SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
1629 research outputs found
Sort by
PENGARUH MEDIA VOLCANO SIMULATION TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SISWA KELAS X MA AL MAARIF SINGOSARI
RINGKASANSari, Tri Novita. 2018. Pengaruh Media Volcano Simulation terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X MA Al Ma’arif Singosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ardyanto Tanjung S.Pd, M.Pd. (II) Purwanto S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Media Volcano Simulation, Kemampuan Berpikir Kritis.Materi vulkanisme dan dampaknya bagi kehidupan dalam penyampaiannya memiliki keterbatasan ruang, waktu dan bahaya, oleh karena itu dibutuhkan media pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar siswa. Salah satunya menggunakan media volcano simulation. Media volcano simulation merupakan video simulasi mengenai erupsi gunung berapi. Media volcano simulation dilengkapi dengan gambar, video simulasi, suara dan tulisan yang menyajikan materi pembelajaran dan bahan diskusi. Media volcano simulation dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan siswa mengkritisi informasi yang ada dalam video mengenai vulkanisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media volcano simulation terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IIS di MA Al Maarif Singosari. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan menggunakan desain posttest only control group. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Subjek penelitian ini adalah kelas X-IIS 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-IIS 1 sebagai kelas kontrol. Pengukuran kemampuan berpikir kritis siswa menggunaan instrumen soal berupa esai. Analisis data menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh media volcano simulation terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan hasil hipotesis yang menunjukkan nilai signifikansi 0.014 < 0.05, serta perbandingan rata-rata kemampuan akhir antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen mendapatkan nilai rata-rata kemampuan akhir berpikir kritis lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: (1) bagi guru disarankan untuk dapat memanfaatkan penggunaan media di kelas terutama pada mata pelajaran geografi agar pembelajaran lebih efektif dan efesien, (2) bagi lembaga pendidikan, khususnya kepala sekolah disarankan lebih memotivasi guru untuk memanfaatkan media pembelajaran yang bervariasi di dalam kelas dan menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung pemanfaatan media video, (3) bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian yang serupa disarankan dapat membuat atau memanfaatkan media dalam pembelajaran Geografi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. SUMMARYSari, Tri Novita. 2018. The Influence Of Volcano Simulation Media Critical Thinking Ability Of Student Class X-IIS In MA Al Maarif. Thesis, Geography Departement, Faculty Of Social Sciences, State University of Malang. Advisors: (I) Ardyanto Tanjung S.Pd, M.Pd. (II) Purwanto S.Pd, M.Si. Key Word : Volcano Simulation Media, Critical Thinking Ability.Volcanism material and its impact on life in its delivery have limited space, time and danger, therefore learning media that can provide student learning experience are needed. One of them uses media volcano simulation. Media volcano simulation is a simulation video about volcanic eruptions. The volcano simulation media is equipped with pictures, simulation videos, sounds and writing that presents learning material and discussion material. Media volcano simulation can help improve the ability to think critically with students criticizing the information contained in videos about volcanism. This study aims to determine the effect of volcano simulation media on critical thinking skills of class X IIS students at MA Al Maarif Singosari. This study uses a quasi experiment using the posttest only control group design. This study uses two classes, namely the experimental class and the control class. The subject of this study was class X-IIS 3 as the experimental class and class X-IIS 1 as the control class. Measurement of students' critical thinking skills uses question instruments in the form of essays. Data analysis using the independent sample ttest. The results of the study show that there is an influence of volcano simulation media on students' critical thinking abilities. This can be seen based on the results of the hypothesis which shows a significance value of 0.01
PEMODELAN MUKA AIR BANJIR MENGGUNAKAN METODE STEADY FLOW DAN UNSTEADY FLOW DALAM PROGRAM HEC-RAS UNTUK ANALISIS BANJIR DI SUB-DAS BLUNCONG KABUPATEN BONDOWOSO
ABSTRAK Artawan, Unsila Tammiya. 2019.Pemodelan Muka Air Banjir Menggunakan Metode Steady Flow dan Unsteady Flow dalam Program HEC-RAS untuk Analisis Banjir di Sub-DAS Bluncong Kabupaten Bondowoso, 2017. Skripsi, Program Studi Geografi, Jurusan Geografi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Didik Taryana, M.Si (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si Kata Kunci: HEC-RAS, steady flow, unsteady flow, Sungai Bluncong Selama kurun waktu 2009 hingga 2017 telah terjadi sebanyak 9 kejadian banjir di Sungai Bluncng disebabkan intensitas curah hujan dan kondisi kelerengan terjal di bagian hulunya. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk menganalisis banjir ialah pemodelan banjir menggunakan HEC-RAS. Dengan membandingkan metode antara metode steady flow dan unsteady flow di HEC-RAS maka dapat diketahui perbedaan elevasi muka air banjir. Data yang dibutuhkan yakni data primer dan sekunder. Data primer berupa penampang melintang sungai dan koefisien manningsaluran. Data sekunder berupa data curah hujan maksimum tahun 2007-2017, citra Sentinel 2A dan DEM Alos Palsar daerah penelitian. Tahapan penelitian meliputi analisa hidrologi untuk menghitung debit banjir rencana menggunakan metode rasional dan HSS Gamma I, selanjutnya analisa hidraulika dengan menghitung kapasitas penampang sungai dan pemodelan banjir metode steady flow dan unsteady flow di program HEC-RAS. Hasil running HEC-RAS ini akan menunjukkan profil melintang sungai yang memperlihatkan tinggi muka air sungai untuk setiap debit banjir rancangan pada kala ulang 2, 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun. Secara keseluruhan, pada pemodelan steady flow pada setiap kala ulang menghasilkan profil elevasi muka air banjir yang cenderung lebih tinggi daripada profil elevasi muka air yang dihasilkan oleh permodelan unsteady flow. Salah satu perbedaan elevasi muka air banjir dilihat pada periode ulang 2 tahunan di patok 6, elevasi muka air banjir hasil running metode steady flow setinggi 3,27 m sedangkan metode unsteady flow setinggi 1,34 m. Begitupula pada periode ulang 10 tahunan di patok 6, elevasimuka air banjir hasil running metode steady flow setinggi 6,98 m sedangkan metode unsteady flow setinggi 3,81 m. Selain itu, perbandingan penggunaan antara kedua metode dalam penelitian ini yaitu, pemodelan metodesteady flow data inputan aliran dibagian hulu berupa debit rencana maksimum dan bagian hilir berupa batas tinggi muka air sungai. Sedangkan pada unsteady flow, data inputan bagian hulu berupa hidrograf banjir rencana dan inputan bagian hilir adalah kemiringan dasar saluran. Waktu simulasi yang dibutuhkan lebih cepat menggunakan metode steady flow
PEMANFAATAN CITRA WORLDVIEW-2 DAN SIG UNTUK PEMETAAN KAJIAN KUALITAS PERMUKIMAN DI KECAMATAN BATU KOTA BATU
Kurniawan, Dedi. 2019. Pemanfaatan Citra Worldview-2 dan SIG Untuk Pemetaan Kajian Kualitas Permukiman di Kecamatan Batu, Kota Batu. Skripsi, Program Studi Geografi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Rudi Hartono, M.Si, (II) Dr. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si. Kata Kunci: Citra Worldview-2, Kualitas Permukiman, Kecamatan Batu Pemanfaatan citra worldview-2 salah satunya untuk pemetaan kajian kualitas permukiman. Kecamatan Batu memiliki luas wilayah 4.545,81 Ha, luas permukiman di Kecamatan Batu sekitar 810,5 Ha atau 17,8 % dari luas Kecamatan Batu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas permukiman di Kecamatan Batu dengan menggunakan citra satelit worldview-2. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu menjelaskan data-data dari hasil penelitian yang telah diperoleh dan digunakan. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan analisis spasial. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui survey lapangan dengan cara observasi, kuisioner dan wawancara narasumber. Data sekunder citra satelit worldview-2, citra satelit alos palsar, data kejadian bencana dan data penduduk. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif dengan metode pembobotan, skoring dan penyajian data berupa tabel. Survey yang dilakukan meliputi observasi lapangan sarana, prasarana, kuisioner, wawancara narasumber, kependudukan, kondisi sosial, ekonomi dan budaya. Pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 16 RW dari total jumlah ada 96 RW.Hasil penelitian yang didapatkan bahwa di Kecamatan Batu 100 % memiliki kualitas baik. Sedangkan kondisi permukiman kumuh ringan sebesar 87,5 % dan 12,5 % lainnya termasuk kondisi permukiman kumuh sedang. Oleh karena itu, kualitas permukiman di Kecamatan Batu termasuk kedalam kriteria baik atau layak untuk permukiman. Pemahaman tentang permukiman dan peran serta masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan di permukiman sudah cukup baik
MODEL INKUIRI TERBIMBING PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA
MODEL INKUIRI TERBIMBING PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR GEOGRAFI SISWANur Azizah Diasy Istikomah, Hadi Soekamto, Rudi HartonoUniversitas Negeri MalangE-mail: [email protected] Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap kemampuan berpikir analitis siswa ditinjau dari motivasi belajar siswa pada mata pelajaran geografi di SMAN 1 Kediri. Rancangan penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan randomized post-test only control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IIS 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan soal essai kemampuan berpikir analitis dan angket motivasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis of variance (ANAVA) pada taraf 5% dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows. Berdasarkan analisis diperoleh hasil sebagai berikut, 1) terdapat pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap kemampuan berpikir analitis 0.00 ≤ 0,05, 2) terdapat pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap kemampuan berpikir analitis ditinjau dari motivasi belajar 0.02 ≤ 0,05.Kata Kunci: Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Kemampuan Berpikir Analitis, Motivasi Belajar SiswaTHE EFFECT OF GUIDED INQUIRY LEARNING MODEL ON ANALITICAL THINKING ABILITY VIEWED FROM GEOGRAPHY LEARNING MOTIVATIONNur Azizah Diasy Istikomah, Hadi Soekamto, Rudi HartonoUniversitas Negeri MalangE-mail: [email protected] Abstrac: This study aims to determine the effect of the Guided Inquiry learning model on analytical thinking skills in term of geographic learning motivation of class XI IIS students of SMAN 1 Kediri. This research design uses quasi-experimental with randomized poste-test only control group design. Rancangan penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan randomized post-test only control group design. The subjek of this research is class XI IIS 1 as an experimental class and class XI 2 as control class. Instrumen use include essay test of analytical thinking and learning motivation questionnaire. Data analysis technique use is analysis of variance (ANAVA) at the 5% significance level with SPSS 16.0 for windows. Based on the analysis obtained the following result, 1) there is effect of Guided Inquiry learning model on (0.00 ≤ 0,05), Berdasarkan analisis diperoleh hasil sebagai berikut, 1) terdapat pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap kemampuan berpikir analitis (0.00 ≤ 0,05), 2) there is effect of Guided Inquiry learning model on analytical thinking in term of geographic learning motivation (0.02 ≤ 0,05). 
. Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMA Diponegoro Tumpang
RINGKASANWulansari, Putri Agustina. 2019. Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMA Diponegoro Tumpang. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbung: (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si. (2) Drs. Rudi Hartono, M.Si. Kata Kunci: Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Tingkat TinggiKemampuan berpikir tingkat tinggi sangat penting untuk dimiliki oleh siswa. Hal tersebut dikarenakan siswa dituntut untuk tidak sekedar menerima dan menghafal materi, namun juga harus memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kemampuan berpikir tingkat tinggi dapat dikembangkan melalui model pembelajaran yang tepat salah satunya yaitu Problem Based Learning. Melalui model Problem Based Learning dapat mendorong siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikirnya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam mata pelajaran geografi materi Mitigasi Bencana Alam. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experiment with Posttest Only Control Group Design dengan dua kelompok subjek penelitian yang memiliki kemampuan sama. Subjek penelitian ini yaitu kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 4 sebagai kelas kontrol. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMA Diponegoro Tumpang. Instrumen yang digunakan berupa soal tes objektif dan subjektif kemampuan berpikir tingkat tinggi yang diberikan setelah pemberian perlakuan dan untuk teknik analisis data yang digunakan yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMA Diponegoro. Hal ini dibuktikan dengan perolehan rata-rata nilai kelas yang menggunakan model Problem Based Learning lebih besar (80,07) dibandingkan dengan kelas yang tidak menggunakan model Problem Based Learning (75,93). Hasil signifikasi uji-t sebesar 0.007 < 0.05 yang menandakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Problem Based Learning dapat digunakan sebagai referensi model pembelajaran oleh guru mata pelajaran geografi.SUMMARYWulansari, Putri Agustina. 2019. The Effect of Problem Based Learning towards the Higher Order Thinking Skills of the Students SMA Diponegoro Tumpang. Thesis. Geography Major, Faculty of Social Science of Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si. (2) Drs. Rudi Hartono, M.Si. Keywords: Problem Based Learning, Higher Order Thinking SkillsHigher Order Thinking Skill is a very important skill to be owned by students. This happens because students are required not only to accept and memorize materials, but also have a a higher order thinking skill. Higher order thinking skills can be developed through appropriate learning models, one of which is Problem Based Learning. Problem Based Learning model can encourage students to develop their thinking skills. This research was conducted with the aim to determine the effect of Problem Based Learning on the higher order thinking skills students in geography subjects in The Mitigation of Natural Disaster.This research uses a research design Quasi-Experiment with Posttest Only Control Group Design with two group of study objects who have the same capabilities. The objects of this study were the XI IPS (Social Science) 2 class as the experimental class and XI IPS 4 class as the control class. Location of the study was conducted at SMA Diponegoro Tumpang. The instruments used are objective and subjective tests to determine the higher order thinking skill, and the data analysis technique is using the t-test.The result shows that Problem Based Learning affect the higher order thinking skill of SMA Diponegoro Tumpang. This is proved by the acquisition of the average class scores which uses Problem Based Learning model is greater (80.07) compared to the other class that does not use Problem Based Learning model (75.93). Moreover, the result of the t-test significance is 0.00
PENERAPAN ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X IPS 4 SMA NEGERI 7 MALANG MATA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI ATMOSFER
Motivasi belajar sangat penting perannya dalam sebuah pembelajaran. Motivasi belajar yang tinggi akan meminimalkan adanya kesalahan dalam belajar. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa termasuk kemampuan berpikir analitis yang merupakan kemampuan minimal yang harus dimiliki siswa SMA sesuai dengan silabus dari Kementrian Pendidikan.Siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 7 Malang memiliki motivasi belajar Geografi yang rendah. Motivasi belajar yang rendah ini dibuktikan dengan perolehan skor motivasi belajar sebesar 70,5 yang termasuk dalam klasifikasi Baik, namun belum cukup memuaskan. Motivasi belajar siswa yang rendah menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir analitis siswa. Hasil tes kemampuan berpikir analitis siswa dalam pra-siklus menunjukkan rata-rata nilai kemampuan berpikir analitis siswa sebesar 61,7 yang termasuk dalam klasifikasi C atau Cukup.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan berpikir analitis siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 7 Malang mata pelajaran Geografi materi Atmosfer. Penerapan metode belajar RTE dimaksudkan untuk memberikan suasana belajar yang menyenangkan yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan melatih siswa untuk menyelesaikan soal sehingga meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian diawali dengan melakukan observasi pada tahap pra-siklus atau pra-tindakan yang dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan sebayak dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah kelas X IPS 4 SMA Negeri 7 Malang tahun ajaran 2018/2019 dengan jumlah siswa sebanyak 36 siswa yang terdiri dari 20 siswa perempuan dan 16 siswa laki-laki. Pengambilan data dilakukan dengan tes untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir analitis siswa, angket untuk mengukur motivasi belajar siswa dan observasi.Model belajar kooperatif dengan metode RTE dapat meningkatkan kemampuan berpikir berpikir analitis dan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir analitis siswa yang ditunjukkan dari rata-rata nilai tes pada pra-siklus sebesar 61,7 mengalami peningkatan sebesar 14,8 menjadi 76,5 pada siklus I, lalu meningkat lagi sebesar 9,4 menjadi 85,9 pada siklus II. Moivasi belajar siswa yang ditunjukkan dari rata-rata skor angket motivasi belajar dengan mempertimbangkan aspek Attention, Relevance, Confidence, Satisfation atau bisa disingkat ARCS pada pra-siklus sebesar 70,5 mengalami peningkatan sebesar 5,9 menjadi 76,4 pada siklus I, lalu meningkat lagi sebesar 4,9 menjadi 81,3 pada siklus II. Indikator motivasi belajar berupa Attention atau perhatian yang memiliki persentase sebesar 69,5% di tahap Pra-Siklus naik menjadi 74,5% pada Siklus I, dan pada Siklus II naik menjadi 81,3%. Relevance atau relevansi yang memiliki persentase sebesar 75,0% di tahap Pra-Siklus naik menjadi 83,7% pada Siklus I, namun, mengalami penurunan menjadi 82,8% pada Siklus II. Confidence atau kepercayaan diri yang memiliki persentase sebesar 68,8% di tahap Pra-Siklus naik menjadi 73,7% pada Siklus I, dan mengalami peningkatan pada SIklus II menjadi 78,8%. Satisfation atau kepuasan yang memiliki persentase sebesar 73.7% di tahap Pra-Siklus naik menjadi 82,3% pada Siklus I, dan pada Siklus II mengalami peningkatan kembali menjadi 84,9%
Komparasi Nilai Indeks Vegetasi Untuk Estimasi Stok Karbon menggunakan Sentinel-2a di RTH Kota Malang
ABSTRAK Aji, YanJatmika. 2018. Komparasi Nilai Indeks Vegetasi Untuk Estimasi Stok Karbon menggunakan Sentinel-2a di RTH Kota Malang. Skripsi. Jurusan Geografi, Program Studi Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Purwanto, S.Pd, M.Si. (II) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd. Kata Kunci :Ruang Terbuka Hijau, StokKarbon, Sentinel 2-A, IndeksVegetasi Tingginya aktifitas kota disebabkan oleh pertumbuhan penduduk dan industri yang sangat pesat di wilayah perkotaan. Dampak negatif dari aktifitas kota antara lain meningkatnya suhu udara, kebisingan, debu, polutan, kelembaban menurun, dan hilangnya habitat berbagai jenis burung dan satwa lainnya karena hilangnya vegetasi dan RTH. Kenaikan pesat suhu udara Kota Malang terjadi antara tahun 2013 menuju tahun 2014, adanya lonjakan suhu secara drastis ini menunjukan ada sesuatu yang tidak normal dalam keseimbangan lingkungan Kota Malang, bahkan pada tahun 2017 suhu siang hari dipusat Kota Malang yaitu di Alun-alun Merdeka mencapai 32.20C. Komparasi indeks vegetasi untuk estimasi karbon mengkaji tentang seberapa banyak kandungan karbon yang tersimpan pada tumbuhan dalam lingkup Ruang Terbuka Hijau Kota Malang sertavegetasi yang tersebar di seluruh wilayah Kota Malang, dan membandingkan metode indeks vegetasi yang banyak digunakan dalam penelitian estimasi karbon, sehingga dapat ditentukan estimasi dengan akurasi terbaik untuk diaplikasikan di Kota Malang. Nilai estimasi stok karbon didapatkan melalui penghitungan menggunakan rumus yang didapat dari regresi linier antara nilai piksel indeks vegetasi dan penghitungan massa karbon di lapangan, berikut nilai estimasi NDVI senilai 1679925.888 Ton, RVI sebesar 327149.76 Ton, SAVI sebesar 1654737.28 Ton ,TVI sebesar 1582631.68 Ton, DVI sebesar 1686706.56 Ton, VIF sebesar 1588456.064 Ton, ARVI sebesar 1674771.584 Ton, sedangkan dari segi akurasi DVI merupakan indeks dengan akurasi terbaik yang ditunjukan oleh nilai error terkecil sebesar 9.21%, selanjutnya SAVI dengan 12.50% RSE, VIF dengan nilai RSE 18.32% , NDVI memiliki nilai error 18.34%, TVI dengan RSE sebesar 21.11%, ARVI dengan nilai RSE 21.81%, RVI dengan RSE 40.66%. ABSTRACT Aji, YanJatmika. 2018. Comparison of Vegetation Index Values for Stock Carbon Estimation in Malang's Green Open Space Using Sentinel 2A. Thessis.Department of Geography, Geography Study Program, Faculty of Social Sciences, Malang State University. Advisor: (I) Purwanto, S.Pd, M.Si. (II) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd. Keywords: Green Open Space, Carbon Stock, Sentinel 2-A The high activity of the city is caused by rapid population and industrial growth in urban areas. The negative impacts of urban activities include increasing air temperature, noise, dust, pollutants, decreased humidity, and loss of habitat for various species of birds and other animals due to loss of vegetation and green open space. Malang City's rapid rise in air temperature occurred between 2013 and 2014, the drastic surge in temperature shows that there is something abnormal in Malang City's environmental balance. Even in 2017 the daytime temperature in the city of Malang, namely at Merdeka Square reached 32.20 C. The Comparison of vegetation index for carbon estimation examines how much carbon content is stored in plants in the open space of Malang City and the vegetation spread throughout Malang City, and compares vegetation index methods that are widely used in carbon estimation studies, so estimation can be determined with accuracy best to be applied in Malang City. The carbon estimate value is obtained through calculation using the formula obtained from linear regression between the vegetation index pixel value and carbon mass calculation in the field. The estimated NDVI value is 1679925,888 Ton, RVI is 327149.76 Ton, SAVI is 1654737.28 Ton, TVI is 1582631.68 Ton, DVI is 1686706.56 Ton, VIF of 1588456,064 Ton, ARVI of 1674771,584 Tons, while in terms of accuracy DVI is the index with the best accuracy indicated by the smallest error value of 9.21%, then SAVI with 12.50% RSE, VIF with RSE value 18.32%, NDVI has error value 18.34%, TVI with RSE at 21.11%, ARVI with RSE value 21.81%, RVI with RSE 40.66%
PENGEMBANGANMULTIMEDIA INTERAKTIF PROGRAMLECTORA INSPIRE MATERI PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA
Kata kunci: Multimedia interaktif, Lectora Inspire,PengelolaanSumberDayaAlam IndonesiaKurikulum di Indonesia dari waktu kewaktu selalu mengalami perubahan. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap penggunaan teknologi yang semakin canggih. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi pada saat ini mendukung terciptanya proses komunikasi yang dapat berlangsung secara efektif. Pada penelitian pengembangan ini menggunakan media presentasi dengan multimedia interaktif menggunakan program software Lectora Inspire. Lectora Inspire merupakan salah satu program presentasi jenis software Authoring Tool, yang dikembangkan oleh Trivantis Corporation.Penelitian pengembangan ini menggunakan langkah-langkah dan model penelitian pengembangan milik Borg & Gall (1983) yang telah dimodifikasi. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia yang disesuaikan dengan kurikulum 2013 revisi. Subjek uji coba dari penelitian ini adalah guru geografi dan siswa kelas XI IPS di MA Nahdatul Ulama Gondanglegi yang sedang atau telah menempuh materi pengelolaan sumber daya alam Indonesia.Sebelum membuat produk, peneliti membuat storyboar data urancangan produk.Produk multimedia interaktif kemudian dikembangkan lalu divalidasi oleh ahli materi, media, dan bahasa untuk mendapatkan revisi dan kevalidan dalam pengembangan produk. Hasil dari validasi oleh ahli diperoleh rata-rata yaitu materi75%, media 97.91%, bahasa 61.36%. Guru dan siswa diberi angket untuk menilai produk multimedia interatif ini. Hasil dari penilaian tersebut mendapatkan rata-rata 92.30% untuk penilaian angket guru dan87.13 % untuk penilaian angket seluruh siswa. Rata-rata penilaian secara keseluruhan mendapatkan hasil82.74%. Berdasarkan data hasil tersebut, multimedia interaktif menggunakan program Lectora Inspire ini masuk kedalam kategori sangat layak merujuk pada tabel kriteria tingkat validitas. Saran-saran dan masukan dari para validator dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan produk. Program ini dapat dijadikan sebagai referensi materi dan sumbe rbelajar oleh guru geografi dan siswa
Pengaruh Debit Air Tanah Terhadap Intrusi Air Laut di Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi
Pengaruh Debit Air Tanah Terhadap Intrusi Air Laut di Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi Ahmad Mufti Fawaid Program Studi Ilmu Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Diterima: Tgl-Bln-Thn Disetujui: Tgl-Bln-Thn ABSTRAK Abstract: Sea-water intrusion is caused by the movement of water from the sea towards the land when the hydrostatic balance between fresh and salty under groundwater in coastal areas is disturbed. The aim of this study was to find out the existing groundwater discharge in Tegaldlimo sub-district of Banyuwangi Regency as well as its influence on sea-water intrusion. The distribution of intruded area was known by measuring DHL value (Electrical Conductivity) in several resident’s wells and mapped using the ArcGIS application to result a zoning map of DHL’s groundwater research area. Groundwater discharge was known by pumping test method using Theis Recovery. Based on the electrical conductivity value from 25 groundwater samples, showed that 2 groundwater samples including fresh groundwater with DHL value 650 and 995 μS/cm, 9 samples including water rather brackish with DHL value 1,515 – 4,760 μS/cm, and 14 samples including brackish water with DHL value 5,720 – 14,570 μS/cm. Groundwater discharge was obtained from 4 well samples are 1.01 liter/second, 1.35 liter/second, 1.27 liter/second, and 1.03 liter/second. A small groundwater discharge in the research area has been disturbing the hydrostatic balance so the fresh groundwater incapable of suppressing salt water then the salt water infiltrate into the coastal area. Abstrak: Intrusi air laut disebabkan oleh pergerakan air dari laut ke arah daratan yang terjadi apabila keseimbangan hidrostatik antara air bawah tanah tawar dengan air bawah tanah asin di daerah pantai terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit air tanah yang ada di Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi serta pengaruhnya terhadap intrusi air laut. Persebaran daerah yang terintrusi diketahui dengan mengukur nilai DHL (Daya Hantar Listrik) pada beberapa sumur warga lalu dipetakan menggunakan aplikasi ArcGIS menghasilkan peta zonasi DHL air tanah daerah penelitian. Debit air tanah diketahui dengan pumping test menggunakan metode Theis Recovery. Berdasarkan nilai daya hantar listrik 25 sampel air tanah, dijumpai 2 sampel air tanah termasuk air tanah tawar dengan nilai DHL 650 dan 995 μS/cm, 9 sampel air tanah termasuk air agak payau dengan nilai DHL 1.515 – 4.760 μS/cm, serta 14 sampel air tanah termasuk air payau dengan nilai DHL 5.720 – 14.570 μS/cm. Debit air tanah yang diperoleh dari 4 sumur adalah sebesar 1,01 liter/detik, 1,35 liter/detik, 1,27 liter/detik, dan 1,03 liter/detik. Debit air tanah yang kecil pada daerah penelitian telah mengganggu keseimbangan hidrostatik sehingga air tanah tawar tidak mampu menekan air asin sehingga air asin menyusup ke daerah pantai. Kata kunci: Air Tanah, Intrusi, DHL Alamat Korespondensi: Jurusan Geografi Jl. Semarang No. 5, Sumbersari, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur Universitas Negeri Malang [email protected] PENDAHULUAN Air payau di suatu daerah berasal dari beberapa sebab, diantaranya adalah gangguan terhadap keseimbangan hidrostatik air tanah dan kondisi geologi. Intrusi air laut disebabkan oleh pergerakan air dari laut kearah daratan ketika keseimbangan hidrostatik antara air bawah tanah tawar dengan air bawah tanah asin di daerah pantai terganggu (Hendrayana, 2012). Keseimbangan hidrostatik dapat terganggu karena debit air tawar yang kecil sehingga air tanah tawar tidak mampu menekan air asin sehingga air asin menyusup ke daerah pantai. Debit air tanah dapat dipengaruhi oleh pengambilan air tanah secara berlebih untuk kebutuhan manusia sehingga menyebabkan menyusupnya air asin menuju daratan. Kecamatan Tegaldlimo merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Banyuwangi. Menurut hasil pengamatan di lapangan di daerah tersebut, sebagian dari wilayah kecamatan ini memiliki air tanah yang terindikasi payau. Air tanah yang terindikasi payau yang nilainya dibuktikan melalui uji konduktivitas air pada beberapa sumur dangkal warga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi 2017, kepadatan penduduk Kecamatan Tegaldlimo hanya sebanyak 774 jiwa/km2 dan tidak ada industri besar yang ada di daerah tersebut. Artinya kebutuhan warga akan sumber daya air di daerah tersebut hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Terdapat faktor lain yang menyebabkan intrusi air laut menuju daratan sehingga menyebabkan air tanah di daerah tersebut terasa payau. Kecamatan Tegaldlimo secara geologi berada diatas 5 formasi batuan yaitu Formasi Kalibaru, Formasi Punung, Formasi Batu Ampar, Formasi Wuni dan Formasi Alluvium. Formasi geologi suatu daerah dapat mempengaruhi kandungan unsur kimia dalam air. Pengaruh mineral batuan terhadap kualitas airtanah inilah yang menyebabkan perbedaan kualitas airtanah di berbagai daerah sesuai dengan kondisi geologi setempat. Formasi Kalibaru merupakan daerah alluvial tersusun dari breksi, lanau, kerikil, dan batupasir tufan. Terdapat batu pasir dimana unsur pengikatnya adalah Fe3O4 (ferri oksida), sehingga air yang melalui batuan ini akan mengandung unsur besi (Utaya, 2013). Sedangkan Formasi Punung memiliki batuan karbonat tersier, berupa batugamping terumbu, batugamping berlapis, dan napal. Formasi selanjutnya adalah Formasi Batu Ampar yang terdiri dari breksi gunungapi, tuf, batupasir, dan sisipan batugamping. Formasi Wuni terdiri dari breksi, konglomerat, batupasir, tuf, napal, dan batugamping. Batuan karbonat yang berada diatas Formasi Punung, Batu Ampar, dan Wuni merupakan batugamping yang menghasilkan larutan Ca dan Mg. Formasi Alluvium di bagian selatan yang terdiri dari pasir, lanau, kerikil, dan lumpur terletak di daerah pantai sehingga porositas batuan tergolong tinggi dan mudah ditembus oleh air laut. Hal inilah yang diduga sebagai salah satu penyebab terjadinya intrusi air laut di daerah Tegaldlimo. Karena beberapa faktor tersebut, maka Formasi Alluvium akan diteliti lebih lanjut untuk mengetahui mengenai intrusi air laut yang ada di daerah penelitian. METODE Penelitian ini merupakan penelitian survey yang bertujuan untuk melakukan tindakan evaluasi terhadap fenomena aktual dan hasilnya digunakan untuk pengambilan keputusan di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit air tanah yang ada di Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi serta pengaruhnya terhadap intrusi air laut di daerah tersebut. Air tanah di sebagian wilayah Kecamatan Tegaldlimo memiliki rasa yang payau karena intrusi air laut. Intrusi dapat terjadi karena kondisi geologi dan jenis tanah suatu daerah yang memungkinkan air laut masuk menuju daratan, selain itu intrusi juga dapat terjadi karena keseimbangan hidrostatik terganggu karena debit air tanah yang kecil. Data yang dikumpulkan meliputi data sekunder dan primer. Data sekunder meliputi nilai DHL dan debit air tanah. Sedangkan data primer meliputi peta administrasi, peta geologi, peta tanah, peta kemiringan lereng, dan penggunaan lahan. Persebaran daerah yang terintrusi diketahui dengan cara mengukur nilai DHL (Daya Hantar Listrik) pada beberapa sumur warga lalu dipetakan menggunakan aplikasi ArcGIS sehingga menghasilkan peta zonasi DHL air tanah daerah penelitian. Teknik pengambilan sampel DHL yang digunakan adalah probability sampling atau pengambilan sampel secara acak. Sedangkan untuk mengetahui besaran debit air tanah maka dicari dengan metode pumping test. Gambar 1. Lokasi Penelitian Pengambilan sampel DHL dan debit air tanah dilakukan pada satuan unit lahan Kalibaru/Alluvial Hidromorf/Dataran Rendah dan seluruh satuan unit lahan yang berada diatas formasi Alluvium (Qa). Selanjutnya dijabarkan mengenai debit air tanah serta menganalisis pengaruhnya terhadap adanya intrusi air laut yang terjadi di daerah penelitian menggunakan uji regresi. Prediksi mengenai suatu daerah terintrusi air laut dapat dilihat dari penyebaran hubungan jarak garis pantai terhadap nilai DHL. Semakin jauh dari garis pantai secara teoritis nilai DHL semakin kecil. Penyebaran hubungan nilai DHL terhadap jarak dari garis pantai dapat diketahui dengan uji regresi. Gambar 2. Diagram Alir Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Debit Air tanah Debit air tanah adalah banyaknya air yang tersedia dalam suatu tempat. Beberapa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya potensi air tanah di suatu wilayah adalah besar kecilnya curah hujan, banyak sedikitnya vegetasi, kemiringan lereng dan derajat porositas serta permeabilitas batuan (Setyawan Purnama, 2010). Curah hujan memiliki pengaruh terhadap pengisian air tanah. Hujan yang jatuh disuatu daerah akan diserap oleh tanah. Pada tanah dengan nilai permeabilitas yang tinggi maka air yang terserap menuju aquifer akan semakin banyak. Banyak sedikitnya vegetasi juga mempengaruhi jumlah air tanah yang terdapat pada suatu daerah. Kemampuan tanah dalam meresapkan air tercermin dari jenis vegetasi yang berada di permukaan tanah. Fungsi vegetasi secara efektif dapat mencerminkan kemampuan tanah dalam mengabsorbsi air hujan, mempertahankan atau meningkatkan laju infiltrasi, dan menunjukkan kemampuan dalam menahan air atau kapasitas retensi air (KRA) (Schwab, 1997). No Nama Sampel Debit (liter/detik) Kriteria 1 Sumur 14 1,01 Debit Kecil 2 Sumur 2 1,35 Debit Kecil 3 Sumur 22 1,03 Debit Kecil Tabel 1. Debit Air tanah Penggunaan lahan yang berbeda dapat mempengaruhi kemampuan dan pola pergerakan air. Penggunaan lahan pada Kecamatan Tegaldlimo sebagian besar merupakan hutan yaitu sebanyak 66% dari total keseluruhan wilayah. Sedangkan sawah menempati urutan kedua. Pada lahan hutan dipercayai dapat mempengaruhi waktu dan penyebaran aliran, bahkan hutan dapat dipandang sebagai pengatur tata air. Hutan dapat menyimpan air selama musim hujan dan melepaskannya pada musim kemarau (Setyowati, 2007). Menurut pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa daerah penelitian memiliki potensi debit air tanah yang tinggi. Namun debit air tanah juga dipengaruhi oleh tingkat permeabilitas pada suatu daerah. Menurut Jamulya dan Suratman Woro Suprodjo (1983) permeabilitas adalah cepat lambatnya air merembes ke dalam tanah baik melalui pori makro maupun pori mikro baik ke arah horizontal maupun vertical. Jika air tidak dapat merembes dengan baik, maka potensi air tanah di daerah tersebut tidak terlalu baik. Akan tetapi jika air dapat merembes dengan cepat maka daya simpan air pada daerah tersebut akan lemah dan berpengaruh pada debit air tanah. Koefisien permeabilitas terutama tergantung pada ukuran rata-rata pori yang dipengaruhi oleh distribusi ukuran partikel, bentuk partikel dan struktur tanah. Secara garis besar, makin kecil ukuran partikel, makin kecil pula ukuran pori dan makin rendah koefisien permeabilitasnya. Berarti suatu lapisan tanah berbutir kasar yang mengandung butiran-butiran halus memiliki harga K yang lebih rendah dan pada tanah ini koefisien permeabilitas merupakan fungsi angka pori. Jika tanahnya berlapis-lapis permeabilitas untuk aliran sejajar lebih besar dari pada permeabilitas untuk aliran tegak lurus. Lapisan permeabilitas lempung yang bercelah lebih besar dari pada lempung yang tidak bercelah (unfissured). Keadaan material bawah tanah sangat mempengaruhi aliran dan jumlah air tanah. Jumlah air tanah yang dapat di simpan dalam batuan dasar, sedimen dan tanah sangat bergantung pada permeabilitas. Jenis tanah didaerah penelitian diantaranya adalah alluvial hidromorf, grumusol, mediteran merah, litosol, dan regosol. Tanah pada tanah alluvial hidromorf, litosol, dan regosol merupakan tanah dengan tekstur berpasir. Tanah berpasir memiliki pori-pori yang besar sehingga aliran pada tanah ini cenderung cepat. Namun pada daerah pantai dapat terjadi kontak langsung dengan air laut sehingga tanah dengan tekstur berpasir ini dapat terintrusi oleh air laut. Intrusi Air Laut Indikator kualitas air dari intrusi air asin merupakan suatu cara yang penting untuk memantau keadaan akuifer daerah pantai. Parameter yang diukur untuk melakukan pemantauan kualitas air diantaranya Daya Hantar Listrik (DHL), total dissolved solids, dan ion mayor. Pemantauan kualitas air tanah dapat memberikan tanda awal adanya migrasi air tawar-air asin dan menyediakan informasi mengenai penyusupan air asin (Barlow dan Reichard, 2010 dalam Klassen et al., 2014). Pemantauan kualitas air pada penelitian ini menggunakan indikator daya hantar listrik pada sumur dangkal di wilayah penelitian. Berikut adalah nilai Daya Hantar Listrik dari sumur sampel berdasarkan kriteria Panitia Add Hoc Intrusi Air Asin Jakarta (PAHIAA). No Nama Sampel DHL (μS) Kriteria Jarak Dari Laut (Km) 1 Sampel 1 995 Air Tawar 3,74 2 Sampel 2 1.855 Air Agak Payau 2,77 3 Sampel 3 4.760 Air Agak Payau 2,29 4 Sampel 4 2.510 Air Agak Payau 1,72 5 Sampel 5 2.050 Air Agak Payau 1,30 6 Sampel 6 1.591 Air Agak Payau 3,32 7 Sampel 7 1.557 Air Agak Payau 2,99 8 Sampel 8 1.570 Air Agak Payau 2,97 9 Sampel 9 1.703 Air Agak Payau 2,60 10 Sampel 10 5.760 Air Payau 0,66 11 Sampel 11 650 Air Tawar 1,00 12 Sampel 12 5.720 Air Payau 0,60 13 Sampel 13 8.640 Air Payau 1,96 14 Sampel 14 8.710 Air Payau 1,45 15 Sampel 15 8.550 Air Payau 2,43 16 Sampel 21 4.300 Air Agak Payau 2,23 17 Sampel 22 13.420 Air Payau 1,79 18 Sampel 23 14.530 Air Payau 2,92 19 Sampel 24 13.960 Air Payau 2,90 20 Sampel 25 14.570 Air Payau 0,65 21 Sampel 26 13.990 Air Payau 1,16 22 Sampel 27 13.900 Air Payau 0,15 23 Sampel 28 14.020 Air Payau 0,12 24 Sampel 29 13.920 Air Payau 0,09 25 Sampel 30 13.720 Air Payau 1,31 Tabel 2. Nilai Daya Hantar Listrik Berdasarkan pengamatan dan pengukuran yang telah dilakukan, kondisi air tanah di daerah penelitian menunjukkan adanya pengaruh air laut terhadap sumur dangkal warga. Pengaruh air laut terhadap sumur berupa penyusupan air laut terhadap air tanah di daerah penelitian. Hasil uji konduktivitas air menunjukkan nilai yang cukup tinggi sehingga dapat diartikan bahwa air tanah di daerah penelitian terdapat air payau. Air payau tersebut berasal dari air laut yang menyusup ke daratan. Asal air payau dapat dicari dengan uji korelasi antara nilai DHL (Daya Hantar Listrik) dengan jarak dari garis pantai. Berdasarkan uji korelasi yang telah dilakukan, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara nilai DHL dengan jarak dari garis pantai. Semakin jauh jarak sumur dari garis pantai maka semakin rendah nilai DHLnya. Nilai DHL yang rendah berarti ion klorida juga rendah. Maka dapat disimpulkan bahwa air payau yang bterdapat pada daerah penelitian berasal dari air laut. Kondisi tersebut menyebabkan bahwa semakin dekat letak suatu daerah dari pantai maka kemungkinan airtanah dangkalnya terintrusi air laut semakin besar. Tetapi hal tersebut harus dikaitkan dengan faktor-faktor lingkungan lainnya seperti sifat fisik tanah dan batuannya serta pemanfaatan airtanah. Tanah di daerah penelitian sebagian besar merupakan tanah alluvial yang berpasir sehingga dapat dengan mudah ditembus oleh air laut. Gambar 3. Peta Sebaran Intrusi di Kecamatan Tegaldlimo Pengaruh Debir Air Tanah Terhadap Intrusi Air Laut Proses masuknya air laut mengganti air tawar disebut sebagai intrusi air laut. Air laut memiliki berat jenis yang lebih besar dari pada air tawar akibatnya air laut akan mudah mendesak airtanah semakin masuk. Secara normal air laut tidak dapat masuk jauh ke daratan sebab airtanah memiliki piezometric yang menekan lebih kuat dari pada air laut. Piezometric merupakan tekanan air pada kedalaman, sehingga terbentuklah interface sebagai batas antara airtanah dengan air laut. Keadaan tersebut merupakan keadaan kesetimbangan antara air laut dan airtanah. Intrusi air laut terjadi apabila kesetimbangan terganggu. Faktor yang dapat menyebabkan terganggunya kesetimbangan tersebut adalah kondisi air tanah pada daerah pesisir. Kondisi air tanah ini berkaitan dengan debit air tanah yang dapat menekan air laut untuk tidak masuk menggantikan air tanah. Dari pengukuran yang di lakukan pada daerah penelitian diketahui debit air tanah sebagai berikut. No Nama Sampel Debit (liter/detik) Kriteria Nilai DHL (μS/cm) 1 Sumur 14 1,01 Debit Kecil 8.710 2 Sumur 2 1,35 Debit Kecil 1.855 3 Sumur 22 1,03 Debit Kecil 13.420 Tabel 3. Hasil analisis debit air tanah Berdasarkan Kriteria Klasifikasi Debit Air Tanah yang dikeluarkan Kementrian ESDM No.1451 K/10/ MEM/2000 maka dapat disimpulkan bahwa debit air tanah pada sumur yang diuji termasuk pada kriteria debit kecil. Debit air tanah yang kecil dapat mengganggu keseimbangan hidrostatik antara air bawah tanah tawar dengan air bawah tanah asin di daerah pantai (Hendrayana, 2012). Keseimbangan hidrostatik dapat terganggu karena debit air tawar yang kecil dapat mengakibatkan air tanah tawar tidak mampu menekan air asin sehingga air asin menyusup ke daerah pantai. Debit air tanah dapat dipengaruhi oleh pengambilan air tanah secara berlebih untuk kebutuhan manusia sehingga menyebabkan menyusupnya air asin menuju daratan. Namun jika dilihat pada daerah penelitian, tidak dijumpai industri besar atau pun kepadatan penduduk yang tinggi sehingga dapat menyebabkan pengambilan air tanah yang berlebih. Menurut data Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi, jumlah penduduk di daerah tegaldlimo sebesar 63.235 jiwa. Maka kepadatan penduduknya sebesar 113 orang/km2. Menurut undang undang nomor 56 tahun 1960 kepadatan penduduk di derah ini tergolong kurang padat. Kepadatan penduduk yang rendah mengindikasikan bahwa tidak terdapat eksploitasi air tanah yang besar. Debit air tanah yang kecil dapat memicu air laut untuk menekan menuju daratan. Keadaan ini didukung dengan kondisi tanah yang mudah ditembus oleh air. Jenis tanah didaerah penelitian diantaranya adalah alluvial hidromorf, grumusol, mediteran merah, litosol, dan regosol. Semua jenis tanah pada daerah ini memiliki tekstur yang berpasir kecuali grumusol dan mediteran merah. Tekstur tanah yang berpasir memiliki pori yang lebih mudah meloloskan air. Sehingga air laut dapat bergerak mengisi tempat yang seharusnya ditempati oleh air tawar dengan mudah ketika kondisi air tawar tidak stabil. KESIMPULAN Berdasarkan seluruh rangkaian penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa debit air tanah yang diperoleh dari 3 sumur sampel adalah sebesar 1,01 liter/detik pada sumur 14, sumur 2 sebesar 1,35 liter/detik, dan sumur 22 sebesar 1,03 liter/detik. Berdasarkan Kriteria Klasifikasi Debit Air Tanah yang dikeluarkan Kementrian ESDM No.1451 K/10/ MEM/2000 maka dapat disimpulkan bahwa debit air tanah pada sumur yang diuji termasuk pada kriteria debit kecil. Berdasarkan nilai daya hantar listriknya, dari 25 sampel air tanah dijumpai 2 sampel air tanah yang dapat dikategorikan kedalam air tanah tawar, 9 sampel air tanah digolongkan kedalam air agak payau, serta 14 sampel air tanah digolongkan kedalam air payau. Uji regresi antara nilai DHL terhadap jarak dari garis pantai menunjukkan bahwa semakin jauh jarak sumur sampel dari garis pantai maka semakin kecil nilai DHLnya. Debit air tanah yang kecil pada daerah penelitian telah mengganggu keseimbangan hidrostatik sehingga air tanah tawar tidak mampu menekan air asin lalu menyebabkan air asin menyusup ke daerah pantai. Intrusi pada daerah penelitian juga didukung oleh lapisan tanah yang bersifat permeable sehingga air laut dapat bergerak mengisi pori-pori yang kosong. DAFTAR RUJUKAN Hendrayana, H. 2002. Intrusi Air Asin Ke Dalam Akuifer Di Daratan. Yogyakarta: Universitas Gajah mada. Junun Sartohadi, dkk. 2013. Pengantar Geografi Tanah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Kodoatie, R. J. 2012. Tata Ruang Air Tanah. Yogyakarta: Penerbit Andi. Kruseman, G.P., N.A. de Ridder, dan J.M. Verweij. 1991. Analysis and Evaluation of Pumping Test Data, 2nd ed. Wagenigen: ILRI. Notodihardjo, M. 2004. Pengelolaan Sumberdaya Air Tantangan dan Peluang. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan : Vol. 24 (2) : 104-114. PAM JAYA. Purnama, S. 2010. Hidrologi Air Tanah. Yogyakarta: Kanisius. Purnama, S. 2010. Hidrologi Air Tanah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Purnama, S. 2000. Bahan Ajar Geohidrologi. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada Setyowati, Dewi. 2007. Sifat Fisik Tanah Dan Kemampuan Tanah Meresapkan Air Pada Lahan Hutan, Sawah, Dan Permukiman. Jurnal Geografi UNNES Theis, C. V. 1935. The relation between the lowering of the piezometric surface and the rate and duration of discharge of a well using ground‐water storage. Eos, Transactions American Geophysical Union, 16(2), 519-524. Todd, D. K. 1980. Groundwater Hydrology. New York: John Wiley & Sons. Todd, J. 1955. The syndrome of Alice in Wonderland. Canadian Medical Association Journal, 73(9), 701. Utaya, S. 2013. Pengantar Hidrologi. Malang: Aditya Media Publishing
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas XI di SMA Negeri 2 Trenggalek
RINGKASAN Bintoro, Riyo. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas XI di SMA Negeri 2 Trenggalek. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd. M.Si., (2) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M. Si. Kata Kunci: Model Pembelajaran Project Based Learning, Kemampuan Berpikir Analitis Pendidikan saat ini perlu adanya peningkatan kualitas pembelajaran. Salah satunya kemampuan yang perlu dimiliki siswa yaitu kemampuan berpikir analitis. Kemampuan berpikir analitis dapat diperoleh melalui pembelajaran yang inovatif yang menjadikan siswa mampu menentukan hubungan logis, sehingga dapat menemukan penyebab serta solusi dari pemasalahan. Model Project Based Learning dapat membantu siswa untuk berpikir analitis dan menuntut siswa lebih aktif dengan membuat proyek sesuai dengan permasalahan yang diajukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI SMA Negeri 2 Trenggalek. Rancangan penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain postest only control grup design yang terdiri dari kelas eksperimen dan kontrol. Subyek penelitian ini yaitu kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data kemampuan berpikir analitis diperoleh dengan cara diberikan tes. Tes berupa soal essai sebanyak 5 butir. Setiap soal yang dikembangkan mengukur setiap aspek yang menadi indikator kemampuan berpikir analitis Teknik analisis data menggunakan SPSS 16.0 for windows. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa H0 ditolak, H1 diterima yang artinya model Project Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa SMA Negeri 2 Trenggalek. Kemampuan berpikir analitis kelas yang menggunakan model Project Based Learning memiliki nilai rata-rata (81,83) lebih tinggi dari kelas yang tidak menggunakan model Project Based Learning (58,38). Terjadinya pengaruh di kelas eksperimen disebabkan karena siswa terlatih untuk berani berpendapat, menemukan solusi atas permasalahan, mencari informasi yang valid, membuat kesimpulan dari informasi secara umum, dan melakukan evaluasi dalam proyek yang menuntut siswa bertanggung jawab secara individu atau kelompok. Bagi guru disarankan untuk menerapkan model Project Based Learning pada mata pelajaran geografi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari (kontekstual) untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa. Sementara bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengganti produk proyek yang dihasilkan oleh kelompok, serta menetapkan pokok bahasan yang sama. SUMMARY Bintoro, Riyo. 2019. Effect of Project-Based Learning (PjBL) in Student’s Analytical Thinking Skill of XI Grade Student at Senior High School 2 Trenggalek. Thesis, Geography Department, Social Science Faculty, Universitas Negeri Malang. Adviser: (I) Dr. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd. M.Si. (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si. Keywords: Analitycal Thinking Skill, Project-Based Learning The present education needed improvements in the quality of learning. One of the skill which was needed by students is analytical thinking skill. Analytical thinking skill could be achieved through an innovative learning which made student able to decide logical relationship, so student were able to discover the cause and solution of a problem. Project Based Learning might help student to think analytically and demand student to be more active by making an appropriate project based on fornulized question. This research aimed to investigate the effect of Project-Based Learning in student’s analytical thinking of XI grade students atsenior high school 2 Trenggalek. This research was a quasy experiment research with posttest only control group design which consisted of experiment and control group. The research subject was Senior High School 2 Trenggalek with XI IPS 1 as the experiment group and XI IPS 2 as the control group. The data collecting process for analytical thinking was collected through a test. The test consisted of 5 essay items. The data in this research was analyzed statisticaly by SPSS 16.0 for Windows program. The hyphothesis test was conducted by using T-Test. The result showed that the H0 was rejected and H1 was accepted which meant that Project based learning affected Senior High School 2 Trenggalek student’s analytical thinking skill. The mean score of analytical thinking skill in the experiment class was (81,83) higher than control class (58,83). The effect in the experiment class was caused by student was trained in bravely arguing, discovering solutions for problems, finding out valid information, concluding general information, project evaluating which demanded students to be responsible as an individual or in group. It was recomended for teachers to implement the Project Based Learning in geography subject which was related with daily life (contextual) to promote student’s analytical thinking. While for researcher, it was recomended to change the produced project product by groups and decide the same main topic discussion