Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
1371 research outputs found
Sort by
The Pengembangan GIDIPEC (Google sites Berdiferensiasi Gaya Belajar Siswa pada Materi Pecahan) Kelas IV Sekolah Dasar
Proses pembelajaran matematika di kelas IV SDN 008 Samarinda Ulu selama ini cenderung monoton dan kurang interaktif karena guru masih mengandalkan media sederhana seperti papan tulis dan metode ceramah. Hal ini memicu kurangnya perhatian terhadap keberagaman gaya yang digunakan siswa dalam belajar meliputi, kinestetik (pengalaman), auditorial (pendengaran), dan visual (penglihatan), sehingga menimbulkan kesulitan bagi siswa untuk memahami materi yang ditentukan dan rendahnya hasil belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dengan memanfaatkan web melalui alat Google Sites dalam mengintegrasikan gaya belajar siswa pada materi yang ditentukan di kelas IV. Model ADDIE digunakan dalam penelitian ini berdasarkan lima fase yaitu: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa media GIDIPEC memenuhi kriteria validitas dengan nilai rata-rata 95,12% (Sangat Valid) dari penilaian ahli. Hasil kepraktisan media menunjukkan respons siswa dalam uji coba kelompok kecil sebesar 81,58% (Sangat Praktis) dan uji coba kelompok besar sebesar 78,65% (Praktis), serta respons guru sebesar 80% (Praktis). Media GIDIPEC dinilai layak dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran matematika yang mampu diamati keberagaman gaya belajar siswa secara efektif dan interaktif. Penelitian ini memberikan andil penting dalam inovasi pembelajaran matematika yang lebih menarik dan berdiferensiasi sesuai kebutuhan siswa
Kepemimpinan Transformatif Kepala Sekolah Perempuan Berbasis Kesetaraan Gender dalam Membangun Iklim Sekolah Inklusif
Kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran strategis dalam membangun iklim sekolah yang inklusif dan berkeadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kepemimpinan transformasional kepala sekolah perempuan berbasis kesetaraan gender dalam membangun iklim sekolah inklusif di MI Ma’arif Kedungwingin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan tenaga kependidikan, sedangkan objek penelitian adalah praktik kepemimpinan transformasional berbasis kesetaraan gender serta iklim sekolah inklusif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah perempuan di MI Ma’arif Kedungwingin menerapkan kepemimpinan transformasional melalui pembangunan visi bersama, keteladanan, pemberdayaan guru dan tenaga kependidikan, serta pengelolaan sumber daya manusia yang berlandaskan prinsip kesetaraan gender. Praktik kepemimpinan tersebut berdampak positif terhadap terbentuknya iklim sekolah inklusif yang ditandai oleh relasi sosial yang harmonis, penerimaan terhadap keberagaman peserta didik, serta budaya sekolah yang menjunjung tinggi nilai saling menghargai dan kerja sama
Pengembangan Media Edu Fun Tree pada Pembelajaran Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Edu Fun Tree dan menguji validitas, kepraktisan, dan daya tariknya dalam meningkatkan kemampuan membaca awal siswa kelas dua sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas dua SDN Pendem 01 Batu pada tahun ajaran 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi dari pakar media dan pakar materi, kuesioner tanggapan guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Hasil validasi menunjukkan bahwa media Edu Fun Tree sangat valid, dengan skor 89,71% dari pakar media dan 81,25% dari pakar materi. Tes kepraktisan yang dilakukan oleh guru memperoleh hasil 97,5% (sangat praktis), sedangkan tanggapan siswa mencapai 75,8% (sangat menarik). Temuan ini menunjukkan bahwa media Edu Fun Tree cocok digunakan sebagai alat bantu pembelajaran membaca awal yang interaktif, menarik, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan literasi dasar siswa di sekolah dasar
Membentuk Karakter Disiplin Anak Didik melalui Keteladanan Guru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui usaha dari seorang guru dalam membentuk karakter disiplin anak didik melalui keteladanan. Tidak adanya keteladanan guru bagi murid dapat berdampak negatif pada perkembangan karakter dan nilai-nilai pribadi murid. Dampak negatif tidak adanya keteladanan guru, siswa cenderung meniru perilaku negatif guru, Siswa kurang disiplin, Siswa kurang bertanggung jawab, Siswa kurang percaya diri, Siswa kurang mandiri. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penanaman karakter disiplin peserta anak didik bisa dibentuk melalui pembiasaan dan keteladanan dari seorang seorang guru dengan tujuan untuk mendidik dan membekali mereka agar kelak memiliki perilaku dan moral yang baik untuk dirinya sendiri, masyarakat, ataupun lingkungan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Pembiasaan dapat menjadi tingkah laku serta karakter yang bersifat otomatis dan akan menjadi kepribadian yang luhur pada diri siswa dan keteladanan digunakan untuk menanamkan nilai-nilai moral dan sosial pada anak. Pentingnya pembentukan karakter disiplin sejak dini pada peserta didik agar kelak anak dapat menjadi penerus bangsa yang memiliki moral dan perilaku yang bagus dan menjadi sumber daya manusia yang berkarakter baik. Kesimpulan dari penelitian adalah bahwa pembentukan karakter disiplin melalului keteladanan dari seorang guru untuk peserta didik dapat dilakukan dengan berbagai usaha dan upaya seperti mengajarkan, mengedukasi dan memberi contoh kepada peserta didik untuk datang dan pulang sekolah tepat waktu, patuh akan peraturan yang telah disepakati bersama, berucap dengan kata-kata yang baik dan benar, menetapkan aturan kelas, serta memantau perilaku kedisiplinan siswa di rumah melalui buku catatan amal yaumi atau kegiatan harian
Implementing Integrity and Character Education Through Hypnoteaching in Elementary Schools: A Case Study Analysis
The decline in academic integrity, marked by increasing cases of cheating and ethical breaches, underscores the urgency for innovative character education approaches. This study evaluates the application of integrity character education using hypnoteaching methods at SDN Bendo 2 Sukodono. Employing a qualitative case study design, data were collected through participatory observation, self-assessment questionnaires, and in-depth interviews with key stakeholders, including principals, teachers, and students in grades IV to VI. Results show significant effectiveness, with implementation scores averaging 81.7% for teachers and 84.3% for students. The highest performance was noted in positive language use (92.5%), while honest behavior improved as 69.7% of students reported no integrity violations. However, challenges persist, including imitative behavior (51.2%) and low acceptance of collective decisions (15%). This study highlights hypnoteaching's potential to enhance character education and recommends systematic teacher training and continuous evaluation to sustain these positive outcomes
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksposisi melalui Model Project Based Learning dengan Pendekatan Saintifik
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas X SMKN 7 Kota Bengkulu melalui penerapan model project based learning dengan pendekatan saintifik. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dan dilaksanakan dalam dua siklus. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, dan rubrik penilaian keterampilan menulis. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dengan jumlah 26 siswa yang terdiri dari 18 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah keterampilan menulis teks eksposisi. Waktu pelaksanaan penelitian ini pada semester 1 kelas X SMKN 7 Kota Bengkulu tahun pelajaran 2024/2025. Fokus penelitian ini adalah pada keterampilan menulis berdasarkan struktur teks dan kaidah kebahasaan teks eksposisi. Pada siklus I, hasil observasi menunjukkan bahwa siswa masih kurang tertarik dengan pembelajaran dan mengalami kesulitan dalam menulis teks eksposisi. Nilai rata-rata kelas pada siklus I adalah 75,50 dengan kelemahan utama pada aspek penggunaan konjungsi, tanda baca, dan pengembangan argumen yang kurang tepat dalam kerangka tulisan teks ekposisi. Meski demikian, pendekatan saintifik seperti membaca dan memahami contoh teks, menyusun kerangka tulisan serta proses mengamati, menanya, dan mengomunikasikan proyek saat diskusi kelompok mulai memperlihatkan hasil yang positif. Namun perolehan nilai rata-rata keterampilan menulis di siklus I masih belum maksimal sehingga dilakukan perbaikan pada siklus II. Hasil evaluasi tindakan di siklus II menunjukkan peningkatan secara signifikan dengan nilaai rata-rata menulis teks eksposisi meningkat menjadi dari sebelumnya 75,50 menjadi 84,54. Peningkatan terlihat pada seluruh aspek keterampilan menulis, meliputi isi karangan, struktur teks, pengorganisasian gagasan, penggunaan bahasa, dan mekanik.
Kata kunci: keterampiilan menulis, teks eksposisi, project based learnin
Analisis Kebijakan Peraturan Badan Gizi Nasional RI Nomor 2 Tahun 2024: Implikasi Penguatan Kepemimpinan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Melalui Pendidikan Dasar Militer di Pusat Pendidikan Infanteri
Penelitian ini membahas kebijakan Peraturan Badan Gizi Nasional RI Nomor 2 Tahun 2024 yang berfokus pada penguatan kepemimpinan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui Pendidikan Dasar Militer (Diksarmil) di Pusat Pendidikan Infanteri. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kualitas kepemimpinan dalam sektor gizi masyarakat, khususnya di wilayah terpencil. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, menggabungkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa Diksarmil meningkatkan kompetensi kepemimpinan melalui penguatan karakter, disiplin, dan daya tahan peserta. Namun, tantangan dalam pelaksanaan mencakup relevansi materi teknis dan keterbatasan sumber daya. Studi ini merekomendasikan evaluasi berkelanjutan terhadap desain kurikulum dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan efektivitas program. Pendekatan ini mendukung penguatan SDM dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mengakhiri kelaparan dan meningkatkan ketahanan pangan
Model Pendidikan Inklusif dalam Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pendidikan inklusif dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa di SMAN 1 Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Penelitian ini difokuskan pada enam siswa berkebutuhan khusus (ABK), yang terdiri dari tiga siswa perempuan dan tiga siswa laki-laki dengan tantangan yang beragam, meliputi disabilitas fisik, kesulitan konsentrasi belajar, dan disleksia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru, ABK, orangtua ABK, observasi terhadap proses pembelajaran, serta dokumentasi terkait kegiatan dan kebijakan sekolah. Data yang terkumpul dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola yang muncul terkait dengan pengembangan jiwa kewirausahaan pada siswa ABK.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pelatihan kewirausahaan berbasis keterampilan praktis, seperti pembuatan kerajinan tangan bernilai jual, berhasil meningkatkan kemampuan kewirausahaan siswa. Selain keterampilan teknis, program ini juga berkontribusi pada pengembangan rasa percaya diri dan kemandirian siswa ABK, yang dapat dilihat dari kemampuan mereka dalam mempromosikan dan menjual produk. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kebutuhan untuk pelatihan lebih lanjut bagi guru, model pendidikan inklusif ini terbukti efektif dalam memberikan kesempatan yang setara bagi siswa ABK untuk mengembangkan potensi mereka dalam bidang kewirausahaan. Penelitian ini menyarankan bahwa model ini dapat diadopsi oleh sekolah-sekolah lain untuk mendukung pengembangan jiwa kewirausahaan pada siswa berkebutuhan khusus, dengan memperhatikan kebutuhan spesifik mereka serta memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat
Analisis Strategi Manajemen Pendidikan Islam dalam Menghadapi Era Society 5.0
Penelitian ini mengkaji strategi manajemen pendidikan Islam dalam menghadapi era Society 5.0 melalui pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur. Era Society 5.0 yang menuntut integrasi teknologi dalam berbagai aspek kehidupan menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi lembaga pendidikan Islam untuk bertransformasi. Sumber data penelitian terdiri dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan terkait manajemen pendidikan Islam dan Society 5.0 dalam rentang waktu 2022-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen pendidikan Islam di era Society 5.0 masih berada pada tahap pengembangan awal dengan variasi signifikan antar lembaga. Kesenjangan digital, keterbatasan kompetensi SDM, dan infrastruktur teknologi menjadi tantangan utama dalam transformasi digital. Penelitian mengidentifikasi empat strategi kunci dalam manajemen pendidikan Islam: perencanaan strategis berbasis teknologi, pengorganisasian adaptif, pelaksanaan sistematis, dan pengawasan terintegrasi digital. Framework manajemen yang diusulkan menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam sistem manajemen digital, kolaborasi multi-stakeholder, dan pengembangan kompetensi berkelanjutan. Studi ini berkontribusi pada pengembangan model manajemen pendidikan Islam yang adaptif terhadap era Society 5.0 dengan tetap mempertahankan karakteristik dan prinsip-prinsip pendidikan Islam
Implementasi Program Integrasi Pendidikan Pra-Nikah, Multikultural, dan Kesehatan oleh Penghulu di Kantor Urusan Agama
Pernikahan merupakan institusi yang memiliki dimensi sosial, budaya, dan kesehatan yang kompleks. Dalam menghadapi tantangan pernikahan di era modern, bimbingan pra-nikah menjadi instrumen penting dalam mempersiapkan calon pengantin agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai hak dan kewajiban dalam rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program integrasi bimbingan pra-nikah di KUA Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, khususnya dalam penyampaian materi pendidikan pra-nikah, pendidikan multikultural, dan pendidikan kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan penghulu, penyuluh agama, serta calon pengantin, observasi langsung dalam sesi bimbingan, dan analisis dokumen yang relevan. Analisis dilakukan melalui teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan pendekatan triangulasi untuk memastikan validitas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyampaian materi pendidikan pra-nikah masih didominasi oleh metode ceramah satu arah, yang menyebabkan rendahnya partisipasi aktif peserta. Keterbatasan durasi bimbingan juga menjadi kendala utama, sehingga materi yang disampaikan tidak dapat dieksplorasi secara mendalam. Sementara itu, pendidikan multikultural belum mendapatkan porsi yang cukup dalam bimbingan pra-nikah, meskipun perbedaan budaya menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keharmonisan rumah tangga. Penyampaian materi kesehatan juga masih terbatas, terutama karena kurangnya keterlibatan tenaga medis dalam memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga. Penelitian ini merekomendasikan perpanjangan durasi bimbingan, penerapan metode pembelajaran yang lebih interaktif, serta peningkatan kerja sama dengan tenaga ahli di bidang kesehatan dan multikulturalisme. Selain itu, program bimbingan pasca-nikah juga disarankan sebagai langkah lanjutan untuk mendukung keberlangsungan rumah tangga yang harmonis. Dengan perbaikan dalam penyampaian materi dan pendekatan yang lebih komprehensif, program bimbingan pra-nikah di KUA Talang Ubi diharapkan dapat menjadi model bagi peningkatan kualitas bimbingan perkawinan di Indonesia