SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2650 research outputs found
Sort by
ANALISIS BUSANA KESENIAN REOG KENDANG DI DESA GENDINGAN, KECAMATAN KEDUNGWARU, TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR
RINGKASANUmam, Muhammad Ahsinil. Analisis Busana Kesenian Reog Kendang di Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Seni Desain, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn. Kata Kunci: Busana, Tari, Reog KendangReog Kendang merupakan salah satu kesenian rakyat dari Kabupaten Tulungagung. Kesenian ini menggambarkan kesulitan iring-iringan prajurit Raja Dampu Awang dalam perjalanan dari Bugis ke Kedhirilaya untuk melamar Dewi Kalisuci. Masyarakat sekitar kemudian membantu mengartikan keenam syarat pernikahan yang diajukan. Interpretasi ini terwujud dalam bagian-bagian tata busana dan perlengkapan pendukung yaitu kendang atau dhodhog. Hal unik lain adalah Reog Kendang ditarikan oleh enam penari yang sekaligus penabuh alat musik pengiring kesenian tersebut. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisa bagian-bagian tata busana yang digunakan para penari dalam kesenian Reog Kendang serta kendang atau dhodhog yang menjadi perlengkapan pendukungnya. Penelitian ini ditulis dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, dimana peneliti berfungsi sebagai intrumen penelitian yang utama dalam perencana, pelaksana, pengumpulan dan penafsir data, serta pelapor hasil penelitian. Lokasi penelitian terletak di sanggar kesenian tari Reog Kendang Dhodhog Sadjiwo Djati di desa Gendingan, Kecamata Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Narasumber penelitian adalah Bapak Siswoyo selaku seniman, pemilik sanggar, penari senior dan guru tari, dan pelestari kesenian Reog Kendang. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Pengecekan keabsahan temuan peneliti menggunakan triangulasi dan proses audit trail. Kegiatan analisis data melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian berupa pemaparan latar belakang sejarah Reog Kendang yang erat kaitannya dengan penggambaran bagian-bagian busana yang digunakan penari dalam menampilkan kesenian tersebut yang terdiri atas (1) Busana Bagian Kepala yang terdiri atas udheng, guling, dan sumping. (2) Busana bagian badan terdiri atas klambi, kace, deker, dan ter. (3) Busana bagian kaki terdiri atas celono atau disebut juga kathok, sabuk, stagen, gendong, sampur, kain dowo, boro-boro, dan gongseng. (4) Perlengkapan Pendukung Busana dan Tata Rias Reog Kendang yang terdiri atas: Kendang/Dhodhog 1 dan 2, Imbal 1 dan 2, Keplak, Trinting yang bunyinya menghidupkan dan memperkuat suasana penampilan tarian sesuai dengan karakter gerakan masing-masing penari
Broken Home sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Lukis
RINGKASANAmalia, Rizky Nadia. 2018. Broken Home sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn. Kata Kunci : Broken Home, Seni Lukis, Keluarga.Keluarga bahagia ditandai oleh minimnya kesenggangan dan adanya perasaan puas terhadap keadaan dirinya. Ketika orang tua sudah tidak dapat berhubungan dengan baik entah dapat mempertahankan keluarganya secara utuh tanpa ada hubungan yang hangat maupun tidak, dapat dikatakan secara psikologis mereka sudah bercerai atau broken home. Keadaan tersebut dapat menyebabkan dampak buruk. Bedasarkan dari permasalahan tersebut pencipta menjadikannya sumber ide atau gagasan dalam penciptaan karya seni lukis. Penciptaan karya seni lukis ini menjadi sebuah upaya untuk menghindari keadaan broken home serta agar lebih menghargai dan menumbuhkan rasa kasih sayang dalam keluarga juga orang-orang di sekitarnya.Metode penciptaan karya seni lukis ini menggunakan metode L. H. Chapman yang memiliki tiga tahapan, yaitu penggalian ide, pengembangan gagasan hingga terumuskan konsep, kemudian karya siap diwujudkan ke dalam medium. Penggalian ide bertujuan untuk mengumpulkan berbagai macam sumber yang relevan dengan penelitian. Sumber data dikembangkan menjadi gagasan, barulah dapat dilakukan perumusan konsep penciptaan. Konsep yang telah dirumuskan siap untuk diwujudkan dalam sebuah karya. Penciptaan ini menghasilkan 6 karya seni lukis diantaranya: (1) Teriak dalam Diam, (2) Aku Ada Disini, (3) Introvert, (4) Aku Lari, (5) Aku dan Duniaku dan (6) Ambil Saja!. Media estetik berupa titik, garis, bentuk, ruang, warna, dan tekstur digunakan untuk mewujudkan karya pada kanvas agar sesuai dengan konsep. Media artistik berupa alat dan bahan digunakan untuk mewujudkan karya secara nyata dan orisinil. Berdasarkan hasil penciptaan ini diharapkan dapat memberikan wawasan pada masyarakat untuk menjaga hubungan baik dengan orang disekitarnya utamanya keluarga agar terhindar dari dampak negatif broken home. SUMMARYAmalia, Rizky Nadia. 2018. Broken Home as Inspiration for Creation of Painting Works. Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Mentor: Drs. Triyono Widodo, M.Sn. Keywords: Broken Home, Painting Works, Family.A happy family characterized by the lack of leisure and satisfaction feeling to their situation. Although they could defend their whole family or not, when parents don’t have a good relationship it can be said that they already divorce or had a broken home psychologically. Broken home could cause a bad effect. The creator makes the source of ideas in the creation of painting works based on these problems. This creation of painting works is an efforts to avoid broken home situation as well as more appreciating each other also growing up an affection with another family member and people around us.In the creation of this painting works, the creator uses L. H. Chapman’s methods with three steps: idea digging, developing it until concepting, then ready to visualize artwork to the medium. Digging an idea purposed to collecting any related research sources. The reference developed to an idea that made into a concept of creation. Artworks ready to made as the concept made.The Creator features 6 painting works entitled (1) Teriak dalam Diam, (2) Aku Ada Disini, (3) Introvert, (4) Aku Lari, (5) Aku dan Duniaku dan (6) Ambil Saja!. Aesthetic media such as dot, line, shape, space, colour, and texture used as the shapes of artworks on paper of canvas according to the concept. Artistic media such as tools and materials used as artworks real form and originality. Based on the result of this creation hopefully could provide an insights to people for keeping a good relation with people around them especially their family so people could avoid broken home situation.
PEMULUNG SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
RINGKASAN Abdillah, Rifka. 2019. Pemulung Sebagai Sumber ide Penciptaan Karya Seni Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd., (II) Fenny Rochbeind, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: Pemulung, Penciptaan Seni Lukis Pemulung adalah seseorang yang memiliki pekerjaan sebagai pencari barang-barang bekas atau barang –barang yang sudah tidak layak untuk dipakai lagi.Pemulung adalah orang yang bekerja mengais sampah lalu memanfaatkannya kemudian menjualnya kembali untuk menafkahi keluarganya. Ada dua hal yang menjadikan saya tertarik untuk mengangkat pemulung sebagai ide pada hal positif dan hal negatif pada hal positifnya ialah pemulung seseorang pekerja keras untuk memulung sampah yang hasilnya kemudian sebagai upah untuk menafkahi keluarganya, pada hal negatifnya pemulung hanya memulung sampah kertas,plastik,kardus dan botol tetapi sisa makanan ditinggal ditempat. Pada penciptaan ini pencipta mengambil sisi positifnya sebagai bentuk keresahan pencipta terhadap orang-orang sekitar yang selalu bermalas-malasan dan kurang rasa bersyukur Jenis Penelitian ini adalah penelitian penciptaan seni yang memaparkan penciptaan seni representasional. Model yang digunakan sebagai pedoman penulisan ini adalah model dari Chaterina Patrick yang dimulai dari tahap persiapan, tahap penetasan, tahap inspirasi dan tahap pengembangan. Kemudian dengan mewujudkan ide, konsep, dan tema pada enam karya lukis yang menampilkan sosok pemulung yaitu merupakan objek utama dari karya lukis ini. Pencipta menampilkan enam karya lukis yaitu dengan media estetik berupa garis, bentuk, dan warna sebagai bentuk simbolisasi dari konsep karya ini. Karakteristik dari keenam karya lukis ini objek utama yaitu sosok pemulung, pada perwujudan objek utama objek manusia terjadi pengubahan beberapa bentuk seperti manusia berkepala batang kayu namun masih dapat dikenali dari bentuk sebelumnya. Dari keenam karya ini, pencipta mengharapkan mendapatkan apresiasi yang positif dan membangun dari masyarakat sebagai apresian. Sesuai dengan pesan moral yang terkandung dalam lukisan ini dengan objek pemulung, dapat mengkomunikasikan kepada masyarakat untuk selalu bersyukur, tidak selalu bermalas-malasan dan menyia-nyiakan waktu dalam menjalani hidup. SUMMARY Abdillah, Rifka. 2019. Scavengers as a source of ideas for the creation of paintings. Thesis, Art and Design, Faculty of Letter, Universitas Negeri Malang. Advisor: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd., (II) Fenny Rochbeind, S.Pd., M.Sn. KeyWord: Scavenger, Creation of Painting Scavenger is someone who has a job as a search for used goods or items that are no longer suitable for use. Scavengers are people who work to scavenge garbage and then use it and sell it back to provide for their families.There are two things that make me interested in raising scavengers as an idea on positive and negative things. On the positive side, scavengers are hard-working people to collect waste, the results of which are as a wage to provide for their families. and bottles but leftovers left in place. At this creation the creator takes the positive side as a form of anxiety of the creator of the people around who are always lazy and lacking in gratitude This type of research is art creation research which describes the creation of representational art. The model used as this writing guide is a model from Chaterina Patrick which starts from the preparation stage, the hatching stage, the inspiration stage and the development stage. Then by realizing ideas, concepts, and themes in six paintings that show scavenger figures which is the main object of this painting. The creator presented six paintings, namely with aesthetic media in the form of lines, shapes and colors as a symbolic form of the concept of this work. The characteristics of the six paintings are the main object, namely the Scavenger figure, in the embodiment of the main object of the human figure there is a change in some forms such as a human with a wooden head but still can be identified from the previous form.Of the six works, the creator hopes to get a positive and constructive appreciation from the community as an appreciation. In accordance with the moral message contained in this painting with scavenger objects, it can communicate to the community to always be grateful, not always lazy and waste time in living life
EKSISTENSI KOMUNITAS CASAK CLAN DALAM BERKARYA SENI DI RUANG PUBLIK KOTA KEDIRI
ABSTRAK: Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikanbeberapahalmengenai, eksistensikomunitas CASAK CLAN dalamberkaryasenigraffiti di ruangpublik Kota Kediri, danuntukmengetahuipemvisualisasiankaryagraffiti yang dibuatolehanggota CASAK CLAN.Penelitianinimenggunakanrancanganpenelitiandeskriptifkualitatif.Pengumpulan data dilakukandenganteknikobservasipartisipatif, wawancara semi strukrur, dandokumentasiberupafoto, katalog, hasilrekaman audio dan video.Penelitisendiri yang menjadi intrument penelitian. Hasil yang didapat dalam penelitian adalah tentang eksistensikomunitas CASAK CLAN mengalamipasangsurutdalamkurunwaktu 2011-2018, yang puncakeksistensinyaterdapatpadatahun 2015. Turundrastisketika 2016 danmulaiberkembanglagipadatahun 2017 hinggapenelitianiniberakhir.VisuaisasikaryadariKomunitas CASAK CLAN hanyaada di 3 tempatdari 8 tempat yang sudah legal untukgraffiti.Langkah-langkahpemvisualisaankaryanyayaitu, Pemilihantembokterlebihdahulu, sketsa di kertasdenganmemilihtema, lanjutsketsa di tembok, mengecatbackground, pewarnaandasar/Fill-in, penentuangelapterang/Shading dan yang terakhiradalahFinisingdenganpendetailankarya.
Perancangan Video Promosi Wisata Alam Kota Kupang Sebagai Media Promosi Pariwisata
RINGKASANNugroho, Heri Septian Adi. 2019. Perancangan Video Promosi Wisata Alam Kota Kupang Sebagai Media Promosi Pariwisata. Skripsi. Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn (II) Andhika Putra Herwanto, S.Sn, M.Sn. Kata kunci: Perancangan, Video Promosi, Wisata Alam, Kota Kupang, Media Promosi, Pariwisata.Pulau Komodo ditetapkan sebagai The New 7 Wonders of Nature berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kota Kupang sebagai ibukota provinsi NTT yang juga memiliki banyak potensi wisata alam seharusnya dapat memanfaatkan peluang tersebut. Namun, media promosi oleh Dinas Pariwisata Kota Kupang dianggap belum efektif untuk menarik perhatian dari wisatawan karena tidak dapat menjangkau audience yang lebih luas serta memiliki visual yang terbatas. Oleh sebab itu dibutuhkan media promosi video yang dapat menampilkan lebih banyak eksplorasi visual disertai pemberian informasi dan pesan promosi dari wisata alam di Kota Kupang.Model perancangan yang digunakan dalam perancangan video promosi wisata alam Kota Kupang ini adalah model perancangan prosedural yang bersifat deskriptif, yaitu mengikuti langkah-langkah terstruktur untuk menghasilkan produk sebagai jawaban dari masalah yang diangkat. Model sudah mencangkup prosedur perancangan video meliputi proses pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Perancangan ini mengahasilkan media berupa video promosi wisata alam Kota Kupang yang berdurasi 2 menit 36 detik dengan resolusi 1920 x 1080 pixel. Video ini menampilkan keindahan visual dari objek-objek wisata alam di Kota Kupang berupa pantai dan gua disertai narasi, musik, talent, dan translasi bahasa inggris dari narasi agar dapat menjangkau dan difahami oleh wisatawan asing. Hasil dari perancangan ini akan diunggah melalui media sosial di internet, dengan situs berbagi video seperti Youtube dan Instagram agar dapat menjangkau calon wisatawan yang lebih luas dan pasar yang lebih spesifik. Terdapat media pendukung berupa x-banner dan banner online yang membantu proses promosi video. Media promosi ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara ke wisata alam di Kota Kupang
Hubungan Penggunaan Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) dengan Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Seni Budaya (Musik) Kelas VII-B di MTs Negeri 4 Tulungagung
ABSTRAKBanuwarsa, Aan Aditya. 2019. Hubungan Penggunaan Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) dengan Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Seni Budaya (Musik) Kelas VII-B di MTs Negeri 4 Tulungagung. Skripsi. Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Soerjo Wido Minarto, M.pd (II) Kelik Desta Rahmanto, M.Pd Kata Kunci: Investigasi Kelompok, Motivasi, Hasil BelajarTugas utama guru adalah mengajar. Guru memiliki cara mengajar yang berbeda-beda. Salah satu yang membedakanya yaitu metode pembelajaran yang digunakan. Penggunaan metode ceramah menjadi penyebab rendahnya motivasi dan hasil belajar peserta didik. Salah satu alternatif metode pembelajaran yang digunakan adalah metode yang sesuai dengan K13 dengan pendekatan scientific yaitu metode investigasi kelompok.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melakukan uji korelasi tentang hubungan penggunaan metode investigasi kelompok dengan motivasi dan hasil belajar. Metode investigasi kelompok merupakan metode yang mampu mengembangkan pemikiran peserta didik, dengan berdiskusi peserta didik saling bertukar informasi maupun pendapat. Tujuan metode investigasi kelompok yaitu meningkatkan kemampuan berfikir peserta didik secara berkelompok dan akademis.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis data korelasi. Penelitian ini menggunakan tiga variabel, satu variabel bebas atau independent variable yaitu Metode Investigasi Kelompok (X) dan dua variabel terikat atau dependent variable yaitu motivasi(Y_1) serta hasil belajar (Y_2). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII-B MTs Negeri 4 Tulungagung yang berjumlah 35. Penelitian ini menggunakan tiga jenis instrumen, yaitu angket (angket sikap dan motivasi), lembar pengamatan (penggunaan metode dan motivasi) dan tes hasil belajar. Hasil penelitian ini melalui analisis statistik korelasi menunjukkan nilai korelasi 0,293 (variabel X dengan Y_1) dan 0,186 (variabel X dengan Y_2). Korelasi antara variabel X dengan Y_1 yaitu 0,29
Tokoh Semar Sebagai Sumber Inspirasi Dalam Penciptaan Seni Lukis Gaya Lowbrow Art
ABSTRAKSeptian, Figi. 2019. Tokoh Semar Sebagai Sumber Inspirasi Dalam Penciptaan Seni Lukis Gaya Lowbrow Art. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd dan Fenny Rochbeind, S.pd., M.Sn Kata Kunci : Tokoh Semar, Lowbrow Art, Penciptaan, Karya Seni Lukis Tokoh Semar sebagai inspirasi penciptaan seni karena memiliki peran utama sebagai pemberi petunjuk, menyikapi ketimpangan yang dilakukan oleh manusia, mewakili watak yang sabar, sederhana, tenang , rendah hati , tulus , dan tidak munafik. Semar juga digambarkan sebagai penjelmaan dewa, namun hidup sebagai rakyat jelata. Semar adalah simbol manunggalnya bawahan dan atasan, manunggalnya yang profan dan yang sakral, merupakan objek utama dalam visualisasi keenam karya lukis. Konsep penciptaan adalah ‘glocalizer masyarakat urban’yang mengacu pada ide atau isi global, tetapi objek atau medium yang digunakan adalah lokal, yaitu Tokoh Semar. Adapun tema penciptaan keenam karya lukis adalah ‘Tokoh Semar diera kekinian’.LowbrowArt merupakan seni rendahan, gerakan seni bawah tanah, membangun sumber materi dan inspirasi dari beberapa pengaruh yang paling ilustratif, kaya warna, kontroversial, dan terkadang satir. Dalam perwujudan lukisan, gaya lowbrow art yang digunakan pencipta dalam berolah seni.Metode dalam penciptaan ini menggunakan metode Alma Hawkins yang memiliki tiga tahapan, yaitu eksplorasi, eksperimentasi, dan pembentukan. berupa penerapan sketsa pada bidang kanvas. Adapun tujuan penelitian ini adalah memamparkan proses penciptaan karya seni lukis dengan Tokoh Semar sebagai inspirasi dalam berkarya seni lukis gaya Lowbrow Art dan mendeskripsikan visualisasi keenam karya lukis gaya Lowbrow Art dengan Tokoh Semar sebagai sumber inspirasinya.Penciptaan ini menghasilkan 6 karya seni lukis representasional yang berjudul Stigma , Feast , Red Yarn , Digadang-gadang, Dont Forget to Smile on Camera , dan who’s Cute, dengan pertimbangan aspek estetik sesuai unsur dan prinsip seni rupa. Berdasarkan hasil penciptaan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan kemampuan berolah seni bagi pencipta, dan wawasan apresasi bagi masyarakat khususnya generasi muda, pelajar, dan mahasiswa. Pesan edukasi melalui penciptaan ini, karya seni lukis bukan saja dinilai dari aspek estetika atau keindahannya tetapi dapat dikenal, dihargai, melalui Tokoh Semar sebagai citraan budaya bangsa
Perancangan Desain Aplikasi Pemutar Musik Berbasis Android “Vojomusic”
Kata Kunci : Aplikasi Musik, Pemutar Musik, Android, Desain AplikasiDi Indonesia musik mulai mempunyai gairah yang kuat dilihat banyaknya musisi baru yang bermunculan. Kebanyakan dari masyarakat kurang memahami skena musik yang memang dianggap kurang dapat membaur karena alasan genre serta informasi edukasi yang tidak sampai kepada masyarakat. Musik di Indonesia terlihat jauh berbeda dulu dan sekarang, karena masih kurangnya apresiasi masyarakat terhadap musik. Masih kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kerugian finansial dari pembajakan musik. Serta masih kurangnya aplikasi yang mengkhususkan untuk musisi dalam menyebarkan karya mereka. Pada perancangan ini mempunyai perbedaan dengan perancangan sebelumnya merujuk pada skripsi Septadi Nugraha, 2016, dengan judul “Perancangan Aplikasi Pemutar Musik Beserta Penampil Lirik Berbasis Android”. Perbedaan dengan penelitian sebelumnya terletak pada media yang digunakan perancangan ini tidak membuat lirik lagu seperti pada perancangan yang terdahulu. Perancangan ini mencoba membuat solusi baru demi keberlangsungan musisi lokal tanah air. Perancangan ini juga mengambil rujukan dari perancangan Andy Pramono, 2018 dengan judul “Aplikasi Visualisasi Data Sekolah Di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur Berbasis Android”.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Berdasarkan dari data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan studi pustaka yang kemudian dianalisis, penulis merancang aplikasi pemutar musik berbasis android. Pemilihan aplikasi musik dikarenakan aplikasi merupakan sebuah media yang dapat dipakai dengan mudah dan dinikmati dalam jangka waktu lama. Media ini juga dapat dijangkau oleh musisi yang memang menggunakan media ini sebagai media untuk menyebarkan musik mereka. Dalam perancangan desain aplikasi musik ini menggunakan model perancangan dari Bruce Acher. Model perancangan dari Bruce Acher ini diawali dari pengumpulan data, analisis, sintesis, pengembangan, dan komunikasi. Melalui aplikasi musik ini diharapkan remaja dan para pecinta musik dapat kembali mengapresiasi dengan baik dan benar. Dengan adanya media aplikasi ini maka diharapkan juga skena musik di Indonesia juga dapat lebih berkembang lebih pesat. Para pecinta musik juga dapat lebih mudah dan kembali aktif kembali untuk mendukung kembali musik yang ada di Indonesia. Dengan menggunakan aplikasi ini maka dapat mengurangi juga kerugian finansial dari pembajakan musik yang selama ini ada di Indonesia. Perancangan ini menghasilkan satu aplikasi musik berbasis android. Serta media pendukung yang terdiri dari social media, poster, seragam sales. Kemudian media promosi yang terdiri dari headset, kipas, totebag, dan notebook. Perancangan ini ditunjukan untuk membantu Vojomusic mempromosikan karya-karya dari musisi yang ada
DAMPAK KESENIAN REYOG TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA SMP NEGERI 1 PONOROGO MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
Kata Kunci: pendidikan karakter, ekstrakurikuler, ReyogPonorogoMaraknya kasus kriminal yang dialami oleh siswa menyebabkan keprihatinan pada masyarakat. Padahal di sekolah telah disediakan wadah untuk menyalurkan bakat dan minat salah satunya dengan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan yaitu ekstrakurikuler Reyog. SMP Negeri 1 Ponorogo merupakan salah satu sekolah di Ponorogo yang melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler Reyog karena kesenian tersebut memiliki berbagai macam ciri khas yang dapat digunakan untuk menanamkan pendidikan karakter pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan ekstrakurikulerReyogdalam mempersiapkan dampak positif pendidikan karakter dan untuk mengetahui dampak kesenian Reyog terhadap pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan cara pengumpulan data, penyajian data, analisis data, dan menarik kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan menggunakan teknik triangulasi. Tahap-tahap penelitian meliputi persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan.Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Reyogdi SMP Negeri 1 Ponorogo dibagi menjadi tiga tahap yaitu, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap persiapanmeliputi persiapan materi, stratergi, dan fasilitas. Fasilitas pendukung berupa tersedianya ruangan latihan serta perlengkapan latihan lainnya. Tahap kegiatan pelaksanaan dibagi menjadi empat yaitu: (1) kegiatan pra, (2) kegiatan awal, (3) kegiatan inti, dan (4) kegiatan akhir. Kegiatan pra berupa kegiatan pemanasan. Kegiatan awal dilakukan pelatih dan siswa untuk menciptakan suasa latihan yang nyaman melalui komunikasi. Kegiatan inti berupa penyampaian materi oleh pelatih. Kegiatan akhir ditutup dengan doa dan motivasi. Tahap evaluasi dibagi menjadi dua yaitu, evaluasi proses dan evaluasi hasil. Evaluasi proses dilakukansetiap selesai latihan. Evaluasi hasil dilakukan oleh guru dan pembina ekstrakurikuler setiap akhir semester. Dampak dari kegiatan ekstrakurikuler Reyogadalah terwujudnya karakter religius, disiplin, kreatif, mandiri, toleransi, jujur, tanggung jawab, cinta tanah air, kerja keras, percaya diri, menghargai prestasi, keindahan, dan kerja sama. Penulis berharap hasil penelitian ini dapat digunakan oleh pelatih untuk mengembangkan karakter positif siswa. Serta siswa dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari
bentuk gending samirah malangyang dimainkan di sanggar among roso
ABSTRAKHartono, Dony Eko. 2017.Bentuk Gending Samirah Malang dimainkan di Sanggar Among Rasa. Dengan pembina Ki Sumantri Desa Bakalan Krajan Kecamatan Sukun Kota Malang (Bentuk gending Samirah Malang). Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Dra. Hj. Endang Wara Suprihatin Dyah Pratamawati,M.Pd (2) Hartono, S.Sn, M,Sn Kata Kunci :Gending SamirahMalanga dalah salah satu kota di Provinsi Jawa Timur yang memiliki banyak kesenian diantaranya adalahgending Samirah..Saat ini keseniangending Samirah Malang menyajikan musikiringan lebih menarik dan terstruktur.Hal inimenjadi alasan peneliti untuk menggali lebih dalam lagi tentang bentuk gending Samirah Malangdi Padepokan Among Rasa pembina Ki SumantriDesaBakalan Krajan Kecamatan Sukun Kota Malang.Penelitianinibertujuanuntuk: 1)Mendeskripsikan Bentuk gending Samirah Malang yang dimainkan di sanggar Among Ras pembina Ki Sumantri Desa Bakalan Krajan Kecamatan Sukun Kota Malang.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Kegiatananalisis data menggunakan diskriptifkualitatif dengan tahap pengumpulan data, tahapreduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan simpulan.Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk gending Samirah yang dimainkan disanggar Among Rasa pembina ki Sumantri memiliki notasi kepatihan yang didalamnya terdapat 128 sabetan dengan dilambangkan titik-titik memiliki 32gatra yang setiap gatra terdiri dari 4 sabetan, notasi yang termasuk dalam jenis gending sak Samirah, gending Samirah malang pembina ki Sumantri memiliki laras slendro dan memiliki pathet 9dengan nada gong 2, dan memiliki dua jenisirama yaitu irama tanggung dan irama dadi.Alat musik terdiri dari kendang sebagai pengatur irama demung dan saron sebagai alat musik yang melagukan notasi, serta bonang babok, bonang penerus, kempul, gong, kethuk, kenong sebagai alat musik yang memiliki pola dalam tabuhanya. Vokal terdiri sindhenan parikan khusus gending Samirah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah setiap unsur-unsur di dalam bentuk gending Samirah yang dimainkan di Sanggar Among Rasa memiliki bagian-bagian yang berbeda dan bagian tersebut memiliki ciri pada bentuk gending Samirah Malang yang dimainkan di Sanggar Among Rasa. Saran untuk peneliti lain adalah melakukan penelitian mendalam mengenai makna gending Samirah yang dimainkan di Sanggar Among Rasa pembina ki Sumantri