318 research outputs found
Analisis Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Hijrah Itu Cinta Karya Abay Adhitya Kajian Psikologi Sastra
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) Konflik batin tokoh utama dalam novel Hijrah Itu Cinta karya Abay Adhitya. (2) Faktorpenyebab terjadinya konflik batin tokoh utama dalam novel Hijrah Itu Cinta karya Abay Adhitya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah teks novel Hijrah Itu Cinta karya Abay Adhitya yang di terbitkan oleh PT Bentang Pustaka pada tahun 2018. Data dalam penelitian yaitu : data yang berwujud katadan kalimat yang ada dalam novel Hijrah Itu Cinta karya Abay Adhitya.Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai perencana, pelaksana, pengambil data,penganalisis data sekaligus pelapor hasil penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca, teknik catat, teknik pustaka. Teknikanalisis data dilakukan dengan teknik membaca dan mencatat informasi tentang masalah yang terdapat dalam novel Hijrah Itu Cinta karya Abay Adhitya. Hasil penelitian : (1) terdapat 3 konflik batin tokoh utama dalam novel Hijrah Itu Cinta karya Abay Adhitya yaitu harapan yang tidak sesuai dengan Kenyataan, benci terhadap lelaki bernama ayah, cemas dan bingung terhadap permasalahan. (2) terdapat 2 penyebab faktor terjadinya konflik batin tokoh utama dalam novel Hijrah Itu Cinta karya Abay Adhitya adalah faktor eksternal dan faktor internal
Studi Tentang Ragam Hias pada Bangunan Masjid Cheng Hoo di Kecamatan Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur
ABSTRAK Putra, Adhitya Yuwana. 2012. Studi Tentang Ragam Hias pada Bangunan Masjid Cheng Hoo di Kecamatan Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1)Drs. H.Mistaram, M. Pd, Ph. D. Pembimbing (2) Drs. Anak Agung Rai Airmbawa, M. Sn. Kata Kunci: ragam hias, bangunan, masjid. Kemunculan Masjid Cheng Hoo Pandaan terinspirasi oleh sikap Laksamana Cheng Hoo yang menghargai keberagaman agama dan kepercayaan. Berdasarkan observasi lapangan yang dilakukan oleh penulis di Masjid Cheng Hoo Pandaan, terdapat percampuran atau kombinasi seni hias Islam dan Tionghoa. Terakhir, penulis menyarankan agar kaum Muslim di Indonesia mengedepankan perdamaian dan toleransi jika berhubungan dengan penganut agama lain karena memang hal inilah yang diperintahkan dalam Al-Quran. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah: 1. Bagaimana latar belakang dari penggunnaan ragam hias di Masjid Cheng Hoo? 2 Apa saja motif hias yang ada pada Masjid Cheng Hoo? 3 Seperti apa penempatan dari motif hias tersebut? Dalam menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan beberapa pendekatan, antara lain: Pendekatan Semiotika, yang mengacu pada hubungan tanda dan acuannya. Pendekatan Historis, mencari asal-usul penggunaan ragam hias pada Masjid Cheng Hoo di Pandaan. Pendekatan Strukturalisme, melihat bagian-bagian Masjid yang terdapat perubahan dan saling menyesuaikan. Sesuai dengan beberapa permasalahan, maka penulis berusaha mencari beberapa sumber atau data-data yang berupa tertulis ataupun lisan. Kesimpulan yang diambil dari skripsi ini adalah, Masjid Cheng Hoo di Pandaan adalah sebuah bangunan berupa Masjid yang berarsitektur Tionghoa. Di dalam bentuk bangunan masjid juga terdapat beberapa unsur antara lain Islam dan Cina. Bentuk dasar Masjid Cheng Hoo di Pandaan, berupa kelenteng yang biasanya terdapat di negeri Cina dan berfungsi sebagai tempat bersembahyang bagi orang yang beragama Kong Hucu. ABSTRACT Putra, Adhitya Yuwana. 2012. Study about Varieties of Ornamental Building in Cheng Hoo Mosque in Pandaan District, Pasuruan, East Java. Essay, Department of Art and Design, State University of Malang. Supervisor (1) Drs. H.Mistaram, M. Pd, Ph. D. Supervisor (2) Drs. Anak Agung Rai Airmbawa, M. Sn. Keywords: decorative, building, mosque. Existency of Cheng Hoo Mosque in Pandaan are inspired by the atititude of Admiral Cheng Hoo who respected the differences of the religions and beliefs. Based on the author’s observations in Masjid Cheng Hoo Pandaan, there are decorative art combinations of Islamic and Chinese. Finally, the author suggest to Moslems in Indonesia to promote peace and tolerance in touch with people of other faiths because it is commanded in the Qur'an. The problems that examined in this essay are: 1. What is the background of the decorative usage in Cheng Hoo Mosque? 2. What are the ornamental motifs in Cheng Hoo Mosque? 3. How about the placement of the decorative motifs? To answer these problems, the author use some approaches, such us: Semiotics approach, which refers to the relationship between sign and referent. Historical approach, is looking for the origin of the decorative usage in Cheng Hoo Mosque in Pandaan. Structuralism approach, is seeing the changes in the mosque parts that are adjusted each other. According to those problems, the author try to find some sources or files in the both written or oral form. The conclusion of this paper is, Cheng Hoo Mosque in Pandaan is a form of building that have Chinese architecture. In the form of the mosque, there are also several other elements between Islam and China. The basic form of Cheng Hoo Mosque in Pandaan is similar with temples that is usually found in domestic China and serve as a place of religious worship for people who are Confucians.
Aircraft performance simulation of 19-passenger commuter aircraft: a comparison between normal and amphibious category / Hartono, M. Adhitya
This article presents calculating flight performance aspects and simulations of flight characteristics during a flight mission of the 19-passenger commuter aircraft, with a focus on the comparison between the normal and amphibious category aircraft. The objective is to analyse the flight characteristics (warm up, takeoff, cruise, descent, landing) and capabilities of both aircraft configurations. The significant difference between the two aircraft lies in the presence of float components in the 19-passenger Amphibious aircraft. The calculation process, both manual and simulation-based, involves utilizing constraint analysis and mission analysis to determine the weight fraction values for each flight phase. The results of the constraint analysis indicate that the amphibious category aircraft has higher values (35% - 80%) compared to the normal category aircraft. Meanwhile, the calculations using aircraft engine design (AEDsys) software reveal nearly identical reductions in weight fraction for each phase, with the amphibious category aircraft having a significant decrease in the final weight fraction of 0.87836. The fuel weight used is 2129 lb or 965.70 kg (8 barrels) with a range of approximately 372 nm or about 690 km and a flight time of approximately 2.4 hours. The drag polar values obtained using Parametric cycle analysis software at an altitude of 3,048 meters (10,000 ft) show that the normal category aircraft has a smaller coefficient drag (CD) value. Further validation of the findings from this performance simulation study can be conducted through direct experimental validation during flight to be utilized for optimizing aircraft performance
TRADISI OTONAN: SIMBOLISASI, MAKNA DAN REPRESENTASI UMAT HINDU BALI DI JAKARTA (Studi Kasus di Pura Adhitya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur)
Penelitian ini menjelaskan tradisi otonan sebagai simbolisasi, makna dan representasi
umat Hindu Bali di Jakarta. Upacara otonan merupakan upacara kelahiran tradisi
umat Agama Hindu dan juga etnis Bali. Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama,
yakni pertama utnuk mendeskripsikan upaya atau strategi pelestarian tradisi upacara
otonan sebagai representasi umat Hindu Bali. Kedua, untuk mendeskripsikan makna
dan simbol yang digunakan dalam upacara otonan. Ketiga, untuk mendeskripsikan
relevansi makna dan simbol dalam upacara otonan bagi kehidupan saat ini.
Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi
kasus. Dengan melibatkan 4 orang informan inti, yang terdiri dari 1 Pemangku
Agama (Pinandita), 1 orang Pengurus Pura, dan 2 orang umat Hindu Bali di Pura
Adhitya Jaya Rawamangun. Sedangkan informan tambahan berjumlah 1 orang yaitu
Pinandita di Pura Widya Dharma, Buperta Cibubur, Jakarta Timur. Penelitian
dominan dilakukan di Pura Adhitya Jaya Rawamangun. Waktu penelitian, pada bulan
April hingga Mei 2017. Penulis mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti
wawancara dan dokumentasi. Penulis menganalisis data dengan mengolah dan
mempersiapkan data, membaca keseluruhan data, menginterpretasi atau memaknai
data untuk dianalisis. Penulis menggunakan beberapa konsep seperti tradisi, upacara
kelahiran, budaya, serta makna dan simbol.
Hasil penelitian yang ditemukan oleh penulis menunjukkan bahwa, upacara otonan
merupakan tahapan dalam upacara siklus hidup (Manusa Yadnya) yang sangat
penting bagi kehidupan umat Hindu. Ada tiga strategi pelestarian tradisi upacara
otonan agar tetap bertahan dan tidak hilang, yaitu, pertama, sosialisasi dalam
penyuluhan di Pura, kedua, pendidikan di Pasraman dan STAH (Sekolah Tinggi
Agama Hindu), ketiga, serta peran penting keluarga sebagai agen sosialisasi pertama.
This study explains the otonan tradition as a symbol, meaning and representation of
Balinese Hindus in Jakarta. The otonan ceremony is a birth ceremony of Hindu and
Balinese ethnic traditions. This study has three main objectives, first to describe the
effort or strategy of preserving otonan ceremonial tradition as representation of
Balinese Hindu. Secondly, to describe the meanings and symbols used in otonan
ceremonies. Third, to describe the relevance of meaning and symbols in the
implementation otonan for life today.
This research methodology uses qualitative approach with case study technique. By
involving 4 core informants, consisting of 1 Stakeholder Religion (Pinandita), 1
Pura Manager, and 2 Balinese Hindus in Pura Adhitya Jaya Rawamangun. While
the additional informant one person is Pinandita in Pura Widya Dharma, Buperta
Cibubur, East Jakarta. The dominant research was conducted at Pura Adhitya Jaya
Rawamangun. The study period, from April to May 2017. The authors collected data
from various sources, such as interviews and documentation. The author analyzes
the data by processing and compiling data, reading the entire data, interpreting or
interpreting data for analysis. The author uses several concepts such as tradition,
birth ceremony, culture, and meaning and symbols.
The results of research conducted by the authors show, otonan ceremony is a stage
in the life cycle process (Manusa Yadnya) which is very important for the life of
Hindus. There are three strategies to preserve the tradition of building otonan in
order to survive and not lost, namely, first, socialization in counseling in Pura,
second, education in Pasraman and STAH (High School of Hinduism), third, as well
as the important role of family as the first socialization agent
. “Perbandingan Hantu Sadako dan Hantu Kuntilanak dalam Film The Ring dan Film Kuntilanak
ABSTRACT
Akbar Bontang, Adhitya. “The Comparison of Sadako Ghost and Kuntilanak Ghost in The Ring Movie and Kuntilanak Movie”. Thesis. Departement of Japanese Studies, Faculty of Humanities, Diponegoro University. The first advisor, Drs. M. Hermintoyo, M. Pd. The second advisor, Budi Mulyadi, S.Pd., M.Hum.
Japan and Indonesia are countries that have a lot of ghost stories. That ghost stories is used as a theme for several movies. The research aims to know the comparison of Sadako ghost from Japan in The Ring movie with Kuntilanak ghost from Indonesia in Kuntilanak movie. The research was used see and record methods. Data sources from The Ring movie of 1998 and Kuntilanak movie of 2006. This research result is produce seven conclusions. (1) Similar and difference shapes of Sadako ghost in The Ring movie and Kuntilanak ghost in Kuntilanak movie; (2) Similar and difference characters of Sadako ghost in The Ring movie and Kuntilanak ghost in Kuntilanak movie; (3) Similar and difference curses of Sadako ghost in The Ring movie and Kuntilanak ghost in Kuntilanak movie; (4) Similar and difference mediations of Sadako ghost in The Ring movie and Kuntilanak ghost in Kuntilanak movie; (5) Similar and difference manifestation of Sadako ghost in The Ring movie and Kuntilanak ghost in Kuntilanak movie; (6) Concept of comprehension movie characters in The Ring movie to Sadako ghost (7) Concept of comprehension movie characters in Kuntilanak movie to Kuntilanak ghost
Keyword : Ghost, Sadako, Kuntilanak, Movi
KONTROVERSI PENGELOLAAN MINERAL DAN BATUBARA DITINJAU DALAM ASPEK YURIDIS
ABSTRAK
AGI ADHITYA SAKTI, 2022. “ Kontroversi Pengelolaaan Mineral Dan Batu
Bara Di Tinjau Dalam Aspek Yuridis”, Program Studi Hukum Tata
Negara Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negri Palopo, Dibimbing
Oleh Dr. Takdir, S.H., M.H dan Ibu Dr. HJ. Anita Marwing, S.HI., M.
Tambang adalah dalah satu syarat kemajuan ekonomi di Indonesia oleh
sebab itu pengelolahan tambang selalu menjadi permasalahan lingkungan, peran
daerah dalam mengatur pengelolahan tambang di daerah adalah peran utama agar
pengelolahan tidak merusak lingkungan. Adapun yang menjadi permasalahan di
skripsi in adalah (1) bagaimana kewenangan pemerintahan daerah dalam
pemeberian izin usaha pertambangan mineral dan batu bara berdasarkan UU No 3
Tahun 2020 tentang pertambangan mineral dan batu bara? (2) Bagaimana
Kepastian Hukum Izin Usaha Pertambangan Khusus IUPK? (3) Bagaimana
Efektifitas Undang-Undang No 3 Tahun 2020 Dalam Pemberian Izin Usaha
Pertambangan Mineral Di Indonesia? Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka
dengan menggunakan referensi dari buku-buku tentang pertambangan. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah mengumpulkan data-data
pertambangan yang berasal dari buku-buku yang membahas pertambangan
dengan menggunakan analisis teori historis sampai pada saat sekarang. Adapun
hasil dari penelitian adalah pengelolaan yang baik dalam proses pertambangan
yang baik didaerah, sebagaimana yang telah diatur di dalam undang-undang No
32 tahun 2020. Proses pertambangan yang baik ditentukan oleh daerahnya
masing-masing, kewenangan pusat dalam pengelolaan sudah sebaiknya
melakukan kerja sama yang baik bersama daerah selaku yang memahami
daerahnya.
Kata Kunci: Pengelolahan Tambangg Di Daerah, Pemberian Izin Serta
Perlindungan Lingkunga
ANALISIS KECELAKAAN DITINJAU DARI FAKTOR KELENGKAPAN FASILITAS JALAN DAN GEOMETRIK (Studi Kasus di Jalan Bawen Kabupaten Semarang)
ANALISIS KECELAKAAN DITINJAU DARI FAKTOR KELENGKAPAN
FASILITAS JALAN DAN GEOMETRIK (Studi Kasus Jalan Bawen Kabupaten Semarang) Y.
Adhitya Kurniawan NoMhs: 12802, tahun 2007, Bidang Keahlian Transportasi, Progam Studi
Teknik Sipil, Fakultas Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Ditinjau dari sektor transportasi darat
dengan prasarana jalan raya merupakan prasarana transportasi yang sangat besar menerima
pengaruh adanya peningkatan taraf hidup, karena fungsi utama jalan raya adalah sebagai
prasarana untuk melayani pergerakan lalu lintas manusia dan barang secara aman, nyaman, cepat
dan ekonomis menuntut adanya jalan raya yang memenuhi persyaratan.
Pelaksanaan pengambilan data dilaksanakan selama satu minggu yaitu pada tanggal 11
Februari 2011 – tanggal 18 Februari 20011 . Data ada dua macam yaitu data primer dan data
sekunder. Data primer diperoleh dengan cara survai langsung di lapangan pada pagi hari pukul
09.00 WIB – 10.00 WIB, siang hari pukul 13.00 WIB – 14.00 WIB, dan Sore hari pukul 16.00
WIB – 17.00 WIB. Data sekunder diperoleh dari pihak pemerintah, kemudian data yang
diperoleh dianalis dengan menggunakan metode Inventarisasi data.
Dari hasil penelitian pada tahun 2008 – 2010 jalan Bawen km 10 – km 20 memiliki
jumlah kecelakaan 39 kasus. Sepanjang jalan Bawen mempunyai titik tertinggi kecelakaan yaitu
pada sta 12+550 sebanyak 22 kasus kecelakaan. Di daerah rawan kecelakaan ini perlu adanya
penambahan pelangkap fasilitas jalan seperti rambu peringatan tikungan tajam, rambu peringatan
rawan kecelakaan, penambahan lampu penerangan jalan dan paku jalan serta perlu segera
dilakukan perbaikan geometrik tikungan dikarenakan tikungan ini memiliki Δ yang besar yaitu
970 dan R yang pendek sepanjang 55 m, sehingga tikungan ini berbentuk tajam. Oleh karenanya
saya ingin meyumbangkan pemikiran saya dalam bentuk perencanaan penambahan rambu
peringatan tikungan tajam, rambu peringatan rawan kecelakaan, penambahan lampu penerangan
jalan dan paku jalan serta design tikungan jalan, dengan memperkecil Δ menjadi 600 dan
memperpanjang R menjadi 120 m sehingga bentuk tikungan dapat menjadi tidak tajam, guna
untuk mengurangi kecelakaan yang sering terjadi di tikungan Kali Malang
UAS Ilmu Politik dan Pendidikan IPS_Siti Aminah_2210128220002
Ilmu politik dan Pendidikan IPS_Dr. M. Zainal Arifin Anis, M. Hum & M. Adhitya Hidayat Putra, M.Pd_SitiAminah_221012822000
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER MODEL SIMULASI TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI SISWA PADA MATERI TATA SURYA DIKELAS X SMAN 10 PONTIANAK TAHUN AJARAN 2016/2017
Prihadi, Adhitya. 2016. The Influence of Computer Model Simulation-based Teaching to the Results of the Study viewed from Students’ Motivation on Solar System Material in the First Year Students of SMA Negeri 10 Pontianak in the Academic Year of 2016/2017. Thesis. Study Program Population and Environmental of Geography Education, Magister Program, Sebelas Maret University of Surakarta. Consultant: (I) Dr. Sarwono, M.Pd. (II) Co-Consultant: Prof. Dr. Sigit Santoso, M. Pd. ABSTRACT The aim of this research is to reveal (1) Computer Model Simulation-based Teaching influences the study results on Solar System Material in the First Year Students of SMA Negeri 10 Pontianak; (2) the influences of motivation to students’ study results on Solar System Material in the First Year Students of SMA Negeri 10 Pontianak; (3) the interaction influences between Computer Model Simulation-based Teaching and motivation to students’ study results on Solar System Material in the First Year Students of SMA Negeri 10 Pontianak. The design of the research used post test only design with two courses factorial analysis 2x2. Advanced hypotheses test used scheffe method. The instruments are study result tests in the form of essay with cognitive indicator. The results of the experiments showed that 1) Computer Model Simulation-based Teaching influenced the study results of Geography on Solar System Material in the First Year Students, with sig scores 0,018 Ftable 4,195. 2) Motivation influenced the study results of Geography on Solar System in the First Year Students, with sig scores 0,001 Ftable 4,195. 3) There are interaction influences between Computer Model Simulation-based Teaching and motivation to students’ study results on Solar System Material in the First Year Students with sig scores 0,012 Ftable 4,195. Key words: Computer Model Simulation-Based Teaching, Motivation Level, Study Results
LEGENDA PEMANDIAN BANYU BIRU DESA SUMBER REJO KECAMATAN WINONGAN KABUPATEN PASURUAN (SEBUAH KAJIAN ETNOGRAFI)
ABSTRAK Wibowo, Adhitya Arie.2011.Legenda Pemandian Banyu Biru Desa Sumber Rejo Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan (Sebuah Kajian Etnografi). Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof.Dr. Maryaeni M.Pd, (II) Dwi Sulistyorini, S.S., M. Hum Kata kunci: Budaya, Legenda, Etnografi, Pemandian Banyu Biru. Analisis data dengan pendekatan etnografi untuk mengetahui hal-hal yang dipercaya dan dipertahankan oleh masyarakat desa Sumber Rejo dengan adanya legenda pemandian Banyu Biru desa Sumber Rejo kecamatan Winongan kabupaten Pasuruan. Pemandian Banyu Biru di Desa Sumber Rejo berkaitan dengan kepercayaan terhadap pemujaan roh nenek moyang dan juga pengkramatan benda-benda atau artefak kuno. Hal ini dapat dilihat dari berbagai ritual yang ada di lingkungan sekitar pemandian Banyu Biru Desa Sumber Rejo ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memahami bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap legenda Banyu Biru dan bentuk ritual di lingkungan pemandian Banyu Biru Desa Sumber Rejo Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan.Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografis dengan metode deskriptif kualitatif. Dengan pendekatan tersebut diupayakan dapat diperoleh latar belakang muncul dan keberlangsungan legenda pada masyarakat Desa Sumber Rejo Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menghasilkan temuan tentang legenda Pemandian Banyu Biru melalui pendekatan etnografi. Dengan pendekatan tersebut dapat disimpulkan hasil penelitian sebagai berikut: (1) Kepercayaan masyarakat terhadap legenda pemandian Banyu Biru adalah sebuah hasil etno pemertahanan budaya lokal melalui bentuk legenda yang didukung oleh adanya hasil budaya masa lalu yang masih terjaga di areal pemandian Banyu Biru(2) Kepercayaan terhadap kekuatan sakti juga memberikan pengaruh kepercayaan masyarakat di lingkungan Pemandian Banyu Biru,(3) Bentuk ritual yang ada dalam masyarakat sekitar Pemandian Banyu Biru dilakukan oleh sebagian masyarakat yang memiliki hubungan historis dengan pemandian Banyu Biru Desa Sumber Rejo Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan yang berbentuk ritual nyadran di hari tertentu dalam tanggalan jawa, upacara penglukatan dan sajen barikan.
- …
