Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
    2165 research outputs found

    PENGAYAAN MEDIA KULTUR Chlorella sp. MENGGUNAKAN EKSTRAK LIMBAH TAOGE DENGAN PENAMBAHAN ECO ENZYME

    Full text link
    Chlorella sp is a type of natural feed that is given to the fish larvae. Chlorella sp. culture requires fertilizer that serves as a food source to stimulate its growth. Fertilization for Chlorela culture media can utilize bean sprout waste because it is rich in element of N and enriched with the addition of eco enzymes. Eco enzyme is the result of fermentation of organic waste such as fruit waste, sugar and water which produces enzymes that help in the process of accelerating the overhaul of organic matter. This study aims to analyze the growth of chlorella with the addition of eco enzyme to the culture media of bean sprout waste extract. The research was carried out by an experimental method using a Complete Random Design with 4 treatments and 3 replicates, namely Chlorella sp. culture on bean sprout waste extract media with the addition of eco enzyme as much as 0.5,10,15 mL per liter for 15 days. The results showed that the treatment of bean sprout waste extract culture media with the addition of eco enzyme as much as 10 mL/L. gave the population of Chlorella sp. the highest was 106.6×106 cells/mL with an average growth rate of 21 ×106 cells/mL. The average growth rate of Chlorella sp. in each treatment ranged from 17% – 29%. The growth curve of Chlorella sp. during the 15-day culture showed that the treatment without the addition of eco enzyme in the bean sprout waste extract medium experienced a longer adaptation phase than the others. The quality of water and nutrients during the culture is in a good range for the growth of Chlorella sp. Further research can evaluate the use of eco enzymes for the growth of other microalgae and the and using different organic waste extracts

    PELATIHAN PENGGUNAAN GEOGEBRA DALAM MENDUKUNG KEGIATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BAGI GURU MATEMATIKA TINGKAT SMA KABUPATEN SIDRAP

    Full text link
    Mathematics education at the high school level often faces challenges, particularly in conveying abstract concepts that students find difficult to understand. One solution to support the learning process is the use of interactive software like GeoGebra, which enables dynamic visualization of mathematical concepts in a more accessible way. However, in Sidrap Regency, few mathematics teachers are proficient in utilizing GeoGebra. Therefore, this training aims to enhance teachers' ability to operate GeoGebra, develop interactive learning media, and encourage its implementation in teaching activities. The training includes several stages, from introducing theory, practicing GeoGebra usage, interactive learning simulations, to evaluation and mentoring. The training results show an increase in teachers' competencies in using GeoGebra, as well as their ability to design more engaging and interactive mathematics lessons. In conclusion, this training is expected to improve the quality of high school mathematics education, support teachers' creativity in utilizing technology, and increase students' understanding and interest in mathematics. This program also has the potential to encourage technology-based educational transformation, aligning with the demands of the digital era.Pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Atas (SMA) sering kali mengalami tantangan, terutama dalam penyampaian konsep-konsep abstrak yang kurang dipahami siswa. Salah satu solusi yang dapat mendukung proses pembelajaran adalah penggunaan perangkat lunak interaktif GeoGebra, yang memungkinkan visualisasi konsep-konsep matematika secara dinamis dan mudah dipahami. Namun, di Kabupaten Sidrap, belum banyak guru matematika yang memiliki kompetensi dalam memanfaatkan GeoGebra. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengoperasikan GeoGebra, menyusun media pembelajaran interaktif, serta mendorong implementasinya dalam kegiatan belajar mengajar. Pelatihan ini meliputi beberapa tahapan, mulai dari pengenalan teori, praktik penggunaan GeoGebra, simulasi pembelajaran, hingga evaluasi dan pendampingan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam menggunakan GeoGebra, serta kemampuan dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih menarik dan interaktif. Kesimpulannya, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di SMA, mendukung kreativitas guru dalam memanfaatkan teknologi, serta meningkatkan pemahaman dan minat siswa terhadap matematika. Program ini juga berpotensi mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi, sejalan dengan tuntutan era digital saat ini

    PEMANFAATAN MESIN IRAT BAMBU UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PENGRAJIN ANYAMAN BAMBU MASYARAKAT DESA PERGAM KECAMATAN AIRGEGAS KABUPATEN BANGKA SELATAN

    Full text link
    Desa Pergam merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung dengan luas wilayah 176,36 km2. Mata pencaharian penduduk antara lain sebagai petani, penambang, wiraswasta, pedagang, buruh bangunan, nelayan, dan ASN. Potensi desa Pergam sangat banyak, salah satunya adalah kerajinan tangan, anyaman berbahan bambu. Berdasarkan diskusi dengan calon mitra pengabdian, ketua PKK Desa Pergam, dan Kepala Desa Pergam didapatkan beberapa permasalahan mitra pengrajin anyaman bambu dalam menjalankan usahanya, antara lain: 1) pemotongan bambu dilakukan dengan gergaji secara manual; 2) pembelahan bambu dilakukan secara konvensional menggunakan golok; 3) mengiratkan bambu dilakukan secara konvensional menggunakan pisau. Diantara tiga permasalahan tersebut, proses yang paling rumit adalah mengirat bambu. Untuk mengiratkan satu ruas bambu berukuran panjang sekitar 80 cm memerlukan waktu 60 menit dan menghasilkan sekitar 50 lembar bahan anyaman. Proses ini tidak efsiensi karena memerlukan waktu yang cukup lama. Berdasarkan uraian diatas, mitra pengabdian mengusulkan pemanfaatan mesin irat bambu untuk meningkatkan produktivitas usaha mereka. Tim pengabdian kepada masyarakat prodi Teknik Mesin telah menyerahkan satu unit mesin irat bambu, yang diserahkan langsung kepada kepala Desa Pergam. Mesin tersebut mampu mengirat bambu berkisar 30 s.d 35 lembar dalam waktu 1 menit. Penggunaan mesin irat bambu lebih efisien dibandingkan dengan cara konvensional sehingga dapat meningkatkan produktivitas produk anyaman bambu.Desa Pergam merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung dengan luas wilayah 176,36 km2. Mata pencaharian penduduk antara lain sebagai petani, penambang, wiraswasta, pedagang, buruh bangunan, nelayan, dan ASN. Potensi desa Pergam sangat banyak, salah satunya adalah kerajinan tangan, anyaman berbahan bambu. Berdasarkan diskusi dengan calon mitra pengabdian, ketua PKK Desa Pergam, dan Kepala Desa Pergam didapatkan beberapa permasalahan mitra pengrajin anyaman bambu dalam menjalankan usahanya, antara lain: 1) pemotongan bambu dilakukan dengan gergaji secara manual; 2) pembelahan bambu dilakukan secara konvensional menggunakan golok; 3) mengiratkan bambu dilakukan secara konvensional menggunakan pisau. Diantara tiga permasalahan tersebut, proses yang paling rumit adalah mengirat bambu. Untuk mengiratkan satu ruas bambu berukuran panjang sekitar 80 cm memerlukan waktu 60 menit dan menghasilkan sekitar 50 lembar bahan anyaman. Proses ini tidak efsiensi karena memerlukan waktu yang cukup lama. Berdasarkan uraian diatas, mitra pengabdian mengusulkan pemanfaatan mesin irat bambu untuk meningkatkan produktivitas usaha mereka. Tim pengabdian kepada masyarakat prodi Teknik Mesin telah menyerahkan satu unit mesin irat bambu, yang diserahkan langsung kepada kepala Desa Pergam. Mesin tersebut mampu mengirat bambu berkisar 30 s.d 35 lembar dalam waktu 1 menit. Penggunaan mesin irat bambu lebih efisien dibandingkan dengan cara konvensional sehingga dapat meningkatkan produktivitas produk anyaman bambu

    MEMBANGUN ETIKA PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENTINGNYA MENJAGA DATA PRIBADI DI PANTI ASUHAN MUARA KASIH BUNDA

    Full text link
    This community service focuses on the importance of instilling ethical values and data security awareness in children to prevent potential risks related to data misuse, especially among orphanage children. The service is conducted through socialization using qualitative methods, participatory approaches, and experiential learning theories to actively engage children in learning about the ethics of technology use and data security. The methodology includes interactive sessions such as material presentations and Q&A sessions to enhance understanding and internalization of ethical values. The results show that children actively participated in the sessions, increasing their awareness of the importance of protecting personal data and applying ethical principles in everyday technology use. Factors such as privacy awareness and safe and responsible technology use play a crucial role in creating a safe and ethical environment for information technology use in the orphanage. This service demonstrates the effectiveness of experiential learning and outreach activities in promoting ethical technology use and data security awareness among children. This activity can serve as an effective model for other community service programs in the field of information technology ethics education for the younger generation.Pengabdian ini berfokus pada pentingnya menanamkan nilai-nilai etika dan kesadaran keamanan data pada anak-anak untuk mencegah potensi risiko terkait penyalahgunaan data, khususnya di kalangan anak-anak  panti asuhan. Pengabdian dilakukan melalui sosialisasi dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan partisipatif dan teori pembelajaran pengalaman untuk melibatkan anak secara aktif dalam pembelajaran etika penggunaan teknologi dan keamanan data. Metodologinya mencakup sesi interaktif seperti sesi pemaparan materi dan sesi tanya jawab untuk meningkatkan pemahaman dan internalisasi nilai-nilai etika. Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak  berpartisipasi aktif dalam sesi, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi data pribadi dan menerapkan prinsip etika dalam menggunakan teknologi sehari-hari. Beberapa faktor seperti kesadaran privasi dan penggunaan teknologi yang aman dan bertanggungjawab memainkan peran yang penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan etis dalam penggunaan teknologi informasi di panti asuhan. Pengabdian ini menunjukkan efektivitas pembelajaran berdasarkan pengalaman dan kegiatan penjangkauan dalam mempromosikan penggunaan teknologi yang etis dan kesadaran keamanan data pada anak-anak. Kegiatan ini dapat menjadi model yang efektif untuk program pengabdian masyarakat lainnya di bidang pendidikan etika teknologi informasi bagi generasi muda

    MERANCANG SISTEM STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PELAYANAN PUBLIK BERBASIS GOOD GOVERNANCE DI DESA KARYA MAKMUR, PEMALI

    Full text link
    Standard Operating Procedure (SOP) is an important document that outlines the procedures for providing public services. This is a measure of the sharpness of officials or employees in providing public services in Karya Makmur Village. This aims to improve the quality of public services based on Good Governance. from this research process, a qualitative approach is used by collecting information/data through direct field research, interviews, and document reviews, including gathering more information about existing practices and issues, identifying public service needs that require SOP, and implementing SOP in public services. The implementation strategy includes the development of strategies that align government policies and community participation in the planning process. This includes fostering transparency, ensuring all public services are provided in accordance with SOP, optimizing services, and making Karya Makmur Village a model for other public service organizations in implementing good governance. The result of this research is that in the design of the SOP for services at the Karya Makmur Village Office, there are 2 (two) procedures for which SOP will be created, namely, Marriage Administration Services and Business Certificate Services. There are several stages involved in the design of the SOP, starting from the needs assessment stage by determining the service procedures deemed important to be created, followed by the SOP creation stage by gathering related information and then designing it according to the guidelines. And finally, conducting a review and socialization by discussing together with the service provider implementers regarding the SOP draft that has been created.Sistem Operasional Prosedur (SOP) merupakan dokumen penting yang menguraikan tata cara penyelenggaraan pelayanan publik. Hal ini sebagai ketajaman pejabat atau pegawai dalam memberikan pelayanan publik di Desa Karya Makmur. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis Good Governance. Dari proses meneliti ini yang digunakan adalah jenis pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan informasi/data melalui penelitian langsung di lapangan, wawancara, dan telaah dokumen, mencakup pengumpulan lebih banyak informasi tentang praktik dan permasalahan yang ada, mengidentifikasi kebutuhan layanan publik yang memerlukan SOP, dan menerapkan SOP dalam pelayanan publik. Strategi implementasi meliputi pengembangan strategi yang menyelaraskan kebijakan pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan. Hal ini mencakup pembinaan transparansi, memastikan seluruh layanan publik diberikan sesuai dengan SOP, mengefektifkan layanan, dan menjadikan Desa Karya Makmur sebagai model bagi organisasi layanan publik lainnya dalam menerapkan tata kelola yang baik. Hasil penelitian ini yaitu dalam perancangan SOP pelayanan di Kantor Desa Karya Makmur, terdapat 2 (dua) prosedur yang akan dibuat SOP diantaranya, Pelayanan Administrasi Nikah dan Pelayanan Surat Keterangan Usaha Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam perancangan SOP yaitu dimulai dari tahapan penilaian kebutuhan dengan menentukan prosedur pelayanan yang dianggap penting untuk dibuatkan, kemudian tahapan pembuatan SOP dengan mengumpulkan informasi yang terkait lalu didesain sesuai dengan pedoman. Dan yang terakhir melakukan review dan sosialisasi dengan membahas bersama dengan pelaksana pemberi layanan terkait rancangan SOP yang telah dibuat

    SALINITAS TERHADAP MOULTING KEPITING BAKAU (Scylla serrata) PADA BUDIDAYA SISTEM APARTEMEN RESIRKULASI

    Full text link
    Budidaya Kepiting Bakau sistem apartemen menjadi alternatif produksi memanfaatkan lahan sempit. Penggunaan sistem resirkulasi memungkinkan lokasi apartemen tidak harus berdekatan dengan sumber air payau. Peningkatan produksi budidaya Kepiting Bakau dapat menekan ketergantungan pada tangkapan alam. Salah satu produk kepiting yang dapat dibudidayakan di apartemen adalah kepiting soka, namun belum pernah dilakukan optimasi salinitas dan model pemotongan kaki terhadap kecepatan molting pada sistem resirkulasi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental menggunakan perlakuan salinitas dan metode pemotongan secara alami yang berbeda. Perlakuan salinitas menggunakan 4 ppt, 7 ppt dan 10 ppt, sementara perlakuan pemotongan dibedakan pada pemotongan semua kaki kecuali kaki capit dan pemotongan kaki non capit. Budidaya kepiting soka sistem apartemen resiskulasi mampu menghasilkan kelulushidupan 100%. Pemeliharaan pada salinitas 10 ppt dengan mutilasi kaki non capit mencapai molting tercepat yaitu antara 7,08 – 50,71 hari. Kepiting Bakau yang dipelihara pada salinitas 4 ppt belum mencapai molting hingga 40 hari

    PRESTASI POMPA SENTRIFUGAL TIPE OVERHUNG UNTUK APLIKASI INDUSTRI DENGAN METODE REVERSE ENGINEERING DAN CFD

    Full text link
    Indonesia faces various challenges in achieving net zero emissions, energy crises, and urgent agricultural irrigation needs. In this context, centrifugal pumps play a crucial role in various industrial applications and irrigation systems. However, performance curve data for pumps is often unavailable, particularly for older pumps or those with lost documentation. This study aims to develop new performance curves for centrifugal pumps using Reverse Engineering (RE) based on 3D scanning and Computational Fluid Dynamics (CFD) simulation. The process begins with geometric modeling of the pump using 3D scanning to obtain accurate data regarding the pump’s physical shape. The model is then used in CFD simulations with the k-epsilon (k-ε) turbulence model and SIMPLE method to analyze flow characteristics and pump performance. Simulation results show that the deviation in efficiency and power compared to existing experimental data is below 2%, with a mesh size of 0.00005 mm providing optimal results in terms of accuracy and computational efficiency. This research demonstrates that developing performance curves using RE and CFD methods can address issues of missing data and provide a solid foundation for design improvements and efficient operation of centrifugal pumps. The findings have the potential to enhance operational efficiency of pump systems and support environmental impact mitigation efforts through pump technology optimization.Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam pencapaian target nol emisi, krisis energi, dan kebutuhan irigasi pertanian yang mendesak. Dalam konteks ini, pompa sentrifugal memainkan peran penting dalam berbagai aplikasi industri dan sistem irigasi. Sering kali, data kurva kinerja pompa tidak tersedia, terutama untuk pompa yang sudah tua atau yang dokumentasinya hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kurva kinerja baru untuk pompa sentrifugal menggunakan metode Reverse Engineering (RE) berbasis 3D scanning dan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD). Proses ini dimulai dengan pemodelan geometris pompa menggunakan 3D scanning untuk memperoleh data yang akurat mengenai bentuk fisik pompa. Selanjutnya, model tersebut digunakan dalam simulasi CFD dengan model turbulensi k-epsilon (k-ε) dan metode SIMPLE untuk menganalisis karakteristik aliran dan performa pompa Hasil simulasi menunjukkan bahwa perbedaan dalam efisiensi dan daya dibandingkan dengan data eksperimen yang ada berada di bawah 2%, dengan ukuran mesh 0,00005 mm memberikan hasil yang optimal dalam hal akurasi dan efisiensi komputasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan kurva kinerja menggunakan metode RE dan CFD dapat mengatasi masalah data yang hilang dan ini berpotensi meningkatkan efisiensi operasional sistem pompa dan mendukung upaya mitigasi dampak lingkungan dengan optimasi teknologi pompa

    A STUDI KOMPARASI BIOAKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA TAMBAK TRADISIONAL IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI PANTURA JAWA TIMUR: GRESIK, SIDOARJO, DAN PASURUAN

    No full text
    Abstrak Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan potensi perikanan payau. budidaya ikan bandeng di Jawa Timur masih menggunakan sistem tradisional, dimana air baku tambak menggunakan aliran air sungai setempat dan pasang surut air laut. Budidaya ikan bandeng secara tradisional memiliki kelemahan yaitu sulit menjaga kualitas air sehingga mudah tercemar oleh limbah rumah tangga maupun limbah industri. Bioakumulasi logam berat merupakan proses peningkatan konsentrasi suatu zat yang masuk kedalam tubuh mahkluk hidup. Salah satu logam berat yang dapat mencemari perairan yaitu logam timbal (Pb). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi limbah timbal (Pb) yang terkandung pada air, sedimen, dan daging ikan bandeng di tambak tradisional Desa Watuagung (Gresik), Desa Kalanganyar (Sidoarjo), dan Desa Jarangan (Pasuruan). Selain itu, untuk mengetahui tingkat pencemaran Pb di Desa Watuagung (Gresik), Desa Kalanganyar (Sidoarjo), dan Desa Jarangan (Pasuruan). Metode penelitian ini dengan mengambil data secara acak (purposive random sampling). Dengan pengambilan sampel di tiga lokasi yang berbeda, setiap lokasi terdapat tiga stasiun yang diuji. Hasil dari penelitian ini, kandungan logam Pb pada air dan daging ikan bandeng tidak terdeteksi, pada sedimen terjadi akumulasi logam Pb namun kadarnya masih dibawah baku mutu dan masih layak untuk kegiatan budidaya ikan bandeng. Tingkat pencemaran logam Pb pada ketiga lokasi tambak (Gresik), (Sidoarjo), dan (Pasuruan) masih tergolong aman. Nilai indeks pencemaran Igeo, CF, dan BCF masih dibawah ambang batas dan masih tergolong aman. Kata Kunci: Ikan Bandeng, Logam Berat, Timbal, Bioakumulasi Abstract Milkfish (Chanos chanos) is a potential brackish water fishery. milkfish cultivation in East Java still uses a traditional system, where the raw water of the pond uses local river water flow and sea tides. Traditional milkfish cultivation has the disadvantage that it is difficult to maintain water quality so that it is easily contaminated by household waste and industrial waste. Bioaccumulation of heavy metals is the process of increasing the concentration of a substance that enters the body of a living creature. One of the heavy metals that can pollute waters is lead. This study aims to determine the concentration of lead (Pb) waste contained in water, sediment, and milkfish meat in traditional ponds in Watuagung Village (Gresik), Kalanganyar Village (Sidoarjo), and Jarangan Village (Pasuruan). In addition, to determine the level of Pb pollution in Watuagung Village (Gresik), Kalanganyar Village (Sidoarjo), and Jarangan Village (Pasuruan). This research method is by purposive random sampling. By taking samples at three different locations, each location has three stations that are tested. The results of this study, the Pb metal content in water and milkfish meat was not detected, in the sediment there was an accumulation of Pb metal but the levels were still below the quality standards and were still suitable for milkfish cultivation activities. The level of Pb metal pollution in the three pond locations (Gresik), (Sidoarjo), and (Pasuruan) was still relatively safe. The pollution index Igeo, CF, and BCF  were still below the quality standards and were still safe.   Keywords: Milkfish, Heavy Metal, Lead, Bioaccumulatio

    PEMUDA SEBAGAI GENERASI HARAPAN PEMBANGUNAN DI KOTA PANGKALPINANG: TUGAS, MINDSET DAN TAAT HUKUM

    Full text link
    Kegiatan Kemah Pemuda LintasAgama Tahun 2023 merupakanmerupaka salahsatu KegiatanPengabdian Pada Masyarakat yangdilaksanakan oleh Forum KomunikasiUmat Beragama (FKUB) KotaPangkalpinang. Adapun kegiatan inidengan mengusung tema KerukunanAntar Umat Beragama yangdilaksanakan di Bukit Pinteir, DesaDul, Kecamatan Pangkalan Baru,Kabupaten Bangka Tengah, ProvinsiKepulauan Bangka Belitung. Kegiatanyang dilaksanakan merupakan sebuahprogram kegiatan dari ForumKomunikasi Umat Beragama (FKUB)Kota Pangkalpinang sebagai salahsatutupoksi bagian dari Kesbangpol KotaPangkalpinang yang direncanakan dandilaksanakan berdasarkan situasi dankondisi dimana hal ini sangatlahpenting dan bermanfaat khususnyabagi institusi dan tentunya untukmembina kerukunan antar umatberagama yang ada di KotaPangkalpinang. Kegiatan ini sangatlahbermanfaat karena tentunya untukmeningkatkan rasa kerukunanberagama juga persatuan dan kesatuanantar umat beragama dapat terjaga.Adapun kegiatan ini selain pemaparanmateri juga ada diskusi serta lombalainnya dan outbond yang tentunyalebih memupuk rasa persatuan dankesatuan diantara peserta dan panitiayang mengikuti kegiatan tersebut.Pelaksanaan penyamaian materipenyuluhan dilaksanakan di panggungyang telah disediakan oleh panitiadilokasi kegiatan. Adapun materipenyuluhan yang disampaikan olehsalahsatu narasumber adalah “PemudaSebagai Generasi HarapanPembangunan di KotaPangkalpinang”. Pemberian materitersebut dirasakan sangatlah perlu danpenting dengan harapan agar nantinyadapat memberikan pemahaman bagipemuda seperti memahami danmengerti terhadap berbagai hal-halyang berkaitan dengan tugas pemuda,terkait juga pelanggaran hukum sertakenakalan yang tidak boleh dilakukandan mindset yang diharapkan bagiseorang pemuda dalam pembangunanyang berkelanjutan di KotaPangkalpinang.Kegiatan Kemah Pemuda LintasAgama Tahun 2023 merupakanmerupaka salahsatu KegiatanPengabdian Pada Masyarakat yangdilaksanakan oleh Forum KomunikasiUmat Beragama (FKUB) KotaPangkalpinang. Adapun kegiatan inidengan mengusung tema KerukunanAntar Umat Beragama yangdilaksanakan di Bukit Pinteir, DesaDul, Kecamatan Pangkalan Baru,Kabupaten Bangka Tengah, ProvinsiKepulauan Bangka Belitung. Kegiatanyang dilaksanakan merupakan sebuahprogram kegiatan dari ForumKomunikasi Umat Beragama (FKUB)Kota Pangkalpinang sebagai salahsatutupoksi bagian dari Kesbangpol KotaPangkalpinang yang direncanakan dandilaksanakan berdasarkan situasi dankondisi dimana hal ini sangatlahpenting dan bermanfaat khususnyabagi institusi dan tentunya untukmembina kerukunan antar umatberagama yang ada di KotaPangkalpinang. Kegiatan ini sangatlahbermanfaat karena tentunya untukmeningkatkan rasa kerukunanberagama juga persatuan dan kesatuanantar umat beragama dapat terjaga.Adapun kegiatan ini selain pemaparanmateri juga ada diskusi serta lombalainnya dan outbond yang tentunyalebih memupuk rasa persatuan dankesatuan diantara peserta dan panitiayang mengikuti kegiatan tersebut.Pelaksanaan penyamaian materipenyuluhan dilaksanakan di panggungyang telah disediakan oleh panitiadilokasi kegiatan. Adapun materipenyuluhan yang disampaikan olehsalahsatu narasumber adalah “PemudaSebagai Generasi HarapanPembangunan di KotaPangkalpinang”. Pemberian materitersebut dirasakan sangatlah perlu danpenting dengan harapan agar nantinyadapat memberikan pemahaman bagipemuda seperti memahami danmengerti terhadap berbagai hal-halyang berkaitan dengan tugas pemuda,terkait juga pelanggaran hukum sertakenakalan yang tidak boleh dilakukandan mindset yang diharapkan bagiseorang pemuda dalam pembangunanyang berkelanjutan di KotaPangkalpinang

    PENGUJIAN ZONA INHIBISI DIFUSI CAKRAM EKSTRAK RUMPUT LAUT MERAH (Eucheuma cottonii) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Streptococcus mutans

    Full text link
    Penelitian bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak Eucheuma cottonii terhadap Streptococcus mutans menggunakan metode difusi cakram. Streptococcus mutans merupakan penyebab utama karies gigi, dan pemanfaatan bahan alam seperti alga merah dapat menjadi alternatif pengganti antibiotik sintetis. Sampel Eucheuma cottonii yang diperoleh dari Pesisir Desa Ruguk, Lampung Selatan, dimaserasi dengan pelarut metanol, kemudian diekstraksi menggunakan metode rotary evaporator dan water bath. Ekstrak diuji pada berbagai konsentrasi (10.000, 5.000, 1.000, 100, 10 ppm) untuk mengukur zona hambat terhadap bakteri uji. Hasil menunjukkan bahwa metode water bath menghasilkan zona hambat maksimal sebesar 2 mm pada konsentrasi 10.000 ppm dalam 24 jam pertama, tetapi efek antibakteri melemah seiring waktu. Metode rotary evaporator menunjukkan hasil yang berfluktuasi, dengan zona hambat terbesar pada konsentrasi 5.000 ppm sebesar 0,90 mm dan anomali pada konsentrasi rendah setelah inkubasi lebih lama. Secara keseluruhan, aktivitas antibakteri tergolong lemah (<5 mm), menunjukkan sifat bakteriostatik, yakni menghambat pertumbuhan tanpa membunuh bakteri secara permanen. Metode water bath lebih unggul dalam menghasilkan ekstrak yang stabil dengan aktivitas antibakteri konsisten dibandingkan rotary evaporator. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak Eucheuma cottonii memiliki potensi antibakteri, tetapi optimasi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan efektivitasnya terhadap Streptococcus mutans

    1,978

    full texts

    2,165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Bangka Belitung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇