SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1785 research outputs found
Sort by
Pengembangan Bahan Ajar Sel Elektrokimia sebagai Penuntun Pembelajaran Berbasis Inkuiri dengan Strategi OE3R
RINGKASAN Shabrin, Alfina. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Sel Elektrokimia sebagai Penuntun Pembelajaran Berbasis Inkuiri dengan Strategi OE3R. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Sutrisno, M. Si., (2) Muhammad Muchson, S. Pd., M. Pd. Kata Kunci: Bahan Ajar, Inkuiri, Strategi OE3R, Sel Elektrokimia. Kimia merupakan salah satu proses menyelidiki (inquiry) yang meliputi mengobervasi, merumuskan masalah, melakukan percobaan dan pengamatan, menganalisis data, serta membuat kesimpulan hingga menghasilkan produkproduk sains. Pembelajaran pada kurikulum 2013 memadukan kemampuan literasi, kecakapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Beberapa kemampuan tersebut berkembang melalui model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan materi pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk memahami konsep ilmiah adalah inkuiri. Strategi OE3R dirancang berdasarkan adaptasi strategi inkuiri yang dianggap mampu membantu siswa dalam membangun konsep secara mandiri. Namun, beberapa bahan ajar yang beredar belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruk konsep terutama pada materi sel elektrokimia sehingga siswa mengalami kesulitan memahami materi tersebut. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti melakukan pengembangan bahan ajar materi sel elektrokimia berbasis inkuiri dengan strategi pembelajaran OE3R. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar materi sel elektrokimia berbasis inkuiri dengan strategi pemebalajaran OE3R, dan mengetahui kelayakan bahan ajar yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D oleh Thiagarajan dkk (1974), terdiri dari define (membatasi), design (merancang), develop (mengembangkan), dan disseminate (mendiseminasikan). Penelitian yang dilakukan hanya sebatas sampai pada tahap D yang ketiga yaitu develop (mengembangkan). Bahan ajar divalidasi dengan menggunakan instrumen lembar validasi berupa angket dan lembar catatan atau saran oleh satu orang dosen jurusan kimia dan dua orang guru kimia. Hasil analisis data bahan ajar yang telah dikembangkan dinyatakan sangat layak untuk digunakan dengan persentase sebesar 82,8%. Bahan ajar yang dikembangkan disarankan untuk dilakukan uji empiris sehingga diketahui keefektifan bahan ajar apabila diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas
Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E yang Dikombinasikan dengan Make a Match Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI SMA Pada Materi Asam Basa
Sebagian besar konsep materi kimia bersifat abstrak dan seringkali disampaikan secara berurutan dari yang sederhana menuju ke kompleks. Materi kimia menuntut siswa untuk banyak menghafal dan memahami konsep-konsep yang ada. Banyaknya konsep yang harus dipelajari, menjadikan siswa mengalami kesulitan dalam mempelajarinya. Salah satu materi yang dianggap sulit adalah materi asam basa. Asam basa merupakan materi kimia yang disampaikan di kelas XI SMA pada semester genap. Masalah yang sering ditemukan dalam pembelajaran materi asam basa adalah siswa kesulitan untuk membedakan asam basa menurut beberapa teori, mengidentifikasi asam basa kuat, dan menghitung derajat keasaman (pH). Salah satu upaya untuk mengatasi kesulitan siswa dalam mempelajari materi asam basa adalah merubah proses pembelajaran satu arah menjadi dua arah yang berfokus kepada siswa (student centered) dengan mengacu pada pendekatan kontruktivistik. Model pembelajaran yang bersifat student centered serta mengacu pada pendekatan konstruktivistik adalah Learning Cycle 5E dan model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan adalah Make a Match. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) mendeskripsikan keterlaksanaan model pembelajaran kelas LC 5E-Make a Match, (2) mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan dengan LC 5E-Make a Match dan siswa yang dibelajarkan dengan LC 5E pada materi asam basa.Rancangan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan eksperimen semu (quasy experimental design). Penelitian ini melibatkan dua kelas sebagai sampel penelitian. Satu kelas digunakan sebagai kelas eksperimen dan satu kelas digunakan sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa model pembelajaran LC 5E-Make a Match dan kelas kontrol diberi perlakuan berupa model pembelajaran LC 5E saja. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Kepanjen pada kelas XI MIPA 3 dan XI MIPA 4 yang masing-masing berjumlah 36 siswa. Kedua kelas tersebut diberikan materi yang sama yaitu materi asam basa dengan model pembelajaran berbeda. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Silabus, RPP, UKBM, dan Kartu Berpasangan, tes dan lembar observasi keterlaksanaan proses pembelajaran. Data yang diperoleh berupa penilaian keterlaksanaan proses pembelajaran dan hasil belajar dari tes. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan uji-t pada signifikansi α = 0,05 dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keterlaksanaan model pembelajaran pada siswa yang dibelajarkan dengan LC-Make a Match memiliki rata-rata sebesar 95,86%. (2) Terdapat perbedaan hasil belajar kognitif antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC 5E-Make a Match dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC 5E. Rata-rata hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC 5E-Make a Match (=84,06) lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC 5E saja (=79,89). Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada materi asam basa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC 5E-Make a Match lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan LC 5E
Virtual Screening Senyawa Turunan Alkaloid sebagai Inhibitor Enzim Protease Epstein-Barr Virus Strain B95-8 dengan Metode Molecular Docking
Epstein-Barr Virus (EBV) merupakan jenis γ-herpes virus dari famili Herpesviridae. Infeksi akibat EBV menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai kissing disease. Virus tersebut diklasifikasikan sebagai virus berbahaya karena laten dan mampu menginduksi penyakit kronis lainnya, terutama kanker. Enzim protease EBV strain B95-8 merupakan salah satu protein penyusun kapsid. Protein ini berperan penting dalam proses perakitan virion di nukleus dan menyebarkannya dari satu sel ke sel yang lain. Dengan demikian, enzim ini berpotensi untuk dijadikan sebagai target yang dapat diinhibisi. Inhibisi protease EBV akan menghentikan perakitan virus baru yang berdampak pada pemutusan siklus hidup virus. Salah satu senyawa potensial yang bisa dijadikan sebagai inhibitor adalah senyawa turunan alkaloid. Senyawa tersebut melimpah dan memiliki atom N heterosiklik yang diharapkan dapat menyumbang ikatan hidrogen saat diinteraksikan dengan enzim. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh senyawa turunan alkaloid yang berpotensi sebagai inhibitor enzim protease EBV strain B95-8 dengan metode molecular docking, mengaji interaksi yang terjadi antara senyawa turunan alkaloid hasil virtual screening dengan enzim protease dari EBV strain B95-8, menganalisis potensi aktivitas biologi senyawa turunan alkaloid hasil virtual screening menggunakan webserver PASS server, menganalisis profil senyawa turunan alkaloid berdasarkan Aturan Lipinski, dan menghitung prediksi konstanta inhibisi (Ki) berdasarkan nilai binding affinity. Penelitian ini dapat membantu proses desain obat untuk kissing disease, tepatnya pada tahap penemuan obat. Tahapan tersebut menjadi lebih cepat dan hemat biaya, sehingga dapat disebut sebagai langkah pemotongan jalur desain obat.Penelitian ini termasuk ke dalam jenis deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan cara membandingkan binding affinity hasil molecular docking dan visualisasi molekul senyawa turunan alkaloid dengan enzim protease EBV strain B95-8. Penelitian ini dimulai dengan tahap studi literasi yang relevan. Molecular docking dilakukan dengan pendekatan blind docking dan specific docking menggunakan software PyRx 0.9.5. Senyawa turunan alkaloid yang memiliki binding affinity bagus dengan dua pendekatan tersebut dijadikan sebagai kandidat obat potensial dan divisualisasikan untuk melihat interaksi yang terjadi. Analisis aktivitas biologi dilakukan untuk melihat potensi senyawa turunan alkaloid sebagai antivirus. Profil senyawa turunan alkaloid dianalisis berdasarkan Rule of 5 (Ro5) untuk mengetahui kecocokan senyawa sebagai obat oral. Prediksi Ki kemudian dihitung berdasarkan nilai binding affinity yang dijadikan sebagai acuan eksperimen secara in vitro atau in vivo.Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa dehidroevodiamina berpotensi sebagai inhibitor enzim protease EBV strain B95-8 terbaik. Senyawa dehidroevodiamina memiliki nilai binding affinity -9,8 kkal/mol pada penggunaan teknik blind docking dan -7,3 kkal/mol pada penggunaan teknik specific docking saat Root Means Square Deviation (RMSD) 0 Å. Scoring binding affinity tersebut termasuk ke dalam kategori bagus, sebab nilainya di bawah 0 kkal/mol. Hasil visualisasi molecular docking enzim protease EBV strain B95-8 dengan senyawa dehidroevodiamina menggunakan software Edu PyMOL, LIGPLOT+, dan Discovery Studio mengilustrasikan adanya ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik. Analisis PASS Server menunjukkan nilai Probability activity (Pa) senyawa tersebut 0,431 untuk anti-picornavirus. Riwayat tersebut bisa dijadikan sebagai pedoman untuk mengembangkan senyawa dehidroevodiamina sebagai antivirus, terutama untuk EBV. Senyawa dehidroevodiamina memiliki identitas profil sesuai dengan Ro5. Dengan demikian, senyawa ini layak dijadikan sebagai kandidat obat oral. Nilai prediksi Ki pada keadaan Standard Temperature and Pressure (STP) yang didapatkan dari blind docking dan spesific docking sebagai acuan uji in vitro atau in vivo, masing-masing sebesar 1,42673x10-8 dan 1,431479x10-6
HUBUNGAN ANTARA KESADARAN DIRI (SELF-AWARENESS) DENGAN PRESTASI BELAJAR KIMIA SISWA SMAN KOTA MALANG
Astrid, Nurmayasari. 2019. Hubungan antara Kesadaran Diri (Self-Awareness) dengan Prestasi Belajar Kimia Siswa SMAN Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Darsono Sigit, M.Pd., (II) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd.Kata Kunci: kesadaran diri, prestasi belajar kimia, siswa SMAN Kota MalangPeningkatan kualitas belajar siswa baik dalam proses maupun prestasi perlu diupayakan agar diperoleh hasil pendidikan dengan kualitas yang baik. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas proses belajar adalah menumbuhkan kesadaran diri dalam diri siswa. Kesadaran diri sangat diperlukan dalam proses pembelajaran dan diduga berkorelasi kuat dengan prestasi belajar siswa. Kesadaran diri yang dimiliki siswa dapat diukur berdasarkan indikator-indikatornya, yakni attention, wakefulness, architecture, recall of knowledge, emotive, novelty, emergence, dan selectivity & subjectivity. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kesadaran diri siswa SMAN Kota Malang dalam pembelajaran Kimia dan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara tingkat kesadaran diri siswa dengan prestasi belajarnya.Rancangan penelitian yang digunakan adalah korelasional deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN Kota Malang yang kemudian dengan teknik cluster sampling dan random sampling diperoleh sampel sejumlah 194 siswa yang berasal dari SMAN 1 Malang, SMAN 5 Malang, SMAN 6 Malang, dan SMAN 8 Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket (kuesioner) dan dokumentasi. Angket yang digunakan untuk mengukur kesadaran diri siswa sudah valid dan reliabel. Prestasi belajar diwakili oleh nilai rapor kimia pada semester ganjil 2018/2019. Teknik analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif menggunakan bantuan program Microsoft Excel dan hipotesis diuji dengan uji korelasi Pearson Product Moment serta diperoleh koefisien korelasi yang digunakan sebagai dasar pengambilan kesimpulan dengan melibatkan beberapa asumsi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa selectivity and subjectivity adalah indikator yang paling dominan dalam mengukur kesadaran diri siswa SMAN Kota Malang. Hasil tersebut memiliki makna bahwa siswa dapat mengkoordinasi pikirannya secara langsung pada setiap waktu guna melakukan suatu kegiatan. Hasil berikutnya dari penelitian ini adalah ada hubungan positif yang signifikan antara tingkat kesadaran diri siswa dengan prestasi belajar kimianya. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,315. Hubungan positif ini memiliki makna bahwa semakin tinggi tingkat kesadaran diri siswa maka semakin tinggi pula prestasi belajarnya. Peneliti menyarankan agar guru kimia perlu menambahkan aspek kesadaran diri (self-awareness) kedalam tujuan pembelajaran guna meningkatkan prestasi belajar siswa
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Learning Cycle 5E yang diperkaya Augmented Reality pada Materi Bentuk Molekul
ABSTRAKAsiyah, Zulfa Mukhtari. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Learning Cycle 5E Yang Diperkaya Augmented Reality Pada Materi Bentuk Molekul. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pembimbing: (I) Dr. H. Yahmin, S.Pd., M.Si., (II) Dr. Munzil, S.Pd., M.Si.Kata Kunci: Bentuk Molekul, Learning Cycle 5E, Augmented RealityKesulitan yang terjadi dalam pembelajaran kimia tidak hanya bersumber dari materi yang memiliki konsep yang abstrak. Materi yang memiliki daya abstrak tinggi ini memiliki variasi pembelajaran yang sedikit sehingga menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami materi. Diperlukan penggunaan media dapat membangkitkan motivasi siswa dengan meningkatnya keaktifan dan minat siswa terhadap materi tersebut. Media tersebut menggunakan teknologi augmented reality yang dipadukan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E yang dapat membantu siswa untuk berpikir secara kritis dan mandiri dengan lima tahapan yaitu engagement, exploration, explanation, elaboration, dan evaluation. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Learning Cycle 5E yang diperkaya augmented reality pada materi Bentuk Molekul. Bahan ajar tersebut sejalan dengan tuntutan Kurikulum 2013 karena pembelajaran berpusat pada peserta didik terutama dalam memahami materi Bentuk Molekul.Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model yang dikemukakan oleh William W. Lee & Diana L. Owens yang terdiri atas lima tahap: (1) penilaian/analisis (asessment/analysis) yang terdiri dari analisis kebutuhan (need asessment) dan analisis awal akhir (front-end analysis) meliputi analisis karakteristik siswa, pengkajian materi, lingkungan, hingga biaya, (2) desain (design) pada tahap ini meliputi perancangan produk, (3) produksi/pengembangan (development) pada tahap ini produk dikembangkan kemudian diuji validasi oleh ahli dan guru serta uji keterbacaan pada siswa, (4) implementasi (implementation), dan (5) evaluasi (evaluation). Dikarenakan keterbatasan waktu dan biaya, penelitian terbatas sampai tahap ketiga yaitu pengembangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan termasuk dalam kategori layak dengan persentase (a) validasi materi sebesar 81%, (b) persentase validasi media sebesar 79%, dan (c) persentase uji keterbacaan sebesar 86%. Berdasarkan nilai persentasi hasil validasi dan uji keterbacaan dapat disimpulkan bahwa bahan ajar dapan digunakan sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran kimia khususnya materi bentuk molekuk di dalam dan di luar kelas
SINTESIS, KARAKTERISASI, DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TURUNAN-TURUNAN MINYAK BIJI BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L.)
ABSTRAKSanti, Yulistiyowati. 2019. Sintesis, Karakterisasi, dan Uji Aktivitas Antibakteri Turunan-Turunan Minyak Biji Bunga Matahari (Helianthus Annuus L.). Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sutrisno, M.Si., (II) Rini Retnosari, S.Pd., M.Si.Kata kunci: Minyak biji bunga matahari, sabun kalium, asam lemak, metil ester, antibakteri.Minyak merupakan trigliserida yang banyak berasal dari biji tanaman. Biji bunga matahari merupakan salah satu sumber penghasil minyak keempat yang paling banyak digunakan di dunia. Selain itu, minyak biji bunga matahari mengandung asam lemak tak jenuh sebesar 85%. Asam lemak merupakan salah satu turunan trigliserida yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit infeksi. Penyakit infeksi semakin berkembang akibat resistensi bakteri. Trigliserida dilaporkan tidak memiliki aktivitas antibakteri karena strukturnya yang relatif besar dan panjang. Oleh karena itu, perlu dilakukan sintesis turunan trigliserida yaitu sabun kalium, asam lemak, dan metil ester untuk mengetahui aktivitasnya sebagai senyawa antibakteri.Penelitian ini dilakukan secara deskriptif eksperimental melalui tiga tahapan yaitu: 1) karakterisasi dan identifikasi minyak biji bunga matahari, 2) sintesis, karakterisasi dan identifikasi turunan trigliserida yaitu sabun kalium, asam lemak dan metil ester, 3) pengujian sifat antibakteri turunan trigliserida terhadap bakteri gram negatif (Escherichia coli) dan bakteri gram positif (Staphylococcus aureus). Secara umum, karakterisasi meliputi karakter fisik (wujud, warna, titik didih, titik lebur, indeks bias, massa jenis, viskositas, kelarutan) dan fisikokimia (bilangan asam, bilangan penyabunan, bilangan ester). Identifikasi struktur menggunakan spektroskopi IR dan analisis GC-MS. Minyak biji bunga matahari berwarna kuning, berwujud cair dengan titik didih 193 ºC, massa jenis 0,93 g/cm3, indeks bias 1,47, viskositas 37,72 cSt, larut dalam kloroform dan n-heksana, bilangan asam 0,77, bilangan penyabunan 189,06, dan bilangan ester 188,29. Minyak biji bunga matahari mengandung asam linoleat (49,57%), asam 11-oktadekenoat (39,09%), asam palmitat (9,06%) dan asam stearat (2,28%). Sabun kalium berwarna putih, berwujud padat dengan titik leleh 167-184 ºC, larut dalam air dan metanol. Asam lemak berwarna kuning, berwujud cair dengan titik didih 201 ºC, massa jenis 0,94 g/cm3, indeks bias 1,46, viskositas 57,30 cSt, larut dalam metanol, kloroform dan n-heksana, bilangan asam 171,35, bilangan penyabunan 176,73, dan bilangan ester 5,38. Metil ester berwarna kuning, berwujud cair dengan titik didih 185 ºC, massa jenis 0,89 g/cm3, indeks bias 1,45, viskositas 4,34 cSt, larut dalam kloroform dan n-heksana, bilangan asam 0,98, bilangan penyabunan 210,96, dan bilangan ester 209,98. Sabun kalium, asam lemak dan metil ester dalam konsentrasi 2% dan 1% bersifat aktif sebagai antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus kecuali metil ester 1% tidak aktif terhadap S. aureus
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN METAKOGNITIF PREPARING, DOING, CHECKING, ASSESSING AND FOLLOWING-UP (PDCA) TERHADAP PENGETAHUAN METAKOGNITIF DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI MIPA SMAN 1 TUREN PADA MATERI ASAM BASA
RINGKASANMauliana, Safitri. 2019. Pengaruh Strategi Pembelajaran Metakognitif Preparing, Doing, Checking, Assessing and Following-Up (PDCA) terhadap Pengetahuan Metakognitif dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI MIPA SMAN 1 Turen pada Materi Asam Basa. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Parlan, M.Si. (2) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd.Kata Kunci: strategi metakognitif PDCA, pengetahuan metakognitif, prestasi belajar, asam basaProses belajar yang dilakukan siswa dalam memahami materi asam basa secara utuh dan sistematis tidak akan lepas dari kemampuan metakognif yang dimiliki. Siswa yang memiliki pengetahuan metakognitif tinggi akan memiliki pemahaman yang mendalam mengenai suatu materi serta memiliki penguasaan yang baik dalam mengolah pengetahuannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah strategi pembelajaran metakognitif PDCA berpengaruh terhadap pengetahuan metakognitif dan prestasi belajar siswa.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan eksperimental semu dengan pretest-posttest control group design. Teknik penentuan sampel dilakukan secara cluster random sampling. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 6 sebagai kelas kontrol di SMAN 1 Turen. Data hasil penelitian meliputi data tes kemampuan awal, hasil belajar, dan pengetahuan metakognitif siswa. Teknik analisis data menggunakan uji hipotesis (uji-t, uji Mann Whitney, uji Wilxocon Sign Rank), dan uji korelasi (Product-moment dan Spearman). Instrumen yang digunakan terdiri dari 9 butir soal kognitif yang dilengkapi dengan tes pengetahuan metakognitif mempunyai reliabilitas sangat tinggi yakni 0,892, serta angket MAI yang mempunyai reliabilitas sangat tinggi yakni sebesar 0,900.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran metakognitif PDCA berpengaruh terhadap pengetahuan metakognitif dan prestasi belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat hasil uji hipotesis yang memiliki nilai signifikansi kurang dari 0,05, serta kombinasi dari dua parameter (d-effect size dan rerata N-Gain) dimana hasil d-effect size masuk dalam kriteria tinggi (3,09) dan rerata N-Gain termasuk dalam kriteria sedang (0,56). Nilai rata-rata keterlaksanaan kegiatan pembelajaran dari pertemuan pertama hingga pertemuan keempat pada kelas SM-PDCA dan kelas EP berturut-turut sebesar 90,39% dan 94,98% dengan kategori sangat baik. Rata-rata persentase tingkat pengetahuan metakognitif pada kelas SM-PDCA menunjukkan bahwa sebesar 70% siswa memiliki tingkat pengetahuan metakognitif sedang, 19,33% dalam kategori tinggi, dan 10,33% dalam kategori rendah. Pada kelas EP tingkat pengetahuan metakognitif sedang sebesar 72%, pada tingkat tinggi sebesar 8,33%, dan pada tingkat rendah sebesar 19,33%. Penelitian pada uji korelasi antar variabel menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara prestasi belajar dengan pengetahuan metakognitif siswa, begitu juga dengan pengetahuan deklaratif, pengetahuan prosedural, dan pengetahuan kondisional. Namun pada MAI, tidak terdapat hubungan antara hasil MAI terhadap prestasi belajar siswa
ISOLASI MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA, SIFAT FISIKA, DAN KOMPONEN UTAMANYA
ABSTRAK Prasetyawati, Yuli. 2018. Isolasi Minyak Atsiri dari Bunga Kenanga, Sifat Fisika, dan Komponen Utamanya. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Aman Santoso, M.Si. (II) Rini Retnosari, S.Pd., M.Si. Kata kunci: destilasi, bunga kenanga, minyak atsiri. Indonesia adalah negara yang mampu menghasilkan 40 jenis minyak atsiri dari 70 minyak atsiri di dunia. Salah satu tumbuhan yang menghasilkan minyak atsiri dan tumbuh baik di Indonesia adalah tumbuhan kenanga. Bunga kenanga dapat menghasilkann minyak atsiri yang saat ini banyak digunakan di berbagai industri. Namun saat ini minyak kenanga harganya relatif lebih rendah daripada minyak atsiri lainnya. Ini dikarenakan kurangnya mutu dari minyak kenanga karena bahan baku yang kurang diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui rendemen minyak atsiri hasil destilasi air bunga kenanga, (2) mengetahui sifat fisika minyak kenanga, (3) mengetahui komponen-komponen yang terdapat pada minyak kenanga. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium penelitian Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu (1) Destilasi Minyak Atsiri (2) Karakterisasi Minyak Kenanga, (3) Identifikasi komponen Minyak Kenanga dengan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) destilasi bunga kenanga meghasilkan minyak kenanga dengan rendemen 0,171155 % (2) minyak kenanga yang dihasilkan memiliki sifat fisika yaitu memiliki bau segar khas bunga kenanga, berwarna kuning muda, memiliki indeks bias sebesar 1,494, dan berat jenisnya sebesar 0,9699 g/ml (3) Hasil identifikasi GC-MS komponen-komponen penyusun minyak bunga kenanga pada penelitian ini adalah 1-metoksi-4-metil-benzena (10,95 %), linalool (27,32 %), geraniol (4,88 %), neryl asetat (8,36 %), trans-caryophylenne (23,40 %), α-humulene (7,69 %), germacrene (9,27 %), dan farnesene (3,65 %)
Efektivitas Penerapan Modul Kimia Berbasis Scientific Approach pada Materi Koloid Terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Persepsi Siswa Kelas XI SMAN 01 Gondanglegi
ABSTRAK Badi’a, Robikhatul. 2019. Efektivitas Penerapan Modul Kimia Berbasis Scientific Aprroach Pada Materi Koloid Terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Persepsi Siswa Kelas XI SMAN 01Gondanglegi.Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Hj.Endang Budiasih, M.S (II) Drs.Muhammad Su’aidy, M.Pd Kata Kunci : Scientific Approach , koloid, hasil belajar kogitif, persepsi siswa Koloid adalah salah satu materi pokok kimia SMA yang harus dipelajari peserta didik kelas XI semester II. Konsep-konsep dalam materi sistem koloid sebagian bersifat abstrak, dan sebagian konkrit yang sering berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Karakteristik materi yang demikian, menuntut adanya fasilitas yang menunjang proses pembelajaran serta sesuai dengan kurikulum yang sedang berlaku. Keterlaksanaan suatu pembelajaran dapat didukung dengan adanya sarana pembelajaran yang relevan. Salah satu sarana pembelajaran yang dapat digunakan adalah bahan ajar berupa modul. Amanatul Jannah (2018) telah mengembangkan modul pembelajaran pada materi koloid berbasis scientific approach namun hanya dibatasi pada tahap pengembangan saja, sehingga belum pernah diuji efektivitasnya. Berdasarkan hasil paparan di atas peneliti akan menguji efektivitas implementasi modul yang dikembangkan oleh Amanatul, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah menguji efektivitas modul kimia berbasis Scientific Approach pada hasil belajar kognitif dan persepsi siswa SMAN 01 Gondanglegi. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI MIA SMAN 01 Gondanglegi kemudian diambil dua kelas secara ramdom sampling dengan jumlah 60 siswa yang meliputi 30 siswa kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa kelas XI MIA 3 sebagai kelas kontrol. Data penelitian meliputi keterlaksanaan pembelajaran, nilai post--test yang dijadikan sebagai hasil belajar kognitif, serta persepsi siswa. Data keterlaksanaan belajar diukur melalui teknik observasi selama proses pembelajaran, data nilai post-test diukur menggunakan analisis statistik uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-T dengan berbantuan program SPSS 15.0 for Windows, sedangkan data persepsi siswa pada modul diukur menggunakan teknik angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keterlaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen memperoleh rata-rata persentase sebesar 90,18% sedangkan pada kelas kontrol memperoleh rata-rata persentase sebesar 89,32%. (2) Berdasarkan analisis statistik uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang pembelajarannya menggunakan modul kima berbasis scientific approach dengan siswa yang pembelajarannya tanpa menggunakan modul kima berbasis scientific approach pada materi koloid. Rata-rata hasil belajar kognitif siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi (78,00) dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar kognitif siswa pada kelas kontrol (72,63). (3) Persepsi siswa terhadap isi modul kimia berbasis scientific approach dan pembelajarannya memiliki kategori yang baik. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa modul kimia berbasis Scientific Approach materi koloid yang dikembangkan oleh Amanatul Ummah ini efektif terhadap pembelajaran siswa kelas XI MIA SMAN 01 Gondanglegi.
Pengembangan Instrumen Diagnostik Four-Tier untuk Siswa SMA pada Materi Hidrolisis Garam
RINGKASAN Winartiasih. 2019. Pengembangan Instrumen Diagnostik Four-Tier untuk Siswa SMA pada Materi Hidrolisis Garam. Skripsi. Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Habiddin, M.Pd., Ph.D (II) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, pemahaman konseptual, diagnostik four-tier, hidrolisis garam Pemahaman konsep kimia dibangun dari pemahaman konsep-konsep sebelumnya dengan konsep baru sehingga konsep-konsep dalam kimia saling terkait satu dengan yang lain atau hirarkis. Materi pembelajaran kimia di SMA terdiri dari materi yang bersifat submikroskopik (abstrak), makroskopik (dapat dilihat dengan panca indra), dan simbolik (berupa simbol). Ketiga multirepresentasi tersebut sulit dipahami siswa secara seimbang, khususnya materi yang bersifat submikroskopik (abstrak). Salah satu materi kimia yang mencakup ketiga multirepresentasi tersebut adalah hidrolisis garam. Kesulitan siswa dalam memahami konsep-konsep kimia terutama konsep hidrolisis garam dapat mengakibatkan hasil belajar siswa rendah dan dapat menimbulkan kesalahan pemahaman. Apabila berlangsung secara konsisten akan menimbulkan miskonsepsi. Salah satu cara untuk mengetahui tingkat pemahaman dan miskonsepsi siswa adalah dengan menggunakan instrumen diagnostik. Namun, instrumen diagnostik yang dikembangkan sebelumnya masih terdapat beberapa kelemahan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen diagnostik four-tier dan menguji kelayakan dari instrumen yang dikembangkan. Pengembangan instrumen ini menggunakan prosedur yang dikembangkan oleh Habiddin dan Page (2019) yang mengadaptasi dari model pengembangan two-tier oleh Treagust. Prosedur penelitian dan pengembangan ini terdiri atas 6 tahapan yaitu 1) mapping concept, 2) testing and interviewing, 3) defining student’s unscientific ideas, 4) developing the prototype of a four-tier, 5) validating the prototype four-tier, dan 6) refining the final four-tier. Produk yang dihasilkan pada penelitian dan pengembangan ini adalah tes pilihan ganda empat tingkat (four-tier multiple choice diagnostic test) yang terkait dengan konsep-konsep pada materi hidrolisis garam sehingga dapat digunakan untuk mendiagnosis kesalahan konsep siswa pada materi hidrolisis garam, instrumen diagnostik four-tier disertai pertanyaan tingkat keyakinan (confidence rating) terhadap masing-masing jawaban (question tier) dan alasan (reason tier). Tes pilihan ganda empat tingkat (four-tier multiple choice diagnostic test) yang dikembangkan meliputi tiga multirepresentasi yaitu submikroskopik, makroskopik, dan simbolik disertai dengan skala tingkat keyakinan 1-5 yaitu hanya menebak, tidak yakin, moderat, yakin, dan sangat yakin. Berdasarkan hasil analisis validitas kelayakan ditinjau dari ranah kesesuaian butir soal terhadap materi, konstruksi, dan kebenaran konsepsi, diperoleh persentase sebesar 81,79% dan reliabilitas pada A tier, R tier, dan B tier masing-masing 0,764; 0,813; dan 0,851 dengan kategori sangat layak