71404 research outputs found
Sort by
Metode Pencarian Pembuat Nol Non-Trivial dari Fungsi Zeta Riemann Menggunakan Fungsi Z Riemann-Siegel dan Integral Kompleks
"Dalam analisis kompleks, dikenal tentang Fungsi Zeta Riemann ζ(s) = ∑ₙ₌₁ 1/nˢ. Salah satu penelitian tentang Fungsi Zeta Riemann adalah mencari pembuat nol dari ζ(s) , yaitu nilai s sedemikian sehingga ζ(s) = 0. Pada Tugas Akhir ini membahas metode pencarian pembuat nol non-trivial dari ζ(s), yaitu (dengan mengasumsikan Hipotesis Riemann adalah benar) pembuat nol yang terletak pada garis s = 1/2 + it dengan interval t tertentu menggunakan dua metode. Metode yang pertama adalah Metode Bagi-Dua yang diterapkan pada
Fungsi Z Riemann-Siegel Z(t) yang kontinu. Metode kedua adalah menggunakan integral fungsi kompleks atas lintasan C dengan C adalah lingkaran berpusat di s = 1/2 + it dan berjari-jari δ, 0 < δ < 1/2 yang dihitung secara numerik
menggunakan Metode Kuadratur Gauss-Legendre. Selanjutnya kedua metode
pencarian pembuat nol disimulasikan menggunakan program python untuk
mencari pembuat nol non-trivial dari ζ(s). Berdasarkan hasil simulasi diperoleh
bahwa metode Bagi-Dua lebih efisien dibandingkan dengan metode integral
kompleks. Hal ini dikarenakan metode integral kompleks hanya mendapatkan
interval keberadaan pembuat nol.
STUDI TENTANG UNSAFE ACTION DAN UNSAFE CONDITION PADA INDUSTRI TAHU DI BANDUNGAN
Lokasi penelitian adalah industri tahu di Bandungan, Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan menggambarkan perilaku tidak aman (unsafe action) dan kondisi tidak aman (unsafe condition) pada pekerja. Penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologis melalui indepth interview dan observasi partisipasi aktif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 bentuk perilaku tidak aman dan 7 kondisi tidak aman. Bentuk perilaku tidak aman di Industri Tahu Bandungan yaitu melakukan pekerjaan dengan buru-buru dan tidak waspada, kesalahan keterampilan teknik/metode kerja, bekerja tidak sesuai prosedur, bekerja melebihi kapasitas tubuh hingga kelelahan, bekerja dengan kondisi fisik buruk, kurangnya ketahuan individu dalam penerapan K3 dan tidak menggunakan APD yang sesuai. Kondisi tidak aman di Industri Tahu Bandungan yaitu sanitasi dan higiene buruk, kondisi alat yang rusak, akses masuk dan keluar terhalang benda, lantai licin dan tidak rata, akses angkat angkut tidak berfungsi, tidak tersedia alat darurat kebakaran dan prosedur gawat darurat yang buruk. Maka diperlukan pendampingan peningkatan implementasi K3 yang bertujuan untuk meminimalkan perilaku tidak aman dan kondisi tidak aman di Industri Tahu Bandungan.
Kata Kunci : K3, Unsafe Action, Unsafe Condition, tempat kerj
JOB SAFETY ANALYSIS PENGENDALIAN RISIKO KECELAKAAN KERJA PRODUKSI BETON CV JATI KENCANA
Sektor konstruksi memiliki risiko tinggi terjadinya kecelakaan kerja, salah satunya pekerjaan pembuatan beton. Beragam faktor dapat menyebabkan risiko kecelakaan kerja tersebut. Implementasi Job Safety Analysis (JSA) diperlukan untuk meminimalisir kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan JSA sebagai upaya pengendalian risiko kecelakaan kerja di CV Jati Kencana (JKB). Penelitian kualitatif ini menggunakan metode wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini sebanyak 9 orang dengan pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengolahan data hasil wawancara dan observasi dilakukan dengan analisa data secara deskriptif melalui tahapan analisis pada Job Safety Analysis dan dijabarkan berupa deskripsi serta penyajian data berupa narasi yang telah disesuaikan. Pekerjaan pembuatan beton terdiri dari 3 tahapan yaitu pra, proses, dan pasca produksi. Masing-masing memiliki potensi bahaya, tingkat risiko dari level sedang dan tinggi. Pengendalian risiko yang dilakukan sesuai hirarki pengendalian yang disesuaikan dengan risiko tiap pekerjaan. Belum adanya penerapan JSA di perusahaan, sehingga dengan pembuatan JSA masing-masing tahapan pekerjaan, potensi bahaya, risiko dan pengendaliannya akan lebih terstruktur untuk upaya meminimalisir kecelakaan kerja. Usulan perbaikan yang dapat diberikan yaitu diperlukannya pemasangan rambu-rambu keselamatan, inspeksi lingkungan dan manajemen Keselamatan dan Keselamatan Kerja yang lebih terstruktur.
Kata Kunci : JSA, kecelakaan kerja, pembuatan beto
Penentuan Partisi dan Panjang Interval pada Peramalan Fuzzy Time Series Chen Menggunakan Algoritma Optimasi Particle Swarm dan Fuzzy High Order
Peramalan fuzzy time series semakin berkembang dan banyak digunakan untuk penelitian terkait permasalahan data deret waktu. Dalam perhitungannya, keakurasian dari metode fuzzy time series bergantung pada jumlah partisi, panjang interval dan jumlah ordenya. Selain memperhatikan keakurasian peramalan, proses defuzzifikasi yang sederhana juga mempengaruhi pemakaian metode. Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan metode peramalan fuzzy time series Chen karena kesederhanaannya dan menentukan jumlah partisi dan panjang interval menggunakan algoritma optimasi particle swarm serta meningkatkan keakurasian dengan menggunakan orde tinggi. Penulis akan menggunakan Mean Squared Error (MSE) untuk menghitung nilai fitness pada proses pencarian jumlah partisi dan panjang interval. Penulis juga akan menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) untuk melihat tingkat keakurasian hasil peramalan setelah ditentukan. Metode ini diterapkan untuk meramalkan harga penutupan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Diperoleh nilai MAPE yaitu sebesar 0,2755% yang menunjukkan metode yang digunakan sangat akurat untuk meramalkan
Pembentukan Graf Planar Maksimal Berdiameter Dua dan Graf Planar Maksimal Reguler
Graf planar dikatakan maksimal jika tidak terdapat garis yang dapat ditambah tanpa kehilangan planaritas. Skripsi ini memuat pembahasan tentang pembentukan graf planar maksimal berdiameter dua dan graf planar maksimal reguler. Pembentukan graf planar maksimal berdiameter dua G dengan derajat minimum (δG=4) berdasarkan ada tidaknya separating sikel-3, derajat titik di semua titik, serta ada tidaknya titik-4 yang bertetangga. Graf G memuat separating sikel-3 maka terdapat satu dan satu-satunya subgraf planar maksimal berdiameter dua yang terbentuk dari graf G, yang dinamakan graf H1. Graf G yang reguler-4 maka terdapat satu subgraf planar maksimal berdiameter dua yang terbentuk dari graf G, yang dinamakan graf H2. Graf G tidak H1dan H2, serta memuat dua buah titik-4 bertetangga maka terdapat sembilan subgraf planar maksimal berdiameter dua yang terbentuk dari graf G, yang dinamakan graf G1,G2,…G9. Pembentukan graf planar maksimal reguler L diperoleh dari graf reguler-k dimana k≤5 sehingga terdapat tiga subgraf planar maksimal yang terbentuk dari L, yaitu graf reguler-3 L1, graf reguler-4 H2, dan graf reguler-5 L2. Jadi, pembentukan graf planar maksimal dapat diperoleh dari graf yang isomorfik terhadap graf R, dimana R∈{H2,G1,G2,…G9,L1,L2}
PENYELESAIAN MASALAH OPTIMASI LINGUISTIK MULTI OBJEKTIF DENGAN PERLUASAN METODE INFERENSI FUZZY TSUKAMOTO UNTUK EVALUASI KINERJA PERUSAHAAN
Masalah optimasi linguistik multi objektif (MOLOP) merupakan salah satu masalah pengoptimalan dalam pengambilan keputusan dan pengembangan dari masalah pemrograman matematika fuzzy. MOLOP dapat diselesaikan dengan menggunakan aturan if-then pada sistem inferensi fuzzy. Setiap anteseden dan konsekuen dari aturan if-then direpresentasikan dengan nilai linguistik. Sistem inferensi fuzzy (FIS) yang digunakan adalah metode inferensi fuzzy Tsukamoto. Metode ini akan diperluas untuk menyelesaikan MOLOP dengan fungsi monoton ataupun non monoton. Hasil akhir dari perluasan metode berupa interval, bukan angka tegas. Fungsi tujuan dari MOLOP akan menggunakan fungsi keanggotaan segitiga dengan tiga tipe yang berbeda. Metode perluasan ini akan diaplikasikan untuk menentukan kinerja perusahaan retail PT. MAP Aktif Adiperkasa pada salah satu merek yaitu Smiggle. Penentuan kinerja perusahaan dibutuhkan untuk mempertahankan bisnis agar terhindar dari kerugian. Hasil akhir yang diperoleh untuk empat toko retail di Jogjakarta dan Semarang adalah kinerja grade A untuk KS66, grade B untuk KSC1, dan grade C untuk KSB5 dan KS09
Penentuan Solusi Fisibel Awal Masalah Transportasi Bilangan Trapezoidal Fuzzy dengan Entire Contingency Cost Table (ECCT) dan Simpangan Baku
Permasalahan transportasi merupakan salah satu hal penting bagi perusahaan. Salah satu tujuan permasalahan transportasi adalah untuk meminimumkan biaya yang dikeluarkan. Dalam masalah transportasi, biaya distribusi, jumlah permintaan, dan jumlah penawaran yang berupa bilangan fuzzy disebut dengan masalah transportasi fuzzy. Pada Tugas Akhir ini, bilangan fuzzy yang dipakai dalam masalah transportasi adalah bilangan trapezoidal fuzzy, baik masalah transportasi seimbang maupun tidak seimbang. Metode yang digunakan untuk mendapatkan solusi fisibel dari permasalahan transportasi bilangan trapezoidal fuzzy adalah metode Entire Contingency Cost Table (ECCT) dan Simpangan Baku. Bilangan trapezoidal fuzzy diubah ke bentuk tegas (crisp) dengan teknik Robust’s Ranking. Masing-masing elemen baris dan kolom dikurangi dengan elemen terkecil pada baris dan kolom yang bersesuaian. Entire Contingency Cost Table (ECCT) adalah jumlahan dari hasil pengurangan antara masing-masing elemen baris dengan maisng-masing elemen kolom. Selanjutnya menghitung pinalti dengan menggunakan simpangan baku pada masing-masing baris dan kolom. Berdasarkan simulasi numerik yang diberikan, metode Entire Contingency Cost Table (ECCT) dan Simpangan Baku menghasilkan biaya relatif lebih rendah dibandingkan dengan metode North West Corner, Least Cost, dan Vogel’s Approximation. Empat dari enam contoh numerik, solusi fisibel yang dihasilkan oleh metode Entire Contingency Cost Table (ECCT) dan Simpangan Baku merupakan solusi optimal ketika diuji keoptimalannya dengan Modified Distribution
HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA, POSTUR KERJA, DAN DURASI KERJA TERHADAP KELUHAN NYERI LEHER PADA PEKERJA BATIK BAGIAN CANTING KLATEN
Home industri batik Desa Jarum merupakan industri informal dengan proses kerja memanfaatkan aktivitas fisik, gerakan berulang, dan postur statis. Proses mencanting mengharuskan pembatik bekerja dengan posisi menunduk dalam jangka waktu yang cukup lama. Nyeri leher merupakan keluhan umum yang dirasakan oleh pembatik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara masa kerja, postur kerja, dan durasi kerja terhadap keluhan subjektif nyeri leher pekerja batik bagian canting. Metode penelitian merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian meliputi masa kerja, postur kerja, durasi kerja, dan keluhan nyeri leher. Penelitian ini dilakukan di industri batik Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten dengan sampel penelitian sebanyak 32 pembatik bagian canting dengan kriteria merupakan pekerja tetap di rumah industri batik kain dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran postur kerja dengan BRIEF Survey dan pengukuran keluhan nyeri leher menggunakan Visual Analogue Scale (VAS). Hasil dari penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara durasi kerja (p-value = 0.446) dengan keluhan nyeri leher. Terdapat hubungan antara masa kerja (p-value = 0.002) dan postur kerja (p-value = 0.000) dengan keluhan nyeri leher. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keluhan nyeri leher yang dialami pekerja dipengaruhi oleh masa kerja dan postur kerja.
Kata kunci : masa kerja, postur kerja, durasi kerja, nyeri lehe
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DAN RESILIENSI PADA SISWA SMA NEGERI 3 SEMARANG
Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara konformitas teman sebaya dan resiliensi pada siswa SMA (Sekolah Menengah Atas). Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasi. Media penggalian data menggunakan google form yang melibatkan siswa kelas X dan XI, berusia 14-18 tahun di SMA (Sekolah Menengah Atas) Negeri 3 Semarang. Partisipan penelitian berjumlah 354 siswa yang ditentukan dengan stratified cluster sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala konformitas teman sebaya (Ningrum, dkk., 2019) yang telah dimodifikasi (n = 13, α = 0,916). Skala selanjutnya yaitu CD-RISC-25 (Connor-Davidson Resilience Scale) versi Bahasa Indonesia (n = 24, α = 0,921) yang telah divalidasi oleh Wahyudi, dkk. (2020). Hasil analisis Spearman's rho menunjukkan adanya hubungan signifikan (p < 0,001) antara konformitas teman sebaya dan resiliensi, dengan indikasi arah hubungan negatif (rxy = -0,277). Terdapat perbedaan hasil yang signifikan menggunakan uji Mann-Whitney (p < 0,001), yaitu skor resiliensi pada siswa laki-laki (mean ranks = 69,9) lebih tinggi dari siswa perempuan (mean ranks = 64,7). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif antara konformitas teman sebaya dan resiliensi pada siswa SMA (Sekolah Menengah Atas) Negeri 3 Semarang. Berdasarkan hasil penelitian, maka rekomendasi yang diberikan adalah sekolah perlu mengembangkan program untuk meningkatkan kohesivitas positif antara siswa dengan teman sebaya agar resiliensi tetap terjaga
STUDI TENTANG KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA BEBERAPA INDUSTRI TAHU DI DESA KENTENG, BANDUNGAN, SEMARANG
Industri tahu di Desa Kenteng, Bandungan, Semarang adalah salah satu usaha informal dimana peralatan dan teknologi yang digunakan masih dilakukan secara manual. Akibatnya, pada industri tahu ini tenaga manusia masih sangat dibutuhkan dalam proses produksi. kondisi ini dapat menimbulkan kelelahan setelah bekerja pada pekerja yang bersangkutan. Adapun tujuan penelitian ini yaitu menganalisis beberapa variabel yang memilki pengaruh dengan kelelahan pekerja pada industri tahu di Desa Kenteng, Bandungan, Semarang. Metode penelitian pada penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif menggunakan survei analitik dan melalui pendekatan cross-sectional. Terdapat 3 industri tahu sebagai populasi penelitian. sampel penelitian sebanyak 30 pekerja dengan menggunakan teknik sampel total. Variabel penelitian ini berupa karakteristik pekerja (usia, masa kerja, dan status gizi), faktor pekerjaan (jam kerja dan beban kerja fisik) sebagai variabel bebas dan kelelahan kerja sebagai variabel terikat. Pada penelitian ini uji statistik yang dipakai yaitu uji analisis chi-square dan α 0,05 . Hasil penelitian yang didapat adalah tidak adanya hubungan antara usia (p-value=;α 0.361) dan jam kerja (p-value=;α 0.269) terhadap kelelahan kerja. Selain itu, terdapat hubungan antara masa kerja (p-value=;α 0.019), satus gizi (p-value=;α 0.037), dan beban kerja fisik (p-value=;α 0.037) terhadap kelelahan kerja. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, sebaiknya pengusaha industri tahu mengatur waktu istirahat, pembagian tanggung jawab, menerapkan jam kerja sesuai undang undang dan bagi tenaga kerja sebaiknya menggunakan waktu istirahat semaksimal mungkin serta melakukan peregangan tubuh disela-sela pekerjaan berlangsung.
Kata kunci : Faktor pekerjaan, karakteristik pekerja, kelelahan kerj