Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
    162 research outputs found

    IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IBM) APLIKASI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN UNTUK MEMPEROLEH AIR BERSIH SECARA SEDERHANA MELALUI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DI SUNGAILIAT, KABUPATEN BANGKA: IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IBM) APPLICATION AND PROCESSING TRAINING TO OBTAIN CLEAN WATER SIMPLY THROUGH THE EMPOWERMENT OF COASTAL COMMUNITIES IN SUNGAILIAT, BANGKA REGENCY

    No full text
    People in the area of Kampung Nelayan I and II, Pesisir Sungailiat in their daily lives use water from dug wells obtained from dug wells that is yellow, tastes, smells fishy, causes brown and yellowish stains on white clothes. The water from the household\u27s dug well does not comply with clean water quality standards and can interfere with their health. The main objective of this activity is to provide training on filtering murky water into clean water for communities experiencing a clean water crisis with a simple multilevel filter method and build two sample units of water treatment plants. The implementation of this activity involved two partners as the main supporters of the implementation of clean water facilities, namely the Fishermen I and Fishermen II groups. The training on filtering murky water from dug wells into clean water using the Simple Multilevel Filter method in fishermen areas has been carried out together with coastal communities and students so that after the training, the knowledge can be applied directly. Two sample water installation units have been built in Nelayan I and Nelayan II Villages, as an example so that the community will be able to make water treatment units independently. This activity produces a simple, safe, cheap and natural method to produce clean water that can be used by coastal communities. Two units of water installation buildings have been used by the community and the community has also been given training on how to care for and maintain filtration buildings. Public awareness on how to live a healthy life has been carried out to improve the quality of life of the Kampung Nelayan community.Masyarakat di wilayah Kampung Nelayan I dan II, Pesisir Sungailiat dalam kehidupan sehari-harinya menggunakan air dari sumur gali yang diperoleh dari sumur gali berwarna kuning, berasa, berbau amis, menimbulkan noda coklat dan kekuning-kuningan pada pakaian putih.  Air dari sumur gali rumah tangga tersebut tidak sesuai dengan standar kualitas air bersih dan dapat mengganggu kesehatan mereka. Tujuan utama dalam kegiatan ini adalah memberi pelatihan penyaringan air keruh menjadi air bersih untuk lingkungan masyarakat yang mengalami krisis air bersih dengan metode saringan bertingkat sederhana dan membangun dua unit contoh instalasi pengolahan air. Pelaksanaan kegiatan in melibatkan dua mitra sebagai pendukung utama pelaksanaan pembuatan fasilitas air bersih, yaitu kelompok Nelayan I dan Nelayan II. Kegiatan pelaksanaan pelatihan penyaringan air keruh dari sumur gali menjadi air bersih dengan metode Saringan Bertingkat Sederhana di wilayah nelayan telah dilakukan bersama-sama dengan  masyarakat pesisir dan mahasiswa sehingga setelah pelatihan, ilmunya dapat diaplikasikan secara langsung. Dua unit contoh instalasi air telah dibangun di Kampung Nelayan I dan Nelayan II, sebagai contoh agar masyarakat nanti mampu membuat unit pengolahan air secara mandiri. Dengan adanya kegiatan ini menghasilkan metode sederhana, aman, murah dan berbahan alami untuk menghasilkan  air bersih yang dapat digunakan masyarakat pesisir. Dua unit bangunan instalasi air telah digunakan oleh masyarakat dan masyarakat juga sudah diberi pelatihan cara merawat dan memelihara bangunan filtrasi. Penyadaran masyarakat mengenai cara hidup sehat telah dilakukan untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat Kampung Nelayan

    Kuliah Kerja Nyata (KKN) Hutan Kemasyarakatan (HKm) Ekowisata di Desa Kurau Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah: Kuliah Kerja Nyata (KKN) Hutan Kemasyarakatan (HKm) Ekowisata Di Desa Kurau Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah

    No full text
    The Hutan Kemasyarakatan (HKm) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Ecotourism in Kurau Village is needed to provide a correct understanding to all stakeholders, especially the community, in the midst of mining which is considered an important economic driver number 2 after agriculture. A correct understanding will encourage the formation of HKm groups and will ultimately function HKm groups for the economic welfare of communities in forest areas, and the realization of sustainable forest management. The implementation of the HKm program in the Bangka Belitung Islands Province requires the participation of all parties, both from the community, local government, social agencies, companies and also the academic world. KKN-Thematic is a vehicle for involving the academic community to participate in forest management in the province. KKN-Thematic provides an easy way for campus participation and it is hoped that with real examples that are deeply felt by the community in the Bangka Belitung Islands Province, so that students are honed to care for the development of their region, care for the community and therefore increase social care for the personal development of students.Kegitan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Hutan Kemasyarakatan (Hkm) Ekowisata di Desa Kurau diperlukan untuk memberikan pemahaman yang benar kepada semua pemangku kepentingan terutama masyarakat, ditengah – tengah penambangan yang dianggap sebagai penggerak ekonomi yang penting nomor 2 setelah pertanian. Pemahaman yang benar akan mendorong terbentuknya kelompok – kelompok HKm dan pada akhirnya akan memfungsikan kelompok – kelompok HKm bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat di kawasan hutan, dan terwujudnya pengelolaan hutan yang lestari. Pelaksanaan program HKm di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diperlukan peran serta semua pihak, baik dari masyarakat, pemerintah daerah, instansi sosial, perusahaan dan juga dunia akademisi. Kuliah Kerja Nyata Tematiik (KKN-Tematik) adalah wahana pelibatan civitas akademika untuk berperan serta pada pengelolaan hutan di provinsi. KKN-Tematik memberikan kemudahan bagi peran serta kampus dan diharapkan dengan contoh nyata yang sangat dirasakan oleh masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sehingga mahasiswa terasah untuk peduli bagi pembangunan daerahnya, peduli pada masyarakat dan karenanya meningkatkan kepedulian sosial bagi perkembangan pribadi mahasiswa

    Peningkatan Partisipasi Masyarakat melalui Sosialisasi Informasi Nuklir di Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Barat: Peningkatan Partisipasi Masyarakat Melalui Sosialisasi Informasi Nuklir Di Kabupaten Bangka Selatan Dan Bangka Barat

    No full text
    The issue of the government\u27s plan to realize the construction of a nuclear power plant (PLTN) in the Bangka Belitung Islands Province is still a hot topic of discussion among the community, especially in the South Bangka and West Bangka districts. Receiving unbalanced information about nuclear in the community affects the formation of perceptions that grow and develop among the public towards nuclear science and technology. This perception will affect public acceptance both positively and negatively and will then be communicated when facing actual problems. Through nuclear information socialization activities, it is hoped that it can increase public knowledge/insight and understanding of nuclear, especially in the South Bangka and West Bangka Regencies. Nuclear information socialization activities carried out include: (1) practical learning of nuclear information and (2) visits to nuclear facilities. Based on the information dissemination activities that have been carried out, it is obtained that (1) the community in South Bangka and West Bangka Regencies gain knowledge/insight and understanding of nuclear information and (2) the knowledge/insight and understanding of the community in South Bangka and West Bangka Regencies about nuclear information began to increase.Isu tentang rencana pemerintah merealisasikan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di provinsi kepulauan Bangka Belitung masih menjadi topik pembahasan yang hangat di kalangan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Bangka Selatan maupun Bangka Barat.  Penerimaan informasi tentang nuklir yang tak berimbang pada masyarakat berpengaruh terhadap pembentukan persepsi yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat terhadap iptek nuklir.  Persepsi inilah yang akan berpengaruh terhadap penerimaan masyarakat baik positif maupun negatif dan selanjutnya akan dikomunikasikan pada saat menghadapi persoalan yang sebenarnya.   Melalui kegiatan sosialisasi informasi nuklir diharapkan dapat meningkatan pengetahuan/wawasan dan pemahaman masyarakat terhadap nuklir khusunya di Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Barat.  Kegiatan Sosialisasi informasi nuklir yang dilaksanakan meliputi: (1) pembelajaran praktis informasi nuklir  dan (2) kunjungan pada fasilitas nuklir.  Berdasarkan kegiatan sosialisasi informasi yang telah dilaksanakan diperoleh bahwa (1) Masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Barat mendapatkan pengetahuan/wawasan dan pemahaman tentang informasi nuklir dan (2) Pengetahuan/wawasan dan pemahaman masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Barat tentang informasi nuklir mulai meningkat

    Membangun Dusun Tuing dari Sektor Perikanan, Pariwisata, dan Pertanian: Membangun Dusun Tuing Dari Sektor Perikanan, Pariwisata, Dan Pertanian

    Full text link
    Tuing Hamlet, Mapur Village, Riau Silip Sub-district, Bangka Regency is one of the underdeveloped hamlets in Bangka Regency. The main factor causing its underdevelopment is the very poor road access. However, Tuing Hamlet has beautiful tourism potential, unexplored fisheries and agriculture that still need to be developed. So that approaches need to be taken to improve and develop these sectors such as making fishing aids, providing GPS assistance, structuring the hamlet, conducting socialization with the local government, forming farmer groups, making vegetable demonstration plots and verticulture, providing super native chicken seeds and rubber seeds, socializing land ownership status laws, and making road paving RAB. Most of these service activities in Tuing Hamlet were successfully carried out so that the community could make squid FADs and fish FADs and knew the fishing points using GPS, knew the demonstration plot and verticulture methods and were able to breed super native chickens. Therefore, in order for Tuing Hamlet to get out of the shackles of underdevelopment, the local government should immediately pave the road based on the RAB that has been made, conduct socialization of Regional Regulation No. 1 of 2013, and collaborate with Universitas Bangka Belitung to make a master plan for tourism development in Tuing Hamlet.Dusun Tuing Desa Mapur Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka merupakan salah satu dusun tertinggal di Kabupaten Bangka.  Faktor utama penyebab ketertinggalannya adalah akses jalan yang sangat jelek.  Akan tetapi, Dusun Tuing menyimpan potensi pariwisata yang sangat indah dan perikanan yang belum terlalu diekplor serta pertanian yang masih perlu dikembangkan.  Sehingga perlu pendekatan-pendekatan yang dilakukan untuk melakukan pembenahan dan pengembangan terhadap sektor-sektor tersebut seperti membuat alat bantu tangkap ikan, memberi bantuan GPS, melakukan penataan dusun, melakukan sosialisasi dengan pemerintah daerah, membentuk kelompok tani, membuat demplot dan vertikultur sayur mayur, pemberian bibit ayam kampung super dan bibit karet, sosialisasi UU status kepemilikan lahan, dan membuat RAB pengaspalan jalan.  Sebagian besar kegiatan-kegiatan pengabdian di Dusun Tuing ini berhasil dilakukan sehingga masyarakat dapat membuat rumpon cumi dan rumpon ikan serta tahu titik-titik penangkapan dengan menggunakan GPS, tahu metode demplot dan vertikultur dan mampu mengembangbiakkan ayam kampung super.  Oleh karena itu, agar Dusun Tuing dapat keluar dari belenggu ketertinggalan, sebaiknya pemerintah daerah segera melakukan pengaspalan jalan berdasarkan RAB yang telah dibuat, melakukan sosialisasi Perda No. 1 tahun 2013, dan bekerjasama dengan Univeritas Bangka Belitung untuk membuat master plan pengembangan pariwisata di Dusun Tuing

    Empowerment of Coastal Women in Developing Seaweed Processed Products in Batu Beriga Village, Central Bangka: Pemberdayaan Perempuan Pesisir dalam Pengembangan Produk Olahan Rumput Laut di Desa Batu Beriga, Bangka Tengah

    No full text
    Batu Beriga Village is one of the seaweed farming locations in the Province of Bangka Belitung Islands, located in Lubuk Besar Subdistrict, Central Bangka Regency. Seaweed farmers in Batu Beriga Village said that seaweed cultivation in Batu Beriga Village is still a beginner activity initiated by the surrounding community, most of whom have a background as capture fishermen. As a beginner cultivator in the seaweed sector, there are several obstacles and problems faced, including limited target consumers and marketing due to the low number of processed seaweed products in the Bangka Belitung Islands. Based on the situation analysis and partner problems, the solution offered is training for coastal women\u27s groups to produce processed seaweed-based products that are of high quality and competitiveness. The method of activity implementation consists of counseling, exposure and discussion of partner problems regarding the importance of processed seaweed-based products and business opportunities for processed seaweed at the household scale and partner participation in program implementation. The processed seaweed product presented in the training activities was seaweed dodol. The training activity on making seaweed dodol went well. The PKK members were enthusiastic in participating in the training activities. The training activities began with a presentation on the economic value of seaweed. The next activity was to explain the types of processed seaweed that have high economic value. The dodol-making training involved several group members in assisting with the demonstration of dodol-making, starting from the preparation of tools and materials to the process of making seaweed dodol. The training was followed by a discussion session. The activity on a different day was the socialization of digital marketing, branding and marketing management with Boleh.ID partners who focus on UMKM e-commerce and were held for one day at the Batu Beriga Village PKK Multipurpose Building. The PKK members shared their interest in seaweed processing.Desa Batu Beriga merupakan salah satu lokasi budidaya rumput laut di provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berada di Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah. Petani budidaya rumput laut di Desa Batu Beriga menuturkan bahwa kegiatan budidaya rumput laut di Desa Batu Beriga tergolong masih pemula yang diinisiasi oleh masyarakat sekitar yang sebagian besar memiliki latar belakang sebagai nelayan perikanan tangkap. Sebagai pembudidaya pemula di bidang rumput laut, terdapat beberapa kendala dan permasalahan yang dihadapi diantaranya target konsumen dan pemasaran yang terbatas karena masih rendahnya produk olahan rumput laut di Kepulauan Bangka Belitung. Berdasarkan analisis situasi dan permasalahan mitra, maka solusi yang ditawarkan yaitu pelatihan bagi kelompok perempuan pesisir untuk menghasilkan produk olahan berbahan dasar rumput laut yang berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari penyuluhan, pemaparan dan diskusi terhadap permasalahan mitra mengenai pentingnya olahan berbahan dasar rumput laut dan peluang usaha olahan rumput laut skala rumah tangga serta partisipasi mitra dalam pelaksanaan program. Produk olahan rumput laut yang disampaikan pada kegiatan pelatihan adalah dodol rumput laut. Kegiatan pelatihan pembuatan dodol rumput laut berjalan dengan baik. Ibu-ibu anggota PKK antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Kegiatan pelatihan diawali dengan pemaparan tentang nilai ekonomis rumput laut. Kegiatan selanjutnya adalah menjelaskan tentang jenis-jenis olahan rumput laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Pelatihan pembuatan dodol melibatkan beberapa anggota kelompok dalam membantu melakukan demonstrasi pembuatan dodol mulai dari persiapan alat dan bahan hingga proses pembuatan dodol rumput laut. Kegiatan pelatihan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Kegiatan pada hari yang berbeda yaitu sosialisasi digital marketing, branding dan manajemen pemasaran bersama mitra Boleh.ID yang fokus di bidang e-commerce UMKM dan dilaksanakan selama satu hari yang bertempat di tempat Gedung Serba Guna PKK Desa batu Beriga. Ibu-ibu anggota PKK menceritakan tentang ketertarikan terkait pengolahan rumput laut

    Peningkatan Kapasitas (Capacity Building) Aparatur Pemerintahan Desa Kota Kapur Kabupaten Bangka: Peningkatan Kapasitas (Capacity Building) Aparatur Pemerintahan Desa Kota Kapur Kabupaten Bangka

    No full text
    One indicator of the success of a village is the ability of its village apparatus to manage development. Kota Kapur Village is a village that is still considered to have a lack of development touch, especially in increasing the capacity of the village apparatus. The number of Kota Kapur Village officials totaling 20 people is part of the duties and functions of each in the Village Government. Some are in charge of running the wheels of administration, finance, organization and so on. Each of them certainly requires an increase in expertise in their field. For this reason, it is necessary to touch on capacity building in certain fields such as; skills in computers, accounting, administration and organizational management, village regulations and making maps of the village area to prepare Kota Kapur Village to become a Tourism Ready Village. The achievements of KKN activities in Kota Kapur Village are the achievement of Village Apparatus who have the ability to operate computers, are able to manage Village Accounting and Finance, are able to manage administration, are able to create and design Village Regulations and create Village Maps that are accurate and academically accountable. The achievements of KKN activities in Kota Kapur Village are the achievement of Village Apparatus who have the ability to operate computers, are able to manage Village Accounting and Finance, are able to manage administration, are able to make and draft Village Regulations and create Village Maps that are accurate and academically accountable. From this KKN activity, it is hoped that the Kota Kapur Village apparatus will optimize and maximize the potential of human resources in managing and compiling structured and systematic financial reports by using existing facilities and infrastructure in supporting financial performance, paying more attention to the completeness of financial data for the preparation of bookkeeping reports in accordance with predetermined standards. In the applied civil sector so that it clarifies the boundaries between villages and improves village spatial planning, the achievement of village administrative governance in order to achieve an effective and efficient village government system, and it is hoped that the Bangka Regency Government in collaboration with the Kota kapur village government will pay more attention to the Kota kapur village regarding the historical sites located in the village. Where it is one of the most valuable assets that is not owned by all regions in Bangka Belitung.Salah satu indikator keberhasilan suatu desa adalah dilihat dari kemampuan aparatur desanya dalam mengelola pembangunan. Desa Kota Kapur yang merupakan sebuah desa yang masih dipandang minimnya sentuhan pembangunan khususnya dalam peningkatan kapasitas aparatur desa.       Jumlah aparatur Desa Kota Kapur yang berjumlah 20 orang menjadi bagian dari tugas dan fungsi masing-masing yang ada pada Pemerintahan Desa tersebut. Ada yang bertugas menjalankan roda administrasi, keuangan, organisasi dan lain sebagainya. Masing-masing tentunya memerlukan sebuah peningkatan keahlian pada bidangnya tersebut. Untuk itu, perlu disentuh dengan sebuah pembekalan kapasitas dalam bidang tertentu seperti; kemampuan dalam bidang komputer, akuntansi, administrasi dan manajemen organisasi, peraturan desa dan pembuatan peta wilayah desa untuk mempersiapkan Desa Kota Kapur menjadi Desa Siap Pariwisata. Adapun capaian kegiatan KKN Angkatan pada Desa Kota Kapur adalah tercapainya Aparatur Desa yang memiliki kemampuan dalam mengoperasikan komputer, mampu dalam pengelolaan Akuntansi dan Keuangan Desa, mampu dalam pengelolaan administrasi, mampu dalam membuat dan merancang Peraturan Desa serta dibuatkannya Peta Desa yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Dari kegiatan KKN ini diharapkan agar aparatur Desa Kota Kapur lebih mengoptimalkan dan memaksimalkan potensi SDM dalam mengelola dan menyusun laporan keuangan yang terstruktur dan sistematis dengan menggunakan sarana, dan prasarana yang ada dalam mendukung kinerja keuangan, lebih memperhatikan kelengkapan data keuangan untuk penyusunan laporan pembukuan agar sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Dalam bidang sipil yang diaplikasikan sehingga memperjelas mengenai tapal batas antar desa dan memperbaiki tata ruang desa., tercapainya tata kelola admintrasi desa agar tercapai sistem pemerintahan desa yang efektif dan efisien, dan diharapkan Pemda Kabupaten Bangka bekerjasama dengan pemerintah desa kota kapur memberikan perhatian lebih terhadap desa kota kapur terkait situs sejarah yang terdapat di desa tersebut. Dimana hal tersebut merupakan salah satu aset yang sangat berharga yang tidak dimiliki oeh semua wilayah di Bangka Belitung

    Tax Goes To Market (Community Service Activity By "Laskar BANG Kojib"): Tax Goes to Market (Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Oleh “Laskar BANG Kojib”)

    No full text
    In an effort to encourage the voluntary fulfillment of tax obligations (voluntary tax compliance) and encourage the contribution of state revenue, an independent group is needed that can provide socialization and assistance to the community in fulfilling their obligations in the field of taxation. This independent group can be represented by Real Work Lecture students with the theme "Laskar BANG Kojib" (Laskar Bersinerginya Anak Negeri Gelorakan Konstribusi Wajib). The results of the screening of potential taxpayers in the Sungailiat sub-district area by Laskar BANG Kojib until the activity was completed were 592 WP consisting of 411 employees and 181 entrepreneurs, this number is 78% of the targeted 760 new NPWP.Dalam upaya untuk mendorong pemenuhan kewajiban perpajakan secara sukarela (voluntary tax compliance) serta mendorong kontribusi penerimaan negara, maka diperlukanlah kelompok independen yang dapat memberikan sosialisasi dan pendapingan terhadap masyarakat dalam pemenuhan kewajibannya di bidang perpajakan. Kelompok independen ini bisa diwakili oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata dengan bertemakan “Laskar BANG Kojib” (Laskar Bersinerginya Anak Negeri Gelorakan Konstribusi Wajib). Hasil penjaringan Wajib Pajak potensial  didaerah kecamatan Sungailiat oleh Laskar BANG Kojib sampai dengan kegiatan selesai adalah sejumlah 592 WP yang terdiri dari 411 pegawai dan 181 pengusaha, jumlah ini merupakan 78% dari 760 NPWP baru yang ditargetkan

    Strategies for Teaching Literacy and Numeracy through The Kampus Mengajar Batch 3 Program at SD Negeri 094164 Partimbalan: Strategi Mengajar Literasi dan Numerasi melalui Program Kampus Mengajar Angkatan 3 di SD Negeri 094164 Partimbalan

    No full text
    As a result of this pandemic, learning activities must be carried out in a limited manner, which in SD Negeri 094164 Partimbalan school, by using two sessions in 1 day of the teaching and learning process. This limited learning is certainly very ineffective because students\u27 learning time is reduced, therefore the Ministry of Education and Culture launched a program called Kampus Merdeka Mengajar which provides opportunities for the younger generation to assist learning activities in schools. This activity is carried out to assist teaching and learning activities, namely specifically literacy and numeracy, technology adaptation and assisting school administration. The learning method used in learning at SDN 094164 is offline which still applies health protocols. In the end, the activities of the Kampus Mengajar program provide a lot of benefits for schools, teachers and students with some of the knowledge and experience provided.Akibat pandemi yang menyerang ini mengakibatkan kegiatan pembelajaran harus dilakukan secara  terbatas yang mana di sekolah SD Negeri 094164 Partimbalan, dengan cara menggunakan dua sesi dalam 1 hari proses belajar mengajar. Pembelajaran yang  dilakukan  secara  terbatas  ini tentunya  sangat tidak  efektif  karena  waktu  belajar siswa  berkurang,  oleh  karena  itu Kemendikbud meluncurkan sebuah program Kampus Merdeka Mengajar yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk membantu kegiatan pembelajaran di sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu kegiatan belajar mengajar yaitu terkhusus literasi dan numerasi, adaptasi teknologi dan membantu administrasi sekolah. Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran di SDN 094164 adalah secara luring yang tetap menerapkan protokol kesehatan. Pada akhirnya kegiatan dari program Kampus Mengajar ini memberikan banyak sekali manfaat bagi sekolah, guru dan juga siswa dengan beberapa ilmu dan juga pengalaman yang diberikan

    Kampung Akuaponik: Pemodelan Teknologi Akuaponik Guna Meningkatkan Keterampilan dan Kemandirian Masyarakat Tempilang: Kampung Akuaponik: Pemodelan Teknologi Akuaponik Guna Meningkatkan Keterampilan Dan Kemandirian Masyarakat Tempilang

    No full text
    Utilization of narrow and unproductive land through fish farming is one way to increase land productivity. Aquaponic technology, which combines fish and vegetable farming with a recirculation system, is considered a simple but effective technology. This technology emphasizes land efficiency and the utilization of fish organic waste as fertilizer for the plants on it. The development of this technology can produce multiple products in one production cycle. Furthermore, this technology is able to increase the independence and productivity of the community so that it is indirectly expected to support their economy and welfare. KKN IX activities carried out by the Universitas Bangka Belitung (UBB) in Basun Village, Dam 3 Village, and Kelekak Kabung Village in Tempilang District are manifestations of the role of UBB\u27s dharma of service to the community. The application of aquaponic technology is expected to bring new knowledge and skills to the community so that the optimization of non-productive land can be improved and able to produce something more useful and economically valuable.Pemanfaatan lahan sempit dan tidak produktif melalui kegiatan budidaya ikan merupakan salah satu cara meningkatkan produktivitas lahan. Teknologi akuaponik memadukan budidaya ikan dan sayur dengan sistem resirkulasi dinilai sebagai teknologi sederhana, tetapi tepat guna. Teknologi ini mengedepankan efisiensi lahan dan pemanfaatan limbah organik ikan sebagai pupuk bagi tanaman yang berada di atasnya. Pengembangan teknologi ini dapat menghasilkan multile product dalam satu siklus produksi. Lebih jauh, teknologi ini mampu meningkatkan kemandirian serta produktivitas masyarakat sehingga secara tidak langsung diharapkan dapat menunjang perekonomian dan kesejahteraannya. Kegiatan KKN IX yang dilaksanakan oleh Universitas Bangka Belitung (UBB) di Desa Basun, Desan Dam 3, dan Desa Kelekak Kabung di Kecamatan Tempilang adalah menifestasi peran dharma pengabdian UBB kepada masyarakat. Penerapan teknologi akuaponik diharapkan dapat menghadirkan pengetahuan dan keterampilan baru bagi masyarakat sehingga optimalisasi lahan non produktif dapat ditingkatkan dan mampu menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis

    KKN-Thematic Program Higher Education Seminar in The Middle of Job Competition at SMK Muhammadiyah 01 Pasuruan: Program KKN-Tematik Seminar Pendidikan Tinggi di Tengah Persaingan Kerja di Smk Muhammadiyah 01 Pasuruan

    No full text
    This Education Seminar Program aims to provide an introduction to SMK students regarding the importance of continuing higher education at the lecture level in the era of the industrial revolution 4.0 which is an era where the need for knowledge and technology is developing very rapidly which then results in various rapid and competitive changes as well as in human life the application of artificial intelligence is one of the characteristics of the era of the industrial revolution 4.0. The main support regarding the occurrence of the era of the industrial revolution 4.0 is the world of education where many students and students in Indonesia have been able to operate cellphones and gadgets as their main needs in supporting their daily activities besides gadgets, supported by a good internet network, of course they can surf the international world using the results of technological advances in the Era of the industrial revolution 4.0. The world of education is required to be able to create learning that supports the development of students to be able to keep up with the development of information and communication technology at the present time where it is the main capital to face challenges in the world of work after the completion of the education period where competition in the world of work is currently increasingly competitive.Program Seminar Pendidikan Ini bertujuan untuk memberikan pengenalan kepada siswa SMK mengenai Pentingnya Melanjutkan Pendidikan Tinggi di jenjang perkuliahan pada  Era revolusi industri 4.0 yang merupakan sebuah era dimana kebutuhan akan pengetahuan dan teknologi berkembang dengan sangat pesat yang kemudian mengakibatkan berbagai perubahan yang cepat dan kompetitif juga dalam kehidupan manusia pengaplikasian sebuah kecerdasan buatan merupakan sebagai salah satu ciri dari adanya Era revolusi industri 4.0. Penopang utama berkenaan dengan terjadinya era revolusi industri 4.0 Adalah dunia pendidikan di mana banyak dijumpai baik siswa maupun mahasiswa di Indonesia sudah dapat mengoperasikan handphone dan gadget sebagai kebutuhan utama nya dalam menunjang aktivitasnya sehari-hari selain gadget adalah dengan didukung oleh jaringan internet yang baik tentunya mereka dapat berselancar di dunia internasional dengan menggunakan hasil dari Kemajuan teknologi pada Era revolusi industri 4.0. Dunia pendidikan dituntut untuk mampu menciptakan pembelajaran yang menunjang perkembangan dari para peserta didik untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada masa saat ini di mana hal tersebut merupakan modal utama untuk menghadapi tantangan pada dunia kerja pas ka selesainya masa pendidikan di mana persaingan pada dunia kerja saat ini semakin hari semakin kompetitif

    18

    full texts

    162

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇