Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
162 research outputs found
Sort by
BIOKONVERSI LIMBAH RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN LARVA BLACK SOLDIER FLY (MAGGOT) SEBAGAI PENANGANAN PERMASALAHAN LIMBAH ORGANIK DI DESA AIR DUREN – KABUPATEN BANGKA: BIOKONVERSI LIMBAH RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN LARVA BLACK SOLDIER FLY (MAGGOT) SEBAGAI PENANGANAN PERMASALAHAN LIMBAH ORGANIK DI DESA AIR DUREN – KABUPATEN BANGKA
Permasalahan penanganan limbah merupakan salah satu masalah klasik yang terus-menerus membutuhkan perhatian secara khusus. Terutama limbah-limbah usaha kecil dan menengah (UMKM) maupun limbah rumah tangga. Setiap tahunnya volume limbah / sampah khususnya sampah organik mengalami peningkatan. Kondisi ini diperparah dengan belum adanya kebiasaan dari masyarakat dalam mengolah limbah-limbah organik yang dihasilkan oleh rumah tangga dan diolah menjadi produk yang berguna dan berdaya saing. Limbah-limbah organik yang dihasilkan oleh unit industri kecil dan menengah serta rumah tangga pada dasarnya merupakan limbah yang sangat mudah untuk diolah kembali, diantaranya dengan menggunakan teknik pengomposan ataupun metode biokonversi menggunakan makhluk hidup berupa larva / belatung Black Soldier Fly atau yang dikenal dengan nama maggot. Bahan organik yang disukai oleh larva BSF adalah sisa makanan seperti limbah pasar, limbah kandang, limbah agroindustri, limbah dapur dari restoran, limbah buah dan sayur yang banyak mengandung air, serta limbah yang kaya protein Sasaran kegiatan pengabdian yang diarahkan kepada masyarakat umum di desa Air Duren yang memiliki unit pengolahan komoditas nanas yang menghasilkan limbah serta adanya limbah-limbah organik yang belum tertangani dengan baik sehingga perlu sentuhan teknologi yang mumpuni. Kegiatan Pengabdian ini memberikan stimulasi positif dalam menggerakkan partisipasi masyarakat untuk mengolah limbah organik yang terdapat pada area sekitarnya agar tercipta suasana lingkungan yang bebas limbah serta menghasilkan produk biomassa yang berguna dalam menyuburkan tanah dan bernilai ekonomi untuk dijual
PEMANFAATAN LIMBAH TANAMAN UNTUK BUDIDAYA SAYURAN DI DESA AIR MESU KABUPATEN BANGKA TENGAH: PEMANFAATAN LIMBAH TANAMAN UNTUK BUDIDAYA SAYURAN DI DESA AIR MESU KABUPATEN BANGKA TENGAH
Air Mesu village is a production center for horticultural products, especially durian fruit, in Central Bangka Regency. This service activity aims to provide training assistance in making block compost and liquid organic fertilizer (POC) for vegetable cultivation. The activity was conducted in Air Mesu village, Pangkalan Baru District, Central Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province. The service activities carried out go through 3 (three) activity stages: training in making compost blocks/soil blocks, liquid organic fertilizer (POC), and vegetable cultivation techniques. The results of implementing the vegetable cultivation technology package by combining vegetable cultivation techniques with the use of plant waste. Through this community empowerment program, we can reduce the use of chemical fertilizers which endanger health and damage the environment. The use of chemical fertilizers can be replaced with compost, or liquid organic fertilizer (POC). Socialization activities are carried out using interactive presentation and discussion methods which include all questions and positive responses from guests/audienceDesa Air Mesu merupakan wilayah sentra produksi produk hortikultura terutama buah durian di Kabupaten Bangka Tengah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan pendampingan pelatihan pembuatan kompos blok dan pupuk organik cair (POC) untuk diaplikasikan dalam budidaya tanaman sayuran. Kegiatan dilaksanakan di desa Air Mesu, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan melewati 3 (tiga) tahap kegiatan, yaitu pelatihan pembuatan kompos blok/soil blok, pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dan teknik budidaya sayuran. Hasil penerapan paket teknologi budidaya sayuran dengan memadukan teknik budidaya sayuran dengan pemanfatan limbah tanaman. Melalui program pemberdayaan masyarakat ini, kita dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia yang membahayakan kesehatan dan merusak lingkungan. Penggunaan pupuk kimia dapat diganti dengan kompos, pupuk organik cair (POC). Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan menggunakan metode presentasi dan diskusi interaktif yang memuat semua pertanyaan dan respon positif dari para tamu/audience
Memperingati Hari Besar Nasional 17 Agustus dan Hari Besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW dalam Meningkatkan Semangat Kebangsaan dan Keagamaan di Desa Bangka Kota
Program KKN-Tematik UBB masyarakat ini dirancang sebagai sebuah intervensi sosial-budaya yang bertujuan untuk memaknai dan memperingati dua peristiwa penting secara kolaboratif dan integratif, yaitu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus) yang merupakan Hari Besar Nasional (PHBN) dan Maulid Nabi Muhammad SAW yang merupakan Hari Besar Islam (PHBI). Fokus kegiatan berpusat di Desa Bangka Kota, sebuah komunitas urban yang dinamis. Pendekatan metodologis yang diterapkan bersifat partisipatoris dan kolaboratif, di mana tim Kkn ubb berperan sebagai Panitia pelaksana yang bekerja sama dengan seluruh perangkat Desa Bangka Kota dan masyarakat desa Bangka Kota, termasuk Karang Taruna sebagai penggerak pemuda, Remaja Masjid sebagai representasi unsur keagamaan, serta Pemerintah Desa selaku otoritas kebijakan dan fasilitator, guna memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program
UPAYA PENINGKATAN NASIONALISME MELALUI PENDIDIKAN BELA NEGARA DI ERA DIGITALISASI PADA PENGURUS ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH ( OSIS) SMA NEGERI 2 SLAWI: UPAYA PENINGKATAN NASIONALISME MELALUI PENDIDIKAN BELA NEGARA DI ERA DIGITALISASI PADA PENGURUS ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH ( OSIS) SMA NEGERI 2 SLAWI
The student organization in the school is the Intra-School Student Organization (OSIS). Student Council has the function of coaching and developing students to prepare cadres to continue the nation\u27s struggle by providing skills, leadership, idealism, patriotism, personality, and noble character, so efforts are needed to foster a spirit of nationalism through National Defense Education. One of them is the Slawi 2 State Senior High School Student Council. In recent developments, several extracurricular activities at SMA Negeri 2 Slawi have made many proud achievements, however, soft skills need to be balanced in the form of insight into nationalism. Therefore, it is necessary to instill nationalism through State Defense Education in the era of digitalization for OSIS administrators in the form of Community Service (PKM) activities. PKM activities were carried out at SMA Negeri 2 Slawi with the target participants being the OSIS board. Training activities are in the form of an understanding of defending the country, outreach about anti-bullying, and limits on the use of social media. With this PKM activity it is hoped that the OSIS board can carry out its functions and roles properly and become the front guard in realizing the school\u27s vision and mission.Organisasi kesiswaan yang ada di sekolah adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). OSIS memiliki fungsi pembinaan dan pengembangan pelajar untuk mempersiapkan kader penerus perjuangan bangsa dengan memberikan bekal keterampilan, kepemimpinan, idealism, patriotisme, kepribadian, dan budi pekerti luhur, sehingga diperlukan upaya menumbuhkan semangat nasionalisme melalui Pendidikan Bela Negara. Salah satunya adalah OSIS SMA Negeri 2 Slawi. Dalam perkembangan terakhir beberapa kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Slawi banyak menoreh prestasi yang membanggakan, namun demikian perlu diimbangi kemampuan softskill berupa wawasan nasionalisme. Oleh karena itu diperlukan upaya penanaman nasionalisme melalui Pendidikan Bela Negara di era digitalisasi pada pengurus OSIS berupa kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan PKM dilakukan di SMA Negeri 2 Slawi dengan sasaran peserta adalah pengurus OSIS. Kegiatan pelatihan berupa pemahaman tentang bela negara, sosialisasi tentang anti bullying, dan batasan penggunaan media sosial. Adanya kegiatan PKM ini diharapkan pengurus OSIS dapat menjalankan fungsi dan perannya secara baik dan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan visi dan misi sekolah
Sosialisasi Urgensi Paralegal dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Desa Sinar Sari Kecamatan Kelapa
Dalam proses pengabdian terhadap masyarakat desa peranan institusi amatlah penting agar menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi untuk menyelesaikan permasalahan yang relevan terjadi di masyarakat. Terkhususnya di tingkat desa, urgensi kehadiran Paralegal menjadi hal yang perlu di prioritaskan karena dengan adanya Paralegal tentu dapat membantu penyelesaian permasalahan pada tingkat desa non-litigasi termasuk dalam hal Kekarasan dalam Rumah Tangga (KDRT). Kegiatan bina desa ini dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2025 di Desa Sinar Sari, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan serta diskusi dan hasil interaksi antara narasumber dan para peserta akan dijabarkan secara deskriptif dalam bagian pembahasan. Selain itu kegiatan ini menjadi langkah awal pembekalan mengenai pentingnya Paralegal yang diberikan kepada masyarakat khususnya Desa Sinar Sari serta perangkat desa
PEMUDA SEBAGAI GENERASI HARAPAN PEMBANGUNAN DI KOTA PANGKALPINANG: TUGAS, MINDSET DAN TAAT HUKUM: PEMUDA SEBAGAI GENERASI HARAPAN PEMBANGUNAN DI KOTA PANGKALPINANG: TUGAS, MINDSET DAN TAAT HUKUM
Kegiatan Kemah Pemuda LintasAgama Tahun 2023 merupakanmerupaka salahsatu KegiatanPengabdian Pada Masyarakat yangdilaksanakan oleh Forum KomunikasiUmat Beragama (FKUB) KotaPangkalpinang. Adapun kegiatan inidengan mengusung tema KerukunanAntar Umat Beragama yangdilaksanakan di Bukit Pinteir, DesaDul, Kecamatan Pangkalan Baru,Kabupaten Bangka Tengah, ProvinsiKepulauan Bangka Belitung. Kegiatanyang dilaksanakan merupakan sebuahprogram kegiatan dari ForumKomunikasi Umat Beragama (FKUB)Kota Pangkalpinang sebagai salahsatutupoksi bagian dari Kesbangpol KotaPangkalpinang yang direncanakan dandilaksanakan berdasarkan situasi dankondisi dimana hal ini sangatlahpenting dan bermanfaat khususnyabagi institusi dan tentunya untukmembina kerukunan antar umatberagama yang ada di KotaPangkalpinang. Kegiatan ini sangatlahbermanfaat karena tentunya untukmeningkatkan rasa kerukunanberagama juga persatuan dan kesatuanantar umat beragama dapat terjaga.Adapun kegiatan ini selain pemaparanmateri juga ada diskusi serta lombalainnya dan outbond yang tentunyalebih memupuk rasa persatuan dankesatuan diantara peserta dan panitiayang mengikuti kegiatan tersebut.Pelaksanaan penyamaian materipenyuluhan dilaksanakan di panggungyang telah disediakan oleh panitiadilokasi kegiatan. Adapun materipenyuluhan yang disampaikan olehsalahsatu narasumber adalah “PemudaSebagai Generasi HarapanPembangunan di KotaPangkalpinang”. Pemberian materitersebut dirasakan sangatlah perlu danpenting dengan harapan agar nantinyadapat memberikan pemahaman bagipemuda seperti memahami danmengerti terhadap berbagai hal-halyang berkaitan dengan tugas pemuda,terkait juga pelanggaran hukum sertakenakalan yang tidak boleh dilakukandan mindset yang diharapkan bagiseorang pemuda dalam pembangunanyang berkelanjutan di KotaPangkalpinang.Kegiatan Kemah Pemuda LintasAgama Tahun 2023 merupakanmerupaka salahsatu KegiatanPengabdian Pada Masyarakat yangdilaksanakan oleh Forum KomunikasiUmat Beragama (FKUB) KotaPangkalpinang. Adapun kegiatan inidengan mengusung tema KerukunanAntar Umat Beragama yangdilaksanakan di Bukit Pinteir, DesaDul, Kecamatan Pangkalan Baru,Kabupaten Bangka Tengah, ProvinsiKepulauan Bangka Belitung. Kegiatanyang dilaksanakan merupakan sebuahprogram kegiatan dari ForumKomunikasi Umat Beragama (FKUB)Kota Pangkalpinang sebagai salahsatutupoksi bagian dari Kesbangpol KotaPangkalpinang yang direncanakan dandilaksanakan berdasarkan situasi dankondisi dimana hal ini sangatlahpenting dan bermanfaat khususnyabagi institusi dan tentunya untukmembina kerukunan antar umatberagama yang ada di KotaPangkalpinang. Kegiatan ini sangatlahbermanfaat karena tentunya untukmeningkatkan rasa kerukunanberagama juga persatuan dan kesatuanantar umat beragama dapat terjaga.Adapun kegiatan ini selain pemaparanmateri juga ada diskusi serta lombalainnya dan outbond yang tentunyalebih memupuk rasa persatuan dankesatuan diantara peserta dan panitiayang mengikuti kegiatan tersebut.Pelaksanaan penyamaian materipenyuluhan dilaksanakan di panggungyang telah disediakan oleh panitiadilokasi kegiatan. Adapun materipenyuluhan yang disampaikan olehsalahsatu narasumber adalah “PemudaSebagai Generasi HarapanPembangunan di KotaPangkalpinang”. Pemberian materitersebut dirasakan sangatlah perlu danpenting dengan harapan agar nantinyadapat memberikan pemahaman bagipemuda seperti memahami danmengerti terhadap berbagai hal-halyang berkaitan dengan tugas pemuda,terkait juga pelanggaran hukum sertakenakalan yang tidak boleh dilakukandan mindset yang diharapkan bagiseorang pemuda dalam pembangunanyang berkelanjutan di KotaPangkalpinang
PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANTI KORUPSI SISWA SMP N 2 MANGGAR BELITUNG TIMUR: PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANTI KORUPSI SISWA SMP N 2 MANGGAR BELITUNG TIMUR
Anti korupsi merupakan jiwa dan nilai yang harus dimiliki sejak dini. Pembentukan jiwa anti korupsi harus diterapkan di setip sektor, tidak terkecuali sekto pendidikan, baik tingkat dasar, menengah maupun atas. Pembentukan karakter atau kepribadian anti korupsi dibentuk dan diterapkan kepada siswa-siswi SMP N 2 Manggar sebagai bekal awal dalam menghadapi kehidupan di masa depan. Pemantapan nilai-nilai anti korupsi dilakukan oleh Tim Pengabdi dari Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung. Metode yang dilakukan dengan beberapa tahapan, diantaranya survei serta koordinasi awal yang dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang dialami mitra yakni siswa-siswi SMP N 2 Manggar. Setelah melakukan koordinasi awal, tim pengabdian akan berkoordinasi kembali terkait rencana pembentukan komunitas antikorupsi di SMP N 2 Manggar. Kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan atau sosialisasi mengenai nilai-nilai antikorupsi. Setelah sosialisasi ini, tim pengabdian dan Kepala Sekolah SMP N 2 Manggar meresmikan pengurus komunitas anti korupsi di SMP N 2 Manggar. Penerapan anti korupsi sudah dilakukan oleh Sekolah, namun diharapkan melalui penanaman karakter nati korupsi yang dilakukan oleh Tim Pengabdi FH UBB akan menjadi pendorong implementasi anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Solusi yang diterapkan dalam layanan ini adalah membentuk kepribadian anti korupsi bagi siswa-siswi SMP N 2 Manggar. Tahapan selanjutnya yang dilakukan yakni membentuk komunitas anti korupsi di SMP N 2 Manggar agar lebih mudah berkoordinasi dan membuat buku saku anti korupsi
KONTRIBUSI GENERASI MUDA MELALUI PENANAMAN MANGROVE SEBAGAI UPAYA EDUKASI DAN PENINGKATAN KESADARAN LINGKUNGAN KAWASAN PESISIR DI PANTAI BATU TUNGGAL – KABUPATEN BANGKA
Kerusakan ekosistem pesisir merupakan salah satu persoalan lingkungan yang hingga kini masih membutuhkan perhatian serius, terutama akibat abrasi pantai, alih fungsi lahan, dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir. Setiap tahunnya, kawasan pesisir mengalami tekanan yang semakin meningkat, baik dari aktivitas ekonomi maupun rumah tangga yang berdampak pada berkurangnya luasan hutan mangrove. Kondisi ini diperburuk dengan belum terbentuknya kebiasaan masyarakat dalam menjaga, menanam, dan merawat mangrove sebagai benteng alami pantai. Padahal, mangrove memiliki peran penting dalam melindungi garis pantai dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Kegiatan penanaman mangrove dilaksanakan di Pantai Batu Tunggal, Kabupaten Bangka oleh mahasiswa dan komunitas peduli lingkungan serta bekerja sama dengan Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Baturusa Cerucuk. Melalui kegiatan penanaman mangrove ini diharapkan dapat memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif untuk berpartisipasi aktif dalam pelestarian pesisir. Program ini tidak hanya bertujuan menciptakan kawasan yang hijau dan bebas dari ancaman abrasi, tetapi juga menghasilkan dampak positif berupa peningkatan pengetahuan, kepedulian lingkungan, dan potensi pemanfaatan mangrove sebagai sumber pertahanan ekosistem pesisir yang berkelanjutan
TRANFORMASI SAMPAH MENJADI ASET: PEMILAHAN SAMPAH ORGANIK-ANORGANIK BERBASIS TABUNGAN EMAS MELALUI SINERGI BANK SAMPAH DAN PEGADAIAN
Permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi isu serius di berbagai daerah, termasuk di Desa Pondok Besi, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah serta belum optimalnya sistem pengelolaan sampah menyebabkan terjadinya penumpukan dan pencemaran lingkungan. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik tahun 2025, dilakukan program pengabdian bertema “Transformasi Sampah Menjadi Aset: Pemilahan Sampah Organik-Anorganik Berbasis Tabungan Emas Melalui Sinergi Bank Sampah dan Pegadaian.” Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui sistem pemilahan dan pemberian insentif berupa tabungan emas hasil kerja sama antara Bank Sampah dan Pegadaian. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan pemilahan sampah, pendampingan operasional bank sampah, serta penerapan sistem tabungan emas bagi warga yang aktif menyetorkan sampah terpilah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam memilah sampah, terbentuknya sistem bank sampah yang berkelanjutan, serta munculnya motivasi ekonomi melalui konsep sampah sebagai aset. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan Pegadaian menjadi kunci keberhasilan program ini dalam menciptakan model pengelolaan sampah yang produktif dan bernilai ekonomi
GREEN GUARD: PENINGKATAN LITERASI HAMA DAN PENYAKIT HIDROPONIK BAGI IBU PKK DESA AIR BULUH SEBAGAI GARDA TERDEPAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA
Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan literasi Ibu PKK Desa Air Buluh terhadap hama dan penyakit tanaman hidroponik sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman dalam mengidentifikasi gejala serangan hama seperti kutu daun, ulat grayak, penggorok daun, serta penyakit seperti busuk akar, busuk lunak, dan bercak daun akibat infeksi cendawan dan bakteri. Kegiatan dilakukan melalui metode ceramah interaktif, pemaparan materi visual, diskusi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Peserta yang terlibat sebanyak 25 orang dengan tingkat partisipasi 100 persen. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor post-test sebesar 30,6 poin, di mana 88 persen peserta mengalami peningkatan pemahaman. Selain itu, 80 persen peserta menyatakan bahwa materi mudah dipahami dan relevan dengan praktik hidroponik rumah tangga. Identifikasi organisme pengganggu tanaman dilakukan berdasarkan gejala visual yang muncul pada daun, batang, dan akar, sedangkan pengendalian dilakukan melalui pendekatan terpadu meliputi tindakan preemtif seperti penggunaan media steril, sanitasi lingkungan, dan pemasangan perangkap hama, serta tindakan kuratif seperti penggunaan pestisida nabati dan pemangkasan bagian tanaman yang terinfeksi. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi teknis ibu rumah tangga melalui penyuluhan yang terfokus dan aplikatif berkontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis pertanian ramah lingkunga