71404 research outputs found
Sort by
Electrofishing AMAN DAN SELEKTIF UNTUK PENANGKAPAN LELE (Study of Human Safe Electrofishing Which Selective to Catch Catfish)
Electrofishing currently has been banned by Indonesian Government since 2004, regardless, some of the people still do that secretly. The banning caused by the thought that electrofishing indeed harmful to human safety and aquatic ecosystem. This research aimed to obtain the electricity current that safe and effective to catch the proper size of catfish (Clarias sp.) without harming the aquatic ecosystem. Desired electricity current strength is the one that able to temporarily immobilised catfish quickly with long time to be conscious so gives longer time in harvesting activity. The amount catfish used in the experiment was 90 fishes with average body length 18.5-32.5 cm, divided in to 3 groups. Each group consists of 30 catfishes which shocked by current strength of 1 mA, 2 mA, and 3 mA. Each of the current strength still regarded as save as it has not given negative effect to human body (Ouazani et al. 2012). Result showed that the most recommended electric current is 2 mA as it is safe for human body and able to shock the catfishes effectively. Unconscious time of catfish with body length of ≥ 24.5 cm were between 83 – 140 seconds, which faster compared to 1 mA (120-309 seconds), with conscious time of 117-225 seconds which took longer than 3 mA (79-125 seconds)
PENGARUH MASA KERJA, IKLIM PSIKOLOGIS, MOTIVASI, DAN STRES KERJA TERHADAP KEJADIAN BURNOUT PADA PEKERJA DISTRIK NAVIGASI KELAS II SEMARANG
Burnout merupakan reaksi negatif dalam pekerjaan sebab adanya stres dan tekanan yang terjadi dalam waktu lama yang mengakibatkan kelelahan atau diartikan juga sebagai sindrom yang ditandai kelelahan kronis, prestasi diri yang kurang, dan sinisme. Urgensi dan padatnya aktivitas pekerjaan di atas kapal serta cuaca ekstrem saat di perairan laut memiliki risiko yang tinggi sehingga berpotensi timbulnya kejadian burnout. Di sisi lain, awak kapal dituntut untuk siap fisik dan mental dalam menyelesaikan pekerjaannya demi keselamatan dan keamanan pelayaran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh masa kerja, iklim psikologis, motivasi, dan stres kerja terhadap kejadian burnout pada pekerja Distrik Navigasi Tanjung Emas. Jenis penelitian ini adalah kuantatif explanatory research dengan metode cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 53 pegawai kapal negara. Instrumen pengukuran meliputi lembar data responden memuat masa kerja, kuesioner iklim psikologis, Motivation Questionnaire, Survei Diagnosis Stress (SDS), dan Maslach Burnout Inventory (MBI). Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat menggunakan uji Regresi Linear Sederhana, dan multivariat menggunakan uji Regresi Linear Berganda. Hasil uji bivariat masa kerja terhadap burnout (Sig. 0.260), iklim psikologis terhadap burnout (Sig. 0.013), motivasi terhadap burnout (Sig. 643), stres kerja terhadap burnout (Sig. 0.003). Hasil uji multivariat iklim psikologis dan stres kerja terhadap burnout (F hitung = 11.273). Kesimpulan yang diperoleh masa kerja tidak berpengaruh, iklim psikologis berpengaruh negatif 11.5%, motivasi kerja tidak berpengaruh, stres kerja berpengaruh positif 16.5% terhadap kejadian burnout. Ada pengaruh secara simultan antara iklim psikologis dan stres kerja terhadap burnout pada pegawai bagian Kapal Negara (KN) di Distrik Navigasi Kelas II Tanjung Emas.
Kata kunci : Iklim Psikologis, Stres Kerja, Burnout, Kelelahan Kerja,
Keselamatan Pelayara
EVALUASI PENYELENGGARAAN ASPEK KESEHATAN LINGKUNGAN PASAR RAKYAT KACANGAN KECAMATAN ANDONG KABUPATEN BOYOLALI
Pasar Rakyat Kacangan merupakan pasar yang belum melakukan penilaian pasar sehat. Observasi awal menemukan bahwa penyelenggaraan aspek kesehatan lingkungan di pasar kacangan belum sepenuhnya dilakukan sesuai dengan persyaratan pada Permenkes RI No. 17 Tahun 2020. Hal ini didukung dengan belum adanya standar operasional dalam melaksanakan aktivitas di Pasar Kacangan. Pasar dengan sanitasi lingkungan yang buruk dapat memperbesar resiko penularan penyakit antar individu dan menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sanitasi lingkungan dan perilaku masyarakat pasar (pengelola, pedagang, dan pengunjung pasar) agar terwujudnya pasar yang bersih, aman dan nyaman di Pasar Rakyat Kacangan Andong Boyolali. Metode penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan yang bersifat evaluasi. Subjek atau Informan dalam penelitian ini adalah pengelola pasar, pedagang pasar dan pengunjung pasar. Objek dalam penelitian ini adalah aspek-aspek dalam kesehatan lingkungan di Pasar sehat sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 17 Tahun 2020. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kondisi bangunan pasar tidak memenuhi syarat penyelenggaraan aspek kesehatan lingkungan dengan presentase sebesar 48%. Kondisi sanitasi lingkungan pasar tidak memenuhi syarat dengan presentase sebesar 30%. Kondisi perilaku hidup bersih dan sehat pedagang/pengelola dan pengunjung pasar tidak memenuhi syarat dengan presentase sebesar 54,5% dan kondisi keamanan pasar juga tidak memenuhi syarat dengan presentase sebesar 50%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah aspek penyelenggaraan kesehatan lingkungan di Pasar Rakyat Kacangan dalam kategori tidak memenuhi syarat dengan presentase 48,5% sehingga perlu dilakukan identifikasi komponen/bagian-bagian yang belum memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti secara langsung melalui pengelola pasar dan pemerintah setempat untuk meningkatkan kondisi kesehatan lingkungan pasar.
Kata Kunci: Pasar Sehat, Sanitasi Pasar, Kesehatan lingkunga
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG TERKAIT PRAKTIK GERMAS (GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT) PADA MASYARAKAT KOTA SEMARANG DIMASA COVID-19
COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Kota semarang merupaka kota memiliki kasus konfirmasi positif COVID-19 tertinggi di Jawa Tengah. Penyakit ini harus diatasi dengan melakukan kegiatan preventif seperti salah satunya menerapkan praktik GERMAS. Sampai saat ini belum ada study tentang faktor-faktor yang terkait praktik GERMAS di Kota Semarang dimasa COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran praktik GERMAS pada masyarakat kota semarang dimasa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan disain studi cross-sectional dengan jumlah sampel 400 responden. Hasil penelitian menunjukan sebesar 57,5% responden memiliki praktik GERMAS yang baik, terutama pada 58,8% tingat pengetahuan yang baik,70,5% memiliki sikap yang baik, 57,5% akses informasi yang baik, 66,9% dukungan keluarga, 69% dukungan tokoh masyarakat. Kesimpulan secara umum masyarakat kota semarang memilili tingakat prakik GERMAS yang yang baik. Tapi pada praktik olahraga minimal 30 menit masih tergolong kurang baik 60,5%.
Kata kunci : GERMAS, Praktik,pengetahuan,sikap, akses informasi, COVID-1
STUDI KOMPARATIF PERTUMBUHAN BERAT BADAN BAYI BERDASARKAN STATUS MENYUSUI ASI EKSKLUSIF (Studi Di Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung)
Belum tercapainya target cakupan ASI eksklusif di tingkat provinsi dan kabupaten menyebabkan berbagai masalah pertumbuhan, salah satunya terkait berat badan per umur. Desa Tlogopucang di wilayah kerja Puskesmas Kandangan, Kabupaten Temanggung, memiliki cakupan pemberian ASI eksklusif yang rendah dan prevalensi underweight dan bayi dengan risiko berat badan lebih yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pertumbuhan berat badan bayi berdasarkan status ASI eksklusif. Penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2022 menggunakan desain cross sectional analitik dengan 100 bayi terdiri dari 50 bayi ASI eksklusif dan 50 bayi tidak ASI eksklusif dengan kriteria inklusi yaitu bayi dengan berat lahir normal dan memiliki catatan KMS lengkap. Data dianalisis dengan uji beda Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memberikan ASI eksklusif mayoritas ditemukan pada ibu dengan usia kurang dari 20 tahun (55,6%), berpendidikan akhir SMA/ MA (61,1%), dan ibu yang bekerja (71,4%). Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif setiap bulannya memiliki berat badan yang lebih berat dan cenderung lebih sehat ditandai dengan tidak pernah mengalami penyakit infeksi dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif meskipun secara statistik tidak terdapat perbedaan pertumbuhan berat badan yang signifikan antara bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dan tidak ASI eksklusif (p > 0,05). Perlu adanya edukasi bagi ibu dan calon ibu mengenai pentingnya pemberian ASI selama 6 bulan bagi bayi.
Kata Kunci : Status Menyusui, Pertumbuhan Berat Badan, Bay
Analisis Perbandingan Peramalan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar (USD) Menggunakan Metode Hybrid ARIMA-LSTM dan Hybrid LSTM-ARIMA
Nilai tukar yang mengalami depresiasi dapat berdampak buruk terhadap perekonomian di suatu negara. Oleh karena itu, stabilitas nilai tukar rupiah terhadap mata uang lainnya mutlak diperlukan untuk menciptakan perekonomian yang kondusif. Salah satu upaya untuk mengatasi fluktuasi nilai tukar adalah dengan melakukan peramalan. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode hybrid ARIMA-LSTM dan hybrid LSTM-ARIMA untuk memodelkan pergerakan nilai tukar rupiah. Adapun data yang digunakan merupakan kurs jual rupiah terhadap dolar USD untuk periode Juni 2020 hingga September 2022. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode hybrid ARIMA-LSTM dan hybrid LSTM-ARIMA, diperoleh empat model diantaranya ARIMA(0,1,1)-LSTM, ARIMA(1,1,0)-LSTM, ARIMA(2,1,2)-LSTM dan LSTM-ARIMA(2,1,2). Dihasilkan bahwa perkiraan nilai tukar rupiah periode Oktober hingga Desember 2022 paling optimal saat menggunakan model hybrid ARIMA(1,1,0)-LSTM dengan MAPE sebesar 0,56%
Ring r-Bersih Kuat
"Dalam struktur ring dikenal beberapa elemen khusus yaitu elemen reguler dan elemen idempoten. Suatu elemen r di ring R disebut elemen reguler jika terdapat y di ring R sedemikian hingga perkalian ryr=r. Suatu elemen e di ring R disebut elemen idempoten jika berlaku perkalian ee=e. Ring r-bersih kuat adalah ring yang setiap elemennya merupakan elemen r-bersih kuat. Elemen r-bersih kuat adalah elemen yang dapat dinyatakan dalam bentuk penjumlahan suatu elemen reguler dan elemen idempoten serta perkalian antara elemen reguler dan idempoten tersebut bersifat komutatif. Dalam Tugas Akhir ini dibahas tentang teori-teori yang berlaku pada ring r-bersih kuat. Kemudian juga dibahas hubungan antara ring bersih, ring bersih kuat, ring r-bersih, dan ring r-bersih kuat pada suatu ring abelian. Terdapat hubungan yang menarik yaitu ring suatu ring abelian yang merupakan ring r-bersih kuat, maka ring tersebut juga merupakan ring bersih, ring bersih kuat, sekaligus ring r-bersih.
Kata kunci: ring bersih, ring bersih kuat, ring r-bersih, ring r-bersih kuat.
Penerapan Power Utility Function dengan Aproksimasi Pengembalian Berdistribusi Log-Normal pada Penentuan Portfolio yang Optimal
Penentuan portfolio berperan penting dalam manajemen investasi dan keuangan, dan di dalam manajemen keuangan, terdapat risiko-risiko yang tidak dapat dihindari, namun dapat diatur dengan baik.Maka, diperlukan pendekatan manajemen risiko yang sesuai. Pada tugas akhir ini, dibahas mengenai optimalisasi power utility function yang pengembaliannya diaproksimasi berdistribusi log-normal. Untuk mengatur risiko, ditetapkan konstanta penghindaran risiko relatif atau constant relative risk aversion (CRRA) pada setiap portfolio optimal. Berdasarkan studi kasus dan analisis pada portfolio dengan saham pada LQ45, terdapat beberapa faktor dalam pengaturan risiko antara harga saham per minggu, matriks kovarian dari pengembalian, dan CRRA.Penerapan optimalisasi power utility function dengan aproksimasi pengembalian berdistribusi log-normal pada penentuan portfolio dengan saham LQ45 dapat menjadi solusi fisibel dari permasalahan pemilihan portfolio bagi investor yang ingin berinvestasi dengan risiko minimum.Didapat hasil bahwa aproksimasi pengembalian berdistrusi log-normal dapat menghasilkan variansi rendah serta volatilitas yang rendah untuk return yang tinggi
FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN YANG BERKAITAN DENGAN PELAPORAN RISK CONTAINMENT AUDIT (RCA) OLEH PEGAWAI DI PT. X BATAM
Penyebab utama kecelakaan kerja adalah unsafe act dan unsafe condition. Salah satu bentuk program HSSE PT.X dalam mengurangi kecelakaan akibat unsafe act dan unsafe condition adalah Risk Containment Audit (RCA). Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat pegawai yang tidak melakukan pelaporan RCA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan yang berkaitan dengan pelaporan Risk Containment Audit (RCA) oleh Pegawai di PT. X Batam. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di PT. X Batam. Sampel yang digunakan adalah total populasi dari seluruh karyawan yang berjumlah 46 responden. Variabel penelitian ini adalah masa kerja, pendidikan, pengetahuan, pelatihan RCA, komitmen perusahaan dan pelaporan RCA. ata dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel masa kerja (p value = 0.068) dan pendidikan (p value = 0.975) tidak memiliki hubungan dengan pelaporan RCA. Sedangkan variabel pengetahuan (p value = 0,000), pelatihan (p value = 0,000) dan komitmen perusahaan (p value = 0,000) memiliki hubungan dengan pelaporan RCA. Pengetahuan RCA, pelatihan RCA dan komitmen perusahaan memiliki hubungan yang signifikan dengan pelaporan RCA sedangkan tidak ada hubungan antara masa kerja dan pendidikan dengan pelaporan RCA.
Kata Kunci : Pengetahuan, RCA, Pelatihan, Komitmen Perusahaa
ANALISIS POTENSI BAHAYA DAN PENGENDALIANNYA MENGGUNAKAN METODE HIRADC (HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT & DETERMINING CONTROL) PADA INDUSTRI BAMBU, BANTUL, YOGYAKARTA
Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) merupakan metode yang sering digunakan dalam pengendalian bahaya. Dalam industry informal aspek K3 sering tidak diperhatikan karena kebanyakan dari para pekerja memiliki pengetahuan dan kesadaran yang minim akan bahaya K3. Hal tersebut akan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis potensi bahaya dan pengendaliannya menggunakan metode HIRADC di industri sektor informal, industri bambu di Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara terhadap 8 pekerja sebagai informan utama dan 1 pemilik sebagai triangulasi. Didapatkan hasil bahwa terdapat potensi bahaya di industry bambu yaitu fisika (kebisingan, radiasi, getaran, fisik, kebakaran, sengatan listrik), biologi (vektor dan virus), kimia (bahan ber zat kimia, paparan debu, dan paparan gas), ergonomi (gerakan angkat angkut dan gerakan berulang), dan psikososial (stress kerja) yang memerlukan pengendalian bahaya berdasarkan hirarki pengendalian bahaya.
Kata Kunci : HIRADC, Industri Informal, Keselamatan dan Kesehatan Kerj