Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
    162 research outputs found

    Application of LEISA to Scale Up Products and Increase Entrepreneurial Capacity of Melennial Farmers in Balunijuk Village: Penerapan LEISA untuk Scale Up Produk dan Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan Petani Melenial Desa Balunijuk

    No full text
    Balunijuk Village is a production center for horticultural products in Bangka Regency, and the majority of its people work as farmers. This service activity aims to provide assistance in implementing the LEISA system, encouraging the scale up of its products, and increasing the entrepreneurial capacity of millennial farmers in the Taruna mandiri farmer group through mastery of technology. The activity was carried out in Balunjuk Village, Merawang District, Bangka Regency, Kepulauan Bangka Belitung Province. The service activities carried out went through 6 (six) stages of activities, namely polyculture techniques, training in making liquid organic fertilizer (POC), training in making animal feed, duck and fish farming, socialization and promotion activities. The results of the application of the LEISA technology package by combining polyculture vegetable cultivation techniques, duck farming and intensive mentoring. Through this community empowerment program, we can reduce the use of chemical fertilizers and chemical pesticides that endanger health and damage the environment. The use of chemical fertilizers can be replaced with compost, liquid organic fertilizer (POC), while chemical pesticides can be replaced with vegetable pesticides. The socialization activities were carried out using presentation methods and interactive discussions that contained all questions and positive responses from the guests/audience.Desa Balunijuk merupakan wilayah sentra produksi produk hortikultura di Kabupaten Bangka, dan mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan pendampingan penerapan sistem LEISA, mendorong scale up produknya, dan peningkatan kapasitas kewirausahaan petani melenial di Kelompok tani Taruna mandiri melalui penguasaan teknologi. Kegiatan dilaksanakan di desa Balunjuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan melewati 6 (enam) tahap kegiatan, yaitu teknik budidaya tanaman secara polikultur, pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC), pelatihan pembuatan pakan ternak, budidaya itik dan ikan, kegiatan sosialisasi dan promosi. Hasil penerapan paket teknologi LEISA dengan memadukan teknik budidaya sayuran polikultur, budidaya itik dan pendampingan intensif. Melalui program pemberdayaan masyarakat ini, kita dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia yang membahayakan kesehatan dan merusak lingkungan. Penggunaan pupuk kimia dapat diganti dengan kompos, pupuk organik cair (POC), sedangkan pestisida kimia dapat diganti dengan pestisida nabati. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan menggunakan metode presentasi dan diskusi interaktif yangmemuat semua pertanyaan dan respon positif dari para tamu/audience

    Development Of Ketang-Ketang (Scatophagus Argus) Fish Farming In An Effort To Optimize Estuary Waters For Perepat Permai Fish Farmers Group, Air Jukung Village, Belinyu District, Bangka Regency: Pengembangan Budidaya Ikan Ketang-Ketang (Scatophagus Argus) Dalam Upaya Optimalisasi Perairan Estuari Bagi Kelompok Pembudidaya Ikan Perepat Permai Kelurahan Air Jukung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka

    No full text
    The potential of estuary waters in mangrove forests in Belinyu, Bangka Regency is quite high. The high potential of these waters is utilized by fish farmers to cultivate brackish water fish. The Perepat Permai fish farmer group in Air Jukung Village, Belinyu Subdistrict, Bangka Regency is a fish farmer who is pioneering the cultivation of ketang-ketang fish. Ketang-ketang fish is characterized by softer, tastier meat and no smell of mud. However, fish farming is still constrained by the problem of low optimization in utilizing production capacity which has an impact on the low quantity and quality of yields. The purpose of this activity is to provide science and technology applications in the form of systems and technology to produce ketang-ketang fish that has a high selling price by optimizing the production capacity of fish farmers. This activity was carried out in fish farming ponds owned by fish farmers in Air Jukung Village, Belinyu District, Bangka Regency. The method of this activity is to carry out cultivation activities by inserting the application of stocking technology and artificial feeding systems in the Belinyu ketang-ketang fish cultivation process. The results of this activity are ketang-ketang fish reared from juvenile size with a length of 7-10 cm growing optimally in ponds. Ponds where ketang-ketang fish are kept in environmental conditions that are suitable for the survival and growth of ketang-ketang fish. The number of ketang-ketang fish meets the fish production capacity. Ketang-ketang fish can be harvested partially within 4-5 months with a length of 20-24 cm and a weight of 200-300 grams per head which is the size of consumption according to market demand.Potensi perairan estuari pada hutan mangrove di daerah Belinyu, Kabupaten Bangka cukup tinggi. Tingginya potensi perairan tersebut dimanfaatkan oleh para pembudidaya ikan untuk membudidayakan ikan-ikan air payau. Kelompok pembudidaya ikan Perepat Permai di Kelurahan Air Jukung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka merupakan pembudidaya ikan yang sedang merintis budidaya ikan ketang-ketang. Ikan ketang-ketang memiliki ciri khas daging yang lebih lembut, gurih dan tidak berbau lumpur. Namun budidaya ikan yang dilakukan masih terkendala oleh persoalan rendahnya optimalisasi dalam memanfaatkan kapasitas produksi yang berdampak pada rendahnya kuantitas dan kualitas hasil panen. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan aplikasi IPTEKS berupa sistem dan teknologi untuk menghasilkan ikan ketang-ketang yang memiliki harga jual tinggi dengan optimalisasi kapasitas produksi para pembudidaya ikan. Kegiatan ini dilaksanakan di kolam budidaya ikan yang dimiliki oleh para pembudidaya ikan di Kelurahan Air Jukung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Metode kegiatan ini yaitu melakukan kegiatan budidaya dengan menyisipkan aplikasi teknologi padat tebar dan sistem pemberian pakan buatan pada proses budidaya ikan ketang-ketang Belinyu. Hasil dari kegiatan ini yaitu ikan ketang-ketang yang dipelihara dari ukuran juvenil dengan panjang 7-10 cm tumbuh optimal pada tambak. Tambak tempat pemeliharaan ikan ketang-ketang dalam kondisi lingkungan yang sesuai dengan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan ketang-ketang. Jumlah ikan ketang-ketang memenuhi kapasitas produksi ikan. Ikan ketang-ketang mampu dipanen secara parsial dalam jangka waktu 4-5 bulan dengan ukuran panjang 20 –24 cm dan bobot 200 –300 gram per-ekor yang merupakan ukuran konsumsi sesuai dengan permintaan pasar

    Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Restorasi Lahan Pasca Tambang di Desa Bukit Kijang Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah: Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Restorasi Lahan Pasca Tambang di Desa Bukit Kijang Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah

    No full text
    The program aims to tackle the issue related on the low level of participation of the people in the restoration program on the post-mining land. Empowerment program was provided as the solution to increase the participation level of the people. It was expected that the welfare of the society would improve by utilizing the post-mining land. The beneficiary was people in Desa Bukit Kijang who were affected by the mining activities. Socialization approach was applied related with the effort on restoring the post-mining land. The result of the program was that the participation of the people in the activity had increased. Thus, it was suggested that the policy maker could ensure the empowerment program on the restoration of post-mining land should be massive, systematic and sustainable.Program ini hadir untuk memberikan solusi terhadap permasalahan mengenai rendahnya partisipasi masyarakat dalam program restorasi lahan pasca tambang, solusi yang diberikan ialah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program restorasi lahan pasca tambang melalui pemberdayaan masyarakat. Tujuan yang diharapkan dari solusi tersebut ialah dapat meningkatakan artisipasi masyaraat dalam restorasi lahan pasca tambang sehingga perekonomian masyarakat mengalami peningkatan dari pemnafaatan lahan pasca tamabang. Target dalam progaram ini merupakan masyarakat Desa Bukit Kijang yang terdampak dari kegiatan pertambangan. Metode kegiatan yang digunakan ialah sosialisasi dalam mengenai pembedayaan masyarakatdalam upaya restorasi lahan pascatambang. Hasil akhir dari program ini yaitu terwujudnya tujuan dari program dengan berhasilnya meningkatkan pastisipasi masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat. Selain itu, progam ini akan memiliki luaran publikasi seperti artikel ilmiah di jurnal nasional terkreditasi/ prosiding seminar nasional, dan artikel di media massa

    Elementary School Teachers\u27 Perceptions Of Google Meet Training To Address Learning Issues During The Covid-19 Pandemic: Persepsi Guru-Guru Sekolah Dasar Pascapelatihan Google Meet Untuk Mengatasi Masalah-Masalah Pembelajaran Selama Masa Pandemi Covid-19

    No full text
    The pandemic changed the course of our schools. All traditional face-to-face classes were converted into online classes. This complicates excellent educational planning for practice-based courses, as these courses rely on laboratory facilities to enhance students\u27 abilities. Therefore, social service to 24 elementary school teachers is important through the utilization of online platforms, especially Google Meet. Therefore, the purpose of this paper is to learn about the process of teaching the use of Google Meet during the Covid-19 pandemic, as well as to assess the instructors\u27 opinions on the training and use of this platform. The authors used a qualitative paradigm to describe the learning method and determine instructors\u27 opinions on training using field observations and surveys. Based on documented field observations, course presenters use Google Meet for content discussion. According to this survey, 73.62 percent of the respondents preferred the online learning mode due to the lack of problems encountered. Interestingly, the questionnaire findings revealed 81.95 percent favorable perception of the use of various platforms during the session. This has the potential to be a significant improvement for online courses across all contexts.Pandemi mengubah jalannya sekolah kita. Semua kelas tatap muka tradisional diubah menjadi kelas dalam jaringan. Hal ini mempersulit perencanaan pendidikan yang sangat baik untuk mata kuliah berbasis praktik, karena mata kuliah ini mengandalkan fasilitas laboratorium untuk meningkatkan kemampuan siswa. Oleh karena itu, pelayanan sosial kepada 24 guru SD menjadi penting melalui pemanfaatan platform dalam jaringan, khususnya Google Meet. Oleh karena itu, tujuan dari makalah ini adalah untuk mempelajari tentang proses pengajaran penggunaan Google Meet selama pandemi Covid-19, serta untuk menilai pendapat instruktur tentang pelatihan dan penggunaan platform ini. Penulis menggunakan paradigma kualitatif untuk menggambarkan metode pembelajaran dan menentukan pendapat instruktur tentang pelatihan menggunakan observasi lapangan dan survei. Berdasarkan observasi lapangan yang terdokumentasi, presenter kursus menggunakan Google Meet untuk diskusi konten. Menurut survey ini, 73,62 persen responden lebih memilih mode pembelajaran dalam jaringan karena minimnya masalah yang dihadapi. Menariknya, temuan kuesioner mengungkapkan 81,95 persen persepsi yang baik tentang penggunaan pelbagai platform selama sesi. Ini memiliki potensi untuk menjadi peningkatan yang signifikan untuk kuliah dalam jaringan di semua konteks

    Development of Medicinal Plant Conservation Area Based on Local Wisdom of Mapur Indigenous Community: Pengembangan Kawasan Konservasi Tanaman Obat Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Adat Mapur

    No full text
    Air Abik Hamlet has abundant natural resources, especially medicinal plants. The population of medicinal plants will decrease if there is no effort to maintain the medicinal plants. The unavailability of a learning platform regarding efforts to preserve or conserve medicinal plants is one of the factors that become an obstacle in increasing public awareness of the importance of medicinal plant conservation to be carried out. This service aims to preserve medicinal plants typical of the Mapur custom through sustainable conservation activities and develop medicinal plant products that produce so that they can help realize a more advanced Air Abik Hamlet. The results of the service show that the background of the emergence of the medicinal plant conservation program is by looking at the potential of medicinal plants that must be maintained so that they are not lost and can be used as a business to improve the community\u27s economy. The results of the program include the formation of in-situ and ex-situ conservation areas, a map of the distribution of medicinal plants, more innovative product packaging, and the formation of herbal medicine cafes are the basic stages for the service program so that program sustainability is still needed to develop conservation areas and patent medicinal plant products in Air Abik Hamlet.Dusun Air Abik memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah khususnya tanaman obat. Populasi tanaman obat akan semakin berkurang jika tidak adanya upaya untuk tetap mempertahankan tanaman obat tersebut. Belum tersedianya wadah pembelajaran mengenai upaya pelestarian atau konservasi tanaman obat merupakan salah satu faktor yang menjadi penghambat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi tanaman obat untuk dilakukan. Pengabdian ini bertujuan melestarikan tanaman obat khas adat Mapur melalui kegiatan konservasi yang berkelanjutan serta mengembangkan produk tanaman obat yang menghasilkan sehingga dapat membantu mewujudkan Dusun Air Abik yang lebih maju. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa latar belakang kemunculan program konservasi tanaman obat adalah dengan melihat potensi tanaman obat yang harus terus dijaga agar tidak hilang dan dapat dimanfaatkan sebagai usaha untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Hasil program meliputi terbentuknya kawasan konservasi secara in-situ dan ex-situ, peta persebaran tanaman obat, pengemasan produk yang lebih inovatif, dan terbentuknya kafe jamu merupakan tahapan dasar untuk program pengabdian sehingga masih diperlukan keberlanjutan program untuk mengembangkan kawasan konservasi dan mematenkan hasil produk tanaman obat di Dusun Air Abik

    Catfish and Tilapia Farming Business Based on Probio FM Technology at CV. DAM Petaling Village, Bangka: Usaha Budidaya Ikan Lele dan Ikan Nila Berbasis Teknologi Probio FM di CV. DAM Desa Petaling, Bangka

    No full text
    Universitas Bangka Belitung students carry out Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) activities in the Kedaireka Matching Fund Program in 2022 with the title of the activity, namely the Cultivation of Catfish and Tilapia Based on Probio FM Technology at CV DAM Petaling Village, Bangka Regency. The purpose of this entrepreneurial activity is to accelerate the production of catfish and tilapia cultivation using Probio FM, popularize feeding with the addition of Probio FM and form an aquaculture business group based on Probio FM technology. Probio FM is a liquid probiotic containing lactic acid bacteria that functions to improve water quality, reduce ammonia odor and fly population, reduce fishy odor in fish meat, can reduce mortality in fish and increase feed use efficiency. The methods used in this activity include surveying the location of activities, preparing land for KJA / KJT, stocking catfish and tilapia seeds, feeding fish with the addition of Probio FM, sorting, harvesting, marketing and forming business groups. The results in this activity have been harvested tilapia and catfish with a cultivation time of 2 months and 2 weeks for catfish with an average weight of 140gram. The total harvest of catfish was 330 kg and tilapia was 270 kg. A business group has been formed under the name Gerai FF Kedaireka. Probio FM is very influential on the enlargement of catfish and tilapia. It is expected that more and more farmers will use Probio FM technology.Mahasiswa Universitas Bangka Belitung melakukan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam Program Kedaireka Matching Fund Tahun 2022 dengan judul kegiatan yaitu Usaha Budidaya Ikan Lele dan Ikan Nila Berbasis Teknologi Probio FM di CV DAM Desa Petaling Kabupaten Bangka. Tujuan kegiatan kewirausahan ini untuk mempercepat hasil produksi budidaya ikan lele dan ikan nila dengan menggunakan Probio FM, mempopulerkan pemberian pakan dengan penambahan Probio FM serta membentuk kelompok usaha perikanan budidaya berbasis teknologi Probio FM. Probio FM merupakan probiotik cair yang mengandung bakteri asam laktat yang berfungsi untuk memperbaiki kualitas air, mengurangi bau ammonia dan populasi lalat, mengurangi bau amis pada daging ikan, dapat menurunkan angka kematian pada ikan serta meningkatkan efisiensi penggunaan pakan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi survey lokasi kegiatan, persiapan lahan untuk KJA/KJT, penebaran benih ikan lele dan nila, pemberian pakan ikan dengan penambahan Probio FM, penyortiran, pemanenan, pemasaran serta membentuk kelompok usaha. Hasil dalam kegiatan ini telah dilakukan panen ikan nila dan ikan lele dengan lama waktu budidaya yaitu 2 bulan 2 minggu untuk ikan lele dengan bobot rata-rata 140gram. Total panen ikan lele sebanyak 330 kg dan ikan nila sebanyak 270 kg. Telah dibentuk kelompok usaha dengan nama Gerai FF Kedaireka. Probio FM sangat berpengaruh terhadap pembesaran ikan lele dan ikan nila. Diharapkan semakin banyaknya pembudidaya yang menggunakan teknologi Probio FM

    Mesin Pengolah Sampah Organik Dalam Rangka Memberikan Alternatif Solusi Pengolahan Sampah Daun di Desa Lalang Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur: Mesin Pengolah Sampah Organik Dalam Rangka Memberikan Alternatif Solusi Pengolahan Sampah Daun Di Desa Lalang Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur

    No full text
    The making of organic waste processing machines, especially organic waste from plants in Lalang Village, Manggar District, East Belitung Regency is one of the objectives of the Kuliah Kerja Nyata (KKN) thematic of Universitas Bangka Belitung students. The utilization of organic waste to make compost is an alternative solution to the problem of overcoming landfilling and burning of waste which causes global warming. The design and manufacture of organic waste processing machines, brief training on the use of tools, counseling on making compost from the results of the machine process and counseling on machine maintenance are the main activities in this thematic KKN activity. The results of this activity will have an impact on the community to utilize organic waste from their own yard to be used as compost around the environment at low cost through the use of waste that can pollute the environment so as to produce something that is useful and valuable.Pembuatan mesin pengolah sampah organik, terutama sampah organik dari tumbuhan di Desa Lalang Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur merupakan salah satu tujuan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik mahasiswa Universitas Bangka Belitung. Pemanfaatan sampah organik untuk dijadikan bahan pembuat pupuk kompos menjadi alternatif pemecahan masalah dalam mengatasi penimbunan dan pembakaran sampah yang mengakibatkan pemanasan global. Perancangan dan pembuatan mesin pengolahan sampah organik, pelatihan singkat penggunaan alat, penyuluhan pembuatan kompos dari hasil proses mesin tersebut serta penyuluhan perawatan mesin menjadi kegiatan utama dalam kegiatan KKN tematik ini. Hasil kegiatan ini akan berdampak kepada  masyarakat untuk memanfaatkan sampah organik dari lahan pekarangan sendiri untuk dijadikan pupuk kompos di sekitar lingkungan dengan  biaya murah melalui pemanfaatan sampah-sampah yang dapat mengotori lingkungan sehingga menghasilkan sesuatu yang berdaya guna dan bernilai guna

    Revitalizing Family Resilience as An Effort to Prepare The Golden Generation in Paudud and TK Citra Insani Betak Village, Kalidawir District, Tulungagung Regency, East Java: Revitalisasi Ketahanan Keluarga sebagai Upaya untuk Menyiapkan Generasi Emas di Paud dan TK Citra Insani Desa Betak, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur

    No full text
    Children are the next generation of the nation. In the future, the leadership of this nation is in their hands. Therefore, children must be well prepared. The role of parents is very large in socializing children. Therefore, parents\u27 knowledge about childcare must be improved. In this case, the family plays an important role in producing a qualified next generation because at a macro level, the resilience of the nation depends on the resilience of the family. In the future, this nation will be led by the generation that is currently experiencing socialization in the family. Therefore, on a micro level, parents must be empowered because socialization starts from the family. Increasing parents\u27 knowledge is done by making efforts to revitalize family functions in preparing the golden generation.Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Di masa depan, kepemimpinan bangsa ini ada di tangan mereka. Oleh karena itu, anak-anak harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Peran orangtua sangat besar dalam mensosialisasi anak. Oleh karena itu, pengetahuan orang tua tentang pengasuhan anak harus ditingkatkan. Dalam hal ini, keluarga memegang peran penting dalam melahirkan generasi penerus yang mumpuni karena secara makro, ketahanan bangsa bergantung pada ketahanan keluarga. Di masa yang akan datang, bangsa ini akan dipimpin oleh generasi yang saat ini sedang mengalami sosialisasi dalam keluarga. Maka dari itu, secara mikro, orang tua harus diberdayakan karena sosialisasi dimulai dari keluarga. Peningkatan pengetahuan orang tua dilakukan dengan melakukan upaya revitalisasi fungsi keluarga dalam mempersiapkan generasi emas

    The Reading Literacy at SMP Muhammadiyah 23 Lubuk Palas through The Kampus Mengajar 3 Program: Literasi Membaca di SMP Muhammadiyah 23 Lubuk Palas melalui Program Kampus Mengajar 3

    No full text
    Kampus Mengajar 2021 is a continuation program of the Pioneer Kampus Mengajar Program which was implemented in 2020 as proof of campus dedication through students to move towards the success of national education in pandemic conditions. The Kampus Mengajar is part of the Kampus Merdeka program which involves students on each campus from various educational backgrounds to assist the teaching and learning process in schools, especially at the elementary level and provide opportunities for them to learn and develop themselves through activities outside the lecture classroom.Indonesia is in need of help from various parties to move synergistically to succeed national education.The Kampus Mengajar aims to provide opportunities for students to learn and develop themselves through activities outside the lecture class, help schools to provide optimal educational services to all students at the elementary level in limited and critical conditions during the pandemic and provide optimal learning opportunities to all students at the elementary level in limited and critical conditions during the pandemic. The results of this program gave a positive response from the parties at SMP Muhammadiyah 23 Lubuk Palas and had a good impact in terms of learning, technology adaptation and school administration.Kampus Mengajar 2021 merupakan program lanjutan dari Program Kampus Mengajar Perintis yang telah dilaksanakan pada tahun 2020 sebagai bukti dedikasi kampus melalui mahasiswa untuk bergerak menyukseskan pendidikan nasional dalam kondisi pandemi. Kampus Mengajar adalah bagian dari program Kampus Merdeka yang melibatkan mahasiswa di setiap kampus dari berbagai latar belakang pendidikan untuk membantu proses belajar mengajar di sekolah, khususnya pada jenjang SD dan memberikan kesempatan kepada mereka belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan. Indonesia sedang membutuhkan bantuan berbagai pihak untuk bergerak secara sinergis menyukseskan pendidikan nasional. Kampus Mengajar bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan, membantu sekolah untuk memberikan pelayanan pendidikan yang optimal terhadap semua peserta didik pada jenjang SD dalam kondisi terbatas dan kritis selama pandemi dan memberikan kesempatan belajar optimal kepada semua peserta didik pada jenjang SD dalam kondisi terbatas dan kritis selama pandemi. Hasil dari program ini memberikan respon positif dari pihak di SMP Muhammadiyah 23 Lubuk Palas dan berdampak baik dalam hal pembelajaran,adaptasi teknologi dan administrasi sekolah

    SOSIALISI DAN BAKTI SOSIAL DALAM RANGKA PEDULI DAMPAK COVID-19 DI DESA PENYAK KABUPATEN BANGKA TENGAH: Sosialisasi Dan Bakti Sosial Dalam Rangka Peduli Dampak Covid-19 Di Desa Penyak Kabupaten Bangka Tengah

    No full text
    Covid-19 is one of the problems that has hit the whole world. Slowly Covid-19 is spreading throughout the country, as well as its cities. Bangka Belitung Islands is one of the provinces in Indonesia that began to be exposed to Covid-19. The problem turned out to have a very bad impact, including in Penyak Village. Seeing some of the problems that exist, the Universitas Bangka Belitung service implementation team took several steps to help residents and village officials to overcome several problems. Some of the things that were done included Socialization and Distribution of Basic Food. Based on the results of the response of some residents, it can be said that the activities carried out are a lot of new information for residents.Covid-19 merupakan salah satu permasalahan yang melanda di seluruh Dunia. Perlahan Covid-19  menyebar ke seluruh Negara, serta kota-kotanya. Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mulai terpapar Covid-19. Permasalahan tersebut ternyata menimbulkan dampak yang sangat buruk termasuk di Desa Penyak.  Melihat beberapa permasalahan yang ada, Tim pelaksana pengabdian Universitas Bangka Belitung melakukan beberapa langkah untuk membantu warga dan perangkat Desa untuk mengatasi beberapa permasalahan. Beberapa hal yang dilakukan antara lain Sosialisasi dan Pembagian Sembako. Berdasarkan hasil respon bebrapa warga dapat dikatakan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan banyak informasi baru bagi warga. &nbsp

    18

    full texts

    162

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇