293 research outputs found
Motif Ecoprint " Kayu Jati "
Merupakan karya seni Rupa berupa karya seni motif, dengan judul Motif Ecoprint " Kayu Jati "karya dari Agung Cahyana, ST., M.Eng. dan Afrizal, S.Sn., M.
METAFORA DALAM PUISI-PUISI AFRIZAL MALNA (Metaphor in AfrizalMalna \u27s Poetries )
ABSTRACT
The aim of the research is to analyze metaphors in Afrizal Malna\u27s is poetries known as puisi gelap (in Dutch: duistere) by the community, and is also to identify their metaphor\u27s styles and effects to absurdity.
The object of these four Afrizal Malna\u27s poetries research is to consider and represent the kind of metaphor used by their stiles. The four poetries are Kalung Dari Teman, Dalam Gereja Munster, Perempuan Dalam Novel, and Win¬ter Festival, The steps done are classifiying, interpreting, and analyzing them.
The result of the research showes that Afrizal Malna used varieties of statement-metaphors in his poetries. The absurdity of the poetry appeares in tension between its resemblance and difference on sentence level and be¬tween one and other sentences on discourse levels.
Keywords: Afizal Malna, Metaphor, Puisi Gelap
Pengaruh Kedalaman Gambut Terhadap Karakteristik Kimia Tanah Mineral Bawah Gambut di Desa Tanjung Mulia Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhan Batu Selatan
DANNY AFRIZAL : Pengaruh kedalaman gambut terhadap karakteristik kimia tanah mineral bawah gambut di Desa Tanjung Mulia Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Gambut diartikan sebagai material atau bahan organik yang tertimbun secara alami dalam keadaan basah berlebihan, sifat tidak mampat dan tidak atau hanya sedikit mengalami perombakan. Karakteristik tanah gambut sangat ditentukan oleh kandungan, ketebalan, dan jenis mineral pada dasar gambut, serta tingkat dekomposisi gambut. Penelitian dilaksanakan di areal lahan gambut di Desa Tanjung Mulia Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhan Batu Selatan pada bulan Februari sampai Maret 2019. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode survei. Teknik sampling yang digunakan adalah metode grid bebas dengan jarak antara titik sampel 500 m dan antar blok 1500 m. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman gambut terhadap karakteristik kimia tanah mineral bawah gambut. Parameter pengamatan yang dilakukan meliputi pH tanah tereduksi, pH tereduksi dioksidasi H2O2, dan C-organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman gambut tidak berpengaruh terhadap karakteristik kimia tanah mineral bawah gambut karena setiap rintisan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.DANNY AFRIZAL: Effect of peat depth on the chemical characteristics of the under peat mineral soil at Tanjung Mulia Village, Kampung Rakyat District, Labuhan Batu Selatan Regency. Peat is define as a material or organic material that is naturally deposited in a state of excessive wetness, incompressibility and not or only slightly changed. The characteristics of peat soils are largely determined by the content, thickness, and type of minerals at the base of the peat, and the level of peat decomposition. The research was conducted in the peatland area at Tanjung Mulia Village, Kampung Rakyat District, Labuhan Batu Selatan Regency from February to March 2019. This research was descriptive using a survey method. The sampling technique used is the free grid method with a distance between 500 m sample points and between 1500 m blocks. This research aim was to determine the effect of peat depth on the chemical characteristics of under peat mineral soil. The parameters observed include the reduced pH of the soil, the reduced pH of oxidized H2O2, and C-organic. The results showed that the depth of peat did not affect the chemical characteristics of the under peat mineral soil because each stub had different characteristics.47 HalamanSkripsi Sarjan
EFEKTIVITAS PENYALURAN DANA BANTUAN LANGSUNG TUNAI ( BLT ) DALAM MEMBANTU EKONOMI RUMAH TANGGA DIMASA PANDEMI COVID 19 DI DESA SEPAKAT JAYA KECAMATAN MANDAH DITINJAU MENURUT EKONOMI SYARIAH
ABSTRAK
M. Afrizal (2022) :Efektivitas Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT)
Dalam Membantu Ekonomi Rumah Tangga Dimasa
Pandemi Covid 19 Di Desa Sepakat Jaya Kecamatan
Mandah Ditinjau Menurut Ekonomi Syariah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengamatan penulis mengenai
penyaluran bantuan dana BLT di DesaSepakat Jaya Kecamatan Mandah
Kabupaten Indragiri Hilir yang pernah mengalami penundaan pelaksanaan
penyaluran. Penulis mengambil lokasi di Desa Sepakat Jaya karena penulis
mendapatkan informasi pernah terjadinya penundaan penyaluran Bantuan
Langsung Tunai (BLT) dari masyarakat Desa Sepakat Jaya.Rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah, bagaimana mekanisme penetapan calon penerima
dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) di DesaSepakat Jaya Kecamatan Mandah,
bagaimana efektivitas penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa
Sepakat Jaya, dan tinjauan ekonomi syariah terhadap penyaluran dana Bantuan
Langsung Tunai (BLT) di Desa Sepakat Jaya.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Populasi dalam penelitian ini
adalah 103 orang penerima dana BLT dan 1 orang perangkat Desa Sepakat Jaya.
Karena jumlah populasinya melebihi dari 100 orang makapenulis mengambil
20% untuk dijadikan sampel. Teknik pengambilan sampelnya adalah dengan
menggunakan metode random sampling, sedangkan teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah observasi, wawancara, angket dan library research (study
pustaka). Dalam penelitian ini penulis menganalisis data secara diskriftif
kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian di Desa Sepakat Jaya Kecamatan Mandah dapat
diketahui bahwa mekanisme penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai di Desa
Sepakat Jaya dilakukan oleh aparat desa meliputi proses pendataan, verifikasi dan
penetapanp enerima. Dan dilaksanakan sudah cukup efektif hal ini dilihat dari
tercapainya ketepatan dari berbagai aspek seperti ketepatan dalam menentukan
penerima bantuan, namun dalam hal waktu diketahui terdapat keterlambatan
dalam penyaluran, ketepatan dalam melakukan perintah dan ketepatan dalam
menentukan tujuan.
Penyalurandana BLT yang dilakukan oleh pemerintah Desa telah sesuai
dengan konsep ekonomi syariah, karena penyaluran dana BLT secara transparan
dan menjunjung nilai keadilan bertujuan tolong menolong sesama umat manusia
Kata Kunci : Efektivitas, Bantuan Langsung Tunai, Ekonomi Rumah
Tangg
Gaya Bahasa Dalam Kepengarangan Puisi: Kajian Perbandingan Stilistik Penerima S.E.A Write Award Malaysia (Usman Awang) Dan Indonesia (Afrizal Malna): Language Styles In Poetry Authors: A Stylistic Comparison Study Of Recipients S.E.A Write Award Malaysia (Usman Awang) And Indonesia (Afrizal Malna)
Teknik penulisan dalam sesebuah karya sastera adalah cerminan dari legasi pemikiran dan keperibadian seseorang penulis. Pengungkapan melalui tema, persoalan dan langgam bahasa yang dihasilkan penulis meletakkan diri mereka dalam kategori yang tertentu. Puisi merupakan antara genre dianggap sukar untuk dimergertikan dari aspek penggayaan bahasa yang digunakan. Diksi yang minima tetapi sarat dengan perjuangan falsafah, menuntut pembaca untuk mentafsir dari pelbagai sudut persepsi. Tokoh penyair Malaysia seperti Usman Awang, A. Samad Ismail, dan Baha Zain antara penyair yang mempunyai identiti tersendiri dalam mewadahkan bahasa kreatif mereka. Begitu juga dengan negara Indonesia seperti Sapardi Djoko Damono, Chairil Anwar, dan Afrizal Malna turut mempunyai kredibiliti tersendiri dalam teknik penulisan puisi. Justeru itu, kajian ini dijalankan sebagai merungkai persoalan tentang proses penulisan sajak dari aspek teknik gaya bahasa yang disampaikan penyair. Pemilihan dua tokoh sastera nusantara iaitu Usman Awang dan Afrizal Malna yang juga penerima Anugerah S.E.A Write terawal dan mutakhir dalam skop kajian adalah bagi memperlihat identiti gaya bahasa yang diguna pakai mereka ketika proses pengkaryaan dijalankan. Kedua-dua tokoh ini begitu terkenal dengan aliran perjuangan kemanusiaan yang menjadikan penulisan sajak sebagai medan menyedarkan sikap kemanusiaan. Meskipun begitu, mereka mempunyai cara tersendiri dalam penyampaian karya. Kaedah kajian ini dijalankan secara kualitatif dengan menganalisis dokumen teks. Teori stilistik dijadikan sebagai sandaran untuk merungkaikan setiap teknik gaya bahasa, unsur kesamaran, bauran kiasan dan simbolisme bagi membuktikan falsafah gaya penyampaian pengkarya. Hasil kajian perbandingan ini mendapati bahawa kedua-dua tokoh penyair ini mempunyai keunikan tersendiri dalam menyempurnakan tanggungjawab sebagai pejuang kemanusiaan. Rentak implisit, satira dan simbolisme yang digarapkan tokoh penyair Malaysia dan Indonesia ini adalah cerminan terhadap nilai falsafah keintelektualan mereka berkarya, di samping memberi kesedaran kepada masyarakat terhadap keunggulan sastera dalam memperjuangkan hak kemanusiaan yang tertindas.
ABSTRACT
The writing technique in a literary work is a reflection of the legacy of a writer\u27s thoughts and personality. Expressions through themes, questions and language expressions produced by the author place themselves in a certain category. Poetry between genres is considered difficult to understand from the aspect of language styling used. Minimal but full of philosophical struggles requires the reader to interpret from various angles of perception. Malaysian poets such as Usman Awang, A. Samad Ismail, and Baha Zain are among the poets who have their own identity in conveying their creative language. Similarly, the Indonesian nation such as Sapardi Djoko Damono, Chairil Anwar, and Afrizal Malna also have their own credibility in poetry writing techniques. Therefore, this study was conducted to unravel the question of the process of writing poems from the aspect of language style techniques presented by poets. The selection of two nusantara literary figures, namely Usman Awang and Afrizal Malna who are also the recipients of the earliest and most recent S.E.A Write Award in the scope of the study is to show the identity of the language style used by them during the creative process. These two figures are so famous for the flow of humanitarian struggles that make poetry writing a platform to awaken the humanitarian attitude. Even so, they have their own way of delivering work. The method of this study was conducted qualitatively by analyzing the text documents. Stylistic theory is used as a basis to unravel every technique of language style, elements of ambiguity, fusion mixing and symbolism to prove the philosophy of the artist\u27s delivery style. The results of this comparative study found that the two poets have their own uniqueness in fulfilling their responsibilities as humanitarian fighters. The implicit rhythm, satire and symbolism employed by Malaysian and Indonesian poets are a reflection of the philosophical value of their intellectualism in their work, while giving awareness to the community on the superiority of literature in fighting for oppressed human rights
Uji Efektivitas Beberapa Insektisida Nabati Dalam Mengendalikan Hama Rayap (Coptotermes Curvignathus H.) Di Laboratorium
Afrijal Irfan “ Uji Efektivitas Beberapa Insektisida Nabati Dalam Mengendalikan Hama Rayap (Coptotermes curvignathus H.) Di Laboratorium” dengan ketua komisi pembimbing bapak Ir. Lahmuddin Lubis, M.,P dan anggota komisi pembimbing Dr. Radite Tistama S.SI., M.,SI. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Penelitian Sungei Putih, Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara dari Desember 2018 sampai Februari 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas beberapa insektisida nabati dalam mengendalikan hama rayap tanah Coptotermes curvignathus Holmgren di laboratorium. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri dari satu faktor dan empat ulangan. Faktor yang di uji adalah jenis insektisida nabati (P), P0 (Kontrol), P1 ekstrak serai wangi 150 ml/l, P2 ekstrak daun mengkudu 150 ml/l, P3 ekstrak daun belimbing wuluh 150 ml/l, P4 ekstrak daun salam 150 ml/l. Parameter yang diamati adalah persentase mortalitas, waktu kematian, pengamatan gejala kematian secara visual. Hasil menunjukan bahwa semua insektisida nabati yang di uji efektif terhadap mortalitas rayap, dan yang lebih efektif adalah ekstrak serai wangi, pada pengamatan 1 hari setelah aplikasi persentase mortalitas rayap oleh ekstrak serai wangi sebesar 51,52%,. Pengamatan waktu kematian tercepat mencapai 100% pada perlakuan serai wangi pada 4 hari setelah aplikasi. Setelah kontak dengan insektisida pergerakan rayap lebih lambat, kurangnya nafsu makan, tubuh semakin melemah dan setelah kematian tubuh akan berubah warna menjadi coklat kehitaman
Analisis Nilai Perjuangan Sosial Tokoh Utama dalam Novel Hang Perkasa Karya Afrizal Cik
This research aims to analyze the intrinsic elements and values of social struggle
contained in the novel Hang Perkasa by Afrizal Cik. The main topic of discussion in
this research is how the structural study of the novel Hang Perkasa includes themes,
characters and characterization, plot, setting and point of view as well as the value of
struggle contained in the novel. The approach used in analyzing this study is a structural
study and literary sociology by looking at the sociological essence of the work. This
research uses a descriptive qualitative method that focuses on novel texts as primary
data sources and other research reports as secondary sources. The text symptoms
reviewed are related to what the main character does for the common good in family
and social life towards wise values and are based on Malay philosophy. The results of
this research describe the structure of the novel Hang Perkasa as follows: the main
character is played by Hang Perkasa eyebrows Panglima Hitam. There are five
protagonists and one antagonist. The plot used by the author in the novel Hang Perkasa
is a progressive plot with the peak of the story's conflict occurring when the main
character is slandered by the antagonist and then imprisoned. Setting: Pulau Manggung
Village, Kuala Malaka, Bandar Malaka, Tanjung Jati, Tanjung Pulau Merbau or
Kampung Centai. Time setting: end of the month of Safar, tenth day, and one night.
Social setting: place of study, palace circles, villagers or Kuala Panggung village. The
point of view contained in the novel Hang Perkasa is an omniscient third person
perspective which is represented by the author through a character named Hang
Perkasa, the mighty Black Panglima Ali eyebrows. In fighting for social values in
social life from when we were young to having a family. The values of this struggle
are summarized in willingness to sacrifice, unity, respect, patience and a spirit of never
giving up, as well as good cooperation.90 HalamanSkripsi Sarjan
PERANCANGAN FUZZY PI CONTROL PADA NETWORKED CONTROL SYSTEM
ABSTRAK
Perancangan Fuzzy PI Control pada
Networked Control System
Afrizal Maulana Ilyas
Tim Pembimbing: M. Ary Murti, S.T., M.T. dan Agung Surya Wibowo, ST., M.T
Sistem kendali yang sering digunakan dan diimplementasikan adalah sistem kendali yang bersifat langsung. Namun sistem kendali tersebut mulai berkembang menjadi sistem kendali yang bersifat tak langsung. Sistem kendali tak langsung ini dapat memanfaatkan jaringan sebagai penghubung antara user dan sistem.
Networked Control System adalah sistem kendali umpan balik yang dihubungkan melalui saluran komunikasi jaringan, yang dapat dibagi dengan node lain di luar sistem kendali[4]. Dari sistem kendali yang memanfaatkan komunikasi jaringan yaitu shared-networked control system dan remote control system.. Fuzzy PI Control adalah metode kontrol modern gabungan dari algoritma Fuzzy logic control (FLC) dan Propotional Integral control. Parameter - parameter PI control yang berfungsi untuk menentukan sifat dari respon sistem, ditentukan dari nilai Kp dan Ki. Dimana nilai Kp, Ki merupakan nilai keluaran dari fuzzy logic. Pada penelitian ini, akan menerapkan metode Fuzzy PI Control dengan kendali jarak jauh yang menggabungkan konsep Networked Control Sistem untuk mengedalikan ketinggian air pada plant berupa tangki air atau water level.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fuzzy-PI Control pada sistem kendali ketinggian air menggunakan Networked Control System dipengaruhi oleh delay terima dan terkirim pada client server yang menyebabkan pengaruh pada respon sistem. Hasil pengujian Fuzzy PI Control tanpa jaringan (Networked Control System) dengan setpoint = 8cm diperoleh nilai rise time = 126,2 detik , settling time = 171,4 detik, dan overshoot = 0,026%. Dan hasil menggunakan jaringan (Networked Control System) dengan setpoint = 8cm diperoleh nilai rise time = 189,203 detik, settling time = 230,015 detik, dan overshoot = 0,026%. Perbedaan performa ini disebabkan oleh delay jaringan pada setpoint = 8 cm adalah 0,17921675 detik saat menggunakan Networked Control System.
Kata Kunci: Fuzzy PI Control, Networked Control System, Client Server, Ketinggian air
Evaluasi Kondisi Geografis Pantai Jolosutro di Kecamatan Wates Kabupaten Blitar
ABSTRAK Afrizal, Afif Dwi. 2013. Evaluasi Kondisi Geografis Pantai Jolosutro di Kecamatan Wates Kabupaten Blitar. Skripsi. Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. I Komang Astina, M. S, Ph.D. (2) Bagus Setiabudi Wiwoho, S. Si. M. Si. Kata Kunci: Geografis, Pantai Jolosutro Pariwisata merupakan suatu aset yang strategis untuk mendorong pembangunan wilayah yang mempunyai potensi objek wisata. Pembangunan daerah menjadi daerah tujuan wisata tergantung dari daya tarik yang berupa keindahan alam, tempat bersejarah, tata cara hidup bermasyarakat maupun upacara keagamaan. Salah satu daerah yang memiliki objek wisata yang cukup menarik dan bervariatif adalah Kabupaten Blitar. Daerah pesisir wilayah Kabupaten Blitar berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, sehingga sesuai untuk dikembangkan untuk wisata rekreasi pantai, salah satunya Pantai Jolosutro. Berdasarkan RTRW Kabupaten Blitar, Pantai Jolosutro diarahkan untuk menjadi kawasan rekreasi pantai bagi masyarakat Kabupaten Blitar maupun wisatawan dari luar daerah. Fasilitas dan potensi yang dimiliki belum dikembangkan secara maksimal yang berakibat pada penurunan jumlah pengunjung. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui potensi yang dimiliki Pantai Jolosutro berdasarkan kondisi geografis, sehingga dapat dilakukan evaluasi terhadap hal-hal yang terkait dengan pengembangan obyek wisata ini. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kondisi Pantai Jolosutro berdasarkan aspek fisik dalam mendukung pengembangan pariwisata (2) mengetahui kondisi Pantai Jolosutro berdasarkan kondisi sarana pendukung (3) mengetahui interaksi antarwilayah dalam mendukung pengembangan pariwisata berdasarkan analisis spasial. Jenis penelitian ini adalah survei. Subyek penelitian ini adalah obyek wisata Pantai Jolosutro dan wisatawan. Data primer diperoleh dengan teknik pengukuran lapangan, observasi, dan kuesioner. Data sekunder diperoleh dengan teknik dokumentasi. Pengukuran lapangan dan observasi dilakukan dengan teknik purpossive. Data tanggapan pengunjung mengenai kondisi sarana dan pra-sarana Pantai Jolosutro dilakukan dengan mengambil teknik kuota 50 orang. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kondisi fisik Pantai Jolosutro tergolong dalam kategori sangat mendukung, namun tidak diizinkan untuk wisata aktif di perairan karena terdapat biota berbahaya dan ombak yang besar. Kondisi sarana dan pra-sarana dalam mendukung obyek wisata Pantai Jolosutro tergolong dalam kategori kurang sesuai, terutama dalam pengelolaan warung, tempat parkir, dan toilet serta penyediaan angkutan umum. Pantai Jolosutro memiliki nilai interaksi yang rendah terhadap pusat pemerintahan dibandingkan dengan obyek wisata pantai, namun memiliki daya tarik dan keunikan, yaitu pasir besi dan Upacara Melasti.
Pemurnian Sistem Selulase dari Bacillus Subtilis dengan Metode Fraksinasi Ammonium Sulfat Fraksi 0-20%, 20-40%, 40-60%, 60-80%, dan 80-100%.
ABSTRAK Afrizal, H. 2012. Pemurnian Sistem Selulase dari Bacillus Subtilis dengan Metode Fraksinasi Ammonium Sulfat Fraksi 0-20%, 20-40%, 40-60%, 60-80%, dan 80-100%. Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Evi Susanti, S. Si., M. Si., (II) Muntholib, S. Pd., M. Si. Kata kunci : sistem selulase, Bacillus subtilis, pemurnian enzim, fraksinasi ammonium sulfat Penggunaan ekstrak kasar selulase pada dunia industri kurang diminati karena efektivitas dan stabilitasnya rendah. Hal ini karena ekstrak kasar umumnya mengandung protease yang dapat mendegradasi selulase. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemurnian untuk meningkatkan aktivitas dan stabilitas enzim selulase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) aktivitas spesifik, tingkat kemurnian, dan yield sistem selulase meliputi aktivitas CMCase dan Avicelase, yang dihasilkan dari pemurnian sistem selulase dengan metode fraksinasi ammonium sulfat fraksi 0-20%, 20-40%, 40-60%, 60-80%, dan 80-100%; dan (2) stabilitas aktivitas CMCase dan Avicelase pada fraksi dengan aktivitas spesifik tertinggi selama penyimpanan pada suhu 4oC . Penelitian ini bersifat laboratoris dan terdiri dari beberapa tahap yaitu (1) pro-duksi ekstrak kasar sistem selulase dari Bacillus subtilis; (2) penentuan aktivitas spesifik ekstrak kasar sistem selulase; (3) pemurnian enzim dengan metode fraksinasi ammonium sulfat; (4) penentuan aktivitas spesifik, tingkat kemurnian, dan yield fraksi 0-20%, 20-40%, 40-60%, 60-80%, dan 80-100%; dan (5) penentuan stabilitas aktivitas sistem selulase pada fraksi dengan aktivitas spesifik tertinggi selama penyimpanan pada suhu 4oC. Aktivitas Avicelase dan CMCase diukur berdasarkan ujung pereduksi yang dihasilkan setelah reaksi dengan menggunakan metode Somogyi-Nelson. Kadar protein ditentukan dengan metode Lowry. Tingkat kemurnian ditentukan dari perbandingan aktivitas spesifik enzim setelah dimurnikan dengan ekstrak kasar. Yield enzim merupakan perbandingan dari aktivitas total enzim setelah dimurnikan dengan aktivitas total ekstrak kasar dikali 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi 20-40% merupakan fraksi dengan aktivitas spesifik, tingkat kemurnian, dan yield tertinggi berturut-turut sebesar 3.065,64 U/mg, 4,28 kali ekstrak kasar, dan 13,72% untuk aktivitas CMCase dan 3.007,29 U/mg, 3,14 kali ekstrak kasar, dan 16,05% untuk aktivitas Avicelase. Stabilitas aktivitas CMCase maupun Avicelase pada fraksi 20-40% selama penyimpanan pada suhu 4oC mengalami penurunan mulai hari pertama hingga tidak memiliki aktivitas pada hari ke-9.
- …
