Repository IAIN Palopo
Not a member yet
9951 research outputs found
Sort by
RESPON PELAKU USAHA MIKRO TERHADAP KEBIJAKAN KEWAJIBAN SERTIFIKASI HALAL DI KOTA PALOPO
Skripsi ini membahas tentang respon pelaku usaha mikro terhadap kebijakan kewajiban sertifikasi halal di Kota Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahuirespon pelaku usaha mikro terhadap kebijakan kewajiban sertifikasi halal di Kota Palopo, (2) Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi respon pelaku usaha mikro terhadap kebijakan kewajiban sertifikasi halal di Kota Palopo. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan pendekatan studi kasus (case study). Lokasi penelitian di Lapangan Pancasila Kota Palopo dan waktu pelaksanaannya pada bulan Februari-Maret 2024. Instrumen penelitian yaitu lembar pedoman wawancara, dokumen dan foto. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Respon pelaku usaha mikro di Kota Palopo (Lapangan Pancasila) bahwa 2 pelaku usaha mikro yang telah memiliki sertifikat halal mereka memahami manfaat dari sertifikat halal dan menganggap bahwa sertifikasi halal penting bagi suatu produk yang dipasarkan sehingga sangat perlu memiliki sertifikat halal, diantara urgensi sertifikasi halal menurut mereka yaitu dapat menjamin kehalalan produk yang diperjualbelikan terutama bagi umat Muslim. Sedangkan 3 pelaku usaha mikro yang belum memiliki sertifikat halal untuk manfaatnya belum memahami secara pasti dan menganggap tidak ada masalah jika tidak memiliki sertifikat halal karena makanan atau minuman yang diperjualbelikan bersumber dari bahan yang aman dan halal.Akan tetapi mereka setuju dengan adanya kebijakan kewajiban sertifikasi halal karena mereka menganggap hal tersebut tidak memberatkan mereka.(2) Bagi para pelaku usaha mikro di Kota Palopo (Lapangan Pancasila), faktor yang mempengaruhi respon mereka diantaranya pelaku respon itu sendiri yang didasarkan pada karakteristik masing-masing pelaku usaha mikro terhadap pengetahuan dan pemahaman mereka terhadap sertifikasi halal.Kemudian objek sertifikasi halal yang diyakini dapat menjadi nilai tambah untuk menarik pelanggan dan yang terakhir unsur lingkungan atau keaadan sekitar juga memengaruhi respon pelaku usaha.
Kata Kunci: Respon, Kebijakan Kewajiban Sertifikasi Halal
KONSTRUKTIF ADAT MAPPAROLA DI DESA TETE URI KECAMATAN SABBANG SELATAN
Suku Bugis merupakan kelompok etnik yang terbesar dari Provinsi Sulawesi Selatan. Karateristik utama dari suku ini terdapat pada bahasa dan adat istiadatnya. Sara’ (syariah) dan ade’ (adat) menjadi dua hal yang saling menentukan bentuk dalam dinamika kehidupan masyarakat Bugis. Saat kehidupan diatur dengan pangngaderreng (undang-undang sosial) sebagai falsafah tertinggi yang mengatur masyarakat sampai penaklukan seluruh tanah Bugis tahun 1906. Salah satu tradisi Suku Bugis yang masih bertahan hingga sekarang adalah tradisi Mapparola. Mapparola Merupakan tradisi yang berkembang dari sebuah adat pernikahan dan upacara yang mempunyai tahapan atau proses yang sederhana, yang dilakukan secara berkelompok oleh Masyarakat beserta perlengkapan yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui perspektif urf’ terhadap pelaksanaan tradisi adat mapparola dan tata cara pelaksanaan adat mapparola pada pernikahan masyarakat Desa Tete Uri. Metode penelitian menggunkan jenis penelitian kualitatif, data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang diinterprestasikan dan dianalisis secara konten, tematik, persepsi kemudian di sajikan dalam bentuk deskripstif. Konstuktivisme memiliki asumsi yang sama dengan teori kognitif sosial yang mengarahkan bahwa orang, prilaku, dan lingkungan berinteraksi secara timbal balik. Mapparola adalah saling kunjung mempelai wanita ke rumah mempelai pria, dilaksanaan saat seluruh prosesi pernikahan selesai satu hari atau lebih setelah pernikahan, Pihak Perempuan melakukan pemberakatan ke rumah pihak laki-laki untuk melakukan kunjungan balasan dan membawa seserahan untuk mempelai laki-laki. Sedangkan Urf’ dari segi terminologi ialah sesuatu yang menjadi kebiasaan manusia, dan mereka mengikutinya dalam bentuk setiap perbuatan yang popular diantara mereka, ataupun suatu kata yang biasa mereka kenal dengan pengertian tertentu. Urf’ sendiri salah satu sumber hukum yang diambil oleh Mazhab Hanafi dan Maliki. Pandangan Urf’ terhadap tradisi mapparola hukumnya diperbolehkan, karena tidak melanggar hukum syariat agama Islam, dalam tata cara pelaksanaannya pun tidak mengarah kepada kemusyrikan, karena dalam adat mapparola ini mengandung makna yang sangan mulia, bahkan dianjurkan oleh Allah Swt. Dengan konsep Urf’ ini syariat Islam dapat akrab, membumi, dan diterima di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang plural, tanpa harus meninggalkan prinsip-prinsip dasarnya.
Kata Kunci:, Konstruktif, Mapparola Syariat, Tradisi, Urf’
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2022 DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DI DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KOTA PALOPO
Penelitian ini membahas tentang implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 dalam pencegahan kekerasan seksul di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palopo, dan bertujuan untuk mengetahui penerapan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan
Seksual Pada Dinas pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palopo dalam menimalisir serta mencegah kekerasan seksual di Kota Palopo. Dalam beberepa tahun belakangan angka kekerasan seksual di kota palopo selalu meningkat mulai dari tahun 2020 sampai tahun 2023,proses implementasi
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan seksual tidak dapat kita pungkiri bahwa dalam setiap penerapannya ada banyak pertentangan yang timbul mulai dari faktor penegakan hukum dalam hal ini pegawai di Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kota
Palopo, faktor kebudayaan atau dalam hal ini budaya patriarki, dan faktor masyarakat. Namun kendala yang dihadapi tersbut dapat kita selesaikan ketika proses pencegahan dan langkah menimalisir angka kekerasan seksual di Kota Palopo kiranya perlu melibatkan banyak instrument penting seperti sekolah,
kelurahan, sampai pada organisasi pemerhati perempuan atau organisasi kepemudaan. Karena hal tersebut sangatlah penting sebab kolaborasi dalam mencegah dan meminimalisir kekerasan seksual. Hal itu dianjurkan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual yakni kolaborasi antar Institusi yang terdapat dalam Pasal 26. Kekerasan
seksual adalah sebuah tindakan yang tidak dapat dibenarkan baik menggunakan prespektif Islam dan prespektif bernegara, sebab kekerasan seksual ialah sebuah bentuk perampasan hak atas tubuh manusia. Kekerasan seksual adalah persoalan krusial yang harus diselesaikan dengan baik, dengan melakukan koordinasi
dengan beberapa institusi dan juga melibatkan organisasi masyarakat dalam proses kampanye pencegahan kekerasan seksual.
Kata kunci, Kekerasan Seksual, DP3A, Huku
PENYELESAIAN PELANGGARAN NETRALITAS APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) DALAM PEMILIHAN UMUM DI KOTA PALOPO (STUDI KASUS PEMILIHAN UMUM SERENTAK TAHUN 2024)
Skripsi ini membahas penyelesaian pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pemilihan umum di Kota Palopo pada pemilihan umum serentak tahun 2024. Tujuan penelitian ini meliputi: penyelesaian pelanggaran netralitas
Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pemilihan umum, mengetahui dan memahami tinjauan hukum Islam terhadap pelanggaran pemilihan umum di Kota Palopo. Penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan perundang-undangan. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan penyelesaian pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pemilihan umum di Kota Palopo, yaitu Bawaslu Kota Palopo menerapkan pengawasan langsung dan tidak langsung untuk mendeteksi pelanggaran netralitas ASN dalam Pemilihan umum 2024, termasuk pemantauan lapangan, laporan masyarakat, dan pemantauan media sosial. Indikator pelanggaran mencakup
keterlibatan ASN dalam kampanye, keberpihakan politik, penyalahgunaan fasilitas negara, serta pelanggaran kode etik. Setelah menerima laporan, Bawaslu melakukan verifikasi, investigasi, dan meneruskan hasilnya ke Komisi ASN. Tinjauan hukum Islam terhadap pelanggaran pemilihan umum di Kota Palopo, yaitu pelanggaran pemilihan umum seperti kecurangan suara, politik uang, dan manipulasi data dalam hukum Islam dianggap bertentangan dengan keadilan dan amanah, termasuk dalam kategori penipuan yang dilarang. Hukuman terhadap pelanggaran ini bersifat Ta‟zir, yaitu ditentukan oleh hakim berdasarkan kebijakan dan kemaslahatan. Dalam kasus ini, terdakwa dijatuhi hukuman penjara dan denda, sesuai dengan konsep Ta‟zir yang mencakup hukuman terhadap kebebasan dan harta.
Kata kunci: Pelanggaran netralitas, ASN, Pemilihan umu
DAKWAH DALAM AL-QUR’AN QS. ‘ALI ‘IMRAN/3:104 & FU S{S{IL A T /41:33 (STUDI TERHADAP PEMAHAMAN JAMAAH TABLIG DI KELURAHAN KAMBO)
Skripsi ini membahas tentang Pemahaman Jamaah tablig yang berada di Kelurahan
Kambo terhadap QS. Ali ‘Imran/3:104 dan QS. Fus}s}ilat/41:33. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana pemahaman dakwah menurut jamaah tablig (2) mengetahui pemahaman jamaah tablig tentang QS. Ali ‘Imran/3:104 & QS. Fus}s}ilat/41:33 (3) mengetahui cara jamaah tablig meng-aplikasikan penafsiran dakwahnya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah anggota jamaah tablig yang aktif di Kelurahan Kambo. Data diperoleh melalui Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) dakwah adalah ajakan, panggilan dan juga seruan aksi yang bertujuan mengajak manusia kepada Allah swt. dakwah dinyatakan sebagai sarana menggapai tujuan yaitu keberhasilan sebagai seorang hamba. Dimana dakwah sebagai satu kewajiban yang harus dilakukan setiap ummat dan dilakukan secara personal atau kelompok (2) Pemahaman jamaah tablig mengatakan bahwa hanya sebagian orang yang keluar khuru>j fi> sabi>lillah sebagian yang lain belajar ilmu agama, membantu dalam hal ekonomi. Kebanyakan pemahaman jamaah tablig diantaranya tidak ada lagi perkataan yang lebih baik dari menyeru kepada Allah, orang yang melakukan itu berarti dia orang yang beruntung. (3) Cara jamaah Tablig di Kambo mengaplikasikan pemahaman dakwahnya dengan khuru>j, setelah itu mereka melakukan jaulah, dan juga melakukan taklim, silaturahmi, usaha memakmurkan Masjid (UMM) dan cara lainnya seperti membangun keaakraban kepada sesama muslim dan musyawarah.
Jamaah tablig berhasil membina sebagian besar masyarakat di Kelurahan Kambo, mereka harus menjelaskan agama Allah kepada semua masyarakat tanpa pebedaan dan juga harus lebih tepat sasaran, terutama anak-anak dan kaum perempuan dan yang lebih penting mereka harus aktif minimal dimedia sosial mereka untuk menjelaskan agama Islam.
Kata Kunci: Pemahaman, Al-Qur’an, Jamaah Tablig ,Kambo
KONSTRUKSI HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP SISTEM BAGI HASIL PEMELIHARAAN HEWAN TERNAK KAMBING DI DESA SANGTANDUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sistem bagi hasil pemeliharaan hewan ternak kambing di Desa Sangtandung Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu juga untuk mengetahui Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap sistem bagi hasil pemeliharaan hewan ternak kambing di Desa
Sangtandung Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian empiris dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Data penelitian diperoleh dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskripsi kualitatif untuk memberikan gambaran tentang
sistem bagi hasil pemeliharaan hewan ternak kambing di desa sangtandung dan bagaimana Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap sistem bagi hasil pemeliharaan hewan ternak kambing di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan Pelaksanaan perjanjian akad bagi hasil dalam kerja sama pengembangbiakan ternak Kambing yang dijalankan di Desa Sangtandung yaitu memiliki dua cara pembagian keuntungan yaitu jika kambing
melahirkan 4 ekor anak maka akan diberikan kepada si pemilik 2 ekor dan 2 ekor untuk peternak. Sedangkan cara kedua jika kambing tersebut melahirkan 3 anak maka maka 2 ekor untuk pengelola dan 1 ekor untuk pemilik. Kerja sama bagi hasil yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sangtandung ini sangat membantu ekonomi bagi mereka yang melakukannya, baik pihak dari pemilik maupun dari pengelola, dapat dilihat dari ekonomi mereka semakin membaik. Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap kerja sama ternak Kambing tersebut menimbulkan
akibat hukum dari kegiatannya, yakni pihak pemilik modal menyatakan kehendaknya dalam menyerahkan modalnya berupa hewan kambing kepada orang yang bisa menjalankan kegiatan kerja sama ternak kambing, kemudian dari perikatan tersebut menimbulkan akibat hukum dari perjanjian perikatan terhadap
objeknya. Namun, dalam akad pada perjanjian awal kerja sama tidak ada kejelasan berupa nilai modal yang di terima oleh pengelola dan siapa yang menanggung apabila terjadi kerugian. Sehingga hal tersebut tidak dibenarkan dalam konsep Islam.
Kata Kunci: Hukum Ekonomi Syariah, Bagi Hasil, Peternakan
BIMBINGAN GURU KONSELING DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 4 LUWU
Skripsi ini membahas tentang Bimbingan Guru Konseling dalam mengatasi kenakalan siswa. Adapun tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengetahui faktor penyebab kenakalan di Sekolah Kejuruan Negeri 4 Luwu, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan bimbingan guru konseling dalam mengatasi kenakalan siswa-siswa. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh bahwa bimbingan guru konseling dalams mengatasi kenakalan siswa yaitu dengan cara mengetahui karakter siswa juga memahami perilaku siswa dan memberikan konseling kepada siswa sehingga bisa membantu siswa dalam mengatasi setiap permasalahan siswa. Bimbingan guru konseling berperan dalam memberikan pelayanan kepada siswa agar dapat memahami, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab, serta menjadi manusia yang mandiri di SMKN 4 Luwu. Dengan cara memberikan nasehat dan wawasan-wawasan yang bertujuan untuk mendidik siswa agar memiliki kepribadian yang lebih baik. Mengarahkan siswa untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler agar siswa dapat lebih menggunakan waktu luangnya untuk melakukan kegiatan yang lebih positif dan memberi pengarahan dan wawasan kepada siswa terutama untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Sehingga yang dilakukan oleh guru dalam bimbingan konseling hal ini adalah komunikasi dengan tujuan memperbaiki mental siswa serta memantau terus perkembangan siswa yang sudah menjadi catatan pihak bk.
Kata Kunci: Kenakalan siswa, peran guru B
TEKNIK SELF MANAGEMENT DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA AL-QUR’AN PADA SISWA DI MADRASAH IBTIDAIYAH DESA BONELEMO
Skripsi ini membahas tentang Teknik Self Management dalam Meningkatkan Minat Membaca Al-Qur’an pada Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Desa Bonelemo. Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui seberapa efektif teknik self management dalam meningkatkan minat membaca al-Qur’an pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Desa Bonelemo. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen jenis pre-eksperimen dengan model one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4, 5, dan 6 MIS Bonelemo. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 38 siswa. Teknik pengumpulan data penelitian melalui observasi dan angket. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif statistik, uji normalitas, dan uji paired samples test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang bermakna antara variabel X terhadap variabel Y, hal ini dapat dilihat berdasarkan nilai pretest dan posttest yang diperoleh masing-masing siswa serta hasil analisis data menggunakan program SPSS yang menunjukkan hasil uji paired samples test yang menghasilkan nilai t-hitung 13,626 kemudian dibandingkan dengan nilai t-tabel (13,626 > 2,028). Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini teknik self management memiliki kontribusi positif dalam meningkatkan minat membaca al-qur’an pada siswa di Madrasah Ibtidaiyah Bonelemo, maka Ha diterima dan H0 ditolak dengan tingkat efektifitas sebesar 39%.
Kata kunci: Teknik Self Management, Minat Membaca al-Qur’an, Siswa M
NILAI DAKWAH DALAM FILM MERINDU CAHAYA DE AMSTEL PERSPEKTIF ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
Nilai Dakwah Dalam Film Merindu Cahaya De Amstel Persfektif Analisis Semiotika Roland Barthes” Skripsi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Wahyuni Husain dan Fajrul Ilmy Darussalam.
Film merupakan media komunikasi massa yang berperan penting dalam mempengaruhi perspektif masyarakat terhadap nilai dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk nilai dakwah dalam film Merindu Cahaya De Amstel dan untuk menganalisis nilai dakwah dalam film Merindu Cahaya De Amstel perspektif Analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan sumber data yakni data dari rekaman video film Merindu Cahaya De Amstel dan data sekunder yang dikumpulkan dari sumber lain seperti artikel serta internet yang berkaitan dengan film Merindu Cahaya De Amstel. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai Aqidah dalam film Merindu Cahaya De Amstel terlihat tentang kematian, meminta petunjuk kepada Allah Swt. laki-laki dan perempuan berada dalam satu ruangan. Nilai Syariah terlihat ketika melaksanakan shalat, bersentuhan dengan lawan jenis, menggunakan hijab. Adapun nilai Akhlak terlihat ketika berbuat baik kepada sesama manusia, mengucapkan salam ketika bertemu dan saling memaafkan. Adegan yang ada dalam film tersebut secara denotasi memberikan makna bahwa apabila seseorang ingin terlihat baik maka harus berbuat seperti tidak bersentuhan dengan lawan jenis, tidak berduaan dalam satu ruangan, rajin beribadah, belajar mengikhlaskan, bersikap sopan, dan lain sebagainya, sedangkan secara konotasi memberikan makna bahwa apabila seseorang ingin terlihat taat kepada Allah Swt, maka tidak harus memenuhi semua larangan-larangan Allah Swt, karena ketaatan tidak hanya terbatas hanya dari berhijab dan tidak bersentuhan dengan lawan jenis, tergantung dari bagaimana seseorang merasakan dirinya jauh lebih dekat dengan Allah Swt. Mitos yang berkembang di masyarakat tentang nilai-nilai dakwah adalah perempuan muslim adalah simbol dari prinsip, keteguhan identitas, dan komitmen terhadap keyakinan agama.
Kata Kunci : Nilai Dakwah, Merindu Cahaya DeAmstel, Roland Barthe
TIKTOK SEBAGAI REFERENSI MODE BUSANA MAHASISWI IAIN PALOPO PERSPEKTIF TEORI USES AND GRATIFICATION
Penelitian ini mengkaji tentang penggunaan Tiktok sebagai referensi mode busana mahaiswi IAIN Palopo perspektif teori uses and gratification. Penelitian ini berfokus terhadap adanya perubahan gaya busana mahasiswi IAIN Palopo yang dipengaruhi oleh Tiktok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasilnya menunjukkan bahwa perubahan gaya busana mahasiswi IAIN Palopo dipengaruhi oleh beberapa fitur yang beragam di Tiktok seperti fitur konten spill outfit, fitur pencarian, dan fitur Tiktok shop. Melalui konten spill outfit mahasiswi lebih cepat dalam mendapatkan beragam informasi khususnya terkait inspirasi busana. Fitur pencarian, memudahkan mahasiswi mendapatkan inspirasi busana karena hanya dengan mengetik jenis outfit yang inginkan. Sedangkan fitur Tiktok shop, salah satu fitur yang dapat menarik perhatian karena dapat langsung melakukan pemesanan tanpa harus meninggalkan platform Tiktok. Adapun motivasi mahasiswi menggunakan Tiktok sebagai referensi mode busana perspektif teori uses and gratification, dijelaskan melalui beberapa variabel yaitu informasi, afektif, identitas personal dan hubungan personal. Mahasiswi menggunakan Tiktok sebagai sarana informasi untuk mendapatkan berbagai inspirasi busana. Afektif membahas pengalaman dan kepuasan yang dirasakan mahasiswi dalam menggunakan Tiktok. Identitas personal berkaitan dengan peningkatan percaya diri yang dialami mahasiswi ketika menggunakan busana dari inspirasi Tiktok. Sedangkan hubungan personal yaitu menemukan bahan percakapan dari interaksi dengan orang lain. Kata kunci : Tiktok, Mode Busana, Mahasiswi IAIN Palop