SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2650 research outputs found

    WANITA JAWA MEROKOK SEBAGAI INSPIRASI KARYA SENI LUKIS

    No full text
    RINGKASANPrasista, Venna Jala. 2019. Wanita Jawa Merokok Sebagai Inspirasi Karya Seni Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd,dan (II) Fenny Rochbeind. S.Pd, M.Sn Kata Kunci: Wanita Jawa, Merokok,Seni LukisBudaya merokok dipandang sebagai ketidak wajaran jika dilakukan oleh kaum wanita. Stigma wanita merokok masih berlaku dimanapun tidak terkecuali di Jawa. Masa kini pandangan masyarakat telah berubah dan wanita bebas merokok. Hal ini yang member inspirasi pada penciptaan seni lukis yang menggambarkan sosok wanita Jawa merokok.Konsep penciptaan ini adalah ‘kesetaraan sosial’ dan tema yang mendasari keenam karya lukisan adalah ‘gaya hidup wanita merokok’. Karakteristik karya diantaranya pada pemilihan warna yang feminin, objek utama wanita merokok, teknik sapuan kuas terkesan lembut, dan kontur garis pada objek terkesan dekoratif.Proses kreatif dalam penciptaan ini menggunaka metode Alma Hawkins yang memiliki tiga tahapan, yaitu tahapan eksplorasi, kegiatan pengamatan terdahap hal-hal yang berkaitan dengan tema yang diangkat. Lalu tahapan eksperimentasi, berupa pembentukan rancangan sketsa yang diseleksi untuk diwujudkan,serta sebagai acuan dalam penciptaan karya. Tahapan terakhir melakukan pembentukan, berupa proses melukis pada bidang kanvas.Penciptaan ini menghasilkan 6 karya seni lukis yang berjudul “Roro Mendut”, “Nyusur dan Rokok”, “ Iklan”, “Menangis”, “Haruskah PSK!”, dan “Hidupmu”. Penciptaan ini menghasilkan 6 karya seni lukis hasil gagasan pencipta. Melalui hasil penciptaan karya seni lukis gaya pribadi ini diharapkan dapat menambah wawasan apresasi bagi masyarakat khususnya aspek estetika lewat keenam karya lukis. Selain itu pesan edukasi lewat objek lukisan tersampaikan kepada pengamat tentang gaya hidup wanita merokok,bukanlah hal baru yang dipandang sebelah mata atau dianggap negatif. Sebaliknya wanita merokok sudah sejak zaman dulu punya kebiasaan‘menginang’. Dengan merujuk pada sejarah masa lalu, dimasa kini wanita merokok menjadi trend yang patut dihargai dan dipandang positif oleh masyarakat sebagai insan berbudaya yang hidup di era modern

    PENERAPAN METODE MODELLING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMAINKAN ALAT MUSIK PIANIKA SISWA KELAS VII-5 SMP NEGERI 14 KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK Widyawati, Dita. 2019. Penerapan Metode Modellinguntuk meningkatkan keterampilan memainkan alat musik pianika pada kelas VII-5 di SMP Negeri 14 Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. EW. Suprihatin Dyah P, M.Pd, (II) Rully Aprilia Zandra, S.Pd, M.Pd, M.Sn Kata Kunci :Keterampilan Memainkan Alat Musik Pianika, Metode Modelling Metode pembelajaran merupakan salah satu bagian strategi pembelajaran yang digunakan guru dalam teknik penyajian materi. Salah satu metode yang membuat peserta didik ikut terlibat dalam pembelajaran adalah metode modelling. Metode modelling dalam kegiatannya menggunakan model sebagai sumber belajar yang dapat dirancang melibatkan siswa.Salah satusekolah di kota Malang yang melaksanakan pembelajaran seni budaya bidang studi musik dan masih terjadi permasalahan adalahkelas VII-5 di SMPN 14 Malang pada pembelajaran memainkan alat musik pianika.Permasalahannya adalah siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, masih banyak siswa yang kesulitan dalam memainkan alat musik pianika, kurangnya kemandirian siswa dalam berlatih pianika. Sehingga diketahui hasil belajar kelas VII-5 berada dibawah KKM (75)dengan persentase ketuntasan 35,29% dari 34 siswa . Berdasarkan hal tersebut alasan penelitian dilakukan. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil belajar keterampilan memainkan alat musik pianika pada kelas VII-5 di SMP Negeri 14 Kota Malang melalui penerapan metode Modelling. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas, dengan pendekatan kualitatif deskriptif, subjek penelitian berjumlah 34 siswa. Pelaksanaannya dilakukan dalam 2 siklus yaitu Siklus I dan Siklus II. Prosedur penelitian meliputi 4 tahap yaitu (1) Perencanaan (2) pelaksanaan tindakan (3) observasi (4)refleksi. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi,dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I siswa yang nilainya tuntas di atas KKM sejumlah 20 siswa dengan persentase58,82%, dan siswa yang nilainya tidak tuntas dibawah KKM sejumlah 14 siswa dengan persentase41,17%.Oleh karena itu, dilakukan siklus II. Pada siklus II siswa yang nilainya tuntas di atas KKM sejumlah 32 siswa dengan persentase94,11%,dan siswa yang nilainya tidak tuntas dibawah KKM sejumlah 2 siswa dengan persentase 5,88%. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode Modelling dapat meningkatkan hasil belajar siswa hingga mencapai 94,11%, dengan demikian penelitian disarankan guru dapat menggunakan penerapan metode Modelling sebagai salah satu alternatif metode yang dapat digunakan pada setiap pembelajaran Seni Budaya sub bidang seni musik di semua kelas VII

    PERANCANGAN LUGGAGE TAG WISATA GUNUNG BROMO BERBASIS TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY SEBAGAI MEDIA OPTIMALISASI FASILITAS WISATAWAN MANCANEGARA

    No full text
    ABSTRAKRichi. 2019. Perancangan Luggage Tag Wisata Gunung Bromo Berbasis Teknologi Augmented Reality Sebagai Media Optimalisasi Wisatawan Mancanegara.  Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Moch. Abdul Rohman, S.Sn., M.Sn. Pembimbing (II) H.J. Hendrawan, S.Sn., M.Ds.  Kata Kunci: Gunung Bromo, Wisatwan Asing, Augmented Reality, Luggage Tag. Gunung Bromo merupaka salah satu destinasi wisata yang sudah dikenal oleh dunia sejak lama, gunung berketinggian 2.239 meter di atas permukaan laut ini menyimpan banyak sekali keindahan, baik alam maupun budaya, tak heran jika setiap harinya ada 1500 wisatawan yang datang ke sini dan 10% nya adalah wisatawan mancanegara. Untuk mengunjungi wisata Gunung Bromo ini, wisatawan dikenakan tiket masuk sebesar Rp.30.000 untuk wisatawan lokal dan Rp.300.000 untuk wisatawan mancanegara. Hal ini sangat disayangkan apabila fasilitas yang diberikan adalah sama. Dengan demikian maka harus diberikan fasilitas tambahan yang lebih untuk wisatawan mancanegara dan juga sebagai media promosi ke luar negeri. Untuk itu diberikan sebuah Luggage Tag yang bisa menjadi tour guide secara virtual dengan bahasa-bahasa internasional yang berbasis Augmented Reality. Dalam pembuatan media ini dilakukan beberapa tahapan diantaranya adalah identifikasi dengan melakukan observasi baik di lapangan maupun di Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tahap selanjutnya adalah data lapangan yaitu dengan mengumpulkan data-data yang telah didapat dari observasi sebelumnya, selanjutnya dilakukan analisa yang menemukan sebuah permasalahan dan peneyelesaianya. Hingga pada akhirnya dilakukan perancangan yang menghasilkan sebuah protoype Luggage Tag wisata Gunung Bromo yang berbasis Augmented Reality. Dengan adanya media ini, maka wisatawan asing tetap mendapatkan prioritas dibalik selisih harga tiket tersebut berupa fasilitas guide tour secara virtual. Tidak hanya itu, fungsi lain dari media ini adalah sebagai Merchandise berupa penanda tas yang tetap bisa menampilkan AR meskipun meninggalkan lokasi Gunung Bromo, sehingga bisa menjadi media promosi dari wisatawan tersebut dan mengundang lebih banyak lagi wisatawan asing ke Gunung Bromo. SUMMARYRichi. 2019. Design of Mount Bromo Tourism Luggage Tag Based on Augmented Reality Technology as Media Optimization of Foreign Tourist Facilities, Art and Design Major, Faculty of Letter, State University of Malang. Advisors: (I): Moch. Abdul Rohman, S.Sn., M.Sn. Pembimbing (II) H.J. Hendrawan, S.Sn., M.Ds. Keywords: Mount Bromo, Foreign Tourists, Augmented Reality, Luggage Tag Mount Bromo is one of the tourist destinations that has been famous to the world for a long time, this 2.239 meter high above sea level holds a lot of beauty, both natural and cultural, no wonder if every day there are 1500 tourists who come here and 10% is a foreign tourist. To visit Mount Bromo tourism, tourists are charged an entrance ticket of Rp. 30.000 for local tourists and Rp. 300.000 for foreign tourists. This is very unfortunate if the facilities provided are the same. Thus, additional facilities must be provided for foreign tourists and also as a media for promotion abroad. For this reason, a Luggage Tag is provided which can be a virtual tour guide with international languages based on Augmented Reality. In making this media, several stages are carried out including identification by conducting observations both in the field and at the Bromo Tengger Semeru National Park, the next stage is field data by collecting data that has been obtained from previous observations, then analyzing the finding problems and solutions. Until finally production was carried out which resulted in a protoype of the Mount Bromo Luggage Tag tour based on Augmented Reality. With this media, foreign tourists still get priority behind the difference in ticket prices in the form of a virtual tour guide facility. Not only that, another function of this media is as merchandise in the form of suitecase tags that can still display AR even if they leave the location of Mount Bromo, so that it can become a promotional medium for tourists and invite more foreign tourists to Mount Bromo

    Perancangan Film Dokumenter ‘Jaranan Bumi Panji’ Kabupaten Kediri

    No full text
    Kata Kunci: Film, Dokumenter, Kesenian Jaranan, Jaranan Bumi Panji, Kediri.Kurangnya media informasi mengenai kesenian jaranan dapat berpeluang hadirnya kondisi dimana seni budaya tersebut akan ditinggalkan, perancangan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Media yang efektif untuk menjangkau masyarakat luas saat ini adalah film dokumenter. Film Dokumenter merupakan wujud visualisasi dari suatu kejadian nyata ataupun mengandung unsur realitas yang kuat. Keunggulan media film dokumenter adalah semakin mempermudah target audience untuk menangkap keseluruhan pesan yang ada di dalamnya melalui dua indra yaitu indra penglihatan dan indra pendengaran. Media yang dihasilkan melalui perancangan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pembuat film untuk perancangan film dokumenter kesenian Jaranan yang selanjutnya.Model perancangan film dokumenter ‘Jaranan Bumi Panji’ ini menggunakan model perancangan prosedural. Model perancangan ini diawali dari penulisan latar belakang masalah, setelah itu dilakukan pencarian data primer dan sekunder melalui wawancara dan observasi kemudian dilakukan pendalaman data melalui analisis, lalu dicari kesimpulan data melalui sintesis, garis besar perancangan yang sudah didapat tersebut dijadikan acuan untuk proses pembuatan karya (pra-produksi, produksi, pasca produksi), kemudian baru didapat desain final. Perancangan ini menghasilkan media utama berupa film dokumenter yang didalamnya memuat informasi seputar faktor yang menjadi penyebab terjaganya eksistensi kesenian Jaranan. Media utama ini dibantu dengan beberapa media lain yaitu poster film, x-banner, sandwich man, LED display, dan media sosial (youtube, facebook, instagram)

    Ki Hadjar Dewantara Sebagai Inspirasi Penciptaan Infografis Tentang Penanaman Nasionalisme Dan Patriotisme

    No full text
    RANGKUMANShalihuddin. A, Sultan. 2018. Ki Hadjar Dewantara Sebagai Inspirasi Penciptaan Infografis Tentang Penanaman Nasionalisme Dan Patriotisme  Skripsi, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd. dan Abdul Rahman Prasetyo, S.Pd, M.Pd.  Kata kunci: Ki Hadjar Dewantara, nasionalisme dan patriotisme, infografisRaden Mas Soewardi atau yang lebih dikenal dengan Ki Hadjar Dewantara merupakan sosok pahlawan nasional yang patut dijadikan teladan oleh generasi muda saat ini, karena di zaman modern seperti saat ini nilai teladan sangat penting karena pada saat ini banyak terjadi penyimpangan perilaku pada generasi muda. Ki Hadjar merupakan salah satu tokoh pahlawan nasional yang patut menjadi teladan hidup karena kisah hidup perjuangan beliau dapat dijadikan inspirasi bagi generasi sesudahnya. Tujuan penciptaan karya seni ini yang diciptakan oleh pencipta adalah memperkenalkan sosok pahlawan nasional yaitu Ki Hadjar Dewantaradalam wujud seni digital berbasis infografis secara menarik, sehingga dapat menumbuhkan sikap nasionalisme dan patriotisme.Metode penciptaan yang digunakan dalam penciptaan ini secara prosedural dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan memaparkan langkah-langkah secara berurutan dari proses awal hingga akhir. Prosedur penciptaan dimulai dari melakukan riset meliputi pencarian data, analisis, sintesis sampai dengan visualisasinya.Hasil dari penciptaan karya seni digital ini meliputi (1) proses produksi yang meliputi pengumpulan data, narasi, sketsa, dan editing (2) karya yang dihasilkan berupa karya cetak berukuran A1 berjumlah 6 buah secara berseri (3) hasil karya akhir dipamerkan agar masyarakat dapat mengapresiasi karya seni yang telah diciptakan.Hasil dari penciptaan karya seni digital berbasis infografis ini diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi dan dapat menjadi pelajaran yang baik mengenai nilai keteladanan dari pahlawan nasional tersebut. Sehingga dapat menanamkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang baik melalui kisah-kisah teladan yang baik dari infografis biografi Ki Hadjar Dewantara tersebut. Dengan demikian, maka penciptaan ini akan bermanfaat dan berdaya guna bagi penanaman rasa nasionalisme dan patriotisme. SUMMARYShalihuddin. A, Sultan. 2018. Ki Hadjar Dewantara as an Inspiration of Infographic Creation to Infuse Nationalism and Patriotism.Sarjana’s Thesis.Department of Arts and Design, Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang.Advisors: Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd. dan Abdul Rahman Prasetyo, S.Pd, M.Pd.  Keywords: Ki Hadjar Dewantara, nasionalism and patriotism, infographicRaden Mas Soewardi, as known as Ki Hadjar Dewantara, was a national hero whose history has become a role model to Indonesian youth. Youth generation needs a model control towards any kinds of oncoming juvenile deviation. Ki HadjarDewantara’s struggle gait was an adequate life model. His past struggle has become a decent inspiration through generations.This creation aims to bring out the hero, Ki HadjarDewantara, through an infographic based digital art. Therefore, this project is expected to help youth develop their nationalism and patriotism traits. This work applied descriptive qualitative procedural approach by explicating the chronological steps. The procedure began with a research including the data collection, analysis, synthesis, as well as the visualization.The result was explicated in three parts: (1) the production process which covered data collection, narration, sketching, and editing, (2) the creation product which was a series of six A1-sized printed work,  (3) the work was exhibited in order to gain appreciation and evaluation from the society.This digital infographic artwork is expected to give inspirational examples and values from the role-model hero. Thus, it can inspire the society to improve nationalism and patriotism through the inspirational stories and biography of Ki HadjarDewantara. Finally, this work would contribute and be useful to gain nationalism and patriotism traits

    Identifikasi Pola Geometrik Pada Ragam Hias Sundawa Dalam Produk Industri Kain Tenun Gedogan. Desa Pringgasaela

    No full text
    RINGKASAN Shalihah, Nisa’u. 2018. Identifikasi Pola Geometrik Pada Ragam Hias Sundawa Dalam Produk Industri Kain Tenun Gedogan. Desa Pringgasaela Skripsi, Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) A.A.G. Rai Arimbawa, Drs., M. Sn (II) Lisa Sidyawati, S. Pd., M. Pd.   Kata Kunci: Geometrik, Ragam Hias Sundawa, Kain Tenun Gedogan, Industri Ragam hias Sundawa merupakan salah satu kerajinan atau kesenian budaya masyarakat yang ada di Desa Pringgasela, kegiatan bertenun sering dilakukan oleh para kaum wanita. Ragam hias Sundawa menjadi salah satu ikon yang mencerminkan tentang kehidupan atau alam. Sundawa diambil dari nama sungai yang terbentang sepanjang Desa Pringgasela. Kain tenun Gedogan keberadaannya telah diwariskan oleh suku Sasak dengan cara Tradisional dari masyarakat di Desa Pringgasela. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi pola geometrik yang ada pada ragam hias Sundawa dalam produk Industri kain tenun Gedogan di Desa Pringgasela. Hal ini dapat ditinjau dari bentuk dan struktur ragam hias Sundawa. Visualisasi ragam hias Sundawa pada wariasi warna dan pola perulangan. Dalam penelitian ini dilakukan analisis dengan pendekatan kualitatif dengan data yang dikumpulkan dari wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan jenis penelitian deskriptif. Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan tahap observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur penelitian menggunakan jenis penelitian deksriptif kualitatif, dimana peneliti melakukan pengumpulan data yang berasal dari naskah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pada data penelitian dilakukan reduksi data, penyajian data, dan dilanjutkan dengan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi pola geometrik dengan perulangan pada ragam hias Sundawa kain tenun Gedogan Desa Pringgasela, sehingga pola geometris pada ragam hias Sundawa dapat membentuk segitiga dan segiempat yang memiliki ukuran yang sama dengan perpaduan warna yang manis antara bentuk tersebut. Dari beberapa bidang yang diberi ragam hias Sundawa, memiliki paduan warna yang saling melengkapi pada tiap bentuk pada ragam hias Sundawa. Dari semua ragam hias yang terdapat pada kain tenun Gedogan Desa Pringgasela, bentuk ragam hias yang terdapat pada kain tenun Gedogan pada bidang tengah kain lebih jelas dan pola yang kompleks.   SUMMARY Shalihah, Nisa'u. 2018. Identification of Geometric Patterns in Sundawa Ornamental Variety in Gedogan Woven Fabric Industry Products, Pringgasela Village, in East Lombok Regency Thesis, Department of Art and Design. Faculty of Literature. Malang State University. Counselor: (1) A.A.G. Rai Arimbawa, Drs., M. Sn (II) Lisa Sidyawati, S. Pd. M. Pd.   Keywords: Geometric, Sundawa Ornamental Variety, Gedogan Woven Fabric, Industry Sundawa ornamentation is one of the craft or cultural arts of the community in Pringgasela Village, weaving activities are often carried out by women. Sundawa's ornamental variety is one icon that reflects life or nature. Sundawa is taken from the name of the river that stretches throughout the village of Pringgasela. Gedogan woven fabric has been inherited by the Sasak tribe in a traditional way from the people in Pringgasela Village. This study aims to identify the geometric patterns that exist in Sundawa ornamentation in the Gedogan woven fabric industry in Pringgasela Village. This can be seen from the shape and structure of Sundawa's ornamental variety. Sundanese decorative ornament visualization on color variation and repetition patterns. In this study an analysis with a qualitative approach was carried out with data collected from interviews, observation, and documentation, with descriptive research types. The design in this study begins with the stages of observation, interviews, and documentation. The research procedure uses qualitative descriptive research, in which researchers collect data from interviews, observations, and documentation. In the research data was carried out data reduction, data presentation, and continued with conclusions. The results showed that the identification of geometric patterns with repetition in Sundawa ornamentation of Gedogan woven fabric in Pringgasela Village, so that the geometric patterns in Sundawa ornamentation can form triangles and rectangles that have the same size with a sweet blend of colors between these shapes. From several fields that are given Sundawa ornamentation, they have a blend of colors that complement each other in Sundawa's ornamental variety. Of all the decorations found in the Gedogan woven fabric of Pringgasela Village, the decorative forms found on Gedogan woven cloth in the center of the cloth are clearer and complex patterns

    PerancanganKomunikasi Visual City branding Kabupaten TrenggalekSebagaiIdentitas Daerah Wisata

    No full text
    Kata Kunci: Perancangan, City Branding, KabupatenTrenggalekKabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Jawa Timur, Surabaya sebagai Ibu Kotanya, JawaTimur berada di ujung timur pulau JawaKabupaten Trenggalek memiliki banyak potensi wisata yang sebenarnya layak menjadi sebuah destinasi masyarakat yang berkunjung keKabupaten Trenggalek. Dengan potensi wisata tersebut perlu adanya tindakan positif yang bertujuan mengenalkan potensi daerah terhadap masyarakat di dalam daerah Kabupaten Trenggalek maupun diluar Kabupaten TrenggalekDengan merancang desain komunikasi visual City Branding Kabupaten Trenggalek yang efektif dan komunikatif maka Kabupaten Trenggalek sebagai destinasi baru akhirnya memiliki identitas, posisioning kuat dan unik yang dapat merefleksikan lokalitas serta potensi wisata sehingga bisa menarik perhatian masyarakat Kabupaten Trenggalek maupun masyarakat diluar daerah Kabupaten Trenggalek untuk berkunjung. Hasil dari perancangan ini berupa buku brand guide lines dari“Leisure in Trenggalek”dengan ukuran 20 cm x 25 cm dengan ketebalan 86 halaman yang didalamnya memuat tentang logo brand, tata cara penggunaan logo dan desain, serta contoh – contoh pengaplikasian logo. Disamping itu juga disertai dengan merchandise yaitu kaos, kalender, gantungan kunci, totebag, dan mug

    Imajinasi Kreatif Bentuk Gajah Sebagai Penciptaan Seni Lukis Gaya Pribadi

    No full text
    ABSTRAK Muhammeda, Siena Danarief. 2019. Imajinasi Kreatif Bentuk Gajah Sebagai Penciptaan Seni Lukis Gaya Pribadi. Pembimbing: (1) Drs. DidiekRahmanadji, M.Pd. (II) Fenny RochbeindS.Pd., M.Sn. Kata Kunci: Gajah, Penciptaan, Seni Lukis, Gaya Pribadi Gajah merupakan hewan yang menyenangkan bagi pencipta untuk diolah dan diimajinasikan menjadi sebuah bentuk baru yang imajinatif. Berolah seni menemukan ide-ide baru yang lucu dan unik adalah ekspresi pencipta dalam mengungkapkan rasa melalui media lukis dan menghasilkan karya lukis gaya pribadi. Proses penciptaan karya seni lukis ini menggunakan metode dari Alma Hawkins, yang terdiriatas tiga tahapan yaitu tahap eksplorasi,tahap improvisasi/eksperimentasi, dan tahapperwujudankarya. Pencipta menampilkan 6 karya seni lukis dengan media estetik berupa garis, bentuk, warna, dan tekstur. Keenam lukisan ini menampilkan objek gajah imajinatif yang telah mengalami penggabungan dan dideformasi bentuk, namun masih dapat dikenali bentuk aslinya. Karakteristikkaryalukis yang diciptakannampak pada pewarnaan yang unik, latar belakang lukisan, penambahan objek-objek pendukung seperti simbol mata uang, harimau,dan simbol-simbol lainnya. Tujuan penciptaan ini adalah memaparkan proses penciptaan karya seni lukis gaya pribadi yang terinspirasi pada hewangajah, serta mendeskripsikan hasil visualisasi karyalukisdengan objek gajah. Hasil penciptaan karya seni lukis ini dapatmenambahwawasan dan pengalamanberolahsenibagipencipta. Harapanpencipta, masyarakatselakuapresiandapatmenikmatitampilanfisik yang indah, unik dan menyenangkan. berolah seni dari karya-karya bernuansa imajinasi kreatif dan merasakan pengalaman mengapresiasi estetika karya yang tidak terlupakan tentang seni lukis modern yaitu seni lukis gaya pribadi. ABSTRACT Muhammeda, Siena Danarief. 2019. Creative Imagination in the Form of Elephant as the Creation of Personal Style Painting. Advisor: (1) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd. (II) Fenny Rochbeind S.Pd., M.Sn. Keywords: Elephant, Creation, Painting, Personal Style Elephants are categorized as a fascinating animal for the creator to be shaped and conceived as an imaginative new form. Discovering the new ideas in the art-making that are fun and unique is an expression of the creator to reveal the feeling through paintings and to produce personal style paintings. The process of creating these works of art used the method proposed by Alma Hawkins which consists of three stages. These stages are namely the stage of exploration, improvisation/experimentation, and realization of the works itself. The creator presents 6 paintings through aesthetic media in the forms of line, shape, color, and texture. These paintings show the imaginative form of an elephant which had been combined and went through deformation of shape. Yet, the real form of the elephant still can be recognized. Characteristics of the created paintings appear on the distinctive color, background, and the addition of the supporting objects such as the symbol of currency, tiger, and so on and so for. The purpose of this creation is to elaborate the creation process of personal style painting inspired by the elephants. Moreover, it is also aimed to describe the visualization of paintings with elephants as the object. The result of this creation can enrich the knowledge and the experience in art-making of the creator. The creator hoped that the community as appreciator can enjoy the beautiful, unique and satisfying visualization. It was also hoped that the community can do the art-making of the creative imagination of the works and also feel the experience of appreciating the unforgettable aesthetic of the modern painting namely personal style painting

    Perancangan Animasi 3D Pencegahan Dan Penanggulangan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Anak Balita Menggunakan Motion Capture

    No full text
    ABSTRAK Irnanda, Diny Pingkan, 2019. Perancangan Animasi 3D Penyebab Dan Pencegahan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita Menggunakan Motion Capture. Tugas Akhir, Jurusan Seni Desain, Fakultas Satra, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Andy Pramono S.Kom, M.T   Kata Kunci: Animasi, ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan), Balita, Motion Capture. Perancangan animasi 3D tentang penyebab dan pencegahan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita menggunakan motion capture. Motion Capture (mocap) adalah metode atraktif untuk membuat gerakan dalam animasi komputer. Laporan WHO menyebutkan bahwa penyebab kematian tertinggi akibat infeksi di dunia adalah infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Langkah sosialisasi terkait ISPA yaitu memberikan pengetahuan tentang apa itu ISPA, penyebab dan pencegahannya dengan cara membuat media pembelajaran berupa film animasi 3D untuk anak usia 6 tahun sampai dengan orang dewasa usia 50 tahun agar lebih memperhatikan kesehatan diri dan orang sekitarnya. Laporan WHO dan Depkes menyebutkan bahwa ISPA merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada balita. Bahkan, hingga saat ini ISPA masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. ISPA akan terjadi apabila kekebalan tubuh menurun. Beberapa upaya dapat dilakukan untuk menurunkan resiko penyakit ISPA, antara lain dengan menghilangkan kebiasaan merokok, membuat ventilasi rumah, memakai masker ketika berada diluar rumah.  Sistematika perancangan yang digunakan dalam pembuatan animasi tentang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) ini adalah model pipeline animasi 3D Isaac Kerlow. Dengan pembagian sistem kerja yang terdiri dari pra produksi, produksi, dan paska produksi. Sedangkan model perancangan yang digunakan adalah model prosedural yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Setelah itu dibuat storyboard, desain karakter, desain background, dan desain sound. Produksi dimulai dari tahap modeling, rigging, teksturing, animating dan editing. Paska produksi adalah tahap dimana karya animasi yang sudah jadi di publish di Youtube, Instagram, dan fanpage Facebook. Hasil perancangan adalah media utama berupa film animasi pendek 3D “ISPA pada anak balita” yang berdurasi 5 menit 11 detik

    PROSES VISUALISASI ESTETIK BATIK TULIS PRODUK SAJADAH PADA RUMAH BATIK SENGGURUH KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG

    No full text
    RINGKASANWijaya, Ocha Denta. 2019. Proses Visualisasi Estetik Batik Tulis Pada Sajdah di Rumah Batik Seng Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ponimin, M. Hum, (II) Lisa Sidyawati, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci : Visualisasi Estetik, Batik tulis sajadah, motif batik seng, warna batik. Visualisasi merupakan objek dan estetik adalah nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercangkup dalam pengertian keindahan. Visualisasi (objek) estetik terdapat objek alam dan objek buatan manusia, dan berebntuk dua dimensi dan tiga dimensi. Objek buatan manusia yang berbentuk dua dimensi tersebut salah satunya berupa batik tulis.Kecamatan Kepanjen terdapat rumah industri batik yaitu rumah batik seng yang terdapat di desa Sengguruh. Rumah batik Seng ini memproduksi batik tulis pada produk sajadah. Produk sajadah batik ini merupakan inovasi terbaru dari rumah batik seng. Rumah batik seng ini motif batik eceng gondok yang merupakan motif yang lebih banyak diminati masyarakat. Terciptanya motif eceng gondok ini agar masyarakat tidak hanya mengangap bahwa eceng gondok ini sebagai benalu, tetapi eceng gondok juga bermanfaat. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskripsi kualitatif. Penelitian diawali dengan pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan  data dilakukan dengan cara triangulasi sumber dan metode dengan menghubungkan data hasil obsevasi dengan landasan teori. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, proses pembuatan batik dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : (a) Proses persiapan membatik; (b) Proses penyantingan batik; (c) proses pewarnaan batik; (d) proses finishing. Kedua, visualisasi motif batik tulis pada sajadah mengandung nilai keindahan atau estetik yang didalamnya terdapat unsur-unsur estetik dan prinsip-prinsip estetik. Ketiga, pewarnaan pada batik tulis sajadah ini menggunakan dua warna yaitu pewarna sintesis atau buatan dan pewarna alam. Keempat, visualisasi motif pada batik tulis sajadah motif utama adalah eceng gondok, dan motif pendukungnya yaitu motif ka’bah, motif daun, dan motif mega mendung.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan ilmu dalam bidang seni betik. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk mengadakan penelitian serupa. Bagi pengrajin, penelitian ini dapat memotivasi untuk menciptakan motif dan teknik baru. Pada bidang pendidikan, diharapkan dapat menjadi salah satu literatur pada bidang seni.SUMMARYWijaya, Ocha Denta. 2019. The Aesthetic Visualization Process of Batik Written on Sajdah at  the Seng Batik House. Thesis, Department of Art and Design,  Faculty of Literature, Malang State University.  Advisor: (I) Dr. Ponimin, M. Hum, (II) Lisa Sidyawati, S.Pd, M.Pd. Keywords: Aesthetic Visualization, Batik written prayer rug, zinc batik motif, batik color.Visualization is an object and aesthetics is a value that relates to everything that is captured in terms of beauty. Aesthetic visualization (object) contains natural objects and man-made objects, and has two dimensions and three dimensions. The two-dimensional man-made object is one of them in the form of written batik.Kepanjen Subdistrict has a batik industrial house, which is a house of batik bat which is located in Sengguruh village. This Seng batik house produces handmade batik on prayer mat products. This batik prayer mat product is the latest innovation in the home of zinc batik. The house of seng batik is a hyacinth batik motif which is a motif that is more in demand by the public. The creation of this water hyacinth motif so that people do not just consider the water hyacinth as a parasite, but water hyacinth is also useful.The study was conducted with a qualitative description approach. The research begins with data collection with observation, interview, and documentation techniques. Data analysis was carried out with the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Checking the validity of the data is done by means of triangulation of sources and methods by linking the data from observation with the theoretical basis.Based on the results of the study, the conclusions of the research results are as follows. First, the process of making batik is carried out with the following steps: (a) The process of preparing batik; (b) Batik escort process; (c) batik coloring process; (d) finishing process. Second, the visualization of batik motifs on prayer mats contains aesthetic or aesthetic value in which there are aesthetic elements and aesthetic principles. Third, the coloring of the prayer mat uses two colors, synthetic or artificial dyes and natural dyes. Fourth, the visualization of motifs on sajadah batik is the main motive is water hyacinth, and its supporting motifs are the ka'bah motif, leaf motif, and mega overcast motif. The results of this study are expected to be an additional knowledge in the field of batik art. For other researchers, this research can be used as a reference for conducting similar research. For craftsmen, this research can motivate to create new motives and techniques. In the field of education, it is expected to be one of the literature in the field of art

    0

    full texts

    2,650

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇