SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
1629 research outputs found
Sort by
. Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi, Perhatian Orang Tua, Dan Jarak Tempat Tinggal Dengan Sekolah Terhadap Anak Putus Sekolah Pada Sekolah Pada Sekolah Dasar Di Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Barat
ABSTRAK Artono, Rodi. 2008. Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi, Perhatian Orang Tua, Dan Jarak Tempat Tinggal Dengan Sekolah Terhadap Anak Putus Sekolah Pada Sekolah Pada Sekolah Dasar Di Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Barat. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Timotius Suwarna, M.Pd., (II) Drs. Marhadi Slamet Kistianto, M.Si. Kata kunci: anak putus sekolah, sosial ekonomi. Dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting, di mana pendidikan merupakan proses pendewasaan diri seseorang untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian , kecerdasan , pengendalian diri, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dalam ber masyarakat . Salah satu program pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan yaitu dengan pelaksanaan program wajib belajar sembilan tahun di mana pada program tersebut mentargetkan 95% anak usia sekolah harus menempuh pendidikan sampai jenjang SMP, akan tetapi pada kenyataan di lapangan khususnya pada daerah penelitian terdapat fakta lebih dari 60% anak usia sekolah mengalami putus sekolah pada jenjang Sekolah Dasar. Pada Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Barat memiliki angka anak putus sekolah pada Sekolah Dasar yang lebih tinggi dalam satu kecamatan dibandingkan dengan desa-desa yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Hubungan kondisi sosial ekonomi terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, (2) Hubungan perhatian orang tua terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, (3) Hubungan jarak tempat tinggal dengan sekolah terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, (4) Pengaruh kondisi sosial ekonomi, perhatian orang tua, dan jarak tempat tinggal dengan sekolah terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, (5) Dari ketiga faktor di atas, manakah yang mempunyai pengaruh dominan terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar. Penelitian ini berbentuk penelitian korelasional. Teknik pengambilan sampel daerah menggunakan teknik purposive sampling yaitu sampel yang dipilih secara cermat dengan mengambil orang atau obyek penelitian yang selektif dan mempunyai ciri-ciri. Pengambilan sampel responden menggunakan teknik random sampling. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 115 orang. Jumlah sampel yang diambil 52 responden. Responden yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kepala keluarga (KK). Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi ganda untuk menguji hipotesis dan untuk mengetahui sumbangan efektif masing-masing variabel bebas. Hasil penelitian diperoleh bahwa (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara keadaan sosial ekonomi dengan anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis regeresi ganda diperoleh nilai koefisien regresi t yaitu thitung 3,355 > ttabel 2,0106 dengan probabilitas 0,002, (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara perhatian orang tua dengan anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis regersi ganda diperoleh nilai koefisien regresi t yaitu thitung 3,286 > ttabel 2,0106 dengan probabilitas 0,002, (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara jarak tempat tinggal dengan sekolah terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis regresi ganda diperoleh nilai koefisien regresi t yaitu thitung 2,419 > nilai ttabel 2,0106 dengan probabilitas 0,019, (4) Terdapat pengaruh yang signifikan antara keadaan sosial ekonomi, perhatian orang tua, dan jarak tempat tinggal dengan sekolah terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis regresi ganda dengan uji F diperoleh nilai Fhitung 31,179 > nilai Ftabel 2,80 dengan probabilitas 0,000, (5) Faktor yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar adalah kondisi sosial ekonomi, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis regresi ganda diperoleh nilai koefisien beta sebesar 40,3%. Berdasarkan hasil penelitian Pemerintah Kabupaten Lombok Barat disarankan (1) Usaha meningkatan kesejahtraan sosial ekonomi, (2) Meningkatkan perhatian masyarakat akan pentingnya pendidikan, (3) Meningkatkan keterjangkauan dengan perbaikan sarana dan prasarana penunjang berlangsungnya pendidikan. Bagi penelili lebih lanjut disarankan perlu penelitian lebih lanjut mengenai peningkatan kesejahtraan sosial ekonomi, guna dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dimasa depan
Pengaruh Metode Pemberian Tugas Luar Kelas (Membuat Peta Pikiran (Mind Map)) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 5 Malang
ABSTRAK Istikomah, Yunita. 2008. Pengaruh Metode Pemberian Tugas Luar Kelas (Membuat Peta Pikiran (Mind Map)) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 5 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, FMIPA Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd, (II) Drs. Timotius Suwarna, M.Pd. Kata kunci: Metode Pemberian Tugas, Peta Pikiran, Hasil Belajar Manusia dalam hidupnya selalu berpikir. Namun, pikiran manusia memiliki kelemahan yaitu kurang mampu mengingat sesuatu secara detil dalam waktu lama. Oleh sebab itu, tanpa mencatat atau mengulang-ulang untuk mengingatnya, manusia hanya mampu mengingat sebagian kecil saja informasi yang diterimanya tersebut. Dengan demikian, mencatat dapat meningkatkan daya ingat. Tetapi mencatat secara konvensional, yaitu mencatat kata per kata, baris demi baris, dalam bentuk kalimat dan paragraf belum tentu mampu meningkatkan cara bekerja otak. Cara mencatat seperti ini mengakibatkan banyak bahan luput dari pencatatan kita dan umumya lebih banyak terdiri dari kalimat dan kata-kata yang tidak penting. Hal ini membuat proses review (pendalaman) menjadi lama dan terhambat. Maka untuk itu perlu menambahkan hal baru dalam mencatat guna memudahkan siswa untuk belajar lebih menyenangkan dalam memahami materi pelajaran, yaitu dengan menerapkan pembelajaran peta pikiran (mind map). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan peta pikiran (mind map) terhadap hasil belajar siswa dalam bidang geografi. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasy experiment) menggunakan subjek kelas VIII-E sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-H sebagai kelas kontrol di SMPN 5 Malang tahun ajaran 2007/2008. Instrumen penelitian ini berupa prates dan pascates. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t, dengan menggunakan uji t independent samples dengan bantuan SPSS 13.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Dari hasil analisis diketahui bahwa nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen sebesar 30,37 sedangkan kelas kontrol sebesar 22,25 dengan nilai probabilitas (sig) 0,000 dan nilai t hitung 3,778. Dengan demikian, nilai probabiliatas 0,000 t tabel (1,991), maka hipotesis penelitian ini diterima, artinya ada pengaruh antara siswa yang menggunakan metode pemberian tugas membuat peta pikiran (mind map) dengan yang tidak menggunakan metode pemberian tugas membuat peta pikiran (mind map). Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, dikemukakan saran-saran sebagai berikut: (1) pembelajaran peta pikiran perlu dilakukan oleh guru bidang studi geografi karena dapat meningkatkan hasil belajar geografi siswa; (2) penelitian ini perlu dikembangkan untuk materi selain Unsur Fisik Wilayah Indonesia.
Persepsi Masyarakat Kecamatan Besuki terhadap tahap awal Pembangunan Jalan Lintas Selatan Pulau Jawa Kabupaten Tulungagung
ABSTRAK Sudarmini, yuyun, sri. 2007. Persepsi Masyarakat Kecamatan Besuki terhadap tahap awal Pembangunan Jalan Lintas Selatan Pulau Jawa Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sugeng Utaya, M,Si., (II) Drs. I Komang Astina M, Si. Kata kunci: persepsi, masyarakat, JLS Jalan Lintas Selatan pulau jawa mempunyai peran sangat penting untuk mempercepat kemajuan kawasan selatan Pulau Jawa. Dibangunnya Jalan Lintas Selatan (JLS) ini akan terbuka suatu hubungan baru Kabupaten Tulungagung dengan daerah lain. Pembangunan Jalan Lintas Selatan Tulungagung yang pada saat ini dilakukan untuk menindak lanjuti pembangunan ekonomi daerah Tulungagung. Semula ekonomi hanya berkembang daerah utara, diarahkan pada daerah selatan Tulungagung. Pembangunan fisik Jalan Lintas Selatan menentukankan persepsi masyarakat yang berbeda-beda karena hal itu berkaitan dengan kehidupan masyarakat secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan, sikap, motif bertindak masyarakat serta harapan masyarakat terhadap pembangunan JLS. Penelitian ini berifat deskriptif dengan mengambil dua sampel sebagai berikut. Sampel wilayah diambil secara porposif yaitu Desa Besole dan Keboireng. Sampel responden dalam penelitian ini sebanyak100 kk dari kedua desa tersebut. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tabulasi silang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat mempunyai pengetahuan yang baik sebanyak 93% tentang pembangunan Jalur Lintas Selatan. Masyarakat mempunyai sikap yang baik terhadap pembangunan Jalur Lintas Selatan sebesar (75%). Masyarakat yang mendukung pembangunan JLS sebesar (97%). Harapan sebelum JLS dibanguan 97% masyarakat menginginkan kemajuan daerahnya dalam bidang ekonomi. Harapan masyarakat pada saat pembangunan JLS berlangsung adalah aman, cepat selesai, dan diresmikan. Disekitar JLS dibuat kavling untuk usaha masyarakat, sebanyak 97%. Harapan masyarakat setelah JLS selesai dibanguan 95% masyarakat menginginkan diresmikan, agar masyarakat bisa cepat memanfaatkan, untuk dapat meningkatkan perekonomian, meningkatkan pariwisata daerah di Tulungagung selatan.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL GI (GROUP INVESTIGATION) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI POKOK BAHASAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN KELAS XI IPS III MAN TULUNGAGUNG I
ABSTRAK Su'ud, Mohamad Mambaus. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model GI (Group Investigation) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Geografi Pokok Bahasan Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan Kelas XI IPS III MAN Tulungagung I. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (II) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si. Kata Kunci: pembelajaran kooperatif model GI, aktivitas, hasil belajar Proses pembentukan kompetensi dikatakan efektif apabila seluruh peserta didik terlibat secara aktif baik mental, fisik, maupun sosial. Pada pendekatan pembelajaran kontekstual, siswa dituntut mampu menemukan sendiri fenomena yang terdapat di lingkungan mereka yang berkaitan dengan materi pembelajaran di kelas. Pengalaman siswa secara langsung dapat meningkatkan hasil belajar serta keberhasilan proses. Data hasil observasi awal menunjukkan; 1) pada aktivitas hanya terdapat 28,87% siswa mencapai taraf keberhasilan dan 2) pada hasil belajar hanya terdapat 33,33% siswa tuntas belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu diterapkan pembelajaran yang mampu mengarahkan siswa untuk menemukan sendiri di lapangan tentang materi yang telah didapat di kelas. Alternatif pembelajaran tersebut adalah penerapan pembelajaran kooperatif model GI (Group Investigation) yang bertujuan meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Tahapan pembelajaran model GI (Group Investigation) adalah tahap pengelompokkan dan pemilihan topik, tahap perencanaan, tahap investigasi, tahap pengorganisasian, serta tahap evaluasi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model GI (Group Investigation) pada pokok bahasan "Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan". Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan. Teknik pengumpulan data aktivitas siswa menggunakan lembar observasi aktivitas siswa, sedangkan hasil belajar dengan menggunakan tes pada akhir setiap siklus. Data tersebut dianalisis dengan perhitungan rata-rata dan persentase yang kemudian diartikan secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di MAN Tulungagung I, jalan Mastrip, Beji, Boyolangu, Tulungagung, dengan subjek siswa kelas XI IPS III yang berjumlah 42 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa meningkat dari sebelum tindakan ke siklus I, dan dari siklus I ke siklus II, di mana persentase keberhasilan aktivitas siswa pada saat sebelum tindakan adalah 28,37% meningkat pada siklus I mencapai 50,00%, dan mencapai 83,33% pada silklus II. Peningkatan persentase juga ditunjukkan pada ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal, dimana persentase ketuntasan belajar sebelum tindakan adalah 33,33%, meningkat pada siklus I mencapai 59,52% dan 88,09% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif model GI (Group Investigation) dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa siswa kelas XI IPS III MAN Tulungagung I. Pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran di awal pelaksanaan pembelajaran GI (Group Investigation) perlu disampaikan oleh guru.Tetapi sebelum materi disampaikan, guru perlu melakukan tes awal untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi, sehingga batas penyampaian guru dapat disesuaikan. Pembelajaran GI (Group Investigation) dapat diterapkan pada materi yang bersifat analitik yang lain, misalkan pada kompetensi dasar; "Menganalisis Hidrosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Bumi, Menganalisis Sebaran Hewan dan Tumbuhan, Mengidentifikasi Jenis-Jenis SDA dan Pemanfaatannya". Penyususnan lembar investigasi perlu dibuat secara sistematis dan lebih mudah dipahami siswa
lokasi Waktu Kerja Dan Sumbangan Ekonomi Terhadap Pendapatan Keluarga Tenaga Kerja Wanita Harian Pabrik Rokok Gudang Garam Di Kecamatan Kota Kediri
ABSTRAKYustiningsih, Mey. 2007. Alokasi Waktu Kerja Dan Sumbangan EkonomiTerhadap Pendapatan Keluarga Tenaga Kerja Wanita Harian PabrikRokok Gudang Garam Di Kecamatan Kota Kediri. Skripsi, JurusanPendidikan Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Singgih Susilo, M.S,M.Si, (II) Drs. Marhadi Slamet K, M.Si.Kata Kunci: Alokasi waktu kerja, sumbangan ekonomi, tenaga kerja wanita.Wanita memiliki peranan dan kedudukan dalam masyarakat sebagaipenyokong kehidupan rumah tangga, dimana wanita mempunyai 2 peran gandadalam kegiatan kerja yaitu dalam melakukan pekerjaan rumah tangga dan disisilain bekerja dengan tujuan mendapatkan pendapatan atau penghasilan.Pendapatan kepala keluarga yang minim sekitar Rp 500.000,00 - Rp 600.000,00perbulan atau masih di bawah UMR Kota Kediri yaitu Rp 640.000,00 perbulanmenjadikan para wanita atau ibu rumah tangga terjun langsung untuk membantumencari nafkah demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik di sektorpemerintahan, pertanian maupun industri.Permasalahan pada penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana rata-rataalokasi waktu kerja?, (2) Bagaimana rata-rata alokasi waktu sampingan?,(3) Bagaimana rata-rata waktu luang yang digunakan untuk keluarga?,(4) Bagaimana rata-rata besarnya pendapatan?, (5) Bagaimana rata-rata besarnyasumbangan atau remitensi untuk keluarga?, (6) Bagaimana hubungan antaramasa kerja dengan pendapatan?, (7) Bagaimana hubungan antara macam-macamborongan dengan pendapatan?, (8) Bagaimana hubungan antara pendapatandengan sumbangan?Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal yang berhubungandengan tenaga kerja wanita harian pabrik rokok Gudang Garam bagian produksiborongan di Kecamatan Kota Kediri meliputi: (1) Rata-rata alokasi waktu kerja,(2) Rata-rata alokasi waktu sampingan, (3) Rata-rata waktu luang yangdigunakan untuk keluarga, (4) Rata-rata besarnya pendapatan, (5) Rata-ratabesarnya sumbangan atau remitensi untuk keluarga, (6) Hubungan antara masakerja dengan pendapatan, (7) Hubungan antara macam-macam borongan denganpendapatan, (8) Hubungan antara pendapatan dengan sumbangan.Metode penelitian ini adalah metode deskriptif, sedangkan metode yangdigunakan adalah bersifat survey mengambil sampelnya 126 responden darijumlah populasi sebanyak 418 dengan menggunakan teknik ProportionalRandom Sample. Pengambilan datanya menggunakan 3 metode, yaitu observasi,wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Data yang sudah didapatkan akandianalisis dengan menggunakan analisis persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata alokasi waktu kerjayang digunakan oleh tenaga kerja wanita harian pabrik rokok Gudang Garambagian produksi borongan di Kecamatan Kota Kediri adalah 6 jam perhari atau36 jam perminggu, (2) Rata-rata alokasi waktu sampingan yang digunakan olehtenaga kerja wanita harian pabrik rokok Gudang Garam bagian produksiborongan di Kecamatan Kota Kediri adalah 4 jam perhari atau 24 jamiiperminggu, (3) Rata-rata alokasi waktu luang yang digunakan oleh tenaga kerjawanita harian pabrik rokok Gudang Garam bagian produksi borongan diKecamatan Kota Kediri adalah 18 jam perhari atau 108 jam per minggu,(4) Rata-rata besarnya pendapatan tenaga kerja wanita harian pabrik rokokGudang Garam bagian produksi borongan di Kecamatan Kota Kediri adalahRp 125.333,00 perminggu, (5) Rata-rata remitensi atau besarnya sumbanganyang diberikan oleh keluarga tenaga kerja wanita harian pabrik rokok GudangGaram bagian produksi borongan di Kecamatan Kota Kediri adalahRp 101.889,00 perminggu, (6) Bahwa antara masa kerja dengan pendapatanmemiliki hubungan positif dan erat, yang mana antara keduanya salingmempengaruhi, (7) Bahwa antara macam-macam borongan dengan pendapatanmemiliki hubungan positif dan erat, yang mana antara keduanya salingmempengaruhi, (8) Bahwa antara pendapatan dengan sumbangan memilikihubungan yang positif dan erat, yang mana antara keduanya salingmempengaruhi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG (Direct Instruction) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PETA PADA SISWA KELAS VII SMP TERBUKA 05 MALANG
ABSTRAKLestari, Sri Muji. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Peta Pada Siswa Kelas VII SMP Terbuka 05 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si. M.Si, (II) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd.Kata Kunci : Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction), Keterampilan Membaca PetaHasil observasi yang dilakukan di SMP Terbuka 05 Malang, menunjukkan bahwa selama ini pembelajaran IPS-Geografi pada materi peta, guru hanya menjelaskan pengertian peta dan komponen-komponennya secara singkat dan tidak menjelaskan informasi yang terdapat pada peta tersebut. Hal ini menyebabkan kurangnya kemampuan siswa menunjukkan letak suatu tempat/lokasi geografis, kurangpahamnya siswa tentang orientasi peta (menentukan arah pada peta), kurangnya kemampuan siswa dalam mengartikan simbol-simbol yang ada pada peta, dan kemampuan siswa dalam mengungkapkan informasi yang ada sangat kurang. Metode yang sering digunakan oleh guru dalam pembelajaran terbatas pada ceramah saja. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang studi IPS-Geografi SMP Terbuka 05 Malang yaitu Ibu Nunuk Wijayanti yang dilakukan pada tanggal 28 Maret 2009 diperoleh informasi bahwa keterampilan siswa kelas VII dalam membaca peta masih rendah. Hal itu dibuktikan dengan skor rata-rata hasil penilaian produk pada pra tindakan yang dilakukan peneliti pada tanggal 06 April 2009, diperoleh skor rata-rata siswa sebesar 53,88 dengan ketuntasan keterampilan membaca peta sebesar 32%, sedangkan Standar Ketuntasan Minimum (SKM) yang ditetapkan SMP Terbuka 05 Malang sebesar 65. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca peta. Keterampilan membaca peta meliputi: (1) keterampilan membaca dan menjelaskan informasi pada peta dan (2) keterampilan mengubah ukuran peta. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2009. Subyek penelitian yaitu siswa kelas VII yang berjumlah 25 siswa SMP Terbuka 05 Malang. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Satu siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Masing-masing pertemuan terdiri dari 2 jam pelajaran. Alokasi waktu 1 jam pelajaran terdiri dari 40 menit. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi, lembar kerja produk, lembar catatan lapangan, dan pedoman wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membaca peta siswa mengalami peningkatan mulai dari pra tindakan ke siklus 1 dan siklus 1 ke siklus 2. Rata-rata keterampilan membaca peta siswa pada pra tindakan sebesar 53,88 pada siklus 1 meningkat menjadi 65,6 dan pada siklus 2 meningkat menjadi 75,08. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) dapat meningkatkan keterampilan membaca peta siswa. Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) sebaiknya diterapkan oleh guru Geografi karena dapat meningkatkan keterampilan membaca peta siswa
Kondisi Industri Penyulingan Minyak Atsiri Di Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek Ditinjau Dari Aktivitas Dan Karakteristik.
ABSTRAK Tamam, Nur. 2009. Kondisi Industri Penyulingan Minyak Atsiri Di Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek Ditinjau Dari Aktivitas Dan Karakteristik. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si., (II) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si. Kata kunci: industri, penyulingan minyak atsiri, aktivitas, karakteristik. Jenuhnya kesempatan kerja dan rendahnya pendapatan sektor pertanian, membuat sebagian penduduk desa berusaha mencari pekerjaan tambahan di luar sektor pertanian contohnya dengan mendirikan usaha sendiri. Di Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek, sebagian penduduknya memiliki usaha di bidang industri penyulingan minyak atsiri. Bahan baku yang digunakan dalam industri penyulingan minyak atsiri adalah daun cengkeh, nilam (dilem), akar wangi dan bunga kenanga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1).Karakteristik industri, 2).Perolehan bahan baku, dan 3).Pemasaran hasil industri penyulingan minyak atsiri di Kecamatan Munjungan. Penelitian ini menggunakan metode survey dan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Dalam penelitian ini populasi berjumlah 252 pemilik industri, sedangkan sampel yang diteliti berjumlah 63 pemilik industri. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa 1).Mengenai karakteristik industri penyulingan minyak atsiri diketahui sebagian besar pemilik industri memiliki pengalaman usaha sekitar 4 tahun bahkan lebih. Penerapan teknologi dan penyerapan sejumlah tenaga kerja juga telah dilakukan oleh pemilik industri tersebut. Modal awal yang digunakan untuk pembuatan industri penyulingan minyak atsiri rata-rata 21-25 juta rupiah dengan peningkatan modal sebagian besar industri mampu mencapai 30 % setiap tahunnya. 2).Pasokan bahan baku seperti nilam, daun cengkeh dan akar wangi yang diperoleh dari hasil perkebunan sendiri, petani setempat dan pengepul, cukup mengakomodasi kebutuhan industri. 3).Untuk pemasaran, hampir semua industri menjual hasil industrinya ke pengepul dan dalam setiap pemasaran dapat diketahui bahwa industri selalu meraup keuntungan yang besar. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa industri penyulingan minyak atsiri di Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek merupakan industri yang mapan, mandiri, dan memiliki tingkat produktivitas tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar produktivitas dan skala industri penyulingan minyak atsiri di Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek semakin ditingkatkan lagi. Pemerintah juga lebih memperhatikan perkembangan industri kecil dan menengah dengan memberikan bantuan yang diperlukan untuk pengembangan usaha industri
Pengaruh Jarak Sumur dari Pantai Terhadap Salinitas Air Sumur Penduduk di Wilayah Pesisir Kecamatan Gayam Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep
ABSTRAK Sofiana, Maria. 2007. Pengaruh Jarak Sumur dari Pantai Terhadap Salinitas Air Sumur Penduduk di Wilayah Pesisir Kecamatan Gayam Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Rudi Hartono, M.Si. (2) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si. Kata kunci: akifer, jarak sumur dari pantai, salinitas air sumur Wilayah pesisir merupakan kawasan yang sangat strategis dan berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat karena memiliki berbagai keunggulan fisiografis. Kecamatan Gayam merupakan wilayah pesisir dengan perkembangan wilayah khususnya di bidang permukiman berkembang sangat pesat. Perkembangan permukiman dengan segala fasilitasnya mengakibatkan jumlah kebutuhan akan air tanah semakin meningkat. Apabila hal tersebut terjadi dapat menyebabkan penurunan muka air tanah (drawdown) yang mengakibatkan air asin masuk ke dalam akifer di daratan, sehingga air sumur penduduk terasa payau atau terasa asin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salinitas pada tiap-tiap titik sampel, mengetahui pengaruh jarak sumur dari pantai terhadap kadar salinitas, serta mengetahui arah aliran air tanah berdasarkan kontur air tanah di Kecamatan Gayam. Penelitian ini menggunakan metode survei. Metode pengambilan sampelnya dilakukan secara sistematik (systematic sampling) dengan cara membuat sistem grid yang dimodifikasi. Sampel yang diambil sebanyak 35 sumur pada tiap-tiap desa di Kecamatan Gayam. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar garam air sumur pada tiap-tiap titik sampel terjadi tidak merata di Kecamatan Gayam dan dibagi menjadi dua zona air tanah, yaitu: (1) zona air tanah tawar dengan nilai salinitas antara 0,00%-0,04% dan DHL sebesar 0,370 mS/cm - 0,970 mS/cm, sehingga termasuk dalam kategori tingkat salinitas rendah, (2) zona air tanah payau dengan nilai salinitas 0,09%-0,55% dan DHL sebesar 3,000 mS/cm - 10,00 mS/cm dan termasuk dalam kategori tingkat salinitas sedang. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa rhitung > rtabel dengan rhitung = -0,597 dan rtabel = 0,430. Ini menunjukkan bahwa variasi jarak mempunyai korelasi yang rendah atau berkorelasi sempurna negatif terhadap kadar salinitas di Kecamatan Gayam atau sebesar 36% variasi salinitas dipengaruhi oleh variabel jarak, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain (kondisi fisik). Berdasarkan peta kontur air tanah Kecamatan Gayam dapat diketahui bahwa arah aliran air tanah di wilayah tersebut yaitu menyebar menuju pantai. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar penanganan dan pencegahan intrusi air laut perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh, hal ini agar intrusi air laut tidak terus berkembang ke arah yang lebih buruk.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI-IPS 2 SEMESTER 2 MAN 1 SUMENEP PADA MATERI MENGANALISIS PEMANFAATAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP
ABSTRAK Misbahudholam, M. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Student Teams Achievement Division (STAD) untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Geografi Siswa Kelas XI-IPS 2 Semester 2 MAN I Sumenep pada Materi Menganalisis Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si. Kata Kunci: pembelajaran kooperatif model STAD, keaktifan belajar siswa Hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 20 dan 21 November 2008 di kelas XI-IPS 2 MAN 1 Sumenep diketahui bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) masih didominasi oleh guru, sedang siswa hanya duduk, mendengar dan mencatat. Sehingga siswa terlihat kurang aktif siswa kurang aktif belajar mencapai 64,04% dan siswa yang aktif belajar mencapai 35,96% dalam kelas. Sedangkan siswa yang aktif dalam bertanya (26,31%), berpendapat (21,05%), dan menjawab pertanyaan (31,58%) pada saat pembelajaran berlangsung. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Salah satunya dengan penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Geografi Siswa Kelas XI-IPS 2 Semester 2 MAN I Sumenep pada Materi Menganalisis Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas ini, peneliti terlibat langsung dalam proses penelitian mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan data. Kegiatan pembelajaran terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengambilan data dilaksanakan dengan observasi dan tes tulis. Penelitian dilaksanakan di kelas XI-IPS 2 MAN I Sumenep dengan jumlah siswa 38 orang, pada materi Menganalisis Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada peningkatan keaktifan kelompok dan keaktifan belajar siswa kelas XI-IPS 2 semester 2 MAN I Sumenep ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase keaktifan kelompok sebesar 59,34% (cukup) pada siklus I meningkat menjadi 82,45% (sangat baik) pada siklus II. Sedangkan keaktifan belajar siswa pada siklus I sebesar 60,30% kemudian meningkat menjadi 83,30% pada siklus II. Bertitik tolak dari penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat meningkatkan manfaat dan pengembangan produk yang akan datang diajukan adalah: (1) guru perlu menerapkan metode pembelajaran kooperatif model STAD sebagai salah satu metode alternatif dalam kegiatan pembelajaran, (2) perlu adanya pengelolaan kelas yang lebih baik terutama dalam mengatasi siswa yang sering membuat ramai dan gaduh, sehingga pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan lancar, (3) guru perlu mempersiapkan ringkasan materi pelajaran pada siswa agar semua siswa mempunyai bahan untuk belajar, (4) guru perlu mengatur pengelolaan waktu yang tepat sehingga semua kegiatan pembelajaran model STAD dapat terlaksa dengan baik, (5) perlu adanya observer laki-laki dan perempuan dalam penelitian sehingga situasi kelas dapat dikendalikan