Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    PERILAKU GERMAS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI KECAMATAN BOGOR UTARA, KOTA BOGOR

    Full text link
    Berdasarkan data Satgas COVID-19 Kota Bogor, ribuan kasus positif COVID itu tersebar di 6 kecamatan di Kota Bogor. Dimana Kecamatan Bogor Utara menjadi wilayah dengan jumlah kasus positif tertinggi dengan angka 293 kasus. Dengan terus meningkatnya jumlah penderita virus corona di Indonesia, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan memutus penyebaran virus corona dengan melakukan himbauan agar masyarakat menjaga jarak fisik (physical distancing), agar masyarakat melakukan kerja dari rumah (work from home), belajar dari rumah, hingga beribadah di rumah. Namun, upaya-upaya pemerintah tersebut harus didukung oleh masyarakat. Masyarakat harus juga berperan aktif dalam membantu pemerintah mencegah dan memutus penyebaran virus corona ini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling, dan metode analisis data yang digunakan adalah uji chi-square. Sampel penelitian ini berjumlah 220 responden yang berdomisili di Kecamatan Bogor Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden sudah baik melaksanakan protokol kesehatan hasil sebesar 61%. Mayoritas responden jenis kelamin laki-laki (61,8%), berpendidikan menengah (60,5%), dan memiliki pekerjaan (61,4%). Variabel yang terdapat hubungan yaitu pengetahuan (p-value=0,027), sikap (p-value=0,000), sarana dan prasarana (p-value 0,003), regulasi pemerintah (p-value=0,003), dukungan petugas kesehatan (p-value=0,002), dukungan keluarga (p-value=0,000), dukungan tokoh masyarakat (p-value=0,000), dan pendidikan (p-value=0,002). Mayoritas responden melaksanakan praktik pencegahan penularan COVID-19 dengan baik (61%). Peneliti menyarankan kepada Keluarga diharapkan dapat bersikap lebih andil dalam melaksanankan praktik GERMAS, terlebih disaat darurat seperti situasi pandemi COVID-19, dan kepada tokoh masyarakat khususnya RT/RW perlu memberikan perhatian lebih ketat untuk masyarakat agar situasi tetap terkendali. Kata kunci: Perilaku kesehatan,protokol kesehatan,COVID-19, Bogo

    Optimalisasi Portofolio Markowitz pada Indeks Saham IDX30 Menggunakan Fuzzy c-Means Clustering

    No full text
    Diversifikasi atau optimalisasi portofolio menjadi salah satu pilar utama dalam strategi investasi. Seleksi portofolio yang diterbitkan oleh Markowitz secara umum digunakan untuk mengurangi tingkat risiko tanpa mengurangi pengembalian yang diharapkan. Penggunaan teknik fuzzy c-means clustering akan menampilkan dan membentuk cluster fuzzy sehingga data saham IDX30 disegmentasikan berdasarkan nilai expected return dan VaR yang tinggi dan rendah. Jumlah cluster efisien akan dijastifikasi dengan skor Sillhouette dan diperoleh jumlah cluster efisien yaitu 4 cluster dengan skor 0,604. Kemudian dipilih cluster 1 dan 2 pada cluster berjumlah 4 yang memiliki nilai expected return tinggi yang selanjutkan akan dilakukan pembobotan optimal yang diperoleh dengan pengali Lagrange dan dihasilkan portofolio optimal dengan komposisi portofolio saham masing masing cluster yaitu BBNI 12,38%, BMRI 21,27%, BBRI 29,96%, dan ICBP 39,39%. Dari optimalisasi portofolio tersebut diperoleh masing-masing expected return harian sebesar 0,01048 dan standar deviasi sebesar 0, 03995

    Pengambilan Keputusan Terhadap Pemilihan Supplier dengan Triangular Fuzzy Number (TFN) Pada Metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process Dan Fuzzy TOPSIS

    No full text
    "Proses pengambilan keputusan pada Multi-criteria Decision Making (MCDM) umumnya merupakan bentuk pemilihan dari berbagai alternatif untuk menentukan alternatif yang bisa dipilih. Pada tugas akhir ini, metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan MCDM dalam pengambilan keputusan adalah metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) yang dimodifikasi dengan logika fuzzy menjadi Fuzzy Analytic Hierarchy Process (Fuzzy AHP) dan Fuzzy Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (Fuzzy TOPSIS). Tugas akhir ini bertujuan untuk mempelajari metode Fuzzy AHP dan Fuzzy TOPSIS dalam proses pengambilan keputusan pemilihan alternatif kriteria supplier dengan Triangular Fuzzy Number (TFN) pada PT. Wahana Jaya Samudera. Hasilnya adalah kedua metode memiliki peringkat alternatif yang hampir sama dengan CV Wijaya Teknik sebagai alternatif pertama, Semarang Jaya sebagai alternatif kedua, PD Prima Setia Bearing sebagai alternatif ketiga, Rafi Motor sebagai alternatif keempat, dan Jaya Selang sebagai alternatif kelima. Penerapan metode Fuzzy AHP dapat meningkatkan akurasi alternatif yang akan dievaluasi dan meningkatkan efisiensi proses evaluasinya. Sedangkan metode Fuzzy TOPSIS banyak digunakan untuk penyelesaian pendukung keputusan secara praktis, karena metode ini memiliki konsep bahwa alternatif yang dipilih adalah alternatif yang memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif. Kata kunci: MCDM, Fuzzy AHP, Fuzzy TOPSIS, TFN, Alternatif, Kriteria

    Pengambilan Keputusan Terhadap Pemilihan Supplier dengan Triangular Fuzzy Number (TFN) Pada Metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process Dan Fuzzy TOPSIS

    No full text
    "Proses pengambilan keputusan pada Multi-criteria Decision Making (MCDM) umumnya merupakan bentuk pemilihan dari berbagai alternatif untuk menentukan alternatif yang bisa dipilih. Pada tugas akhir ini, metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan MCDM dalam pengambilan keputusan adalah metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) yang dimodifikasi dengan logika fuzzy menjadi Fuzzy Analytic Hierarchy Process (Fuzzy AHP) dan Fuzzy Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (Fuzzy TOPSIS). Tugas akhir ini bertujuan untuk mempelajari metode Fuzzy AHP dan Fuzzy TOPSIS dalam proses pengambilan keputusan pemilihan alternatif kriteria supplier dengan Triangular Fuzzy Number (TFN) pada PT. Wahana Jaya Samudera. Hasilnya adalah kedua metode memiliki peringkat alternatif yang hampir sama dengan CV Wijaya Teknik sebagai alternatif pertama, Semarang Jaya sebagai alternatif kedua, PD Prima Setia Bearing sebagai alternatif ketiga, Rafi Motor sebagai alternatif keempat, dan Jaya Selang sebagai alternatif kelima. Penerapan metode Fuzzy AHP dapat meningkatkan akurasi alternatif yang akan dievaluasi dan meningkatkan efisiensi proses evaluasinya. Sedangkan metode Fuzzy TOPSIS banyak digunakan untuk penyelesaian pendukung keputusan secara praktis, karena metode ini memiliki konsep bahwa alternatif yang dipilih adalah alternatif yang memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif. Kata kunci: MCDM, Fuzzy AHP, Fuzzy TOPSIS, TFN, Alternatif, Kriteria

    TINJAUAN MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH MEDIS PADAT DI RSUD dr. T.C. HILLERS MAUMERE KABUPATEN SIKKA

    Full text link
    RSUD dr. T.C.Hillers Maumere merupakan rumah sakit tipe C berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 210/Menkes/lI/1993 dan juga sebagai rumah sakit pemerintah yang berbentuk badan layanan umum daerah (BLUD). Pelayanan kesehatan di rumah sakit menghasilkan sampah medis dan non medis dengan berbagai jenisnya yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan manajemen pengelolaan sampah medis padat dari aspek perencanaan (planning), pengorganisasian (organizatioan), pelaksanaan (actuation), dan pengawasan (controlling). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif bersifat explorative dengan metode observasional dan wawancara Hasil penelitian ini menunjukan bahwa manajemen pengelolaan sampah medis padat di RSUD. dr. T.C. Hillers Maumere dari aspek perencanaan (planning) 86,6%, aspek pengorganisasian (organizatioan) 100%, aspek pelaksanaan (actuation) 71,4 %, dan aspek pengawasan (controlling) 90%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah manajemen pengelolaan sampah medis padat di RSUD. dr. T.C. Hillers Maumere dikategorikan baik dengan persentase 87%. Kata Kunci : Tinjauan, Manajemen, Sampah Medis Pada

    EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM VAKSINASI COVID-19 PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWALO KABUPATEN BANYUMAS

    Full text link
    Kecamatan Rawalo memiliki angka kasus COVID-19 relatif tinggi dibandingkan dengan wilayah kecamatan lain yang ada di Kabupaten Banyumas. Sebagai upaya untuk menangani pandemi, pemerintah melakukan pemberian vaksinasi COVID-19 yang bertujuan untuk menekan angka kasus COVID-19 dengan membentuk Herd Immunity pada masyarakat. Lansia merupakan kelompok yang berisiko tinggi mengalami morbiditas dan mortalitas akibat paparan penyakit COVID-19. Namun, cakupan vaksinasi COVID-19 pada lansia di Puskesmas Rawalo masih tergolong rendah. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi program dengan model CIPP (Conteks, Input, Process, Product) secera kompleks dan komprehensif mengenai bagaimana pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan metode observasi dan wawancara mendalam yang dipilih dengan teknik Purposive Sampling. Subjek penelitian sebagai informan utama antara lain Kepala Puskesmas, Ketua Tim Program Vaksinasi COVID-19, Koordinator Vaksinasi COVID-19 dan Kader kesehatan. Sementara itu, kelompok lansia dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas sebagai informan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan cakupan vaksinasi pada lansia masih rendah yaitu 10% untuk dosis 3. Hal tersebut dikarenakan edukasi yang kurang menyeluruh, kurangnya SDM (petugas vaksinasi), dan koordinasi yang kurang efektif. Terdapat perbedaan data selama identifikasi lansia. Adanya kendala teknis dan non teknis dalam pencatatan dan pelaporan dengan PCare. Jadi, perlu dilakukan perbaikan-perbaikan pada aspek yang mempengaruhi proses pelaksanaan vaksinasi dan cakupan yang vaksinasi masih rendah terutama untuk booster 1 dan 2. Kata kunci: Evaluasi CIPP; COVID-19; Lansia; Program vaksinas

    Metode Floating Point pada Masalah Transportasi dengan Kendala Tambahan untuk Menentukan Solusi Optimal

    No full text
    Masalah transportasi adalah masalah pendistribusian barang dari beberapa sumber atau persediaan ke beberapa tujuan atau permintaan. Tujuan masalah transportasi adalah untuk meminimumkan sesuatu yang merugikan atau dikeluarkan, atau memaksimumkan suatu yang menguntungkan atau diperoleh. Pendistribusian barang harus diatur sedemikian sehingga permintaan akan terpenuhi berdasarkan stok barang yang tersedia. Masalah transportasi terdiri dari dua jenis, yaitu masalah transportasi seimbang dan masalah transportasi tidak seimbang. Dalam tugas akhir ini, metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah transprotasi baik seimbang maupun tidak seimbang adalah metode zero point dan metode floating point. Metode zero point merupakan metode penyelesaiaan masalah transportasi dalam menentukan solusi fisibel, sedangkan metode floating point merupakan metode penyelesaian masalah transportasi yang mempertimbangkan kendala tambahan dari masing-masing persediaan menuju masing-masing permintaan. Data yang digunakan pada tugas akhir ini adalah data sekunder dari CV. Barokah Jaya Semarang. Dengan simulasi numerik, diperoleh solusi fisibel biaya distribusi CV. Barokah Jaya Semarang ke outlet Rocket Chicken di setiap kota tujuan pada tanggal 25 Januari 2023 menggunakan algoritma metode zero point tanpa mempertimbangkan kendala tambahan dan solusi optimal menggunakan algoritma metode floating point dengan mempertimbangkan kendala tambahan sehingga meminimumkan biaya yang dikeluarkan CV. Barokah Jaya Semarang

    PENYELESAIAN MASALAH OPTIMASI BIAYA TRANSPORTASI DISTRIBUSI BARANG MENGGUNAKAN METODE I-SOFT UNTUK MENENTUKAN SOLUSI FISIBEL AWAL DAN METODE MODA UNTUK MENENTUKAN SOLUSI OPTIMAL

    No full text
    "Penelitian ini mengambil salah satu contoh masalah transportasi, yaitu masalah pendistribusian barang dari beberapa sumber ke beberapa tujuan dengan maksud untuk meminimumkan biaya pengiriman. Penyelesaian masalah transportasi umumnya melalui dua tahap, yaitu menemukan solusi fisibel awal dan dilanjutkan dengan menentukan solusi optimal. Pada tugas akhir ini, membahas Metode ISOFT (Improved SOFTMIN) yang merupakan bentuk perbaikan dari metode baru yang bernama SOFTMIN (Sum Of First Three minimum) sehingga menghasilkan solusi yang lebih baik untuk menemukan solusi fisibel awal pada masalah transportasi. Setelah mendapatkan solusi fisibel awal, dilanjutkan dengan menentukan solusi optimal menggunakan metode MODA (Modified Allocation Method) yang berangkat dari metode MODI (Modified Distribution Method). Penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan solusi dari metode I-SOFT, VAM, NWCM, LCM, MODI, dan MODA melalui sepuluh simulasi numerik masalah transportasi kasus seimbang dan tidak seimbang. Pada sepuluh simulasi numerik tersebut didapatkan hasil tingkat keoptimalan dari metode I-SOFT sebesar 95% - 100% dan metode MODA dapat menjadi alternatif metode dari metode MODI untuk mendapatkan solusi optimal.

    Pengambilan Keputusan Terhadap Pemilihan Supplier dengan Triangular Fuzzy Number (TFN) Pada Metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process Dan Fuzzy TOPSIS

    No full text
    "Proses pengambilan keputusan pada Multi-criteria Decision Making (MCDM) umumnya merupakan bentuk pemilihan dari berbagai alternatif untuk menentukan alternatif yang bisa dipilih. Pada tugas akhir ini, metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan MCDM dalam pengambilan keputusan adalah metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) yang dimodifikasi dengan logika fuzzy menjadi Fuzzy Analytic Hierarchy Process (Fuzzy AHP) dan Fuzzy Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (Fuzzy TOPSIS). Tugas akhir ini bertujuan untuk mempelajari metode Fuzzy AHP dan Fuzzy TOPSIS dalam proses pengambilan keputusan pemilihan alternatif kriteria supplier dengan Triangular Fuzzy Number (TFN) pada PT. Wahana Jaya Samudera. Hasilnya adalah kedua metode memiliki peringkat alternatif yang hampir sama dengan CV Wijaya Teknik sebagai alternatif pertama, Semarang Jaya sebagai alternatif kedua, PD Prima Setia Bearing sebagai alternatif ketiga, Rafi Motor sebagai alternatif keempat, dan Jaya Selang sebagai alternatif kelima. Penerapan metode Fuzzy AHP dapat meningkatkan akurasi alternatif yang akan dievaluasi dan meningkatkan efisiensi proses evaluasinya. Sedangkan metode Fuzzy TOPSIS banyak digunakan untuk penyelesaian pendukung keputusan secara praktis, karena metode ini memiliki konsep bahwa alternatif yang dipilih adalah alternatif yang memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif. Kata kunci: MCDM, Fuzzy AHP, Fuzzy TOPSIS, TFN, Alternatif, Kriteria

    EVALUASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA (PTM) PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KECAMATAN TEMANGGUNG

    Full text link
    Sektor pendidikan menjadi salah satu sektor di Indonesia yang terkena dampak pandemi Covid-19. Pendidikan di Indonesia dilakukan secara daring mulai dari Maret 2020, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19. Melihat kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia mulai menurun, pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang pembelajaran secara tatap muka dilakukan secara bertahap. Mulai dari pembelajaran tatap muka dilaksanakan secara 25% kemudian 50% dan kini 100%. Kecamatan Temanggung merupakan salah satu wilayah yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka secara 100%. Dalam penelitian ini hal yang akan diteliti ialah pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada masa pandemi Covid-19 di jenjang sekolah menengah pertama, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan diskusi analitik dan wawancara mendalam. Aspek yang diteliti ialah aspek konteks, input, proses, dan produk yang dikembangkan dari model evaluasi stufflebeam. Hasil dari penelitian ini ialah pada aspek konteks, tidak adanya peraturan dari sekolah, didapatkan dukungan dari dalam dan luar sekolah, tujuan program yang sesuai dengan pedoman. Aspek input, keterbatasan tenaga untuk dilakukan evaluasi, program kegiatan dilaksanakan oleh sebagian warga sekolah, sarana dan prasarana kurang perawatan, menggunakan dana untuk kebutuhan lain, dan prosedur yang ada tidak lengkap. Aspek proses, adanya penurunan kepatuhan terhadap penerapan protokol kesehatan, tidak dilakukan evaluasi secara berkala, hambatan yang ditemukan turunnya perhatian sekolah terhadap penerapan protokol kesehatan. Aspek produk, capaian tujuan belum terpenuhi, dan memunculkan kebiasaan baru terkait perilakuk hidup bersih dan sehat. Saran yang diberikan adalah, adakan evaluasi secara berkala, melakukan pengecekan secara acak, melakukan surveilans epidemiologis dan perketat pengawasan. Kata kunci : Pembelajaran tatap muka, Covid-19,Evaluasi,Konteks,Input,Proses,Produ

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇