Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
2165 research outputs found
Sort by
PENGAMATAN PENGAMATAN PERKEMBANGAN TELUR CUMI BANGKA (Uroteuthis chinensis) DAN MODIFIKASI PAKAN PASCA MENETAS
Cumi Bangka (Uroteuthis chinensis) merupakan komdoditas perikanan yang memiliki nilai ekonimis yang tinggi dan salah satu komoditas unggulan strategis dalam sektor perikanan dan kelautan karena memiliki kualitas terbaik di pasar ekspor. Namun dikarenakan eksploitasi penangkapan cumi-cumi yang berlebihan, dan rusaknya habitat penempelan telur, sekaligus habitat pemijahan cumi-cumi akibat berbagai aktivitas teresterial, khususnya aktivitas penambangan pasir timah laut, menjadikan jumlah tangkapan cumi Bangka jauh menurun. Perubahan iklim global yang ekstrim, juga menjadi pemicu berkurangnya jumlah cumi di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan morfologi telur cumi Bangka (U. Chinensis) sebelum menetas dan mengukur survival rate larva cumi pasca menetas, yang diberikan pakan buatan dan pakan egg custard di modifikasi. Pengamatan morfologi dilakukan secara langsung setiap 24 jam, sejak diambil dari alam samapi menetas di bak pemeliharaan. Dengan mengamati perubahan bentuk morfologi, bobot dan panjang telur. Selanjutnya pemberian pakan buatan dan egg custard di modifikasi setelah telur menetas diberikan lima kali dalam sehari, yakni pada jam 07.00 pagi, jam 11.00 siang, jam 15.00 sore, jam 19.00 malam, 23.00 malam. Hasilnya menunjukkan bahwa, dimedia tetas dibutuhkan waktu 6-9 hari bagi telur cumi untuk menetas. Setiap hari terjadi perubahan morfologi telur yang semakin membesar dan pemisahan jonjot yang jelas disetiap kapsul telur. Hatching Rate cumi mencapai 65,40 %, pada salinitas 31-35 ppt. Pemberian tiga jenis pakan buatan, yakni Otohime B2, Feng-Li 0 dan Scretting Stella B-2 mampu membuat larva cumi bertahan selama 3 dan 4 hari. Pemberian pakan tiga jenis egg custard di modifikasi hanya mampu membuat larva cumi bertahan selama 4 dan 5 hari
MANIPULASI LINGKUNGAN TERHADAP TINGKAT FERTILISASI DAN PENETASAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) STRAIN LOKAL DAN STRAIN AUSTRALIA
Tingginya permintaan ikan kakap putih (Lates calcarifer) baik untuk konsumsi domestik maupun ekspor mengakibatkan semakin banyak permintaan ikan kakap putih ukuran konsumsi, sehingga aktivitas budidaya ikan kakap putih harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan budidaya ikan kakap putih dan tetap stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian pemanfaatan manipulasi lingkungan terhadap hasil pemijahan ikan kakap putih (Lates calcarifer) strain lokal dan Australia yang meliputi jumlah fertilization rate, dan hatching rate. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Induk yang digunakan yaitu 16 ekor ikan kakap putih strain lokal dan 16 ekor ikan kakap strain Australia yang sudah matang gonad. Dari hasil penelitian didapatkan informasi jumlah rata- rata ferilization rate tertinggi pada pada strain Australia yaitu pada bulan Maret dengan nilai 90%. Rata-rata hatching rate tertinggi pada strain Australia yaitu pada bulan Maret dengan nilai 92%. Berdasarkan fertilization rate dan hatching rate dapat dikatakan perfoma hasil pemijahan dari strain Australia lebih tinggi dari strain lokal.
Kata kunci : Lates calcarifer, fertilization rate, hatching rat
MENINGKATKAN NILAI KEWIRAUSAHAAN LOKAL MELALUI INOVASI DAN KREATIVITAS PRODUK
Kewirausahaan lokal merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi komunitas dan pemberdayaan masyarakat. Untuk meningkatkan nilai kewirausahaan lokal, inovasi dan kreativitas memainkan peran yang sangat krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana penerapan inovasi dan kreativitas dapat meningkatkan nilai kewirausahaan di tingkat lokal. Melalui observasi, mahasiswa KKNT-MBKM STIE BIMA melihat kurangnya pengetahuan masnyarakat desa rato dalam hal inovasi dan kreativitas. Maka dengan itu kami melakukan kerjasama dengan pihak pemerintah desa rato dan pelaku UMKM untuk melakukan kegiatan inovasi produk khas desa rato demi pengembangan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat desa rato. bahwa dalam produk dan layanan serta penerapan solusi kreatif dalam menghadapi tantangan bisnis lokal mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan memperkuat posisi ekonomi para wirausaha. Pendekatan berbasis komunitas, kolaborasi antar pelaku usaha lokal, dan pemanfaatan teknologi adalah beberapa strategi yang terbukti efektif dalam memacu inovasi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi wirausahawan lokal dan pemangku kepentingan dalam merancang dan melaksanakan strategi inovasi yang berkelanjutan, serta mendorong ekosistem kewirausahaan lokal yang lebih dinamis dan berdaya saing tinggi
PENINGKATAN MANAGEMENT KEUANGAN KELOMPOK EKONOMI BATIK RUBI INKLUSI DESA KEDUNGDOWO
In Indonesia, batik is not only a cultural heritage that has a high selling price and bright economic prospects, but is also a wealth known to every ethnic group. Its presence as a hereditary heritage provides great opportunities for further development. With a variety of existing processing techniques, such as canting techniques or splatter techniques, the potential for improved motifs and methods will provide new opportunities to increase the selling value of batik in the future. The purpose of this service is to describe how to use financial reporting accounting for RUBI batik craftsmen, Kedungdowo Village so that it can improve the economy of batik craftsmen. In this service activity, service members use service methods with inclusive financial education, accessibility of financial infrastructure, support for financial management skills, as well as partnerships and networks. Improving financial management in the batik economy for people with disabilities is not only related to providing physical or technological access, but also involves creating an inclusive environment, building necessary skills, and overcoming social barriers. Through these steps, it is hoped that disabled people can achieve success and prosperity in the batik economic sector, while still maintaining Indonesia's valuable cultural heritage.Di Indonesia, batik tidak hanya menjadi warisan budaya yang memiliki harga jual tinggi dan prospek ekonomi yang cerah, tetapi juga merupakan kekayaan yang dikenal oleh setiap suku bangsa. Kehadirannya sebagai warisan turun temurun memberikan peluang yang besar untuk pengembangan lebih lanjut. Dengan beragam teknik pengolahan yang ada, seperti teknik canting atau teknik ciprat, potensi motif dan metode yang ditingkatkan akan memberikan peluang baru untuk meningkatkan nilai jual batik di masa depan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana menggunakan pencatatan laporan keuangan secara akuntansi di pengrajin batik RUBI, Desa Kedungdowo sehingga dapat meningkatkanperekonomian pengrajin batik. Pada kegiatan pengabdian ini, pengabdi menggunakan metode pengabdian dengan pendidikan keuangan inklusif, aksesibilitas infrastruktur keuangan, dukungan keterampilan manajemen keuangan, serta kemitraan dan jaringan. Peningkatan manajemen keuangan dalam ekonomibatik untuk warga disabilitas bukan hanya berkaitan dengan memberikan akses fisik atau teknologi semata, tetapi juga melibatkan penciptaan lingkungan yang inklusif, pembangunan keterampilan yang diperlukan, dan penanggulangan hambatan sosial. Melalui langkahlangkah ini, diharapkan warga disabilitas dapat mencapai kesuksesan dan kesejahteraan dalam sektor ekonomi batik, sambil tetap menjaga warisan budayayang berharga bagi Indonesia. 
Fishermen's Insurance Program In Bandar Lampung City Based On An Institution Perspective
The low sustainability of participation in the Fishermen’s Insurance Premium Assistance program shows that there is an Institution issue. The research intents to analyze the institution of the fishermen’s insurance program in Bandar Lampung City. This study used the case study method as a qualitative approach. Data were obtained by in-depth interviews, participant observation, and document analysis. Analysis is used to describe institutions based on situation, structure, behavior, and performance. The results of the study show that the efforts of the insurance program in Bandar Lampung City to protect fishermen have not been achieved in the second year. This occurred because the insurance participants did not pay the premium independently or at personal expense. The fishermen are not interested in participating in insurance, in spite of the premium cost being economical. Institutions are included in the BPAN program, which plays an important role in determining the continuation of fishermen’s insurance participation. The government should consider the punishment and agreements that must be submissive by fishermen to become effective regulation. In addition, the Social Security Administrator for Employment, as an insurance provider, must accommodate the simple insurance premium payments for fishermen.The low sustainability of participation in the Fishermen’s Insurance Premium Assistance program shows that there is an Institution issue. The research intents to analyze the institution of the fishermen’s insurance program in Bandar Lampung City. This study used the case study method as a qualitative approach. Data were obtained by in-depth interviews, participant observation, and document analysis. Analysis is used to describe institutions based on situation, structure, behavior, and performance. The results of the study show that the efforts of the insurance program in Bandar Lampung City to protect fishermen have not been achieved in the second year. This occurred because the insurance participants did not pay the premium independently or at personal expense. The fishermen are not interested in participating in insurance, in spite of the premium cost being economical. Institutions are included in the BPAN program, which plays an important role in determining the continuation of fishermen’s insurance participation. The government should consider the punishment and agreements that must be submissive by fishermen to become effective regulation. In addition, the Social Security Administrator for Employment, as an insurance provider, must accommodate the simple insurance premium payments for fishermen
REGENERASI MIKROPROPAGUL MENJADI PLANTLET RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BBPBL) LAMPUNG
Indonesia sebagai negara kepulauan yang kaya akan sumber daya rumput laut mempunyai potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Rumput laut Kappaphycus alvarezii adalah salah satu komoditas unggulan di bidang perikanan dan kelautan Indonesia karena jenis rumput laut ini menghasilkan Karagenan (carrageenan) yang bernilai ekonomis tinggi. Rumput laut merupakan komoditas yang mempunyai respon cepat dalam mengentaskan kemiskinan, dimana budidaya dan pengolahan pasca panen merupakan kegiatan padat karya. Rumput laut bermanfaat secara ekonomi, melimpah, dan sangat cocok sebagai produk pangan. Masalah yang sering dihadapi dalam budidaya rumput laut ini yaitu penyakit ice-ice. Perlu mahasiswa melakukan proses belajar dan melakukan Praktik Kerja Lapang (PKL) tentang Regenerasi Mikropropagul Menjadi Plantlet (Rumput Laut) Kappaphycus Alvarezii Di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Balai ini dikenal sebagai pusat Kultur Rumput Laut (Kappaphycus Alvarezii) yang ada di provinsi Lampung. Kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) dilaksanakan selama 1 bulan daritanggal 01 juli sampai dengan 31 juli di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Tahapan pada regenerasi mikropropagul ini yaitu sterilisasi ruangan, sterilisasi alat dan bahan, persiapan alat dan bahan, pemberian pupuk PES sebanyak 20ml ke dalam 1 liter air laut, subkultur plantlet dengan air laut, penimbangan bobot plantlet, penggantian media air laut baru, pemasangan selang aerasi dilakukan selama 24 jam di rak kultur yang mendapatkan pencahayaan serta pengaturan suhu. Dengan hasil pertumbuhan bobot rumput laut dengan kode P1 A, P1 B, P1 C, P1 D, P1 E, dan P1 F. Untuk pertumbuhan bobot PI A = 6,54 6,58 6,80 6,84 , PI B= 5,36 6,51 6,14 6,24 , PI C= 4,96 5,13 5,54 6,34 , PI D= 4,27 4,66 4,96 5,02 , PI E= 4,64 4,73 4,60 5,26 , PI F= 4,58 4,62 4,46 4,72. Untuk hasil pengecekan kualitas air rumput laut yaitu pH (Potensial Hidrogen) untuk awal 8,40 = akhir 8,02 Salinitas awal 32 ppt= akhir 34 ppt, DO (Dissolved oxygen) awal 6,39 mg/l = akhir 6,92 mg/l, Suhu awal 22⁰C = akhir 18,7⁰C, Nitri (NO2) awal 0,119 mg/l = akhir 0,083 mg/l, Amoniak (NH3) awal 0,249 mg/l = akhir 2,363 mg/l, Phosfat (PO4) awal 1,303 mg/l = akhir 0,989 mg/l. 
TEKNIK KULTUR FITOPLANKTON Thalassiosira sp. SKALA LABORATORIUM DI PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA, LUBUK BESAR, BANGKA TENGAH
Fitoplankton merupakan jenis diatom yang memiliki klorofil untuk melakukan proses fotosistesis. Jenis fitoplankton yang banyak digunakan sebagai pakan alami terutama larva udang adalah Thalassiosira sp. Keunggulan dari jenis ini adalah Thalassiosira sp. memiliki banyak kandungan nutrisi yang dapat memenuhi kebutuhan larva udang serta ukuran Thalassiosira sp. yang kecil sesuai dengan bukaan mulut larva udang. Proses kultur fitoplankton Thalassiosira sp. juga dapat dilakukan dengan mudah dan membutuhkan waktu yang cukup singkat yaitu 10 hari . Dalam 1 siklus kultur Thalassiosira sp. membutuhkan waktu selama 10 hari dari kultur bibit murni dan maksimal 30 hari untuk pemanenan fitoplankton. Lama waktu kultur dapat menunjukkan kualitas dari fitoplankton, semakin lama pemanenan maka semakin menurun kualitas fitoplankton. Selain itu, kualitas air pada saat kultur juga mempengaruhi kualitas serta kelangsungan hidup fitoplankton Thalassiosira sp. Oleh sebab itu, pengecekan kualitas fitoplankton harus dilakukan secara berkala untuk mengetahui dan menjaga kualitasnya. Hal ini dikarenakan kualitas dari pakan dapat memberikan pengaruh yang besar dalam menentukan kualitas larva udang yang dibudidayakan
The UTILIZATION OF KELAKAI LEAF SILAGE (Stenochlaena palustris) AS SUPPLEMENTARY FEED FOR KELABAU (Osteochilus melanopleurus) IN BIOFLOC SYSTEM
Kelabau is a species of indigenous fish from Kalimantan and Sumatra that is now rarely found in rivers. This is due to the fishing by fishermen who are less selective for years without being balanced with cultivation efforts. Cultivations have several aspects that need to be considered, namely the availability of feed that contains good nutrients and is in accordance with the needs of fish. Kelakai is an alternative that can be used as additional feed for kelabau. the use of the biofloc system is also rarely done in kelabau farming. The combination of kelakai leaf silage and biofloc system has the potential to increase the efficiency of kelabau farming by applying environmentally friendly technology. The study aims to analyze the growth performance of kelabau. The research was carried out in the Wet Laboratory located at the Faculty of Fisheries and Marine Science, Lambung Mangkurat University, Banjarbaru City, South Kalimantan Province. The research method used was an experimental approach with a Completely Randomized Design (RAL), consisting of 3 treatments which were repeated 3 times, so that a total of 9 experimental units were obtained, where Treatment K (Control) is commercial feed given at a dose of 5% of biomass weight, Treatment A is kelakai leaf silage at a dose of 5% of biomass weight, and Treatment B is commercial feed + kelakai leaf silage at a dose of 2.5% of biomass weight. The research results showed the best results in relative length of 121.5%, relative weight of 24.0%, and feed utilization efficiency of 47.3%. FCR showed the best results in treatment K of 0.68% and the best survival rate in treatments K and A of 99.3%. Treatment B can be considered as an alternative feed for the cultivation of kelabau in biofloc systems because it can improve growth performance
Pengaruh Ekstrak Kulit Bawang Merah Terhadap Daya Hambat Bakteri Aeromonas hidrophilla Penyebab Penyakit Pada Ikan Secara In Vitro
Aeromonas hydrophila, commonly found in aquatic environments, is a Gram-negative bacterium frequently pathogenic to fish, causing diseases such as hemorrhagic septicemia or Motile Aeromonas Septicemia (MAS) in various freshwater fish species. This study investigated the antibacterial potential of red onion skin extract (Allium cepa L.) extracted using 99% absolute alcohol against the growth of Aeromonas hydrophila. The experiments were conducted with varying extract concentrations of 5%, 10%, 15%, 20%, and 25%, using tetracycline as a control. The results demonstrated that the red onion skin extract was able to inhibit the growth of Aeromonas hydrophila, as indicated by the formation of inhibition zones around the growth media. The average diameters of the inhibition zones produced by the extract at concentrations of 5%, 10%, 15%, 20%, and 25% were 1.21 mm, 2.43 mm, 3.36 mm, 5.70 mm, and 6.23 mm, respectively. Statistical analysis using a One-way ANOVA test with SPSS software showed a p-value of 0.000, indicating a significant difference among the red onion skin extract concentrations. Therefore, a Least Significant Difference (LSD) post-hoc test was performed to identify specific differences between the concentration treatmentsBakteri Aeromonas hydrophila, yang umum ditemukan pada lingkungan perairan, merupakan bakteri Gram negatif yang sering menjadi patogen bagi ikan, menyebabkan penyakit seperti hemorrhagic septicemia atau Motile Aeromonas Septicemia (MAS) pada berbagai spesies ikan air tawar. Penelitian ini menyelidiki potensi antibakteri ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) yang diekstraksi menggunakan alkohol absolut 99% terhadap pertumbuhan Aeromonas hydrophila. Uji coba dilakukan dengan variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%, dengan tetrasiklin sebagai kontrol. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ekstrak kulit bawang merah mampu menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila, yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat di sekitar media pertumbuhan. Rata-rata diameter zona hambat yang dihasilkan oleh ekstrak pada konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% secara berurutan adalah 1,21 mm, 2,43 mm, 3,36 mm, 5,70 mm, dan 6,23 mm. Analisis statistik menggunakan uji One-way ANOVA dengan perangkat lunak SPSS menunjukkan nilai p (p-value) sebesar 0,000, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antar konsentrasi ekstrak kulit bawang merah. Oleh karena itu, uji Least Significant Difference (LSD) atau Beda Nyata Terkecil (BNT) dilakukan sebagai uji lanjutan untuk mengidentifikasi perbedaan spesifik antar perlakuan konsentrasi
EFEK PENAMBAHAN GASKET KEPALA SILINDER DAN VARIASI OKTAN BENSIN TERHADAP PERFORMA MESIN SILINDER TUNGGAL
The total motor vehicle sales reflected an increase in people's mobility. Alongside this, the industry were also develop high compression engines to achieve optimal performance. This research aims to examine the effects of adding a cylinder head gasket and variations in the octane number of gasoline used in a single-cylinder internal combustion engine. Dynamometer testing was conducted to observe the differences in torque and power output. The test results indicate that an engine with a compression ratio of 11,8 Kg/cm2, coupled with the use of RON 100 gasoline, produces the highest power output, which is 7.90 kW, with peak torque reaching 9.93 Nm. On the other hand, the smallest torque is generated by the same engine when supplied with RON 92 gasoline, at 4.78 Nm, with the lowest power output of 5.43 kW.Jumlah penjualan kendaraan bermotor mencerminkan peningkatan mobilitas masyarakat. Seiring dengan hal ini, industri juga mengembangkan mesin dengan tekanan kompresi tinggi untuk menghasilkan performa yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek penambahan gasket pada kepala silinder serta variasi dari angka oktan bensin yang digunakan pada sebuah motor bakar silinder tunggal. Pengujian dynamometer dilakukan untuk melihat perbedaan keluaran torsi dan daya yang dihasilkan. Hasil pengujian menunjukkan jika mesin dengan tekanan kompresi 11,8 Kg/cm2 yang disertai penggunaan bensin RON 100 menghasilkan daya paling tinggi, yaitu sebesar 7,90 kW, dengan torsi puncak mencapai 9,93 Nm. Di sisi lain, torsi paling kecil dihasilkan oleh mesin yang sama saat diberikan bensin RON 92 yakni sebesar 4,78 Nm dengan keluaran daya terendah sebesar 5,43 kW