104612 research outputs found
Sort by
Lai-Massey Cipher Designs
This book provides the first extensive survey of block ciphers following the Lai-Massey design paradigm. After the introduction, with historical remarks, the author structures the book into a chapter on the description of the PES, IDEA and other related ciphers, followed by a chapter on cryptanalysis of these ciphers, and another chapter on new cipher designs. The appendices include surveys of cryptographic substitution boxes and of MDS codes. This comprehensive treatment can serve as a reference source for researchers, students and practitioners
Sistem Deteksi Rel Patah Menggunakan Laser
Kereta api merupakan salah satu transportasi umum favorit masyarakat. Beberapa tahun belakangan, jumlah penumpang dan frekuensi perjalanan kereta api semakin meningkat. Akibatnya, rel kereta api semakin sering dilintasi. Rel merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam perjalanan kereta api. Jika kondisi tersebut tidak ditangani maka rel bisa mengalami kerusakan. Apabila rel mengalami kerusakan pada konstruksinya maka kereta api yang melintasinya dapat mengalami kecelakaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sistem deteksi kerusakan rel menggunakan sinar laser. Kerusakan rel yang diteliti berupa rel patah sehingga menimbulkan suatu celah pada rel tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan merancang sebuah purwarupa yang telah dipasangi sebuah sensor jarak berbasis laser yang bernama VL53L0X. Sensor ini akan membaca jarak rel yang telah diatur sejauh 50 milimeter. Untuk mengetahui apakah rel terdapat celah atau tidak, maka perlu mengetahui ambang batas ukur atau threshold. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dasarnya semua kondisi celah dengan lebar ? 2 mm mampu dibaca oleh sensor VL53L0X yang posisinya berjarak ? 30 mm dari badan rel setelah ditemukan threshold-nya. Tetapi tidak semua celah dan jarak sensor menghasilkan pengukuran yang ideal. Hasil pengujian yang ideal diperoleh saat sensor berjarak 50 mm dari badan rel
ANALISIS KEBUTUHAN LAYANAN PENJUALAN ONLINE DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KANO PADA WEBSITE PERUSAHAAN STARTUP EXPERT COURSE
Expert Course merupakan salah satu produk dari Yayasan Bina Teknologi dan Pendidikan Indonesia yang merupakan marketplace dengan mempertemukan pengajar dan pelajar. Produk yang dihasilkan oleh marketplace Expert Course berupa layanan bimbingan belajar untuk mahasiswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tingkat universitas (http://expertcourse.net). Dengan berkembangnya teknologi dan perubahan perilaku atau kebiasaan masyarakat terhadap kegiatan belajar, membuat banyaknya bisnis serupa yang mulai bermunculan. Hal ini membuat Expert Course perlu memperbaiki dan meningkatkan layanan penjualan online untuk menjaga eksistensinya.
Dilihat dari masalah yang dihadapi perusahaan, penlitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi true customer needs dari layanan penjualan online Expert Course menggunakan integrasi e-SQ dan model Kano agar diketahui prioritas kebutuhan pelanggan untuk meningkatkan kualitas layanan online. Atribut kebutuhan diidentifikasi dengan melakukan wawancara kepada pelanggan dengan memperhatikan dimensi pada e-SQ yang menghasilkan voice of customer. Tingkat kepuasan pelanggan diukur menggunakan kuesioner e-SQ, lalu kemampuan atribut mempengaruhi kepuasan pelanggan dikategorikan menggunakan model Kano.
Dari 20 atribut kebutuhan, terdapat 17 atribut yang belum mampu memenuhi harapan pelanggan. Setelah melakukan pengintegrasian e-SQ dan model Kano dari 20 atribut, didapatkan 16 atribut yang perlu ditingkatkan (true customer needs), tiga atribut yang perlu dipertahankan, dan satu atribut yang dapat diabaikan
Atribut yang termasuk dalam true customer needs perlu ditingkatkan dengan memperhatikan urutan prioritas peningkatan, dengan begitu Expert Course bisa mengalokasikan sumber daya terbatas untuk meningkatkan pelayanan dengan optimal
PERANCANGAN SISTEM BISNIS ONLINE BERBASIS SISTEM INFORMASI WEBSITE PADA PERKEBUNAN MANGGA XYZ INDRAMAYU
Kebun mangga XYZ merupakan jenis usaha yang bergerak pada bidang pangan, khususnya mangga. Jangkauan pasar dalam penjualan mangganya sangat sempit hanya kepada kenalan dan keluarga terdekat pemilik usaha. Serta perkebunan ini masih menggunakan cara-cara konvensional dalam menjalankan bisnisnya, sehingga cukup memakan banyak waktu dalam setiap prosesnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mememperluas jangkauan pasar penjualan mangga kebun mangga XYZ. Oleh karena itu, dibuatkan sistem informasi website sebagai media penjualan online untuk dapat menjangkau pasar lebih luas. Kemudian dilakukan perhitungan efisiensi dan usabilitas menggunakan System Usability Scale (SUS) untuk mengetahui apakah sistem informasi yang dibuat lebih efektif dibandingkan dengan bisnis eksisting.
Hasil perhitungan efisiensi menunjukan bahwa bisnis usulan dinilai lebih efisien karena memiliki rara-rata nilai efisiensi lebih tinggi dibandingkan dengan bisnis eksistin, yaitu sebesar 77%. Kemudian hasil perhitungan usabilitas didapatkan hasil akhir yaitu 84,75 yang berarti usulan masuk dalam kategori acceptable dan layak untuk diimplementasikan
Software Process Improvement and Capability Determination: 18th International Conference, SPICE 2018, Thessaloniki, Greece, October 9–10, 2018, Proceedings
This volume constitutes the refereed proceedings of the 18th International Conference on Software Process Improvement and Capability Determination, SPICE 2018, held in Tessaloniki, Greece, in October 2018.
The 26 full papers presented were carefully reviewed and selected from 40 submissions. The papers are organized in the following topical sections: SPI systematic literature reviews; SPI and assessment; SPI methods and reference models; SPI education and management issues; SPI knowledge and change processes; SPI compliance and configuration; SPI and agile; industry short papers
ANALISIS DAN PERANCANGAN MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI DIREKTORAT SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS TELKOM DENGAN MENGGUNAKAN INDEKS KEAMANAN INFORMASI (KAMI) PADA AREA PENGELOLAAN ASET INFORMASI, TEKNOLOGI DAN KEAMANAN INFORMASI
Informasi merupakan aset yang sangat berharga bagi sebuah lembaga baik lembaga pemerintah maupun swasta termasuk dalam hal ini adalah Direktorat SISFO yang merupakan Direktorat pada salah satu institusi Perguruan Tinggi swasta. Maka dari itu pengamanan informasi harus dilakukan dengan sebaik mungkin. Sumber daya yang memadai dan cukup harus dialokasikan untuk melindungi aset informasi melalui penyelenggaraan kebijakan keamanan sistem informasi yang terukur sesuai dengan standar yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai kajian untuk mengetahui tingkat kesiapan pengamanan sistem informasi institusi berdasarkan Indeks KAMI yang merupakan sebuah alat untuk menganalisa tingkat kesiapan pengamanan informasi yang dibuat oleh Kemkominfo pada tahun 2011. Indeks KAMI merupakan suatu alat evaluasi yang digunakan untuk menganalisa tingkat kesiapan pengamanan informasi di organisasi. Evaluasi dilakukan terhadap beberapa area yang memenuhi aspek keamanan informasi yang didefinisikan dalam standar ISO/IEC 27001 yang merupakan suatu standard yang dipublikasikan oleh International Standard Organization dan International Electrotechnical Commission, standar tersebut menyediakan rekomendasi best practice terhadap manajemen keamanan informasi dan pemeliharaan SMKI pada organisasi. Hasil analisis penilaian indeks KAMI menunjukan bahwa kategori Sistem Elektronik tergolong tinggi dan status kesiapan pada area pengelolaan asset informasi, teknologi dan kemanan informasi dilevel II dengan hasil skor dua area 160 skor dari 645 total skor. Pada tingkatan ini menjelaskan bahwa kondisi dasar dari kerangka kerja penerapan keamanan informasi yang masih belum melakukan dokumentasi diseluruh area. Direktorat Sisfo belum memenuhi penerapan keamanan informasi sehingga diperlukan perbaikan dengan meningkatkan kontrol keamanan yang terdokumentasi dan terstruktur
Enterprise Modeling
This book offers practical advice on managing enterprise modeling (EM) projects and facilitating participatory EM sessions. Modeling activities often involve groups of people, and models are created in a participatory way. Ensuring that this is done efficiently requires dedicated individuals who know how to organize modeling projects and sessions, how to manage discussions during these sessions, and what aspects influence the success and efficiency of modeling in practice. The book also includes a summary of the theoretical background to EM, although participatory modeling can also be used in conjunction with other methods that are not made for EM, such as those made for goal-oriented requirements engineering and information systems analysis. The first four chapters present an overview of enterprise modeling from various viewpoints (including methods, processes and organizational challenges), providing a background for those that need to refresh their basic knowledge. The next six chapters form the core of the book and detail the roles and competences needed in an EM project, typical stakeholder behaviors and how to handle them, tools and methods for managing participatory modeling and facilitation, and how to train modeling experts for these social aspects of modeling. Lastly, a concluding chapter presents a summary and an outlook on current research in participatory EM. This book is intended for anybody who wants to learn more about how to facilitate participatory modeling in practice and how to set up and carry out EM projects. It does not require any in-depth knowledge about specific EM methods and tools, and can be used by students and lecturers for courses on participatory modeling, and by practitioners wanting to extend their knowledge of social and organizational topics to become an experienced facilitator and EM project manager
PENGEMBANGAN PROGRAM AFTER SALES SERVICE PT ZATALINI CIPTA PERSADA MENGGUNAKAN APLIKASI BERBASIS WEB DALAM PROYEK KERJASAMA DENGAN PT PERTAMINA PEMASARAN
PT Zatalini Cipta Persada merupakan perusahaan yang bergerak dibidang penyedia dan
reparasi peralatan seperti alat ataupun produk Instrumentasi , sistem control dan
otomasi dari merek-merek termuka dengan jaminan dari Manufacturer. PT Zatalini
Cipta Persada menerapkan layanan after sales service dalam proyek kerjasama dengan
PT Pertamina Pemasaran. Layanan after sales service yang digunakan masih semidigital sehingga layanan after sales service kurang begitu baik dirasakan seperti
kurangnya informasi yang masuk kepada pelanggan, kurangnya respon perusahaan
pada saat pemanggilan service, dan tidak formal pada saat pembelian ataupun
pemanggilan service. Oleh karena itu dibuatkan sistem aplikasi yang dapat melakukan
layanan after sales service berbasis web menggunakan metode agile. Metode agile
terdiri dari tahap identifikasi masalah, pengumpulan data, Business Process
Reengineering, perancangan dan pengujian. Perancangan aplikasi layanan after sales
service mencakup layanan pemanggilan teknisi, pengajuan pengembalian barang dan
laporan.
Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan menggunakan metode black box testing,
dimensi yang digunakan untuk mengevaluasi adalah ISO 9126 dengan menguji
beberapa karakteristik untuk melakukan pengujian terhadap kualitas sebuah perangkat
lunak diantaranya aspek functionality, reliability, usability, efficiency, maintainability,
dan probability. Teknik yang digunakan dalam pengujian adalah penyebaran kuesioner
kepada 10 pengguna aplikasi, sistem aplikasi telah sesuai dengan yang diharapkan dan
dapat berjalan baik.
Kata Kunci: Aplikasi, after sales service, Metode Agile, ISO 912
PERENCANAAN PENGELOLAAN SUKU CADANG MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED SPARES DAN ANALISIS SAFETY STOCK PADA MESIN PRES DI PT XYZ
PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri otomotif yang
memproduksi suku cadang sepeda motor. Salah satu komponen yang dibuat PT XYZ
yaitu Guide Comp Level K1AA. Dalam kegiatan memproduksi suatu komponen
terdapat permasalahan yang harus diperhatikan salah satunya mesin Pres yang
memiliki frekuensi kerusakan mesin yang tinggi yang menyebabkan permintaan
ketersediaan suku cadang harus selalu tersedia agar proses perbaikan maupun
penggantian subsistem atau komponen mesin tidak terhambat, sehingga masalah
kerusakan mesin dapat terselesaikan tanpa hambatan ketersediaan suku cadang. Mesin Pres terdiri dari sistem elektrikan dan mekanikal yang masing-masing sistem
terdiri dari subsistem secara berurutan sebanyak enam subsistem dan sepuluh
subsistem. Dengan menggunakan matriks risiko, didapatkan subsistem kritis yang
paling sering mengalami kerusakan yaitu Brake dan Pelatuk. Kemudian dilakukan uji
distribusi data kerusakan dengan output subsistem Brake dan Pelatuk berdistribusi
weibull, selanjutnya melakukan perhitungan kebutuhan persediaan suku cadang pada
masing-masing subsistem untuk satu tahun mendatang dengan output tujuh unit suku
cadang pada masing-masing subsistem untuk satu tahun, dengan masing-masing batas
minimal persediaan yaitu satu unit subsistem tersedia di persediaan, dan masing- masing subsistem dipesan kembali ketika persediaan yang tersedia berjumlah dua unit
dengan jumlah persekali pesan empat unit untuk subsistem Brake dan tiga unit untuk
subsistem Pelatuk. Dari usulan kebijakan ini didapatkan biaya yang dikeluarkan
untuk persediaan suku cadang Brake dalam satu tahun yaitu sebesar Rp2.607.500,00
dan untuk suku cadang Pelatuk sebesar Rp2.203.333,00
Machine Learning: A Practical Approach on the Statistical Learning Theory
This book presents the Statistical Learning Theory in a detailed and easy to understand way, by using practical examples, algorithms and source codes. It can be used as a textbook in graduation or undergraduation courses, for self-learners, or as reference with respect to the main theoretical concepts of Machine Learning. Fundamental concepts of Linear Algebra and Optimization applied to Machine Learning are provided, as well as source codes in R, making the book as self-contained as possible.
It starts with an introduction to Machine Learning concepts and algorithms such as the Perceptron, Multilayer Perceptron and the Distance-Weighted Nearest Neighbors with examples, in order to provide the necessary foundation so the reader is able to understand the Bias-Variance Dilemma, which is the central point of the Statistical Learning Theory.
Afterwards, we introduce all assumptions and formalize the Statistical Learning Theory, allowing the practical study of different classification algorithms. Then, we proceed with concentration inequalities until arriving to the Generalization and the Large-Margin bounds, providing the main motivations for the Support Vector Machines.
From that, we introduce all necessary optimization concepts related to the implementation of Support Vector Machines. To provide a next stage of development, the book finishes with a discussion on SVM kernels as a way and motivation to study data spaces and improve classification results