vitamin E adalah mikronutrien yang sangat penting dan berperan penting dalam pertumbuhan, reproduksi, dan kesehatan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas suplementasi vitamin E terhadap pematangan gonad dan mendapatkan dosis terbaik yang dapat diterapkan pada budidaya B. dorsiocellata. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember-Januari 2024 di Hatchery Akuakultur, Laboratorium Akuakultur, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan, yaitu kontrol tanpa suplementasi vitamin E (P1), suplementasi vitamin E 250 mg/kg pakan (P2), 375 mg/kg pakan (P3) dan 500 mg/kg pakan (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi vitamin E pada pakan memberikan hasil tertinggi pada P4 di akhir pengamatan dengan nilai Gonado Somatic Index (GSI) sebesar 4,94±0,23%, nilai Hepato Somatic Index (HSI) 4,12 ± 0,26% dan fekunditas 86 butir telur pada hari ke 30. Pertumbuhan panjang mutlak nilai tertinggi pada P3 dengan nilai 0,49±0,16 cm dan pertumbuhan bobot mutlak terdapat pada P2 dengan nilai 0,26±0,09 g. Kualitas air selama pemeliharaan pH 6,3-6,7, suhu 26-28 ˚C, dan DO 6,2-6,6 ppm. Suplementasi vitamin E dalam pakan dapat meningkatkan pematangan gonad pada ikan seluang (B. dorsiocellata)
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI DI SEKTOR MIKRO DAN UMKMDI MEDAN
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peran PT Pegadaian dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi di sektor mikro dan UMKM di Medan. Menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), pengabdian ini mendampingi pihak UMKM dalam mempermudah akses pendanaan melalui produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah. Metode observasi, wawancara, dan dokumentasi menunjukkan bahwa inisiatif ini tidak hanya meningkatkan akses keuangan, tetapi juga memperkuat jaringan sosial dan keterampilan masyarakat, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi ekonomi lokal.This community service activity aims to empower the community through the role of PT Pegadaian in improving economic welfare in the micro and MSME sectors in Medan. Using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, this service assists MSMEs in facilitating access to funding through the Sharia People's Business Credit (KUR) product. Observation, interview, and documentation methods show that this initiative not only improves financial access, but also strengthens social networks and community skills, creating a sustainable positive impact on the local economy
DIGITALISASI PENGELOLAAN ZAKAT: OPTIMALISASI TEKNOLOGI BAGI JAMAAH MASJID DI DESA MARITENGNGAE SUPPA PINRANG
Optimal zakat management is one of the strategic steps in realizing the welfare of the community through mosque-based community empowerment. This community service activity aims to empower the congregation of the Maritengngae Village Mosque to have a deep understanding of zakat and be able to manage zakat independently. The mosques in Maritengngae Suppa Pinrang Village consist of 5 mosques, namely: Nurul Jihad Barakasanda Mosque, Al Barkah Barakasanda Mosque, Nuruddin Temappa Mosque, Babussalam Cikuale Mosque, and Syuhada 45 Alakkang Mosque. The service was carried out using the Participatory Action Research (PAR) method through the stages of planning, action, observation, and mentoring. By empowering the mosque as a center for zakat management, it is hoped that the role of the mosque will not only be limited to collecting zakat, but also include targeted distribution and mentoring for zakat recipients (mustahik) to improve their standard of living. This program is implemented through a series of activities, such as counseling, training or mentoring, and group discussions, with a focus on increasing the capacity of mosque administrators and the Maritengngae Village community in understanding and managing zakat. In addition, this activity introduces information technology as a tool in managing zakat, for example using the Menara Masjid application, Smart ZISWaf, and Emasjid, so that the process of recording muzakki and mustahik data becomes more efficient, transparent, and accountable. With this approach, mosques are expected to become institutions that are able to empower the people's economy sustainably and support significant social change at the community level.Pengelolaan zakat yang optimal merupakan salah satu langkah strategis dalam mewujudkan kesejahteraan umat melalui pemberdayaan masyarakat berbasis masjid. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan jamaah Masjid Desa Maritengngae agar memiliki pemahaman yang mendalam tentang zakat dan mampu mengelola zakat secara mandiri. Masjid di Desa Maritengngae Suppa Pinrang terdiri atas 5 masjid yakni: Masjid Nurul jihad Barakasanda, Masjid Al Barkah Barakasanda, Masjid Nuruddin Temappa, Masjid Babussalam Cikuale, dan Masjid Syuhada 45 Alakkang. Pengabdian dilakukan dengan metode Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan pendampingan. Dengan memberdayakan masjid sebagai pusat pengelolaan zakat, diharapkan peran masjid tidak hanya terbatas pada pengumpulan zakat, tetapi juga mencakup pendistribusian yang tepat sasaran serta pendampingan terhadap penerima zakat (mustahik) untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Program ini dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan, seperti penyuluhan, pelatihan maupun pendampingan, dan diskusi kelompok, dengan fokus pada peningkatan kapasitas pengurus masjid dan masyarakat Desa Maritengngae dalam memahami dan mengelola zakat. Selain itu, kegiatan ini memperkenalkan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam pengelolaan zakat, misalnya saja menggunakan aplikasi Menara Masjid, Smart ZISWaf, dan Emasjid, sehingga proses pendataan muzakki dan mustahik menjadi lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Dengan pendekatan ini, masjid diharapkan dapat menjadi lembaga yang mampu memberdayakan ekonomi umat secara berkelanjutan dan mendukung perubahan sosial yang signifikan di tingkat komunitas
PELATIHAN BINA ORANG TUA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI KEPADA ORANG TUA
Parent Guidance Training (BOT) is one of the programs designed by Pos Paud Sahabat Karawang as an effort to answer issues, especially those related to early childhood development (AUD) that are currently occurring in the field (in this case, at Paud Sahabat Karawang school). The theme of the Parent Guidance Training (BOT) was raised based on observations and the need to solve problems of early childhood development and education, both from the context of physical, cognitive, socio-emotional development, educational dynamics, and so on. The speakers who were presented as resource persons in this activity were academics and practitioners in the fields of early childhood education, health and psychology. Based on the results of the analysis, it was concluded that the Parent Guidance Training (BOT) with the theme "Optimal Ways to Learn AUD" was able to improve the knowledge and understanding of training participants regarding effective learning methods or methods to be applied to early childhood. The majority of participants showed a significant difference in their level of understanding and knowledge as shown based on the results of the post-test and interviews given after the training.Pelatihan Bina Orang Tua (BOT) merupakan salah satu program yang dirancang oleh Pos Paud Sahabat Karawang sebagai bentuk upaya menjawab isu-isu khususnya yang terkait dengan perkembangan anak usia dini (AUD) yang sedang terjadi di lapangan (dalam hal ini, di sekolah Paud Sahabat Karawang). Tema dari pelatihan Bina Orang Tua (BOT) diangkat berdasarkan observasi dan kebutuhan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan perkembangan dan pendidikan anak usia dini, baik dari konteks perkembangan fisik, kognitif, sosio-emosional, dinamika pendidikan, dan sebagainya. Pemateri-pemateri yang dihadirkan sebagai narasumber pada kegiatan ini merupakan akademisi maupun praktisi di bidang pendidikan anak usia dini, kesehatan dan psikologi. Berdasarkan hasil analisa, disimpulkan bahwa pelatihan Bina Orang Tua (BOT) dengan tema “Cara Optimal Belajar AUD” mampu meningkatkan pengetahuan serta pemahaman peserta pelatihan terhadap cara atau metode pembelajaran yang efektif untuk diterapkan pada anak usia dini. Mayoritas peserta menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tangkat pemahaman dan pengetahuan mereka yang ditunjukkan berdasarkan hasil post-test dan wawancara yang diberikan setelah pelatihan
BIOKONVERSI LIMBAH RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN LARVA BLACK SOLDIER FLY (MAGGOT) SEBAGAI PENANGANAN PERMASALAHAN LIMBAH ORGANIK DI DESA AIR DUREN – KABUPATEN BANGKA
Permasalahan penanganan limbah merupakan salah satu masalah klasik yang terus-menerus membutuhkan perhatian secara khusus. Terutama limbah-limbah usaha kecil dan menengah (UMKM) maupun limbah rumah tangga. Setiap tahunnya volume limbah / sampah khususnya sampah organik mengalami peningkatan. Kondisi ini diperparah dengan belum adanya kebiasaan dari masyarakat dalam mengolah limbah-limbah organik yang dihasilkan oleh rumah tangga dan diolah menjadi produk yang berguna dan berdaya saing. Limbah-limbah organik yang dihasilkan oleh unit industri kecil dan menengah serta rumah tangga pada dasarnya merupakan limbah yang sangat mudah untuk diolah kembali, diantaranya dengan menggunakan teknik pengomposan ataupun metode biokonversi menggunakan makhluk hidup berupa larva / belatung Black Soldier Fly atau yang dikenal dengan nama maggot. Bahan organik yang disukai oleh larva BSF adalah sisa makanan seperti limbah pasar, limbah kandang, limbah agroindustri, limbah dapur dari restoran, limbah buah dan sayur yang banyak mengandung air, serta limbah yang kaya protein Sasaran kegiatan pengabdian yang diarahkan kepada masyarakat umum di desa Air Duren yang memiliki unit pengolahan komoditas nanas yang menghasilkan limbah serta adanya limbah-limbah organik yang belum tertangani dengan baik sehingga perlu sentuhan teknologi yang mumpuni. Kegiatan Pengabdian ini memberikan stimulasi positif dalam menggerakkan partisipasi masyarakat untuk mengolah limbah organik yang terdapat pada area sekitarnya agar tercipta suasana lingkungan yang bebas limbah serta menghasilkan produk biomassa yang berguna dalam menyuburkan tanah dan bernilai ekonomi untuk dijual
PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANTI KORUPSI SISWA SMP N 2 MANGGAR BELITUNG TIMUR
Anti korupsi merupakan jiwa dan nilai yang harus dimiliki sejak dini. Pembentukan jiwa anti korupsi harus diterapkan di setip sektor, tidak terkecuali sekto pendidikan, baik tingkat dasar, menengah maupun atas. Pembentukan karakter atau kepribadian anti korupsi dibentuk dan diterapkan kepada siswa-siswi SMP N 2 Manggar sebagai bekal awal dalam menghadapi kehidupan di masa depan. Pemantapan nilai-nilai anti korupsi dilakukan oleh Tim Pengabdi dari Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung. Metode yang dilakukan dengan beberapa tahapan, diantaranya survei serta koordinasi awal yang dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang dialami mitra yakni siswa-siswi SMP N 2 Manggar. Setelah melakukan koordinasi awal, tim pengabdian akan berkoordinasi kembali terkait rencana pembentukan komunitas antikorupsi di SMP N 2 Manggar. Kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan atau sosialisasi mengenai nilai-nilai antikorupsi. Setelah sosialisasi ini, tim pengabdian dan Kepala Sekolah SMP N 2 Manggar meresmikan pengurus komunitas anti korupsi di SMP N 2 Manggar. Penerapan anti korupsi sudah dilakukan oleh Sekolah, namun diharapkan melalui penanaman karakter nati korupsi yang dilakukan oleh Tim Pengabdi FH UBB akan menjadi pendorong implementasi anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Solusi yang diterapkan dalam layanan ini adalah membentuk kepribadian anti korupsi bagi siswa-siswi SMP N 2 Manggar. Tahapan selanjutnya yang dilakukan yakni membentuk komunitas anti korupsi di SMP N 2 Manggar agar lebih mudah berkoordinasi dan membuat buku saku anti korupsi
ANALISA KARAKTERISASI KOMPOSISI CAMPURAN TANAH LIAT, ALUMINA, KANJI SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN ISOLATOR
Abstract
The use of clay is mostly used to make various crafts such as flower vases, jugs and also made into pottery, bricks and roof tiles. The purpose of this study is to determine the effect of the composition of the mixture of clay, alumina and starch on the porosity, density and water content of the heat insulator cylinder. The research method used is an experimental method by making material from a mixture of clay, alumina, starch as an alternative insulator material. A series of processes are carried out in making the material. Furthermore, after the material has been successfully formed, tests are carried out on the water content, porosity, and density of the material. The results showed that the best mixture of clay, alumina and starch was obtained in sample E with a composition of 20% clay, 60% alumina, and 20% starch. The water content, porosity, and density of the mixture were 9.49%; 26.97%; and 1,514.80 kg/m^3
Key words : alumina, insulator, composition, porosity, and starchAbstrak
Pemanfaatan tanah liat kebanyakan digunakan untuk membuat berbagai kerajinan seperti vas bunga, kendi tempayak dan juga dibuat menjadi gerabah, batu bata dan genteng. Tujuan dari peneltian ini mengetahuai pengaruh komposisi campuran tanah liat, alumina dan tepung kanji terhadap porositas, densitas dan kadar air silinder isolator panas. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimental dengan membuat material dari campuran tanah liat, alumina, kanji sebagai alaternatif bahan isolator. Serangkaian proses dilakukan dalam pembuatan material. Selanjutnya setelah material berhasil dibentuk, dilakukan pengujian kadar air, porositas, dan densitas terhadap material. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran tanah liat, alumina dan tepung kanji yang terbaik didapatkan pada sampel E dengan komposisi 20% tanah liat, 60% alumina, dan 20% tepung kanji. Kadar air, porositas, dan densitas pada campuran tersebut adalah sebesar 9,49%; 26,97%; dan 1.514,80 .
Kata kunci : alumina, isolator, komposisi, porositas, dan tepung kanji