1,721,280 research outputs found
Variasi Tindak Tutur Dalam Cerpen “Tergoda” Karya Dewi Anggraeni
Cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra kreatif. Sebagi karya sastra kreatif, cerpen mengungkapkan hidup dan kehidupan manusia yang dikemas secara imajiner dan menggunakan bahasa yang indah. Peristiwa hidup dan kehidupan manusia yang ada dalam cerpen diungkapkan oleh tokoh. Keberadaan tokoh dalam sebuah cerpen sangatlah penting. Aneka peristiwa kehidupan yang terjadi pada tokoh dan atau antartokoh dapat diketahui melalui tindak tutur tokoh. Jalan cerita, jalinan cerita, peristiwa dalam cerita diketahui dan dinikmati oleh pembaca dari tindak tutur tokoh. Aneka macam tindak tutur tokoh yang ada dalam cerpen menunjukkan aneka peristiwa yang terjadi dalam cerpen. Salah satu daya pikat atau daya tarik cerpen adalah dari tindak tutur tokoh. Hal ini tercermin juga dalam cerpen “Tergoda” karya Dewi Anggraeni
PANDANGAN DUNIA DEWI ANGGRAENI DALAM NOVEL MY PAIN MY COUNTRY: KAJIAN STRUKTURALISME GENETIK LUCIEN GOLDMANN (DEWI ANGGRAENI’S WORLD VIEW IN MY PAIN MY COUNTRY: LUCIEN GOLDMANN GENETIC STRUCTURALISM STUDY)
Abstract Dewi Anggraeni’s World View in My Pain My Country: Lucien Goldmann Genetic Structuralism Study. This research aims to uncover human facts, collective subject, the structure of the novel My Pain My Country, which illustrates the character's problems, both concerning other characters and the environment, and the worldview expressed by the author as part of a social class group supported by Dewi Anggraeni's authorship helped to reconstruct the author's worldview. The analysis uses genetic structuralism with a dialectical method based on the concept of understanding and explanation in finding coherence of meaning. The data source is Dewi Anggraeni’s novel ”My Pain My Country”. The results showed that the author described “My Pain My Country” as human facts through geographical, sociological, psychological, historical, and ideological facts. Dewi Anggraeni describes the collective subject in two different social classes, namely the Chinese ethnic group to be described as the capitalists and indigenous people as the proletarians. The structure of “My Pain My Country” was constructed by relating the characters and the environment. The author represented the relationship between the characters in human opposition. Meanwhile, the relationship between the characters and the environment were represented through natural, social and cultural oppositions. The structure of the novel reflected the Dewi Anggraeni’s worldview as a form of sympathy, not only towards the victims of the 1998 tragedy from Chinese but also towards the lower middle class of indigenous people; and world views on nationalism, justice, and Chinese integration. Key words: genetic structuralism, human fact, world view Abstrak Pandangan Dunia Dewi Anggraeni dalam Novel My Pain My Country: Kajian Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fakta kemanusiaan; subjek kolektif; struktur novel My Pain My Country yang menggambarkan permasalahan tokoh, baik dalam hubungannya dengan tokoh lain maupun dengan lingkungannya; dan pandangan dunia yang diekspresikan pengarang sebagai bagian dari kelas sosial yang didukung oleh jejak kepengarangan yang turut merekonstruksi pandangan dunia Dewi Anggraeni. Analisis menggunakan strukturalisme genetik dengan metode dialektik yang berdasarkan pada konsep pemahaman dan penjelasan dalam menemukan koherensi makna. Sumber data adalah novel My Pain My Country karya Dewi Anggraeni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel My Pain My Country sebagai fakta kemanusiaan digambarkan pengarang melalui fakta geografis, sosiologis, psikologis, historis, dan ideologis. Subjek kolektif dimunculkan Dewi Anggraeni dalam dua kelas sosial yang berbeda, yaitu kelompok etnis Tionghoa yang digambarkan sebagai kaum kapitalis dan pribumi sebagai proletar. Struktur novel My Pain My Country dibangun oleh hubungan antartokoh, serta tokoh dan lingkungan. Hubungan tokoh dan tokoh digambarkan dalam oposisi manusia. Sementara itu, hubungan tokoh dan lingkungan digambarkan melalui oposisi alamiah, sosial, dan kultural. Struktur novel itu merefleksikan pandangan dunia Dewi Anggraeni sebagai wujud keprihatinan, baik terhadap korban tragedi 1998 dari Tionghoa maupun kelompok menengah ke bawah, serta pandangan tentang nasionalisme, keadilan, dan integrasi Tionghoa. Kata-kata kunci: strukturalisme genetik, fakta kemanusiaan, pandangan duni
PENGARUH FASILITAS BELAJAR DAN DISIPLIN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PADA SISWA DI SMK NEGERI 44 JAKARTA
ABSTRACT
DEWI ANGGRAENI. 8105132136. The Influence of Learning Facilities and Discipline Learning to Student Results in SMKN 44 Jakarta
This study aims to determine whether there is an influence between Learning Facilities and Discipline Learning of Student Results in SMKN 44 Jakarta. This research was conducted for four months starting from February until May 2017. The research method used survey method with causality approach. The population of this study were all students in SMK Negeri 44 Jakarta which amounted to 381. The population of the kelly is Students kels XI Administration
Office of 85 Students. The sample used in this research is 68 students by using proportional random technique. Y variable data (Learning Outcomes), X1 (Learning Facility) and X2 (Discipline Learning) is the primary data with the instrument used is a questionnaire using the Likert scale model. Data analysis technique using SPSS 22.0, from result of F test in ANOVA table yield Fcount (50,065)> Ftable (3,14), this means X1 and X2 simultaneously affect to Y. Test t produce X1 count (6,615)> ttable ( 1.67), because tcount> ttable, it can be concluded that there is a positive and significant influence between Learning Facility to Learning Outcomes. Then thitung X2 (5,773)> ttable (1.67), Because thitung> ttable, it can be concluded that there is a positive and significant influence between the Learning Discipline of Learning Outcomes. Then the determination coefficient test obtained results 0.606 or 39.4%, variable Y is determined by X1 and X2. Based on the analysis of multiple regression equation obtained equation Y = 29,138 + 0,353X1 + 0,924X2. The value of R2 of 0.606 which means that the variable Learning Outcome kdipengaruhi by Learning Facility and Discipline Learning variables of 60.6% and the remaining 39.4% influenced by other variables that are not researched.
Keywords: Learning Outcomes, Learning Facilities, Learning Discipline
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK FOUR-TIER PADA SUB-KONSEP TERMODINAMIKA DI SMAN 1 REJOTANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Identifikasi Miskonsepsi Siswa Menggunakan Tes Diagnostik Four-Tier Pada Sub-Konsep Termodinamika di SMAN 1 Rejotangan Kabupaten Tulungagung” ini ditulis oleh Maya Dewi Anggraeni, NIM. 12211183011, Progam Studi Tadris Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan dosen pembimbing Husni Cahyadi Kurniawan, M.Si.
Kata Kunci: Miskonsepsi, Tes diagnostik four-tier, Termodinamika.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh siswa yang masih belum bisa memahami konsep fisika dengan baik. Salah satu faktor yang membuat siswa kesulitan memahami konsep fisika dengan baik adalah adanya kesalahan prakonsepsi yang dibentuk siswa sehingga menyebabkan terjadinya miskonsepsi. Oleh karena itu miskonsepsi menjadi subjek yang perlu diperhatikan guna meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep fisika. Miskonsepsi pada mata pelajar fisika dapat terjadi pada berbagai konsep salah satunya konsep termodinamika karena konsep termodinamika abstrak namun sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari sehingga sangat besar kemungkinan siswa memiliki prakonsepsi sebelum menerima penjelasan dari guru.
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui besar presentase miskonsepsi siswa (2) Untuk mendeskripsikan apa saja miskonsepsi siswa yang teridentifikasi (3) Untuk mengetahui penyebab miskonsepsi yang dialami siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Pemilihan subjek pada penelitian ini didasarkan pada teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes diagnostik four-tier yang sudah divalidasi oleh ahli dan secara empiris, serta wawancara. Hasil tes diagnostik kemudian dianalisis berdasarkan 16 kombinasi jawaban tes diagnostik four-tier.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan jika miskonsepsi terjadi pada setiap sub-konsep termodinamika yang diteliti dengan rata-rata presentase miskonsepsinya sebesar 40,55%. Miskonsepsi tertinggi terjadi pada sub-konsep hukum II termodinamika sebesar 47,87%, kemudian presentase miskonsepsi tertinggi kedua terjadi pada sub-konsep hukum I termodinamika sebesar 39,34%, dan presentase miskonsepsi terendah terjadi pada sub-konsep siklus carnot sebesar 34,43%. Kemudian ditemukan juga beberapa miskonsepsi yang teridentifikasi pada setiap sub-konsep termodinamika diantaranya : siswa menganggap bahwa usaha (W) pada sistem termodinamika merupakan besaran skalar atau besaran yang selalu bernilai positif dan tidak bergantung pada keadaan sistem, siswa menganggap bahwa kalor mengalir secara alami dari benda yang bersuhu panas ke benda yang bersuhu dingin dan sebaliknya, siswa mengganggap bahwa persamaan usaha pada semua proses termodinamika adalah sama, dan yang terakhir siswa menganggap bahwa usaha yang dilakukan oleh siklus carnot berbanding lurus dengan kalor yang diserap sistem dari reservoir suhu rendah. Selain miskonsepsi didapatkan juga 6 faktor yang penyebabkan miskonsepsi pada siswa yaitu kurangnya minat siswa, kurangnya pemahaman pada materi sebelumnya, prakonsepsi, rendahnya kemampuan siswa, buku yang digunakan, dan metode pembelajaran yang diterapkan guru
PERAN SHADOW TEACHER DALAM LAYANAN KHUSUS KELAS INKLUSI DI SDN PERCOBAAN 1 KOTA MALANG
ABSTRAK Iswandia, Dewi Anggraeni. 2017. Peran Shadow Teacher Dalam Layanan Khusus Kelas Inklusi Pada SDN Percobaan 1 Di Kota Malang, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd, (2) Dr. H. A. Yusuf Sobri, S.Sos, M.Pd Kata Kunci: shadow teacher (ST), anak berkebutuhan khusus, kelas inklusiSDN Percobaan 1 Malang sudah menerapkan kelas inklusi sejak tahun 2004, yaitu saat sekolah ini ditunjuk Dinas Pendidikan sebagai piloting project di Kota Malang. Perkembangan kelas inklusi di SDNP 1 Malang pada saat ini masih berjalan dengan baik. Anak yang memiliki kekurangan atau biasanya disebut juga anak berkebutuhan khusus dijadikan satu dengan anak reguler, yang membedakan di sekolah ini anak berkebutuhan khusus memiliki ST ( Shadow Teacher) dengan tujuan guna untuk membimbing anak tersebut agar dapat memahami apa yang sudah dijelaskan oleh guru kelas.ST berperan penting dalam kegiatan proses belajar mengajar anak berkebutuhan khusus di kelas. Dengan adanya ST maka anak berkebutuhan khusus dapat dengan mudah dan memahami materi yang sudah dijelaskan oleh guru kelas, karena ST mengarahkan materi tersebut dengan mudah atau dengan cara-cara yang mudah dipahami oleh anak tersebut. Di sekolah ini setiap anak berkebutuhan khusus memiliki ST untuk membantu proses pembelajaran anak tersebut. Tidak semua orang bisa menjadi ST jika tidak memiliki kemampuan dasar membimbing anak berkebutuhan khusus dan mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh anak tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yaitu (1) perilaku peran ST dalam memberikan layanan khusus pada anak berkebutuhan khusus kelas inklusi, (2) strategi ST dalam memberikan layanan khusus pada anak berkebutuhan khusus kelas inklusi, dan (3) masalah dan solusi yang dihadapi ST dalam memberikan layanan khusus anak berkebutuhan khusus kelas inklusi di SDN Percobaan 1 Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa dokumen-dokumen sekolah, dokumentasi kegiatan sekolah, hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti berupa catatan lapangan, dan catatan wawancara peneliti dengan narasumber atau informan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Keabsahan data dilakukan dengan kegiatan (1) pengecekan anggota, (2) triangulasi, (3) meningkatkan ketekunan, (4) kecukupan referensi.Hasil penelitian tentang peran ST dalam memberikan layanan khusus anak berkebutuhan khusus kelas inklusi bahwa (1) peran ST dalam memberikan layanan khusus anak berkebutuhan khusus adalah ST sebagai fasilitator antara anak berkebutuhan khusus dengan guru kelas dan teman di sekelilingnya, selain itu ST membantu dan mengarahkan anak tersebut ketika proses pembelajaran berlangsung, (2) strategi yang haru dilakukan ST adalah ketika anak berkebutuhan khusus tidak dapat mengerti materi yang sudah dijelaskan ST harus mengajari contohnya jika mata pelajaran matematika ST memperkecil bilangan agar anak dengan mudah memahami materi tersebut, dan (3) masalah dan solusi ketika menghadapi anak berkebutuhan khusus tentu tidaklah luput, masalah dari anak bisa terjadi semisal anak tidak bisa diam ketika proses pembelajaran berlangsung dan menganggu teman disekelilingnya, ST harus memberikan teguran pada anak berkebutuhan khusus bahwa pada saat proses belajar mengajar tidak boleh mengganggu temannya dan tidak boleh berkeliaran di kelas harus memperhatikan guru yang sedang menjelaskan, selain itu ada juga masalah dari orangtua anak tersebut yaitu terlalu sibuk dengan pekerjaannya anak tersebut tidak mendapatkan perhatian dari orangtua, ST berhak memberikan nasihat kepada orangtua bahwa anak perlu perhatian dari orangtua, sesibuk apapun harus meluangkan waktu sedikit untuk anaknya. Sebaiknya (1) setiap sekolah yang menerapkan kelas inklusi hendaknya juga menerapkan ST agar anak berkebutuhan tersebut dapat mengikuti kegiatan proses pembelajaran dikelas dan bisa memahami apa yang sudah dijelaskan oleh guru kelas, selain itu anak berkebutuhan khusus juga bisa bersosialisasi dan berkomunikasi dengan teman disekelilingnya dibantu oleh ST tersebut, (2) setiap ST harus memiliki sifat sabar dan telaten dalam menghadapi anak berkebutuhan khusus
BALI, TERRORISM and AUSTRALIA - Papers from the Australian Policy Online forum
George Williams: The rule of law and human rights in Australia after Bali
Dewi Anggraeni: A clash of perception
Dampak Kekerasan Anak Dalam Rumah Tangga (Studi Deskriptif pada Korban KDRT di Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT) Kabupaten Situbondo); Ratna Dewi Anggraeni; 080910301020
Latar Belakang. Tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia
walaupun UU No.23 Tahun 2004 tentang undang-undang penghapusan kekerasan
dalam rumah tangga telah disahkan. Tingginya kasus kekerasan yang terjadi dan di
Jawa Timur Situbondo menduduki urutan ketiga kasus terbesar pada tahun 2009
sebanyak 119 kasus. Data yang terdapat di pusat pelayanan terpadu dimana kasus
kekerasan yang terjadi pada anak tiap tahun mengalami peningkatan. Sebagian
masyarakat melakukan sistem reward dan punishment terhadap anak-anak mereka,
praktek penurunan kekerasan antar generasi menjadi pilihan bagi orang tua yang dulu
pernah mengalami sehingga bentuk-bentuk kekerasan yang terlapor beragam dari
kekerasan fisik, psikis, seksual dan sosial.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Jenis penelitian
deskriptif. Arah penelitian ini mengenai bentuk-bentuk dan dampak kekerasan anak
dalam rumah tangga. Metode analisa yang digunakan berdasarkan triangulasi sumber
dan teori.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama, penulis mengetahui bentukbentuk
kekerasan yang terjadi terhadap anak dalam rumah tangga, kekerasan fisik,
kekerasan psikis maupun kekerasan anak secara sosial. Kedua, dampak kekerasan
yang dialami anak berupa luka, memar, benjolan, rasa malu bertemu orang lain,
mengasingkan diri dari lingkungan keluarga, dan renggannya hubungan antara pelaku
kekerasan dengan anak yang menjadi korban kekerasan
PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PERJUDIAN TOGEL ONLINE DI KEPOLISIAN RESOR TULUNGAGUNG
Dewi Anggraeni Syaputri, Dr. Bambang Sugiri, S.H., M.S., Mufatikhatul Farikhah S.H., M.H. Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya [email protected]  ABSTRAK Penelitian artikel ini berdasarkan pada penelitian yang bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penyidikan tindak pidana perjudian togel online di Kepolisian Resor Tulungagung. Serta upaya dan kendala yang di hadapi dalam proses penyidikan tindak pidana perjudian togel online di Kepolisian Resor Tulungagung. Penulis memilih tema tersebut dilatar belakangi berdasarkan data rekapitulasi kasus perjudian togel online yang mengalami peningkatan di akhir tahun 2018. Serta perjudian togel online berbeda dengan tindak pidana pada umumnya. Karena tindak pidana ini dilakukan dunia maya, sehingga dalam proses penyidikan terdapat perbedaan dengan tindak pidana pada umumnya. Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan metode pendekatan yuridis empiris yang hasilnya bahwa proses penyidikan tindak pidana perjudian togel online di kepolisian resor tulungagung menggunakan ketentuan berdasarkan prosedur yang telah di tetapkan dalam Kitab Undang – Undang Hukum Acara Pidana dan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana. Dan kendala yang dihadapi oleh penyidik terbagi menjadi dua yaitu kendala yuridis dan kendala non yuridis. Kendala yuridis yang di hadapi oleh penyidik adalah Tindak pidana perjudian togel online tidak di jerat menggunakan pasal 27 ayat (2) Undang – Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pelaku di jerat dengan pasal 303 KUHP mengenai perjudian yang dilakukan secara konvensional.sedangkan kendala non yuridis yang dihadapi oleh penyidik adalah Alat yang kurang mumpuni dalam proses penyidikan perjudian togel online. Untuk mengatasi kendala dalam proses penyidikan perjudian togel online. Penyidik  melakukan koordinasi dengan Kepolisian daerah guna memohon bantuan dalam proses pemunculan alat bukti yang sengaja di hapus oleh pelaku. Kata Kunci : Penyidikan, Tindak Pidana, Perjudian Togel Online  ABSTRACT This research aims to find out and analyze the investigation of online toggle gambling in Tulungagung District Police. As well as the efforts and obstacles faced in the process of investigating the crime gambling at the District Police in Tulungagung. The author chooses the theme based on the data recapitulation of online gambling cases which increased at the end of 2018. The criminal characteristics of the gambling online toggle is different compared to the general criminal. Because of this crime is carried out by the cyberspace, so the investigation process is different. This research used empirical legal method, and the result shows that the investigation process of online toggle gambling at District Police in Tulungagung uses the provisions based on procedures that have been set out in the Criminal Procedure Code and Regulation of the Head of the Indonesian National Police No 14 Year 2012 concerning The Management of Criminal Investigations. Furthermore, the obstacles faced by investigators are divided into two categories, namely juridical constraints and non-juridical constraints. Juridical obstacle faced by investigators is that the crime of online toggle is not snared by Article 27 Paragraph (2) concerning the Information and Electronic Transaction Act. The perpetrators are snared by Article 303 of Criminal Code regarding gambling conducted conventionally. While non-juridical obstacles faced by investigators are less qualified tools in the process of online toggle gambling investigations. To overcome obstacles in the process investigation, Investigators coordinate with the regional police to ask for help in the process of generating evidence that was intentionally deleted by the perpetrators. Keywords: Investigation, Crime, Online Toggle Gamblin
- …
