199 research outputs found

    Antisipasi Degradasi Moral di Era Global

    No full text
    In the globalization era, environment has a broad definition. Someone could very easily find an atmosphere that he likes. It brings to positive or negative effects. Teenagers (aged 12-22 years) are the generation most vulnerable to the negative influences that lead to moral decadence. This problem is very difficult to overcome if it just rely on the secular West psychological theories. Islamic education is expected to provide a solution to these problems through functional strategy, integral and progressive. Religious teachings not only memorized but should also be presented in the spirit to assist young people in solving the problem. This strategy could be: guiding problem solving in dealing with problems themselves and society as well as the formation of an integral understanding of his relationship with God. Teens should have spirit that can transform itself into a superior person.   Abstrak Dalam era globalisasi, lingkungan memiliki definisi yang luas. Seseorang bisa sangat mudah menemukan suasana yang dia suka sehingga memunculkan efek positif atau negatif. Remaja merupakan generasi yang paling rentan terhadap pengaruh negatif yang menyebabkan dekadensi moral. Masalah ini sangat sulit diatasi jika hanya mengandalkan teori-teori psikologi Barat yang sekuler. Pendidikan Islam diharapkan mampu memberikan solusi masalah ini melalui strategi yang fungsional, integral dan progresif. Ajaran agama tidak hanya dihafal tetapi juga harus dihadirkan dalam jiwa untuk mendampingi kaum muda dalam menyelesaikan masalahnya. Strategi ini bisa berupa: pembimbingan problem solving dalam menghadapi persoalan diri dan masyarakatnya serta pembentukan pemahaman secara integral tentang hubungannya dengan Allah. Remaja harus memiliki mental yang dapat merubah dirinya menjadi pribadi yang unggul

    Model pendidikan agama Islam dalam pembentukan karakter religius, kreatif dan peduli lingkungan di PIAUD sekitar tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Jatibarang, Kota Semarang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1). Bagaimana pelaksanaan Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan karakter religius, kreatif dan peduli lingkungan di PIAUD Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Jatibarang Kota Semarang? (2). Bagaimana Model Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter religius, kreatif dan peduli lingkungan di PIAUD sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Jatibarang Kota Semarang?. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif fenomenologis. Teknik mencari data dengan cara observasi, wawancara, survey, focus group discussion (FGD) dan dokumentasi. Pengolahan data menggunakan, reduksi data, koding dan interaktif data. Validasi menggunakan teknik triangulasi. Analisis data menggunakan teknik analisis psiko-sosiologi, fenomenologis dengan pola berfikir induktif. Hasil penelitian menunjukkan (1). Pelaksanaan secara integratif antara karakter religius, sopan santun / akhlak al karimah terhadap Allah Swt, manusia dan alam, kreatifitas dan peduli lingkungan. Sedangkan metode yang paling banyak digunakan guru adalah metode keteladanan, pembiasaan dan kompetisi. 2. Model PAI dalam membentuk karakter religius, kreatif dan peduli lingkungan di PIAUD sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Jatibarang Kota Semarang menggunakan model pembelajaran klasikal, klasikal plus BCCT dan BCCT plus losepart dan STEAM. Ketika model-model tersebut digunakan secara mandiri satu persatu, didapati adanya kekurangan, maka dijumpai adanya upaya untuk melengkapi model-model pembelajaran tersebut dengan model kompetitif kooperatif secara terintegrasi dengan nilai agama Islam. Mereka menggunakan model pendidikan nilai secara Kompetitif Kooperatif dan Integratif (KKI). Novelty model pendidikan nilai secara kompetitif-kooperatif integratif merupakan pengembangan dari teori kompetisi dan kooperasi berdasar riset yang dilakukan oleh Elizabeth A Sommerlad dan Bellingham, (1972), Brady dkk (1983), George Domino (1992), dan Chao Liu dan Peter La Freniere (2014). Model pendidikan nilai Kompetitif Kooperatif Integratif bisa memberikan nuansa integratif terhadap teori pendidikan karakter yang disampaikan oleh Thomas Lickona. Lickona menyampaikan bahwa tahapan pendidikan karkter mempunyai tiga tahap yaitu moral knowing, moral feeling dan moral acting, maka penelitian ini dapat memberikan nuansa kontribusi tahap keempat yaitu tahap moral integrating melalui pola kompetitif-kooperatif. Saran bagi peneliti, pengelola lembaga pendidikan dan guru pendidikan Islam anak usia dini, hendaknya dapat memperhatikan model pendidikan PAI yang kontekstual dan berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan dunia terutama pemanasan global (global warming). ABSTRACT: This study aims to determine: (1). How is the implementation of Islamic Religious Education to form religious, creative and environment care character in Early Childhood Islamic Education Institutions around Jatibarang landfill, Semarang City? (2). What is the Model of Islamic Religious Education to form religious, creative and environment care character in Early Childhood Islamic Education Institutions around the Jatibarang landfill, Semarang City? This study used phenomenological qualitative research approach. Techniques for finding data used observation, interviews, surveys, focus group discussions (FGD) and documentation. Data process used data reduction, coding and interactive data. Data validation used triangulation techniques. Data analysis used psycho-sociological, phenomenological analysis techniques with inductive thinking patterns. The research results show (1). The implementation of early childhood Islamic education to form religious, creative and environment care character at Early Childhood Islamic Education Institution around the Jatibarang landfill used integrative manner between religious character, creativity and environmental care character. Meanwhile, the methods most used by teachers are exemplary, habituation and competition methods. 2. The model of Islamic Religious Education to form religious, creative and environment care character at Islamic early childhood education around the Jatibarang landfill in Semarang City uses the classical learning model, classical plus BCCT and BCCT plus losepart and STEAM. When these models are used independently one by one, deficiencies are found. So there have effort to complement these learning models with a cooperative competitive model, integrated with Islamic religious values. Teachers use a competitive, cooperative and integrative (CCI) value education model. The novelty competitive-cooperative integrative value education model is the development of competition and cooperative theory based on research conducted by Elizabeth A Sommerlad and Bellingham, (1972), Brady et al (1983), George Domino (1992), and Chao Liu and Peter La Freniere (2014). The Cooperative Integrative Competitive value education model can make an integrative contribution to the theory of character education presented by Thomas Lickona. Lickona said that the stages of character education have three stages, namely moral knowing, moral feeling and moral acting, so this research can contribute to the fourth stage, namely the moral integrating stage through a competitive-cooperative pattern. Suggestions for researchers, managers of educational institutions and early childhood Islamic education teachers, should be able to pay attention to the model of Islamic Religious Education as contextual religious learning and contributes to solve various problems in the world, especially global warming

    FENOMENA SPIRITUALITAS TERAPAN DAN TANTANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA GLOBAL

    No full text
    Fenomena spiritualitas terapan seperti aliran pranana, energy spiritual nusantara, hypno, psichotronika, transfer energy dll sebagai fenomena pola spiritualitas yang mampu mengisi sebagian ruang kegelisahan  orang-orang modern. Berbeloknya manusia modern yang mulai lelah dengan hanya mengandalkan pola berfikir materialis positifis menuju spiritualitas sebagai keseimbangan fithri manusia ternyata tidak serta merta mereka membutuhkan agama yang di dalamnya berisi ke imanan terhadap Allah SWT, Tuhan semesta alam. Namun ternyata spiritualitas terdiri dari banyak ragamnya. Setidaknya ada tiga pola dasar spiritualitas yaitu spiritualitas yang berdasar psikologi/diri manusia, alam dan agama. Dua macam spiritualitas yang pertama hakikatnya sama dengan ilmu-ilmu sain yang mendasarkan pada keyakinan bahwa pusat energi adalah manusia dan alam (anthropo centre dan natural centre) yang juga akan sampai pada titik kehampaan dan keterbatasan manusia dan alam dan berbuah kegelisahan dan keputusasaan. Spiritualitas agama seharusnya bisa tampil ke permukaan, disampaikan dengan metode dan strategi pendidikan agama khususnya Islam yang mudah dipahami dan di aktualisasikan sesuai dengan globalisasi sehingga bisa menjadi solusi bagi kegersangan manusia modern akan hakikat hidup yang serba kompleks, cepat dan majemuk. Spiritualitas agama Islam dengan demikian bisa diharapkan menjadi fondasi baru peradaban mendatang

    Strategi Pendidik dalam Mengantisipasi Tindakan Bullying Untuk Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

    No full text
    Bullying is often a serious problem that disrupts children's comfort and safety at school. So this research aims to explore the strategies implemented by educators at Al-Azhar 29 Semarang Islamic Kindergarten in preventing bullying and creating a child-friendly school environment. The method used in this research is qualitative, with data collection techniques through interviews with school principals and educators, observation, and documentation to understand the strategies implemented in depth. The results of the research show that educators' strategies for anticipating bullying at Al-Azhar Islamic Kindergarten 29 Semarang are carried out in the form of (1) parenting activities involving parents, (2) implementing value-based learning such as inviting children to sing anti-bullying songs, (3) providing understanding and direction regarding bullying, (4) providing advice and examples of good and bad behavior, (5) creating a child-friendly school environment. Apart from that, the success of implementing educators' strategies in anticipating bullying is influenced by internal factors, namely the support of school principals and educators in school policies related to anti-bullying. Meanwhile, the obstacles are influenced by external factors, namely parents, where there are differences in parenting styles at home and at school and there is no cooperative attitude from the child's parentsBullying seringkali menjadi masalah serius yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan anak-anak di sekolah. Maka penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi yang diterapkan oleh pendidik di TK Islam Al-Azhar 29 Semarang dalam mencegah bullying dan menciptakan lingkungan sekolah ramah anak Metode yang digunakan dalam penelitin ini adalah  kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan kepala sekolah dan pendidik, observasi, dan dokumentasi untuk memahami strategi yang diterapkan secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidik dalam mengantisipasi tindakan bullying di TK Islam Al-azhar 29 Semarang dilakukan dalam bentuk (1) kegiatan parenting dengan melibatkan orang tua, (2) penerapan pembelajaran berbasis nilai seperti mengajak anak bernyanyi lagu anti bullying, (3) memberikan pemahaman dan pengarahan terkait tindakan bullying, (4) memberikan nasihat dan contoh perilaku baik dan buruk, (5) menciptakan lingkungan sekolah ramah anak. Selain itu keberhasilan dari implementasi strategi pendidik dalam mengantisipasi tindakan bullying dipengaruhi oleh faktor internal yaitu adanya dukungan dari kepala sekolah dan pendidik dalam kebijakan sekolah terkait anti-bullying. Sementara hambatannya dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu orang tua, dimana terdapat perbedaan pola asuh dirumah dan disekolah serta tidak adanya sikap kooperatif dari orang tua anak. &nbsp

    Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Agresif Anak Usia Dini

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana dampak interaksi sosial pada perilaku agresif anak usia dini usia 4-5 tahun. Untuk menghindari kesimpangsiuran dan tumpang tindih, masalah penelitian indentifikasi. Masalah yang ditemukan adalah dampak interaksi sosial yang mempengaruhi anak melakukan perilaku agresif, penanganan guru terhadap perilaku agresif. Metode kualitatif fenomenologis digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak  interaksi sosial terhadap perilaku agresif di RA Miftahul Akhlaqiyah sebanyak 44% meliputi memukul, menendang, dan berteriak sebagai akibat dari interaksi sosial teman sebaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa anak sangat terpengaruh perilaku agresif temannya. Dengan demikian implikasi dari penelitian ini adalah mengharuskan adanya antisipasi yang lebih tegas dari para guru dalam mendampingi siswa agar perilaku agresif anak dapat tersalurkan ke hal-hal positif dan mencegak dampak negatifnya.

    Support for enterprise applications in SOFA 2

    No full text
    Title: Support for Enterprise Applications in SOFA 2 Author: Tibor Blénessy Department: Department of Distributed and Dependable Systems Supervisor of the master thesis: RNDr. Tomáš Bureš, Ph.D. Abstract: Industry standards defining various aspects of enterprise systems were developed in order to make development of such systems faster and to increase interoperability. For systems created with Java platform, these standards are contained under Java Enterprise Edition. SOFA 2 component system provides a solid base for development of ex- tensive component oriented systems. Goal of this work is to propose and empirically verify the possibility of integration of existing industry standards for enterprise applications in SOFA 2. Proposed solution extends SOFA 2 with components for web user in- terfaces based on Java Servlet API standard and with components for persisting data into relational databases based on Java Peristence API. In addition, it integrates core technologies from the Java Enterprise Edition platform, which should make integration of further standards easier. Keywords: enteprise applications, component system, SOFA 2, Java E

    Strategi Game Based Learning Dalam Pembelajaran PAI Untuk Meningkatkan Keterampilan 4C+S Siswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerapan Game-Based Learning dalam meningkatkan keterampilan 4C+S (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration, dan Spirituality) pada siswa di SMPN 35 Semarang. Game-Based Learning diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui penggunaan game Team Game Tournament (TGT), Snowball, Scramble, dan Quizizz, yang disesuaikan dengan materi salat dan zikir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik yang bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan melaporkan pola atau tema dalam data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penerapan Game-Based Learning di SMPN 35 Semarang meliputi integrasi permainan dengan materi PAI makna salat dan zikir, pembentukan kelompok kerja dinamis dan interaksi positif, serta refleksi dan diskusi terpandu. Dengan demikian, Game-Based Learning mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dimana siswa didorong untuk menganalisis dan mengevaluasi materi secara mendalam. Kreativitas menunjukkan bahwa siswa mampu menyampaikan ide-ide inovatif dalam memecahkan masalah. Komunikasi menunjukkan siswa mampu menyampaikan pendapat dengan percaya diri serta aktif dalam bertanya. Kolaborasi siswa mampu bekerja sama dan saling memberi masukan kepada temannya. Dari aspek spiritual, siswa merasa lebih sering teringat untuk dekat dengan Allah Swt setelah strategi ini diterapkan

    Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Permainan Konstruktif

    No full text
    Mengembangkan kreativitas anak melalui permainan konstruktif sangat penting terutama untuk meningkatkan kemampuan berpikir imajinatif dan inovatif anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendukung pembelajaran yang menyenangkan dan mengembangkan kreativitas anak melalui permainan konstruktif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data diambil melalui observasi, wawancara dan diperkuat dengan dokumentasi yang dilakukan kepada pendidik dan 13 anak kelompok usia 4-5 tahun. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui permainan konstruktif bermain balok, menggambar dan melipat, anak-anak dapat meningkatkan imajinasi, menstimulasi kreativitas dan dapat meningkatkan keterlibatan anak dalam proses belajar. Permainan konstruktif sangat berpengaruh terhadap kreativitas anak. Hal ini terbukti bahwa permainan konstruktif balok, menggambar dan melipat dapat meningkatkan kreativitas anak rata rata 43,6%. Dengan demikian kegiatan ini dapat direkomendasikan untuk digunakan sebagai metode pengembangan kreativitas anak usia dini agar hasil pembelajaran lebih maksimal

    Learning Differentiation in ECE Based on Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling and Instinct (STIFIn) Intelligence Test Results

    No full text
    In managing learning, teachers need information to meet children's different learning styles and interests. Recognizing children's intelligence from an early age can be determined through the Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, and Instinct Intelligence Test (STIFIn). This is useful for knowing the child's learning style, characteristics, and interests so that it can be said to be suitable for carrying out differentiated learning based on the child's characteristics. This research aims to identify children's interests and talents to help provide an overview of the potential components of each child's character and solutions for handling problematic children. The method used is a descriptive qualitative case study type with an inductive deductive pattern. The research results show that teachers can use the STIFIn test results as a basis for creating a learning environment that suits children's needs based on the characteristics recognized in each child, through predetermined differentiation of strategies, media, and evaluation of learning in early childhood. implemented to support development. early childhood according to their needs and potential. Keywords: learning differentiation, early childhood, STIFIn intelligence test References: A. Langelier, C., & Diane Connell, J. (2005). Emotions And Learning: Where Brain Based ReseArch And Cognitive-Behavioral Counseling Strategies Meet The Road. Rivier College Online Academic, 1. A. Muir, R., Howard, S. J., & Kervin, L. (2024). Supporting early childhood educators to foster children’s self-regulation and executive functioning through professional learning. Early Childhood Research Quarterly, 67(2), 170–181. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ecresq.2023.12.001 Abramczyk, A., & Jurkowski, S. (2020). Cooperative learning as an evidence-based teaching strategy: what teachers know, believe, and how they use it. Journal of Education for Teaching, 46(3), 296–308. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/02607476.2020.1733402 Aisyah, N., & Sholehatun mahdia. (2023). Penerapan Metode STIFIN Dalam Memahami Gaya Belajar Siswa. Pedagogika, 4(1), 29–45. https://doi.org/10.37411/pedagogika.v14i1.2202 Alindra, A. L. (2018). Kajian Aksiologi Metode STIFIn dalam Pemetaan Mesin Kecerdasan Manusia. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 10(2), 64–73. https://doi.org/10.30599/jti.v10i2.206 Astuti, I., & Afendi, A. R. (2022). Implementation of Differentiated Learning Through Play Activities in Early Childhood. EduLine: Journal of Education and Learning Innovation, 2(3), 358–365. https://doi.org/10.35877/454ri.eduline1264 Bauera, J., Gartmeier, M., Wiesbeck, A. B., Moeller, G. E., Karsten, G., Fischer, M. R., & Prenzel, M. (2018). Differential learning gains in professional conversation training: A latent profile analysis of competence acquisition in teacher-parent and physician patient communication. Learning and Individual Differences, 61(1), 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.lindif.2017.11.002 Creswell, J. W. (2014). Research Design, Qualitative, Quantitative And Mixed Methods Approaches (Fourth Edi). SAGE Publication. Gray, R. (2020). Comparing the constraints led approach, differential learning and prescriptive instruction for training opposite-field hitting in baseball. Sychology of Sport & Exercis, 51, 10179. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.psychsport.2020.101797 Henz, D., & Schöllhorn, W. I. (2019). Differential Training Facilitates Early Consolidation in Motor Learning. Frontiers in Behavioral Neuroscience, 10, 199. https://doi.org/10.3389/fnbeh.2016.00199 Herwina, W. (2021). Optimalisasi Kebutuhan Murid Dan Hasil Belajar Dengan Pembelajaran Berdiferensiasi. Perspektif Ilmu Pendidikan, 35(2), 175–182. https://doi.org/10.21009/pip.352.10 Lestariningrum, A. (2022). Konsep Pembelajaran Terdefirensiasi Dalam Kurikulum Merdeka Jenjang PAUD. Semdikjar 5, 5, 179–184. Marlina. (2020). Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Inklusi. CV Afifa Utama. Mulyawati, Y., Zulela, M., & Edwita, E. (2022). Differentiation Learning to Improve Students Potential in Elementary School. Pedagonal : Jurnal Ilmiah Pendidikan, 6(1), 68–78. https://doi.org/10.55215/pedagonal.v6i1.4485 Mumpuniarti, Mahabbati, A., & Handoyo, R. R. (2023). Diferensiasi Pembelajaran. UNY Press. Ngaisah, N. C., Munawarah, & Aulia, R. (2023). Perkembangan Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Kurikulum Merdeka Pada Pendidikan Anak Usia Dini. Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak, 9(1), 1–25. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.22373/bunayya.v9i1.16890 Pasmawati, H. (2019). Bimbingan Karir Farid Poniman dan Relevansinya dengan Konsep Islam: Telaah STIFIn Test. Jurnal Ilmiah Syi’ar, 19(2), 182. https://doi.org/10.29300/syr.v19i2.2476 Poniman, F. (2016). 9 Personaliti Genetik (Pikacinta (ed.)). Yayasan STIFIn. https://stifinfamily.com/blog/ Poniman, F., & Andi Mangussara, R. (2012). STIFIn Palugada (H. Wahyu Santoso (ed.)). STIFIn Institute. Santos, S., Coutinho, D., Gonçalves, B., Schöllhorn, W., Sampaio, J., & Leite, N. (2018). Differential Learning as a Key Training Approach to Improve Creative and Tactical Behavior in Soccer. Research Quarterly for Exercise and Sport, 89(1), 1–14. https://doi.org/10.1080/02701367.2017.1412063 Schöllhorn, W. I. (2016). Invited commentary: Differential learning is different from contextual interference learning. Human Movement Science, 47, 240–245. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.humov.2015.11.018 Setiawan, A., Zebua, R. S. Y., & Sunarti, S. (2021). Strategi Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Menggunakan Perangkat Kepribadian Genetik STIFIn. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(3), 1859–1872. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i3.1860 Siti Kurniasih, E., & Priyanti, N. (2023). Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Diferensiasi Terhadap Kemampuan Literasi Baca, Tulis dan Numerasi Pada Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Potensia, 8(2), 398–408. https://doi.org/https://doi.org/10.33369/jip.8.2.398-498 Sitorus, P., Simanullang, E. N., Manalu, A., Laia, I. S. A., Tumanggor, R. M., & Nainggolan, J. (2022). Effect of Differentiation Learning Strategies on Student Learning Results. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 8(6), 2654–2661. https://doi.org/10.29303/jppipa.v8i6.2114 Somadayo, S., & Kurniawan, H. (2023). The Role of Teacher Professionalism in Learning Differentiation of Independent Learning for Students. Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama, 15(1), 275–284. https://doi.org/10.37680/qalamuna.v15i1.2394   &nbsp

    Implementasi Permainan Mini Maze Mengemudi Untuk Peningkatan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun

    No full text
    The purpose of this study was to implement a mini maze driving game to improve the cognitive abilities of children aged 4-5 years. One aspect of child development that must be met is the cognitive aspect. In addition, teachers must also be creative in creating an interesting learning atmosphere so that all aspects of child development can be met. This study used a descriptive qualitative method. The location of the study was at KB-RA Al-Azhar Mosque in Group A aged 4-5 years. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Data analysis used interactive analysis. The results of the study proved that the implementation of this mini maze driving game can improve children's cognitive abilities which include first, problem-solving skills in the form of the ability to find solutions when choosing the wrong path. Second, developing logical thinking skills where children are trained to think to find the right path. Third, symbolic thinking skills such as knowing geometric shapes, namely circles, squares, and rectangles
    corecore