Aulad - Journal on Early Childhood
Not a member yet
533 research outputs found
Sort by
Bagaimana Keterkaitan Jenis Video Animasi dengan Kecerdasan Visual Spasial Anak Usia Dini?
Perkembangan teknologi digital membuat anak usia dini semakin akrab dengan video animasi sebagai media hiburan maupun pembelajaran. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai pengaruh jenis video animasi terhadap aspek perkembangan anak, khususnya kecerdasan visual spasial. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara jenis video animasi yang ditonton anak dengan perkembangan kecerdasan visual spasial berdasarkan perspektif orang tua. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan melalui wawancara dengan 14 orang tua yang anaknya rutin menonton video animasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis video animasi dapat mendukung perkembangan kecerdasan visual spasial, namun video animasi tematik dinilai lebih efektif karena lebih eksplisit menampilkan warna, bentuk, pola, posisi, dan arah objek. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemilihan konten yang sesuai usia dan pendampingan orang tua untuk meminimalkan risiko seperti kecanduan
Pengembangan Model Pembelajaran Lokomuf Fun untuk Gerak Dasar Anak Usia 5-6 Tahun
Perkembangan motorik yang harus diperhatikan karena berdampak pada kehidupan anak sehari-hari. Untuk itu penelitian ini sangat tepat menghasilkan model pembelajaran Lokomuf Fun yang layak, dan praktis untuk gerak dasar anak usia 5-6 tahun. Uji kelayakan produk dilakukan oleh tiga validator ahli dan dua guru di dua taman kanak-kanak (TK), dan uji kepraktisan produk dilakukan pada empat guru di tiga TK. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner berupa angket dan dokumentasi. Teknik analisis validitas isi menggunakan Aiken’s V, analisis kelayakan dan kepraktisan dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Pengembangan model pembelajaran untuk keterampilan gerak lokomotor dan manipulatif anak usia 5-6 tahun diintegrasikan dengan permainan tradisional serta umpan balik dari guru dan ahli. (2) Model pembelajaran yang dikembangkan terbukti layak dan praktis untuk digunakan
Analisis Literasi Digital Calon Pendidik Anak Usia Dini: Implikasi bagi Kualitas Pendidikan Anak
Literasi digital secara signifikan meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan akses informasi, pengembangan keterampilan berpikir kritis, dan persiapan siswa untuk dunia kerja digital. Berdasarkan hasil obersvasi di lapangan ditemukan bahwa masih kurang dalam kompetensi memahami dan mendistribusikan informasi yang telah didapatkan dari media digital. Misalnya saat menjelaskan materi yang ada dalam tugas tersebut mereka masih kesulitan dan memanfaatkan AI. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengukur tingkat literasi digital calon pendidik PAUD. Metode penelitian ini secara spesifik pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian lapangan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara & dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian pada kompetensi mengakses, menyeleksi, dan memahami calon pendidik sudah mumpuni, temuannya calon pendidik perlu pengembangan dalam critical data literacy dan algorithmic awareness. Implikasinya bagi kualitas pendidikan anak yaitu memudahkan perencanaan, suasana belajar menjadi bervariatif, memiliki kompetensi menyeleksi konten/berita digital.
Madurese Local Wisdom-Based Audiovisual Media For Enhancing Listening Skills In 5-6 Year Old
Early childhood listening skills need to be developed through media that is contextual to the socio-cultural environment. This study aims to explore the use of audio-visual media based on Madurese local wisdom to develop the listening skills of 5-6 year old children. This descriptive qualitative study involved 43 children, 2 classroom teachers, and the principal of RA Al Munawarah Jungcangcang Pamekasan as informants. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model. The results showed that audio-visual media containing Madurese folk tales, traditional songs, and traditional clothing improved children's focus, understanding of information, memory, and active participation. Implementation constraints included limited local content, technical problems, language barriers, and classroom management, which were overcome through content development and scaffolding reinforcement. The integration of local wisdom in audio-visual media effectively developed listening skills while strengthening children's cultural identity. Implications included the development of a digital repository of local content and the strengthening of teachers' technological-pedagogical competencies
Realized Students Well-Being Through Self-Development Programs: Investigate The Role Of Student Guidance Activities Based On Practical Life Skills
This research is important because it discusses the integration of practical life skills as a fundamental component for realizing student well-being. The aim is to investigate in depth the role of these skills-based student development activities. This research adopted a qualitative approach with a single case study design at BA Restu 1, with data collected through interviews, observation, and documentation. Data analysis included data condensation, presentation, and verification. The results show that the student development program realizes child well-being through four aspects practical life skills that form the foundation for independence and self-confidence; social skills development that fosters a sense of belonging; integration of character development that transforms moral values into concrete behavior; and interest-based curriculum that increases children's autonomy and intrinsic motivation. The implication of these findings is holistic student development program is a fundamental component, not merely an addition, in creating a learning environment that supports children's holistic development
Implementasi Asesmen Dalam Kegiatan Bermain Mengenal Budaya
Pengenalan budaya lokal sejak dini penting untuk membentuk identitas dan karakter anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi asesmen dalam kegiatan bermain mengenal budaya. Pendekatan kualitatif studi kasus digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru dari tiga sentra bermain. Data dianalisis melalui model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan asesmen dilakukan secara otentik menggunakan catatan anekdot, portofolio, ceklis, hasil karya, dan foto berseri yang terintegrasi dalam permainan. Asesmen digunakan sebagai alat pemetaan perkembangan dan refleksi pembelajaran. Implikasi dari hasil ini mendorong PAUD untuk mengintegrasikan asesmen budaya lokal yang kontekstual dan bermakna dalam kegiatan bermain
Pengenalan Konsep Matematika Pola dan Hubungan Melalui Kearifan Lokal Proyek Kenduri
Pendidikan anak usia dini pada abad ke-21 mengalami banyak tantangan dalam proses pembelajarannya, terutama dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan konsep matematika melalui proyek kenduri di TK Aisyah Islamic Preschool. Jenis penilitian yang digunakan adalah penelitan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif Miles & Huberman yaitu Data Collection, Data Display, Data Reduction, dan Conclusion Drawing. Hasil penelitian menunjukkan proyek kenduri mampu mengenalkan konsep matematika pola dan hubungan pada anak. Anak mampu mengenal konsep matematika pola dan hubungan seperti topi dan pola ukiran pakaian adat berbentuk segi tiga, selempang dan seprah berbentuk persegi panjang, ikat pinggang dan kalung bunga berbentuk lingkaran. Kemudian anak juga mampu mengenal konsep banyak dan sedikit sebuah benda dari makanan dan alat yang digunakan saat kegiatan kenduri, anak mengenal konsep membagi saat membagikan makanan, dan menghitung jumlah kue saat makan bersama
Teachers’ Challenges in ICT Integration for Early Childhood Education: A Systematic Literature Review
Teachers still encounter obstacles when trying to include ICT into early childhood education, despite the growing importance of this practice in promoting digital literacy and age-appropriate learning. Researchers in this study want to learn more about current trends in the field and the obstacles that educators have when trying to include technology into their work with young children. Using the criteria outlined in PRISMA 2020, a systematic literature review was performed using 23 journal articles indexed by Scopus and published between 2016 and 2025. Studies that focused on teachers' experiences, both empirically and conceptually, made up the unit of analysis. Data were analyzed using thematic synthesis and bibliometric mapping to identify patterns and trends. The findings reveal growing research interest in ICT-ECE, alongside persistent barriers related to infrastructure, limited professional development, low TPACK levels, and difficulties aligning ICT with play-based pedagogy. These results imply the need for context-sensitive ICT integration models and sustained teacher capacity building to inform policy and practice
Pengaruh Kisah-Kisah Dalam Al-Qur’an Dan Bermain Peran Terhadap Nilai Agama Dan Moral Anak Usia Dini Di Ra Al-Kalam Labuhan Batu Utara
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kisah-kisah dalam Al-Qur’an dan metode bermain peran terhadap nilai agama dan moral anak usia dini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional dengan regresi linier berganda. Sampel penelitian adalah anak usia 5–6 tahun yang aktif di RA Al-Kalam. Instrumen terdiri dari kuesioner dan observasi perilaku anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah-kisah Qur’ani dan bermain peran secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pembentukan nilai ibadah, kejujuran, tanggung jawab, dan empati anak. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi dua metode ini efektif dalam membangun karakter religius dan moral anak sejak usia dini
Analisis Perkembangan Emosi Anak: Sintesis Temuan Empiris tentang Peran Guru, Lingkungan, dan Konteks Sosial Budaya
Perkembangan emosi anak usia dini sangat penting karena menjadi dasar bagi hubungan sosial yang sehat dan kesejahteraan psikologis di masa depan. Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam bagaimana pengasuhan, lingkungan belajar, dan nilai budaya memengaruhi pembentukan emosi anak. Studi ini dilakukan melalui tinjauan pustaka kualitatif deskriptif-analitis, menelaah berbagai artikel dan laporan penelitian relevan. Instrumen kajian berupa panduan penelaahan literatur, dengan subjek berupa publikasi akademik terbaru. Data dianalisis menggunakan pengelompokan tematik dan sintesis teoretis untuk menemukan pola penting. Hasil penelitian bahwa perkembangan sosial-emosional anak usia dini dipengaruhi oleh peran guru, lingkungan belajar, program pembelajaran, serta keterampilan lain seperti bahasa dan penggunaan teknologi. Guru berperan sebagai pendamping emosi yang membantu anak mengenali dan mengelola perasaan, sementara lingkungan dan program sosial-emosional yang mendukung mampu menumbuhkan empati serta perilaku positif. Implikasinya, pendidik, keluarga, dan komunitas perlu bekerja bersama dengan pendekatan yang penuh empati, kontekstual, dan menyeluruh agar perkembangan emosi anak lebih optimal