Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
    162 research outputs found

    Implementation of Literacy Culture at SD Negeri 173320 Siborutorop through The Kampus Mengajar Batch 3 Program: Implementasi Budaya Literasi di SD Negeri 173320 Siborutorop melalui Program Kampus Mengajar Angkatan 3

    No full text
    Kampus Mengajar is one of the independent campus programs designed by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology. In its implementation, this program provides a mandate for students to be able to carry out learning to students who focus on understanding literacy and numeracy. The main objective of the Kampus Mengajar program is to provide opportunities for students to learn and develop themselves through activities outside the lecture class, helping schools to provide optimal educational services to all students in limited and critical conditions during the pandemic. In addition, the schools that are the target locations of the Kampus Mengajar Program are schools that are still underdeveloped in the aspects of literacy and numeracy, technology adaptation, and administration, therefore students who participate in the Kampus Mengajar Program will greatly assist in the learning process in schools that are still lagging behind in these 4 aspects, one of which is SD Negeri 173320 Siborutorop where with this Kampus Mengajar program, students\u27 literacy skills are really developing.Kampus Mengajar merupakan salah satu program kampus merdeka yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dalam pelaksanaannya, program ini memberikan amanah kepada mahasiswa untuk dapat melaksanakan pembelajaran kepada siswa yang berfokus kepada pemahaman literasi dan numerasi. Tujuan utama program kampus mengajar adalah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan, membantu sekolah untuk memberikan pelayanan pendidikan yang optimal terhadap semua peserta didik  dalam kondisi terbatas dan kritis selama pandemi. Selain itu,   adapun sekolah yang menjadi lokasi sasaran dari Program Kampus Mengajar ini adalah sekolah yang masih terbelakang dalam aspek literasi dan numerasi, adaptasi teknologi, dan administrasi, maka dari itu mahasiswa yang ikut serta dalam Program Kampus Mengajar akan sangat membantu dalam proses pembelajaran di sekolah-sekolah yang masih tertinggal dalam ke-4 aspek tersebut, salah satunya adalah SD Negeri 173320 Siborutorop yang dimana dengan adanya program kampus mengajar ini, kemampuan dalam literasi siswa-siswi sangat benar-benar berkembang

    Application of Mangrove Processing as a Value-Added Product for The Community in Belinyu District, Bangka Regency: Aplikasi Pengolahan Mangrove sebagai Produk Bernilai Tambah Bagi Masyarakat di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka

    No full text
    Air Jukung Village is one of the villages located in Belinyu District, Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province which is rich in potential mangrove resources but has not been optimally utilized by the local community in the Covid 19 pandemic era. One of the potential developments of mangrove areas that can be used as superior products of Air Jukung Village is the utilization of perepat fruit and nipah fruit into syrup as a value-added product. The method of implementing this activity consists of preparation, implementation and evaluation. This service program has several stages of activities including 1) efforts to increase public understanding and awareness of the potential / benefits of mangrove fruit to be processed into value-added products through exploration and incidental socialization / counseling activities, 2) increasing community skills through providing training in making syrup from nipah fruit. This service activity provides good results where there is an increase in understanding, knowledge about the potential utilization, and skills in processing mangrove fruit into value-added products which are expected to become one of the superior products of the Belinyu Community that can improve the regional economy.Kelurahan Air Jukung merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang kaya akan potensi sumberdaya mangrove namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat di era pandemic Covid 19. Salah satu potensi pengembangan kawasan mangrove yang bisa dijadikan sebagai produk unggulan Kelurahan Air Jukung adalah pemanfaatan buah perepat dan buah nipah menjadi sirup sebagai produk bernilai tambah. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Program pengabdian ini memiliki beberapa tahapan kegiatan mencakup 1) upaya peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan potensi/manfaat buah mangrove untuk diolah menjadi produk bernilai tambah melalui kegiatan eksplorasi dan sosialisasi/penyuluhan insidental, 2) peningkatan keterampilan masyarakat melaui pemberian pelatihan pembuatan sirup dari buah nipah. Kegiatan pengabdian ini memberikan hasil yang baik dimana terjadi peningkatan pemahaman, pengetahuan  tentang potensi pemanfaatan, dan keterampilan pengolahan buah mangrove menjadi produk bernilai tambah yang diharapkan bisa menjadi salah satu produk unggulan Masyarakat Belinyu yang mampu meningkatkan perekonomian daerah

    Concept Design of Post-Mining River Naturalization with Nature Based Solution (NBS) Approach (Case Study: Sungai Daeng, West Bangka): Desain Konsep Naturalisasi Sungai Pasca Tambang dengan Pendekatan Nature Based Solution (NBS) (Studi Kasus : Sungai Daeng, Bangka Barat)

    No full text
    River naturalization is the restoration of river functions in a natural way. The application of river naturalization techniques is one of them by reforesting the river banks. The method of planting trees and reforestation is highly emphasized in this technique. This reforestation aims to absorb water on the ground surface into the soil to replenish groundwater reserves so that overflows do not occur. In the case of the Sungai Daeng researchers applied Nature-based solutions (NBS), which refers to the sustainable management and use of nature to overcome social and environmental challenges. As well as also applying river borders that function as a means of preserving river functions, with data from river cross-section measurements and river land ownership surveys which will later be processed into an idea in the form of discussion and how to apply and implement it, from the results of the discussion obtained land use for the application of design for the research area with a river length of ± 500 m, assuming the use of river border land ± 60 m for two sides, approximately 3000 m².Naturalisasi sungai adalah pemulihan fungsi sungai dengan cara alamiah. Penerapan teknik naturalisasi sungai salah satunya dengan menghijaukan kembali pinggiran sungai. Metode penanaman pohon dan penghijauan kembali sangat ditekankan dalam teknik ini. penghijauan ini bertujuan agar air di permukaan tanah dapat terserap ke dalam tanah untuk menggisi cadangan air tanah sehingga tidak terjadi luapan. Pada kasus di Sungai Daeng peneliti menerapkan Nature based solutions (NBS) atau solusi berbasis alam adalah solusi yang mengacu pada pengelolaan dan penggunaan alam yang berkelanjutan untuk mengatasi tantangan sosial lingkungan. Serta juga mengaplikasikan sempadan sungai yang berfungsi sebagai sarana pelestarian fungsi sungai, dengan data hasil pengukuran penampang sungai dan survey kepemilikan lahan sungai yang nantinya akan diolah menjadi sebuah ide gagasan dalam bentuk pembahasan dan cara penerapan dan pengimplementasiannya, dari hasil pembahasan didapatkan pengunaan lahan guna penerapan desain untuk daerah penelitian dengan panjang sungai ± 500 m, asumsi pengunaan lahan sempadan sungai ± 60 m untuk dua sisi, kurang lebih seluas 3000 m². &nbsp

    Swot Analysis of Marketing Strategies for Wood Craftsmen "Jati Makmur" in Teleng Hamlet, Maguwan Village: Analisis Swot Strategi Pemasaran pada Pengrajin Kayu “Jati Makmur” di Dusun Teleng Desa Maguwan

    No full text
    Sales is the most important activity because it is related to income which is the goal to determine the survival of a business that has been run. In entrepreneurship, an entrepreneur must be able to think creatively and innovatively in running his business. So this study aims to analyze marketing strategies and marketing constraints to increase the number of sales of the Makmur Teak Wood Craftsman Business in Maguwan Village, Sambit District, Ponorogo Regency, East Java. This research is a type of descriptive qualitative research. The data collection method is by means of observation and interviews. To analyze this research using the SWOT analysis method. In this business using marketing that is still word of mouth. In this study using SWOT analysis to analyze the business of "Jati Makmur" wood craftsmen, namely the strengths (strenghts) in their marketing, namely being able to respond quickly to customer requests, weaknesses (weaknesses) marketing that does not have stock items and the ordering process can take a long time, opportunities) this marketing has a big enough opportunity because in the Teleng area there is only one furniture, especially if it is sold in applications that are often visited by many people for home needs, as for marketing threats, namely slow business growth, increasing bargaining power from buyers, and business places in remote places.Penjualan merupakan aktivitas yang paling penting karena berhubungan dengan pendapatan yang menjadi tujuan untuk menentukan kelangsungan hidup dari sebuah usaha yang sudah dijalankan. Dalam berwirausaha seorang wirausahawan harus dapat berpikir secara kreatif dan inovasi dalam menjalankan usahannya. Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran dan kendala pemasaran untuk meningkatkan jumlah penjualan Usaha Pengrajin Kayu Jati Makmur di Desa Maguwan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengambilan data yaitu dengan cara observasi dan wawancara. Untuk menganalisis penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT. Dalam usaha ini menggunakan pemasarannya yang masih dari mulut ke mulut. Dalam penelitian ini menggunakan analisis SWOT untuk menganalisis usaha pengrajin kayu “Jati Makmur” yaitu adanya kekuatan (strenghts) dalam pemasarannya yaitu dapat merespon dengan cepat permintaan pelanggan, kelemahan (weakness) pemasarannya itu tidak memiliki stok barang dan proses pemesanannya bisa memakan waktu yang lama, peluang (opportunities) pemasaran ini memiliki peluang yang cukup besar karena di daerah Teleng hanya ada satu mebel apalagi jika di jual di aplikasi-aplikasi yang sering dikunjungi banyak orang untuk kebutuhan rumah, adapun ancaman (threats) pemasaran yaitu pertumbuhan usahanya yang lamban, meningkatnya kekuatan tawar menawar dari pembeli, serta tempat usahanya di tempat yang terpencil

    Improving Students\u27 Literacy and Numeracy Skills and Assisting Administrative Activities through The Kampus Mengajar Batch 3 Program at SD Negeri 071169 Ombolata Alasa: Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa Serta Membantu Kegiatan Administrasi Melalui Program Kampus Mengajar Batch 3 di SD Negeri 071169 Ombolata Alasa

    No full text
    Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program is one of the programs organized by the Directorate General of Higher Education and Research under the auspices of the Ministry of Education and Culture. The Kampus Mengajar program is one of the branch programs of Merdeka Belajar. Kampus Merdeka which has the aim of teaching, assisting technology, and school administration and teachers. One of the schools targeted by the Kampus Mengajar Program is SD Negeri 071169 which is located in Ombolata Village, Alasa District, North Nias Regency, North Sumatra. In this Kampus Mengajar program, students who are appointed to participate in the program have the responsibility of assisting the school in the teaching process, technology adaptation, and school administration. In addition, kampus mengajar students have the responsibility of improving student character and increasing student interest in learning, especially during this pandemic. The purpose of student participation in the Kampus Mengajar program is a process of adding relationships, gaining experience outside the world of lectures, developing students\u27 insights, character and soft skills, encouraging and spurring national development by fostering student motivation to participate in equitable education, and increasing the role and real contribution of universities and students in educational development in Indonesia.Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah salah satu program yang diselenggarakan oleh Ditjen Dikti Ristek dibawah naungan Kemdikbud. Program Kampus Mengajar merupakan salah satu program cabang Merdeka Belajar . Kampus Merdeka yang memiliki tujuan untuk mengajar, membantu teknologi, dan Administrasi sekolah beserta guru. Salah satu sekolah yang menjadi sasaran dari Program Kampus Mengajar adalah SD Negeri 071169 yang terletak di Desa Ombolata, Kecamatan Alasa, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara. Pada program Kampus Mengajar ini, mahasiswa yang ditunjuk untuk mengikuti program memiliki tanggung jawab membantu pihak sekolah dalam proses Mengajar , adaptasi teknologi, dan administrasi sekolah. Selain itu, mahasiswa kampus mengajar memiliki tanggung jawab dalam memperbaiki karakter siswa dan meningkatkan minat belajar siswa terutama selama masa pandemi ini. Tujuan dari  keikutsertaa n mahasiswa dalam program Kampus Mengajar ini merupakan sebuah  proses dalam menambah relasi, menambah pengalaman diluar dunia perkuliahan, mengembangkan wawasan, karakter dan soft skills mahasiswa, mendorong dan memacu  pembangunan nasional dengan menumbuhkan motivasi siswa untuk berpartisipasi dalam pemerataan pendidikan, serta meningkatkan peran dan kontribusi nyata perguruan tinggi dan mahasiswa dalam pembangunan pendidikan di Indonesia

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI USAHA PEMBIBITAN TANAMAN MENUJU DESA JADA BAHRIN SEBAGAI SENTRA PRODUKSI BIBIT TANAMAN PERKEBUNAN DAN BUAH DI PROVINSI BANGKA BELITUNG: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Usaha Pembibitan Tanaman Menuju Desa Jada Bahrin Sebagai Sentra Produksi Bibit Tanaman Perkebunan Dan Buah Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

    No full text
    KKN-PPM entitled "Community Empowerment Through Plant Nursery Business Towards Jada Bahrin Village As A Center For Plantation And Fruit Seedling Production In The Province Of Bangka Belitung Islands" aims to increase students\u27 concern and empathy for the problems of weak economic communities, especially farmers around the Universitas Bangka Belitung Campus so that there are changes in the behavior of students, farmers and farm families that are intended to be developed by the KKN PPM program. In addition, KKN PPM aims to overcome the problem of farmers\u27 low income through community empowerment by becoming seed producers, and compiling KKN-PPM work plans that can achieve the objectives of KKN-PPM implementation as mentioned in numbers 1 and 2 above and get funding partners to support the sustainability of the business of developing Jada Bahrin Village as a seed production center. The target outcomes of the KKN-PPM program are: 1) the establishment of Jada Bahrin Village as a seedling production center for plantation and fruit crops in Bangka Belitung Islands Province, 2) at least 50 farmers and farmer families can become seedling breeders who have the knowledge and skills of vegetative plant propagation, such as grafting, grafting, grafting, and grafting, 3) the production of superior seeds of pepper, rubber, white longan, and citrus from vegetative propagation that are ready to be marketed, 4) a number of cadres have been formed for the formation of seed breeder farmer groups, which will then spearhead the formation of groups, and 5) a synergistic partnership has been established between farmers, NGOs, universities, and SOEs in order to empower the community through KKN PPM. Efforts are made through training in plant propagation techniques, construction of facilities and infrastructure, and empowerment of seedling breeder farmer groups. In the first year of KKN PPM, training on plant propagation techniques will first be conducted for a number of farmers, from the construction of mother gardens to the seed/seedling certification process. In order for the strategy to develop a plant nursery center to be achieved and sustainable, cooperation with relevant partner institutions, namely the Yayasan Bergema Emas Penghijau Lingkungan, and the Merawang Agricultural Extension Agency (BPP), will be conducted. Activities consisted of student debriefing, vegetative plant propagation training for farmers, and managerial training to strengthen farmer groups. As a result of the KKN PPM activities, 17 farmers were categorized as skilled in vegetative plant propagation, two farmer groups were formed, and a group garden for plant propagation was successfully established. These three achievements are the first step for the next stage to make Jada Bahrin Village the center of fruit and plantation seedling production in Bangka Belitung Islands Province.KKN-PPM yang berjudul” Pemberdayaan Masyarakat Melalui Usaha Pembibitan Tanaman Menuju Desa Jada Bahrin sebagai Sentra Produksi Bibit Perkebunan dan Buah di Provinsi Bangka Belitung” bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan empati mahasiswa kepada permasalahan masyarakat ekonomi lemah, terutama petani yang ada di sekitar Kampus UBB sehingga terjadi perubahan perilaku mahasiswa, petani dan keluarga petani yang dituju untuk dikembangkan oleh program KKN PPM.  Selain itu, KKN PPM bertujuan untuk mengatasi permasalahan pendapatan petani yang masih rendah melalui cara pemberdayaan masyarakat dengan menjadi produsen bibit, dan menyusun rencana kerja KKN-PPM yang dapat mencapai tujuan penyelenggaraan KKN-PPM seperti tersebut pada nomor 1 dan 2 di atas dan mendapatkan mitra penyandang dana untuk mendukung keberlanjutan usaha pengembangan Desa Jada Bahrin sebagai sentra produksi bibit. Target luaran dari program KKN-PPM yaitu: 1) terbentuknya Desa Jada Bahrin sebagai kawasan sentra produksi bibit tanaman perkebunan dan buah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2) minimal 50 petani dan keluarga petani dapat menjadi petani penangkar bibit yang memiliki pengetahuan dan keterampilan perbanyakan tanaman secara vegetatif, seperti mencangkok, menyetek, mengokulasi, dan menyambung, 3) diproduksinya bibit unggul tanaman lada, karet, lengkeng putih, dan jeruk dari hasil perbanyakan vegetatif yang siap dipasarkan, 4) telah terbentuknya sejumlah kader untuk pembentukan kelompok tani penangkar bibit, yang selanjutnya akan mempelopori terbentuknya kelompok, dan 5) terjalinnya kemitraan sinergis antara petani, LSM, perguruan tinggi, dan BUMN dalam rangka memberdayakan masyarakat melalui KKN PPM.  Upaya yang dilakukan adalah melalui pelatihan teknik perbanyakan tanaman, pembangunan sarana dan prasarana, dan pemberdayaan kelompok tani penangkar bibit.  Pada KKN PPM tahun pertama, terlebih dahulu akan dilakukan kegiatan pelatihan teknik perbanyakan tanaman kepada sejumlah petani, dari pembangunan kebun induk sampai dengan proses sertifikasi benih/bibit. Agar strategi pengembangan sentra pembibitan tanaman dapat tercapai dan berkelanjutan, maka dilakukan kerjasama dengan lembaga mitra yang relevan, yaitu Yayasan Bergema Emas Penghijau Lingkungan, dan Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Merawang. Kegiatan terdiri atas pembekalan mahasiswa, pelatihan perbanyakan vegetatif tanaman bagi petani, dan pelatihan manajerial untuk penguatan kelompok tani. Hasil kegiatan KKN PPM diperoleh sebanyak 17 petani penangkar dikategorikan terampil dalam perbanyakan tanaman secara vegetatif, terbentuknya dua kelompok tani, dan kebun kelompok untuk perbanyakan tanaman berhasil dibuat.  Ketiga pencapaian tersebut menjadi langkah awal untuk tahap selanjutnya untuk menjadikan Desa Jada Bahrin sebagai desa sentra produksi bibit buah dan perkebunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMETAAN PARTISIPATIF UNTUK IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN WILAYAH ADAT SUKU LOM DI KECAMATAN BELINYU KABUPATEN BANGKA: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemetaan Partisipatif Untuk Identifikasi Dan Pemetaan Wilayah Adat Suku Lom Di Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka

    No full text
    Empowerment of the Lom indigenous community in Belinyu District, Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province aims to identify social problems, potential natural resources and local wisdom that are still maintained, plan and develop the potential of natural resources and local wisdom owned by indigenous peoples for the benefit of science and welfare, and map the spatial layout of customary territories as an effort to encourage the strengthening of customary institutions. The empowerment methods used are social mapping and participatory mapping. Through both approaches, it is expected to place the community as the perpetrators of mapping their territory, as well as the determinants of their own territorial development planning. The results achieved are the identification of problems being faced in the form of the unavailability of legal legality or recognition of the existence of customary forest areas, the invasion of economic interests, and the issue of living equality with surrounding communities. Identification of potential resources including rituals, myths, potential customary forests, flora and fauna, traditional medicinal plants, and cultural potential with the presence of artifacts of ancestral heritage. Artifacts in the form of historical sites, traditional graves, sacred waterfalls, and sacred customary forests have the potential to be developed into traditional villages as natural and cultural tourist destination areas in the future. Achieving this all depends on the dynamics of the role and function of the customary institutions of the Lom community in mobilizing the power of social capital.Pemberdayaan masyarakat adat Suku Lom di Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan sosial, potensi sumber daya alam dan kearifan lokal yang masih terjaga, merencanakan dan mengembangkan potensi sumber daya alam dan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat adat untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan, dan memetakan tata ruang wilayah adat sebagai upaya mendorong penguatan kelembagaan adat. Metode pemberdayaan yang digunakan adalah pemetan sosial dan pemetaan partisipatif. Melalui kedua pendekatan diharapkan dapat menempatkan masyarakat sebagai pelaku pemetaan wilayahnya, sekaligus akan menjadi penentu perencanaan pengembangan wilayah mereka sendiri. Hasil yang dicapai berupa teridentifikasinya masalah-masalah yang sedang dihadapi berupa ketidaktersediaan legalitas hukum atau pengakuan keberadaan wilayah hutan adat, menyeruaknya kepentingan ekonomi, dan persoalan kesetaraan hidup dengan masyarakat sekitar. Identifikasi potensi sumber daya yang meliputi ritual, mitos, potensi hutan adat, flora dan fauna, tumbuhan obat tradisional, dan potensi budaya dengan terdapatnya artefak peninggalan nenek moyang. Artefak berupa situs sejarah, kuburan adat, air terjun keramat, dan hutan adat yang disakralkan berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa adat sebagai kawasan destinasi wisata alam dan budaya di masa mendatang. Pencapaian itu semua bergantung kepada dinamika peran dan fungsi kelembagaan adat komunitas Suku Lom dalam mengerahkan kekuatan modal sosialnya.&nbsp

    MODEL PENGEMBANGAN EKONOMI DAERAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL MELALUI PENDEKATAN INTEGRASI MARINE-TOURISM INDUSTRY DI DESA BARU DAN BUKU LIMAU KECAMATAN MANGGAR KABUPATEN BELITUNG TIMUR: Model Pengembangan Ekonomi Daerah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil Melalui Pendekatan Integrasi Marine-Tourism Industry Di Desa Baru Dan Buku Limau Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur

    No full text
    The objectives of the KKN-PPM program can be divided into three: Community Empowerment, enhancing the role of Higher Education and providing support for Local Government. These activities are in order to solve the issues faced by coastal areas and small islands (WP3K), namely: Not optimal spatial planning and utilization in WP3K, low quality of human resources in WP3K management, limited facilities and infrastructure, not optimal empowerment of coastal resources for economic development, not optimal management of fisheries potential, not optimal development of potential and marine tourism objects, as well as pollution and environmental damage. The activities carried out to solve the problems faced by coastal areas and small islands (WP3K) include making a Master Plan for "Kampong Wisata", making signs for marine tourism villages, improving drainage systems and environmental sanitation in residential areas, religious lectures, socializing regional management plans and spatial planning for coastal and islands in Manggar District, training in clean water facility management, training school-age fishermen children in measles dance art, training in the field of entrepreneurship in the field of fishery product processing, conducting socialization on coral reef preservation, leadership training for the younger generation, socializing East Belitung\u27s strategy as a world marine tourism destination, planting FADs, English courses for children, uploading videos to You Tube, training on changing the mindset of fishing communities, training on the quality of health and family planning, socializing the threat of marine destruction and the use of dangerous fishing gear, training on making accessories made from shells and making books.Tujuan dari Program KKN-PPM dapat dibagi menjadi tiga yaitu : Pemberdayaan Masyarakat, peningkatan peran Perguruan Tinggi dan memberikan dukungan bagi Pemerintah Daerah. Kegiatan tersebut dalam rangka memecahkan isu-isu permasalahan yang dihadapi oleh wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (WP3K) yaitu : belum optimalnya penataan dan pemanfaatan ruang di WP3K, masih rendahnya kualitas SDM dalam pengelolaan WP3K, terbatasnya sarana dan prasarana, belum optimalnya pemberdayaan sumberdaya pesisir untuk pembangunan ekonomi, belum optimalnya pengelolaan potensi perikanan, belum optimalnya pengembangan potensi dan objek wisata bahari, serta pencemaran dan kerusakan lingkungan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan untuk memecahkan isu-isu permasalahan yang dihadapi oleh wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (WP3K) diantaranya Pembuatan Master Plan“Kampong Wisata”, pembuatan plang desa wisata bahari, memperbaiki sistem drainase dan sanitasi lingkungan di areal pemukiman, ceramah agama, sosialisasi rencana pengelolaan wilayah dan tata ruang pesisir dan pulau-pulau di Kecamatan Manggar, pelatihan pengelolaan fasilitas air bersih, melatih anak-anak nelayan usia sekolah seni tari campak, pelatihan bidang kewirausahaan bidang pengolahan hasil perikanan, mengadakan sosialisasi pelestarian trumbu karang, pelatihan kepemimpinan bagi generasi muda, sosialisasi strategi Belitung Timur sebagai destinasi wisata bahari dunia, penanaman rumpon, kursus Bahasa Inggris bagi anak-anak, upload video ke You Tube, pelatihan perubahan mindset masyarakat nelayan, pelatihan kualitas kesehatan dan keluarga berencana, sosialisasi ancaman perusakan laut dan penggunaan alat tangkap yang berbahaya, pelatihan pembuatan aksesoris berbahan baku kerang dan pembuatan buku

    Public Health Education through Labeling on Medicinal and Family Plants (TOGA) in Pagarawan Village: Edukasi Kesehatan Masyarakat melalui Pelabelan pada Tanaman Obat dan Keluarga (TOGA) di Desa Pagarawan

    No full text
    The development of technology has experienced many advances, one of which is the processing of chemical compounds into drugs that can cure various diseases. However, the use of chemical drugs is considered to have side effects on health so that people switch to herbal medicines that are more natural and have minimal side effects such as the use of family medicinal plants (TOGA). Pagarawan Village is one of the villages that has great potential to be developed as a family medicinal plant (TOGA) producing village. The main problem faced by the community of Pagarawan Village, Merawang Subdistrict, Bangka Regency is the lack of knowledge about the types of plants that have medicinal properties. Therefore, it is necessary to provide education through the introduction and utilization of home yards for TOGA and TOGA Labeling. Family medicinal plants (TOGA) are plants that have benefits and properties that are good for health and are planted in the yard to meet family medicinal needs. The purpose of this activity is to provide education and understanding to the community about the utilization of yard land as a place for planting TOGA in order to provide family herbal medicine. This activity was carried out on August 16, 2021 to October 25, 2021, located in Pagarawan Village, Merawang District, Bangka Regency. This community service activity involves various parties including Pagarawan Village Office Employees, Merawang District, Bangka Regency, the community and KKN students. The activity began with the utilization of an empty yard located behind the Pagarawan Village Office. This is because the Village Office is one of the community service centers, so it is expected to be an example for the local community. The availability of TOGA in Pagarawan Village is expected to help the community in utilizing TOGA for health.Perkembangan teknologi telah mengalami banyak kemajuan salah satunya yaitu dengan pengolahan senyawa kimia menjadi obat-obatan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Namun, penggunaan obat-obatan kimia dianggap dapat memberikan efek samping untuk kesehatan sehingga masyarakat beralih kepada obat herbal yang lebih alami dan dam minim efek samping seperti penggunaan tanaman obat keluarga (TOGA). Desa Pagarawan merupakan salah satu desa yang berpotensi besar untuk dikembangakan sebagai desa penghasil tanaman obat keluarga (TOGA). Permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat Desa Pagarawan Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai jenis tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Oleh sebab itu, perlu diberikan edukasi melalui pengenalan dan pemanfaatan pekarangan rumah untuk TOGA dan Pelabelan TOGA. Tanaman obat keluarga (TOGA) adalah tanaman yang memiliki manfaat dan khasiat yang baik untuk kesehatan dan ditanam di pekarangan untuk memenuhi kebutuhan obat keluarga. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang pemanfaatan lahan pekarangan sebagai tempat untuk penanaman TOGA dalam rangka penyediaan obat herbal keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2021 sampai dengan 25 Oktober 2021 berlokasi di Desa Pagarawan Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Kegiatan pengabdian ini melibatkan berbagai pihak diantaranya yaitu Pegawai Kantor Desa Pagarawan Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka, masyarakat dan mahasiswa KKN. Kegiatan dimulai dengan pemanfaatan lahan kosong pekarangan yang berlokasi di belakang Kantor Desa Pagarawan. Hal ini disebabkan karena Kantor Desa merupakan salah satu pusat pelayanan masyarakat, sehingga diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat setempat. Dengan tersedianya TOGA di Desa Pagarawan diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memanfaatkan toga untuk kesehatan

    Legal Counseling on Contemporary Issues Regarding Simultaneous Village Head Elections in Sungai Selan Subdistrict: Penyuluhan Hukum Tentang Persoalan Kontemporer Mengenai Pemilihan Kepala Desa (PILKADES) Serentak di Kecamatan Sungai Selan)

    No full text
    The Legal Counseling activity with the theme or title of Village Head Elections (Pilkades) which was carried out simultaneously in 8 (eight) villages in Sungai Selan Subdistrict, Central Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province is a program of the Faculty of Law, Universitas Bangka Belitung which is planned and implemented based on the situation and conditions where this is very important and useful, especially for institutions that must play an important role in providing advice and input for the community in Sungai Selan Subdistrict in the form of legal counseling activities that are useful and useful for the community. Sungai Selan Subdistrict is one of the sub-districts in Central Bangka Regency, which in general has an area of 789.74 square kilometers which consists of 1 (one) village, namely Sungai Selan Village and 12 (twelve) villages, namely Tanjungpura Village, Sungaiselan Atas Village, Ramadhon Village, Munggu Village, Lampur Village, Sarang Mandi Village, Keretak Village, Kerantai Village, Kemingking Village, Keretak Atas Village, Kerakas Village, Melabun Village. The villages are currently headed by a lurah who is appointed by the regent, recruited from a State Civil Apparatus (ASN). The kelurahan in Sungai Selan Subdistrict do not yet have autonomous rights like other existing villages. Kelurahan is an instrument of the local government of Central Bangka Regency that is tasked with carrying out its duties / functions as the government charged to it. Meanwhile, villages are headed by a village head (kades) whose appointment is made through village head elections (pilkades). Pilkades that occur in villages are similar to general elections, but are only required of all residents of the village concerned or who are domiciled in the village, and have fulfilled certain conditions in accordance with applicable laws and regulations. Since 2020, in Sungai Selan Subdistrict there has been 1 (one) lurah appointed or assigned to expedite the process of government activities at the sub-district level and an organizational structure of the sub-district has been formed to make it easier to provide services to the community. The implementation of legal counseling carried out at the Sungai Selan Subdistrict Office has a work program that hopes to provide understanding for the community such as understanding and understanding of various matters relating to the simultaneous village head elections in 8 (eight) villages in Sungai Selan Subdistrict while still prioritizing the Covid-19 security protocol during the activity.Kegiatan Penyuluhan Hukum dengan tema atau judul Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilakukan secara serentak di 8 (delapan) desa di Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini merupakan sebuah program dari Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung yang direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan situasi dan kondisi dimana hal ini sangatlah penting dan bermanfaat khususnya bagi institusi yang haruslah berperan penting dalam memberikan saran dan masukan untuk masyarakat di Kecamatan Sungai Selan dalam bentuk kegiatan penyuluhan hukum yang bermanfaat dan berguna bagi masyarakat. Kecamatan Sungai Selan merupakan salah satu kecamatan yang di Kabupaten Bangka Tengah, yang secara umum Kecamatan ini memiliki luas wilayah yaitu 789,74 KM Persegi yang terdiri dari 1 (satu) kelurahan yakni Kelurahan Sungai Selan dan 12 (dua belas) desa yakni Desa Tanjungpura, Desa Sungaiselan Atas, Desa Ramadhon, Desa Munggu, Desa Lampur, Desa Sarang Mandi, Desa Keretak, Desa Kerantai, Desa Kemingking, Desa Keretak Atas, Desa Kerakas, Desa Melabun. Untuk kelurahan saat ini dikepalai oleh seorang lurah yang diangkat oleh bupati, direkrut dari seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk kelurahan di Kecamatan Sungai Selan ini belum memiliki hak otonom sebagaimana desa lainnya yang ada. Kelurahan adalah perangkat pemerintah daerah Kabupaten Bangka Tengah yang bertugas melaksanakan tugas/tufoksinya sebagai  pemerintahan yang dibebankan kepadanya. Sedangkan desa dikepalai oleh seorang kepala desa (kades) yang pengangkatannya dilakukan melalui pemilihan kepala desa (pilkades). Pilkades yang terjadi di desa sama halnya dengan pemilihan umum, namun hanya diwajibkan kepada seluruh warga desa yang bersangkutan atau yang berdomisili di desa tersebut, serta telah memenuhi syarat-syarat tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Semenjak tahun 2020, di Kecamatan Sungai Selan terdapat 1 (satu) orang lurah yang ditunjuk atau ditugaskan untuk memperlancar proses kegiatan pemerintahan di tingkat kelurahan serta telah dibentuk struktur organisasi kelurahan agar  mempermudah dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat. Pelaksanaan penyuluhan hukum yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Sungai Selan ini  memiliki program kerja yakni dengan harapan dapat memberikan pemahaman bagi masyarakat seperti memahami dan mengerti terhadap berbagai hal-hal yang berkaitan dengan pemilihan kepala desa secara serentak di 8 (delapan) desa di Kecamatan Sungai Selan dengan tetap mengedepankan protokol keamanan Covid-19 sewaktu kegiatan berlangsung

    18

    full texts

    162

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇