Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    ANALISIS FAKTOR PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PENGELOLAAN SAMPAH SKALA RUMAH TANGGA (STUDI KASUS DI KECAMATAN TEMBALANG)

    Full text link
    Sampah masih menjadi suatu permasalahan yang cukup kompleks. Pengelolaan sampah rumah tangga di Tembalang belum mencapai target yang diharapkan yaitu 100%. Pada tahun 2020 hanya mencapai 80% tahun 2021 dan 2022 menjadi 71%. Kualitas pengelolaan sampah rumah tangga dipengaruhi oleh faktor perilaku. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor perilaku yang berhubungan dengan kualitas pengelolaan sampah skala rumah tangga di Kecamatan Tembalang. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian yaitu ibu rumah tangga di Kecamatan Tembalang berjumlah 100 responden yang diambil di 12 kelurahan menggunakan teknik pengambilan sampel propotional stratified sampling. Perhitungan sampel menggunakan rumus slovin. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi (checklist). Analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian pada 100 ibu rumah tangga menunjukkan bahwa sebagian besar termasuk kategori dewasa (65%) dengan pendidikan terakhir SMA/sederajat (34%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,003), sikap (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,020), sarana prasarana (p=0,001), dukungan tokoh masyarakat (0,032) dan kinerja pengelolaan sampah (p=0,000) dengan kualitas pengelolaan sampah skala rumah tangga di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa faktor perilaku yang berhubungan dengan kualitas pengelolaan sampah Kecamatan Tembalang yaitu tingkat pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, sarana prasarana, dukungan tokoh masyarakat dan kinerja pengelolaan sampah. Kata kunci : Perilaku, Pengelolaan Sampah, Tembalan

    Model EOQ (Economic Order Quantity) dengan Bunga Majemuk

    No full text
    Skripsi ini membahas mengenai model EOQ (Economic Order Quantity) dengan bunga majemuk. Model ini merupakan perluasan dari model EOQ klasik dimana dalam perhitungan biaya penyimpanan persediaannya diwakili oleh biaya peluang dari modal terkait. Modal diperoleh dari pinjaman bank, kemudian modal tersebut digunakan untuk membiayai pengadaan persediaan meliputi biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan biaya bunga, oleh karenanya biaya total merupakan akumulasi dari ketiga komponen biaya tersebut. Komponen biaya bunga ini adalah bunga majemuk, berbeda dengan model EOQ klasik yang menggunakan bunga sederhana. Tugas akhir ini menyajikan perluasan dari model EOQ dasar yang memodelkan bunga majemuk dan mengembangkan persamaan kuantitas pesanan optimal sehingga memperoleh total biaya optimal. Simulasi numerik dilakukan di PT. Optima Delta Internusa berupa pemesanan bahan baku Galvalume. Dengan menerapkan metode ini, perusahaan dapat menghemat biaya sebesar 82,82% untuk total biaya persediaan dalam periode satu siklus pemesanan

    OPTIMALISASI VEHICLE ROUTING PROBLEM MENGGUNAKAN METODE MATRIKS PENGHEMATAN (STUDI KASUS : DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA PEKALONGAN)

    Full text link
    Kota Pekalongan termasuk kota yang padat penduduk dengan meningkatnya jumlah penduduk pada Kota Pekalongan akan meningkatkan jumlah volume sampah di Kota Pekalongan. Dimana, berdasarkan data yang ada, dari seluruh sampah yang dihasilkan, hanya 88% sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) sehingga perlu dilakukan pengoptimalan dalam pemilihan Rute pengangkutan sampah. Pada penelitian ini, dibahas tentang penentuan solusi rute pengangkutan menggunakan metode matriks penghematan. Hasil dari studi kasus yang dilakukan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan diperoleh total jarak yang diterapkan DLH sebesar 81,85 Km dan setelah menggunakan metode matriks penghematan total jarak adalah 60,3 Km. Total jarak penghematan adalah sebesar 21,53 Km atau 26,31%. Total biaya bahan bakar yang dikeluarkan DLH adalah Rp133.353,- dan setelah dihitung menggunakan metode matriks penghematan diperoleh biaya bahan bakar sebesar Rp98.267,- sehingga diperoleh penghematan biaya sebesar Rp35.086,- atau 35,70% perhari. Berdasarkan hasil yang didapatkan menunjukan bahwa rute yang diperoleh menggunakan metode matriks penghematan menghasilkan rute dan biaya bahan bakar pengangkutan sampah yang lebih minimum

    HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA UNIT NON PELAYANAN RS ROYAL PRIMA MEDAN

    Full text link
    Low back pain adalah rasa kelelahan, ketidaknyamanan atau nyeri di daerah punggung bawah dengan atau tanpa gejala yang menjalar ke kaki atau tungkai. Faktor risiko low back pain, faktor individu seperti usia, intensitas merokok, jenis kelamin, IMT, masa kerja, dan kesehatan fisik, faktor pekerjaan seperti beban kerja, pekerjaan berulang, durasi kerja, posisi kerja, faktor lingkungan kerja seperti whole body vibration, desain tempat kerja, dan kebisingan. Latar belakang penelitian ini adalah pekerja unit non pelayanan rumah sakit memiliki pekerjaan yang monoton dan tidak melakukan peregangan selama pekerja. Hal tersebut sangat berisiko menimbulkan keluhan low back pain. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis Hubungan Antara Karakteristik Individu Dan Beban Kerja Fisik Dengan Keluhan Low back pain Pada Pekerja Unit Non Pelayanan RS Royal Prima Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan memanfaatkan survei analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan rumus besar sampel miminal. Sampel yang digunakan sebanyak 60 pekerja unit non pelayanan dengan instrumen penelitian berupa kuesioner baku Oswestry Low back pain Disability Questionnaire (ODI) dan Pulse Oxymeter. Analisis data penelitian ini dengan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian terhadap responden menunjukan bahwa terdapat hubungan antara usia (p=0,030), kebiasaan olahraga (p=0,047), indeks massa tubuh (IMT) (p=0,001), beban kerja fisik (p=0,002) terhadap keluhan low back pain pada pekerja unit non pelayan RS Royal Prima Medan. Namun, tidak terdapat hubungan antara dan masa kerja (p=0,128) terhadap keluhan low back pain pada pekerja unit non pelayan RS Royal Prima Medan. Kata kunci : low back pain, beban kerja fisik, kebiasaan olahraga, unit non pelayana

    Integrasi Metode FAHP – PROMETHEE dalam Analisa 3 Pilar Debitur Kredit untuk Pengambilan Keputusan Pemilihan Nasabah

    No full text
    Metode AHP banyak diaplikasikan penggunannya dalam pengambilan keputusan multikriteria, perencanaan dan alokasi sumber daya dan dalam resolusi konflik. Beberapa kombinasi dan integrasi antar metode yang terbaik perlu dijalankan untuk menghasilkan keputusan yang tepat. PROMETHEE merupakan suatu metode yang dikembangkan oleh Brans et al., dengan tujuan untuk mengklasifikasi dan memberi peringkat beberapa alternatif berdasarkan kriteria yang ada. Metode PROMETHEE memiliki enam jenis fungsi preferensi menjadi salah satu metode yang paling fleksibel, efektif dan sederhana untuk digunakan dalam memberikan peringkat daripada metode MCDM lainnya. Integrasi metode FAHP dan PROMETHEE diaplikasikan dalam simulasi numerik untuk pengambilan keputusan dalam memilih nasabah berdasarkan analisa 3 pilar debitur dengan melihat kualitas kredit. Penetapan kualitas kredit menggunakan pendekatan uniform classification untuk membiayai satu debitur atau satu proyek oleh Bank. Penetapan kualitas kredit dilakukan oleh Bank dengan wajib memperhatikan tiga faktor kriteria penilaian jamak yang disebut dengan Tiga Pilar Debitur yaitu, prospek usaha, kinerja debitur, serta kemampuan membayar. Metode FAHP digunakan dalam tahap pembobotan untuk kriteria berdasarkan tujuan utama yang telah ditetapkan, sedangkan PROMETHEE digunakan sebagai tahap lanjutan untuk memberikan peringkat terhadap alternatif berdasarkan hasil pembobotan kriteria yang telah diperoleh untuk menghasilkan keputusan terbaik

    HUBUNGAN JOB DEMAND, JOB CONTROL, DUKUNGAN SOSIAL DAN FAKTOR INDIVIDU TERHADAP STRES KERJA PADA PENDAMPING SOSIAL PKH KOTA BEKASI

    Full text link
    Stres didefinisikan sebagai ketidakseimbangan antara kebutuhan dan kemampuan individu, adanya kesenjangan antara kebutuhan dan kemampuan sehingga terjadilah stres yang dirasakan oleh individu. Tujuan dari penelirian ini adalah untuk menganalisa hubungan Job demand, Job control, dukungan sosial dan faktor individu terhadap stres kerja pada pendamping sosial program keluarga harapan (PKH) kota Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan desain studi cross sectional. Variable terikat dalam penelitian ini adalah stress kerja dan variabel bebas pada penelitian ini adalah usia, status pernikahan, efikasi diri, jumlah anak, job demand, job control dan dukungan sosial. Populasi penelitian ini yaitu 117 orang pekerja dan sampel berjumlah 60 dengan jenis kelamin perempuan. Pengukuran stress kerja menggunakan General Health Questionnaire (GHQ-12. Analisa statistic pada penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat variable yang berhubungan dengan stress kerja yaitu jumlah anak (p = 0,006), efikasi diri (p = 0,003) , job demand (p = 0,006), dan job control (p = 0,047), sedangkan variable yang tidak berhubungan adalah usia (p = 0,366) ,status pernikahan (p = 0,260), dan dukungan sosial (p = 0,156). Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan Instansi harus melakukan upaya-upaya yang terlihat dan aplikatif untuk menanggulangi kejadian stress kerja, misalnya mengadakan waktu khusus untuk sharing antara instansi, koordinator, dan pekerja terkait jumlah tuntutan pekerjaan dan batas waktu pengumpulan. Kata kunci : Stres kerja, Job Demand, Job Control, Dukungan Sosial, Faktor Individ

    Model EOQ (Economic Order Quantity) dengan Bunga Majemuk

    No full text
    Skripsi ini membahas mengenai model EOQ (Economic Order Quantity) dengan bunga majemuk. Model ini merupakan perluasan dari model EOQ klasik dimana dalam perhitungan biaya penyimpanan persediaannya diwakili oleh biaya peluang dari modal terkait. Modal diperoleh dari pinjaman bank, kemudian modal tersebut digunakan untuk membiayai pengadaan persediaan meliputi biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan biaya bunga, oleh karenanya biaya total merupakan akumulasi dari ketiga komponen biaya tersebut. Komponen biaya bunga ini adalah bunga majemuk, berbeda dengan model EOQ klasik yang menggunakan bunga sederhana. Tugas akhir ini menyajikan perluasan dari model EOQ dasar yang memodelkan bunga majemuk dan mengembangkan persamaan kuantitas pesanan optimal sehingga memperoleh total biaya optimal. Simulasi numerik dilakukan di PT. Optima Delta Internusa berupa pemesanan bahan baku Galvalume. Dengan menerapkan metode ini, perusahaan dapat menghemat biaya sebesar 82,82% untuk total biaya persediaan dalam periode satu siklus pemesanan

    METODE IMPROVED MODIFIED HUNGARIAN PADA MASALAH TRANSPORTASI FUZZY BILANGAN TRAPEZOIDAL

    No full text
    "Masalah transportasi merupakan suatu masalah yang berkaitan dengan pengoptimalan pendistribusian barang oleh sejumlah sumber ke sejumlah lokasi tujuan dengan tujuan untuk meminimumkan total biaya distribusi. Masalah transportasi banyak diterapkan dalam bidang logistik dan industri dalam meminimumkan biaya transportasi. Terjadinya ketidakpastian di lapangan memunculkan masalah transportasi fuzzy. Salah satu metode untuk menyelesaikan masalah transportasi fuzzy yaitu metode Modified Hungarian. Pengalokasian pada metode ini menitikberatkan pada sel biaya tereduksi bernilai 0 ̃ dengan jumlah persediaan dan permintaan terbanyak. Metode Modified Hungarian memiliki beberapa kelemahan yaitu pada beberapa kasus masalah transportasi fuzzy tidak selalu menghasilkan solusi optimal dan metode ini hanya digunakan untuk masalah transportasi fuzzy yang memiliki matriks biaya dengan banyak baris tidak sama dengan banyak kolom (m≠n). Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan dari metode Modified Hungarian pada langkah-langkah penyelesaiannya yaitu matriks biaya masalah transportasi fuzzy, reduksi tabel, dan uji kriteria keoptimalan. Tugas Akhir ini mengkaji metode Improved Modified Hungarian sebagai metode perbaikan algoritma dari Modified Hungarian untuk menyelesaikan masalah transportasi fuzzy khususnya bilangan trapezoidal fuzzy dengan penegasan Robust Ranking. Pada beberapa contoh kasus masalah transportasi fuzzy baik seimbang maupun tidak seimbang, metode Improved Modified Hungarian memberikan solusi optimal. Kata kunci : Masalah Transportasi Fuzzy, Metode Improved Modified Hungarian, Robust Ranking, Bilangan Trapezoidal Fuzzy

    STUDI LITERATUR FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN COVID-19 DI INDONESIA

    Full text link
    Rumah sakit adalah pusat perawatan pasien yang menderta Covid-19. Sudah ada 6.315.557 orang yang terjangkit Covid-19 di Indonesia sampai tanggal 22 Agustus 2022 dan sebagian besar dirawat di rumah sakit. Hal ini juga mempengaruhi kesehatan tenaga kesehatan di rumah sakit. Di Indonesia, dilaporkan sudah ada 1891 orang yang meninggal per 17 Agustus 2021 dikarenakan Covid-19. Hal ini menunjukkan perlunya peraturan mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19 di rumah sakit, tetapi hal ini tidak akan efektif bila tenaga kesehatan di rumah sakit tidak mematuhi peraturan pencegahan dan pengendalian Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan tenaga kesehatan di rumah sakit dalam pencegahan dan pengendalian infeksi Covid-19. Penelitian ini dilakukan sebagai literature review dengan metode simplified approach. Metode Simplified approach dilakukan dengan menyederhanakan temuan-temuan dari berbagai artikel dan mengumpulkannya menjadi satu artikel baru. 20 artikel digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas sistem protokol kesehatan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, ketersediaan dan kualitas fasilitas penunjang, serta hambatan-hambatan dalam aspek kepemimpinan, komunikasi, sumber daya manusia, kedisiplinan, dan kecemasan. Hal-hal tersebut mempengaruhi kepatuhan tenaga kesehatan dalam mematuhi protokol pencegahan dan pengendalian Covid-19. Rumah sakit perlu memastikan bahwa aturan-aturan yang ada tetap dipatuhi oleh tenaga kesehatan dan memastikan fasilitas seperti wastafel, hand sanitizer, apd, dan fasilitas pendukung lainnya untuk selalu tersedia dan dalam keadaan yang berkualitas. Kata Kunci: Tenaga kesehatan, kepatuhan, rumah sakit, Covid-19, protokol Covid-19, protokol kesehatan

    ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA GEJALA CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DI KOTA BANDUNG

    Full text link
    Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan yang terdapat di pergelangan tangan yang disebabkan oleh penyempitan terowongan karpal sehingga nervus medianus tertekan. Faktor penyebab terjadinya CTS yaitu gerakan repetitif, postur janggal, getaran, lama kerja, masa kerja, usia dan riwayat penyakit. Gejala yang di rasakan berupa nyeri dan kesemutan. Studi pendahuluan menunjukkan adanya gejala Carpal Tunnel Syndrome pada pengemudi ojek online di Kota Bandung. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya gejala Carpal Tunnel Syndrome pada pengemudi ojek online di Kota Bandung. Metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional dan eksplanatori. Populasi adalah pengemudi ojek online anggota dari komunitas ojek online Driver Online Babakansari yang berjumlah sebanyak 30 orang. Sampel penelitian merupakan jumlah dari semua populasi. Pengambilan data diagnosis CTS dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner modifikasi Boston Carpal Tunnel Syndrome Questionnaire (BCTQ) dan Phalen Test untuk mengetahui adanya keluhan gejala CTS. Wawancara dengan kuesioner dilakukan untuk mengetahui usia, lama kerja, masa kerja dan kondisi kendaraan. Postur janggal pada pengemudi ojek online di analisis dengan observasi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 53,3% pengemudi ojek online mengalami keluhan gejala CTS. Berdasarkan hasil uji Chi Square didapatkan hasil secara statistik bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,029), lama kerja (p=0,031), masa kerja (p=0,011), dan kondisi kendaraan (p=0,030). Sedangkan untuk variabel postur janggal (p=0,765) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara postur janggal dengan keluhan gejala CTS. Upaya yang dapat dilakukan yaitu pengemudi ojek online harus melakukan peregangan pada saat menunggu customer. Kata Kunci : CTS, Ojek Onlin

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇