SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2650 research outputs found

    Orangutan Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis.

    No full text
    RINGKASANAisya, Bitari Lavinda Eranda. 2019.Orangutan Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis. Skripsi Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M. Pd., (II) : Fenny Rochbeind, S.Pd, M.Sn.  Kata Kunci: Orangutan, Sumber Inspirasi, Penciptaan, Seni lukis.Orangutan merupakan hewan endemik satu-satunya primata jenis kera besar di Asia. Orangutan hanya terdapat di dua pulau, yaitu  di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Orangutan termasuk hewan langka yang dilindungi karena populasi yang semakin berkurang dan berada diambang kepunahan. Hal ini disebabkan adanya beberapa faktor memprihatinkan yang menyebabkan ancaman kepunahan orangutan, seperti adanya kasus eksploitasi perburuan liar, pembantaian induk agar lebih mudah mengambil anaknya untuk dijadikan hewan peliharaan, untuk dikonsumsi, dijual untuk dijadikan PSK, maupun adanya kerusakan alam yang merupakan habitat tempat tinggal orangutan karena ulah mausia yang tidak bertanggung jawab. Dari beberapa kasus tersebut yang menginspirasi pencipta untuk menjadikan  orangutan sebagai objek lukisan.Objek orangutan  yang direpresentasikan kelukisan merupakan upaya penyampain pesan mengenai pentingnya menjaga keberlangsungan hidup orangutan, karena pertumbuhan populasinya sangat lambat. Pada proses penciptaan karya lukis ini menggunakan metode penciptaan dari Alma Hawkins yang terdiri atas tiga tahapan yaitu tahap eksplorasi, improvisasi/eksperimentasi, dan tahap pembentukan. Pencipta menampilkan 6 karya lukis dengan media estetik berupa garis, bentuk dan warna. Karakteristik dari keenam karya lukisan ini adalah pada setiap karya yang diciptakan adanya penambahan media plastisin yang ditempelkan pada bola mata objek orangutan, penggambaran suasana, pewarnaan yang dominan hijau dan kecoklatan. Warna hijau melambagkan alam habitat asli oragutan yaitu hutan yang didominasi warna hijaun pepohonan yang rindang, sedangkan warna coklat merupakan warna alami dari tubuh orangutan itu sendiri. Ditampilan pula objek pendukung yang didramatisir, dimana melebih-lebihkan gambaran kehidupan orangutan yang memprihatinkan karena adanya eksploitasi. Tujuan penciptaan untuk memaparkan proses berkarya yang terinspirasi dari hewan endemik Indonesia orangutan yang dilindungi karena terancam punah, serta mendeskripsikan hasil visualisasi proses melukis objek orangutan.  Harapan pencipta keenam karya seni lukis ini dapat menyentuh hati masyarakat berempati memaknai pesan yang disampaikan untuk ikut berkreasi mendukung gerakan perlindungan satwa langka. Pesan edukasi bagi pendidikan melalui karya lukis bukan sekedar menambah pengalaman apresiasi melihat keindahan sebuah karya lukis, tetapi memahami makna yang ingin disampaikan melalui objek yang ditampilkan khususnya objek orangutan.  SUMMARYAisya, Bitari Lavinda Eranda. 2019.Orangutan as an Inspiration for the Creation of Artwork. Thesis Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M. Pd., (II): Fenny Rochbeind, S.Pd, M.Sn. Keywords: Orangutans, Source of Inspiration, Creation, Painting.Orangutans are endemic animals, the only species of primates of great apes in Asia. Orangutans are only found on two islands, namely Sumatra and Kalimantan. Orangutans are including scarce animals which are protected because the population is declining and it’s in the midst of extinction. This is caused by several factors that should be concerned which caused the threat extinction of orangutans, such as cases of exploitation of poaching, slaughter its mother to make it easier to take their children into pets, to be consumed, sold as prostitutes, as well as the destruction of nature which is the habitat of orangutans because of irresponsible people. Those cases above inspired the creator to make orangutans as the object of paintings.The object of the orangutan represented by painting was an attempted to convey the message about the importance of maintaining live diversity of orangutan, because its population growth is very slow. In the process of creating this painting, the creator used the creation method of Alma Hawkins which consisted of three stages; those are the stage of exploration, improvisation / experimentation, and the stage of formation. The creator presented 6 paintings with aesthetic media in the form of lines, shapes and colors. The characteristics of the six works were in each creation created by the addition of plasticize media that was attached to the object's eyeball, depicting the atmosphere, the dominant color was green and brown. The green color symbolized the natural of orangutan’s native habitat, which is a green-dominated forest with shady trees, while the brown color was the natural color of the orangutan's own body. Besides, it also showed supporting objects which was dramatized, which exaggerate the picture of orangutan life which was a concern because of exploitation.The purpose of the creation was to describe the work process that was inspired by the endemic species of Indonesian’s orangutans because they are endangered, and described the results of visualizing the process of painting orangutan objects.  The creator’s hope these six works of art could touch the hearts of the people empathizing with the message conveyed to participate in creative support for the movement to protected endangered animals. The educational message for education through painting was not just to add to the experience of appreciation to see the beauty of a painting, but to understand the meaning that was conveyed through the object displayed, especially the object of the orangutan

    PENGEMBANGAN BUKU TUTORIAL DESAIN KEMASAN (PACKAGING) UNTUK MENINGKATKAN FUNGSI PRODUK MAKANAN CHICKEN COLA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN DESAIN KEMASAN BAGI SISWA SMK KELAS X JURUSAN SENI GRAFIS DI KOTA MALANG

    No full text
    RINGKASAN Anggraeni, Dyah Kawedar. 2019. Pengembangan Buku Tutorial Desain Kemasan (Packaging) Untuk Meningkatkan Fungsi Produk Makanan Chicken Cola Sebagai Pembelajaran Bagi Siswa SMK Jurusan Seni Grafis di Kota Malang Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Moch. Abdul Rohman, S.Sn., M.Sn, (II) Abdul Rahman Prasetyo, S.Pd., M.Pd.   Kata Kunci: Desain Kemasan, Buku, Produk Makanan, Media Pembelajaran Desain kemasan adalah wadah untuk meningkatkan nilai dan fungsi sebuah produk. Tujuan peneliti ini adalah mengembangkan desain kemasan produk makanan Chicken Cola yang awalnya menggunakan plastik mika menjadi kemasan yang berbentuk efisien dan ramah lingkungan. Yang kemudian diterapkan sebagai contoh media pembelajaran untuk siswa jurusan seni grafis kelas X SMKN 11 Malang. Salah satu materi mata pelajaran Seni Grafis adalah Desain Kemasan. Hasil pengamatan peneliti selama melakukan kegiatan pembelajaran dan diskusi dengan guru-guru Seni Grafis tentang desain kemasan pada sekolah sasaran pelaksana kurikulum 2013, ditemukan beberapa permasalahan diantaranya buku siswa yang dipakai sebagai pegangan kurang menarik, baik dari segi gambar, maupun dari penyajian materi dan kurangnya buku referensi untuk materi desain kemasan. Hal tersebut berakibat peserta didik mengalami banyak kesulitan dalam menjawab atau menyelesaikan tugasnya yang membutuhkan pemahaman. Untuk itu, diperlukan media untuk menjelaskan desain kemasan yang lebih menarik yaitu berupa buku tutorial. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran yang dulunya hanya menggunakan modul, LKS dan buku siswa menjadi buku tutorial. Model penelitian yang digunakan adalah model penelitian Borg and Gall yaitu (1) Analisis kebutuhan, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal. (4) validasi ahli, (5) revisi produk I, (6) uji kelompok kecil, (7) Revisi produk akhir, (8) Implementasi. Produk akhir di uji kelayakkannya oleh dua orang ahli, satu ahli media dan satu ahli materi dan 20 orang sebagai subjek uji coba kelompok kecil yakni para siswa kelas X SMKN 11 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, uji validasi dan uji coba lapangan. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah berupa kuissioner dan angket yang kemudian dianalisis dan dikonversi dengan tabel kriteria kelayakan. Hasil dari validasi para ahli menunjukkan bahwa buku penunjang untuk materi desain kemasan pada mata pelajaran seni budaya ini layak digunakan dengan memperoleh presentase 77%. Dari validasi ahli materi diperoleh presentase 80% dengan merevisi urutan materi secara jelas. Selain uji validasi, uji lapangan yang dilakukan di SMKN 11 Malang juga memperoleh hasil positif yaitu dengan presentase 92.25% terlihat siswa sangat antusias saat belajar yangartinya masuk dalam kategori sangat valid dan sangat layak digunakan. Saran dari penulis, apabila ada pengembang yang hendak mengembangkan media ini, sebaiknya menambahkan materi yang lebih lengkap beserta contohcontohnya. Serta mengembangkan desain kemasan yang lebih efisien lagi.   SUMMARY Anggraeni, Dyah Kawedar. 2019. Development of a Packaging Design Tutorial Book to Improve The Function of Chicken Cola Food Products as Learning for Vocational School Students in The Graphic Arts Departement in Malang City. Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisors: (I) Moch. Abdul Rohman, S.Sn., M.Sn, (II) Abdul Rahman Prasetyo, S.Pd., M.Pd.   Keywords: Packaging, Book, Food Product, Learning Media Design packaging is a contain for increase value and purpose a product. The aim of this research was to develop the packaging design of Chicken Cola food products that initially used mica plastic to be packaged in the form of efficient and environmentally friendly. Which was then applied as an example of learning media for students of class X graphic arts in Malang City. One of the subject matter of Graphic Arts is Packaging Design. The observations of researchers during the learning activities and discussions with the Graphic Arts teachers about packaging design in the 2013 curriculum implementation target schools, found several problems including student books that are used as less attractive grip, both in terms of images, and from the presentation of material and lack of books reference for packaging design material. This results in students experiencing many difficulties in answering or completing their tasks that require understanding. For this reason, media is needed to explain the more attractive packaging design in the form of a tutorial book. The purpose of this study is to develop learning media that used to only use modules, worksheets and student books into tutorial books. The research model used is the Borg and Gall research model, namely (1)Analysis needs, (2) planning, (3) Development of the initial product. (4) validation from expert, (5) product revision 1, (6) small group test, (7) final product revision, (8) implementation. The final product was tested by two experts, one media expert and one material expert and 20 people as the subject of a small group trial, is the tenth grade students of 11 SMKN Malang. Data collected by observation, interviews, validation tests and field trials. The instrument used to collect data is a questionnaire and poll which is then analyzed and converted with a table of eligibility criteria. The results of the expert validation show that the supporting books for packaging design material in these cultural arts subjects are feasible to use with a percentage of 77%. From the validation of material experts obtained a percentage of 80% by revising the material sequence clearly. In addition to validation tests, field tests conducted at Malang 11 Vocational High School also obtained positive results with a percentage of 92.25%. It was seen that students were very enthusiastic while studying, which meant that they were included in a very valid category and were very suitable to use. Advice from the author, if there are developers who want to develop this media, you should add more complete material along with examples. And develop more efficient packaging designs

    Analisis Estetika Visual Iklan Televisi Oreo di Indonesia Tahun 2014-2018

    No full text
    RINGKASANHandayani, Novya. 2019. Analisis Estetika Visual Iklan Televisi Oreo di Indonesia Tahun 2014-2018. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Gunawan Susilo S.Sn, M.Sn. (II) Dimas Rifqi Novica S.Sn, M.Ds. Kata Kunci: Oreo, estetika visual, iklan, medium televisiPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan/menguraikan bentuk estetika visual yang terdapat pada iklan televisi Oreo yang ada di Indonesia dari tahun 2014-2018. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Iklan mempunyai peranan penting dalam menyampaikan pesan pada khalayak ataupun target market perusahaan, untuk membuat inovasi dalam iklan dibutuhkan metode periklanan kreatif. Metode periklanan kreatif ini digunakan oleh biskuit Oreo pada periklanan televisi.Data penelitian berupa video dan artikel yang diperoleh dari beberapa situs online. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan klasifikasi, dan tahap evaluasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, kesatuan(unity) yang terdapat memiliki kesinkronan antara audio dan visualnya, warna-warna yang digunakan selaras, namun pada iklan Oreo tahun 2015 dan 2018 warna yang digunakan adalah warna yang bersebrangan sehingga dari segi warna tidak merupakan satu kesatuan. Kedua, kerumitan (complexity) pada masing-masing iklan tidak ada yang sama, karena setiap iklan memiliki tema yang berbeda-beda. Musik yang digunakan juga memiliki dinamika yang berbeda pada masing-masing iklan. Ketiga, kesungguhan (intensity) dapat dilihat dari keharmonisan antara audio dan tema cerita pada masing-masing iklan, nuansa dan warna yang digunakan dapat saling menyatu sehingga membuat suasananya semakin kuat

    Seni Pertunjukan Jaran Kepang Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Seni Lukis

    No full text
     RINGKASANAlthia, Dica. 2019. Seni Pertunjukan Jaran Kepang Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Seni Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Satsra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd., (II) Fenny Rochbeind, S.Pd., M.Sn. Kata kunci: Seni Pertunjukan Jaran Kepang, Penciptaan, Seni Lukis, Ekspresionis.Salah satu kekayaan budaya Indonesia khususnya di Jawa Timur adalah seni pertunjukan Jaran Kepang. Jaran Kepang juga disebut Kuda Lumping merupakan seni pertunjukan sederhana yang disajikan oleh 4 sampai 6 orang penari yang mengapit kuda-kudaan dari anyaman bambu.Jenis penelitian ini adalah penelitian penciptaan seni yang memaparkan penciptaan seni representasional dengan corak ekspresionis. Model proses kreatif Chaterina Patrick digunakan sebagai pedoman berkarya lukis dimulai dari tahap persiapan, tahap penetasan, tahap inspirasi, dan tahap pengembangan. Pada tahap pengembangan proses kreatif dimulai dengan mewujudkan ide, kosep, dan tema ke dalam enam karya lukis dengan menampilkan objek utama seni pertunjukan Jaran Kepang.Pencipta menampilkan enam karya lukis dengan media estetik berupa garis, bentuk, dan warna sebagai simbolisasi dari konsep. Karakteristik dari keenam karya lukis ini adalah objek utama berupa pertunjukan Jaran Kepang yang direpresentasikan secara ekspresif. Pada perwujudan objek utama figur manusia terjadi pendistorsian bentuk namun masih dapat dikenali bentuk aslinya.Melalui karya penciptaan ini, diharapkan mendapat apresiasi yang positif dari masyarakat sebagai apresian. Sesuai pesan moral melalui lukisan dengan objek pertunjukan Jaran Kepang dapat membangkitkan minat masyarakat terhadap nilai-nilai budaya lokal yang perlu dilestarikan dan dikembangkan sepanjang masa. SUMMARYAlthia, Dica. 2019. Jaran Kepang’s Show as a source of ideas for the painting creations. Thesis, Art and Design, Faculty of Letter, Universitas Negeri Malang. Advisors:  (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd., (II) Fenny Rochbeind, S.Pd., M.Sn. Key Word: Jaran Kepang’s Show, Creation, art painting, ekspresionisOne of the riches of Indonesian culture, especially in East Java, is the Jaran Kepang’s Show. Jaran Kepang also called Kuda Lumping is a simple performance art presented by 4 to 6 dancers flanking horses bamboo matting.This type of research is art creation research which describes the creation of representational art with an expressionist style. The Chaterina Patrick creative process model used as a guideline for painting works starts from the preparation, hatching, inspiration and development stages. At the stage of the development of the creative process it begins by realizing ideas, concepts, and themes into six works of painting by displaying the main objects of the Jaran Kepang’s Show.The creator presented six paintings with aesthetic media in the form of lines, shapes and colors as a symbol of the concept. The characteristics of the six paintings are the main objects in the form of the Jaran Kepang’s Show which are expressively represented. In the embodiment of the main object of human figures there is a distortion of the form but it can still be recognized as the original form. Through this creation work, it is expected to get a positive appreciation from the community as an appreciation. In accordance with the moral message through painting with the object of Jaran Kepang performances can arouse people's interest in local cultural values that need to be preserved and developed throughout the ages.

    KAJIAN SEMIOTIKA PADA FILM CINDERELLA LIVE ACTION TAHUN 2015

    No full text
    RINGKASANFitria. 2018. Kajian Semiotika pada Visual Film Cinderella Live Action Tahun 2015. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Pujiyanto, M.Sn Kata Kunci : Semiotika, film, CinderellaFilm merupakan salah satu media komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan tertentu pada setiap adegan yang disajikan. Film Cinderella merupakan salah satu film yang bercerita tentang keajaiban, seorang putri dan pangeran kerajaan. Tokoh utama pada film Cinderella ini adalah seorang perempuan bernama Cinderella yang memiliki sifat sangat baik, dan rupawan dengan seluruh pesona yang dimilikinya. Selain itu Cinderella memiliki sosok ibu peri yang akan menghadirkan keajaiban di kehidupannya. Hal ini dapat disimpulkan bahwa film Cinderella berbicara mengenai sosok perempuan ideal dan percaya akan sebuah keajaiban yang berdampak menjadi Cinderella Effect. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami mengenai (1) tanda pada visual tokoh utama,properti pendukung dan non visual musik di film Cinderella live action 2015 pada bagian klimaks cerita, (2) penanda pada visual tokoh utama, properti pendukung dan non visual pada musik di film Cinderella live action 2015 pada bagian klimaks cerita, (3) petanda pada visual tokoh utama, properti pendukung dan non visual musik di film Cinderella live action 2015 pada bagian klimaks cerita. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan semiotika Ferdinand de Saussure berupa tanda, penanda, dan petanda.Hasil dari penelitian ini dikelompokkan menjadi tiga diantaranya (1) Tanda pada tokoh Cinderella yaitu prempuan bergaun biru, rambut panjang ikal, berkulit putih. Tanda pada ekspresi tokoh utama Cinderella adalah mata mengarah ke kanan atas dilanjut dengan ke arah kiri bawah, mata lurus ke depan tanpa ada yang diajak bicara, bibir dan alis mengerucut. Tanda pada properti berupa kereta kuda, sepatu kaca, buah labu, tikus, gaun berwarna biru. Tanda pada musik adalah orkestra klasik dengan nada rendah dan tempo rendah, nada tinggi dan tempo rendah, nada tinggi dan tempo tinggi, nada rendah dan tempo tinggi (2) Penanda pada tokoh Cinderella adalah perempuan berposturjenjang, berkulit putih, berambut ikal pirang keemasan, bola mata cokelat, mengenakan gaun biru. Penanda pada ekspresi adalah arah mata dari kanan atas menuju kiri bawah. Penanda pada properti kereta kuda emas, sepatu kaca model hak tinggi, labu kuning, tikus rumahan, kuda putih, gaun biru. Penanda pada musik adalah adegan pada film 3) Petanda pada tokoh Cinderella adalah ras kaukasoid aplin yang mengisahkan wilayah Eropa Timur/Tengah, menjadi standart kecantikan perempuan. Petanda pada properti menunjukkan era victorian pada revolusi industri, masuknya budaya Amerika ke wilayah Eropa, mempertahankan budaya Romawi Kuno, tikus sebagai pengingat peristiwa Black Death di Eropa, gaun sebagai standart kelas sosial. Petanda pada musik adalah memberikan kesan berdebar, sedih, kecewa, terburu-buru, dst. SUMMARYFitria. 2018. Semiotic Study on Cinderella Film 2015 Live Action Visuals .Thesis, Art and Design Major, Faculty of Letter, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Pujiyanto, M.Sn Keywords: Semiotics, film, CinderellaFilm is one of the communication media used to convey a certain message in each scene presented. Cinderella's film is one of the films that tells the story of a miracle, a princess and a royal prince. The main character in the film Cinderella is a woman named Cinderella who has a very good character, and beautiful with all the charm she has. Besides that, Cinderella has a fairy mother figure that will bring a miracle to her life. It can be concluded that the film Cinderella talks about the ideal female figure and believes in a miracle that has an impact on becoming the Cinderella Effect. The purpose of this study was to find out and understand about (1) the signs on the main character's visuals, supporting properties and non-visual music in the 2015 Cinderella live action film on the climax part of the story, (2) markers on the main characters visual, supporting properties and non-visual on the music in the 2015 live action Cinderella film in the climax part of the story, (3) the markings on the visuals of the main characters, supporting properties and non-visual music in the 2015 Cinderella live action film on the climax of the story. The research methodology used is qualitative research using Ferdinand de Saussure's semiotics in the form of signs, markers and markers. The results of this study are grouped into three of them (1) Signs on Cinderella figures are women dressed in blue, long curly hair, white skin. The sign on the main character of Cinderella is that the eye is directed to the upper right and continues to the lower left, the eyes are straight forward without any talk, lips and eyebrows cone. Signs on the property are horse carriages, glass shoes, pumpkins, mice, blue dresses. Signs on music are classical orchestras with low tones and low tempos, low tones and low tempos, high notes and high tempos, low tones and high tempos (2) Markers on Cinderella's characters are female, white, golden blonde, ball brown eyes, wearing a blue dress. The marker for the gymnastics is the direction of the eye from the upper right to the lower left. Markers on the properties of the golden horse carriage, high-heeled glass shoes, pumpkin, home mouse, white horse, blue dress. Markers on music are scenes in films  3) Markers on the character of Cinderella are the aplin Caucasoid race which tells the area of Eastern / Central Europe, becoming a standard of female beauty. Signs on property show the Victorian era in the industrial revolution, the entry of American culture into European territory, maintaining ancient Roman culture, mice as a reminder of the "Black Death" event in Europe, dresses as social class standards. Signs on music are giving the impression of pounding, sadness, disappointment, hurry, etc

    Redesign Corporate Identity AAM (Asosiasi Advertising Malang) Dan Aplikasinya .

    No full text
     RINGKASAN Romadhan, Hendriyanto. 2019. Redesign Corporate Identity AAM (Asosiasi Advertising Malang) Dan Aplikasinya. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Moch. Abdul Rohman, S.Sn., M.Sn (II) Yon Ade Lose Hermanto, S.Sn., M.Sn.   Kata Kunci: Redesign, Corporate Identity, Asosiasi, Advertising, Malang. Corporate identity adalah suatu bentuk visual dan ekspresi grafis dari image dan identitas suatu perusahaan atau organisasi. Corporate identity terdiri dari nama perusahaan, logo (logogram dan logotype), slogan, dan beberapa itemitem pendukung lainnya. AAM adalah asosiasi perusahaan advertising yang bergerak dibidang penyelenggaraan kegiatan advertising. Terkait dengan logo AAM sebelumnya, perlu adanya penyederhanaan dari elemen logogram, yaitu dengan perancangan ulang logo sebagai upaya membentuk identitas baru. Identitas baru yang diharapkan mampu meningkatkan image dan identitas AAM. Perancangan ini menggunakan model perancangan prosedural yang mengacu pada model perancangan identitas menurut Alina Wheeler. Pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara, observasi, dan studi literatur. Selanjutnya data diolah menjadi konsep perancangan identitas. Hasil akhir dari perancangan redesign corporate identity ini adalah identitas grafis baru dalam bentuk buku Graphic Standart Manual (GSM) yang berupa pedoman dalam menerapkan konsistensi identitas. Di dalamnya terdapat spesifikasi penggunaan atau penerapan sistem identitas yang diantaranya adalah logo, warna, tipografi, penerapan identitas, dan elemen lainnya. Selain itu, perancangan ini didukung dengan media aplikasi organisasi seperti peralatan kantor, seragam anggota, dan merchandise

    Astronot Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Representasional.

    No full text
    ASTRONOT SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS REPRESENTASIONAL ARTIKEL OLEH RYAN ADITYA GALIH NUGRAHA150251601084UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA JURUSAN SENI DAN DESAIN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA APRIL 2019 ASTRONOT SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS REPRESENTASIONAL ARTIKELDiajukan kepada Universitas Negeri Malang untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikana program Sarjana Pendidikan Seni RupaOLEH Ryan Aditya Galih NugrahaNIM 150251601084  UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA JURUSAN SENI DAN DESAIN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA APRIL 2019 ASTRONOT SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS REPRESENTASIONAL Ryan1), Triyono2)Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang Jl. Semarang No. 5, Malang, Jawa Timur 65145, Indonesia.Email: [email protected]), [email protected]) Summary: Nowadays technological advances have become increasingly sophisticated and developing rapidly, so that it can be possible and easy for humans to be able to explore a space world. In this creation, writer raised an astronauts as ideas for painting creation. The writer presents 6 representational paintings with aesthetic media that form by lines, shapes of space and light, and the texture of a concept. Writer use an astronauts in the space world who do their activities while on earth as a characteristics of a creation. Keywords: Space life, Astronauts, Creation, Representational painting Ringkasan: Saat ini kemajuan  teknologi sudah semakin canggih dan berkembang sangat pesat, sehingga hal itu memungkinkan dan mempermudah  manusia untuk bisa menjelajahi dunia luar angkasa. Pada penciptaan ini, penulis mengangkat astronot sebagai ide atau gagasan dalam berkarya seni lukis. Penulis menampilkan 6 karya seni lukis representasional dengan media estetik berupa garis, bentuk dan ruang dan cahaya, tekstur dari sebuah konsep. Menggunakan karakteristik karya berobjekkan seorang astronot yang berada diluar angkasa yang sedang melalukan kegiatan-kegiatan layaknya mereka saat berada di bumi. Kata Kunci: Kehidupan luar angkasa, Astronot, Penciptaan, Seni lukis representasionalBumi merupakan alam dimana manusia berpijak. Manusia dan bumi seoalah-olah saling berhubungan satu sama lain. Kehidupan manusia dibumi diwarnai dengan berbagai kejadian yang cenderung memadukan antara gejala alam itu sendiri dan manusia. Relasi antara manusia dan alamnya merupakan suatu hubungan timbal balik yang saling mengisi kekosongan diantara keduanya. Manusia mempunyai sifat yang selalu ingin merubah dan menciptakan sesuatu demi memudahkan kelangsungan hidupnya. Keinginan tersebut secara tidak langsung memunculkan suatu ego yang membuat alam/bumi  terdeskriminasi oleh sifat ini dan bumi menjadi korban dari ulah manusia itu sendiri.Jagat raya atau alam semesta merupakan ruang yang tidak terbatas, dimana didalamnya terdapat galaksi, bintang, matahari, nebula, planet, meteor, asteroid, komet dan bulan hanyalah sebagian kecil dari materi di jagat raya. Sama halnya dengan bumi yang hanyalah sebagian kecil dari materi di jagat raya. Perkembangan zaman yang semakin canggih, para ilmuan memperlihatkan kepada masyarakat dunia memalui misi-misi perjalanan luar angkasa dengan mengirimkan beberapa awak astronot keluar angkasa. Penulis merasa bumi bukanlah satu-satunya tempat manusia untuk hidup, keadaan bumi yang sudah rusak, tidak asri serta tidak nyaman lagi untuk dijadikan sebagai tempat tinggal.Menurut Riski (2018:93), dengan banyaknya bencana dan cuaca ekstrem, saat ini bumi sudah mulai tak ramah bagi manusia. Manusia harus mencari tempat tinggal baru yang stabil untuk bisa melangsungkan hidupnya seperti di bulan. Fisikawan termashyur Stephen Hawking berkata manusia tak akan bisa bertahan 1000 tahun lagi diplanet Bumi yang rapuh dan harus menyebar ke luar angkasa. Titan merupakan satelit alami Planet Saturnus dan satu-satunya satelit yang mempunyai atmosfer padat seperti Bumi serta Titan mempunyai air dipermukaan selain bumi, Titan menjadi tempat yang cocok untuk kolonisasi (Riski, 2018:92).Atas dasar latar belakang diatas, perlu kiranya pencipta berimajinasi untuk hidup di luar angkasa karena kondisi bumi yang saat ini sudah mulai tidak ramah, banyak terjadi bencana alam dan hal tersebut sangat memprihatinkan sekali. Pencipta juga berimajinasi untuk melakukan aktivitas menjadi seorang astronot di luar angkasa dan berkegiatan sehari-hari layaknya kehidupan manusia di bumi. Hal ini yang memberi penulis sebuah ide atau gagasan untuk mengangkatnya menjadi sebuah lukisan. TUJUAN PENCIPTAANSejalan dengan uraian latar belakang diatas, maka tujuan penciptaan lukisan antara lain :1. Mendeskripsikan konsep dan tema penciptaan karya seni lukis representasional yang terinspirasi dari pengalaman kehidupan pribadi sehari-hari yang direpresentasi menjadi kehidupan astronot di luar angkasa.2. Mendeskripsikan proses penciptaan karya seni lukis representasional yang terinspirasi dari pengalaman kehidupan pribadi sehari-hari yang direpresentasikan menjadi kehidupan astronot di luar angkasa. MANFAAT PENCIPTAANMelalui penciptaan lukisan-lukisan representasional tentang objek astronot, dapat diambil beberapa manfaat di antaranya sebagai berikut:1. Bagi penulis untuk menambah wawasan, pengalaman dalam praktik maupun teori melukis serta mengetahui kehidupan astronot.2. Bagi masyarakat sebagai pembaca sekaligus pengapresiasi akan menambah pengalaman sekaligus untuk menambah pengetahuan agar mengenal lebih jauh tentang astronot dan semoga dapat membantu menumbuhkan rasa imajinasi masyarakat dalam menjalani kehidupan diluar angkasa.3. Bagi jurusan seni dan desain  dapat menambah keanekaragaman gaya maupun bentuk lukisan, menambah kepustakaan serta dapat menjadi referensi bagi mahasiswa di jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.    KAJIAN TEORITISDefinisi SeniDibawah ini merupakan beberapa definisi seni yang relevan, yaitu:a. Seni menurut Sumarwahyudi(Sumarwahyudi, 2015:37) adalah cilpa yang artinya berwarna (kt sifat); pewarna (kt benda). Kemudian berkembang menjadi cilpasastra yang berarti segala macam kekriyaan (hasil keterampilan tangan) yang indah.b. Menurut Kartika (Kartika, 2004:2) seni merupakan usaha manusia untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan. Bentuk yang menyenangkan dalam arti  bentuk yang dapat membingkai perasaan keindahan dan perasaan keindahan itu dapat terpuaskan apabila dapat menangkap harmoni atau satu kesatuan dari bentuk yang disajikan.c. Seni secara universal Dipahami dan diartikan sebagai refleksi kehidupan manusia yang dituangkan dalam media seni ke berbagai ekspresiDari ketiga pendapat diatas, maka seni dapat didefinisikan sebagai ungkapan pencipta (seniman) kedalam suatu perwujudan produk keindahan yang dikomunikasikan sehingga memberi dampak psikologis dari pengalaman batin bagi yang menghayati. Dampak psikologis dalam seni ini diartikan sebagai dampak jangka panjang hasil dari pesan karya seni serta menciptakan hal-hal yang dapat mendatangkan rasa senang, terpana, rasa sedih, terharu dan marah. Definisi Seni lukisSeni lukis merupakan salah satu cabang seni rupa yang termasuk dalam seni murni (fine art). Seni lukis dapat dikatakan sebagai suatu ungkapan pengalaman estetik seseorang yang dituangkan dalam bidang dua dimensi (dua matra), dengan menggunakan medium rupa, yaitu garis, warna, tekstur, shape dan sebagainya. Medium rupa dapat dijangkau melalui berbagai macam jenis material seperti tinta, cat atau pigmen, tanah liat, semen dan berbagai aplikasi yang memberi kemungkinan untuk mewujudkan medium rupa (Kartika: 2004).Menurut Santo (2012:93), merupakan ungkapan pengalaman estetis pelukis yang dituangkan dan diwujudkan melalui beragam media bidang seperti kanvas, kayu, maupun kertas. Karya seni lukis adalah media yang dapat di indera melalui pengelihatan, yaitu mata (visual) yang dimanfaatkan oleh seniman untuk mengekspresikan konsep idenya kepada orang lain melalui simbol-simbol visual, Widodo (2013:2).Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa seni lukis merupakan suatu media yang dapat dilihat melalui pengelihatan sehingga hal tersebut dimanfaatkan oleh seorang seniman dalam mengekspresikan konsep ide serta gagasannya kepada orang lain yang dituangkan dan diwujudkan dalam bentuk berbagai media seperti kanvas, kayu, kertas dan lain-lain. Definisi Seni Lukis Semi Abstrak/RepresentasionalIstilah seni lukis representasional lebih lazim menunjukan pada seni lukis yang melukiskan benda-benda alam sebagai objek-objeknya dalam bentuk-bentuk yang masih bisa dikenali asal-usulnya, walaupun telah mengalami perubahan.Menurut Widodo (2011:3), seni lukis representasional menunjuk pada pelukisan benda-benda alam sebagi objek-objeknya dalam bentuk yang masih bisa dikenali asal-usulnya dari objek alamiah tersebut, walaupun telah mengalami perubahan, baik melalui proses penyederhanaan (abstraksi), deformasi/distorsi maupun penggayaan (stilasi).Definisi AstronotAstronot adalah sebutan bagi orang yang telah dididik dan menjalani latian untuk terbang ke luar angkasa menggunakan pesawat luar angkasa. Istilah "astronaut/astronot" juga kadang digunakan untuk merujuk secara spesifik kepada antariksawan yang berasal dari Amerika Serikat. Istilah astronot ini pertama kali muncul pada 1929, istilah ini pun muncul saat pertama kalinya National Aeronautics and Space Administration (NASA) dibentuk. Astronot juga dilengkapi dengan seragam yang tebal agar dapat beradaptasi diluar angkasa, helm khusus untuk melindungi dari radiasi sinar matahari namun didesain tetap dapat melihat dengan jelas, sarung tangan dan sepatu boot agar dapat bergerak dengan mudah di luar angkasa, serta tas dipunggung yang berisi perangkat primer life-support dan radio komunikasi.Baju astronot memiliki bentuk yang sangat unik seperti balon dan sangat berat saat di pakai di bumi tapi saat di luar angkasa baju astronot sangat ringan dan lentur. Baju yang dikenakan astronot juga awalnya berwarna oranye, tetapi sekarang sudah  menggunakan warna putih karena bahan yang tampak putih dimata kita adalah bahan yang bersifat memantulkan semua radiasi. Inilah alasan digunakannya bahan berwarna putih untuk pakaian astronot. Radiasi berbahaya tidak dapat mencapai tubuh astronot karena dipantulkan kembali ke angkasa oleh bahan berwarna putih tersebut. Pakaian berwarna putih ini juga berfungsi untuk mempertahankan tubuh astronot agar tetap hangat, karena radiasi yang dipancarkan oleh tubuh astronot itu akan terpantulkan kembali ke dalam (tidak hilang ke angkasa). Tinjauan Kritik EstetikTinjauan kritis estetik terdapat 3 komponen utama yaitu media estetik, prinsip-prinsip seni lukis dan dimensi-dimensi penciptaan karya seni lukis. Untuk lebih jelasnya akan dijabarkan sebagai berikut.1. Media EstetikUnsur-unsur seni rupa yang digunakan untuk menciptakan sesuatu melalui perencanaan yang terdiri dari beberapa unsur. Unsur-unsur tersebut yaitu garis, bentuk ruang, warna, dan tekstur.2. Prinsip-Prinsip Seni Lukis Prinsip seni adalah suatu tata aturan yang mengatur berbagai unsur seni rupa dalam mewujudkan suatu pertanyaan yang memiliki kesan tertentu, salah satu kesan yan diharapkan dalam berkarya seni adalah kesan indah/keindahan suatu karya yag estetik (Sumarwahyudi, 2015:56). Prinsip-prinsip seni lukis diantaranya yaitu kesatuan, keseimbangan, irama, pusat perhatian, keselarasan, dan proporsi.3. Dimensi-Dimensi Penciptaan Karya Senia. Tahap PersiapanMerupakan tahapan dimana seorang seniman melakukan observasi dan pengumpulan informasi pada suatu hal yang akan dijadikan objek.b. Tahap PenetasanPada tahapan ini seorang seniman akan mengeramkan atau merenungkan buah pikirannya tentang objek yang akan dikaji.c. Tahap Inspirasi Merupakan tahap dimana fikiran akan mnemukan buah gagasan sehingga akan muncul sebuah konsep dasar.d. Tahap Pengembangan Merupakan tahap setelah terbentuknya suatu konsep seni. Pada tahap ini konsep dasar yang telah muncul akan berkembang hingga terjadi spesifikasi objek.e. Tahap Visual Merupakan tahap ide atau konsep akan dituangkan dalam bentuk nyata visual pada media.         METODEPenelitian penciptaan ini menggunakan metode Chaterina Patrick sebagai pedoman dalam berkarya. Metode ini terdiri dari 5 tahap, yaitu:1. Tahap persiapan Merupakan tahapan dimana seorang seniman melakukan observasi dan pengumpulan informasi pada suatu hal yang akan dijadikan objek.Pada tahap persiapan pencipta mengumpulkan data dan permasalahan yang akan dijadikan suatu tema dalam menciptakan karya seni lukis.2. Tahap penetasanPada tahap ini seorang seniman akan mengeramkan atau merenungkan  buah pikiranya tentang objek yang akan dikaji. Buah dari fikiran ini berupa ide awal dalam pembuatan karya.3. Tahap inspirasiInspirasi merupakan tahap dimana fikiran akan menemukan buah gagasan sehingga akan muncul sebuah konsep dasar, konsep dasar ini merupakan rangkaian yang terjalin antara suatu permasalahan dan ide yang akan divisualkan.4. Tahap pengembanganPengembangan merupakan tahap setelah terbentuk suatu konsep seni. Pada tahap ini konsep dasar yang telah muncul akan berkembang hingga terjadi spesifikasi setiap objek.5. Tahap visualTahap visual adalah tahap dimana konsep dasar yang sudah dikembangkan akan dituangkan dalam bentuk nyata pada media dua atau tiga dimensi, menggunakan prosedur penciptaan seni lukis dan menerapkan kajian teori penciptaan seni lukis. (Chaterina Patrick dalam Dharsono, 2007: 61).   Teknik PenciptaanTeknik BasahPengertian teknik basah yaitu teknik dalam menggambar atau melukis yang menggunakan medium yang bersifat basah atau memiliki medium air dan minyak cair, seperti cat air, cat minyak, tempera, tinta.Teknik BlokSetelah objek telah selesai, maka tahap selanjutnya yang digunakan oleh pencipta adalah teknik blok, dengan menggunakan warna yang sudah ditentukan pada bagian background. Hal ini bertujuan supaya nantinya warna lukisan  akan tampak lebih padat. Teknik ini juga bisa mencegah terjadinya ruang kosong yang terlewatkan dalam melakukan teknik selanjutnya.Teknik PlakatPlakat merupakan teknik dalam melukis penggunaan cat secara merata dan bersifat menutup yang menghasilkan warna yang pekat. HASIL DAN PEMBAHASANProgram visual merupakan kerangka dalam menciptakan karya seni. Program ini meliputi beberapa tahapan yang dilakukan, diantaranya adalah pencarian sumber masalah, mengkonsep ide, persiapan alat bahan, pembuatan sketsa, proses dan hasil visualisasi. Pada subab ini akan di bahas mengenai sketsa, hasil dan pembahasan karya. Sketsa Gambar 1. Sketsa karya pertamaGambar 2. Sketsa karya keduaGambar 3. Sketsa karya ketigaGambar 4. Sketsa karya keempatGambar ke 5. Sketsa karya kelimaGambar ke 6. Sketsa karya keenam HASIL DAN PEMBAHSAN KARYAKarya 1 Judul  : “Bersantai di Hammock”Ukuran  : 70 x 100 cmMedia  : Cat akrilik pada kanvasTahun  : 2019Ketika mulai bosan dengan suasana kabin pesawat luar angkasa yang terasa begitu-begitu saja, tentunya akan timbul suatu keinginan untuk menciptakan suasana baru serta melihat pemandangan baru dengan cara bersantai diluar kabin dengan membuat hammock. Hammock yang digunakan disini adalah hammock transparan atau menggunakan hammock hamparan langit di luar angkasa.Karya 2 Judul  : “Sunmori Keliling Galaksi”Ukuran  : 90 x 110 cmMedia  : Cat akrilik pada kanvasTahun  : 2019Pada lukisan ini pencipta menggambarkan seorang astronot yang mengendarai vespa sespan dalam kegiatannya diluar angkasa yaitu menjelajahi galaksi untuk menghilangkan rasa bosan sekaligus mencari udara segar.Karya 3Judul  : “Berselancar”Ukuran  : 70 x 100 cmMedia  : Cat akrilik pada kanvasTahun  : 2019Pada lukisan yang berjudul “Berselancar” menggambarkan seorang astronot yang sedang melakukan kegitan olahraga berselancar di luar angkasa. Saat melayang-layang dengan papan selancar di angkasa, astronot berimajinnasi seakan-akan ada ombak tinggi yang menerjangnya dari belakang dan melakukan adegan bermanuver diatas ombak sehingga hal tersebut dapat membantu untuk mengimbangi efek negatif dari stres dan juga bisa menyehatkan pikiranKarya 4Judul  : “Bermain Basket”Ukuran  : 80 cm x 90 cmMedia  : Cat akrilik pada kanvasTahun  : 2019Pada lukisan yang berjudul “Bermain Basket” memvisualisasikan seorang astronot yang sedang melakukan kegiatan olah raga yaitu basket di luar angkasa. Hal positif dari bermain basket salah satunya yaitu dapat membuat astronot yang berada diluar angkasa menjadi tidak cepat lelah atau letih jika dibandingkan dengan orang yang jarang melakukan olahraga.Karya 5Judul  : “Bermain Longboard”Ukuran  : 70 x 110 cmMedia  : Cat akrilik pada kanvasTahun  : 2019Seorang astronot yang sedang melakukan kegitan olah raga longboard di luar angkasa. Pada kenyataannya saat seorang astronot berada di luar angkasa untuk melakukan kegiatan olah raga longboard merupakan suatu hal yang mustahil, akan tetapi pencipta berimajinasi bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk melakukan kegiatan apapun itu di luar angkasa.Karya 6Judul  : “Budayakan Membaca”Ukuran  : 80 cm x 100 cmMedia  : Cat akrilik pada kanvasTahun  : 2019Keadaan bumi yang semakin lama semakin memprihatinkan karena rusaknya lingkungan sehingga sudah tidak lagi sehat dan bisa dikatakan bumi sudah dalam kondisi yang kritis. Semua itu hasil dari ulah manusia yang tidak pernah memikirkan akibat yang akan terjadi pada Bumi disuatu hari nanti. Penggambaran astronot yang sedang membaca buku disaat Bumi telah hancur tersebut sama halnya dengan  sifat manusia, yaitu akan baru sadar ketika ia diberikan suatu cobaan terlebih dahulu oleh Yang Maha Kuasa, setelah itu manusia tersebut akan ingat, kembali kejalan yang lurus dan menyesali akan perbuatan yang telah dilakukannya KESIMPULANPenciptaan karya seni lukis ini terlepas dari hasil pemikiran yang dilandasi oleh banyak faktor, salah satu faktor yang paling mendukung adalah relasi antara manusia dan alam. Hal tersebut pula yang mendasari terbentuknya sifat dan kebiasaan perilaku setiap individu, salah satunya adalah sifat ego. Egositas manusia yang tinggi sehingga menimbulkan suatu perilaku yang membuat alam atau bumi terdiskriminasi sehingga alam dijadikan sebagai korban karena dieksploitasi  secara berlebihan oleh manusia.Penggunakan objek astronot masuk dalam karakteristik karya dikarenakan permasalahan yang pencipta angkat terkait dengan kegiatan manusia yang awalnya mereka hidup di bumi namun karena kondisinya bumi yang memprihatinkan akibat ulah manusia itu sendiri, lalu manusia memilih untuk melanjutkan kehidupannya di luar angkasa dengan harapan bisa hidup jauh lebih baik disana yang penggambaran manusianya berwujud seorang astronot dan hal tersebut bukan suatu hal yang mustahil untuk kehidupan umat manusia dimasa depan.Karya-karya pencipta mampu memenuhi tiga fungsi pokok seni sekaligus, yaitu fungsi personal, fungsi sosial, dan fungsi fisik. Karya-karya ini pada akhirnya mampu memberikan pengalaman kepada pengamat baik dari segi visualisasi yaitu wujud dan teknik yang digunakan, segi isi pesan yang ingin pencipta sampaikan maupun segi kepribadian cara berfikir serta sudut pandangdari pencipta. Fungsi sosial adalah sebagai sebuah media komunikasi melalui karya mengenai pandangan-pandangan pencipta terhadap sebuah ide. Fungsi fisik adalah sebagai benda estetik, yang merupakan media estetik yaitu pemanfaatan unsur garis yang membangun unsur bentuk, penggunaan, dan pengaturan warna yang mendukung munculnya efek cahaya, gelap terang dan ruang. DAFTAR RUJUKAN Dharsono dan Kartika, Sony. 2007. Kritik Seni. Bandung: Rekayasa Sains. Kartika, Sony. 2004. Seni Rupa Modern. Bandung: Rekayasa Sains.  Riski, Azzurino. 2018. Segala Sesuatu Tentang Teknologi Masa Depan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Santo, Tris Neddy; dkk. 2012. Menjadi Seniman Rupa. Jakarta: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Sumarwahyudi. 2015. Pengantar Filsafat Ilmu. Malang: Universitas Negeri Malang. Widodo, T. 2013. Komposisi Dalam Seni Lukis. Malang: Cakrawala Indonesia (Anggota IKAPI). Widodo, T. 2011. Pengantar Seni Lukis Semi Abstrak/representasional. Malang: Pustaka Kaiswaran. 

    PERANCANGAN EVENT PAYANGAN CULTURE FESTIVAL PANTAI PAYANGAN KABUPATEN JEMBER

    No full text
    RINGKASANMaudina, Rika Hikmah. 2019. Perancangan Event Payangan Culture Festival Pantai Payangan Kabupaten Jember. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Pujiyanto, M.Sn., (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci: perancangan, event, media komunikasi visual, media promosi, pantai payangan, kabupaten jember.Kabupaten Jember merupakan sebuah wilayah yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Keadaan alamnya yang menyajikan pemandangan pegunungan, pantai dan perkebunan menjadikan Kabupaten Jember berpotensi besar menjadi salah satu tempat tujuan wisata. Pantai Payangan merupakan salah satu pantai di Kabupaten Jember yang memiliki potensi wisata alam yang cukup tinggi. Kenampakan alam pantai Payangan tersebut apabila dimanfaatkan dan dikembangkan secara maksimal maka akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Jember. Namun pantai Payangan belum memiliki strategi promosi yang maksimal untuk meningkatkan minat kunjungan wisatawan dari luar daerah Jember. Strategi sosialisasi dan promosi yang diterapkan untuk objek wisata pantai Payangan adalah dengan mengadakan event kebudayaan lokal Jember di pantai Payangan. Event ini diharapkan mampu meningkatkan publisitas potensi wisata pantai Payangan Kabupaten Jember secara maksimal, informasi dan imej positif pantai Payangan dapat diketahui oleh khalayak luas. Sehingga harapan efek yang ditimbulkan dapat berpengaruh terhadap peningkatan kunjungan sekaligus memberdayakan dan meningkatkan ekonomi masyarakat dalam kawasan objek wisata pantai Payangan. Perancangan event ini menggunakan model perancangan yang bersifat deskriptif, mengadopsi prosedur perancangan Sanyoto yang kemudian dimodifikasi dan dikembangkan sesuai dengan lingkup permasalahan yang dihadapi perancang. Prosedur perancangan ini diawali dengan merumuskan latar belakang permasalahan dan tujuan, kemudian mengidentifikasi data yang telah diperoleh dan dianalisis. Setelah itu dihasilkan sintesis sebagai dasar pertimbangan untuk menentukan konsep perancangan, selanjutnya dilakukan proses perancangan produk yang pada akhirnya menghasilkan desain final. Hasil perancangan ini ialah berupa event Payangan Culture Festival sebagai media utama. Jenis event yang diangkat adalah cultural event, yaitu menampilkan sebuah festival kebudayaan lokal Jember. Promosi event didukung dengan berbagai media komunikasi visual antara lain poster, brosur, banner, baliho, video promosi event dan media digital yaitu website, media sosial instagram dan fanpage facebook, serta merchandise berupa kaos, topi, dan postcard. SUMMARYMaudina, Rika Hikmah. 2019. The Design of Payangan Culture Festival Event in Payangan Beach Jember Regency. Thesis, Program of Communication and Visual Design, Art and Design Major, Faculty of Cultural Studies, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Pujiyanto, M.Sn., (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn. Key Words: design, event, visual communication media, promotion media,payangan beach, jember regency. Jember Regency is an area located in East Java Province. Its natural state that presents views of mountains, beaches and plantations makes Jember Regency has great potential to become one of the tourist destinations. Payangan Beach is one of the beaches in Jember Regency that has high natural tourism potential. The natural appearance of Payangan beach, if maximally utilized and developed, will attract tourists to visit Jember. However, Payangan beach does not yet have a maximum promotion strategy to increase interest in visiting tourists from outside Jember Regency. The strategy of socialization and promotion that is applied to Payangan beach tourism object is to hold a local cultural event in Jember on the coast of Payangan. This event is expected to be able to increase the publicity of Payangan Jember Regency's coastal tourism potential to the fullest, the information and positive image of Payangan beach can be known by a wide audience. Thus, the expectation of the effects can affect the increase in visits, while empowering and improving the economy of the community in the area of Payangan beach tourism. The design of this event, using a descriptive design model, adopts Sanyoto's design procedure which is then modified and developed according to the scope of the problems faced by the designer. This design procedure begins with formulating the background of the problem and objectives, then identifying the data that has been obtained and analyzed. After that, producing synthesis as a basis for consideration to determine the design concept, then the product design process is carried out, and ultimately produces the final design. The result of this design is a Payangan Culture Festival event as the main media. This type of event is a cultural event, which presents a local cultural festival in Jember. Event promotions are supported by various visual communication media including posters, brochures, banners, billboards, event promotion video, and digital media namely websites, Instagram social media and Facebook fanpage, as well as merchandise including t-shirts, hats, and postcards

    ANALISIS VISUALISASI MOTIF BATIK GAYATRI TULUNGAGUNG

    No full text
    RINGKASANMaulidiyani, Armydita Afia. 2019. Analisis Visualisasi Motif Batik Gayatri. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarwahyudi, M. Sn. (II) Denik Ristya Rini, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: visualisasi, gayatri, motif, batik.Griya Batik Gayatri Tulungagung merupakan home industri yang terletak di Ketanon, Kedungwaru. Industri batik tersebut dirintis sejak tahun 2013 oleh Setio Hadi.  Jenis batik yang diproduksi sangat beragam, tentunya memiliki ciri khas yang dapat membedakan sentra industri batik lain. Selain keberagaman jenis batik yang diproduksi mengusung tema kebudayaan, terdapat keunikan ditinjau dari segi motif dan visual yang ada pada batik Gayatri. Oleh sebab itu, menarik untuk diteliti.Penelitian bertujuan untuk menganalisis: (1) ciri khas motif batik Gayatri; (2) Makna dari motif batik Gayatri. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif. Hal pertama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumen. Analisis data dilakukan dengan berbagai tahapan, seperti tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi sumber dan metode.Hasil penelitian meliputi (1)Visualisasi motif batik Gayatri meliputi : a) motif utama, motif pendukung, dan isen-isen. (2) Makna motif batik Gayatri terinspirasi dari cerita foklore (cerita rakyat) dan potensi wisata daerah. Batik Gayatri Tulungagung meskipun tergolong dalam batik kontemporer, kain batik yang diproduksi menggunakan tema kebudayaan daerah  seperti legenda Angling Dharma, Roro Kembang Sore dan potensi wisata daerah Tulungagung.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pada bidang seni batik. Untuk pendidikan diharapkan menjadi sumber refrensi dalam materi pembelajaran yaitu seni batik. Bagi peneliti lain, diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan refrensi dan dikembangkan lagi. Bagi pengrajin batik Gayatri Tulungagung diharapkan lebih berinofasi dan lebih mengembangkan usahanya agar lebih dikenal masyarakat luas. SUMMARYMaulidiyani, Armydita Afia. 2019. Visualization Analysis Of the Gayatri Batik Motive, Universitas Negeri Malang. Advisors:  (I) Drs. Sumarwahyudi, M. Sn. (II) Denik Ristya Rini, S.Pd, M.Pd Key Word: Visualization, Gayatri, motive, batik.Griya Batik Gayatri Tulungagung is a home industry located in Ketanon, Kedungwaru. Batik industry was pioneered since 2013 by Setio Hadi. The types of batik that are produced are very diverse, of course, having the characteristics that can distinguish other batik industry centers. In addition to the diversity of types of batik produced by the theme of culture, there are uniqueness in terms of motifs and visuals that exist in the Batik Gayatri. Accordingly, it is interesting to study.The research aims to analyze: (1) the characteristics of motif batik Gayatri; (2) The meaning of the motif batik Gayatri. This research was conducted using a qualitative description approach. The first thing to do in this research is data collection using observation, interview and document techniques. Data analysis is carried out in various stages, such as data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Checking the validity of the data is done by means of source and method triangulation.The results of the study include (1) Visualization of Gayatri batik motifs include: a) main motives, supporting motives, and isen-isen. (2) The meaning of the Gayatri batik motif is inspired by the story of foklore (folklore) and regional tourism potential. Gayatri Tulungagung Batik although classified in contemporary batik, batik cloth is produced using regional cultural themes such as the legend of Angling Dharma, Roro Kembang Sore and the tourism potential of the Tulungagung area. The results of this study are expected to increase knowledge in the field of batik art. Education is expected to be a reference source in learning materials, namely batik art. For other researchers, it is expected that the results of this study can be used as references and developed again. It is hoped that Tulungagung Gayatri batik craftsmen will be more innovative and develop their business to be better known to the wider community

    OBJEK ALAM KABUPATEN LUMAJANG SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN SENI LUKIS MIX MEDIA

    No full text
    Kabupaten Lumajang adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten ini berbatasan dengan kabupaten Probolinggo di utara, kabupaten Jember di timur, Samudra Hindia di selatan, serta kabupaten Malang di barat. Kabupaten Lumajang terletak di wilayah tapal kuda, Jawa Timur.Penulisan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui konsep dan proses berkarya pada ide penciptaan dalam karya seni lukis mixed media, serta visualisasi karya objek alam di kabupaten Lumajang sebagai sumber inspirasi dalam karya seni lukis mixed media.Penciptaan karya lukis ini menggunakan teknik plakat, dan mixed media yaitu pencampuran media dengan bubur kertas. Karya penciptaan ini memiliki  karakteristik dengan objek alam yang ada di kabupaten Lumajang. Mixed media yang digunakan terlihat relief. Teksturnya juga terlihat kasar, serta penggunaan warna – warnanya cerah dengan gelap.Proses berkarya seni lukis mixed media ini bermula dari persiapan dan perancangan konsep yang didalamnya terdapat idea atau gagasan, tema, dan objek yang akan diciptakan yaitu objek alam di kabupaten Lumajang. Setelah itu menentukan karakteristik karya, menentukan teknik serta alat dan bahan yang akan digunakan setelah itu langkah selanjutnya adalah pembuatan bubur kertas yang sudah di campur dengan lem rajawali putih. Proses visualisasi pembuatan sketsa di atas kertas A4 lalu memindahkannya di atas media kanvas. Kemudian proses penempelan bubur kertas, setelah bubur kertas kering dan selanjutnya pewarnaan serta pendetailan hingga yang terakhir pada penyelesaian karya.Penciptaan di awali dengan pembuatan sketsa menggunakan kertas A4. Kemudian sketsa pada kertas A4 dipindahkan pada kanvas menggunakan pensil 2B. setelah sketsa di pindahkan ke kanvas, dilakukan penempelan bubur kertas pada objek tertentu disetiap karya. Lalu dilakukan pewarnaan tiap bagian dalam lukisan. Pada akhirnya penciptaan karya seni lukis mixed media ini berjumlah 6 lukisan dengan judul air terjun tumpak sewu, pantai dampar, air terjun manggisan, ranu klakah, watu godek, air terjun gucialit.    Melalui karya seni lukis mixed media ini pencipta ingin memberikan pengetahuan bagi masyarakat untuk lebih mengetahui dan mengenal keindahan objek alam kabupaten Lumajang dan diharapkan dapat meningkatkan daya tarik untuk mengunjungi objek alam yang ada di kabupaten Lumajang

    0

    full texts

    2,650

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇