Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
    162 research outputs found

    SOSIALISASI PELUANG EKSPOR DAN PENGUATAN INDIKASI GEOGRAFIS BATIK BESUREK BENGKULU SEBAGAI PRODUK WARISAN BUDAYA YANG MENDUNIA

    Full text link
    Batik Besurek merupakan salah satu warisan budaya Bengkulu yang telah memperoleh perlindungan hukum melalui Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum RI. Meskipun telah diakui secara hukum, tingkat daya saing Batik Besurek di pasar nasional dan internasional masih rendah akibat minimnya inovasi, keterbatasan akses informasi ekspor, serta rendahnya pemahaman pengrajin terhadap manfaat perlindungan IG. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengrajin Batik Besurek di Kampung Batik, Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu, mengenai peluang ekspor serta pentingnya penguatan IG sebagai instrumen hukum dan ekonomi dalam pengembangan produk budaya lokal. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif berupa sosialisasi, diskusi interaktif, dan simulasi sederhana tahapan ekspor serta sistem pembayaran internasional. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta terkait mekanisme ekspor non-komersial, pentingnya legalitas IG, dan potensi kolaborasi dengan instansi seperti Dinas Perindag dan ITPC untuk perluasan pasar. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesadaran hukum dan motivasi pengrajin untuk mengembangkan Batik Besurek agar memiliki nilai ekonomi dan posisi kompetitif di pasar global

    PENDAMPINGAN PENATAUSAHAAN TANAH ULAYAT NAGARI UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI NAGARI SUNGAYANG KABUPATEN TANAH DATAR: PENDAMPINGAN PENATAUSAHAAN TANAH ULAYAT NAGARI UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI NAGARI SUNGAYANG KABUPATEN TANAH DATAR

    No full text
    If we define the provisions of Article 5 and General Elucidation number III (1) of Law Number 5 of 1960 on the Basic Agrarian Principles (UUPA), it can be concluded that the applicable Agrarian law is customary law, as long as it does not conflict with national and state interests. In the context of West Sumatra, according to Minangkabau Customary Law, all land and forests from a single tree, a single stone to a single blade of grass, from the height to the sky and the depth to the bowels of the earth are ulayat. This means that ulayat rights can be in the form of natural resources including land to the underground and space above the territory of indigenous peoples. Article 19 paragraph (1) of Law Number 5 of 1960 concerning Basic Agrarian Principles has actually instructed from the beginning that to ensure legal certainty by the Government, land registration is carried out throughout the territory of the Republic of Indonesia according to the provisions regulated by Government Regulations, including here, namely tanah ulayat. Government Regulation No. 18 of 2021 concerning Management Rights, Land Rights, Flat Housing Units, and Land Registration opens up opportunities for tanah ulayat to be registered and granted management rights over it. To uphold this regulation, in 2021 the Ministry of ATR/BPN in collaboration with the Faculty of Law, Universitas Andalas organized an inventory and identification of tanah ulayat nagari in West Sumatra Province and was then followed up with Pilot Project activities that are currently underway, one of those activities is in Nagari Sungayang, Tanah Datar Regency. This activity aims to provide legal certainty to the tanah ulayat of the indigenous people of Nagari Sungayang, Tanah Datar Regency so that the rights of indigenous people are protected.Bila memaknai ketentuan Pasal 5 dan Penjelasan Umum angka III (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) dapat ditarik kesimpulan bahwa hukum Agraria yang berlaku ialah hukum adat, sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan nasional dan negara. Dalam konteks Sumatera Barat, menurut Hukum Adat Minangkabau, seluruh tanah dan hutan mulai dari pohon yang sebatang, batu yang sebutir sampai rumput yang sehelei, yang tingginya sampai ke angkasa dan kedalamannya sampai ke perut bumi adalah ulayat. Artinya hak ulayat dapat berupa sumberdaya alam termasuk tanah hingga bawah tanah dan ruang angkasa yang berada diatas wilayah masyarakat hukum adat. Pasal 19 ayat (1) UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Pokok Agraria sebetulnya sedari awal telah menginstruksikan bahwa untuk menjamin kepastian hukum oleh Pemerintah diadakan pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia menurut ketentuan-ketentuan yang diatur dengan Peraturan Pemerintah, tak terkecuali disini yaitu tanah ulayat. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah membuka peluang tanah ulayat dapat didaftarkan dan diberikan hak pengelolaan diatasnya. Untuk menindaklanjuti peraturan tersebut Tahun 2021 Kementerian ATR/BPN bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Andalas menyelenggarakan kegiatan inventarisasi dan identifikasi tanah ulayat nagari di Provinsi Sumatera Barat yang kemudian ditindaklanjuti dengan kegiatan Pilot Project yang saat ini sedang berlangsung, salah satunya di Nagari Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum terhadap tanah ulayat masyarakat hukum adat Nagari Sungayang, Kabupaten Tanah Datar agar terlindungi hak-hak masyarakat hukum adat

    MEMBANGUN ETIKA PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENTINGNYA MENJAGA DATA PRIBADI DI PANTI ASUHAN MUARA KASIH BUNDA: MEMBANGUN ETIKA PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENTINGNYA MENJAGA DATA PRIBADI DI PANTI ASUHAN MUARA KASIH BUNDA

    No full text
    This community service focuses on the importance of instilling ethical values and data security awareness in children to prevent potential risks related to data misuse, especially among orphanage children. The service is conducted through socialization using qualitative methods, participatory approaches, and experiential learning theories to actively engage children in learning about the ethics of technology use and data security. The methodology includes interactive sessions such as material presentations and Q&A sessions to enhance understanding and internalization of ethical values. The results show that children actively participated in the sessions, increasing their awareness of the importance of protecting personal data and applying ethical principles in everyday technology use. Factors such as privacy awareness and safe and responsible technology use play a crucial role in creating a safe and ethical environment for information technology use in the orphanage. This service demonstrates the effectiveness of experiential learning and outreach activities in promoting ethical technology use and data security awareness among children. This activity can serve as an effective model for other community service programs in the field of information technology ethics education for the younger generation.Pengabdian ini berfokus pada pentingnya menanamkan nilai-nilai etika dan kesadaran keamanan data pada anak-anak untuk mencegah potensi risiko terkait penyalahgunaan data, khususnya di kalangan anak-anak  panti asuhan. Pengabdian dilakukan melalui sosialisasi dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan partisipatif dan teori pembelajaran pengalaman untuk melibatkan anak secara aktif dalam pembelajaran etika penggunaan teknologi dan keamanan data. Metodologinya mencakup sesi interaktif seperti sesi pemaparan materi dan sesi tanya jawab untuk meningkatkan pemahaman dan internalisasi nilai-nilai etika. Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak  berpartisipasi aktif dalam sesi, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi data pribadi dan menerapkan prinsip etika dalam menggunakan teknologi sehari-hari. Beberapa faktor seperti kesadaran privasi dan penggunaan teknologi yang aman dan bertanggungjawab memainkan peran yang penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan etis dalam penggunaan teknologi informasi di panti asuhan. Pengabdian ini menunjukkan efektivitas pembelajaran berdasarkan pengalaman dan kegiatan penjangkauan dalam mempromosikan penggunaan teknologi yang etis dan kesadaran keamanan data pada anak-anak. Kegiatan ini dapat menjadi model yang efektif untuk program pengabdian masyarakat lainnya di bidang pendidikan etika teknologi informasi bagi generasi muda

    Pemberdayaan Kesehatan Perempuan Komunitas Batik Di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban: Pemberdayaan Kesehatan Perempuan Komunitas Batik Di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban

    No full text
    This community service activity is motivated by the Covid-19 pandemic which has been going on since March 2020, because it is important for the community, especially women who work as batik craftsmen, to maintain their health. There are still many community members and women in the batik community who have not complied with the health protocol. This could be because you are not used to it, so you feel uncomfortable. For this reason, the Master of Sociology Study Program, Department of Sociology, FISIP Universitas Airlangga took the initiative to carry out community service activities to empower women in the batik community in the health sector in Kerek District, Tuban Regency, East Java. This service activity was attended by 50 women from the Bati community in Kerek District and took place in Gaji Village. To avoid crowds, the activity was carried out in two sessions and each session was attended by 25 people. Activities are carried out using mixed methods, namely online and offline. Participants attend and take part in activities in Gaji Village while the material is provided online. The material provided is knowledge about the coronavirus, prevention, and transmission of Covid-19, and the role of the family in dealing with family members when someone is sick. The results of the community service show that the knowledge of the service participants experienced a delay after the community service activities were carried out. This is shown from the results of the pre-test and post-test conducted during the activity.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatari oleh adanya pandemic covid-19 yang sudah berlangsung sejak Bulan Maret 2020, karena penting bagi masyarakat khususnya perempuan yang bekerja sebagai pengrajin batik untuk menjaga kesehatan. Masih banyaknya warga masyarakat dan perempuan komunitas batik yang belum mentaati protokol kesehatan. Hal ini bisa karena belum terbiasa, sehingga merasa tidak nyaman. Untuk itu Prodi S2 Sosiologi Departemen Sosiologi FISIP Universitas Airlangga berinisiatif melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan untuk memberdayakan perempuan komunitas batik di bidang kesehatan di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur”.  Kegiatan pengabdian ini diikuti 50 orang perempuan komunitas bati di Kecamatan Kerek dan bertempat di Desa Gaji. Untuk menghindari terjadinya kerumunan maka kegiatan dilakukan dua sesi dan tiap-tiap sesi diikuti 25 orang. Kegiatan dilakukan dengan metode campuran yaitu daring dan luring.  Peserta hadir dan mengeikuti kegiatan di Desa Gaji sedangkan materi diberikan secara daring. Materi yang diberikan adalah pengetahuan tentang virus corona, pencegahan dan penularan covid-19 dan peran keluarga dalam menangani anggota keluarga apabila ada yang sakit. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa pengetahuan peserta pengabdian mengalami penongkata setelah dilakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat. Hal ni ditunjukkan dari hasil pres-test dan post-test yang dilakukan selama kegiatn tersebut berlangsung

    PERANAN CUSTOMER SERVICE DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN NASABAH TERHADAP PELAYANAN PERBANKAN DI PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK UNIT TEHORU CABANG MASOHI MALUKU TENGAH: Peranan Customer Service Dalam Meningkatkan Kepuasan Nasabah Terhadap Pelayanan Perbankan Di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK Unit Tehoru Cabang Masohi Maluku Tengah

    No full text
    This study aims to determine the role of Customer Service in increasing customer satisfaction with banking services of PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Tehoru Unit Masohi Branch Central Maluku. This research uses qualitative methods of data collection through interviews, observation, direct observation and primary data. Based on the results of the study it can be seen that the efforts of the role of Customer Service in increasing customer satisfaction with banking services have been included in the good category and have been in accordance with what is expected by customers so as to get a positive assessment of customers.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Customer Service dalam meningkatkan kepuasan nasabah terhadap pelayanan perbankan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Tehoru Cabang Masohi Maluku Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pengumpulan data melalui dengan cara wawancara, observasi, pengamatan secara langsung dan data primer. Berdasarkan hasil penelitian dapat di ketahui bahwa upaya peranan Customer Service dalam meningkatkan kepuasan nasabah terhadap pelayanan perbankan telah termasuk dalam kategori yang baik dan telah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh nasabah sehingga mendapatkan penilaian yang positif dari nasaba

    APLIKASI TEKNIK AIRLIFT DIFFUSER PADA PENDEDERAN LOBSTER (Panulirus Sp): Aplikasi Teknik Airlift Diffuser Pada Pendederan Lobster (Panulirus Sp)

    Full text link
    With the issuance of Ministerial Regulation of the Ministry of Fisheries Number 56 of 2016 concerning catching lobsters, crabs and blue swimming crabs, it can encourage the development of lobster farming businesses. The main problem in lobster nursery activities (Panulirus spp) is still having problems, namely the low survival rate at the juvenile lobster stage. This is presumably due to water quality, especially the low oxygen demand. Another factor is the cannibalistic nature of the juvenile lobsters. This service activity aims to provide understanding to the community, especially lobster collectors in Rangai Tri Tunggal Village, Katibung District regarding the application of airlift technology in lobster hatchery activities. In general, the level of knowledge and skills of group members regarding the manufacture of airlift diffusers is still low, namely 10%. However, after the training was held, knowledge and skills increased to 75%. Airlift diffuser technology is very appropriate to be used to help overcome production costs by reducing the use of electrical energy to assist in maintaining and managing water quality. Lobster cultivation can be used as a community business on a small scale and can be used as an alternative when there are restrictions on lobsters with sizes below those specified in KP Ministerial Decree No. 56 of 2016.Dengan Keluarnya Peraturan Menteri Kementerian Perikanan Nomor 56 tahun 2016 tentang penangkapan lobster, kepiting, dan rajungan dapat mendorong pengembangan usaha budidaya lobster. Permasalahan utama dalam kegiatan pendederan lobster (Panulirus spp) masih mengalami kendala yaitu rendahnya kelulushidupan pada stadia juvenil lobster. Hal ini diduga karena kualitas air terutama kebutuhan oksigen yang rendah. Faktor lain adalah sifat kanibal pada stadia juvenil pada lobster. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya Pengumpul lobster di Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung mengenai  aplikasi teknologi airlift dalam kegiatan pembenihan lobster. Secara umum tingkat pengetahuan dan keterampilan para anggota kelompok mengenai pembuatan airlift diffuser masih rendah, yaitu 10%. Namun setelah diadakan pelatihan, pengetahuan dan keterampilan meningkat menjadi 75%. Teknologi airlift diffuser sangat tepat digunakan untuk membantu mengatasi biaya produksi dengan mengurangi pemakaian energi listrik untuk membantu dalam menjaga dan mengelola kualitas air. Budidaya lobster dapat dijadikan sebagai usaha masyarakat dalam skala kecil dan dapat digunakan sebagai alternatif manakala terjadi pembatasan lobster dengan ukuran dibawahyang ditetapkan dalam permen KP No 56 tahun 2016

    Pemberdayaan Perempuan untuk Kesehatan Reproduksi dan Anak Balita: Pemberdayaan Perempuan untuk Kesehatan Reproduksi dan Anak Balita

    Full text link
    The health of women and children is one of the crucial issues in achieving health development throughout the world. All of these problems must be solved immediately, mainly through community service activities by implementing science and technology that have been produced by the Team\u27s research in recent years for the community in Wringinanom District, Gresik Regency. The purpose of this activity and the target of community service activities is to provide the following solutions; 1) provide independent registration assistance related to women\u27s and children\u27s reproductive health; 2) strengthening women\u27s networks through information technology; 3) Empower PKK Health Cadres. This community service is carried out from preparation, implementation, monitoring and evaluation. The data collection method was carried out by holding a pretest and posttest. This study shows that reproductive health is not just a medical problem, but also a social and cultural problem. Not because women are guilty for not understanding and not caring about their own health conditions, but more related to their insensitive access to the situation faced by women. Therefore, joint efforts are needed to increase women\u27s knowledge related to reproductive health and children under five to achieve the third Sustainable Development Goals, namely a healthy and prosperous life.Kesehatan perempuan dan anak merupakan salah satu isu yang krusial dalam pencapaian pembangunan kesehatan di seluruh dunia. Semua persoalan ini harus segera dipecahkan utamanya melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan mengimplementasikan Iptek yang telah dihasilkan oleh penelitian Tim beberapa tahun terakhir pada masyarakat di Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik. Tujuan kegiatan dan target kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah memberikan solusi sebagai berikut; 1) melakukan pendampingan pencatatan mandiri terkait kesehatan reproduksi perempuan dan anak; 2) penguatan jaringan perempuan melalui teknologi informasi; 3) Memberdayakan Kader Kesehatan PKK. Pengabdian masyarakat ini dilakukan mulai persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara mengadakan pretest dan postest. Studi ini menunjukkan bahwa kesehatan reproduksi bukan sekadar masalah medis, melainkan juga masalah sosial dan kultural. Bukan karena perempuan yang bersalah karena kurang memahami dan menjadi tidak peduli terhadap kondisi kesehatannya sendiri, tetapi lebih terkait pada akses yang tidak sensitif pada situasi yang dihadapi perempuan. Oleh karena itu, perlu upaya bersama untuk meningkatkan pengetahuan perempuan terkait kesehatan reproduksi dan anak balita untuk mencapai Sustainable Development Goals ketiga yaitu kehidupan yang sehat dan sejahtera

    PEMBERDAYAAN PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS KELUARGA MANDIRI DALAM MENJAGA KEBERSIHAN PEKARANGAN RUMAH MENUJU LINGKUNGAN SEHAT DAN EKONOMIS: Pemberdayaan Pengelolaan Sampah Berbasis Keluarga Mandiri Dalam Menjaga Kebersihan Pekarangan Rumah Menuju Lingkungan Sehat Dan Ekonomis

    No full text
    Garbage is a place for disease agents to develop, whether in the form of bacteria, mosquitoes, cockroaches and rats. These agents carry disease agents that can cause diarrhea, malaria, dengue fever, typhoid and others. The amount of waste in the environment is also related to the increasing population. The environment in the Bangka Belitung Islands Province is also inseparable from the problem of waste management. Especially at the service location, namely in Permis Village, Simpang Rimba District, South Bangka Regency. Permis village is a village with quite a large population in South Bangka district, so waste management and health education are very important. Pemis Village has a population of 3,894 people or a population density of 173.77 people/km2. Permis Village has geographical potential, namely the Permisan Hill and the beach. Permisan Hill or better known as the Mount Permisan Natural Tourism Park (TWA) in Simpang Rimba District, South Bangka Regency which is still natural and has not been managed properly. So it really needs to be managed, especially in an effort to make the area an ecotourism area that can grow people\u27s economic resources. The service program that will be carried out is in the form of Independent Family-Based Waste Management activities within the Permis village population. The activity is in the form of Socialization of an independent family-based waste management system and Involving the Permis village community in the waste management application. The purpose of implementing this service is to build community commitment and awareness about the importance of good waste management towards a healthy and economically valuable family environment. So that it is hoped that an independent, healthy and competitive society will be formed.Sampah merupakan salah satu tempat agen penyakit berkembang, baik itu berupa bakteri, nyamuk, kecoa dan tikus. Agen-agen tersebut membawa agen penyakit yang dapat menyebabkan penyakit diare, malaria, demam berdarah, tipus dan lain-lain. Jumlah sampah di lingkungan juga terkait dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah. Lingkungan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga tidak terlepas dari masalah pengelolaan sampah. Terutama pada lokasi pengabdian yaitu di Desa Permis Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan. Desa permis termasuk desa yang cukup banyak penduduknya di kabupaten Bangka Selatan sehingga pengelolaan sampah dan penyuluhan kesehatan sangat penting dilakukan. Desa Pemis memiliki jumlah penduduk 3.894 jiwa atau dengan kepadatan penduduk 173,77 jiwa/km2. Desa Permis memiliki potensi geografis yaitu adanya Bukit Permisan dan pantai. Bukit Permisan atau yang lebih dikenal Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Permisan di Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan yang masih alami dan belum dikelola dengan baik. Sehingga sangat perlu dikelola terutama dalam upaya menjadikan daerahnya daerah ekowisata yang dapat menumbuhkan sumber ekonomi masyarakat. Program pengabdian yang akan dilakukan berupa  kegiatan Pengelolaan Sampah Berbasis Keluarga Mandiri di lingkungan penduduk desa Permis. Kegiatan tersebut berupa Sosialisasi Sistem pengelolaan sampah berbasih keluarga mandiri serta Melibatkan masyarkat desa Permis dalam aplikasi pengelolaan sampah Adapun tujuan Pelaksanaan pengabdian yaitu Membangun komitmen dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik menuju lingkungan keluarga yang sehat dan bernilai ekonomis. Sehingga diharapkan akan terbentuk masyarkat mandiri, sehat dan berdaya saing

    SIMULASI AKSESSIBILITAS EVAKUASI TSUNAMI MENGGUNAKAN TOOLS NETWORK ANALYSIS DI DAERAH RAWAN TSUNAMI KABUPATEN TANGGAMUS: Simulasi Aksessibilitas Evakuasi Tsunami Menggunakan Tools Network Analysis Di Daerah Rawan Tsunami Kabupaten Tanggamus

    No full text
    Geological activity in the Sunda Strait received attention through the tsunami that occurred at the end of 2018 and the tectonic earthquake in the Sunda Strait subduction zone with Magnitude 6.9 on August 2, 2019. These conditions raise concerns about the threat of earthquake and tsunami disasters in the surrounding area. Tanggamus Regency, which is located within a fairly close radius to the Sunda Strait, has a very wide tsunami-prone lowland, especially in the area around the tip of Teluk Semangka. Based on these conditions, this research generally aims to map evacuation service areas, map evacuation times, and analyze effective evacuation models. To answer these challenges, this research was conducted following several methodological stages. It started with defining the study area using spatial analysis, digitizing the road network and interlinking it with the Network Analysys tool on the ArcGIS platform. Based on the observation, it was found that the most at-risk areas are those that have the farthest distance from the Temporary Evacuation Site (TES) location when traveled without a vehicle. Each region has a TES location that can be reached using the available roadways. There are 3 sub-districts that have a travel time of more than 30 minutes to reach the TES, namely, Semaka sub-district, Wonosobo sub-district and Kota Agung Barat sub-district. It is expected that the results of this study can be one of the considerations in tsunami disaster mitigation efforts in Tanggamus Regency.Aktivitas geologis di Selat Sunda mendapat perhatian melalui tsunami yang terjadi pada akhir tahun 2018 dan gempa tektonik di zona subduksi Selat Sunda dengan Magnitude 6.9 pada 2 Agustus 2019. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tentang ancaman bencana gempa dan tsunami di daerah sekitarnya. Kabupaten Tanggamus yang terletak dalam radius yang cukup dekat dengan Selat Sunda memiliki dataran rendah rawan tsunami yang sangat luas khususnya pada wilayah di sekitar ujung Teluk Semangka. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini secara umum bertujuan untuk memetakan wilayah layanan evakuasi, memetakan waktu evakuasi, dan menganalisis model evakuasi yang efektif. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan mengikuti beberapa tahapan metodologi. Diawali dari penetapan wilayah studi menggunakan analisis spasial, digitasi jaringan jalan dan mengintergasikannya dengan tools Network Analys pada platform ArcGIS. Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan bahwa wilayah yang paling beresiko adalah yang memiliki jarak terjauh dari lokasi Tempat Evakuasi Sementara (TES) apabila ditempuh tanpa kendaraan. Setiap wilayah memiliki lokasi TES yang dapat ditempuh menggunakan jalur jalan yang tersedia. Terdapat 3 kecamatan yang memiliki waktu tempuh lebih dari 30 menit untuk mencapai TES yaitu, Kecamatan Semaka, Kecamatan Wonosobo dan Kecamatan Kota Agung Barat. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam upaya mitigasi bencana tsunami di Kabupaten Tanggamus

    Nationalism In Realizing The Goals Of The National Pillars: Challenges, Creative And Innovative Ideas That Youth Should Have: Nasionalisme Dalam Mewujudkan Tujuan Pilar Kebangsaan: Tantangan, Ide/Gagasan Yang Kreatif Dan Inovatif Yang Harus Dimiliki Pemuda

    No full text
    The importance of understanding the four pillars of nationalism in the life of the nation and state for today\u27s young generation, especially nationalism, is so that youth have the values of national insight and patriotism in themselves so that they have a sense of responsibility in providing the best for their country. To fulfill this, the youth must have creative and innovative ideas and ideas in building the nation and state. The four pillars of nationalism consisting of Pancasila, Undang-Undang Dasar Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika and Negara Kesatuan Republik Indonesia have the value of moral principles to achieve the life of an independent, sovereign, just and prosperous Indonesian nation as stated in the goals of the Nation and state in the UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945. This is reflected that these 4 pillars have important purposes and meanings and are useful for current and future generations. It should be realized by today\u27s youth that the younger generation must be required to face all the challenges that exist today, namely globalization which is very extraordinary in affecting the sense of nationalism of youth. We can also see the many law violations that occur committed by youth as a result of the lack of actualizing the values of the 4 pillars of nationalism in family life, society and the nation and state. As for other efforts that can be made to foster a sense of nationalism, namely by making a work with the theme of love for the country, heroism, and so on that is national in nature so that in the process of making the work the younger generation will be reminded of the struggles of the nation\u27s heroes before and thus a sense of nationalism in themselves will be embedded and grow in their souls. Related to the above, there are actually many positive activities that can be carried out by young people to build their country so that the sense of nationalism can be maintained.Pentingnya akan pemahaman tentang empat pilar kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi generasi muda saat ini khususnya nasionalisme adalah agar pemuda memiliki nilai-nilai wawasan kebangsaan dan patriotisme dalam dirinya sehingga pemuda tersebut memiliki rasa tanggungjawab dalam memberikan yang terbaik untuk negaranya. Untuk memenuhi hal tersebut para pemuda haruslah memiliki  ide maupun gagasan yang kreatif dan inovatif dalam membangun bangsa dan negara. Empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Undang-undang Dasar Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai nilai prinsip moral untuk mencapai kehidupan bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur sebagaimana termaktub dalam tujuan Bangsa dan negara dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945. Hal ini tercermin bahwa 4 pilar ini mempunyai tujuan dan arti penting dan berguna untuk generasi sekarang maupun yang akan datang. Perlu disadari oleh pemuda saat ini bahwa generasi muda haruslah dituntut untuk menghadapi segala tantangan yang ada saat ini yakni globalisasi yang sangat luar biasa mempengaruhi rasa nasionalisme pemuda. Hal ini dapat kita lihat juga banyaknya pelanggaran hukum yang terjadi yang dilakukan oleh pemuda  akibat dari kurangnya mengaktualisasi nilai-nilai 4 pilar kebangsaan dalam kehidupan keluarga, masyarakat dan bangsa serta negara. Adapun upaya lain yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme berbangsa yaitu dengan membuat suatu karya yang bertemakan cinta tanah air, kepahlawanan, dan lain sebagainya yang bersifat nasional sehingga dalam proses pembuatan karya tersebut generasi muda akan teringat kembali dengan perjuangan para pahlawan bangsa sebelumnya dan dengan demikian rasa nasionalisme dalam diri mereka akan tertanam dan tumbuh di jiwa mereka. Terkait dengan hal-hal diatas sebetulnya banyak sekali kegiatan yang positif yang dapat dilakukan oleh para pemuda untuk membangun negaranya agar rasa nasionalisme tersebut dapat terus terjaga

    18

    full texts

    162

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇